Sanggar Kanto
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Brawijaya

Published : 22 Documents
Articles

Found 22 Documents
Search

Komunikasi “Social Marketing” Dalam Proses Difusi Inovasi Revitalisasi Banjar Masyarakat Lombok (Studi Kasus Banjar Temolan, Dusun Gerumpung, Desa Sepit, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur) Meita, Fanty Pratiwi; Dwi Prasetyo, Bambang; Kanto, Sanggar
WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 16, No 3 (2013)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (945.07 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh keinginan peneliti untuk mengetahui mengenai  komunikasi “social marketing” adopsi difusi inovasi revitalisasi Banjar Temolan Dusun Gerumpung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis komunikasi social marketing membentuk difusi inovasi dalam revitalisasi Banjar Temolan, serta mengetahui dan menganalisis adopsi difusi inovasi dalam revitalisasi Banjar Temolan. Dalam penelitian ini juga menggunakan metode penelitian kualitatif naturalistik dikarenakan penelitian kualitatif naturalistik tidak memanipulasi “ajang” (setting) penelitian. Kesimpulan yang didapatkan dari penelitian Komunikasi ”Social Marketing” Dalam Proses Difusi Inovasi Revitalisasi Banjar Masyarakat Lombok  yaitu alasan diadakannya revitalisasi ini dikarenakan Banjar Temolan sebelum direvitalisasi hanya bersifat konsumtif. Sehingga perlu dilakukannya revitalisasi yang bertujuan agar banjar mampu berkembang serta membantu peningkatan taraf hidup masyarakat yang lebih baik lagi. Adapun konsekuensi yang ditimbulkan dari adopsi difusi revitalisai Banjar Temolan ini adalah Undirect consequences dengan memperoleh keseimbangan yang tergolong dalam kategori keseimbangan dinamis. Kata Kunci: Social marketing, Banjar Temolan, adopsi difusi inovasi.
Pola Komunikasi Pada Enkulturasi Bahasa jawa Studi Etnografi Komunikasi pada Keluarga Besar Almarhum jamuharom di Desa Brenggolo kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri Saputra, Muhammad Irawan; Kanto, Sanggar; Suryadi, Suryadi
WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 16, No 3 (2013)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.406 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan wujud keprihatinan peneliti terhadap fenomena mulai memudarnya eksistensi bahasa Jawa sebagai komponen budaya bangsa. Memudarnya eksistensi ini tentu dipengaruhi oleh pola komunikasi dalam enkulturasi keluarga. Rumusan masalah yang ingin dijawab dalam penelitian ini adalah bagaimana pola komunikasi yang ada pada enkulturasi bahasa Jawa tersebut serta bagaimana perbandingan pola komunikasi yang ada antar generasi dalam sebuah keluarga Jawa.   Penelitian ini mengkaji tiga enkulturasi dari empat generasi dari sebuah keluarga besar. Kajian ini berfokus pada aspek lingusitik dan juga aspek interaksinya. Sedangkan metode penelitian yang dipakai peneliti adalah Etnografi Komunikasi. Hasil penelitian ini dapat menggambarkan bahwa bahasa Jawa dalam sebuah keluarga mengalami enkulturasi atau diwariskan dengan menggunakan pola komunikasi yang terbentuk dari tiga bagian. Bagian pertama adalah peniruan, bagian kedua adalah membahasakan, dan bagian ketiga adalah kontrol penggunaan bahasa. Peniruan terhadap orang tua banyak dilakukan oleh anak-anak ketika mempelajari tingkatan bahasa Jawa kromo. Sedangkan tingkatan bahasa Jawa ngoko banyak dilakukan anak-anak Jawa dari teman atau saudara sebayanya. Kemudian bagian kedua dari pola komunikasi pada enkulturasi bahasa Jawa ini adalah membahasakan. Membahasakan merupakan usaha generasi awal dalam mengajarkan penggunaan tingkat bahasa Jawa (kromo dan ngoko) kepada generasi berikutnya. Bagian ketiganya adalah kontrol penggunaan bahasa yang merupakan usaha generasi awal dalam memperingatkan dan memberi contoh yang benar dari kesalahan penggunaan bahasa. Penelitian ini juga menghasilkan kesimpulan dari perbandingan yang telah dilakukan dari keempat generasi bahwa eksistensi bahasa Jawa mengalami kemerosotan. Salah satu bukti kemerosotan yang terjadi adalah pada enkulturasi ketiga sudah tidak dilakukan lagi membahasakan oleh orang tua, sehingga generasi keempat pada keluarga besar ini lebih banyak menggunakan bahasa Indonesia daripada bahasa Jawa. Kata kunci: pola komunikasi, enkulturasi bahasa Jawa, Etnografi Komunikasi
Pengaruh Self Esteem, Self Efficacy, dan Locus of Control Terhadap Motivasi Kerja dan Kinerja Public Relations (Studi Eksplanatif Pada Public Relations Santika Indonesia Hotel and Resort) Husna, Nisrin; Kanto, Sanggar; Kriyantono, Rachmat
WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 17, No 4 (2014)
Publisher : Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Investasi bidang perhotelan memiliki peluang untuk tumbuh pesat di masa depan, namun juga sekaligus sarat akan persaingan. Peluang dan ancaman ini tentunya harus dapat ditangkap para pelaku usaha di industri perhotelan. Salah satu strategi penting dalam menghadapi persaingan adalah meyakinkan konsumen bahwa perusahaannya memiliki keunggulan lebih dibandingkan dengan perusahaan lain. Meyakinkan konsumen berarti berhubungan dengan meraih persepsi positif atau citra positif di mata publik. Disinilah kemudian peran Public relations dengan motivasi kerja tinggi dan kinerja tinggi sangat dibutuhkan sebagai garda terdepan perusahaan. Judge ,Erez & Bono (1998) mengemukakan bahwa self esteem, self efficacy dan locus of control merupakan ketiga core-self evaluations yang merupakan dasar  pembentukan motivasi individu dalam bekerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengui pengaruh self esteem,self efficacy, dan locus of control terhadap motivasi kerja dan kinerja Public Relations. Dalam menganalisis pengaruh ketiga variabel tersebut terhadap motivasi kerja dan kinerja Public Relations, peneliti menggunakan pendekatan tradisi sibernetik. Melalui pendekatan tradisi sibernetik, peneliti kemudian menggunakan Expectancy value theory dalam menganalisis pengaruh variabel self esteem, self efficacy dan locus of control terhadap motivasi kerja dan kinerja. Sample penelitian ini adalah praktisi Public Relations Santika Indonesia Hotel and Resort. Penelitian ini menggunakan teknik analisis jalur (path analisys). Dari hasil perhitungan SPSS adalah bahwa variabel self esteem, self efficacy dan locus of control berpengaruh positif terhadap motivasi kerja dan kinerja dengan nilai koefisien jalur self esteem sebesar 0,322, self efficacy 0,340, locus of control 0,346, dan motivasi kerja 0,636. Hasil tersebut berarti  semakin positif self esteem, self efficacy dan locus of control Public Relations maka semakin tinggi motivasi kerja dan kinerja Public Relations Santika Indonesia hotel and resort.
Migrasi Internasional dan Pemanfaatan Remitansi Dalam Rangka Pengentasan Kemiskinan (Kasus di Desa Clumprit Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang) Wirastyani, Ratna; Kanto, Sanggar; Siahaan, Hotman M.
WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 19, No 3 (2016)
Publisher : Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1044.677 KB)

Abstract

Pengiriman TKI ke luar negeri merupakan salah satu jalan untuk mengatasi masalah pengangguran di Indonesia. Remitansi yang dikirimkan TKI dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan TKI serta lingkungan sekitarnya. Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif dengan sampel sebanyak 30 orang TKI dan 30 orang non TKI yang dipilih secara purpossive sampling. Dari hasil analisis terhadap variabel independen (jenis kelamin, umur, pendidikan, status pernikahan, jumlah tanggungan keluarga, luas kepemilikan lahan dan jumlah sumber pendapatan) hanya dua variabel yang berpengaruh nyata terhadap keputusan melakukan migrasi internasional, yaitu umur dan jumlah tanggungan keluarga. Dari analisis terhadap variabel independen (negara tujuan, jenis pekerjaan, status migrasi, pendapatan, dan lama bekerja di luar negeri), hanya dua variabel yang berpengaruh nyata terhadap besarnya remitansi yaitu pendapatan dan lama bekerja di luar negeri. Pemanfaatan remitansi berpengaruh terhadap peningkatan kesejahteraan rumah tangga TKI namun belum memberikan pengaruh terhadap kesejahteraan di lingkungan TKI karena masih sedikitnya TKI yang menggunakannya untuk usaha produktif.
Kajian Tentang Makna, Penyebab, dan Strategi Penanggulangan Kemiskinan (Kajian Fenomenologi Komunitas Pemulung di TPA Supit Urang Kota Malang) Suhartono, Dicky; Kanto, Sanggar; Mu’adi, Sholih
WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 17, No 4 (2014)
Publisher : Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1172.194 KB)

Abstract

Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa jumlah penduduk miskin terbanyak di Indonesia adalah Propinsi Jawa Timur. Kota Malang merupakan kota terbesar kedua di Jawa Timur dengan pertumbuhan penduduk yang paling pesat akibat banyaknya urbanisasi. Banyaknya warga pendatang baru di kota Malang tersebut berkorelasi dengan bertambahnya jumlah penduduk miskin di kota Malang. survey oleh Dinas Sosial dan Catatan Kependudukan Pemerintah Kota Malang, menunjukkan bahwa pada tahun 2013 dari total jumlah penduduk 840.803 jiwa, 43.400 jiwa diantaranya masih tercatat sebagai penduduk miskin. Pemulung menjadi salah satu kelompok penyumbang angka kemiskinan di kota malang yang tidak terpisahkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana konsep kemiskinan dipahami oleh komunitas pemulung yang termasuk kategori miskin. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penentuan informan dilakukan dengan metode snowballs, Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan informan yang memahami permasalahan dan dokumentasi yang terkait dengan pemulung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna dan penyebab, serta strategi kemiskinan dimaknai dengan cukup bervariasi oleh pemulung miskin, meski secara umum memiliki kesamaan yaitu berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan makanan. Makna tersebut merupakan persepsi yang muncul dari pengalaman kegiatan ekonomi dan hasil interaksi sosial yang selama ini dilakukan. Faktor penyebab kemiskinan yang dialami pemulung miskin sangat kompleks, meliputi faktor ekonomi, sosial/ kultural, struktural, sumberdaya alam dan sumberdaya manusia, namun penyebab utama berdasarkan persepsi  pemulung miskin yaitu karena kurangnya pendidikan formal, modal, dan kurangnya keahlian.
Penguatan Kelembagaan Pengelola Dana Bergulir PNPM Mandiri Perdesaan Di Kecamatan Balongpanggang Kabupaten Gresik Lianto, Lianto; Kanto, Sanggar; Kholifah, Siti
WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 18, No 4 (2015)
Publisher : Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1114.183 KB) | DOI: 10.21776/ub.wacana.2015.018.04.3

Abstract

Penguatan kelembagaan merupakan salah satu pilar keberlanjutan program PNPM Mandiri Perdesaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penguatan aspek hukum, penguatan kelembagaan, dan kemandirian lembaga pengelola dana bergulir PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Balongpanggang. Teknik penentuan informan dalam penelitian kualitatif deskriptif ini adalah purposive sampling yaitu informan yang dianggap memahami kegiatan dana bergulir UPK Kecamatan Balongpanggang. Penguatan aspek hukum dilakukan dengan melengkapi legalitas pendirian BKAD sebagai payung hukum kegiatan dana bergulir. Penguatan kelembagaan dilakukan dengan penyusunan mekanisme pengelolaan dana bergulir, peningkatan kapasitas pengelola kegiatan dan kelompok masyarakat dalam pengelolaan keuangan dan kelembagaan, serta kerjasama dengan pihak ketiga untuk pengembangan usaha kelompok masyarakat. UPK Kecamatan Balongpanggang merupakan lembaga masyarakat yang mandiri, yaitu tidak tergantung dengan dana BLM dari pemerintah, hal ini dilihat dari hasil analisa eksistensi lembaga pengelola dana bergulir dengan Teori AGIL dan analisa kinerja lembaga yang masuk dalam kategori UPK sehat.
Peran Pemilik Modal (Pengamba’) Dalam Pemberdayaan Masyarakat Nelayan (Studi Kasus pada Masyarakat Nelayan Gardanan di Desa Kedungrejo Kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi) Jihwindriyo, Yudi; Kanto, Sanggar; Wisadirana, Darsono
WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 19, No 3 (2016)
Publisher : Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1125.573 KB)

Abstract

Nelayan memiliki hubungan ekonomi dengan pengamba’ untuk memenuhi kebutuhan permodalan. Menegasikan peran pengamba’ menjadi upaya yang sia-sia saat tidak mendapatkan dukungan masyarakat nelayan. Tulisan iniberupaya mengatur peran pengamba’ untuk menjadi agen dalam pemberdayaan nelayan, atau dalam konsep Susilo (2004) disebut Adaptor Sosial.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis (i) hubungan sosial dan ekonomi antara pengamba’ dan nelayan, (ii) faktor-faktor yang menunjang peran strategis pengamba’ dalam pemberdayaan nelayan, dan (iii) membuat rumusan bentuk pelibatan pengamba’ dalam upaya pemberdayaan masyarakat nelayan sebagai upaya menanggulangi kemiskinan. Penelitian dilakukan di Desa Kedungrejo Kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik penentuan informan snowball sampling dan purposive sampling. Data dianalisis menggunakan teknik analisis data model interaktif (Miles, Huberman dan Saldana, 2014). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (i) hubungan sosial ekonomi  pengamba’ dan nelayan berpola patron-klien, (ii) permodalan yang diberikan oleh pengamba’ nelayan berdampak pada keberlangsungan kegiatan penangkapan ikan dan keberlanjutan sumber pendapatan nelayan, (iii)relasi antara pengamba’ dan nelayan diatur dalam lembaga lokal berbentuk Kelompok Usaha Bersama agar pengamba’ mampu mengembangkan usaha dan nelayan tidak terlibat dalam sistem bagi hasil yang eksploitatif. Mekanisme bagi hasil dalam lembaga lokal tersebut disarankan diatur oleh pemerintah daerah.
PERSEPSI MASYARAKAT MISKIN TERHADAP PELAYANAN KESEHATAN BIDANG GIZI (STUDI KASUS DI WILAYAH PUSKESMAS SIDOTOPO SURABAYA UTARA) Fariadi, Haris; Kanto, Sanggar; Mardiyono, Mardiyono
Jurnal Pamator : Jurnal Ilmiah Universitas Trunojoyo Vol 9, No 2: Oktober 2016
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.846 KB) | DOI: 10.21107/pamator.v9i2.3375

Abstract

Pembangunan kesehatan juga harus dipandang sebagai suatu investasi dalam kaitannya mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pembangunan ekonomi, serta memiliki peran penting dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Upaya kesehatan harus dilakukan sejak dini dan berkesinambungan. Gizi yang cukup serta perilaku sehat sangat penting bagi kesehatan dan pertumbuhan balita. Anak yang sehat akan lebih berkonsentrasi dalam belajar, pekerja yang sehat akan lebih produktif dalam pekerjaannya, serta ibu-ibu yang sehat akan melahirkan anak-anak yang sehat pula, dan angka kematian bayi pun dapat ditekan. Kejadian kasus balita gizi buruk di Kota Surabaya masih cukup mengkhawatirkan, Berdasarkan data Dinas Kesehatan penyebab balita gizi buruk diantaranya karena pola asuh yang keliru, kurang asupan makanan bergizi, hingga masalah kemiskinan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, sedangkan metode yang digunakan adalah Studi Kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua balita sebagian besar tidak mengetahui kalau masih berada dalam kondisi pola pengasuhan yang kurang tepat, baik dalam pola asuh pemberian makan, maupun pola asuh perawatan kesehatan dan hygiene sanitasi serta lingkungan rumah yang kurang mendukung, sedangkan untuk kepedulian keluarga miskin terhadap kesehatan masih sangat rendah, kurangnya keluarga miskin dalam memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada. Persepsi keluarga miskin terhadap bantuan penganggulangan masalah gizi adalah positif. Mereka beranggapan bahwa bantuan tersebut bermanfaat sekali dalam menunjang perekonomian keluarga dan juga dapat meningkatkan status gizi anak mereka, serta dengan adanya kegiatan pendampingan tersebut mereka merasakan manfaatnya karena mereka merasa diperhatikan setiap bulannya untuk mengontrol kesehatan anaknya.
PARTISIPASI PEREMPUAN DALAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN PADA PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANDIRI PERKOTAAN DI KABUPATEN PASURUAN (STUDI KASUS DI DESA GAJAHBENDO, KECAMATAN BEJI, KABUPATEN PASURUAN) Amrizal, M Hery; Wisadirana, Darsono; Kanto, Sanggar
Jurnal Pamator : Jurnal Ilmiah Universitas Trunojoyo Vol 9, No 2: Oktober 2016
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.504 KB) | DOI: 10.21107/pamator.v9i2.3373

Abstract

Salah satu program pengentasan kemiskinan yang dilakukan oleh pemerintah yaitu dengan dilaksanakannya suatu Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat ? Mandiri Perkotaan .Tujuan penelitian ini adalah untuk  mendeskripsikandan menganalisa bentuk partisipasi perempuan dalam PNPM-MP, menganalisa faktor pendorong dan penghambat yang mempengaruhi partisipasi perempuan, dan untuk menganalisa implikasi partisipasi perempuan terhadap peningkatan kapabilitas perempuan dalam PNPM-MP. Teori teknik longwe yang digunakan sebagai alat analisis proses pemampuan perempuan, tetapi tujuanya adalah untuk memahami lima butir kriteria analisis yaitu dimensi kesejahteraan, dimensi akses, dimensi penyadaran, dimensi partisipasi aktif, dan dimensi penguasaan / control. Metode penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi perempuan di  dalam PNPM-MP di Desa Gajahbendo Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan sudah terimplementasikan dalam siklus kegiatan pemberdayaan di PNPM-MP, ditemukannya berbagai macam faktor pendorong dan faktor penghambat baik faktor internal maupun faktor eksternal, serta implikasi partisipasi perempuan terhadap peningkatan kapabilitas perempuan adalah perempuan aktif dalam pembangunan dengan perannya sebagai subyek pembangunan.
Pengembangan Model Kelembagaan Ekonomi Komunitas Nelayan Tradisional dalam Rangka Strategi Bertahan Hidup (Studi Kasus: Di Dusun Karanggongso Kabupaten Trenggalek) Rofingatin, Siti; Wisadirana, Darsono; Kanto, Sanggar
WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 19, No 3 (2016)
Publisher : Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1171.428 KB)

Abstract

Salah satu strategi bertahan hidup nelayan untuk meningkatkan kemandirian mereka adalah dengan memanfaatkan lembaga ekonomi dari komunitas sendiri ketika menghadapi musim paceklik dan cuaca buruk yang setiap tahun menyertai kehidupannya. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan model kelembagaan ekonomi komunitas nelayan tradisional, 2) merumuskan model pengembangan yang tepat pada kelembagaan ekonomi komunitas nelayan Karanggongso Trenggalek. Pendekatan penelitian adalah kualitatif dengan metode studi kasus, dan untuk analisis kelembagaan menggunakan imperatif fungsional AGIL dari Talcott Parsons. Hasil penelitian antara lain: terbatasnya permodalan, belum ada solusi masalah kebersihan dan keamanan lingkungan, terbatasnya Tenaga Pendamping dan kurang maksimalnya peran dan fungsi Tenaga Penyuluh Perikanan, serta belum terpenuhi ciri kelembagaan yaitu ketiadaan sekretariat. Alternatif solusi permasalahan yaitu pengembangan jaringan bersama dengan lembaga yang telah eksis dan akomodatif, pemberian alternatif solusi bagi masalah kebersihan dan keamanan lingkungan, penambahan Tenaga Pendamping dan peningkatan peran dan fungsi Penyuluh Perikanan, serta mewujudkan salah satu ciri kelembagaan yaitu pembentukan sekretariat.