Articles

Found 11 Documents
Search

SEBARAN RUMAH TANGGA USAHA PERTANIAN DI KALIMANTAN TIMUR Karmini, Karmini
AGRIFOR Vol 17, No 1 (2018): Maret
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.814 KB) | DOI: 10.31293/af.v17i1.3279

Abstract

Hasil Sensus Pertanian tahun 2003 dan 2013 menunjukkan jumlah rumah tangga pertanian pada tahun 2013 (22% dari total rumah tangga) di Kalimantan Timur  menurun dibandingkan tahun 2003 (34,85%). Penurunan jumlah rumah tangga pertanian dapat berdampak pada kuantitas dan kualitas produksi pertanian yang dihasilkan setiap kota/kabupaten. Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui jumlah dan pertumbuhan Rumah Tangga Usaha Pertanian (RTUP) di Kalimantan Timur serta sebaran RTUP tahun 2003 dan 2013. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret – Juni 2017 di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia. Data sekunder dikumpulkan dalam penelitian ini.  Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji t. Hasil studi menunjukkan bahwa jumlah RTUP di Kalimantan Timur pada tahun 2003 dan 2013 berturut-turut adalah 203.179 rumah tangga dan 180.614 rumah tangga. Berarti terjadi pertumbuhan negatif jumlah RTUP di Kalimantan Timur sebesar -11,11% dalam kurun waktu 10 tahun tersebut dan rumah tangga pertanian tersebar tidak merata di seluruh kota/kabupaten di Kalimantan Timur.
Pengaruh Tingkat Komitmen Lingkungan Freight Forwarder Terhadap Respon Kebijakan Green Freight Transport Karmini, Karmini; Kombaitan, B.; Syabri, lbnu; Lestari, Puji
Warta Penelitian Perhubungan Vol 25, No 6 (2013): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2405.287 KB) | DOI: 10.25104/warlit.v25i6.740

Abstract

Kegiatan transportasi barang memberikan dampak negatif berupa polusi udara yang cukup signifikanpada lingkungan. Kebijakan uji kir kendaraan bermotor saat ini masih belum efektif untuk mengurangiemisi polusi udara karena emisi co2 harus dikontrol melalui pengurangan konsumsi bahan bakar.Diperlukan kebijakan yang dapat mengurangi polusi udara melalui pengurangan konsumsi bahan bakarkendaraan bermotor dengan pendekatan ASI (Avoid, Shift, Improve). Respon freight forwarder sebagai pihakyang terkena dampak langsung kebijakan akan berbeda-beda, diperkirakan dipengaruhi oleh tingkatkomitmen lingkungan perusahaan. Analisis klaster digunakan untuk mengelompokkan tingkat komitmenlingkungan freight forwarder, sedangkan untuk mengetahui pengaruh tingkat komitmen lingkungan freightforwarder terhadap respon kebijakan green freight transport dilakukan analisis Anova satu jalur. Hasil analisisklaster menunjukkan hampir separuh perusahaan (40% atau 24 perusahaan) mempunyai tingkat komitmenreaktif, 33 % (20 perusahaan) perusahaan mempunyai tingkat komitmen akomodatif dan 27% (16 perusahaan)perusahaan mempunyai tingkat komitmen proaktif. Dari uji hipotesis, dapat diketahui bahwa perusahaandengan tingkat komitmen yang berbeda (proaktif, akomodatif, reaktif) tidak memberikan respon yangberbeda terhadap usulan kebijakan green freight transport.
FORMULASI TABLET ANTIOKSIDAN EKSTRAK BAWANG HUTAN (ELEUTHERINE BULBOSA MILL.URB) Karmini, Karmini; Yuliet, Yuliet; Khumaidi, Akhmad
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 Number 3 (December 2014)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.209 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai formulasi tablet antioksidan ekstrak bawang hutan (Eleutherine bulbosa mill.urb) dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan variasi konsentrasi ekstrak bawang hutan pada mutu fisik dan aktivitas antioksidan tablet, mengetahui konsentrasi ekstrak yang memenuhi mutu fisik yang paling optimum dan mengetahui aktivitas antioksidan (IC50) dari tiap formula. Ekstrak dibuat dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Proses pembuatan tablet dengan metode granulasi basah. Dilakukan uji mutu fisik granul dan uji mutu fisik tablet. Uji aktivitas antioksidan dilakukan secara in-vitro menggunakan metode DPPH pada formula 1, formula 2, formula 3 dan kontrol negatif dengan penggunaan Vitamin C sebagai kontrol positif. Data hasil pengukuran dianalisis secara statistik menggunakan metode ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan variasi konsentrasi ekstrak bawang hutan dengan konsentrasi 3,57%, 7,14% dan 10,71% pada sediaan tablet memperoleh mutu fisik tablet yang baik pada penyimpanan selama ± 1 bulan. Hasil uji aktivitas antioksidan dengan IC50 yang diperoleh pada hari ke-1 dan hari ke-28 kontrol negatif, formula 1, formula 2, dan formula 3 berturut-turut adalah 2110 ppm dan 2210 ppm; 126,18 ppm dan 135,73 ppm; 91,00 ppm dan 95,45 ppm; 46,87 ppm dan 50,93 ppm; dibandingkan dengan IC50 Vitamin C sebesar 4,93 ppm. Formula 1 mempunyai mutu fisik tablet yang paling optimum. Aktivitas antioksidan dari tiap formula masuk dalam kategori dari sangat kuat sampai sedang.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Sosial Anak melalui Bermain Peran di KB Al Hikmah Tajungsari Pati Karmini, Karmini
Indonesian Journal of Islamic Early Childhood Education Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : Association of Indonesian Islamic Kindergarten Teachers Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.685 KB)

Abstract

This study aims to determine whether role play can improve the social skills of children aged 4-5 years in Al Hikmah Tajungsari Tlogowungu Pati. This research is a Classroom Action Research. This research was conducted in first semester of academic year 2016/2017. This research will be carried out in 2 cycles, and each cycle aims to improve childrens social skills through main role. The analysis is done following the concept given by Miles and Hubberman, that is Reduction data, Display data and Conclusion Drawing / Verification. The results showed that the observation results of students social ability by using the role playing method of KB Al Hikmah Tajungsari Tlogowungu Pati. The students social skills are improved after attending the students ability development by applying role playing methods. In pre cycles of students social ability 24% in developed as espected (BSH) category. In the first cycle students social ability of 52% in the very good development (BSB) category. In the second cycle students social ability score of 80% or an increase of 28% compared to cycle I.
Zonation of Development Area of Agriculture, Forestry, and Fisheries Sector in West Kutai Regency Karmini, Karmini
AGRIFOR Vol 17, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.697 KB) | DOI: 10.31293/af.v17i2.3464

Abstract

The effort of development on agriculture, forestry, and fisheries sector in West Kutai Regency needs to be done by integrating the working program that will be formulated for a specific region.  The aim of this study was to know the activities distribution and production of agriculture, forestry, and fisheries products in West Kutai Regency alsothe zone of development area for basis to formulate the efforts to develop agriculture, forestry, and fisheries sector. Studi was done from January to March 2018 in West Kutai Regency, East Kalimantan Province.  Data collected in this study were secondary data from Statistics West Kutai Regency. Data analysis by using descriptive statistics was applied to determine zone of development area.Geografics Information System (GIS) was used to make map of area zonation.Area of West Kutai Regency could be divided into 3zonesbased on wide of agriculture and fisheries areas, they are narrow  area of agriculture and fisheries (Zone I = 5.030,65 – 11.397,71 ha), medium (Zone II = 11.397,72 – 17.764,80 ha), and wide (Zone III = 17.764,81  – 24.131,89 ha).Zone I includes Districts of Bongan, Penyinggahan, Muara Pahu, Muara Lawa, Bentian Besar, Linggang Bigung, Nyuatan, M. Manaar Bulatn, and Tering. Zone II consists Districts of  Barong Tongkok and Long Iram. Zone III is Districts of Jempang, Damai, Melak, Siluq Ngurai, and Sekolaq Darat.
Analisis Pengaruh Asal Perjalanan Penumpang Bandara Terhadap Akses Menuju Bandara (Studi Kasus: Semarang, Yogyakarta dan Surabaya) Hafizah, Nafilah el; Ahyudanari, Ervina; Karmini, Karmini
WARTA ARDHIA Vol 44, No 1 (2018)
Publisher : Research and Development Agency of The Ministry of Transportation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v44i1.317.1-16

Abstract

Analysis of Airport Passangers Trip Origin Towards The Access To The Airport (Case Study: Semarang, Yogyakarta and Surabaya): The economic development of a city will be accompanied by an increase in the number of population, which means it will generate more mobility as well as the need of transportation. Changes in travel time due to congestion will also affect travel cost. From the relationship between the growth of the number of vehicles in a city and the accessibility to the airport, it is necessary to research the significance of that relationship. Three airports namely Ahmad Yani Airport, Adisucipto Airport and Juanda Airport with the correspondent cities they served used as the case study. The data of travel time and travel distance of the respondents processed using the relation analysis. The problem solving method exercised the distribution of modal choice, the difference of travel time to theairport and to forecast the number of passengers if mass transport is utilized. The result of the study indicates that the growth of air transport demand correlate positively with the population growth. Respondents indicates mass rail transport is required if the possibility of loss of flight can occur in cities with varying fluctuations in travel time. Berkembangnya ekonomi kota akan diiringi dengan bertambahnya jumlah penduduk dan meningkatkan tingkat bermobilitas yang menyebabkan kebutuhan transportasi bertambah. Perubahan waktu perjalanan juga akan mempengaruhi biaya perjalanan yang diakibatkan kemacetan. Dari hubungan antara pertumbuhan jumlah kendaraan disuatu kota dan aksesibilitas menuju bandara, maka perlu dilakukan penelitian signifikansi hubungan tersebut. Sebagai studi kasus digunakan data 3 bandara yaitu Bandara Ahmad Yani, Bandara Adisucipto dan Bandara Juanda. Data waktu tempuh dan jarak perjalanan responden diolah dalam analisis hubungan waktu tempuh dan jarak perjalanan. Metode penyelesaian permasalahan yang ada adalah mengidentifikasi distribusi penggunaan moda, menghitung perbedaan waktu tempuh perjalanan menuju bandara dan dilakukan peramalan jumlah penumpang apabila diadakan transportasi massal. Hasil Penelitian menunjukkan adanya kesesuaian bahwa pertumbuhan demand transportasi udara seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk. Responden menunjukkan transportasi massal rel dibutuhkan jika kemungkinan terjadinya kehilangan penerbangan dapat terjadi pada kota dengan fluktuasi perubahan waktu tempuh yang sangat bervariasi.
PERBANDINGAN WAKTU PEMBERIAN ATRAKURIUM BESYLATE INTRAVENA 0,5 MG/KGBB 5 DETIK DAN 90 DETIK TERHADAP PENINGKATAN NADI SAAT INDUKSI ANESTESI UMUM DI RUMAH SAKIT SAIFUL ANWAR MALANG Santika, Suparno Adi; Basuki, Djujuk Rahmat; Karmini, Karmini
JAI (Jurnal Anestesiologi Indonesia) Vol 7, No 1 (2015): Jurnal Anestesiologi Indonesia
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.771 KB) | DOI: 10.14710/jai.v7i1.9165

Abstract

Latar Belakang : Atracurium besylate, merupakan obat pelumpuh otot nondepolarisasi kelas bisquaternary benzylisoquinolinium yang menghasilkan beberapa efek samping selama uji klinis luas di berbagai penelitian, berupa pelepasan histamin yang dikaitkan dengan refleks takikardia, hipotensi berat dan ruam pada pengamatan klinis. Beberapa kasus reaksi anafilaksis parah dilaporkan setelah injeksi atrakurium, menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa. Pemberian lambat injeksi Atrakurium besylate, menurunkan manifestasi refleks peningkatan nadi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui, perbandingan waktu pemberian Atrakurium besylate intravena dapat menurunkan tingkat kejadian peningkatan nadi saat induksi anestesi umum di RSSA Malang.Metode : Penelitian ini merupakan uji klinis tersamar tunggal, bersifat eksperimental. Pasien dengan kriteria klinis ASA I-II sejumlah 32 orang dilakukan randomisasi sederhana menjadi 2 kelompok P dan mendapatkan perlakuan pemberian Atrakurium besylate 0,5 mg/kgBB iv dalam waktu 5 detik. Kelompok lainya dilakukan pemberian Atrakurium besylate 0,5 mg/kgBB iv dalam waktu 90 detikHasil : Penelitian ini didapatkan, perbedaan peningkatan nadi yang bermakna secara statistik (p < 0,05), pada saat kelompok O dan P dibandingkan pada menit ke 3 (0,005) dan ke 4 (0,004), sedangkan pada menit ke 5 (0,210) tidak didapatkan perbedaan peningkatan nadi pasienKesimpulan :  Disimpulkan bahwa, pemberian Atrakurium besylate intravena 0,5 mg/kgBB dalam waktu 90 detik menurunkan tingkat terjadinya peningkatan nadi daripada pemberian dalam waktu 5 detik.
STRATEGI DAN PROGRAM PENGUATAN DAYA SAING BARANG KAYU DAN HASIL HUTAN DI KOTA TARAKAN Karmini, Karmini
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/u-jht.v1i2.1009

Abstract

Produk-produk industri kecil dan menengah (IKM) yang tergolong dalam kelompok barang kayu dan hasil hutan di Kota Tarakan memiliki daya saing yang tinggi. Namun daya saing tersebut masih dapat ditingkatkan serta perlu dikuatkan, karena adanya persaingan dalam pemasaran produk yang dihasilkan oleh industri pengolahan yang berada di dalam dan di luar Kota Tarakan. Tujuan dari studi ini adalah untuk merumuskan strategi dan program? penguatan daya saing barang kayu dan hasil hutan di Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara. Studi dilaksanakan pada bulan September hingga Desember 2015. Penelitian ini mengumpulkan data primer dan sekunder. Analisis Kekuatan, Kelemahan, Peluang, dan Ancaman (Strengths, Weakness, Opportunities, and Threats/SWOT) digunakan untuk menganalisis data. Daya saing barang kayu dan hasil hutan di Kota Tarakan berada pada kuadran agresif. Strategi penguatan daya saing barang kayu dan hasil hutan antara lain peningkatan kemampuan IKM dalam memperoleh bahan baku, modal usaha, manajemen produksi dan keuangan, pemasaran, dan akses terhadap kegiatan pembinaan. Program penguatan daya saing barang kayu dan hasil hutan antara lain program peningkatan ketersediaan hasil hutan baik kayu dan non kayu, aksesibilitas ke lembaga keuangan, dan pembinaan manajemen produksi dan manajemen usaha, serta program pengembangan pasar di dalam dan luar negeri bagi produk-produk IKM.
STRATEGI PENINGKATAN INVESTASI NON TAMBANG DI KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Karmini, Karmini
JURNAL RISET PEMBANGUNAN Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.362 KB) | DOI: 10.36087/jrp.v1i2.36

Abstract

ABSTRAKInvestasi non tambang berperan dalam perekonomian Kabupaten Kutai Kartanegara. Namun diharapkan peran tersebut meningkat menjadi sama atau lebih besar dibandingkan investasi tambang.  Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui jenis investasi non tambang, faktor-faktor penentu investasi non tambang, strategi, kebijakan, program, dan kegiatan peningkatan investasi non tambang. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Muara Jawa, Samboja, Sanga-sanga, Anggana, Muara Badak, dan Marang Kayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Terdapat berbagai jenis kegiatan investasi non tambang di Kabupaten Kutai Kartanegara antara lain investasi pada sektor pertanian; industri pengolahan; bangunan; perdagangan, hotel, dan restoran; pengangkutan dan komunikasi; keuangan, persewaan dan jasa perusahaan; jasa; dan lainnya. Faktor-faktor penentu investasi non tambang di lokasi studi adalah potensi sumberdaya alam, potensi sumberdaya manusia, karakteristik wilayah, dan iklim investasi. Hasil penelitian ini menunjukkan berbagai strategi, kebijakan, program, dan kegiatan untuk meningkatkan investasi non tambang di Kabupaten Kutai Kartanegara yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya manusia serta pengembangan wilayah dan iklim investasi. Kata kunci: Investasi, Kutai Kartanegara, non tambang, strategi. ABSTRACTInvestment has role in economics of Kutai Kartanegara. However, it is hoped the role will increase become same or more than mining investment.  The aims of this study were to know kinds of non-mining investment, factors determine non-mining investment, strategy, regulation, program,, and activity to increase non-mining investment. The study was done in Subregency of Muara Jawa, Samboja, Sanga-sanga, Anggana, Muara Badak, and Marang Kayu, Regency of Kutai Kertanegara, Province of East Kalimantan. Data were collected in this study both primary and secondary data. There are various activities of non-mining investments in Regency of Kutai Kartanegara such as investment in sectors of agriculture; manufacturing industries; construction; trade, hotel, and restorant; transportation and communication; financial, leasing, and business service; services, and others. Factors detemine non-mining investment in study areas are potency of natural resources, potency of human resources, charateristics of area, and climate of investment.  The results of this study show strategies, regulations, programs, and activities to increase non-mining investment in Regency of Kutai Kartanegara in relation to the management of natural and human resources also the development of region  and invesment climate.Keywords: Investment, Kutai Kartanegara, non-mining, strategy.
THE ROLE OF TROPICAL ABANDONED LAND RELATIVE TO ECOLOGICAL AND ECONOMIC ASPECTS Karmini, Karmini; Karyati, Karyati; Widiati, Kusno Yuli
Forest and Society VOLUME 4 ISSUE 1, APRIL 2020
Publisher : Forestry Faculty, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24259/fs.v4i1.8939

Abstract

The floristic structure and composition of abandoned lands in the tropic have been observed to be changing dynamically during the succession process. This is mostly because they are not utilized maximally, therefore, there is a need to assess the economic and ecological impacts of this land abandonment in tropical areas. This study was conducted to determine the ecological aspects of standstructure, floristic composition, and species diversity and analyze the economic aspects of standing trees in tropical abandoned land. The vegetation containing woody trees with a diameter at breast height (DBH) of > 5 cm were surveyed at six subplots sized 20 m × 20 m. The economic parameters were evaluated using data of log price, logging cost, profit margin, and stumpage value of standing trees in the study plot and a total of 126 trees including 26 species of 25 genera of 18 families were recorded. The most common species found were Macaranga tanarius with 50.60%, Bridelia glauca with 49.13%, and Pterospermum javanicum with 29.05% based on Importance Value Index (IVi). Moreover, the diversity, dominance, evenness, and richness indices were 1.23, 0.09, 0.87, and 5.17 respectively while the total log price at the abandoned land was 1,462.02 USD m-3 with an average value of 56.23USD m-3. The total and mean values of logging costs were 1,212.24USD ha-1 and 46.62USD ha-1, respectively while the total profit margin of log selling was USD337.39m-3 at maximum with an average of 12.98 USD m-3. Furthermore, the average stumpage value was 83.05 USD ha-1 while the total was calculated to be 2,159.36 USD ha-1.These findings showed the utilization of abandoned lands with respect to ecology and economic aspects has the ability to increase community welfare and support the implementation of developmental programs in the country.