Articles

Found 4 Documents
Search

AMELIORAN ORGANIK DAN MIKORIZA MENINGKATKAN STATUS FOSFAT TANAH DAN HASIL JAGUNG PADA TANAH ANDISOL Sufardi, Sufardi; Syakur, Syakur; Karnilawati, Karnilawati
Jurnal Agrista Vol 17, No 1 (2013): Volume 17 Nomor 1 April 2013
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1020.104 KB)

Abstract

ABSTRAK. Persoalan utama pada Andisol adalah tingginya kapasitas jerapan P tanah, sehingga tidak tersedia bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan amelioran organik dan mikoriza dalam meningkatkan status P tanah dan hasil jagung. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan percobaan pot yang ditata menurut rancangan acak kelompok (RAK) faktorial 4 x 2 dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah pemberian amelioran organik yang terdiri atas 4 taraf (jenis) yaitu tanpa amelioran, pupuk kandang, jerami padi dan daun gamal masing-masing sebanyak 20 ton ha-1 atau setara 111 g per polibag. Faktor kedua adalah aplikasi mikoriza dengan 2 taraf yaitu tanpa mikoriza dan pemberian mikoriza sebanyak 10 g per polibag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian amelioran organik dan mikoriza berpengaruh terhadap pH tanah, P total (ekstrak HCl 25 %), P tersedia (Bray 1) dan indek ketersediaan P tanah serta dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung. Kombinasi perlakuan yang memberikan  pengaruh terbaik terhadap status P dan pertumbuhan serta hasil jagung diperoleh pada pemberian pupuk kandang atau daun gamal yang dikombinasi dengan mikoriza. Organic Ameliorant and Mycorrhiza Increase Soil Phosphate Status and Maize Yield on AndisolABSTRACT. A common problem of Andisol soils is the high capacity for P adsorption, although total P content is relatively high. This characteristic causes inefficient use of P fertiliser, to the point that P deficiency can become a major constraint for crop production. This study aimed to determine the effect of organic ameliorants and mycorrhiza on the status of soil phosphate and yield of maize in Andisol.  The experiment was carried out in pots and arranged in a randomized complete block design (RCBD) 4x2 factorial with 3 replications. The first factor is the addition of organic ameliorant consisting of 4 treatments: without ameliorant, manure, rice straw and Gliciridea leaves. The dosage of each ameliorant is 20 ton ha-1 or equivalent to 111 g per polybag. The second factor is the application of mycorrhiza, consisting of 2 levels, no mycorrhiza and mycorrhiza  at 10 g per polybag. The results showed that the application of organic ameliorant and mycorrhiza  affected soil pH, total P (HCl 25% extractable P), available P (Bray 1), and the P availability index and increased the growth and yield of maize in Andisol. The two treatments that provided the most effect on the status of soil phosphate and plant growth and yield of maize were manure, and Glyricidea leaves, in combination with the addition of mycorrhiza.
Phosfat Tersedia, Serapannya Serta Pertumbuhan Jagung (Zea mays L.) Akibat Amelioran dan Mikoriza pada Andisol Karnilawati, Karnilawati; Sufardi, Sufardi; Syakur, Syakur
Jurnal Manajemen Sumberdaya Lahan Vol 2, No 3 (2013): Volume 2, Nomor 3, Juni 2013
Publisher : Program Studi Magister Konservasi Sumberdaya Lahan, Pascasarjana, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.173 KB)

Abstract

Effects of Ameliorant and Mycorrhiza on Soil Phosphate Availability, Phosphorus Uptake, Growth, and yield of Corn (Zea mays L.) in Andisol.Abstract. Andisol is soil with a very high P adsorption, whereas available P is very low. As low P availability, P becomes limiting to plant growth. This study was aimed at determining the effect of ameliorant and mycorrhiza application on availability of phosphate and growth and phosphorus uptake of corn in Andisol. Soil samples of Andisol were taken from Tunyang Village, Timang Gajah Sub District at 0-20 cm depth of typic hapludand. The experiment was carried out in pots and arranged in a randomized complete block design (RCBD) 4x2 factorial with 3 replications. The first factor was types of ameliorant, consisting of 4 levels, i.e. without ameliorant, manure, rice straw and Gliciridia leaves, each 20 t ha-1 or equivalent to 111 g per polybag. The second factor was mycorrhiza with 2 levels, i.e. without mycorrhiza and mycorrhiza 10 g per polybag. Results showed that various types of ameliorants affected soil pH, total P, available P (Bray 1), and index of soil P availability and improved growth, phosphorus uptake, and yield of corn. Mycorrhiza affected soil pH, plant height at 15 and 30 days after planting and mycorrhizal root infection, but did not affect soil P availability and yield of corn. There was no interaction between ameliorant and mycorrhiza. Types of ameliorant providing the best P availability and yield of corn were manure and Gliciridia leaves at dose of 20 t ha-1.Abstrak. Andisol merupakan tanah yang mempunyai jerapan P yang sangat tinggi sedangkan P tersedia sangat rendah. Ketersediaan P relatif rendah, P menjadi pembatas bagi pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh amelioran dan mikoriza terhadap ketersediaan fosfat dan pertumbuhan serta serapan fosfor tanaman jagung (Zea mays L.) pada Andisol. Sampel tanah ordo Andisol dari Desa Tunyang Kecamatan Timang Gajah Kabupaten Bener Meriah pada kedalaman 0 – 20 cm dari jenis typic hapludand. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan percobaan pot yang ditata menurut rancangan acak kelompok (RAK) faktorial 4x2 dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah jenis amelioran yang terdiri atas 4 taraf (jenis) yaitu tanpa amelioran, pemberian pupuk kandang, jerami padi dan daun gamal masing-masing sebanyak 20 ton ha-1 atau setara 111 g per polibag. Faktor kedua adalah aplikasi mikoriza dengan 2 taraf yaitu tanpa mikoriza dan pemberian mikoriza sebanyak 10 g per polibag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian amelioran dari berbagai jenis berpengaruh terhadap pH tanah, P total, P tersedia (Bray 1) dan indek ketersediaan P tanah serta dapat meningkatkan pertumbuhan, serapan fosfor dan hasil tanaman jagung. Pemberian mikoriza berpengaruh terhadap pH tanah, tinggi tanaman 15, 30 HST dan infeksi akar bermikoriza, tetapi tidak berpengaruh terhadap ketesediaan P tanah dan hasil jagung. Tidak ada interaksi antara faktor jenis amelioran dengan faktor pemberian mikoriza. Jenis amelioran yang memberikan pengaruh terbaik terhadap ketersediaan P dan hasil jagung diperoleh pada pemberian pupuk kandang dan daun gamal dengan dosis 20 t ha-1. 
PENGARUH KONSENTRASI SERTA WAKTU APLIKASI CAMPURAN EKSTRAK DAUN SEMBUNG DAN DAUN TEMBAKAU SEBAGAI PENGENDALI HAMA PENGGULUNG DAUN PADA TANAMAN KEDELAI (GLYCINE MAX L. MERRILL) Fadhli, Rudi; Karnilawati, Karnilawati; Ibrahim, Ibrahim
Jurnal Warta Dharmawangsa No 61 (2019)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.23 KB)

Abstract

AbstrakPenurunan produksi kedelai sebesar 24,37 persen dari tahun 2014 hingga 2015, selain terjadi karena penurunan luas panen seluas 9,99 ribu hektar (23,35 persen) dan produktivitas sebesar 0,20 kuintal/hektar (1,35 persen) (BPS, 2016), juga dipengaruhi oleh faktor lain diantaranya benih yang digunakan bermutu rendah, pemupukan tidak berimbang, dan pengendalian hama belum efektif. Untuk meningkatkan produksi kedelai dibutuhkan inovasi teknologi yang memperhatikan lingkungan, sehingga perlu mengkaji dengan alternatif lain, salah satunya memanfaatkan jenis tanaman yang dapat digunakan sebagai pestisida nabati yaitu ekstrak daun sembung dan ekstrak tembakau. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor yaitu faktor konsentrasi, yaitu; 0 ml, 10 ml, 15 ml dan 20 ml. Faktor waktu pemberian, yaitu; 15 hst dan 30 hst Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi campuran ekstrak daun sembung dan daun tembakau berpengaruh nyata terhadap intensitas serangan larva spodoptera litura pada umur tanaman 37 hari, 52 hari dan sangat nyata pada umur tanaman 67 hari dengan konsentrasi ekstrak 20 ml mampu mengendalikan dan menghambat perkembangan larva spodoptera litura serta dengan waktu pemberian berpengaruh sangat nyata terhadap intensitas serangan pada umur tanaman 37 hari, 52 hari dan 67 hari tanam dan tidak terjadi interaksi dari konsentrasi dan waktu pemberian terhadap intensitas serangan larva spodoptera litura.Kata kunci : konsentrasi, waktu aplikasi, daun sembung, daun tembakau dan kedelai.
KARAKTERISASI DAN KLASIFIKASI TANAH ULTISOL DI KECAMATAN INDRAJAYA KABUPATEN PIDIE Handayani, sri; Karnilawati, Karnilawati
Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 14 No. 2 (2018): Jurnal Ilmiah Pertanian
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/jip.v14i2.437

Abstract

This study aims to examine the characteristics of Ultisol soil and produce a system of naming Ultisol soil according to the USDA Land Taxonomy system in Indrajaya District, Pidie District. This research will be carried out in the villages of Gle Gapui, Tuha Suwiek and Masjid Suwiek Indrajaya sub-districts from June to November 2015. This study uses descriptive-quantitative method, which consists of the following stages: (1) Preparation, ie collecting secondary data such as climate data, maps etc. Then prepare the tools and materials for the field survey and establish the ground pedon (2) Field activities, including observation of soil profile, soil sampling, laboratory analysis. Subsequently classified the land based on the USDA Land Taxonomy System Profile Gle Gapui climber determinant (horate Bt) textured clay where there is increasing clay so it is included into the horizontal horizon. Content weight value is inversely proportional to permeability and porosity. The soil reaction is directly proportional to the saturation of base which is equally low. The content of C- organic, P is available and N total is low. Moderate Cation Exchange Capacity, exchangeable acids (H and Al) are high. The classification of Ultisol soil in the location of the Glealing Glean profile is Typic Hapludult, berliat, blend, isohipertermik.