Articles

Found 36 Documents
Search

PENGEMBANGAN MODUL IPA TERPADU BERBASIS SAINS-LINGKUNGAN-TEKNOLOGI-MASYARAKAT DENGAN TEMA TEKNOLOGI BIOGAS Sugiyanto, Sugiyanto; Kartika, Ika; Purwanto, Joko
Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran Vol 42, No 1: Mei 2012
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jk.v42i1.2232

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul IPA Terpadu berbasis sains-lingkungan- teknologi-masyarakat (salingtemas) yang dipecahkan dengan penelitian pengembangan model prosedural. Prosedur pengembangan sesuai dengan prosedur Borg dan Gall yang disederhanakan menjadi lima langkah: 1) melakukan analisis produk yang akan dikembangkan; 2) mengembangkan produk awal; 3) validasi ahli dan revisi; 4) uji coba lapangan skala kecil dan revisi produk; 5) uji coba lapangan skala besar dan produk akhir. Berdasarkan penilaian ahli materi, ahli media, dan guru IPA SMP/MTs modul IPA Terpadu yang dikembangkan memiliki kualitas sangat baik dengan rincian 87,69% dari ahli materi, 76,78% dari ahli media, dan 77,75% dari guru SMP/MTs. Respons siswa pada uji coba lapangan skala kecil dan uji coba lapangan skala besar mendapatkan respons yang sangat setuju 78,75% dari uji coba lapangan skala kecil dan 81,17% dari uji coba lapangan skala besar
PEMBUATAN FLIPCHART DINAMIKA BAKTERI PELARUT FOSFAT DALAM PROSES PENGOMPOSAN SAMPAH COKLAT DAN SAMPAH HIJAU Kartika, Ika; ,, Syamswisna; Yeni, Laili Fitri
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 4, No 9 (2015): SEPTEMBER 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian dinamika populasi bakteri pelarut fosfat bertujuan untuk mengetahui waktu terbentuknya fosfat dalam proses pengomposan sampah coklat dan sampah hijau. Proses dan hasil pengomposan dijadikan media pembelajaran flipchart dan dilakukan uji validasi oleh 5 (lima) orang validator kemudian dianalisis berdasarkan jumlah rata-rata skor seluruh aspek. Bentuk penelitian ini adalah eksperimen dengan pembuatan kompos secara aerobik dan perhitungan bakteri menggunakan metode plate count. Hasil penelitian menunjukkan dinamika populasi bakteri mulai terbentuk dihari ke-5 (4.102 unit koloni/gram kompos), maksimum dihari ke-19 (8,5.101 unit koloni/gram kompos), mulai menurun pada hari ke-21 (7,75.101 unit koloni/gram kompos) dan terus menurun hingga hari ke-41 (9.101 unit koloni/gr kompos). Ditemukan 4 isolat bakteri yaitu basil-gram negatif, coccus-gram negatif, basil-gram positif, dan basil-gram negatif. Berdasarkan penilaian dari validator, flipchart dari hasil penelitian ini termasuk ke dalam kategori valid (3,5) atau layak digunakan sebagai media pembelajaran pada submateri daur ulang limbah di kelas X SMA. Kata kunci: Bakteri pelarut fosfat, pengomposan sampah, flipchart.   Abstract: Bacterial population dynamics study aims to determine the solvent phosphate formation time in the process of composting bins brown and green waste. Composting process and the results used as a medium of learning flipchart and validation test by 5 (five) people validator then analyzed based on the number average score of all aspects. This research is a form of experimentation with aerobic composting and bacterial count using plate count method. The results showed the dynamics of bacteria begin to form on the day fifth (4.102 colony units/gram), the maximum on the day to nineteen (8,5.101colony units/gram), began to decline on day twenty-one (7,75.101 colony units/gram), and continued to decline until the day of the forty-one (9.101 colony units/gram). Found four bacterial isolates gram-negative bacilli, gram-negative cocci, gram-positive bacilli, and gram-negative bacilli. Based on the assessment of the validator, flipchart of the results of this study are included in the category of valid or feasible to use as a medium of learning in sub-material recycling of waste in class X SMA. Keywords:Bacterial phosphate solvent, waste composting, flipchart.
APLIKASI ELECFRON PROBE MICROANALIZER ILL BMANG TEKNIK METALURGI Lusiana, Lusiana; Kartika, Ika
ISSN 1410-5594
Publisher : PTBIN-BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

APLIKASI ELECfRON PROBE MICROANALIZER ill BmANG TEKNIK METALURGI. Elektron ProbeMicro Analyzer merupakan perpaduan dua alat X-Ray Fluorescence dan scanning elektron microscope yang mempunyaikemampuan untuk analisa kualitatif dan semi kuantitatif. Salah satu keunggulan elektron probe micro analyzer adalahkemampuannya untuk menganalisa benda uji sebesar I !.1md engan cepat , akurat dan tidak merusak. Dibidang teknik metalurgisifat-sifat material ditentukan oleh struktur mikro dan elemen-elemen penyusunnya. Dengan adanya alat elektron probe mikroanalizer ini sangat membantu untuk terwujudnya perkembangan material barn
PENGEMBANGAN MOBILE LEARNING (M-LEARNING) BERBASIS MOODLE SEBAGAI DAYA DUKUNG PEMBELAJARAN FISIKA DI SMA Setiawati, Nopita; Kartika, Ika; Purwanto, Joko
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 3 (2012)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.971 KB)

Abstract

Pesatnya kemajuan teknologi sudah merambah di semua bidang termasuk bidang pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mengembangkan mobile learning pada materi pokok fluida statis untuk siswa SMA; 2)  mengetahui kualitas mobile learning berbasis moodle menurut ahli media, ahli materi dan guru Fisika SMA serta respon siswa terhadap mobile learning yang telah dikembangkan.Penelitian ini adalah penelitian pengembangan atau Research and Development (R&D) model prosedural, yakni model yang bersifat deskriptif, menunjukkan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan produk. Prosedur pengembangan mengikuti prosedur Brog dan Gall yang dapat dilakukan dengan melibatkan 5 langkah utama yaitu: 1) melakukan analisis produk yang akan dikembangkan; 2) mengembangkan produk awal; 3) validasi ahli dan revisi; 4) uji coba lapangan skala kecil dan revisi produk; 5) uji coba skala besar dan produk akhir. Pengumpulan data menggunakan lembar angket kualitas mobile learning berbasis moodle yang terdiri dari aspek teknis,aspek isi dan aspek desain.Data kualitas yang diperoleh diubah kedalam deskriptif kuantitatif.Hasil penelitian yang telah dikembangkan berupa: 1) media pembelajaranmobile learning menggunakan softwaremoodle berisi materi fluida statis untuk siswa SMA yang dapat diakses secara online melalui handphone; 2) Kualitas mobile learningyang telah dikembangkan adalah Sangat Baik (SB) berdasarkan penilaian ahli media dengan presentase 90,62% dari skor ideal, ahli materi 80,55% dari skor ideal sedangkan penilaian dari guru fisika 90,83% dari skor ideal; 3) Berdasarkan uji coba lapangan skala kecil diperoleh respon siswa Sangat Setuju (SS) dengan presentase 83,67%, sedangkan uji coba lapangan skala besar 91,08% dari skor ideal.Kata kunci: Mobile learning, moodle ,fisika
PENGEMBANGAN CERPEN IPA TERPADU SEBAGAI SUMBER BELAJAR MANDIRI UNTUK MENANAMKAN KARAKTER SISWA SMP/MTs KELAS VIII SEMESTER 2 Sulastri, Sulastri; Kartika, Ika
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.605 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) mengembangkan Cerpen IPA Terpadu sebagai sumber Belajar Mandiri untuk Menanamkan Karakter Siswa SMP/MTs Kelas VIII Semester 2; (2) mengetahui kualitas cerpen menurut ahli media, materi, karakter, sastra indonesia dan guru IPA SMP/MTs; (3) serta mengetahui respon siswa terhadap cerpen IPA Terpadu yang dikembangkan.Penelitian ini adalah penelitian pengembangan atau Research and Development(R&D) model prosedural, yakni model yang bersifat deskriptif, menunjukkan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan produk. Prosedur pengembangan mengikuti prosedur Borgdan Gall yang dapat dilakukan  dengan lebih sederhana dengan melibatkan 5 langkah utama yaitu: 1) melakukan analisis produk yang akan dikembangkan;2) mengembangkanprodukawal;3) validasi ahli dan revisi;4) uji coba lapangan skala kecil dan revisi produk; 5) uji coba lapangan skala besar dan produk akhir.Hasil penelitian ini: (1) berupa cerpen IPA Terpadu Sebagai Sumber Belajar Mandiri Untuk Menanamkan Karakter Siswa SMP/MTs Kelas VIII Semester 2; (2) kualitas cerpen berdasarkan penilaian ahli media, ahli materi, ahli karakter, ahli sastra indonesia dan guru SMP/MTs adalah sangat baik(SB) dengan persentase keidealan masing-masing ahli media 86,59%, ahli materi 76,49%, ahli karakter 77,38%, ahli sastra Indonesia 85,75%, dan guru SMP/MTs 74,45%. Sedangkan respon siswa terhadap cerpen IPA Terpadu sebagai sumber belajar mandiri untuk menanamkan karakter siswa SMP/MTs kelas VIII semester 2 pada uji coba lapangan skala kecil dan uji coba lapangan skala besar adalah sangat setuju(SS) dengan persentase keidealan77,75% dan 80,17%.Kata kunci:Cerpen, IPA Terpadu, Karakter
PENGEMBANGAN LKS IPA TERPADU MODEL WEBBED BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER DENGAN TEMA LINGKUNGAN PANTAI UNTUK SISWA SMP/MTs KELAS VII Widyarini, Arum; Kartika, Ika
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.768 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengembangkan LKS IPA Terpadu model webbed berbasis pendidikan karakter dengan tema lingkungan pantai untuk siswa SMP/MTs kelas VII; (2) mengimplementasikan nilai karakter ke dalam LKS; (3) mengetahui kualitas LKS menurut ahli materi, ahli media, dan guru IPA SMP/MTs, serta mengetahui respon siswa terhadap LKS IPA Terpadu yang dikembangkan.Penelitian ini adalah penelitian pengembangan atau Research and Development (R&D) model prosedural, yakni model yang bersifat deskriptif, menunjukkan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan produk. Prosedur pengembangan mengikuti prosedur Borg dan Gall yang dapat dilakukan dengan sederhana melibatkan 5 langkah utama yaitu: 1) melakukan analisis produk yang akan dikembangkan; 2) mengembangkan produk awal; 3) validasi ahli dan revisi; 4) uji coba lapangan skala kecil dan revisi produk; 5) uji coba lapangan skala besar dan produk akhir. LKS diberi masukan oleh satu dosen pembimbing, 3 ahli materi, dan 2 ahli media. LKS kemudian dinilai kualitasnya dengan menggunakan angket penilaian kualitas yang sudah di validasi secara teoritik dan logis oleh ahli kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Penilaian dilakukan oleh 5 guru SMP/MTs, 15 siswa SMP/MTs dalam uji coba lapangan skala kecil, dan 30 siswa SMP/MTs dalam uji coba lapangan skala besar.Hasil penelitian ini: (1) tersusunnya LKS IPA Terpadu model webbed berbasis pendidikan karakter dengan tema lingkungan pantai untuk siswa SMP/MTs kelas VII; (2) terdapat 4 nilai karakter yang diimplementasikan dalam LKS, keempat nilai tersebut adalah religius/Ketuhanan, tanggung jawab, bersahabat/komunikasi, dan peduli lingkungan; (3) berdasarkan penilaian ahli materi, ahli media, dan guru IPA SMP/MTs LKS IPA Terpadu yang dikembangkan memiliki kualitas Sangat Baik (SB) dengan presentase 92,46% (ahli materi), 86,46% (ahli media), dan 87,76% (guru SMP/MTs). Sedangkan untuk respon siswa pada uji coba lapangan skala kecil dan uji coba lapangan skala besar mendapatkan respon Sangat Setuju (SS) terhadap LKS dengan presentase masing-masing 87,06% dan 86,52%. Untuk aspek penerapan karakter berdasarkan penilaian guru tertinggi adalah pada pengimplementasian nilai tanggung jawab dengan presentase 90%, sedangkan nilai religius/Ketuhanan, bersahabat/komunikasi, dan peduli lingkungan masing-masing 85%, 80%,dan 80%. Kata kunci: LKS, IPA Terpadu, Model Webbed, Pendidikan Karakter
ANALISIS STRUKTUR PORI DAN SIFAT MEKANIK PADUAN MG-0,5CA-4ZN HASIL PROSES METALURGI SERBUK DENGAN VARIASI KOMPOSISI FOAMING AGENT CACO3 DAN TEMPERATUR SINTERING Kartika, Ika; Ashari, Andi Mulya; Trenggono, Adhitya; Lestari, Franciska Pramuji; Erryani, Aprilia
TEKNIK Vol 40, No. 3 (2019): Desember 2019
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.084 KB) | DOI: 10.14710/teknik.v40i3.25327

Abstract

Paduan Mg-Zn-Ca dengan struktur berpori memiliki potensi sebagai implan mampu luruh yang dapat mengatasi persoalan dalam dunia medis. Tujuan studi ini adalah membuat paduan implan berpori Mg-0,5Ca-4Zn hasil proses metalurgi serbuk dengan variasi foaming agent CaCO3 dan temperature sintering. Struktur pori yang dihasilkan dalam paduan dikarakterisasi dengan menggunakan x-ray diffraction (XRD) dan scanning electron microscopy (SEM). Persentasi porositas dalam paduan dilakukan dengan uji archimedes sesuai ASTM B311-93. Hasil identifikasi senyawa dalam paduan dengan XRD menunjukkan adanya fasa Mg, MgO, MgZn, Mg2Ca dan fasa intermetalik Ca2Mg6Zn3. Semakin meningkatnya temperatur sintering dan penambahan CaCO3 dalam paduan meningkatkan pori yang terbentuk sehingga menurunkan densitas dan kekuatan tekan dari paduan Mg-0,5Ca-4Zn. Pengamatan dengan SEM menunjukkan ukuran pori terbesar yang terbentuk adalah sebesar 106,62 ? 435,22 µm yang dihasilkan dalam paduan 85,5Mg-0,5Ca-4Zn-10CaCO3 pada temperatur sintering 650 °C.
PENGARUH DEFORMASI TERHADAP SUHU REKRISTALISASI PADA PADUAN CU-MN-NI Kartika, Ika; Sriyono, Bambang
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 4, No 3: JUNI 2003
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jsmi.2003.4.3.4875

Abstract

PENGARUH DEFORMASI TERHADAP SUHU REKRISTALISASI PADA PADUAN Cu-Mn-Ni. Paduan Cu-Mn-Ni atau paduan manganin adalah pemaduan dari 4% Ni, 12% Mn dalam tembaga. Pada penelitian ini akan dilihat pengaruh besarnya deformasi dipadukan dengan suhu aniling yang bervariasi terhadap suhu rekristalisasi dari paduan manganin. Paduan manganin dianiling pada suhu kamar (30oC), 250oC, 300oC, 350oC, 400oC, 450oC, 500oC dan 550oC selama 50 menit, dimana as cast paduan sebelum dipanaskan, dirol dingin dengan variasi reduksi sebesar 27,79%, 52,44% dan 66,31%. Pengujian lain yang mendukung untuk melihat pengaruh besarnya deformasi, terhadap suhu rekristalisasi dari paduan tersebut, adalah metalografi dan uji keras (HB-10). Dari hasil metalografi terlihat bahwa rekristalisasi mulai terjadi berkisar antara suhu 400oC-450oC. Dari grafik hasil uji keras paduan manganin pada variasi reduksi dan suhu anil yang berbeda, diperoleh suhu rekristalisasi pada reduksi 27,79% = 416oC, reduksi 52,44% = 410oC dan reduksi 66,31% = 379oC.
PROSES SINTER LOGAM BERPORI PADUAN MAGNESIUM DENGAN KALSIUM HIDRIDA SEBAGAI AGEN PENGEMBANG Lestari, Franciska Pramuji; Annur, Dhyiah; Putrayasa A., I Nyoman Gede; Erryani, Aprrilia; Kartika, Ika
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada beberapa tahun terakhir, magnesium menjadi perhatian kalangan peneliti, hal ini dikarenakan beberapa kelebihan utama dari magnesium adalah sifat mekanik yang meyerupai tulang dan biokompatibilitasnya yang baik. Dalam tubuh manusia magnesium akan mengalami proses degradasi secara alami, sehingga tidak diperlukan tindakan pembedahan lanjutan untuk pengangkatan implan ketika tulang telah sembuh. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat logam berpori Mg- Zn dengan CaH2 sebagai agen pengembang pembentuk pori dengan metode metalurgi serbuk. Campuran serbuk logam Mg, Zn dan CaH2 dengan komposisi Zn 3% berat dan CaH2 5% konstan kemudian  ditekan dengan beban 200 Psi dalam cetakan berbentuk silinder dengan ø=10 mm pada temperatur kamar. Proses sintering dilakukan pada T=550°, 600° dan 650°C selama 5 jam dalam suasana argon, dan dilakukan pendinginan dalam tungku. Hasil sintering dikarakterisasi dengan XRD (X-ray diffraction) dan SEM (Scanning Electron Microscope). Dari hasil SEM terlihat bahwa pori yang terbentuk lebih homogen dengan ukuran pori 50-300µm. Dinding pada pori makro terlihat tebal dan kasar, untuk meningkatkan osteointegrasi implan dan butir paduan Mg-Ca-Zn terlihat lebih halus pada perbesaran 5000x. Hasil XRD menunjukkan terbentuknya fasa Mg, MgO, Mg2Ca, Ca2Mg6Zn3 dan MgZn2.
KARAKTERISTIK MATERIAL BIOKOMPETIBEL APLIKASI IMPLAN MEDIS JENIS BONE PLATE Sutowo, Cahya; Ikhsan, Muhammad; Kartika, Ika
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komponen  bone  plate  adalah  salah  satu  alat  medis  yang  di  buat  untuk  menggantikanstruktur  dan  fungsi  suatu  bagian  biologis.  Di  pasaran komponen  bone  plate  mempunyaiharga  yang  variatif  tergantung  materialnya,  karakterisasi  material  bone  plate  telahdilakukan menggunakan beberapa pengujian yaitu pengujian komposisi kimia, metalografi,pengujian  kekerasan  dan  pengujian  korosi.  Hasil  pengujian  komposisi  kimia  padakomponen bone plate A dan bone plate B menunjukan material klasifikasi jenis baja tahankarat  Austenitik.  Bone  plate  A  baja  tahan  karat  Austenitik  316L  dengan  kandunganmolibdenum  1,94%,  dan  khrom  20,48%,  sedangkan  bone  plate  B  baja tahan  karatAustenitik  304L  kandungan  molibdenum  0,149%,  dan  khrom  20,08%.  Nilai  kekerasanbone plate A sebesar 181,56 HB dan bone plate B sebesar 152,92 HB. Hasil metalografipada  material  bone  plate  A  dan  bone  plate  B  menunjukkan  struktur  mikro  dengan  fasaaustenitik. Hasil pengujian korosi metode CMS menunjukkan bahwa bone plate A denganlaju korosi 0,80 mpy dan bone plate B dengan laju korosi 1,15 mpy. Dari karakterisasi datapengujian  tersebut  dapat  diambil  kesimpulan  bahwa  komponen  bone  plate  yang  berasaldari  material  baja  tahan  karat  Austenitik  316L  dapat  dibuat  melalui  proses  manufakturyang ada tanpa harus import, sehingga dapat lebih tepat dimensinya sesuai dengan anatomidengan harga yang terjangkau.