Articles

Found 24 Documents
Search

EVALUASI PRODUKTIVITAS KACANG TUNGGAK (VIGNA UNGUICULATA (L.) WALP) PADA DATARAN MENENGAH Iska, Fachrul Rohimin; Purnamawati, Heni; Kartika, Juang Gema
Buletin Agrohorti Vol. 6 No. 2 (2018): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1123.364 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v6i2.18804

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi produktivitas kacang tunggak (Vigna unguiculata (L.) Walp) pada dataran menengah. Penelitian dilaksanakan pada dataran menengah di Kampung Cisasah Rawasari, Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Penanaman dilakukan pada bulan April 2016 hingga Juli 2016. Penelitian menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) satu faktor. Terdapat lima taraf perlakuan yang digunakan yaitu KT-1, KT-2, KT-6, KT-8 dan KT-9. Perlakuan diulang sebanyak empat kali sehingga terdapat 20 satuan percobaan. Analisis data mengunakan uji F dan apabila hasilnya nyata maka pengujian dilanjutkan dengan uji DMRT (Duncan?s Multiple Range Test) pada taraf 5%. Dilakukan juga uji korelasi beberapa peubah dengan produktivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan varietas berpengaruh sangat nyata terhadap peubah luas daun, jumlah polong per tanaman, bobot biji kering per tanaman, bobot polong kering per tanaman, hasil biji, hasil polong, serta perlakuan varietas berpengaruh nyata terhadap daya tumbuh tanaman dan konduktansi tanaman. Karakter yang berkorelasi positif dan sangat nyata terhadap produktivitas kacang tunggak adalah sudut daun terhadap fotosintesis, sudut daun terhadap konduktansi, fotosintesis terhadap konduktansi, jumlah polong terhadap bobot kering polong, jumlah polong terhadap bobot kering biji, panjang polong terhadap jumlah biji per polong, bobot kering polong terhadap bobot kering biji, jumlah polong terhadap hasil biji, jumlah polong terhadap hasil polong, bobot kering biji terhadap hasil polong.
PENERAPAN GOOD AGRICULTURAL PRACTICES (GAP) PADA BUDIDAYA PAPRIKA KERUCUT MINI (CAPSICUM ANNUUM VAR. TRIBELI) DALAM GREENHOUSE DI V.O.F M&W VAN PAASSEN, BELANDA Oktavianti, Fina; Kartika, Juang Gema
Buletin Agrohorti Vol. 7 No. 3 (2019): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.409 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v7i3.30172

Abstract

Greenhouse adalah bangunan budidaya tanaman yang digunakan untuk membudidayakan paprika kerucut mini di Belanda. Kegiatan budidaya pertanian yang dilakukan secara terus menerus dapat menyebabkan kerusakan lingkungan jika tidak menerapkan good agricultural practices (GAP). Tujuan umum dari kegiatan magang ini adalah memperoleh pengalaman manajerial pada budidaya tanaman hortikultura dalam greenhouse dan tujuan khusus dari kegiatan magang ini adalah untuk memperoleh informasi mengenai penerapan GAP di V.O.F M&W Van Paassen berdasarkan standar kriteria yang diterbitkan oleh GLOBAL G.A.P. Kegiatan magang ini dilakukan di perusahaan V.O.F M&W Van Paassen mulai tanggal 30 April hingga 28 Juli 2018 di Belanda. Data yang didapat selama magang dianalisis secara deskriptif, kemudian dilakukan skoring. Kegiatan budidaya yang dilakukan oleh perusahaan V.O.F M&W Van Paassen termasuk dalam kategori good agricultural practices, hal ini dapat dilihat dari terpenuhinya kriteria mayor, minor dan rekomendasi yang ditetapkan oleh badan resmi sertifikasi GLOBAL G.A.P. Perusahaan harus memenuhi 100% dari total kriteria mayor dan minimal 95% dari kriteria minor yang ditetapkan untuk dapat dikategorikan sebagai perusahaan yang telah menerapkan good agricultural practices. Kriteria rekomendasi dimaksudkan sebagai solusi untuk langkah yang dapat diambil perusahaan agar lebih baik dalam menerapkan GAP namun tidak mempengaruhi penilaian kriteria.
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BUNCIS TEGAK (PHASEOLUS VULGARIS) PADA BEBERAPA KOMBINASI MEDIA TANAM ORGANIK Safitry, Meilya Ramadhiana; Kartika, Juang Gema
Buletin Agrohorti Vol. 1 No. 1 (2013): Januari 2013
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.062 KB) | DOI: 10.29244/agrob.1.1.94-103

Abstract

Media selection is one of important factor for the growth and production of erected kidney bean (Phaseolus vulgarisL.). Utilization the waste media of white oyster mushroom (Pleurotus ostreatus) and waste media of paddy straw mushroom (Volvariella volvaceae), cow manure, and rice husk as plant growth media for kidney bean can be used for optimizing the utilization of local resources and minimizing environmental damage as well as to support the codification of GAP (Good Agricultural Practices) of kidney bean. The research was done from February until October 2011 in experiment field at Leuwikopo, IPB, Bogor. The experiment consisted of one factor and arranged in Randomized Complete Design with thirteen combinations from five kinds of organic media component, they were soil, waste media of white oyster mushroom, waste media of paddy straw mushroom, cow manure, and rice husk with 1:1 ratio (v/v). The kidney bean showed good responses to the combination media treatment of cow manure, combination of soil and waste media of paddy straw mushroom, combination of soil, waste media of paddy straw mushroom, and cow manure, and combination of soil, waste media of paddy straw mushroom, cow manure, and rice husk. How ever the best result of kidney bean production was given from waste media of paddy straw mushroom treatment.Keyword:  erected kidney bean, plant growth media, waste media of paddy straw mushroom, co w manure
PRODUKSI DAN KUALITAS JAMUR MERANG (VOLVARIELLA VOLVACEAE) PADA KELOMPOK TANI “MITRA USAHA” KABUPATEN KARAWANG Munawar, Faisal Radjab; Kartika, Juang Gema
Buletin Agrohorti Vol. 5 No. 2 (2017): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (756.134 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v5i2.16807

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Kelompok tani Mitra Usaha, Desa Panyingkiran,  Kabupaten Karawang dari 9 Februari hingga 8 Juni 2015. Kegiatan penelitian dilaksanakan untuk meperoleh pengalaman dan pengetahuan dalam produksi jamur merang, serta menganalisis kelayakan usaha pada kelompok tani Mitra Usaha Karawang. Media yang digunakan dalam produksi jamur merang yaitu jerami, kapas, dedak, dan kapur. Proses produksi meliputi pengomposan jerami dan kapas, pasteurisasi, penebaran bibit, penyiraman, panen dan pasca panen. Jamur merang dapat dipanen sejak 9 hari setelah penebaran bibit atau 5 hari setelah penyiraman. Panen dilakukan setiap hari selama 20 ? 25 hari.  Kelompok tani Mitra Usaha memiliki 12 kumbung jamur,  dengan rata ? rata setiap kumbung mampu menghasilkan 200 kg/kumbung jamur dalam satu siklus produksi selama kurang lebih 1.5 bulan. Hasil analisis usaha tani produksi jamur merang, kelompok tani Mitra Usaha memiliki nilai R/C rasio lebih dari 1 yaitu 1.91, sehingga layak untuk terus berproduksi. Analisis usaha tani menggunakan asumsi produksi jamur satu kumbung adalah 200 kg per kumbung, harga jamur Rp22 000,00 per kg. BEP (Break Event Point) untuk harga didapatkan sebesar Rp11 536,00 dan BEP volume produksi sebesar 105 kg.
PENGUSAHAAN MAWAR POTONG DI DI MAYUNGAN, BALI Sudarsono, Wahyu Arif; Sukma, Dewi; Kartika, Juang Gema
Buletin Agrohorti Vol. 4 No. 3 (2016): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.366 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v4i3.16815

Abstract

Mawar merupakan salah satu produk tanaman hias unggulan Indonesia. Tanaman ini memerlukan pengelolaan yang intensif dari persiapan bahan tanam hingga pengelolaan pasca panen. Kegiatan magang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan mahasiswa dalam budidaya mawar potong. Kegiatan penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga Juni 2009 di Mayungan, Bali. Data primer dan sekunder yang bersifat kuantitatif (numeric) seperti pertumbuhan, panjang tangkai, dan hasil produksi dianalisis dengan menggunakan analisis kuantitatif menggunakan rata-rata dan standar deviasi, sedangkan data yang bersifat kualitatif dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif. Penanganan pasca panen yang meliputi pengumpulan bunga yang telah dipotong, pengangkutan ke packing house, sortasi dan seleksi kualitas, pengikatan, pembungkusan, penyimpanan, dan pengangkutan.
APLIKASI BIOMULSA ARACHIS PINTOI KRAP. & GREG. TERHADAP KUALITAS TANAH DAN PRODUKSI SAYURAN PADA DUA MUSIM TANAM Isnan, Muhammad; Kartika, Juang Gema
Buletin Agrohorti Vol. 4 No. 2 (2016): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.622 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v4i2.16787

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Leuwikopo IPB, Darmaga Bogor dari bulan Agustus hingga Desember 2013. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi pengaruh aplikasi biomulsa Arachis pintoi dalam peningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman oyong (Luffa acutangula) dan pakcoy (Brassica chinensis) serta dampaknya terhadap kualitas tanah. Penelitian ini terdiri dari dua percobaan yang dilakukan secara berurutan menggunakan bedeng yang sama. Musim tanam petama bedeng ditanam tanaman oyong, sedangkan musim tanam kedua dengan tanaman pakcoy tanpa pengolahan tanah namun dilakukan penggantian mulsa plastik hitam perak (MPHP) sesuai jarak tanam pakcoy. Perlakuan terdiri atas tanpa mulsa, mulsa plastik hitam perak, biomulsa Arachis pintoi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan biomulsa Arachis pintoi setelah dua musim tanam menunjukan penurunan nilai C-organik paling kecil dibandingkan perlakuan lain. Perlakuan MPHP pada tanaman oyong meningkatkan pertumbuhan vegetatif yaitu pada parameter panjang tanaman, jumlah cabang dan bobot brangkasan dengan  respon yang sama dengan  perlakuan tanpa mulsa, sedangkan pada parameter bobot akar perlakuan MPHP memiliki nilai paling tinggi dari perlakuan lainnya. Perlakuan MPHP terhadap komponen produksi buah/tanaman dan jumlah buah/tanaman memiliki respon yang paling baik dibandingkan perlakuan lainnya. Secara umum perlakuan MPHP memiliki nilai terbaik dibandingkan dengan perlakuan tanpa mulsa dan biomulsa A. pintoi terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, bobot akar, dan bobot panen.
PENGARUH JENIS PUPUK ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL, PANEN TANAMAN SAYURAN DI DALAM NETHOUSE Maryam, Anita; Susila, Anas D.; Kartika, Juang Gema
Buletin Agrohorti Vol. 3 No. 2 (2015): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.322 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v3i2.15109

Abstract

Pupuk merupakan salah satu  faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman sayur. Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh beberapa sumber pupuk organik terhadap pertumbuhan dan produksi hasil caisin, kangkung, pakcoi, dan selada. Penelitian ini dilakukan secara seri dengan empat tanaman sayur : caisin, kangkung, pakcoi, dan selada. Perlakuan menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak sebanyak tiga ulangan yang terdiri dari sumber pupuk organik (pupuk kandang ayam, pupuk kandang sapi, kompos 20 ton ha-1 dan kontrol/tanpa penggunaan pupuk organik). Pertumbuhan dan hasil produksi tanaman sayur berpengaruh sangat nyata oleh pemberian pupuk organik, Perlakuan pemberian pupuk kandang ayam menghasilkan tinggi tanaman dan jumlah daun lebih banyak pada tanaman caisin, kangkung, dan selada. Pemberian pupuk kandang ayam juga menghasilkan berat batang dan berat akar tertinggi pada tanaman caisin, kangkung, dan pakcoi. Selain itu, pemberian pupuk kandang sapi memberikan panjang akar terbesar pada selada. Pupuk merupakan salah satu  faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman sayur. Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh beberapa sumber pupuk organik terhadap pertumbuhan dan produksi hasil caisin, kangkung, pakcoi, dan selada. Penelitian ini dilakukan secara seri dengan empat tanaman sayur : caisin, kangkung, pakcoi, dan selada. Perlakuan menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak sebanyak tiga ulangan yang terdiri dari sumber pupuk organik (pupuk kandang ayam, pupuk kandang sapi, kompos 20 ton ha-1 dan kontrol/tanpa penggunaan pupuk organik). Pertumbuhan dan hasil produksi tanaman sayur berpengaruh sangat nyata oleh pemberian pupuk organik, Perlakuan pemberian pupuk kandang ayam menghasilkan tinggi tanaman dan jumlah daun lebih banyak pada tanaman caisin, kangkung, dan selada. Pemberian pupuk kandang ayam juga menghasilkan berat batang dan berat akar tertinggi pada tanaman caisin, kangkung, dan pakcoi. Selain itu, pemberian pupuk kandang sapi memberikan panjang akar terbesar pada selada.
BIOLOGICAL CONTROL OF BACTERIAL WILT PATHOGEN (RALSTONIA SOLANACEARUM) OF TOMATO USING ENDOPHYTIC BACTERIA IS ONE OF THE ALTERNATIVE CONTROL METHODS TO SUPPORT SUSTAINABLE AGRICULTURE. THIS STUDY WAS CONDUCTED TO SELECT AND CHARACTERIZE ENDOPHYTIC BACTERIA ISOLATED FROM HEALTHY TOMATO STEMS AND TO TEST THEIR ABILITY TO PROMOTE PLANT GROWTH AND SUPPRESS BACTERIAL WILT DISEASE. AMONG 49 ISOLATES SUCCESSFULLY ISOLATED, 41 WERE NON-PLANT PATHOGENIC. GREEN HOUSE TEST ON SIX SELECTED ISOLATES BASED ON NAWANGSIH, ABDJAD ASIH; DAMAYANTI, IKA; WIYONO, SURYO; KARTIKA, JUANG GEMA
HAYATI Journal of Biosciences Vol. 18 No. 2 (2011): June 2011
Publisher : Bogor Agricultural University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4308/hjb.18.2.66

Abstract

Biological control of bacterial wilt pathogen (Ralstonia solanacearum) of tomato using endophytic bacteria is one of the alternative control methods to support sustainable agriculture. This study was conducted to select and characterize endophytic bacteria isolated from healthy tomato stems and to test their ability to promote plant growth and suppress bacterial wilt disease. Among 49 isolates successfully isolated, 41 were non-plant pathogenic. Green house test on six selected isolates based on antagonistic effect on R. solanacearum or ability to suppress R. solanacearum population in dual culture assays obtained BC4 and BL10 isolates as promising biocontrol agents.  At six weeks after transplanting, plants treated with BC4 isolate showed significantly lower disease incidence (33%) than that of control (83%). Plants height was not significantly affected by endophytic bacterial treatments. Based on 16S rRNA sequence, BC4 isolate had 97% similarity with Staphylococcus epidermidis (accession number EU834240.1), while isolate BL10 had 98% similarity with Bacillus amyloliquefaciens strain JK-SD002 (accession number AB547229.1).
PENGELOLAAN ASPEK PRODUKSI DAN PASCA PANEN SAYURAN DAUN SECARA AEROPONIK DAN HIDROPONIK : STUDI KASUS LEMBANG, BANDUNG Prawoto, Benny Rahardian; Kartika, Juang Gema
Buletin Agrohorti Vol. 4 No. 1 (2016): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (794.731 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v4i1.14994

Abstract

Sayuran dikonsumsi oleh manusia untuk memenuhi sebagian asupan nutrisi sehari-hari, oleh sebab itu masih terbuka peluang dalam mengembangkan produksi sayuran skala luas. Kesempatan ini mendorong orang untuk menggunakan teknik budi daya yang mampu menghasilkan produk yang berkualitas, kuantitas, dan kontinuitas secara optimal salah satunya dengan menggunakan sistem aeroponik dan hidroponik Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Cikahuripan 1, Lembang, Bandung. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari produksi sayuran (Selada keriting, Lollorossa dan Romaine) secara aeroponik dan hidroponik. Sistem aeroponik menghasilkan selada yang lebih baik dibandingkan menggunakan sistem hidroponik. Pengamatan pasca panen tidak berbeda nyata pada selada aeroponik dan hidroponik. Analisis keuntungan produksi menunjukkan selada hasil sistem aeroponik lebih menguntungkan dibandingkan selada pada sistem hidroponik walaupun membutuhkan modal awal yang lebih besar.
Increasing Production of Chilli (Capsicum annuum L.) through Foliar Fertilizer Application Sugiyanta, Sugiyanta; Kartika, Juang Gema
Journal of Tropical Crop Science Vol 5 No 1 (2018): Journal of Tropical Crop Science - available online July 2018
Publisher : Journal of Tropical Crop Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.905 KB)

Abstract

Chili is one of the most important spices in Indonesia; the demand for chili is increasing along with the growth of the population. Chilli is generally grown under intensive culture which includes addition of fertilizers to improve crop growth and increase crop productivity.  A study was conducted to examine seven different rates of an inorganic foliar fertilizer HF at 0.5, 0.75, 1, 1.25 and 1.5 of the recommended rate, with no foliar fertilizer and a standard foliar fertilizer GD as control. The results showed that spraying foliar fertilizer HF generally improved the growth and yield of chilli compared to without fertilizer. Plant height, number of branches and number of fruits per plant, weight per fruit, weight per 10 fruits, yield per plant, yield per plot, and yield per ha of chilli treated with inorganic fertilizers was significantly higher than the without foliar fertilizer. Foliar fertilizer HF at 0.5 of the recommendation rate, or 1 kg.ha-1 foliar fertilizer applied at 4, 6, 8, 10, and 12 week after planting in addition to the basic fertilizers of 400 kg.ha-1 of urea, 200 kg.ha-1 of SP-36, 250 kg.ha-1 of KCl applied to the soil, was effective to obtain the maximum chilli fruit yield.