Articles

Found 26 Documents
Search

PENGARUH RASIO BAMBU PETUNG DAN KAYU SENGON TERHADAP KAPASITAS TEKAN KOLOM LAMINASI Arsina, Lezian; Karyadi, Karyadi; Sutrisno, Sutrisno
Teknologi dan Kejuruan: Jurnal teknologi, Kejuruan dan Pengajarannya Vol 32, No 1 (2009)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.94 KB) | DOI: 10.17977/tk.v32i1.3080

Abstract

The effect of the ratio between the petung bamboo and the sengon wood to the pressure capacity of lamination column made from the petung bamboo and the sengon wood. The usage of the petung bamboo and the sengon wood is not optimal yet. Lamination engineering of the petung bamboo and the sengon wood is an alternative to overcome the under supply of wood. The objective of this research is to compare the pressure capacity of the column made from the petung bamboo and the sengon wood for any ratio. The result shows that the lamination column consist of the 1:1 ratio of the petung bamboo and the sengon wood has pressure capacity higher than the pressure capacity of the lamination column made of the petung bambbo and the sengon wood with ratio of 1:3. The same results are obtained at any column length. The lamination column that consist of 3:1 ratio of the petung bamboo and the sengon wood has pressure capacity lower than the lamination column with ratio of 1:1 except for shorter column.Pemanfaatan bambu petung dan kayu sengon belum optimal. Rekayasa laminasi antara bambu petung dan kayu sengon merupakan salah satu alternatif mengatasi kekurangan pasokan kayu. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan nilai kapasitas tekan kolom laminasi bambu petung dan kayu sengon untuk setiap variasi rasio. Hasil penelitian menunjukkan kolom laminasi dengan rasio bambu petung terhadap kayu sengon 1 : 1 memiliki kapasitas tekan lebih tinggi dari kolom laminasi dengan rasio bambu petung terhadap kayu sengon 1 : 3, berlaku untuk seluruh variasi panjang kolom. Kolom laminasi dengan rasio bambu petung dan kayu sengon 3 : 1  memiliki kapasitas tekan lebih rendah dari kolom laminasi dengan rasio bambu petung terhadap kayu sengon 1 : 1 kecuali untuk kolom dengan ukuran pendek.
APPLICABILITY OF BACTERIAL ENDOTOXIN TEST (BET) FOR SOME RADIOPHARMACEUTICAL STERILE KITS BY THE USE OF TACHYPLEUS AMEBOCYTE LYSATE (TAL) Putra, Amal Rezka; Lestari, Enny; Kurniasih, Dede; Karyadi, Karyadi; Sarmini, Endang; Aries, Arni
Jurnal Farmasi Sains dan Komunitas (Journal of Pharmaceutical Sciences and Community) Article in Press
Publisher : Sanata Dharma University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/jpsc.001694

Abstract

The application of bacterial endotoxin test (BET) using TAL reagent on radiopharmaceutical kits is very important to conduct. The radiopharmaceutical kits that will be tested are macroaggregated albumin (MAA), tetrofosmin and ethambutol kits. Endotoxin testing stage was TAL 0.25 EU/mL verification test, inhibition/enhancement test, and endotoxin test for sample. Pyrogen testing using rabbits was also performed as a comparison test. The results of the TAL reagent verification test were all samples showed values corresponding to the standards of 2λ = (+), 1λ = (+), 1/2λ = (-), 1/4λ = (-), and negative water control (NWC) = (-). Furthermore, inhibition/enhancement tests for MAA, tetrofosmin, and ethambutol products show non-inhibiting or gel-inducing results, these results are in accordance with acceptability standards, so that the samples can be tested using TAL reagents. The pH measurement results in each sample were MAA of 6.0, tetrofosmin of 7.0, and ethambutol of 8.0. The results of MAA, tetrofosmin, and ethambutol product testing were a sample = (-), positive product control (PPC) = (+), positive water control (PWC) = (+), and NWC = (-). In addition, the results of pyrogen testing also showed negative for MAA, tetrofosmin, and ethambutol.
KAJIAN EMPIRIS PEMBENDUNGAN DI HULU KARAMBA DENGAN UJUNG DAN PANGKAL BERBENTUK LENGKUNG Karyadi, Karyadi
Teknologi dan Kejuruan: Jurnal teknologi, Kejuruan dan Pengajarannya Vol 22, No 2 (1999)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/tk.v22i2.530

Abstract

Pembendungan yang terjadi akibat penempatan karamba di saluran irigasi dapat menyebabkan terjadinya gangguan pada operasi dan pemeliharaan jaringan-jaringan irigasi. Untuk itu perlu dipikirkan bentuk karamba yang dapat memperkecil terjadinya pembendungan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan model matematika penbendungan di hulu karamba dengan ujung dan pangkal berbentuk kengkung. Dengan model matematika tersebut diharapkan dapat dibuat perbandingan tinggi pembendungan yang ditimbulkan oleh karamba dalam penelitian ini dengan karamba bentuk lain. Model matematika tersebut dikembangkan berdasarkan data kinerja model fisik yang dibuat berdasarkan analisis dimensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggi pembendungan di hulu karamba dengan ujung dan pangkal berbentuk lengkung lebih kecil dibandingkan dengan tinggi pembendungan di hulu karamba berbentuk empat persegi panjang meupun karamba dengan ujung dan pangkal berbentuk lancip yang telah dikaji oleh peneliti sebelumnya.
PEMBUATAN RADIOFARMAKA PET 18F_FDG MENGGUNAKAN MODUL SINTESA OTOMATIK Purwoko, Purwoko; Chairuman, Chairuman; Gunawan, Adang Hardi; Tahyan, Yayan; Lestari, Eny; Lestiyowati, Sri Aguswarini; Karyadi, Karyadi; Bagiawati, Sri
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 13, No 2 (2010): Jurnal PRR 2010
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPEMBUATAN RADIOFARMAKA PET 18F_FDG MENGGUNAKAN MODUL SINTESAOTOMATIK.Radiofarmaka 2-(18F)Fluoro-2-deoksi-O-glukosa at au ISF(FOG) adalah radiofarmaka PET(Positron Emission Tomography) yang sangat penting untuk pencitraan lesi tumor. Oengan teknik PETmetabolisme glukosa dalam jaringan tumor di dalam tubuh dapat dibedakan dan diukur secara kuantitatifsehingga digunakan untuk diagnosa tingkat keganasan serta pemantauan pengobatan penyakit tumor ataukanker dalam bidang onkologi kedokteran. Telah dilakukan uji coba produksi 2-(lSF)Floro-2-deoksi-OglukosaISF_ FOG menggunakan perangkat modul sintesa otomatik TRACERlab MX. Perangkat modul inimemberikan kemudahan dalam sintesa rutin radiofarmaka lsF_FOG yang didasarkan pad a reaksi tlorinasinukleofilik terhadap prekursor manosa tritlat dengan katalisator kriptofik. Perolehan yield radiokimia lSF(FOG) mencapai 53,895% (tanpa koreksi waktu peluruhan) dalam waktu 40 men it, produk berupa larutanjernih tak berwarna pH : 6, steril dan bebas pirogen, kadar pengotor kriptofix sangat rendah dan kemurnianradiokimia 99,595 %.Kata kunci: PET, radiofarmaka,PRODUCTION OF PET RADIOPHARMACEUTICAL 18F_FDG USING SYNTHESIZERAUTOMATIC MODUL.Radiopharmaceutical 2-esF)Fluoro-2-0eoxy-O-Glukose or IsF(FOG) is animportant PET (Positron Emission Tomography) radiopharmaceutical for tumour imaging. In the PETtechnique glucose metabolism in tumour tissues can be determined quantitatively and used for diagnosisstaging and monitoring of treatment tumour or cancer disease in medical oncology. The production of 2eSF)Fluoro-2-0eoxy-O-Glucose ISF -FOG using compact automated system module TRACERlab MXhas been carried out. The modular setup of the apparatus permits reliable for routine synthesis ofradiopharmaceuticals lSF -FOG based on kriptofix mediated nucleophilic tluorination to mannose tritlateprecursor. Radiochemical yield of IsF-FOG was 53.895 % (decay time uncorrected) in 40 minutes. Theproduct showed that the colorless and clear solution at pH:6, sterile and pirogen free, kriptofix impuritieswas low and radiochemical purity was 99.595%.Keywords: PET, radiopharmaceutical, FOG
EVALUASI BIOLOGIS SENYAWA KOMPLEKS RENIUM-186 FOSFONAT SEBAGAI RADIOFARMAKA TERAPI PALIATIF KANKER TULANG Gunawan, Adang H.; Aguswarini, Sri; Abidin, Abidin; Karyadi, Karyadi; Bagiawati, Sri
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 10 (2007): JURNAL PRR 2007
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

EVALUASI BIOLOGIS SENYAWA KOMPLEKS RENIUM-186 FOSFONAT SEBAGAI RADIOFARMAKA TERAPI PALIATIF KANKER TULANG. Senyawa kompleks renium-186 fosfonat, 186Re-HEDP (hydroxyethylidienediphosphonate) dan 186Re-EDTMP (ethylenediaminetetramethylphosphonate), dewasa ini telah luas digunakan sebagai penghilang rasa nyeri tulang yang disebabkan oleh metastasis kanker prostat, payudara, paru-paru dan ginjal ke tulang. Penggunaan radiofarmaka tersebut merupakan pengganti penggunaan analgesik, hormon, kemoterapi, dan narkotik yang diketahui memberikan efek samping yang tidak diinginkan. Metode preparasi dan uji kualitas senyawa kompleks 186Re-HEDP dan 186Re-EDTMP telah dikembangkan untuk tujuan produksi komersial. Penentuan kemurnian radiokimia dengan kromatografi kertas dalam berbagai kepolaran pelarut menunjukkan kemurnian radiokimia diatas 90% sampai hari ketiga setelah proses penandaan dilakukan. Disamping itu hasil pengujian menunjukkan pula bahwa larutan senyawa kompleks bebas pirogen dan steril. Hasil uji pada binatang percobaan tikus putih menunjukkan kandungan senyawa kompleks di dalam darah mencapai puncaknya pada 5 menit setelah penyuntikan. Sedangkan ekskresi radiofarmaka kedua kompleks di dalam urin menunjukkan adanya keradioaktifan sekitar 41% dan 38,5 % dalam bentuk perenat, 186ReO4-, setelah 20 jam penyuntikan. Hasil biodistribusi dan pencitraan (imaging)menggunakan kamera gamma terhadap mencit dan tukus putih normal menunjukkan bahwa senyawa kompleks 186Re-HEDP dan 186Re-EDTMP terakumulasi cukup nyata di tulang. Kata Kunci : 186Re-HEDP , 186Re-EDTMP, kanker tulang, kemurnian radiokimia, biodistribusi. BIOLOGIC EVALUATION OF PHOSPHONATES COMPLEX LABELLED WITH RHENIUM-186 AS A BONE CANCER PALLIATIVE THEURAPEUTIC RADIOPHARMACEUTICAL. Currently, rhenium-186 phosphonate complexes are widely used as pain palliative agents due to bone metastasis caused by prostate , breast , lung and kidney cancers. Either 186Re-HEDP or 186Re-EDTMP has been used for replacing analgesic therapy, hormone therapy, chemotherapy and narcotic therapy . Preparation and quality control of 186Re-HEDP and 186Re-EDTMP complexes have been developed for commercial production purposes. Radiochemical purity was determined using paper chromatography and afforded maximum yielded for more than 90 % . Both complexes were stable for 3 days. Sterility and pirogenicity tests indicated that these compounds were sterile and pyrogen free. Rhenium-186 HEDP and 186Re-EDTMP complexes contents in the blood achieved optimum activity after 5 minutes post injection. Both complexes showed major renal clearance up to 41 % and 38,5 % as perrhenate ion within 20 hours post injection. Biodistribution pattern and gamma camera image of the injected complexes in rats were accumulated in the bone. Keywords : 186Re-HEDP, 186Re-EDTMP ,bone cancer, radiochemical purity, biodistribution.
Peningkatan Hasil Belajar Melaporkan Isi Bacaan melalui Metode Diskusi Karyadi, Karyadi
BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Vol 2, No 1 (2017): Volume 2 Nomor 1, Februari 2017
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/briliant.v2i1.28

Abstract

Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas II SD Negeri 3 Depok Kecamatan Bendungan Kabupaten Trenggalek semester I Tahun pelajaran 2012/2013. Dari hasil analis didapatkan bahwa metode diskusi memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa.hal ini dapat dilihat dari semakin mantapnya pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan guru (ketuntasan belajar meningkat dari sklus I, II, dan III) yaitu masing-masing 64,00%, 80,00%, dan 88,00%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah metode Diskusi mempunyai pengaruh positif, yaitu dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.
MODEL MATEMATIKA SUPERELEVASI DI SISI KARAMBA DENGAN UJUNG DAN PANGKAL BERBENTUK LANCIP Karyadi, Karyadi
Teknologi dan Kejuruan: Jurnal teknologi, Kejuruan dan Pengajarannya Vol 21, No 1 (1998)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/tk.v21i1.561

Abstract

Besar aliran sekunder di sisi karamba yang ditandai oleh besar superelevasi pada tempat tersebut harus disesuaikan dengan kemampuan tubuh saluran untuk menahan gerusan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan model matematika superelevasi di sisi karamba dengan ujung dan pangkal berbentuk lancip. Model matematika tersebut dikembangkan derdasarkan data kinerja model fisik yang dibuat berdasarkan analisis dimensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besarnya seperelevasi dipengaruhi oleh perbandingan lebar celah dengan lebar bilah pada dinding karamba, gravitasi bumi, dan bentuk karamba.
ANALISIS NONLINIER GEOMETRI STRUKTUR FRAME-TRUSS 3D DENGAN METODE ELEMEN HINGGA karyadi, karyadi
Teknologi dan Kejuruan: Jurnal teknologi, Kejuruan dan Pengajarannya Vol 28, No 2 (2005)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3665.722 KB) | DOI: 10.17977/tk.v28i2.10820

Abstract

Analisis Nonlinier Geometri Struktur Frame-Truss 3D dengan Metode Elemen Hingga
Studi Dosimetri Internal Radiofarmaka Terapi Kanker Payudara 177Lu-DOTA-Trastuzumab Susyati, Susyati; Mutalib, Abdul; Muchtaridi, Muchtaridi; Ramli, Martalena; Aguswarini, Sri; Karyadi, Karyadi; Hidayat, Basuki; Massora, Stepanus
Jurnal Keselamatan Radiasi dan Lingkungan Vol 1, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radisasi - BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (953.371 KB)

Abstract

Pengobatan terarah berbasis imunologik (Imunoterapi) kanker payudara dengan mekanisme pengikatan reseptor HER2/neu oleh antibodi spesifik telah dikembangkan oleh para peneliti sejak tahun 80-an. Trastuzumab adalah antibodi yang pertama disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika. Dari pemantauan diketahui bahwa pengobatan dengan trastuzumab selain berbiaya tinggi juga terjadi kardiotoksisitas dan resistensi obat. Mengantisipasi hal ini, para peneliti mulai mengembangkan trastuzumab dalam bentuk konjugat dengan suatu radionuklida (salah satunya adalah 177Lutesium), sebagai farmaka Radioimunoterapi (RIT) baru. Sebagai penerapan aspek keselamatan untuk tujuan melakukan proteksi terhadap pasien dari efek samping pemberian dosis radiasi internal yang tidak akurat, studi dosimetri internal perlu dilakukan sejak awal pengembangan farmaka RIT baru. Tujuan studi dosimetri internal pada RIT adalah memastikan pemberian dosis radiasi internal yang akurat dan aman untuk setiap individu pasien/memaksimalkan dosis radiasi ke sel-sel kanker dan meminimalkan dosis radiasi ke sel-sel normal. Radiofarmaka baru (177Lu)m-(DOTA)n-trastuzumab telah berhasil dipreparasi oleh para peneliti BATAN. Uji praklinik in vivo/uji biokinetik pada hewan coba mencit betina normal inbred substrain BALB/c paska pemberian dosis tunggal 100 µCi bolus intravena injeksi radiofarmaka 177Lu-DOTA-trastuzumab juga telah dilakukan. Ruang lingkup studi dosimetri internal yang dilakukan ini adalah melakukan penghitungan perkiraan dosis terabsorb oleh berbagai organ hewan coba berdasarkan data biokinetik hasil uji praklinik in vivo. Dari hasil penghitungan perkiraan dosis terabsorb menggunakan persamaan MIRD dengan bantuan data Fraksi absorbsi spesifik dari pustaka diketahui bahwa dosis terabsorb organ paru-paru paling tinggi diantara organ-organ lainnya, yaitu 1,5X10-2 µGy. Dengan memperhitungkan faktor bobot tipe radiasi dan faktor bobot tipe jaringan/organ (sebagaimana tercantum pada Publikasi ICRP No.103 tahun 2007), diperoleh dosis ekivalen dan dosis efektif organ paru-paru berturut-turut adalah 1,5 X 10-2 µSv dan 1,8 X 10-3 µSv. Dosis efektif seluruh tubuh hewan coba adalah 4,2 X 10-3 µSv. Data biokinetik berbagai organ hewan coba dapat juga dipakai sebagai masukan (input) pada penghitungan perkiraan dosis terabsorb berbagai organ phantom manusia menggunakan software dosimetri internal tertentu, seperti OLINDA/EXM software. Breast cancer targeted therapy which mechanism is the binding of HER2/neu receptor with specific antibodies have been developed by researchers since the 80’s. Trastuzumab is the first antibody approved by the US Food & Drug Administration. From monitoring known that treatment with trastuzumab also occur cardiotoxity and drug resistance in addition to high costs. Anticipating this, the researchers began developing trastuzumab in the conjugate form with a radionuclide (one of which is 177Lutesium) as a new pharmaceutical of Radioimmunotherapy (RIT). As the implementation of safety aspects in order to protect the patients from adverse effects of inaccurate internal radiation dose administration, internal dosimetry studies / assessment need to be done since the beginning of a new RIT pharmaceutical development. The objective of internal dosimetry study at RIT is to ensure accurate and safe internal radiation dose administration for each individual patients / to maximize the radiation dose to the cancer cells and minimize the radiation dose to the normal cells. The new RIT pharmaceutical 177Lu-DOTA-trastuzumab has been successfully prepared by BATAN researchers.  In vivo preclinical trials/biokinetic testing in normal female mice inbred substrain BALB/c after administration of a single dose 100 μCi of bolus intravenous 177Lu-DOTA-trastuzumab radiopharmaceutical injection also been conducted. The scope of internal dosimetry studies conducted was absorbed dose calculation estimation of the various experimental animals organs based on biokinetic data of in vivo preclinical trials. Calculation estimation of Absorbed Dose using the MIRD (Medical Internal Radiation Dose) equation with the aid of SAFs (Specific absorbed fractions) data from reference known that Absorbed Dose of lungs organ is highest among other organs ie. 1,5 X 10-2µGy. Taking into account of recommended radiation weighting factors and tissue / organ weighting factors (as stated in ICRP Publication #103, 2007) obtained equivalent dose and effective dose of lungs organ is 1,5 X 10-2 μSv and 1,8 X 10-3μSv respectively. The whole body effective dose of experimental animal is 4,2 X 10-3 μSv. The biokinetic-test results data of the various experimental animal organs can also be used as an input on the Absorbed dose calculation estimation of the various human phantom organs using certain internal dosimetry software (one example is OLINDA/EXM software).
Sintesis Poli N-Isopropilakrilamida (PNIPA)/Polityrosin (PTYR) Interpenetrating Polymer Networks (IPNs) Bertanda Iodium-125 Saptiama, Indra; Herlina, Herlina; Sarmini, Endang; Karyadi, Karyadi; Abidin, Abidin; Widyaningrum, Triani; Awaludin, Rohadi
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 36 No. 2 Oktober 2014
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.835 KB)

Abstract

Saat ini perkembangan polimer telah semakin maju, berbagai aplikasi polimer telah dikembangkan baik di sektor energi, pangan maupun kesehatan. PNIPA/PTYR IPNs bertanda iodium-125 dapat dimanfaatkan sebagai sumber terapi kanker. PNIPA/PTYR merupakan polimer peka temperatur. Tujuan dari penelitian ini adalah sintesis PNIPA/PTYR IPNs bertanda iodium-125. Polityrosin ditandai dengan iodium-125 kemudian secara simultan direaksikan dengan monomer N-isopropilakrilamida melalui polimerisasi radikal bebas dengan inisiator amonium persulfat (APS) dan tetrametiletilenediamin (TEMED) untuk memperoleh PNIPA/PTYR IPNs bertanda iodium-125. Kemurnian radiokimia PNIPA/PTYR IPNs bertanda iodium-125 diukur dengan krom atografi lapis tipis (KLT) dengan fasa gerak 2 propanol: 1 butanol: 0,2 M NH4OH. Selain Itu, stabilitas PNIPA/PTYR IPNs bertanda iodium-125 diuji pada media air. PNIPA/PTYR IPNs telah berhasil ditandai dengan iodium-125 dengan rendemen penandaan sebesar 37,6 ± 4,2 % (n = 3). Hasil pengamatan visual, ditunjukkan bahwa polimer mengalami perubahan sifat pada temperatur 32 oC sampai dengan 34°C. Hasil H-NMR hanya menunjukkan spektrum dari polimer PNIPA. Berdasarkan pemeriksaan KLT, kemurnian radiokimia PNIPA/PTYR IPNs bertanda iodium-125 adalah 95,93%. Pengujian stabilitas polimer bertanda iodum-125 pada media air pada T = 37°C selama 2 minggu menunjukkan bahwa iodium-125 yang masih tertahan pada polimer adalah 71,3 ± 6,2 %.