Articles

PENGALAMAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN PADA PANTI ASUHAN CACAT GANDA Septina, Amanda Dwi; Karyono, Karyono
Empati Vol 5, No 2 (2016): April 2016
Publisher : Empati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.924 KB)

Abstract

Mengasuh penyandang cacat ganda sudah tentu membutuhkan waktu, usaha, serta tenaga yang besar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengalaman yang dialami oleh subjek terkait dengan keputusannya untuk bekerja sebagai pengasuh bagi anak penyandang cacat ganda. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Subjek penelitian ini adalah dua orang pengasuh panti asuhan cacat ganda yang sudah bekerja lebih dari 5 tahun. Teknik pengambilan subjek dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive serta pengambilan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebersyukuran merupakan faktor utama yang memengaruhi kedua subjek untuk akhirnya mengambil keputusan mengabdikan dirinya bekerja sebagai pengasuh panti asuhan cacat ganda. Namun, subjek pertama memiliki tingkat kebersyukuran yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan subjek kedua. Hal tersebut dapat dilihat dari keikhlasannya dalam mengorbankan harta bendanya untuk anak-anak yang ia asuh. Selain kebersyukuran, keinginan untuk membuat anak penyandang cacat ganda menjadi lebih berkembang dan dapat diterima oleh masyarakat juga menjadi pertimbangan kedua subjek untuk bekerja sebagai pengasuh panti asuhan cacat ganda.
PEMANFAATAN MUSEUM SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA TERHADAP MATERI PRASEJARAH BAGI GURUGURU SMA KOTA SEMARANG Karyono, Karyono
Jurnal Abdimas Vol 14, No 1 (2010)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang standar isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah, Sejarah merupakan cabang ilmu pengetahuan yang menelaah tentang asal-usul dan perkembangan serta peranan masyarakat di masa lampau berdasarkan metode dan metodologi tertentu. Salah satu materi yang diajarkan dalam pelajaran sejarah adalah materi zaman praejarah. Zaman prasejarah merupakan babakan dalam sejarah yang diberikan kepada suatu periode ketika manusia belum menggunakan tulisan sebagai alat komunikasi. Oleh karena itu upaya pemahaman zaman prasejarah merupakan hal yang cukup sulit. Hal ini disebabkan rentangan waktu antara zaman prasejarah dengan zaman sekarang mencakup ribuan tahun. Untuk mengatasi kesulitan itu diperlukan suatu cara, salah satunya memanfaatkan koleksi museum. Dalam pelatihan di SMA 1 Semarang pada 3 September 2009 hadir 39 guru anggota MGMP Sejarah. Kegiatan itu menyimpulkan bahwa museum sangat tepat sebagai sarana untuk memperjelas materi prasejarah Indonesia, baik dengan mengunjungi museum maupun ”membawa” museum ke dalam kelas.Kata kunci : museum, belajar, prasejarah.
PENGALAMAN MENIKAH PADA PEREMPUAN USIA REMAJA (Sebuah Studi Kualitatif Fenomenologi) Qoniah, Dalilatunnisa; Karyono, Karyono
Empati Vol 5, No 2 (2016): April 2016
Publisher : Empati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.813 KB)

Abstract

Pernikahan usia remaja masih banyak terjadi pada masyarakat Indonesia. Pada remaja yang organ-organ reproduksi seksual primer telah matang terdapat dorongan kuat untuk menjalin hubungan dengan lawan jenis. Salah satu tugas perkembangan remaja adalah mempersiapkan pernikahan dan kehidupan rumah tangga, akan tetapi ada beberapa remaja yang memilih atau terpaksa menikah dan memiliki anak. Tidak semua pernikahan remaja berjalan harmonis, beberapa remaja berstatus janda. Peneliti tertarik melakukan penelitian tentang pengalaman menikah perempuan usia remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologis. Subjek dalam penelitian ini tiga remaja dengan usia pernikahan minimal satu tahun dan istri berusia 16-19 tahun. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, perekaman, dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan pengalaman subjek 1 dan 2 yang dapat menjalani pernikahan secara harmonis, utuh, dan rukun. Hal ini dibuktikan dengan kemampuan subjek 1 dan 2 yang dapat menjalin komunikasi yang baik dengan pasangan, dapat saling memahami, dan mengutamakan keluarga. Pada subjek 3 harapan memiliki keluarga yang harmonis tidak terwujud. Hal ini dikarenakan setelah menikah subjek 3 langsung dijatuhkan talak dengan alasan pasangan hanya ingin merasakan menikah. Walaupun kecewa dan sedih, subyek 3 tidak menyerah dan tetap menjalani kehidupan rumah tangga. Ketika subjek 3 ditalak yang ketiga, subjek memutuskan menggugat cerai pasangan secara sah di pengadilan agama.
HUBUNGAN ANTARA CITRA TUBUH DENGAN PERILAKU MEMBELI MAHASISWI TAHUN 2012 PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA Aditiya, Mila Rahayu; Karyono, Karyono
Empati Vol 2, No 3 (2013): Empati Fak. Psikologi
Publisher : Empati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.569 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan citra tubuh dengan perilaku membeli pada mahasiswi tahun 2012 program studi akuntansi fakultas ekonomi Universitas Kristen Satya Wacana. Populasi dalam penelitian ini adalah 203 mahasiswi dan jumlah sampel penelitian 127 mahasiswi. Penentuan sampel menggunakan simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan Skala Citra Tubuh terdiri dari 29 aitem (ɑ = 0,909) dan Skala Perilaku membeli terdiri dari 30 aitem (ɑ = 0,859). Hasil analisis regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan negatif dan sangat signifikan antara citra tubuh dengan perilaku membeli yang ditunjukkan oleh angka korelasi  = - 497 dengan p= 0,000 (p<0,05) sehingga hipotesis yang menyatakan ada hubungan negatif antara citra tubuh dengan perilaku membeli pada mahasiswi tahun 2012 program studi akuntansi fakultas ekonomi Universitas Kristen Satya Wacana dapat diterima.Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan negatif yang sangat signifikan antara citra tubuh dengan perilaku membeli pada mahasiswi tahun 2012 program studi akuntansi fakultas ekonomi Universitas Kristen Satya Wacana. Hubungan antara kedua variabel tersebut bahwa semakin negatif citra tubuh maka akan semakin tinggi perilaku membeli, sebaliknya semakin positif citra tubuh maka akan semakin rendah perilaku membeli. Sumbangan efektif citra tubuh terhadap perilaku membeli sebesar 22,6% sedangkan 77,4% dipengaruhi faktor lain yang tidak diungkap dalam penelitian ini.
ANALISIS FENOMENA MAGNETORESISTANSI LAPISAN TIPIS NiFe TERHADAP VARIASI ARAH MEDAN MAGNET LUAR Irawan, Agus Bambang; Sudjatmoko, Sudjatmoko; Karyono, Karyono
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.791 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2002.3.2.5234

Abstract

ANALISIS FENOMENA MAGNETORESISTANSI LAPISAN TIPIS NiFe TERHADAP VARIASI ARAH MEDAN MAGNET LUAR. Telah dilakukan penelitian tentang analisis fenomena magnetoresistansi lapisan tipis NiFe terhadap variasi arah medan magnet luar. Lapisan tipis NiFe dibuat dengan metode dc sputtering. Sifat-sifat magnetik lapisan tipis dianalisis dengan pengukuran magnetoresistansi. Morfologi permukaan, komposisi bahan dalam lapisan serta struktur kristalnya dianalisis dengan menggunkan SEM-EDAXS dan XRD. Berdasarkan hasil karakterisasi menggunakan XRD diperoleh bahwa lapisan tipis NiFe mempunyai struktur kristal kubus pusat badan dan orientasi bidang Miller (321). Oksida-oksida besi juga terbentuk di dalam lapisan tipis NiFe. Oksida besi tersebut adalah FeO dan Fe2O3 bersifat antiferromagnetik serta Fe3O4 bersifat ferrimagnetik. Pengukuran magnetoresistansi digunakan metode probe empat titik dan divariasi terhadap arah medan magnet luar. Berdasarkan hasil pengukuran dan analisis data magnetoresistansi diperoleh nisbah magnetoresistansi terbesar adalah — (l6,l±0,2) % ketika medan magnet luar tegak lurus terhadap arus listrik di dalam bidang lapisan tipis, serta nisbah magnetoresistansi terkecil adalah — ( 2,1±0,1) % ketika medan magnet luar tegak lurus terhadap arus listrik di luar bidang lapisan tipis.
HUBUNGAN ANTARA SELF EFFICACY DENGAN MOTIVASI BERWIRAUSAHAPADA MAHASISWA D III JURUSAN TEKNIK KIMIAUNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG Sujatmoko, Mega Bagus; Karyono, Karyono
Empati Vol 2, No 4 (2013): Empati Fak. Psikologi
Publisher : Empati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program D III lebih  banyak mengembangkan skill dengan memberikan praktik lebih banyak sehingga menjadikan mahasiswa lulusan D III menjadi tenaga kerja mandiri yang berkualitas dalam dunia usaha atau industri.Untuk mewujudkannya jurusan D III Teknik Kimia setiap waktunya berusaha meningkatkan kompetensi lulusan agar mampu bersaing dalam dunia kerja,dengan membekali mahasiswanya kemampuan berbahasa inggris,komputer,dan bidang kewirausahaan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self efficacy dengan motivasi berwirausaha pada mahasiswa D III jurusanTeknik Kimia UNDIP.Karakteristik sampel pada penelitianini adalah mahasiswa D III Teknik Kimia UNDIP angkatan 2012  yang masih aktif. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 63 mahasiswa, diambil dengan menggunakan cluster random sampling.Alatukur penelitian yang digunakan adalah Skala Motivasi Berwirausaha dengan 22 aitem (α =0,858) dan Skala Self Efficacy dengan jumlah 26 aitem (α = 0,920 ).Hasil analisis data dengan menggunakan uji statistik parametrik, teknik regresi sederhana diperoleh koefisien korelasi rxy = 0,710, dengan p = 0,000.Hasil analisis menyatakan bahwa hipotesis diterima. Hasiltersebut menunjukkan terdapat hubungan positif antara motivasi berwirausaha dengan self efficacy.Semakin tinggi self efficacy individu maka semakin tinggi pula motivasi dalam berwirausaha, demikian juga sebaliknya. Variabelself efficacy memberikan sumbangan efektif sebesar50,4% sedangkan sisanya sebesar 49,6% lainya dipengaruhi oleh faktor lain  yang tidak dibahas dalam penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA OPTIMISME DENGAN REGULASI DIRI LANSIA DI MASA PENSIUN PADA PP BRI (PERSATUAN PENSIUNAN BANK RAKYAT INDONESIA) SEMARANG Sinaga, Yuni Priska Pani; Karyono, Karyono
Empati Vol 3, No 4 (2014): Oktober 2014
Publisher : Empati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.774 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara optimisme dengan regulasi diri lansia di masa pensiun pada PP BRI (Persatuan Pensiunan Bank Rakyat Indonesia) Semarang. Regulasi diri merupakan kemampuan dalam mengontrol dan mengendalikan perilaku untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Optimisme merupakan pandangan baik terhadap peristiwa yang telah maupun akan terjadi di masa depan. Populasi penelitian ini adalah pensiunan yang menjadi anggota PP BRI (Persatuan Pensiunan Bank Rakyat Indonesia) Semarang dengan sampel karakteristik pensiunan yang telah pensiun minimal 1 tahun hingga 10 tahun yang berjumlah 78 orang. Sampel penelitian berjumlah 35 orang yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan dua buah Skala Psikologi, yaitu Skala Regulasi Diri (17 aitem valid, α = 0.806) dan Skala Optimisme (19 aitem valid, α = 0.873). Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi 0,809 dengan p=0,000 (p
Analisa Faktor-faktor yang Berhubungan Terhadap Pemanfaatan Pelayanan Balai Laboratorium Kesehatan Semarang 2003 Sriatmi, Ayun; Karyono, Karyono; Kunsianah, Kunsianah
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 1, No. 1, Januari 2006
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.049 KB) | DOI: 10.14710/jpki.1.1.25-32

Abstract

Background : Exploiting of service of health can be caused by need factor, factor of predisposing, situation of culture demography factor and enabling factor that are reachability, expense and price, time and distance, and also perception to quality of service. This research aim to know factors that having an effect on to exploiting of service of Laboratory Hall Health of Semarang.Method : The type of this research is Explanatory Research that is explaining relation between independent variable and dependent variable through examination of hypothesizing using cross sectional study method. Research population is patien visitor of Laboratory Hall Health counted 1.032 with 90 people of sample. Independent variable are age, work, level of education, and perception of dimention quality containing : directevidence, understanding, reability, wmphathy, and service. Dpeendent Variable is exploiting of service. Data analyse with Chi Square statistical test and logistics regression.Result : The result of research show there is no significant relation between age and exploiting of service. There is a relation between level of educatin and exploiting of service (p=0,009), work and exploiting of service (p=0,015), income and axploiting of service (p=0,012), perception and exploiting of service (p=0,002). Using Backward Conditional Method the result can be obtained that all independent variable is tested together using logistics regression method yielding three variables show the influence to exploiting of service : perception (p=0,002), level of education (p=0,016). The most dominant variable in giving influence to exploiting of service is perception. Third of the variable with goodperception category (1), education more than 9 years (1), and income more or equal to UMK (1), ence possibility exploit service obtained equal to 86,6%.Keywodrs: exploiting of service, laboratory hall health, perception.
MASALAH-MASALAH PSIKOLOGIS DAN COPING STATEGIES ISTRI PADA PASANGAN COMMUTER MARRIAGE Arumrasmi, Noorwendah Tanjung; Karyono, Karyono
Empati Vol 2, No 3 (2013): Empati Fak. Psikologi
Publisher : Empati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.729 KB)

Abstract

Emansipasi wanita yang semakin marak belakangan ini semakin memberikan jalan bagi para wanita dewasa untuk semakin berkarya dan memaksimalkan potensi-potensi yang mereka miliki. Banyak dari ibu muda yang memiliki karir bagus rela melepaskan karirnya demi dapat mengabdi terhadap kehidupan rumah tangganya, namun ada juga istri-istri yang rela hidup terpisah dengan suaminya demi menunjang karir masing-masing dan juga demi memperbaiki kesejahteraan keluarga (dual-career, commuter marriage).Metode penelitian yang digunakan adalah studi kualitatif fenomenologis dengan analisis DFI (deskripsi fenomenal individual). Subjek berjumlah tiga orang dengan karakteristik: memiliki pekerjaan dan tinggal terpisah dengan suami, usia pernikahan maksimal 5 tahun, dan memiliki sedikit anak atau belum sama sekali. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara terstruktur dan observasi, didukung dengan menggunakan materi audio.Berdasarkan penelitian yang dilakukan didapatkan hasil bahwa subjek mengalami beberapa masalah psikologis selama menjalani commuter marriage, subjek#1 menyatakan bahwa kehidupan yang sedang dijalani tidaklah normal seperti yang lainnya karena harus tinggal berjauhan dengan suami dan anaknya dan hanya bisa bertemu saat akhir pekan saja, serta merasakan ketidakstabilan emosi saat awal berpisah, subjek#2 merasa sedih dan kesepian, dan subjek#3 merasa berat saat di awal-awal pernikahan. Berbagai cara dilakukan oleh ketiga subjek agar mulai terbiasa dengan situasi tersebut selain itu dengan adanya dukungan dari keluarga serta tempat kerja dapat membuat ketiga subjek menjadi sedikit lebih mudah dalam menjalani pernikahan tersebut.
KORELASI ANTARA PENERIMAAN DIRI DENGAN STRESS PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE-2 DI RSUP Dr. KARIADI Yhani, Wahyu Dhewa; Karyono, Karyono
Empati Vol 2, No 3 (2013): Empati Fak. Psikologi
Publisher : Empati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.759 KB)

Abstract

Diabetes mellitus (DM) mulai menjadi salah satu permasalahan terbesar di dunia, hal ini disebabkan oleh meningkatnya resiko DM tipe 2 di banyak negara berkembang. Tahun 2003 WHO memperkirakan 194 juta atau 5,1% dari penduduk Indonesia usia 20-79 tahun menderita DM tipe 2 dan pada tahun 2025 meningkat menjadi 333 juta kasus. Stres psikologis dan psikososial dapat memberatkan control metabolit pada DM Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi antara penerimaan diri dengan stres yang dialami pasien DM tipe-2 di RSUP Dr Kariadi.Jumlah sampel penelitian ini adalah 40 pasien yang melakukan kontrol gula darah di Instalasi Rawat Jalan Penyakit Dalam RSUP Dr Kariadi. Sampel dibatasi dengan usia 40 hingga 60 tahun dan terdiagnosa DM tipe-2 kurang dari lima tahun. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan skala stres pada penderita DM tipe-2 yang terdiri dari 24 aitem (α=0,904) dan skala penerimaan diri yang terdiri dari 29 aitem (α=0,910).Hasil analisis regresi menunjukkan koefisien korelasi (rxy) = -0,451 dengan p = 0,003 (p<0,05), sehingga hipotesis yang menyatakan adanya hubungan negatif antara stres pada penderita DM tipe 2 dengan penerimaan diri dapat diterima. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa, terdapat hubungan negatif yang signifikan antara penerimaan diri dengan stres pada penderita DM tipe 2 di RSUP Dr. Kariadi Semarang.