Nila Kasuma
Departemen Oral Biologi, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat, Indonesia

Published : 13 Documents
Articles

Found 13 Documents
Search

Hubungan Lama Pengadukan Dengan Setting Time dan Kekuatan Kompresi Dental Stone Kasuma, Nila; Symond, Denas; Prianto, Danu
Cakradonya Dental Journal Vol 6, No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.376 KB)

Abstract

Produk gipsum digunakan dalam bidang kedokteran gigi untuk membuat model studi dan model kerja dari rongga mulut serta struktur kranio-fasial. Salah satu produk gipsum yang paling sering digunakan di bidang kedokteran gigi adalah dental stone. Sifat dan karakteristik dental stone adalah setting time dan kekuatan kompresi. Hal yang mempengaruhi setting time dan kekuatan kompresi dental stone di antaranya adalah lama pengadukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan lama pengadukan dengan setting time dan kekuatan kompresi dental stone. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris dengan jumlah sampel sembilan buah model dental stone, dengan masing-masing tiga perlakuan dengan lama pengadukan 20 detik, 40 detik, dan 60 detik. Pengukuran setting time dilakukan dengan alat Vicat Penetrometer dan pengukuran kekuatan kompresi dilakukan dengan alat Compressive Strength Test. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata setting time yang diaduk selama 20 detik, 40 detik, dan 60 detik. Kekuatan kompresi dental stone meningkat saat pengadukan selama 20 detik dan 40 detik, dan 60 detik. Hasil uji One Way ANOVA menunjukkan terdapat peningkatan signifikan pada setting time dan kekuatan kompresi yang diaduk lebih lama (p<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini terbukti bahwa terdapat hubungan lama pengadukan terhadap setting time dan kekuatan kompresi dental stone.
JUMLAH KOLONI BAKTERI ASAM LAKTAT PADA RONGGA MULUT YANG SEHAT Elkhaira, Rheta; Kasuma, Nila; Putra, Andani Eka
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 4 (2019): Dipublikasi Desember 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i4.1134

Abstract

AbstrakSalah satu flora normal yang terdapat di dalam rongga mulut adalah Bakteri Asam Laktat (BAL). Kemampuan BAL antara lain menghasilkan antimikroba, mengatur respons imun host dan menghalangi pertumbuhan bakteri patogen. Keberadaan BAL di rongga mulut sangat penting untuk menjaga kesehatan oral dan mencegah terjadinya penyakit periodontal. Hal ini mendorong perlunya penelitian mengenai jumlah koloni BAL di dalam rongga mulut yang sehat sehingga dapat dijadikan sebagai alternatif terapi penyakit periodontal. Tujuan: Mengidentifikasi jumlah koloni BAL pada rongga mulut yang sehat. Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional dengan rancangan cross- sectional. Subyek penelitian terdiri dari 49 orang dengan gusi yang sehat. Subyek diminta untuk berkumur dengan akuades steril kemudian akuades hasil berkumur ditampung untuk selanjutnya dikultur di media MRS. Setelah diinkubasi selama 48 jam dilakukan penghitungan jumlah koloni bakteri asam laktat yang tumbuh pada media MRS. Hasil: Rerata jumlah koloni BAL kelompok sehat 7,8 x 104 ± 9,4 x 104 CFU/ml. Bakteri yang tumbuh pada media MRS pada penelitian ini semuanya berbentuk bundar, umumnya tepian rata, berwarna putih, mukoid, berukuran kecil dengan elevasi cembung. Beberapa bakteri berwarna krem atau putih keruh, berukuran sedang, tidak mukoid, tepian tidak rata dan elevasi seperti tombol. Simpulan: BAL merupakan flora normal yang keberadaannya penting untuk menjaga rongga mulut yang sehat. 
Efektifitas Propolis Toothpaste sebagai Initial Therapy pada Mild Gingivitis Kasuma, Nila
JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis) Vol 1, No 1 (2014): J Sains Farm Klin 1(1), November 2014
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29208/jsfk.2014.1.1.16

Abstract

Karakteristik gingivitis ringan adalah terjadinya perubahan warna gusi, edema ringan, tidak ada pendarahan dan tanpa ada rasa nyeri. Jika pasien tidak mendapatkan perawatan yang tepat, gingivitis dapat berubah menjadi periodontitis yang menyebabkan kerusakan jaringan tulang rahang alveolar, menyebabkan kerusakan jaringan lebih lanjut secara lokal dan sistemik melalui pembuluh darah. Pemilihan terapi yang tepat sangat penting untuk mengurangi prevalensi dari penyakit ini. Selain proses scaling dan kontrol plak, penggunaan pasta gigi propolis dapat digunakan sebagai terapi awal. Komposisi pasta gigi yang mengandung propolis memiliki efek anti-inflamasi yang bermanfaat sebagai salah satu terapi awal untuk mengobati gingivitis ringan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Indeks gingiva dari 15 pasien diukur sebelum dan sesudah penggunaan pasta gigi propolis. Analisis data dilakukan dengan cara univariat untuk menggambarkan masing-masing variabel dengan Kolmogorov-Smirnof Test. Perbedaan indeks gingiva antara sebelum dan sesudah menyikat gigi dengan pasta gigi yang mengandung propolis dianalisis dengan uji T berpasangan. Pasta gigi yang mengandung propolis ini terbukti efektif dalam terapi awal gingivitis ringan dengan rata-rata pengurangan skor indeks gingiva sebelum dan sesudah adalah 0,40 ± 0,04. Terdepat perbedaan yang signifikan (p <0,05) antara rata-rata penurunan nilai gingiva indeks sebelum dan setelah penggunaan pasta gigi yang mengandung propolis.
Correlation between magnesium and alkaline phosphatase from gingival crevicular fluid periodontal diseases Kasuma, Nila
Dental Journal (Majalah Kedokteran Gigi) Vol 48, No 3 (2015): (September 2015)
Publisher : Faculty of Dental Medicine, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.533 KB) | DOI: 10.20473/j.djmkg.v48.i3.p130-134

Abstract

Background: Magnesium is one of the alkaline phosphatase (ALP) cofactor. The amount of magnesium contained infoods affect ALP activity. Increased ALP activity will indicate the level of inflammation in periodontal disease. Elevated inflammation in periodontal disease will change gingivitis to periodontitis, where there has been damage to the bone ssupporting the teeth, and an increasing number of gingival crevicular fluid (GCF). The content of GCF consists of enzymatic and non-enzymatic. Changes in the composition of GCF occurs when the inflammation gets worse. Purpose: This study was aimed to prove the correlation between magnesium and ALP from GCF on periodontal disease. Method: This research involved 60 Minangkabaunese people with 20 healthy samples, 20 mild gingivitis samples, and 20 mild periodontitis samples. GCF was collected by absorbing method. Then ALP level in GCF was measured by using ELISA technique. Magnesium level in Minangkabaunese food was tested by Food Frequency Questionnaire (FFQ).Univariate analysis was performed to describe each variable. To see a normal distribution, Kolmogorov Smirnof Test was used (p>0.05). Unpaired T-test and Pearson correlation test was used to see correlation between ALP and magnesium level in Minangkabaunese food. Result: There is a significant correlation between the levels of ALP and magnesium level in Minangkabaunese food with periodontal disease (p=0.005). ALP is higest on mild periodontitis (137.74±23.01 ng/dl). Magnesium level normal control group is highest (250.14±32.34 mg) and in mild periodontitis is the lowest (110.83±21.04 mg). Corelation between ALP and magnesium level indicates strong correlation with negative direction (r=- 0.907). Conclusion: There is correlation between the levels of alkaline phosphatase and magnesium level on periodontal disease. Increasing inflamation rate will elevate the ALP level.
Pengaruh Aplikasi Bahan Pemutih Gigi Karbamid Peroksida 10% dan Hidrogen Peroksida 6% secara Home Bleaching terhadap Kekerasan Permukaan Email Gigi Riani, Meiyestri Dwi; Oenzil, Fadil; Kasuma, Nila
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakHome bleaching adalah teknik pemutihan gigi vital yang dilakukan oleh pasien di rumah dalam pengawasan dokter gigi dengan konsentrasi karbamid peroksida 10-16% atau 3-6% hidrogen peroksida. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aplikasi bahan pemutih gigi karbamid peroksida 10% dan hidrogen peroksida 6% secara home bleaching terhadap kekerasan permukaan email gigi. Metode penelitian adalah true experimental dengan pretest-posttest control group design. Sampel berupa gigi premolar satu rahang atas yang sudah diekstraksi sebanyak 32 buah yang dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok 1 adalah kelompok aplikasi bahan pemutih gigi karbamid peroksida 10% dengan lama aplikasi 1 jam perhari selama 14 hari dan kelompok II adalah kelompok aplikasi bahan pemutih gigi hidrogen peroksida 6% dengan lama aplikasi 10 menit perhari selama 14 hari. Selama aplikasi kedua sampel berada dalam inkubator 370C. Kekerasan permukaan email gigi diukur dengan alat Vickers Harndness Tester. Analisis data yang digunakan adalah uji t independen dan uji t dependen (p<0,05). Hasil uji statistik menunjukkan terjadinya penurunan yang sangat signifikan 0,000 (p<0,05) pada rerata nilai kekerasan permukaan email gigi antara sebelum dan setelah aplikasi bahan pemutih gigi. Kedua bahan pemutih gigi ini mempunyai perbandingan yang cenderung tidak signifikan 0,073 (p>0,05) terhadap kekerasan permukaan email gigi setelah aplikasi bahan pemutih gigi. Disimpulkan bahwa bahan pemutih gigi dapat menyebabkan penurunan kekerasan permukaan email gigi yang sangat signifikan karena terjadinya demineralisasi.Kata kunci: karbamid peroksida, hydrogen peroksida, home bleaching, kekerasan permukaan email gigiAbstractHome bleaching is whitening treatment of vital teeth conducted by a patient at home with under control of a dentist. The consentration of bleaching agents are 10-16% of carbamid peroxide or 3-6% of hidrogen peroxide. The objective of this study was to investigate the effect of application bleaching agents 10% of carbamide peroxide and 6% of hidrogen peroxide in home bleaching on enamel hardness surface.The method that used in this study is using true experimental with pre test-post test contol group design. Sample of the study using first premolar maxillary had been extracted into 32 pieces that divided into two treatments groups. Group I was applied by 10% of carbamide peroxide for 1 hours a day and group II was applied by 6% of hidrogen peroxide for 10 minutes a day and the duration of application was 14 days. Both of the groups were in the incubator 370C. Enamel hardness surface was measure by Vickers Hardness Tester. This study used independent t-test and paired sample t-test (p<0.05).The result of this study showed that significant decrasing 0.000 (p<0.05) of enamel hardness surface in average between before and after applied. Both of bleaching agents have the comparison that tend to be not significantly 0.073 (p>0.05) on enamel hardness surface after application of bleaching agents with significant value were. The conclusion is bleaching agents can affect enamel by decreasing enamel hardness surface value which are marked significant because demineralizion.Keywords:carbamide peroxide, hidrogen peroxide, home bleaching, enamel hardness surface
Hubungan Body Mass Index dengan Laju Aliran Saliva (Studi pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Andalas) Fajrin, Fildzah Nurul; Agus, Zulkarnain; Kasuma, Nila
Majalah Kedokteran Gigi Indonesia Vol 1, No 2 (2015): December
Publisher : Faculty of Dentistry, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.15 KB) | DOI: 10.22146/majkedgiind.9230

Abstract

Relationship between Body Mass Index and Saliva Flow Rate (A Study in Faculty of Dentistry, Andalas University). Saliva flow rate is an affecting factor of caries formation. Adequate saliva flow rate can prevent cariess formation process and progression of periodontal disease and oral infection. Nutritional status is known as an influencing factor of saliva flow rate. The parameter of nutritional status is Body Mass Index (BMI). The purpose of this study is to discover the relation between BMI and saliva flow rate in College Students of the Dentistry Faculty Andalas University. This observational study with cross sectional design was conducted to 24 college students of the Dentistry Faculty Andalas University whose ages were 18-25 years old who complied with inclussion and exclussion criteria. BMI was calculated with BMI formula. The saliva flow rate was determined with Sialometry Method of Navazesh 2008 with ”ml/minute” unit. The univariat data analysis was caried out to describe each variable. Normality test Kolmogorov Smirnoff was done to see the normal distribution (p > 0,05). After the distribution was proven to be normal, corelation and regression test was executed to discover the relation between BMI and saliva flow rate. Based on the correlation test result, BMI of college students of the Dentistry Faculty Andalas University is χχ ± SD = 24,6 ± 6,02 kg/m2 and saliva flow rate is χχ ± SD = 0,29 ± 0,1 ml/minute. The relation between BMI and saliva flow rate expresses medium correlation with negative direction ( r = - 0,451). The result of linear regression shows that Saliva Flow Rate = 0,404 - 0,008*(BMI). The coefficient of regression BMI 0.008 shows that increasing 1 unit of BMI will decrease saliva flow rate 0,008 ml/minute. This study concludes that there is correlation between Body Mass Index and saliva flow rate. Obesity group has the lowest saliva flow rate, while the saliva flow rate does not decrease in underweight group.
PENGARUH LARUTAN KOPI BUBUK ROBUSTA TERHADAP STABILITAS WARNA PADA RESIN AKRILIK POLIMERISASI PANAS Kasuma, Nila; Putri, Yunike Genisya; Lipoeto, Indrawati
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 2, Nomor 1, Juni 2015
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.233 KB) | DOI: 10.33854/JBDjbd.11

Abstract

Resin akrilik polimerisasi panas merupakan salah satu bahan kedokteran gigi yang banyak digunakan untuk pembuatan basis gigi tiruan. Stabilitas warna merupakan karakteristik yang sangat penting pada resin akrilik karena sangat dititik beratkan dalam mencapai nilai estetik yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh larutan kopi terhadap stabilitas warna resin akrilik polimerisasi panas yang direndam selama 1, 3, 5 dan 7 hari. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratoris dengan desain post test only controlled group design. Sampel yang digunakan berjumlah 25 sampel dengan ukuran 20 x 10 x 2 mm yang dibagi menjadi 4 kelompok yang direndam larutan kopi, yaitu masing-masing 6 sampel yang direndam selama 1, 3, 5 dan 7 hari. 1 buah sampel dijadikan kelompok kontrol yang direndam selama 1 hari dalam larutan aquabides. Setelah dilakukan perendaman, sampel diuji stabilitas warnanya dengan menggunakan alat uji stabilitas warna yaitu dengan menggunakan alat Spectrophotometer UV-Visible. Nilai rata-rata absorbansi pada kelompok A (1 hari) adalah 0,38. Pada perendaman selama 3 hari (kelompok B) adalah 0,39, perendaman selama 5 hari (kelompok C) adalah 0,45 dan perendaman selama 7 hari (kelompok D) adalah 0,64. Uji statistik One Way ANOVA menunjukkan perbedaan bermakna antar semua kelompok perlakuan dengan p=0,000. Kopi dapat mempengaruhi stabilitas warna resin akrilik polimerisasi panas. Namun, pada perendaman selama 1 dan 3 hari tidak memperlihatkan perubahan warna secara visual, sehingga tetap estetis dan masih dapat digunakan. Pada perendaman selama 5 dan 7 hari terlihat adanya perubahan warna secara visual.
Pengaruh Berkumur dengan Larutan Ekstrak Siwak (Salvadora persica) Terhadap pH Saliva Rongga Mulut Adzakiyah, Tiara; Lipoeto, Indrawati; Kasuma, Nila
JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis) Vol 2, No 1 (2015): J Sains Farm Klin 2(1), November 2015
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29208/jsfk.2015.2.1.52

Abstract

Saliva adalah cairan tubuh yang kompleks dan memiliki peran penting yang terkait dengan proses biologi dalam rongga mulut. Saliva memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan rongga mulut dari karies dan penyakit periodontal. Salah satu fungsi saliva dalam menjaga kesehatan mulut berkaitan dengan tingkat keasaman saliva (pH). pH saliva dapat mempengaruhi kesehatan mulut yang berhubungan dengan karies dan penyakit periodontal. Salah satu metode pencegahan yang bisa dilakukan adalah secara kimiawi dengan menggunakan obat kumur. Salah satu obat kumur yang dapat digunakan adalah miswak (Salvadora persica). Kandungan kimia ekstrak Salvadora persica dapat mencegah menurunnya pH saliva karena memiliki efek bakterisida yang akan mencegah produksi asam dari bakteri mulut, meningkatkan aktivitas buffer saliva melalui peningkatkan sekresi saliva. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak Salvadora persica pada pH saliva. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental dengan satu kelompok desain pre-posttest. Subyek penelitian adalah 17 siswa dari SMK Muhammadiyah 1 Padang. Pengukuran dilakukan sebelum dan sesudah berkumur dengan larutan ekstrak Salvadora persica 50%. Data dianalisis dengan T-test (p <0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan rata-rata pH saliva sebelum diberikan larutan ekstrak Salvadora persica adalah 6,565 dan pH saliva setelah diberi larutan ekstrak miswak adalah 7,4. Berkumur dengan ekstrak Salvadora persica dapat menjadi solusi dalam meningkatkan pH saliva dan dapat digunakan sebagai obat kumur untuk menjaga kesehatan rongga mulut.
The RELATION OF NEUTROPHIL ELASTASE LEVEL WITH TISSUE DESTRUCTION IN GINGIVITIS AND PERIODONTITIS Kasuma, Nila
Dentika Dental Journal Vol 20 No 2 (2017): Dentika Dental Journal
Publisher : TALENTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.581 KB) | DOI: 10.32734/dentika.v20i2.160

Abstract

Periodontal disease consists of gingivitis and periodontitis. They occur due to the interaction between bacterial antigens and the host tissue hence neutrophil is activated, antibody is produced and bone resorption is occurred. Enzymatic changes to diagnose periodontal disease index (PDI) based on biomarker measurement scale is useful for an accurate diagnosis and a successful measurement of periodontal disease therapy. Gingival crevicular fluid (GCF) was selected as the biological medium. This research aims to analyze the relationship between neutrophil elastase level and periodontal tissue damages at gingivitis and periodontitis. The study involved 66 people as samples with 22 healthy samples, 22 mild gingivitis samples and 22 early periodontitis samples. Enzyme level studied was tested using ELISA technique. In this cross-sectional study, neutrophil elastase enzyme level was compared between healthy, mild gingivitis and early periodontitis sample groups. Data analysis was performed using ANOVA test. The average NE level based on PDI group is ± SD 2.65 ng/dl ± 1.28 in healthy sample group. There is an increase by 2.3 times in mild gingivitis sample group where NE level is ± SD 6.27 ng/dl ± 1.13.While, the light periodontitis group has NE level of ± SD 9.38 ng/dl ± 1.06 which equals to 3.5 times increase from the healthy sample group. This research concludes that the rise of neutrophil elastase level in gingival crevicular fluid is related to the severity of gingivitis and periodontitis diseases.
MORINDA CITRIFOLIA EXTRACT MOUTHWASH AS ANTIGINGIVITIS Kasuma, Nila; Fajrin, Fildzah Nurul; Aldi, Yufri
Dentika Dental Journal Vol 19 No 2 (2016): Dentika Dental Journal
Publisher : TALENTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.689 KB) | DOI: 10.32734/dentika.v19i2.409

Abstract

Gingivitis is a inflamatory mild form of periodontal disease in gingiva. The early stage of gingivitis characterized by the accumulation of plaque, leukocytes, and PMN. Noni (Morinda citrifolia L.) is known to have anti-inflammatory compositions which also affects the activity of leukocytes during inflammation. The research objective was to analyze the clinical effects of mouthwash that contains extracts of noni (Morinda citrifolia L.) on leukocyte levels in the saliva in patients with gingivitis, in order to obtain traditional mouthwash that is economical, readily available, and effective in reducing gingivitis and can be used by the public. Extracts of noni fruit (Morinda citrifolia L.) is given in the form of mouthwashes used for 7 days in a row. Observations conducted on three groups of respondents: group 1 using mouthwash placebo, group 2 using mouthwash noni fruit extract 5%, and group 3 using chlorhexidine 0.1%. The use of mouthwash done in the morning and at night before bed as much as 15 ml for 30 seconds. The results showed a decrease in the number of leukocytes in the group treated with placebo cyst, 5% noni fruit extract, and chlorhexidine 0.1% (p &lt;0.05). Both test preparations equally decreased the number of leukocytes in gingival sulcus in gingivitis patients.