Articles

Found 31 Documents
Search

Antibacterial potency from the waste of durian rind (Durio zibethinus Murr.) against Propionibacterium acnes that causing acnes Pratiwi, Made Mira; Kawuri, Retno; Ardhana, I Putu Gede
Jurnal Biologi Udayana Vol 23 No 1 (2019): JURNAL BIOLOGI UDAYANA
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.749 KB) | DOI: 10.24843/JBIOUNUD.2019.v23.i01.p02

Abstract

One of the things that could cause pathogenesis of acne is the activity of normal flora bacteria on the skin, one of them is the bacteria Propionibacterium acnes. The use of extracts which is derived from severalparts of plant such as banana peel, mangosteen peel, dragon fruit peel, potato peel, crinum lily leaf, Marsh fleabane leaf, soursop leaf, soma leaf, green betle vine leaf, and cacao seed that are known to have antibacterial activity could help in acne healing attempt. This research was conducted at Microbiology Laboratory Faculty of Mathematics and Natural Sciences Udayana University from December 2017 until March 2018.The research was conducted with the intention toknow the appropriate solvent to obtain the compound type of durian rind extract dissolved with three types of solvent (methanol, ethanol, ethyl acetate), to look for the smallest resistor value (MIC) of the extract with a solvent that provides the best inhibitory power, and to know the compound type of the extract with a solvent that provides the best inhibitory power. The method is diffusion wells and phytochemical tests. The data that is obtained in the study were analysed by analysis of variance (ANOVA). In inhibition test against P. acnes, it is known that the durian rind ethyl acetate extract effectively showed the inhibitory effect on the bacteria growth, with MIC value of 1.1%. The compound that is contained in the durian rind ethyl acetate extract is terpenoid, steroid, flavonoid, phenolic, and tannin.
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI Streptomyces spp. PENGHASIL ENZIM KITINASE DARI LUMPUR SELOKAN Parwati, Putu Ayu; Kawuri, Retno; Watiniasih, Ni Luh
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (761.727 KB) | DOI: 10.24843/metamorfosa.2018.v05.i01.p15

Abstract

Streptomyces merupakan bakteri dari kelompok Actinomycetes. Genus ini diketahui dapat memproduksi berbagai senyawa aktif diantaranya antibiotik, antiviral, dan enzim. Enzim yang dapat ditemukan pada bakteri dan jamur yaitu salah satunya enzim kitinase. Enzim kitinase yang diproduksi oleh bakteri lebih baik dibandingkan kitinase dari sumber lain karena dengan waktu yang relatif singkat dapat melakukan proses perkembangbiakan. Bakteri kitinolitik merupakan agen pengendalian hayati terhadap jamur patogen maupun serangga hama yang sangat potensial karena aktivitas kitinase yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi, mengetahui karakteristik Streptomyces spp. dari lumpur selokan dan uji aktivitas enzim kitinase. Aktivitas enzim kitinase diketahui melalui zona bening yang terbentuk pada media uji. Hasil penelitian diperoleh lima spesies Streptomyces spp. dari sampel lumpur selokan yang diisolasi dengan karakteristik yang berbeda-beda. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa dari lima spesies Streptomyces spp., dua spesies yaitu Streptomyces sp.3 dan Streptomyces sp.5 mampu memproduksi enzim kitinase, sementara tiga spesies Streptomyces lainnya tidak memproduksi enzim kitinase. Streptomyces sp.3 memproduksi enzim kitinase dengan terbentuknya zona bening sebesar 1,85±0,07 cm dan pada Streptomyces sp.5 terbentuk zona bening sebesar 0,65 ±0,14 cm . Berdasarkan data tersebut Streptomyces sp.3 dan Streptomyces sp.5 memiliki potensi sebagai bakteri kitinolitik yang memiliki manfaat sebagai agen pengendalian hayati.
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI PENYEBAB BUSUK LUNAK PADA UMBI WORTEL (Daucus carota L.) VARIETAS LOKAL DI BALI Bintari, Ni Wayan Desi; Kawuri, Retno; Proborini, Meitini Wahyuni
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 2 No 1 (2015)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.725 KB)

Abstract

Soft rot bacteria infection in carrot tuber (D. carota L.) causes severe economic losses. Soft rot disease can be caused by various bacteria belonging to Enterobacteriaceae. This study aimed to isolate and identify bacteria as causal agent of soft rot disease in local carrot variety in Bali. Samples were collected at Badung Tradisional Market, Denpasar, Bali. Isolation was carried out by serial dilution method (Platting Method). Eight bacteria (BL1, BL2, BL3, BL4, BL5, BL6, BL7 and BL8) were isolated from soft rot tuber. BL6 isolate showed positive result in Postulat Koch test that caused soft rot on carrot tuber. The result of identification by Microgen™ GnA+B-ID System and identification book Bergeys’s Manual of Determinative Bacteriology Ninth Edition (Holt et al., 1994), BL6 was identified as Citrobacter.
Optimasi Periode Kultur Vibrio cholerae Ogawa pada Medium BHIB untuk Meningkatkan Daya Simpan Kultur Arta, Suta; Kawuri, Retno; Darmayasa, Ida Bagus Gde
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.955 KB) | DOI: 10.24843/metamorfosa.2018.v05.i02.p04

Abstract

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) berkewajiban untuk menguji setiap produk pangan dari cemaran bakteri patogen sebelum diedarkan untuk mencegah terjadinya wabah penyakit yang ditularkan lewat makanan termasuk salah satunya Vibrio cholerae.Dalam proses pengujian produk pangan terhadap cemaran V. cholerae, terdapat masalah dalam hal ketahanan hidup kultur kerja V. cholerae.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap(RAL) Pola Faktorial.Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan waktu pertumbuhan maksimal kultur V. cholerae Ogawa pada media (Brain Heart Infusion Broth)BHIB pada suhu 37oC serta untuk mendapatkan kombinasi derajat keasaman (pH) dan konsentrasiNaCl yang tepat pada medium BHIB untuk meningkatkan umur kultur kerja V. cholerae Ogawa yang disimpan pada suhu kulkas (4-8oC). Penelitian diawali dengan re-identifikasi isolat kemudian dilakukan uji kurva tumbuh dengan inkubasi 37oC selama 15 jam pada medium BHIB. Setelah diperoleh pola pertumbuhannya pada medium BHIB, penelitian dilanjutkan dengan menguji ketahanan V. cholerae Ogawa pada medium BHIB yang dimodifikasi dengan kombinasi pH (5,6,7,8, dan 9) dan konsentrasi NaCl (0,1,2, dan 3%) pada penyimpanan suhu kulkas (4-8oC). Hasil penelitian uji kurva tumbuh pada medium BHIB menunjukkan bahwa fase log (pertumbuhan maksimal) terjadi pada jam ke-5. Hasil uji ketahanan pada medium BHIB yang dimodifikasi dengan kombinasi pH dan konsentrasi NaCl menunjukkan bahwa kombinasi pH 9 dan NaCl 3% merupakan kombinasi terbaik untuk meningkatkan umur daya simpan V. cholerae Ogawa pada medium BHIB. Pada kombinasi tersebut V. cholerae Ogawa mampu bertahan sampai hari ke-51 pada penyimpanan suhu kulkas (4-8oC).
UJI DAYA HAMBAT Streptomyces roseoflavus AL2 TERHADAP Xanthomonas sp. PENYEBAB PENYAKIT HAWAR DAUN BAKTERI (HDB) PADA TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) Nellawati, Ni Luh Cipta Ayumi; Kawuri, Retno; Arpiwi, Ni Luh
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 3 No 1 (2016)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.764 KB) | DOI: 10.24843/metamorfosa.2016.v03.i01.p01

Abstract

The purpose of this study was to determine the potential of Streptomyces in inhibiting the growth of pathogenic bacteria causing bacterial leaf blight (BLB) in vitro and identify the most likely type of Streptomyces that inhibits the growth of pathogens in the HDB. Bacterium Xanthomonas sp. used in this study were isolated from sick rice plants in Ayunan Village, Badung, Bali while Streptomyces isolates were isolated from the rhizosphere of reed plants (AL2), lily (LL1 and LL2), Aloe Vera (AV) and Elephant Grass (RG) from 3 different locations, namely PT. Alove Gianyar, Bedugul Botanical Garden and Buruan Village, Gianyar. Test results of antagonist test using dual culture method at the PCA medium showed that Streptomyces sp. AL2 has the most percentage of inhibition compared with other Streptomyces sp. isolates against pathogenic bacteria., namely 17.8 mm. The results of identification using the book Guide to the Classification and Identification of the Actinomycetes and Their Antibiotics (Waksman and Lechevalier, 1973) showed that the Streptomyces sp. AL2 is Streptomyces roseoflavus. The results provide an early indication that the filtrate of Streptomyces AL2. has the potential to be developed as a biocontrol of biological bactericide.
POTENSI Salmonella typhi YANG DILEMAHKAN DENGAN SINAR ULTRAVIOLET SEBAGAI VAKSIN ALTERNATIF Santoso, Andreas Putro Ragil; Kawuri, Retno; Besung, I Nengah Kerta
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 3 No 1 (2016)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.905 KB) | DOI: 10.24843/metamorfosa.2016.v03.i01.p05

Abstract

Salmonella typhi is a Gram-negative intracellular bacterium and causes typhoid fever in humans. The success rate of Berma Vivotif Ty21a vaccine in Indonesia is only 33-66%, while in other countries have been reached up to 100%. The research was conducted in order to determine the potency of local isolate bacteria to stimulate the immune response and the impact of different exposure frequencies on the immune response and the different immune response time when administered by UV-inactivated vaccine.. The results showed that the antibody titer of local isolates irradiated by UV light 10x was 88.76 ± 33.06 IU/mL at week 4 with the lowest antibody titer values about 11.15 ± 9.18 IU/mL was found in the negative control.
POTENSI Bacillus sp. B3 SEBAGAI AGEN BIOKONTROL PENYAKIT LAYU BAKTERI YANG DISEBABKAN OLEH Ralstonia sp. PADA TANAMAN CABAI (Capsicum annuum L.) Djereng, Diah Kharismawati; Kawuri, Retno; Ramona, Yan
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (899.457 KB) | DOI: 10.24843/metamorfosa.2017.v04.i02.p16

Abstract

Tanaman cabai (Capsicum annuum L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang banyak dibudidayakan oleh petani di Indonesia. Kebutuhan cabai setiap tahun mengalami peningkatan, sedangkan produksinya sangat rendah, salah satu penyebab menurunnya produksi cabai adalah adanya gangguan penyakit layu bakteri, yang disebabkan oleh Ralstonia sp. Untuk menanggulanginya, maka perlu dikembangkan metoda biokontrol yang lebih aman dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi patogen Ralstonia sp. pada tanaman cabai, serta untuk mengetahui efektivitas kultur Bacillus sp. B3 pada percobaan skala rumah kaca dalam menghambat bakteri Ralstonia sp. pada tanaman cabai. Djereng dkk. (2016), melaporkan Bacillus sp. B3 yang diisolasi dari produk CustomBio mampu menghambat Ralstonia sp. secara in vitro. Isolat Ralstonia sp. diisolasi dengan Platting Method menggunakan media selektif Sucrosa Peptone Agar (SPA) kemudian dilakukan uji Postulat Koch dan bakteri yang didapat dilakukan Uji pewarnaan Gram, uji Gula-gula, uji katalase, uji sitrat, dan hasil disesuaikan dengan buku identifikasi bakteri dari Holt et. al. (1994). Rancangan penelitian yang digunakan pada uji skala rumah kaca adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan parameter yang diukur meliputi lebar daun, panjang daun, panjang akar, tinggi batang, dan diameter batang. Data pengukuran dianalisis dengan Analysis of Varian (ANOVA), kemudian dilanjutkan dengan uji Tukey taraf signifikan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri Ralstonia sp. berhasil diisolasi dan diidentifikasi dari tanaman cabai dengan gejala layu bakteri. Isolat Bacillus sp. B3 mampu menghambat penyakit layu bakteri pada tanaman cabai dengan penurunan insiden infeksi sebesar ± 100% (100% survive), relatif terhadap kontrol (pot yang diinokulasi dengan patogen saja) pada percobaan skala rumah kaca selama 4 minggu.
TOTAL BAKTERI PADA JAMU TRADISIONAL DI PASAR KEDONGANAN KELURAHAN JIMBARAN KABUPATEN BADUNG PROVINSI BALI Sukmawati, Putu Ayu; Proborini, Meitini W.; Kawuri, Retno
Jurnal Biologi Udayana Vol 16 No 2 (2012): Jurnal Biologi
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.295 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis cendawan, total koloni bakteri, dan mengetahui keberadaan bakteri pencemar Escherichia coli yang terdapat pada jamu tradisional di Pasar Kedonganan. Sampel diambil dari 4 pedagang jamu, setiap pedagang diambil 4 sampel jamu yaitu jamu beras kencur, sirih, kunyit dan sambiloto. Perhitungan Total koloni cendawan dan total koloni bakteri pada jamu dilakukan dengan menggunakan metode pengenceran dan total koloni bakteri secara statistik dianalisa dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 6 jenis cendawan yaitu: Aspergillus niger, A. flavus, Penicillium citrinum, P. digitatum, P. brevicompactum, dan Acremonium sp ditemukan pada jamu. Total jumlah koloni cendawan tertinggi ditemukan pada jamu beras kencur (107x105 CFU/ml) sedangkan terendah ditemukan pada jamu kunyit (20,5 x 105 CFU/ml). Batas standar kandungan jamur pada makanan yang direkomendasikan oleh Departemen Kesehatan RI adalah sebesar < 104 CFU/ml. Total bakteri tertinggi ditemukan pada jamu beras kencur (267,6x108 CFU/ml), sedangkan terendah ditemukan pada jamu kunyit (39x108CFU/ml). Kandungan bakteri juga melampaui standar dari Departemen Kesehatan RI Keseluruhan jamu telah diuji telah melampaui ambang batas Departemen Kesehatan RI yaitu sebesar < 106 CFU/ml. E.coli di temukan jamu sambiloto, jamu kunyit, jamu beras kencur.  Oleh karena itu kehati-hatian perlu dilakukan jika meminum jamu.
ISOLASI STREPTOMYCES SPP. PADA KAWASAN HUTAN PROVINSI BALI SERTA UJI DAYA HAMBATNYA TERHADAP LIMA STRAIN DIARRHEAGENIC ESCHERICHIA COLI EKA DHARMAWAN , I WAYAN; PARWANAYONI, MADE SUSUN; KAWURI, RETNO
Jurnal Biologi Udayana Vol 13 No 1 (2009): JURNAL BIOLOGI
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.11 KB)

Abstract

An exploration study of natural resources soil bacteria antibiotic-producer, Streptomyces spp. was done in two steps. The first step was isolation of Streptomyces and the second involved testing their inhibition activities against five strains diarrheagenic Escherichia coli. Soil samples were collected from ten forest areas in Bali. As many as 55 isolates were collected with various macroscopic dan microscopic characters. Most isolates (eight Streptomyces isolates) were collected from forest area in Penulisan, Kintamani (RTK. 20). The diversities of isolates are influenced by environment condition. All Streptomyces isolated were tested against five strains diarrheagenic Escherichia coli to check antibiotic activity for inhibit growth of E. coli. Streptomycine was used as a control. The result showed that the largest inhibition zones of Streptomyces against E. coli strains EHEC, ETEC, EIEC, EPEC and DAEC were produced by Streptomyces PK5 (48,67 ± 0,58 mm), Streptomyces GAA4 (29,00 ± 2,00 mm), Streptomyces GBK3 (42,67 ± 2,08 mm), Streptomyces SkBB5 (29,00 ± 2,65 mm) and Streptomyces GM3 (33,67 ± 3,21 mm) respectively.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI FILTRAT Streptomyces sp. KCM2 TERHADAP MULTIDRUG RESISTANT Acinetobacter baumannii SECARA IN VITRO LOSIANI, NI KADEK; KAWURI, RETNO; DARMADI, A. A. KETUT
Jurnal Biologi Udayana Vol 21 No 1 (2017): JURNAL BIOLOGI UDAYANA
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.281 KB) | DOI: 10.24843/JBIOUNUD.2017.vol21.i01.p05

Abstract

Acinetobacter baumannii is one of the pathogen which leads to multidrug resistant (MDR-A baumannii). This pathogen is often causing outbreaks of infections to the patients which are receiving treatment in the intensive care unit in hospital. This study aims to find out the antibacterial activity and the Minimum Inhibitory Concentration (MIC) of Streptomyces sp. KCM2 filtrate in inhibiting the growth of MDR-A baumannii. Streptomyces sp.KCM2 isolates was isolated in rhizosphere of white turmeric (Curcuma mango Val.) (Losiani et al., 2016). MDRA. baumannii isolates were obtained from stock culture in Clinical Microbiology Laboratory Sanglah Hospital in Denpasar. The antibacterial and the MIC test of Streptomyces sp. KCM2 filtrate was using the wells diffusion method. The research design was used Completely Randomized Design (CRD) and the inhibitory zone diameterdata of MIC test were analyzed by Analysis of Varian (ANOVA), and then continued by Duncan Multiple Range Test in significance level 5%. The results of this study showed that the Streptomyces sp. KCM2 filtrate was able inhi biting with diameter zone of 23,44 mm and MIC of filtrate was 4% (v/v) with inhibition zone diameter of 8.77 mm.