Budi Anna Keliat
Kelompok Keilmuan Keperawatan Jiwa Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Published : 96 Documents
Articles

PENURUNAN HALUSINASI PADA KLIEN JIWA MELALUI COGNITIVE BEHAVIOR THERAPHY Wahyuni, Sri Eka; Keliat, Budi Anna; Yusron, Yusron; Susanti, Herni
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 14, No 3 (2011): November
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.931 KB) | DOI: 10.7454/jki.v14i3.66

Abstract

Salah satu cara mengatasi halusinasi adalah dengan pemberian cognitive behavior therapy (CBT). Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh CBT terhadap halusinasi klien di sebuah rumah sakit di Medan. Desain penelitian quasi eksperimental dengan jumlah sampel 56 responden. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan peningkatan pelaksanaan cara mengontrol halusinasi yang bermakna antara kelompok yang mendapat dan tidak mendapat CBT (p< 0,05). Halusinasi menurun secara bermakna pada kelompok yang mendapat CBT (p< 0,05).  Sedangkan pada kelompok yang tidak mendapat CBT halusinasi menurun secara tidak bermakna (p> 0,05). CBT direkomendasikan dilakukan pada klien halusinasi sebagai tindakan keperawatan spesialis.
EFEKTIVITAS COGNITIVE BEHAVIOUR THERAPY DAN RATIONAL EMOTIVE BEHAVIOUR THERAPY TERHADAP GEJALA DAN KEMAMPUAN MENGONTROL EMOSI PADA KLIEN PERILAKU KEKERASAN Sudiatmika, I Ketut; Keliat, Budi Anna; Wardani, Ice Yulia
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Keperawatan Jiwa
Publisher : Jurnal Keperawatan Jiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku kekerasan merupakan  keadaan dimana seseorang tidak dapat mengontrol perilaku marahnya sehingga dieksprresikan dalam bentuk perilaku agresif fisik dan atau verbal yang dapat mencederai diri sendiri, orang lain dan merusak lingkungan sehingga membutuhkan  tindakan  keperawatan yang efektif dan tepat. Tindakan keperawatan spesialis yang dapat diberikan pada klien perilaku kekerasan adalah cognitive behaviour therapy dan rational emotive behaviour therapy. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas cognitive behaviour  therapy (CBT) dan rational emotive behaviour therapy (REBT) terhadap perubahan gejala dan kemampuan klien perilaku kekerasan di Rumah Sakit Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor. Desain penelitian quasi eksperimental dengan jumlah sampel 60 responden. Hasil penelitian ditemukan penurunan gejala perilaku kekerasan lebih besar pada klien yang mendapatkan daripada yang tidak mendapatkan CBT dan REBT (p value &lt; 0.05). Kemampuankognitif, afektif dan perilaku klien yang mendapatkan CBT dan REBT meningkat secara bermakna (p value &lt; 0.05). CBT dan REBT direkomendasikan sebagai terapi keperawatan pada klien perilaku kekerasan dan halusinasi.Kata kunci: perilaku kekerasan, kemampuan kognitif, afektif dan perilaku, cognitive behaviour therapy, rational emotive behaviour therapy.
PENGARUH SOCIAL SKILLS TRAINING (SST) TERHADAP KETERAMPILAN SOSIALISASI DAN SOCIAL ANXIETY REMAJA TUNARUNGU DI SLB KABUPATEN WONOSOBO TAHUN 2010 S.S.Pinilih, -; Keliat, Budi Anna; Nasution, Yusron; Yulia W, Ice
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Keperawatan Jiwa
Publisher : Jurnal Keperawatan Jiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hambatan fisik yang dimiliki anak tunarungu dapat berpengaruh pada perkembangan psikologis dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh SST terhadap keterampilan sosialisasi dan social anxiety remaja tunarungu.  Penelitian  menggunakan desain quasi exsperiment pre-post test with control group.  Sampel 76 orang terpilih secara total sampling di SLB-B Karya Bhakti dan SLB-B Dena Upakara Kabupaten Wonosobo. Rata-rata peningkatan keterampilan sosialisasi sebesar 8,38% dan didapatkan rata-rata penurunan skor social anxiety 8,97. Hasil penelitian diketahui perbedaan yang bermakna skor keterampilan sosialisasi dan social anxiety pada remaja tunarungu sebelum dan setelah diberikan terapi SST. Kata kunci:  Keterampilan sosialisasi, social anxiety, social skills training, remaja tunarungu.
Pengaruh Penerapan Spiritual Leadership terhadap Komitmen Perawat pada Organisasi di Rumah Sakit Islam Surabaya Asmaningrum, Nurfika; Keliat, Budi Anna; Hastono, Sutanto Priyo
Jurnal Keperawatan Soedirman (JKS) Vol 6, No 1 (2011)
Publisher : Jurusan Keperawatan FKIK Unsoed

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nurse&acute;s commitment and loyalty are important things in the health care sectors, to develop good work performance and productivity. Human resources management in Surabaya Islamic hospital that related nurse retention still focused in extrinsic efforts. In the future need comprehensive management to stimulate nurse intrinsic motivation to be more committed. Spiritual leadership is gained to develop organizational commitment based on integration of altruistic love and organizational culture. This research to investigate the influence of spiritual leadership effects on nurse’s organizational commitment in Surabaya Islamic Hospitals based on the control group with pre and post test design. The subjects are 82 nurses, divided into intervention and control group in Surabaya Islamic Hospitals nursing care wards. Instruments to examine organizational commitment is measured by using adaptations Psychological Attachment Instrument which is presented by O’Reilly dan Chatman. Data analysis used mean t-test also liniary multiple regression. The result showed that there was significant differences after practiced spiritual leadership and before practiced (p value=0.000). There was significant differences between nurse’s organizational commitment that practiced spiritual leadership and no practiced (p value=0.005). The factors used to predict increases nurses organizational commitment in research showed that spiritual leadership, female gender, married status, increases age also long nurse’s tenure. Spiritual leadership based on vision, altruistic love, hope/ faith will be stimulate spiritual survival with could to develop nurse calling and membership, and then driver organizational commitment. Sustainaibility implementation spiritual leadership must be continue and develop.
MANAJEMEN KASUS SPESIALIS JIWA DEFISIT PERAWATAN DIRI PADA KLIEN GANGGUAN JIWA DI RW 02 DAN RW 12 KELURAHAN BARANANGSIANG KECAMATAN BOGOR TIMUR Rochmawati, Dwi Heppy; Keliat, Budi Anna; Wardani, Ice Yulia
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Keperawatan Jiwa
Publisher : Jurnal Keperawatan Jiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah klien gangguan jiwa yang ditemukan adalah 18 orang (2,44%) dari total penduduk dewasa 737 orang. Angka ini menunjukkan peningkatan dari estimasi gangguan jiwa di Jawa Barat (0,22%). Defisitperawatan diri adalah salah satu bentuk gangguan jiwa dan dialami oleh seluruh klien gangguan jiwa yang ditemukan. Tujuan penulisan karya ilmiah akhir ini adalah menggambarkan management of care kasus spesialis terhadap klien defisit perawatan diri dengan pendekatan Self Care Orem. Metode yang digunakan adalah studi serial kasus defisit perawatan diri pada klien gangguan jiwa dengan pemberian terapi spesialis keperawatan jiwa. Paket terapi yang diberikan : 1 Behaviour theraphy, 2 Behaviour theraphy dan Supportif Theraphy, 3 Behaviour theraphy, Supportif Theraphy dan Self Help Group. Terapi diberikan kepada 17 klien (9 skizofrenia, 4 retardasi mental dan 4 demensia). Hasil pelaksanaan terapi adalah paket terapi ketiga sangat efektif untuk meningkatkan kemampuan dan menurunkan tanda gejala klien defisit perawatan diri dengan diagnosa medis skizofrenia dan retardasi mental. Terapi-terapi tersebut kurang efektif bagi klien demensia. Berdasarkan hasil di atas perlu direkomendasikan bahwa behaviour theraphy, supportif theraphy dan self help group dapat dijadikan standar terapi spesialis keperawatan jiwa bagi klien defisit perawatan diri khususnya dengan skizofrenia dan perlu dilakukan penelitian lanjut tentang terapi spesialis keperawatan jiwa yang tepat untuk klien defisit perawatan diri dengan demensia.
PENERAPAN TERAPI KOGNITIF DAN PSIKOEDUKASI KELUARGA PADA KLIEN HARGA DIRI RENDAH DI RUANG YUDISTIRA RUMAH SAKIT Dr. H. MARZOEKI MAHDI BOGOR TAHUN 2013 Suerni, Titik; Keliat, Budi Anna; C.D, Novy Helena
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Keperawatan Jiwa
Publisher : Jurnal Keperawatan Jiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Klien dengan harga diri rendah kronis di Ruang Yudistira Rumah Sakit Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor sebanyak 58,33% dari 60 klien yang dirawat. Tujuan Karya Ilmiah Akhir ini untuk menggambarkan penerapan terapi kognitif dan psikoedukasi keluarga pada  klien harga diri rendah. Metode yang dipakai adalah studi kasus. Pada 15 klien diberikan tindakan keperawatan generalis dan terapi kognitif serta pada 20 klien diberikan tindakan keperawatan generalis, terapi kognitif dan psikoedukasi keluarga. Hasil penerapan pada kelompok klien dengan tindakan keperawatan generalis dan terapi kognitif menunjukkan penurunan tanda dan gejala rata-rata 54,94%; peningkatan kemampuan rata-rata 89,57%; lama rawat ratarata 37 hari.Hasil penerapan pada kelompok klien dengan tindakan keperawatan generalis, terapi kognitif dan psikoedukasi keluarga menunjukkan penurunan tanda dan gejala rata-rata  71,2%; peningkatan kemampuanklien rata-rata 100%; peningkatan kemampuan keluarga rata-rata 98%;lama rawat rata-rata 26 hari. Berdasarkan penurunan tanda dan gejala,peningkatan kemampuan klien dan keluarga serta lama hari rawat makaterapi kognitif dan psikoedukasi keluarga direkomendasikan pada klien dengan harga diri rendah.
PEMBERDAYAAN KELUARGA DAN KADER KESEHATAN JIWA DALAM PENANGANAN PASIEN HARGA DIRI RENDAH KRONIK DENGAN PENDEKATAN MODEL PRECEDE L. GREEN DI RW 06, 07 DAN 10 TANAH BARU BOGOR UTARA Pramujiwati, Desi; Keliat, Budi Anna; Wardani, Ice Yulia
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Keperawatan Jiwa
Publisher : Jurnal Keperawatan Jiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Harga diri rendah kronik adalah perasaan tidak berharga, tidak berarti dan rendah diri yang berkepanjangan akibat evaluasi diri negatif terhadap diri sendiri dan kemampuan diri. Harga diri rendah kronik yang dibiarkan menyebabkan isolasi sosial, halusinasi dan bunuh diri. Latihan melawan pikiran negatif cognitive behaviour therapy (CBT), dukungan sosial melalui family psychoeducation (FPE) dan terapi suportif  diharapkan memperbaiki harga diri rendah kronik. Karya ilmiah akhir ini bertujuanmenjelaskan hasil asuhan keperawatan spesialis jiwa pada pasien harga diri rendah kronik yang diberikan CBT, FPE dan terapi suportif. Metode yang digunakan adalah serial studi kasus pada 16 pasien yang terdiri dari 11 pasien skizofrenia, 4 pasien retardasi mental dan 1 pasien epilepsy. Hasil asuhan keperawatan menunjukkan penurunan tanda dan gejala harga diri rendah kronik disertai peningkatan kemampuan pasien lebih tinggi pada kelompok pasien yang mendapatkan CBT, FPE dan terapi suportif daripada kelompok yang mendapatkan CBT dan FPE maupun yang mendapatkan CBT. Dukungan sosial di komunitas terutama memberdayakan keluarga dan kader dalam merawat pasien harga diri rendah kronik disarankan.
PENERAPAN TERAPI KOGNITIF DAN PSIKOEDUKASI KELUARGA PADA KLIEN HARGA DIRI RENDAH DI RUANG YUDISTIRA RUMAH SAKIT Dr. H. MARZOEKI MAHDI BOGOR TAHUN 2013 Suerni, Titik; Keliat, Budi Anna; C.D, Novy Helena
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 1, No 2 (2013): November 2013
Publisher : Jurnal Keperawatan Jiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Klien dengan harga diri rendah kronis di Ruang Yudistira Rumah Sakit Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor sebanyak 58,33% dari 60 klien yang dirawat. Tujuan Karya Ilmiah Akhir ini untuk menggambarkan penerapan terapi kognitif dan psikoedukasi keluarga pada  klien harga diri rendah. Metode yang dipakai adalah studi kasus. Pada 15 klien diberikan tindakan keperawatan generalis dan terapi kognitif serta pada 20 klien diberikan tindakan keperawatan generalis, terapi kognitif dan psikoedukasi keluarga. Hasil penerapan pada kelompok klien dengan tindakan keperawatan generalis dan terapi kognitif menunjukkan penurunan tanda dan gejala rata-rata 54,94%; peningkatan kemampuan rata-rata 89,57%; lama rawat ratarata 37 hari.Hasil penerapan pada kelompok klien dengan tindakan keperawatan generalis, terapi kognitif dan psikoedukasi keluarga menunjukkan penurunan tanda dan gejala rata-rata  71,2%; peningkatan kemampuanklien rata-rata 100%; peningkatan kemampuan keluarga rata-rata 98%;lama rawat rata-rata 26 hari. Berdasarkan penurunan tanda dan gejala,peningkatan kemampuan klien dan keluarga serta lama hari rawat makaterapi kognitif dan psikoedukasi keluarga direkomendasikan pada klien dengan harga diri rendah.
PENINGKATAN RESPON KOGNITIF DAN SOSIAL MELALUI RATIONAL EMOTIVE BEHAVIOUR THERAPY PADA KLIEN PERILAKU KEKERASAN Putri, Dewi Eka; Keliat, Budi Anna; Nasution, Yusron
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 15, No 3 (2012): November
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.471 KB) | DOI: 10.7454/jki.v15i3.27

Abstract

AbstrakPerilaku kekerasan adalah respon kemarahan maladaptif dalam bentuk perilaku mencederai diri, orang lain dan lingkungan.Penelitian ini bertujuan mendapatkan gambaran Pengaruh Rational Emotive Behaviour Therapy (REBT). terhadap penurunanperilaku kekerasan. Desain penelitian ini adalah quasi experimental pre-post test with control group. Sampel penelitian adalah53 klien skizoprenia paranoid dengan perilaku kekerasan, terdiri atas 25 kelompok intervensi dan 28 orang kelompok kontrol.Hasil penelitian menunjukkan peningkatan respon kognitif dan sosial serta penurunan respon emosi, perilaku, dan fisiologissecara bermakna (p< 0,05) pada klien yang mendapatkan REBT. REBT direkomendasikan untuk diterapkan pada klien perilakukekerasan bersama dengan tindakan keperawatan generalis.Kata Kunci: perilaku kekerasan, rational emotive behaviour therapyAbstractViolent behaviour is a maladaptive anger response, which is shown by people whom treated themselves, others and theenvironment. The study aimed to explain the effect rational emotive behavioural therapy (REBT) in reducing violent behavioural.This research design was quasi-experimental using pre-post tests with control group. The samples of this research were 53clients with paranoid schizophrenia who showed violent behavior, consisted of 25 clients as intervention group and 28 clientsin control group. The Results showed significant increased cognitive as well as social responses and reduced emotionalbehavioural and physiological responses (p< 0.05) on the group who get REBT. REBT is recommended to be given to clientswith violent behaviour together with general nursing inverventiont.Keywords: violent behaviour, rational emotive behavior therapy
GAMBARAN KLIEN PERILAKU KEKERASAN DI RUMAH SAKIT JIWA PUSAT BOGOR DAN RUMAH SAKIT JIWA PUSAT JAKARTA: SUATU SURVEI Keliat, Budi Anna
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 7, No 2 (2003): September
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.832 KB) | DOI: 10.7454/jki.v7i2.135

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang klien dengan perilaku kekerasan yaitu jenis kelamin, lama rawat klien, diagnosis medik, terapi medik dan status pulang klien di RSJP Bogor dan RSJP Jakarta. Responden terdiri dari 68 klien, 48 klien rawat di RSJP Bogor dan 20 klien rawat di RSJP Jakarta. Hasil penelitian didapatkan bahwa lama rawat klien di RSJP Bogor dan RSJP Jakarta mendekati sama, yaitu 33 orang (48,53%) sama dan kurang dari 10 hari, dan 35 orang (51,47%) lebih dari 10 hari. Paling banyak diagnosa medis adalah schizophrenia (63,23%) dan terapi medis adalah chlorpromazine (CPZ), haloperidol (HLP) and trihexyphenidile (THP). Hasil penelitian memperlihatkan bahwa 33 klien (48,33%) dirawat selama kurang lebih 10 hari, 35 klien lainnya (54,47%) dirawat lebih dari 10 hari. Lebih dari 70% status pulang klien pulang dari rumah sakit adalah atas ijin rumah sakit. AbstractThis study was almed at describing the characteristic of client with violence behavior who hospitalized in the Bogor mental hospital and in the Jakarta mental hospital. The characteristics were involved sex, length of stay, medical diagnoses and therapies and the condition of the respon dents at the time of discharge. The respondent were 48 clients who were hospitalized in the Bogor mental hospital and 20 clients who were hospitalized in the Jakarta metal hospital. The result of this study revealed that the length of stay of the client at both the Bogor mental hospital and the Jakata mental hospital was guite equel. Thirtytree clients (48,33%) were hospitalized for less or equel than 10 days and thirtyfive clients (35,47%) were hospitalized for more than 10 days. Most of the clients (62,23%) were diagnosed as schizophrenia and chlorpromazine (CPZ), halloperidol (HLP) and trihexyphenidile (THP) were the most frequent drug used by the client during hospitalization. More than 70% of clients were discrarged from the hospital in good condition withthe permission from the hospial
Co-Authors - S.S.Pinilih ., Mustikasari Abdul Wakhid Achmad Sigit S, Achmad Adang Bachtiar Akhriansyah, Mareta Akhriansyah, Mareta Amalia, Rosa Fitri Anny Rosiana Masithoh Astutik, Windu Besral Besral Budiharto Budiharto C.D., Novy Helena Daulima, Novi Helena Catharina Daulima, Novi Helena Catharina Daulima, Novy Helena C Daulima, Novy Helena C Deasti Nurmaguphita, Deasti Desi Pramujiwati Dewi Gayatri Dian Istiana Dwi Heppy Rochmawati Dwiantoro, Luky Dwiantoro, Luky Dyah Wahyuningsih Efri Widianti Eka, Yossie Susanti Emi Wuri Wuryaningsih Endang Widuri Erawati, Erna Erwina, Ira Esti Winahayu, Esti Etty Rekawati Fernandes, Feri Fernandes, Feri Firman Hidayat Florensa Florensa, Florensa Hargiana, Giur Helena C.D, Novy Heri Setiawan I Ketut Sudiatmika Ice Yulia W Ice Yulia Wardani Iin Inayah, Iin ike mardiati agustin Laela, Sri Livana Ph, Livana Luknis Sabri Manurung, Aprida Maria Turnip, Maria Mulyati, Sari Mustikasari - Mustikasari Mustikasari Ni Made Dian Sulistiowati, Ni Made Dian Niman, Susanti Niman, Susanti Novianti, Evin Novy Helena C.D Nurfika Asmaningrum Panjaitan, Ria Utami Pardede, Jek Amidos Putri, Dewi Eka Rahayu, Prastiwi Puji Rahayu, Prastiwi Puji Ramadia, Arya Retno Yuli Hastuti Retty Octi Syafrini Octi Syafrini, Retty Octi Syafrini Octi Ricky, Denny Paul Ricky, Denny Paul Rr Tutik Sri Hariyati Rr. Tutik Sri Hariyati Sasmita, Heppi Setiyani, Adek Soeli, Yuniar Mansye Sri Wahyuni Sulastri Sulastri Susanti, Herni Sutanto Priyo Hastono Sutejo Sutejo syisnawati, syisnawati Tantri Widyarti Utami, Tantri Widyarti Tinneke A. Tololiu Titik Suerni Titin Sutini, Titin Tobing, Duma Lumban Tri Anjaswarni, Tri Tris Eryando Tuti Nuraini Umi Rachmawati Ungsianik, Titin Utami, Ria Wahyuni, Sri Eka Wardani, Nuniek Setyo Wardaningsih, Shanti Wardhani, Ice Yulia Wardhani, Ice Yulia Widyatuti Widyatuti, Widyatuti Yossie Susanti Eka Putri, Yossie Susanti Yossie Susanti Eka Putri, Yossie Susanti Eka Yulia, Ice Yusron Nasution Yusron, Yusron