Articles

Found 10 Documents
Search

KOMPATIBILITAS NANOKRISTAL SELULOSA TERMODIFIKASI SETRIMONIUM KLORIDA (CTAC) DALAM MATRIKS POLIASAM LAKTAT SEBAGAI MATERIAL PENGEMAS Hartati, Nina; Kemala, Tetty; Sutriah, Komar; Farobie, Obie
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 22, No 4 (2019): Volume 22 Issue 4 Year 2019
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2700.326 KB) | DOI: 10.14710/jksa.22.4.157-163

Abstract

Pertumbuhan jumlah penduduk meningkatkan konsumsi plastik nonbiodegradable yang menyebabkan penumpukan sampah. Pengalihan bahan plastik dari yang tidak dapat terurai dengan plastik yang mudah terurai penting dilakukan. PLA merupakan polimer plastik yang mudah terurai namun bersifat rapuh. Limbah industri minyak kelapa sawit yang berupa tandan kosong kelapa sawit memiliki potensi sebagai reinforcement material karena kandungan selulosanya sebesar 30-40%. Perkecilan ukuran menjadi skala nano akan meningkatkan luas permukaan dan kemampuan dispersi selulosa ke dalam matriks PLA, sehingga meningkatkan kompatibilitas ditinjau dari sifat mekanik dan morfologi permukaan pada kompositnya. Hidrolisis asam kuat selulosa dan sentrifugasi pada kecepatan 5000 rpm berhasil mendapatkan nanokristal selulosa dengan persen kristalin sebesar %. Ultrasonikasi nanoselulosa kristalin menghasilkan partikel dengan diameter rerata 7,967 nm. CTAC sebagai agen solubilizer dan pemodifikasi permukaan berhasil membentuk interaksi dengan nanokristal selulosa yang terekam pada bilangan gelombang 2850 cm-1, 2960 cm-1 dan 720 cm-1. Nanokristal selulosa yang dimodifikasi CTAC membentuk komposit CNCs-PLA dengan sifat mekanik yang lebih baik dari PLA murni. Pada jumlah CTAC tetap 0,2 mol, sifat mekanik komposit CNC-PLA terbaik diperoleh pada komposisi rasio 90 : 10 dengan kekuatan tarik 26,295 MPa, perpanjangan putus 68,18%, dan keteguhan tarik 0,387 Gpa. Semakin besar konsentrasi CTAC yang memodifikasi nanokristal selulosa, semakin rendah nilai kekuatan tarik dan perpanjangan putusnya. Hasil karakterisasi morfologi permukaan, menunjukkan adanya degradasi pada permukaan PLA yang menyebabkan penurunan sifat mekanik komposit tersebut.
Aktivitas Antibakteri dan Uji Fitokimia Senyawa Metabolit Sekunder dari Limbah Kulit Pisang Kepok (Musa acuminata x balbisiana), Kulit Pisang Uli (Musa Paradisiaca Sapientum), dan Kulit Pisang Nangka (Musa sp L) Nursanti, Andi; Suparto, Irma Herawati; Kemala, Tetty
Al-Kimia Vol 6, No 2 (2018): December
Publisher : Study Program of Chemistry - Alauddin State Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/al-kimia.v6i2.5610

Abstract

The study aimed to determine the secondary metabolites contained in raw banana peel waste, and to test the inhibitory activity in bacteria. Banana skin waste is used namely; banana kepok (Musa acuminata x balbisiana), uli banana (Musa paradisiaca sapientum) and nangka banana (Musa sp L) extracted using distilled water with the dekok method. The phytochemicals and antibacterial activity were tested for Staphylococcus aureus (S. aureus) and Escherichia coli (E. coli). Phytochemical test results showed the three banana peel extracts contain the same compounds, namely alkaloids, flavonoids, saponins, tannins and phenols. Different content of kepok banana peel extract is triterpenoid compounds which are not possessed by uli banana peel extract or banana jackfruit extract. The higher the concentration of extract used, the greater the inhibitory power of the bacteria. Antibacterial test results showed that 25% concentration of uli banana peel had the best antibacterial inhibition on S. aureus bacteria compared with kepok banana peel extract and jackfruit banana could not inhibit the growth of E. coli bacteria.
DEGRADASI POLIBLEND POLI(ASAMLAKTAT-KO-ASAMGLIKOLAT) DENGAN POLI(ε-KAPROLAKTON) SECARA IN VITRO Kemala, Tetty; Sjahriza, Achmad; Adijuwana, Hendra; Hardianti, Mardiana
Jurnal Riset Kimia Vol 2, No 2 (2009): March
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrk.v2i2.158

Abstract

 ABSTRACT  Polymer has many applications in human life, one of them is in the field of health. Polymer synthetics like polylactic acid (PLA), polyglycolic acid (PGA), poly(ε-caprolactone) (PCL), and poly(lactic acid-co-glycolic acid) (PLGA) were kind of polyesters that is many used in field   of health. Many researchers have already made research about degradation of PLA, PGA, PCL, and PLGA. However, there is no one doing research about degradation of combination between this two polymers, one of them is polyblend of  PLGA and PCL. Polyblend were made of four compositions, that were PLGA(90:10):PCL 3:1, PLGA(75:25):PCL 3:1, PLGA(90:10):PCL 5:1, and PLGA(75:25):PCL 5:1. Degradation was carried out for eight weeks by using phosphate buffer pH 7.4 and incubation temperature of 37°C. Degradation of the polymer was observed by mass remained, and intrinsic viscosity. The result showed that composition PLGA(75:25):PCL 5:1 was the fastest in degradation compared to other compositions. It was showed by the decrease in mass until 89.06% and the change in intrinsic viscosity until 20.13%. Keywords: PLGA, PCL   
Utilization of Electrolyte Solution in Nanotube Formation on Ti-6Al-4V Metal Alloy Charlena, Charlena; Kemala, Tetty; Wulanawati, Armi
Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry Vol 3, No 1 (2018): February 2018
Publisher : Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24845/ijfac.v3.i1.01

Abstract

Formation of nanotube morphology on the surface of Ti-6Al-4V metal did not occur homogeneously, so when it was coated with hydroxyapatite, it did not merge well. One of the factor that affected the inhomogeneously formed nanotube was the utilization of electrolyte solution. The research has been done to observe the effect of electrolyte solution in the formation of nanotube morphology on the surface of Ti-6Al-4V metal alloy. Electrolyte solution that was used was ethylene glycol, HF, and NH4F with time variation of an hour, 2 hour, and 3 hour. Formation of nanotube morphology on the surface of Ti-6Al-4V metal alloy was done using anodization process. The result showed that in HF electrolyte solution which was anodized for an hour ɑ and β phase that composed Ti-6Al-4V metal alloy was formed, meanwhile when using electrolyte solution of ethylene glycol  + NH4F for 2 hours showed that there were pores that opened on Ti-6Al-4V metal alloy surface. Nanotube morphology on the surface of Ti-6Al-4V metal alloy was formed using electrolyte solution of ethylene glycol + NH4F which was anodized for 3 hours.
EMULSI DAN ULTRASONIKASI DALAM PEMBENTUKAN NANOENKAPSULASI IBUPROFENTERSALUTPOLIPADUAN POLI(ASAM LAKTAT) DENGAN POLI(ε-KAPROLAKTON) Kemala, Tetty; Sjahriza, Ahmad; Komariah, Siti
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 12, No 3: JUNI 2011
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jsmi.2011.12.3.4612

Abstract

EMULSI DAN ULTRASONIKASI DALAM PEMBENTUKAN NANOENKAPSULASI IBUPROFENTERSALUTPOLIPADUAN POLI(ASAM LAKTAT) DENGAN POLI(?-KAPROLAKTON). Telah dibuat polipaduan poli(asam laktat) (PLA) dengan poli(?-kaprolakton) (PCL) sebagai penyalut obat ibuprofen. Pembuatan nanoenkapsulasi ibuprofen dalam penelitian ini dengan cara mengkombinasikan teknik emulsifikasi dan ultrasonikasi. PLA yang digunakan adalah hasil sintesis dengan bobot molekul rata-rata (Mv) 9463 g/mol. Nanokapsul yang dihasilkan berkisar 480 hingga 950 nm. Waktu sonikasi yang paling baik dalam pembentukan nanokapsul adalah 60 menit. Efisiensi dan ukuran nanokapsul meningkat dengan meningkatnya waktu sonikasi. Efisiensi nanokapsul pada waktu sonikasi 30 menit, 45 menit dan 60 menit berurutan adalah 4,514, 9,724, dan 5,987 %.
PERAN GLUKOMANAN-ARANG AKTIF SEBAGAI HIPOKOLESTEROLEMIK PADA TIKUS SPRAGUE DAWLEY Ibrahim, Agus Malik; Suparto, Irma Herawati; Kemala, Tetty; Pari, Gustan
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 34, No 4 (2016): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2016.34.4.359-371

Abstract

Kolesterol merupakan metabolit yang mengandung lemak sterol yang berguna untuk mendukung fungsi sel-sel dalam tubuh dan menghasilkan vitamin D, hormon kortisol, dan hormon reproduksi. Kandungan kolesterol yang tinggi dikenal dengan istilah hiperkolesterolemia merupakan predisposisi terjadinya penyakit kardiovaskular. Penelitian sebelumnya menyebutkan bahwa glukomanan dan arang aktif dapat menurunkan kadar kolesterol, namun kombinasi keduanya belum dipelajari secara intensif. Tulisan ini mempelajari kemampuan glukomanan dari tepung Amorphophallus dan arang aktif dalam menurunkan kadar kolesterol tikus Sprague Dawley. Pada awalnya, glukomanan diisolasi dari tepung Amorphophallus dan arang aktif dibuat dari serbuk gergaji kayu jati dan serabut kelapa. Kedua komponen kemudian diformulasikan dan dikarakterisasi menggunakan Fourier Transform Infra Red (FTIR), x-ray diffractometer dan scanning electron microscope. Tiga puluh lima tikus jantan dewasa Sprague Dawley dengan berat 160 sampai 200 g dibagi ke dalam tujuh kelompok perlakuan: diet tinggi lemak (DTL) dan glukomanan, DTL dan arang aktif serbuk kayu jati (TC), DTL dan arang aktif serabut kelapa (CC), DTL, glukomanan, dan CC (1:1), DTL, glukomanan, dan CC (2:1), DTL, glukomanan dan CC (1:2) dan DTL tanpa perlakuan sebagai kontrol. Kadar kolesterol tikus diukur sebelum dan sesudah lima minggu perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan penurunan kadar kolesterol tertinggi (37,4%) tercatat dari tikus dengan perlakuan DTL, glukomanan, dan CC (1:1) dan pengurangan lipoprotein kerapatan rendah sebesar 49,7% dan trigliserida sebesar 18,3%.
SYNTHESIS AND CHARACTERIZATION OF BIOCOMPOSITE BCP/COLLAGEN FOR BONE MATERIAL SCAFFOLD Anjarsari, Anjarsari; Dahlan, Kiagus; Suptijah, Pipih; Kemala, Tetty
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 19 No. 3 (2016): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
Publisher : Department of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.499 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v19i3.15113

Abstract

AbstractBiphasic calcium phosphate (BCP) widely used as implants and scaffolds in different orthopedic and dental application. The aim of this study was to determine synthesis and characteristics of biocomposite BCP/collagen as bone scaffold material. BCP/collagen was classified into three groups: 1) BCP/K5 (5% collagen in scaffold), 2) BCP/K10 (10% collagen in scaffold), and 3) BCP/K15 (15% collagen in scaffold). The samples were characterized by Fourier Transform Infrared (FTIR) Spectroscopy, and Scanning Electron Microscope (SEM) techniques. Overall, concentration of collagen was not significantly different to the spectrum. However, FTIR analysis shows the change intensity in bio-composite BCP/collagen. Collagen intensity Higher concentration when collagen concentration in scaffold higher. Morphology analysis of the scaffold showed significant differences in pore formation. BCP/K15 was showed pores formed in scaffold. Synthesis of composite BCP/collagen does not affect the spectrum of functional groups, but affects the formation of pores in the bone scaffold material.
PEMBUATAN DAN PENCIRIAN POLIPADUAN POLISTIREN-PATI Kemala, Tetty; Fahmi, M. Syaeful; Achmadi, Suminar S.
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 12, No 1: OKTOBER 2010
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jsmi.2010.12.1.4557

Abstract

PEMBUATAN DAN PENCIRIAN POLIPADUAN POLISTIREN-PATI. Polistiren berbentuk gabus merupakan polimer yang banyak digunakan namun sulit terdegradasi. Oleh karena itu, pada percobaan ini dikembangkan polipaduan polistiren-pati, untuk mendapatkan polimer yang mudah terdegradasi. Pengaruh tambahan gliserol sebagai pemlastis juga diamati melalui analisis mekanik dan termal. Polipaduan polistirenpati dihasilkan dengan mencampurkan larutan polistiren dan larutan pati dengan perbandingan komposisi berat (%) 60:40, 65:35, 70:30, 75:25 dan 80:20. Sebanyak 20% poli(asam laktat) ditambahkan sebagai bahan pengkompatibel. Sifat polipaduan dianalisis dengan pengujian kuat tarik, berat jenis dan sifat termal. Polipaduan polistiren-pati yang dihasilkan berwarna putih keruh dan rapuh. Kuat tarik dan berat jenis polipaduan berada pada kisaran kuat tarik dan berat jenis polistiren. Kuat tarik dan berat jenis meningkat seiring dengan meningkatnya komposisi polistiren dengan komposisi polistiren-pati terbaik 80:20. Puncak suhu transisi gelas dan titik leleh yang tunggal terlihat pada komposisi polistiren-pati 80:20. Pengaruh tambahan gliserol tidak teramati pada sifat termal, serta sedikit menyebabkan penurunan kuat tarik dan berat jenis.
PENGARUH PENAMBAHAN ANTI UV TINUVIN 783 TERHADAP KARAKTERISTIK POLIVINIL KLORIDA Nurdayat, Susi; Kemala, Tetty; Sudirman, Sudirman; Karo, Aloma Karo
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 6, No 1: OKTOBER 2004
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jsmi.2004.6.1.4918

Abstract

PENGARUH PENAMBAHAN ANTI UV TINUVIN 783 TERHADAP KARAKTERISTIK POLIVINIL KLORIDA. Plastik PVC memiliki kemampuan lebih baik dalam mempertahankan panas dan transmisi radiasi gelombang panjang dibandingkan jenis plastik lain, tetapi plastik tersebut dapat terdegradasi karena adanya radiasi ultraviolet dari sinar matahari yang terus menerus. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh penambahan anti UV Tinuvin 783 terhadap plastik polivinil klorida yang akan digunakan sebagai pengganti rumah kaca. Tinuvin yang digunakan divariasikan dengan beberapa konsentrasi yaitu 0,1;0,3;0,5;0,7; dan 1,0 phr dan dilihat pengaruhnya terhadap karakteristik plastik yang dihasilkan. Resin PVC dicampurkan dengan bahan aditifkemudian dicetak sampai terbentuk lembaran plastik dengan ketebalan 0,5 mm. Sampel plastik dibentuk dumbell dan dijemur selama 8 minggu. Karakterisasi dilakukan dengan menggunakan uji tarik, uji kekerasan, DTA, FTIR, dan difraksi sinar?X. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan warna' menjadi kekuningan pada sampel setelah dilakukan penjemuran selama 8 minggu. Uji kekuatan tarik dan kekerasan terhadap sampel menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata untuk seluruh variasi konsentrasi. Nilai kekuatan tarik dan kekerasan tersebut pada umumnya meningkat setelah penjemuran. Analisis lebih lanjut dengan DTA, FTIR dan XRD menujukkan hasil yang sama untuk sampel dengan dan tanpa penambahan Tinuvin 783. Berdasarkan hasil analisis termal diperoleh titik leleh PVC pada suhu 175°C dan titik dekomposisi pada suhu 330°C. Analisis FTlR terhadap sampel tidak menunjukkan adanya perubahan struktur pada sampel yang ditandai dengan tidak munculnya gugus fungsi-gugus ?mgsi baru setelah penjemuran, hanya berupa pergeseran bilangan gelombang. Berdasarkan hasil analisis difraksi sinar X plastik PVC memiliki struktur yang amorf sama untuk semua sampel yang dianalisis. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa perbedaan konsentrasi Tinuvin 783 tidak mempengaruhi karakteristik plastik yang diperoleh secara nyata.
PERAN GLUKOMANAN-ARANG AKTIF SEBAGAI HIPOKOLESTEROLEMIK PADA TIKUS SPRAGUE DAWLEY Ibrahim, Agus Malik; Suparto, Irma Herawati; Kemala, Tetty; Pari, Gustan
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 34, No 4 (2016): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2016.34.4.359-371

Abstract

Kolesterol merupakan metabolit yang mengandung lemak sterol yang berguna untuk mendukung fungsi sel-sel dalam tubuh dan menghasilkan vitamin D, hormon kortisol, dan hormon reproduksi. Kandungan kolesterol yang tinggi dikenal dengan istilah hiperkolesterolemia merupakan predisposisi terjadinya penyakit kardiovaskular. Penelitian sebelumnya menyebutkan bahwa glukomanan dan arang aktif dapat menurunkan kadar kolesterol, namun kombinasi keduanya belum dipelajari secara intensif. Tulisan ini mempelajari kemampuan glukomanan dari tepung Amorphophallus dan arang aktif dalam menurunkan kadar kolesterol tikus Sprague Dawley. Pada awalnya, glukomanan diisolasi dari tepung Amorphophallus dan arang aktif dibuat dari serbuk gergaji kayu jati dan serabut kelapa. Kedua komponen kemudian diformulasikan dan dikarakterisasi menggunakan Fourier Transform Infra Red (FTIR), x-ray diffractometer dan scanning electron microscope. Tiga puluh lima tikus jantan dewasa Sprague Dawley dengan berat 160 sampai 200 g dibagi ke dalam tujuh kelompok perlakuan: diet tinggi lemak (DTL) dan glukomanan, DTL dan arang aktif serbuk kayu jati (TC), DTL dan arang aktif serabut kelapa (CC), DTL, glukomanan, dan CC (1:1), DTL, glukomanan, dan CC (2:1), DTL, glukomanan dan CC (1:2) dan DTL tanpa perlakuan sebagai kontrol. Kadar kolesterol tikus diukur sebelum dan sesudah lima minggu perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan penurunan kadar kolesterol tertinggi (37,4%) tercatat dari tikus dengan perlakuan DTL, glukomanan, dan CC (1:1) dan pengurangan lipoprotein kerapatan rendah sebesar 49,7% dan trigliserida sebesar 18,3%.