Articles

Found 9 Documents
Search

UJI KINERJA SISTEM FERTIGASI AUTOPOT PADA BUDIDAYA TOMAT CHERRY Dwiratna, Sophia; Bafdal, Nurpilihan; Kendarto, Dwi Rustam
Indonesian Journal of Applied Sciences Vol 7, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijas.v7i3.13499

Abstract

Air merupakan faktor penting dalam sektor pertanian dan juga menjadi salah satu faktor pembatas pertama produksi pertanian. Tindakan konservasi dan peningkatan efisiensi penggunaan air dapat menjadi salah satu alternatif  untuk mengatasi kekurangan air. Salah satu teknologi yang dapat mengoptimalkan penggunaan air adalah dengan menggunakan sistem fertigasi menggunakan autopot. Sistem fertigasi autopot adalah teknologi pemberian larutan nutrisi sesuai kebutuhan air tanaman tanpa menggunakan listrik untuk mensirkulasikan larutan nutrisi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kehandalan kinerja sistem fertigasi autopot pada budidaya tomat cherry berdasarkan parameter keseragaman irigasi, penggunaan air konsumtif dan efisiensi penggunaan air. Penelitian ini dilaksanakan di greenhouse ALG, Universitas Padjadajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif. Budidaya tomat cherry menggunakan media tanam campuran arang sekam dan zeolit dengan perbandingan 9:1 dengan ketinggian media 15 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem fertigasi autopot memiliki kinerja yang sangat baik, berdasarkan nilai keseragaman irigasi rata-rata sebesar 89,4% dan efisiensi penggunaan air per autopot sebesar 22,93 kg/m3. Seluruh air irigasi yang diberikan hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan air tanaman saja, tanpa ada yg hilang karena drainase maupun rembesan. Kata kunci: Fertigasi, Autopot, Efisiensi Irigasi, Kinerja Irigasi, Soilless Culture
DIFFERENCES GROWING MEDIA IN AUTOPOT FERTIGATION SYSTEM AND ITS RESPONSE TO CHERRY TOMATOES YIELD Bafdal, Nurpilihan; Dwiratna, Sophia; Kendarto, Dwi Rustam
Indonesian Journal of Applied Sciences Vol 7, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijas.v7i3.14369

Abstract

Hydroponic cultivation system is one solution to overcome the limited agricultural land. This farming system is widely used in farming high-value horticulture, one of them is a cherry tomato plants. The key to success in the hydroponic system is the management of water and nutrients appropriate to the needs of plants. Nevertheless, fertigation system on hydroponic plant cultivation requires a fairly high production costs and dependent on electrical energy for circulation. This study aims to assess the application of fertigation systems that do not use electricity for the circulation of water and nutrients using autopot technology. Fertigation system using this autopot applied to the cherry tomato plants using three combinations of planting medium is husk-compost, husk charcoal-humus and husk-cocopeat with a ratio of 50%: 50%. The results showed that autopot system capable of supplying the needs of water and plant nutrients to the level of irrigation efficiency is very high also minus consumption of electrical energy. The combination of growing media and compost husk cherry tomato plants to respond favorably with yields of 4.72 kg/plant. Keywords : Hydroponics; Autopot technology; Growing media; Cherry tomatoes; Fertigation automation
KAJIAN POTENSI PERLUASAN SAWAH BARU DI PULAU BURU GUNA MEWUJUDKAN KAWASAN STRATEGIS PERTANIAN PROVINSI MALUKU Anugrah, Muhamad Akbar; Suryadi, Edy; Andoyo, Robi; Kendarto, Dwi Rustam
TEKNOTAN Vol 12, No 2 (2018): TEKNOTAN, Desember 2018
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol12n2.2

Abstract

Provinsi Maluku merupakan daerah kepulauan yang terdiri dari 559 pulau besar dan pulau kecil. Pulau Buru merupakan salah satu Pulau Besar di Provinsi Maluku dan termasuk ke dalam gugus pulau kawasan strategis pertanian, dengan komoditas utama tanaman padi. Pemerintah Provinsi Maluku hanya mampu memenuhi sebesar 58% kebutuhan beras di Provinsi Maluku pada tahun 2015. Pertumbuhan penduduk yang meningkat dan pergeseran pola konsumsi dari pangan lokal ke beras juga menjadi salah satu faktor perlunya melakukan peningkatan produktivitas beras di Provinsi Maluku. Peningkatan produktivitas beras bisa dilakukan, salah satunya dengan cara perluasan areal sawah baru. Tulisan ini ditujukan untuk memperoleh informasi tentang sebaran potensi calon lahan yang cocok untuk perluasan sawah baru di Pulau Buru dengan menggunakan data hasil survei lapangan yang dilakukan pada tahun 2016. Hasil pengamatan calon lahan di lapangan kemudian diolah dan dianalisis secara spasial menggunakan perangkat lunak Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa Pulau Buru memiliki lahan potensial seluas 13.275,82 Ha yang dikategorikan pada kelas kesesuaian lahan S3 (Sesuai Marginal), namun begitu masih sangat memungkinkan untuk dilakukan perluasan sawah baru di Pulau Buru yang berperan sebagai kawasan strategis pertanian di Provinsi Maluku.Kata kunci: Perluasan Sawah Baru, Pertanian Kepulauan, Evaluasi Kesesuaian Lahan, Provinsi Maluku, Pulau Buru
ANALISIS PERHITUNGAN KEBUTUHAN OPTIMUM TRAKTOR RODA DUA DI KABUPATEN BANDUNG Kendarto, Dwi Rustam
TEKNOTAN Vol 10, No 1 (2016): TEKNOTAN, Agustus 2016
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mekanisasi pertanian berperan penting dalam meningkatkan daya saing sektor pertanian. Efisiensi waktu dan biaya dapat dicapai dengan proses mekanisasi. Waktu panen juga dapat lebih cepat dibandingkan dengan menggunakan tenaga kerja padat karya sehingga efisiensi biaya meningkat hingga 40%. Traktor sebagai salah satu produk mekanisasi telah banyak diaplikasikan di petani, akan tetapi kebutuhan optimum suatu daerah terhadap traktor seringkali belum diketahui. Kajian ini mencoba menghitung jumlah traktor yang dapat diserap secara optimum berdasarkan potensi lahan pertanian, perubahan lahan dan dinamika kependudukan di Kabupaten Bandung. Analisis yang digunakan dalam kajian ini adalah analisis desriptif menggunakan aplikasi analisis spasial untuk memperoleh data luasan area lahan pertanian eksisting maupun potensi berdasarkan arahan penggunaan lahan. Hasil analisis menunjukkan bahwa wilayah di sekitar Kabupaten Bandung jumlah kebutuhan traktor roda dua masih kurang, namun demikian jumlah kekurangan dalam analisis proyeksi menunjukkan kecenderungan menurun. Jumlah kebutuhan traktor pada tahun 2025 adalah 2237 untuk kebutuhan traktor dengan berdasarkan pada luas lahan dan proyeksi ketersediaan traktor adalah 2393.Kata kunci: Optimasi pengembangan traktor, neraca ketersediaan dan kebutuhan traktor, karakteristik lahan
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENGOLAHAN AIR BANJIR MENJADI AIR BAKU DI DAERAH RAWAN BANJIR Dwiratna, Sophia; Pareira P, Boy Macklin; Kendarto, Dwi Rustam
Dharmakarya Vol 7, No 1 (2018): Maret
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.061 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i1.11444

Abstract

Saat terjadi bencana banjir, ketersediaan air menjadi sangat krusial. Kebutuhan akan air bersih untuk keperluan sehari-hari seperti minum, mandi, memasak, mencuci dan sebagainya sangat sulit dipenuhi ditengah-tengah keadaan bencana banjir. Salah satu wilayah di Kabupaten Bandung yang sering terkena dampak banjir adalah Desa Rancaekek Wetan Kecamatan Rancaekek. Desa ini setiap musim hujan selalu terkena dampak luapan sungai Cikeruh. Pada saat banjir, sumur sumur yang biasa digunakan tercemar air banjir sehingga kondisinya keruh dan berbau. Melalui kegiatan penyuluhan dan pelatihan pengolahan air banjir menjadi air bersih, diharapkan dapat meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan pengolahan air banjir menjadi air bersih dan air baku bagi masyarakat yang terkena dampak banjir. Salah satunya adalah menggunakan teknologi sederhana melalui proses koagulasi-sedimentasi-filtrasi untuk menghasilkan air bersih yang layak pakai oleh masyarakat di pengungsian. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan guna memasyarakatkan teknologi sederhana pengolahan air banjir menjadi air baku sebagai upaya penanganan bencana banjir.
KAJIAN PENAMBAHAN GUAR GUM DAN BENIH RUMPUT BERMUDA DALAM APLIKASI HYDROSEEDING TERHADAP LAJU EROSI Kendarto, Dwi Rustam; Aliyah, Fauziah; Bafdal, Nurpilihan; NP, Sophia Dwiratna; Herwanto, Totok
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 11, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa Lingkungan
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan lahan-lahan marginal memerlukan penanganan yang intensif agar kerusakan lahan dapat diturunkan. Revegetasi menggunakan metode hydroseeding telah banyak dilakukan dengan hasil yang sangat memuaskan. Aplikasi hydroseeding optimal dan ramah lingkungan memerlukan kajian dan penelitian terutama berkaitan dengan pemilihan zat aditif yang cocok sebagai pengganti zat aditif yang biasa digunakan dalam hydroseeding. Pengunaan guar gum sebagai pengganti perekat ramah lingkungan dalam hydroseeding karena memiliki sifat biodegradable. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh bahan aditif (Guar Gum) dan penanaman benih rumput Bermuda terhadap jumlah tanah yang tererosi serta mengkaji konsentrasi bahan aditif (Guar Gum) yang efektif terhadap penurunan laju erosi dengan metode hydroseeding. Metode yang digunakan deskriptif dengan media tanam lumpur (Sludge) bertekstur dominan pasir. Guar Gum dengan konsentrasi 0.5%, 1% dan 1.5% masing-masing dicampurkan dengan air sebanyak 5000 ml dan pupuk NPK 10 cc, kemudian disemprotkan pada box yang berukuran 38 cm x 28 cm x 13 cm yang telah ditaburi dengan pupuk kompos, sekam padi dan benih rumput bermuda. Pengamatan erosi dilakukan setiap kejadian hujan. Hasil penelitian menunjukkan semakin kental konsentrasi guar gum, maka semakin kecil jumlah tanah yang tererosi. Pertumbuhan benih rumput Bermuda pada konsentrasi 0.5% lebih banyak dibandingkan dengan konsentrasi 1% dan 1.5%. Namun, berdasarkan uji Regresi menyatakan bahwa konsentrasi 1% merupakan konsentrasi yang paling baik dalam laju erosi dan pertumbuhan benih rumput Bermuda.kata kunci: guar gum, hydro-seeding, laju erosi, rumput Bermuda
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENGOLAHAN AIR BANJIR MENJADI AIR BAKU DI DAERAH RAWAN BANJIR Dwiratna, Sophia; Pareira P, Boy Macklin; Kendarto, Dwi Rustam
Dharmakarya Vol 7, No 1 (2018): Maret
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.061 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i1.11444

Abstract

Saat terjadi bencana banjir, ketersediaan air menjadi sangat krusial. Kebutuhan akan air bersih untuk keperluan sehari-hari seperti minum, mandi, memasak, mencuci dan sebagainya sangat sulit dipenuhi ditengah-tengah keadaan bencana banjir. Salah satu wilayah di Kabupaten Bandung yang sering terkena dampak banjir adalah Desa Rancaekek Wetan Kecamatan Rancaekek. Desa ini setiap musim hujan selalu terkena dampak luapan sungai Cikeruh. Pada saat banjir, sumur sumur yang biasa digunakan tercemar air banjir sehingga kondisinya keruh dan berbau. Melalui kegiatan penyuluhan dan pelatihan pengolahan air banjir menjadi air bersih, diharapkan dapat meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan pengolahan air banjir menjadi air bersih dan air baku bagi masyarakat yang terkena dampak banjir. Salah satunya adalah menggunakan teknologi sederhana melalui proses koagulasi-sedimentasi-filtrasi untuk menghasilkan air bersih yang layak pakai oleh masyarakat di pengungsian. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan guna memasyarakatkan teknologi sederhana pengolahan air banjir menjadi air baku sebagai upaya penanganan bencana banjir.
STUDY OF THE POTENTIAL EXPANSION OF NEW RICE FIELDS IN CENTRAL MALUKU DISTRICT TO SUPPORT FOOD SECURITY IN MALUKU PROVINCE Nuryadin, Rusmin; Suryadi, Edy; Andoyo, Robby; Kendarto, Dwi Rustam
Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah Vol 5 No 3 (2018): Journal of Perspectives on Financing and Regional Development
Publisher : Program Magister Ilmu Ekonomi Pascasarjana Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.053 KB) | DOI: 10.22437/ppd.v5i3.4650

Abstract

Maluku province is one of the Islands in Indonesia. Seram island is one of the largest islands in the Maluku province lies the Central Maluku Regency. Central Maluku district is one of the priorities regions in the development of paddy fields in the province of Maluku. According to the BPS Maluku province in the year 2015, Government Maluku province was only able to meet the needs of 58% of the rice. Fulfillment needs rice is one of the Government's efforts in food self-sufficiency, it is because of the availability of food is one of the primary needs. Increased agricultural productivity through the extension of new rice fields became one alternative settlement in fulfillment of rice. The increase in rice production through the expansion of rice fields is still possible, because of the potential land is suitable for the expansion of rice fields was still quite spacious. The success of the process of the expansion of paddy fields depend on the expansion of the activities of the mechanism of the rice is done. The process of the expansion of rice fields is preceded by feasibility investigation location. Feasibility study of the site was conducted to find out the feasibility of potential land with the observations in the field which is then processed and spatial dianalis in using ArcGIS software. Results of a survey investigating the Central Maluku district region with a total area of 594.29 achieved ha based on the suitability of the land for the potential expansion of new acres of rice paddies 587.35 ha from 2 (two) subdistricts include North Eastern Seram Subdistrict Kobi m2 170.87 ha and North Seram Subdistrict covering 416.82 ha. Keywords: The Expansion Of New Rice Fields, Agricultural Land Suitability Evaluation, Islands
KAJIAN PENAMBAHAN GUAR GUM DAN BENIH RUMPUT BERMUDA DALAM APLIKASI HYDROSEEDING TERHADAP LAJU EROSI Kendarto, Dwi Rustam; Aliyah, Fauziah; Bafdal, Nurpilihan; NP, Sophia Dwiratna; Herwanto, Totok
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 11, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa Lingkungan
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan lahan-lahan marginal memerlukan penanganan yang intensif agar kerusakan lahan dapat diturunkan. Revegetasi menggunakan metode hydroseeding telah banyak dilakukan dengan hasil yang sangat memuaskan. Aplikasi hydroseeding optimal dan ramah lingkungan memerlukan kajian dan penelitian terutama berkaitan dengan pemilihan zat aditif yang cocok sebagai pengganti zat aditif yang biasa digunakan dalam hydroseeding. Pengunaan guar gum sebagai pengganti perekat ramah lingkungan dalam hydroseeding karena memiliki sifat biodegradable. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh bahan aditif (Guar Gum) dan penanaman benih rumput Bermuda terhadap jumlah tanah yang tererosi serta mengkaji konsentrasi bahan aditif (Guar Gum) yang efektif terhadap penurunan laju erosi dengan metode hydroseeding. Metode yang digunakan deskriptif dengan media tanam lumpur (Sludge) bertekstur dominan pasir. Guar Gum dengan konsentrasi 0.5%, 1% dan 1.5% masing-masing dicampurkan dengan air sebanyak 5000 ml dan pupuk NPK 10 cc, kemudian disemprotkan pada box yang berukuran 38 cm x 28 cm x 13 cm yang telah ditaburi dengan pupuk kompos, sekam padi dan benih rumput bermuda. Pengamatan erosi dilakukan setiap kejadian hujan. Hasil penelitian menunjukkan semakin kental konsentrasi guar gum, maka semakin kecil jumlah tanah yang tererosi. Pertumbuhan benih rumput Bermuda pada konsentrasi 0.5% lebih banyak dibandingkan dengan konsentrasi 1% dan 1.5%. Namun, berdasarkan uji Regresi menyatakan bahwa konsentrasi 1% merupakan konsentrasi yang paling baik dalam laju erosi dan pertumbuhan benih rumput Bermuda.kata kunci: guar gum, hydro-seeding, laju erosi, rumput Bermuda