Articles

Found 25 Documents
Search

PERSEPSI MASYARAKAT TINGGIHARI TERHADAP KEBERADAAN SITUS MEGALITIK TINGGIHARI Khairiah, Khairiah; Maskun, Maskun; Wakidi, Wakidi
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 1, No 4 (2013): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to find out perception Tinggihari’s society toward existence of the site Megalithic Tinggihari Gumay Ulu sub-district Lahat regency. The method was used descriptive method. The data collecting technique is observation, questionnaire, interview and documentation. The technique analysis of the data is qualitative. Based on the research of villagers Tinggihari Gumay Ulu sub-district Lahat regency has a positive perception of the existence of the site Megalithic Tinggihari it seen from their attention, knowledge and a way of thinking its society. It is based on data analysis, stating that a society who have positive attention toward site Megalithic Tinggihari were 82 %. 86 % of society who have much knowledge and 81 % of society who have a way of good thinking.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  persepsi masyarakat Tinggihari terhadap keberadaan situs Megalitik Tinggihari  Kecamatan Gumay Ulu Kabupaten Lahat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Teknik pengumpulan datanya adalah teknik observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis datanya merupakan teknik analisis data kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian masyarakat desa Tinggihari Kecamatan Gumay Ulu  Kabupaten Lahat memiliki persepsi yang positif mengenai keberadaan situs Megalitik Tinggihari dilihat dari perhatian, pengetahuan dan cara berfikir masyarakatnya. Hal ini berdasarkan analis data, yang menyatakan bahwa masyarakat yang memiliki perhatian positif terhadap situs Megalitik Tinggihari berjumlah 82%. 86% masyarakat yang memiliki pengetahuan banyak dan  81% masyarakat yang memiliki cara berfikir yang baik.Kata kunci: desa tinggihari, masyarakat, persepsi  
DETERMINATION OF GESTATIONAL AGE AND OBSERVATION OF KACANG GOAT FETAL DEVELOPMENT DURING 60 DAYS OF PREGNANCY BY USING TRANSCUTANEOUS ULTRASONOGRAPHY Sayuti, Arman; Khairiah, Khairiah; Siregar, Tongku Nizwan; Melia, Juli; Syafruddin, Syafruddin; Rahmi, Erdiansyah; Herrialfian, Herrialfian; Abrar, Mahdi; Panjaitan, Budianto; Daud, Razali
Jurnal Veteriner Vol 20 No 4 (2019)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2019.20.4.534

Abstract

This study was aimed to observe correlation between gestational age and fetal growth of Kacang goat for 60 days after mating with transcutaneous ultrasonography visualization. Three female goats of productive age with normal estrus cycle and one male goat were used in this study. The female goats were synchronized with double injection of prostaglandin F2á (PGF2á)  intramuscularly with dosage of 1 mL for each female goat with 11 days? time interval. Observation of oestrus was conducted using male goat after being synchronized. When the sign of estrus were prominent, the female goats were naturally mated. The result was pregnant positive for one female goat. Detection of early pregnancy was observed on the 24th days after mating, with the result of 6.77 mm length embryo by isoechogenic visualization. On 35th days of pregnancy, fetal could be seen clearly in isoechogenic to hyperechogenic visualization with head diameter and fetal length were 17.4 mm and 36.2 mm, consecutively. The observation also found the placentom. On day 45 of pregnancy, head diameter and fetal length were 21.8 mm and 40.6 mm. Later on day 49 of pregnancy, the size of gestational saccus was 44.1 mm, with head diameter of 25 mm, and average placentom diameter size of 12.4 mm. On day 53 of pregnancy, head diameter was 25.2 mm with fetal length of 63.6 mm and placentom diameter of 15 mm. On day 56 of pregnancy, vertebrae of fetal were observed using hyperechogenic visualization and placentom was measured 17.9 mm in diameter. On day 60 of pregnancy, we observed that the fetal length was 79.8 mm and the organs such as eyes, heart, liver, os costae, and fetal extremities, could be observed clearly. The size of developing fetal and organs would grow along with the addition of gestational age.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA PADA KOMPETENSI DASAR MENGUNGKAPKAN PENDAPAT TERHADAP PUISI PELAJARAN BAHASA INDONESIA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN TPS (THINK PAIR SHARE) DI KELAS X-6 SMA NEGERI 12 MEDAN TAHUN AJARAN 2013/2014 Khairiah, Khairiah
BAHAS Vol 26, No 2 (2015): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan berbahasa siswa dengan menggunakan model pembelajaran TPS (Think Pair Share) pada Pelajaran Bahasa Indonesia di kelasX-6. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Objek penelitian dalam skripsi ini adalah antusias siswa dalam kegiatan pembelajaran, pelafalan bunyi bahasa, ketepatan intonasi, pemilihan kata, penyusunan kalimat, ketenangan, kesopanan, kekompakan dan  topik pembicaraan. Subjek penelitian sebanyak 41 orang siswa. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah observasi yang dilakukan pada siswa.               Berdasarkan Observasi hasil penelitian persentase tingkat kemampuan berbahasa siswa meningkat dari 41 orang siswa terdapat 24,4% siswa yang memiliki kemampuan berbahasa sangat baik, 61% siswa yang memiliki kemampuan berbahasa baik dan  14,6 siswa tingkat kemampuan berbahasa cukup. Persentase hasil tingkat ketuntasan kemampuan berbahasa siswa dari 41 orang siswa pada siklus I pertemuan I mencapai 24,4% siswa yang tuntas dan 75,6% siswa tidak tuntas. Siklus I pertemuan II terdapat 41,5% siswa yang tuntas dan 58,5% siswa yang tidak tuntas. Pada siklus II pertemuan I terdapat 58,5% siswa yang tuntas dan 41,5% siswa yang tidak tuntas sedangkan pada siklus II pertemuan II meningkat menjadi 100% atau 41 orang siswa yang tuntas. Dengan demikian dengan menggunakan model pembelajaran TPS dapat meningkatkan kemampuan berbahasa siswa. Kata Kunci : model pembelajaran TPS dan  kompetensi mengungkapkan pendapat terhadap puisi
NILAI-NILAI TOLERANSI DI MEDIA MASSA (Studi Terhadap Rubrik Opini Riau Pos) Amrun, Jarir; Khairiah, Khairiah
TOLERANSI Vol 9, No 2 (2017): Juli - Desember
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media massa pengaruhnya sangat besar bagi perkembangan pemikiran manusia. Menjamurnya media sosial (medsos), membuat manusia lebih sering berinteraksi dengan medsos daripada bertatap muka dengan sesama.Media cetak yang sekarang ini juga terbit dalam bentuk online dan disebarkan melalui media sosial tentunya beperan dalam membentuk sikap toleransi antarumat bersagama. Kajian media ini dikhususkan pada rubrik opini Riau Pos. Melihat nilai-nilai toleransi yang ada di rubrik opini Riau Pos. Beragam tulisan yang dimuat rubrik opini Riau Pos ini ternyata banyak mengandung nilai-nilai toleransi. Ada nilai toleransi antarumat beragama dan ada intern umat beragama
Hubungan Kepercayaan Diri Dengan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII MTsN Mulawarman Banjarmasin Pada Mata Pelajaran IPA Khairiah, Khairiah; Wati, Mustika; Hartini, Sri
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 3, No 3 (2015): Oktober 2015
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v3i3.812

Abstract

Adanya faktor diri yang cenderung terabaikan dalam proses pembelajaran membuat tidak semua siswa memiliki kepercayaan diri yang cukup untuk mengaktualisasikan segala potensi dirinya sehingga berdampak pada hasil belajar siswa yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kepercayaan diri dengan hasil belajar siswa kelas VIII MTsN Mulawarman Banjarmasin pada Mata Pelajaran IPA. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII di MTsN Mulawarman Banjarmasin dengan sampel berjumlah 152 siswa, yang diambil dengan teknik random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan angket dan nilai ulangan bulanan siswa. Jenis penelitian adalah kuantitatif korelasional dan metode analisis yang digunakan adalah korelasi-regresi. Hasil penelitian ini menemukan r = 0,941, sumbangan efektif dari variabel X sebesar 88,4%. Simpulannya terdapat hubungan positif yang sangat kuat dan signifikan antara kepercayaan diri dengan hasil belajar siswa kelas VIII MTsN Mulawarman Banjarmasin pada Mata Pelajaran IPA.  
STRUKTUR DAN KARAKTER TOKOH DALAM NOVEL RANAH 3 WARNA KARYA AHMAD FUADI (THE STRUCTURE AND CHARACTERS FIGURES IN RANAH 3 WARNA NOVEL BY AHMAD FUADI) Khairiah, Khairiah
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 5, No 2 (2015): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v5i2.3730

Abstract

Struktur dan Karakter Tokoh dalam Novel Ranah 3 Warna karya Ahmad Fuadi. Penelitian inibertujuan untuk mendeskripsikan struktur dan karakter tokoh yang terdapat dalam novel Ranah 3Warna karya Ahmad Fuadi. Setelah dilakukan analisis data, ditemukan bahwa struktur dan karaktertokoh yang tercermin pada tokoh-tokohnya layak diteladani oleh masyarakat, terutama generasi mudauntuk merangsang dan memotivasi pembentukan pribadi yang kuat dan kreatif. Struktur yang dianalisisadalah tema, amanat, penokohan, latar, dan alur. Di samping itu, karakter tokoh yang terkandung, yaitukegigihan, tanggung jawab, mandiri, berpikir logis, kritis, kreatif dan inovatif, nasionalis, dan ingintahu. Novel Ranah 3 Warna dapat dijadikan sebagai bahan bacaan yang bermanfaat, bagi masyarakat,khususnya generasi muda.Kata-kata kunci: novel ranah 3 warna, struktur, karakter tokoh
PERANCANGAN MEDIA PEMBELAJARAN ALAT TRANSPORTASI BERBASIS MULTIMEDIA Hamid, Abdul; Khairiah, Khairiah
Jurnal Teknik Informatika STMIK Antar Bangsa Vol 2, No 2 (2016): vol. 2 No 2
Publisher : Jurnal Teknik Informatika STMIK Antar Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Abstract — Education is a major factor in the formation of the human person. In kindergarten not yet developed a curriculum-based creativity, they usually learn based on the theme. Theme introduction of means of transportation became one of the teaching learning activities. The purpose of learning the means of transport is to introduce the means of transportation to children.The purpose of this study is to establish a Learning Media Design Tools Multimedia Based Transportation using Adobe Flash Professional for kindergarten children as well as can be expected to know and understand about the tools transportation. With the Media Pebelajaran is expected children can receive lessons and with different learning media so that children are not saturated in the teaching and learning activities. Media Learning this as motivation and references other teachers in teaching with interactive techniques. The method used in this study is the system analyzing system requirements, design, code generation and testing.n as wireless or wifi (stand for wireless fidelity). Intisari — Pendidikan merupakan faktor utama dalam pembentukan pribadi manusia. Pada anak-anak TK belum berkembangnya kurikulum berbasis kreativitas, biasanya mereka belajar berdasarkan pada tema. Tema pengenalan alat-alat transportasi menjadi salah satu KBM kegiatan pembelajaran. Tujuan pembelajaran alat-alat transportasi adalah mengenalkan alat-alat transportasi kepada anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk membangun Perancangan Media Pembelajaran Alat-Alat Transportasi Berbasis Multimedia dengan menggunakan Adobe Flash Professional untuk anak-anak TK serta dapat diharapkan lebih mengerti dan memahami tentang alat-alat transportasi. Dengan adanya Media Pembelajaran ini diharapkan anak-anak bisa menerima pelajaran dengan baik dan dengan media pembelajaran yang berbeda agar anak-anak tidak jenuh dalam kegiatan belajar mengajar. Media Pembelajaran ini sebagai motivasi dan referensi guru-guru lain dalam mengajar dengan teknik yang interaktif. Metode yang digunakan dalam sistem penelitian ini adalah analisa kebutuhan sistem, desain, code generation, dan testing.  Kata Kunci — Media pembelajaran, Multimedia, Interaktif, Alat Transportasi.
PENGARUH MUTILASI DAN ABLASI TERHADAP MOLTING KEPITING BAKAU (Scylla Serrata) SEBAGAI KEPITING LUNAK Khairiah, Khairiah; Wardoyo, Supriyono Eko; Wahid, Pasril
Jurnal Sains Natural Vol 2, No 1 (2012): Sains Natural
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.355 KB) | DOI: 10.31938/jsn.v2i1.37

Abstract

Effect of Mutilation and Ablation to Molting of Mangrove Crab (Scylla serrata) as Soft Crab          Soft crabs that are more expensive than regular crab, that having hard carapace, in nature and in culture are very difficult to find. This study aimed to get the soft crabs more easily controlled the number  of molting in culture, by the method of mutilation and ablation. Thus the supply in market will be able to meet existing demand. Four treatment techniques had been implemented namely mutilation, ablation, ablation + mutilation, and controls which each performed four replications. Complete Randomized Desaign (CRD) was used because the experiment was conducted in a fairly homogeneous patch of tambak pond. Experimental unit in the form of bamboo pen cages with the size of 2x1x1m filled with 20 crabs.  All experimental crabs were ready for molting (dark color) even with 40-90 g of varied sizes. The results showed that each week until the third week, the average number of crabs per unit experiment with techniques of mutilation was always having highest of molting number, respectively 1.00, 3.25, and 11.00 crabs and having the lowest mortality rate, respectively  0. 25, 1.75, and 1.25 crabs, compared with the ablation, mutilations + ablation technique, and control. Statistically  four treatments in molting, in week two and  three was significantly different , eventhough in mortality was not (? = 5%).Keywords : mangrove crab (Scilla serrata), soft crabs, mutilation, ablation ABSTRAK                Kepiting lunak yang  harganya lebih mahal dari kepiting biasa bercangkang keras, di alam maupun dalam budidaya sangat susah ditemukan.  Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kepiting lunak yang lebih mudah terkontrol jumlahnya dalam budidaya, dengan metoda mutilasi dan ablasi.  Dengan demikian dalam  pasar ketersediaannya akan dapat memenuhi permintaan yang ada. Empat perlakuan telah dilaksanakan yaitu teknik mutilasi, ablasi, mutilasi+ablasi, dan kontrol dengan masing-masing dilakukan empat kali ulangan. Rancangan Acak Lengkap (RAL) digunakan karena percobaan ini dilakukan di suatu petak tambak yang cukup homogen. Unit percobaan berupa keramba bambu tancap ukuran 2x1x1m yang diisi 20 kepiting yang semua kepiting dalam percobaan siap molting (warnanya gelap) meskipun dengan ukuran yang bervariatif 40-90 g. Hasil penelitian menunjukan bahwa tiap minggu sampai pada minggu ke tiga  rata-rata jumlah kepiting per unit percobaan dengan teknik mutilasi selalu tertinggi terjadinya proses molting yaitu masing?masing 1,00; 3,25; dan 11,00 ekor dan mortalitasnya terendah yaitu 0,25; 1,75; dan 1,25 ekor dibanding dengan teknik ablasi, mutilasi+ablasi; dan kontrol.  Secara statistik ke empat perlakuan dalam molting pada minggu ke dua dan ke tiga berbeda nyata hasil terbaik ditunjukkan oleh perlakuan mutilasi, meskipun dalam mortalitas tidak  berbeda nyata (selang kepercayaan 95 %).Kata Kunci : Kepiting bakau (Scilla serrata), kepiting lunak, mutilasi, ablasi.
SISTEM PAKAR MENENTUKAN SANKSI TILANG LALU LINTAS ANGKUTAN JALAN (LLAJ) DENGAN MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING (STUDI KASUS PENGADILAN NEGERI TEMBILAHAN) Khairiah, Khairiah
SISTEMASI Vol 3, No 1 (2014): SISTEMASI
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1027.915 KB) | DOI: 10.32520/stmsi.v3i1.170

Abstract

Pada pembahasan skripsi ini telah dilakukan penelitian tentang sistem pakar menentukan sangsi tilang lalu lintas angkutan jalan (LLAJ) berdasarkan pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh pengemudi. Penelitian ini dilakukan dengan metode forward chaining. Metode forward chaining merupakan metode perunutan maju dengan melakukan penelusuran fakta sehingga menghasilkan kesimpulan. Sistem pakar dengan metode forward chaining akan memberikan keluaran berupa undang-undang yang dilanggar oleh pengemudi kemudian merekomendasikan sanksi yang harus diterima oleh pengemudi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pakar dengan metode forward chaining cocok untuk menentukan sanksi tilang lalu lintas angkutan jalan (LLAJ), karena mampu menentukan sanksi tilang lalu lintas angkutan jalan berdasarkan pelanggaran yang dilakukan pengemudi. Kata Kunci : Forward Chaining, Sistem Pakar, Pelanggaran, Sangsi Tilang
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA PADA KOMPETENSI DASAR MENGUNGKAPKAN PENDAPAT TERHADAP PUISI PELAJARAN BAHASA INDONESIA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN TPS (THINK PAIR SHARE) DI KELAS X-6 SMA NEGERI 12 MEDAN TAHUN AJARAN 2013/2014 Khairiah, Khairiah
BAHAS Vol 26, No 2 (2015): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v26i2.5560

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan berbahasa siswa dengan menggunakan model pembelajaran TPS (Think Pair Share) pada Pelajaran Bahasa Indonesia di kelasX-6. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Objek penelitian dalam skripsi ini adalah antusias siswa dalam kegiatan pembelajaran, pelafalan bunyi bahasa, ketepatan intonasi, pemilihan kata, penyusunan kalimat, ketenangan, kesopanan, kekompakan dan  topik pembicaraan. Subjek penelitian sebanyak 41 orang siswa. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah observasi yang dilakukan pada siswa.               Berdasarkan Observasi hasil penelitian persentase tingkat kemampuan berbahasa siswa meningkat dari 41 orang siswa terdapat 24,4% siswa yang memiliki kemampuan berbahasa sangat baik, 61% siswa yang memiliki kemampuan berbahasa baik dan  14,6 siswa tingkat kemampuan berbahasa cukup. Persentase hasil tingkat ketuntasan kemampuan berbahasa siswa dari 41 orang siswa pada siklus I pertemuan I mencapai 24,4% siswa yang tuntas dan 75,6% siswa tidak tuntas. Siklus I pertemuan II terdapat 41,5% siswa yang tuntas dan 58,5% siswa yang tidak tuntas. Pada siklus II pertemuan I terdapat 58,5% siswa yang tuntas dan 41,5% siswa yang tidak tuntas sedangkan pada siklus II pertemuan II meningkat menjadi 100% atau 41 orang siswa yang tuntas. Dengan demikian dengan menggunakan model pembelajaran TPS dapat meningkatkan kemampuan berbahasa siswa. Kata Kunci : model pembelajaran TPS dan  kompetensi mengungkapkan pendapat terhadap puisi