Laily Khairiyati
Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru

Published : 7 Documents
Articles

Found 7 Documents
Search

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENYIMPANAN OBAT KERAS DAN OBAT ANTIBIOTIKA TANPA RESEP DI PROVINSI GORONTALO (Analisis Data Riskesdas 2013) Khairiyati, Laily
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 2, No 1 (2015): April 2015
Publisher : University Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak  Pengobatan sendiri dikenal dengan istilah self medication atau swamedikasi. Banyak faktor yang mempengaruhi swamedikasi oleh masyarakat diantaranya adalah faktor predisposisi, faktor pemungkin, dan faktor pendukung. Secara nasional, hasil Riskesdas 2013 menyebutkan bahwa provinsi Gorantalo memiliki proporsi penyimpanan obat antibiotik dan obat keras masing-masing 74,7% dan 70,8%. Adanya obat keras dan antibiotika untuk swamedikasi menunjukkan penggunaan obat yang tidak rasional. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan karakteristik individu (jenis kelamin, status ekonomi, tingkat pendidikan), dan sumber mendapatkan obat dengan penyimpanan obat keras dan obat antibiotika tanpa resep. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan potong lintang. Responden penelitian ini adalah seluruh kepala rumah tangga pada Riskesdas 2013 di Provinsi Gorontalo. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner rumah tangga Riskesdas 2013 pada blok VI farmasi dan pelayanan kesehatan tradisional. Data dianalisis secara statistik menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi penyimpanan obat keras dan obat antibiotika tanpa resep adalah sumber mendapatkan obat (p=0,000; OR=22,9). Diperlukan suatu kebijakan yang berkaitan dengan pengobatan sendiri untuk melindungi masyarakat dari dampak negatif yang ditimbulkan oleh obat keras dan obat antibiotika secara berlebihan. Kata-kata Kunci:           penyimpanan obat tanpa resep, obat keras, obat antibiotika,  sumber mendapatkan obat Abstract Self-medication is known as swamedication. Many factors affect the community swamedication include predisposing factors, enabling factors and supporting factors. Riskesdas 2013 mentions that Gorantalo province has a higher proportion of antibiotic drug storage and hard drugs respectively 74.7% and 70.8%. The presence of hard drugs and antibiotics to swamedication show irrational drug use. The purpose of this study was to determine the relationship of individual characteristics (gender, economic status, education level), and storage resources to get drugs with hard drugs and antibiotics without a prescription. This research is observational analytic with cross-sectional design. The respondents were all heads of households in Riskesdas 2013 in Gorontalo Province. Research instruments used Riskesdas 2013 household questionnaire in block VI traditional pharmaceutical and health care. Data were statistically analyzed using the chi square test. The results showed that the factors that affect the storage of hard drugs and antibiotics without a prescription is a source of getting the drug (p = 0.000; OR = 22.9). Required a policy relating to the treatment itself to protect the public from the negative impact caused by hard drugs and antibiotics overuse.  Keywords: storage of drugs without a prescription, prescription drugs, antibiotics, source of getting drugs
EFEKTIFITAS PENGOLAHAN AIR MINUM DITINJAU DARI KUALITAS AIR MINUM BERDASARKAN PARAMETER FISIK, KIMIA, DAN BIOLOGI DI IPA II PINUS PDAM INTAN BANJAR Rismawati, Laila; Husaini, Husaini; Khairiyati, Laily
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : University Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakInstalasi Pengolahan Air (IPA) II Pinus yang berlokasi di Jalan Mentaos Timur nomor 1, Banjarbaru merupakan salah satu instalasi yang melayani kebutuhan air bersih, termasuk air minum bagi penduduk Kota Banjarbaru dan Martapura. Air minum yang layak untuk dikonsumsi oleh masyarakat harus memenuhi syarat-syarat tertentu, yaitu fisika, kimia, biologi, dan radioaktif sesuai dengan syarat Permenkes Nomor 492 Tahun 2010 tentang Persyaratan Air Minum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan parameter fisik (kekeruhan, warna, dan TDS), kimia (pH, Fe, dan Mn), dan biologi (total koliform dan E.coli) sebelum dan sesudah pengolahan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan observasional analitik melalui pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian yang diambil adalah data kualitas air minum PDAM Intan Banjar Tahun 2014 sebelum dan sesudah pengolahan. Uji yang digunakan pada penelitian ini adalah Uji T dan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan sebelum dan sesudah pengolahan pada kekeruhan (p-value=0,0001), warna (pvalue= 0,0001), TDS (p-value=0,002), Fe (p-value=0,002), Mn (p-value=0,002), total koliform (pvalue= 0,002), E.coli (p-value=0,002), sedangkan tidak ada perbedaan pada pH (p-value=0,535). Semua parameter air minum yang telah diolah telah memenuhi Permenkes Nomor 492 Tahun 2010. Dapat disimpulkan bahwa kualitas air minum yang diolah di IPA II Pinus PDAM Intan Banjar sudah baik.Kata kunci : kualitas air minum, parameter fisik, parameter kimia, parameter biologi AbstractWater Treatment Plant (IPA) II Pinus is located on Mentaos Timur Road Street number 1, Banjarbaru is one of the installations that serve the needs of clean water, including drinking water especially for the Banjarbaru and Martapura city. Drinking water to be consumed by people must fullfil certain requirements, that is physics, chemistry, biology, and radioactive in accordance with Minister of Health Regulation Number 492 of year 2010 on Water Supply Requirements. Goals of the research is to analyze the differences in physic parameters (turbidity, color, and TDS), chemical (pH, Fe, and Mn), and biology (total coliforms and E.coli) before and after treatment. The research uses quantitative method with observational analytic design throught cross-sectional approach. The subject of research is data quality of drinking water PDAM Intan Banjar of 2014 before and after treatment. This research use paired T-test and Wilcoxon test. The results showed that there is a difference before and after treatment in turbidity (p-value = 0.0001), color (p-value = 0.0001), TDS (p-value = 0.002), Fe (p-value = 0.002), Mn (p-value = 0.002), total coliforms (pvalue = 0.002), E. coli (p-value = 0.002), and there was no difference in pH (p-value = 0.535). All parameters of drinking water that has been processed already qualified with Minister of Health Regulation Number 492 of year 2010. It can be concluded that the quality of drinking water in IPA II Pinus PDAM Intan Banjar is good.Keywords: quality of drinking water, physic parameters, chemical parameters, and biology
HUBUNGAN ANTARA USIA, JENIS KELAMIN, LAMA KERJA, PENGETAHUAN, SIKAP DAN KETERSEDIAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) DENGAN PERILAKU PENGGUNAAN APD PADA TENAGA KESEHATAN Apriluana, Gladys; Khairiyati, Laily; Setyaningrum, Ratna
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 3, No 3 (2016)
Publisher : University Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPekerja Rumah Sakit mempunyai risiko lebih tinggi dibanding pekerja industri lain untuk terjadinya Penyakit Akibat Kerja dan Kecelakaan Akibat Kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan antara usia, jenis kelamin, lama kerja, pengetahuan, sikap dan ketersediaan alat pelindung diri (APD) dengan perilaku penggunaan APD pada tenaga kesehatan. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 125 responden yang ditentukan dengan rumus Isaac & Michael. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara usia, lama kerja, pengetahuan dan sikap (p-value < 0,05) dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dan ketersediaan APD (p-value > 0,05) dengan perilaku penggunaan APD pada tenaga kesehatan di RSUD Banjarbaru. Perlu penelitian lanjut untuk mengetahui perilaku ini di rumah sakit lain dengan jumlah sampel yang lebih banyak dan membandingkannya dengan beberapa rumah sakit lainnya serta variabel lain yang belum diteliti.Kata-kata kunci: perilaku, penggunaan APD, tenaga kesehatan AbstractHospital workers have a higher risk than other industries workers to Occupational Diseases and Accident. This study aims to clarify relationship between age, sex, length of work, knowledge, attitudesand availability of personal protective equipment (PPE) with the behavior of the use of PPE among health workers. This is an observational analytic study with cross-sectional design. The sample was 125 respondents determined by the Isaac & Michael’s formula. The research instrument used questionnaire. Data analysis using Chi Square test. The results showed a significant relationship between age, length of work, knowledge and attitude (p-value <0.05) and no significant relationship between sex and the availability of PPE (p-value> 0.05) with the behavior of the use of PPE among health workers in Banjarbaru Hospital. Further research to determine this behavior in another hospital with bigger samples and compare it with some other hospitals as well as other variables that have not been studied is needed.Keywords: behavior, the use of PPE, health workers
ANALISIS PENGETAHUAN, SIKAP DAN TERPAAN INFORMASI DENGAN PERILAKU HIGIENE DAN SANITASI PENJUAL SAYUR KELILING DI KABUPATEN BANJAR Khairiyati, Laily; Edyson, Edyson; Marlinae, Lenie; Ulfah, Nida
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4, No 3 (2017): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : University Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak  Masalah kurang energi protein (KEP) sebagai salah satu masalah gizi utama yang terjadi pada anak. Didalamnya terdapat salah satu aspek yaitu higiene dan sanitasi makanan. Implikasi dari kekurangan gizi yang lama pada anak akan mengalami hambatan tumbuh kembang dan terjadinya peningkatan penyakit pada anak. Pemenuhan zat gizi masih sangat rendah di dibandingkan provinsi lain, yaitu sebesar 11,7% hal ini karena akses untuk mencapai pelosok desa dalam memenuhi kebutuhan gizi anak masih tergantung pada pasar keliling yang tidak menjamin kualitas sanitasinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan terpaan informasi dengan perilaku higiene dan sanitasi pada pedagang sayur keliling. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 30 pedagang sayur keliling di Kabupaten Banjar yang diambil secara purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data menggunakan uji chi square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perilaku (nilai p = 0,044; OR = 8,33), terdapat hubungan antara sikap dengan perilaku (nilai p = 0,017; OR = 0,647), serta tidak ada hubungan antara terpaan informasi dengan perilaku (nilai p = 0,073). Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan perilaku higiene dan sanitasi pada pedagang sayur keliling di Kabupaten Banjar. Kata-kata kunci: Higiene dan sanitasi, pengetahuan, sikap, terpaan informasi, perilaku  Abstract The problem of lacking protein energy (PEM) as one of the main nutritional problems that occur in children. In it there is one aspect of hygiene and food sanitation. The implications of long-term malnutrition in children will experience growth barriers and increased disease in children. The fulfillment of nutrients is still very low compared to other provinces, which is 11.7% of this is because access to reach the village corners to meet the nutritional needs of children is still dependent on the mobile market that does not guarantee the quality of sanitation. The purpose of this study is to determine the relationship of knowledge, attitude and exposure of information with hygiene and sanitation behavior on the mobile vegetable traders. This research use cross sectional design with 30 samples of vegetable sellers in Banjar Regency taken by purposive sampling. The instrument used is a questionnaire. Data analysis using chi square test with 95% confidence level. The result showed that there was a significant correlation between knowledge and behavior (p value = 0.044, OR = 8.33), there was correlation between attitude and behavior (p value = 0.017; OR = 0.647), and no relationship between exposure of information with behavior (p value = 0.073). Based on this it can be concluded that there is a relationship between knowledge and attitude with hygiene and sanitation behavior on the mobile vegetable traders in Kabupaten Banjar. Keywords: Hygiene and sanitation, knowledge, attitude, information exposure, behavior
Angka Kuman pada Beberapa Metode Pencucian Peralatan Makan Ananda, Brilian Rizky; Khairiyati, Laily
Medical Laboratory Technology Journal Vol 3, No 1 (2017): periode Juni
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin Jurusan Analis Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/mltj.v3i1.153

Abstract

One of the food hygiene and sanitation efforts that must be implemented by the Nutrition Installation is to maintain the hygiene quality of tableware consider the equipment as a source of food contaminants. The purpose of this research was to know the effectiveness of washing the tableware method to decrease the bacterial number. The research method uses true experimental design. The research design used was posttest only control group design and sampling technique was simple random. Instruments in the research is a set of tools for experiment, sampling, and examination. The independent variable in this research is washing method on the tableware using method A, B, and C while the dependent variable is the number of a bacteria of tableware. The results showed that the number of tableware bacteria in Sambang Lihum Psychiatric Hospital exceeded of the standard/not qualified, except on washing method A which fulfilled the requirement that is under 100 colony/cm2 of tool surface. The conclusion of this research is there is a significant difference to the three washing methods which is shown with the p-value of 0,027. Need to do further research on the washing process by adding sterilization process
ANALISIS PERBEDAAN FAKTOR RISIKO KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE ANTARA DAERAH ENDEMIS DAN DAERAH SPORADIS Khairiyati, Laily; Fakhriadi, Rudi
Jurnal Berkala Kesehatan Vol 5, No 1 (2019): JURNAL BERKALA KESEHATAN
Publisher : Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v5i1.5940

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) atau Dengue Haemorrahagic Fever (DHF) merupakan salah satu dari beberapa penyakit menular yang menjadi masalah kesehatan di dunia, terutama negara yang berkembang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan indeks jentik dan perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di daerah endemis dan daerah sporadis DBD di Kota Banjarbaru. Rancangan penelitian yang digunakan adalah cross sectional study menggunakan teknik simple random sampling dengan sampel berjumlah 100 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Hasil analisis menunjukkan tidak ada hubungan antara pengetahuan pemberantasan sarang nyamuk dengan kejadian DBD pada individu/keluarga di daerah endemis (p-value = 0,088) dan di daerah sporadis (p-value = 1,000). Tidak ada hubungan antara sikap pemberantasan sarang nyamuk dengan kejadian DBD pada individu/keluarga daerah endemis (p-value = 0,271). Tidak ada hubungan antara tindakan pemberantasan sarang nyamuk dengan kejadian DBD pada individu/keluarga di daerah endemis (p-value = 0,710) dan (p-value = 0,230) di daerah sporadis. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengetahuan, sikap dan tindakan seseorang yang baik akan mencegah terjadinya DBD pada individu/keluarga.
Peran Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya Linn) terhadap Kematian Larva Nyamuk Aedes aegypti Swastika, Deby; Marlinae, Lenie; khairiyati, laily
Medical Laboratory Technology Journal Vol 2, No 2 (2016): periode Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin Jurusan Analis Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/mltj.v2i2.98

Abstract

Papaya plants contain many substances called papain, papain protease effect can kill larvae of Aedes aegypti. This study aimed to determine the effect of papaya leaves extracts (Carica papaya Linn) against Aedes aegypti larvae mortality. The research method was a quasi-experimental research design with Non-Equivalent Control Group. The concentration levels were 6.25%, 12.5%, 25%, 50%, 100%, and controls (CMC-Na) with 4 times replication. The Probit Analysis test results showed Lethal concentration (LC50) of papaya leaves extract (Carica papaya Linn) against Aedes aegypti larvae mortality was to 24.46% and the effective time is 22 hours. It is concluded that any different concentrations of papaya (Carica papaya Linn) leaves extract have effect on Aedes aegypti larvae mortality (p