azizah khoiriyati
Unknown Affiliation

Published : 13 Documents
Articles

Found 13 Documents
Search

Kejadian Komplikasi Vaskuler Pasien Pasca Intervensi Koroner Perkutan di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung Khoiriyati, Azizah; Ropi, Helwiyah; Kosasih, Cecep E
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 3 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasien pasca intervensi koroner perkutan (IKP) mempunyai risiko komplikasi vaskuler. Perawat di unit keperawatan kritis mempunyai peran penting dalam deteksi dini komplikasi vaskuler dengan melakukan pemantauan secara ketat pada pasien menggunakan lembar monitor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kejadian komplikasi vaskuler pasien pasca intervensi koroner perkutan. Penelitian ini bersifat deskriptif  dengan  jumlah sampel 46 pasien pasca-IKP yang dirawat di ruang Cardiac Intensive Care Unit (CICU) RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Pemantauan dilakukan selama 6 jam periode tirah baring pasca-IKP pada semua pasien. Hasil pemantauan menunjukkan adanya komplikasi vaskuler yang meliputi komplikasi pada tempat pungsi dan vaskuler perifer. Komplikasi pada tempat pungsi meliputi sedikit perdarahan 45.7%, memar kecil 28.3% dan hematoma < 1 cm 17.4%. Komplikasi vaskuler perifer meliputi akral dingin 21.73%, pucat pada ekstremitas 6.5%, kesemutan 8.7%, nadi distal lemah 10.9% dan CRT >2 detik 8.7%. Komplikasi yang terjadi pada pasien pascaintervensi koroner perkutan selama periode 6 jam yaitu komplikasi pada tempat pungsi (sedikit perdarahan, memar kecil dan hematom < 1 cm, sedangkan komplikasi vaskuler perifer yang muncul yaitu  akral dingin,pucat pada ekstremitas, kesemutan, nadi distal lemah dan CRT > 2 detik. Pemantauan pasien pada tempat pungsi dan komplikasi vaskuler perifer sebagai langkah deteksi dini komplikasi vaskuler pasien pasca intervensi koroner perkutan perlu dilakukan. Post percutaneous coronary intervention (PCI) patients are at risk for vascular complications. Nurses in critical care nursing unit have a vital role such as closely monitor post PCI patients for early detection of vascular complications. The purpose of the study was to know  the incidence of vascular complications of post PCI patients. This was a descriptive study with sample size of 46 post PCI who were treated in the Cardiac Intensive Care Unit (CICU) RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Each patient was monitored over a period of bed rest (6 hours) after PCI procedure. The incidence of vascular complications including complication at the puncture site and peripheral vascular complications. Complication at the puncture site including little bleeding 45,7%, small bruise 28,3% and hematoma < 1 cm 17,4%. Peripheral vascular complication including cold in lower extremities 21,7%, pale in extremities 6,5%, tingling 8,7%, weak distal heart rate 10,9%, Capilarry Reffil Time > 2 second  8,7%. Complications that occur in patients with post percutaneous coronary intervention over a period of 6 hours are complications at the puncture site including little bleeding,  small bruise, and hematoma. Peripheral vascular complication including cold in lower extremities, pale in extremities,tingling, weak distal heart rate, capilarry reffil time > 2 detik. The monitoring of puncture site and peripheral vascular complications as an early detection effort to minimize the incidence of vascular complications of post PCI patients.
GAMBARAN EFIKASI DIRI DAN PEAK EXPIRATORY FLOW RATE PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKSI KRONIS (PPOK) Suprayitno, Emdat; Khoiriyati, Azizah; Hidayati, Titiek
Media Ilmu Kesehatan Vol 6 No 1: MIK April 2017
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat FKes Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/mik.v6i1.204

Abstract

Background: Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) has become a huge public health problem in the world. In Asy-Syaafi Hospital, COPD is the most commonly found disease after bcronchitis among the patients in out patient unit of lung desease. Self efficacy showed patients’ confidence in independently managing chronic desease Wheter they want or not to start the treatment is determined by their self efficacy. Peak expiratory flow rate showed the condition and problems of lung function and the narrowing or blockage of the airway. Objective: To identify the conditions and problems of self efficacy and Peak expiratory flow rate in COPD patients in Asy-Syaafi Hospital Pamekasan, East Java. Method: This research was descriptive study used non analytic cross sectional design, with total sampling, involving 30 respondents. Data were collected with a questionnaire of the COPD self efficacy (CSES) and peak flow meter. Results: Self  efficacy was in low category with score less than 99 (86.7%) and Peak expiratory flow rate was less than <50% of the PEF (90%). Conclusion: Most of  COPD Self efficacy in Asy-Syaafi Hospital Pamekasan were not good category and Peak expiratory flow rate contained in red zone or the occurrence of major constriction of the airways.   Keywords: COPD, Self Eficacy, Peak Expiratory Flow Rate
PENGARUH PENERAPAN PROJECT BASED LEARNING (PjBL) TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN KOGNITIF, AFEKTIF DAN PSIKOMOTOR MAHASISWA Hikmawati, Anna Nur; Huriah, Titih; Khoiriyati, Azizah
Jurnal Kesehatan SAMODRA ILMU Vol 9, No 1 (2018): JURNAL KESEHATAN SAMODRA ILMU
Publisher : Jurnal Kesehatan SAMODRA ILMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPendahuluan : Mahasiswa keperawatan yang telah menyelesaikan jenjang pendidikan profesi ners harus melakukan uji kompetensi perawat sesuai dengan standar kompetensi perawat. Upaya yang dapat dilakukan mahasiswa untuk dapat mencapai hasil yang kompeten perlu kemandirian belajar. PjBL merupakan metode pembelajaran yang memperkenankan peserta didik untuk bekerja secara mandiri, kreatif dan pembelajaran yang inovatif.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan PjBL terhadap peningkatan kemampuan kognitif, afektif dan psikomotor mahasiswa.Metode penelitian ini adalah Quasy-eksperiment dengan pendekatan Pretest-Posttest With Control Grup Design. Penelitian dilakukan pada bulan Mei – Juni 2017, N adalah mahasiswa STIkes Surya Global Yogyakarta semester V dan n kelompok intervensi 40 dan n kelompok kontrol 40. Analisis data penelitian ini menggunakan Uji Paired sample t-test dan Uji statistik Independent t-test.Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok kontrol dengan kelompok intervensi setelah dilakukan metode pembelajaran dengan PjBL (p<0.00) pada kemampuan kognitif, (p<0.001) pada kemampuan afektif dan (p<0.001) pada kemampuan psikomotor. Kesimpulan penelitian adalah PjBL berpengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor mahasiswa. Kata kunci : Project Based Learning (PjBl), kognitif, afektif, psikomotor
KARAKTERISTIK PREDIABETES DI PUSKESMAS PESANTREN I KOTA KEDIRI Kristanti, Erva Elli; Huriah, Titi; Khoiriyati, Azizah
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Keperawatan (Online)
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.889 KB) | DOI: 10.32660/jurnal.v2i2.273

Abstract

EFEKTIVITAS PEMBERIAN INTERVENSI GERAKAN SHOLAT TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI Sudarso, Ns; Kusbaryanto, Mr; Khoiriyati, Azizah; Huriah, Titih
Jurnal Keperawatan Vol 12 No 1 (2019): Jurnal Keperawatan, Volume XII, Nomor 1, Januari 2019
Publisher : LPPM Akademi Keperawatan Dian Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.71 KB)

Abstract

Latar Belakang : Hipertensi merupakan salah faktor risiko primer terjadinya penyakit jantung dan stroke. Saat ini hipertensi merupakan faktor resiko ketiga terbesar yang menyebabkan kematian secara dini. Salah satu penduduk yang beresiko mengalami gangguan akibat hipertensi adalah lansia. Bertambahnya usia merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya peningkatan tekanan darah atau hipertensi, bertambahnya usia menyebabkan penurunan fungsi dari organ tubuh, ditandai dengan menurunnya elastisitas arteri dan terjadinya kekakuan pada pembuluh darah sehingga akan sangat rentan sekali terjadi peningkatan tekanan darah pada lanjut usia. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa pengaruh gerakan sholat terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di Panti Werdha Mojopahit Mojokerto. Metode : Penelitian ini menggunakan desain penelitian Quasi experiment dengan Pre-Post Test Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia yang mengalami hipertensi derajat ringan dan sedang pada lansia di Panti Werdha Mojopahit Mojokerto yang diambil dengan teknik purposive sampling. Penelitian ini dilakukan di Panti Werdha Mojopahit Mojokerto. Variabel independen dalam penelitian ini adalah gerakan sholat. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah tekanan darah. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian terapi intervensi gerakan sholat kepada lansia penderita hipertensi selama 4 minggu, efektif untuk menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Kesimpulan : Intervensi gerakan shalat dengan 9 gerakan utama, merupakan bagian dari terapi komplementer senam ergonomik. Gerakan shalat yang dilakukan oleh seorang muslim, pada dasarnya tidak melepaskan makna dari gerakan sholat itu sendiri. Seorang muslim yang sedang melakukan gerakan shalat akan mempersepsikan dirinya sedang melakukan ibadah dan berserah diri kepada Allah SWT. Pada saat seorang muslim berserah diri, maka organ dalam tubuh akan mengalami relaksasi dan memicu hormon dalam tubuh untuk bekerja secara optimal dengan cara meningkatkan sistem imunitas secara bertahap yang pada akhirnya akan menurunkan tekanan darah tinggi pada lansia.
KARAKTERISTIK PREDIABETES DI PUSKESMAS PESANTREN I KOTA KEDIRI Kristanti, Erva Elli; Huriah, Titi; Khoiriyati, Azizah
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Keperawatan (Online)
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.889 KB) | DOI: 10.32660/jurnal.v2i2.273

Abstract

PENGARUH INTRADYALITIC EXERCISE TERHADAP PENURUNAN NYERI PASIEN HEMODIALISA RUTIN DI UNIT HEMODIALISA RSUD Dr. TJITROWARDOJO PURWOREJO Sugiarti, Wiwit; Nurul Makiyah, Sri Nabawiyati; Khoiriyati, Azizah
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 3, No 1 (2018): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM An Nuur Purwodadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.139 KB) | DOI: 10.35720/tscners.v3i1.60

Abstract

Latar belakang; Nyeri muskuloskeletal merupakan gejala yang dialami pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa.Manajemen nyeri dapat menggunakan distraksi relaksasi konvensional dan intradialytic exercise. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Intradialytic exercise dalam menurunkan nyeri pada pasien hemodialisa rutin di Unit Hemodialisa Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Tjitrowardojo Purworejo.Metode; Rancangan penelitian yang digunakan eksperimen semu dengan desain pretest-posttest with control group. Respondennya 36 orang, terdiri dari 18 pasien yang diberi Intradialytic exercise sebagai kelompok intervensi dan 18 pasien lainnya hanya diberikan distraksi-relaksasi konvensional sebagai kelompok kontrol.  Pengukuran nyeri menggunakan Visual Analog Scale. Analisis datanya menggunakanPaired t Testdan  Independent Sample t Test.Hasil;  Hasil penelitian didapatkan perbedaan penurunan yang signifikan terhadap skor nyeri pre dan postes pada kelompok baik intervensi dan kelompok kontrol dengan p value 0,000 (p< 0,005 dan metode Intradialytic exercise lebih efektif dalam menurunkan skor nyeri dibandingkan metode distraksi-relaksasi konvensional pada pasien HD rutin  dengan p value 0,000 (p< 0,005). Kata kunci: Intradialytic Exercise, Nyeri
PENGARUH AUTOGENIC TRAINING DALAM MENURUNKAN RESPONS STRES MAHASISWA KEPERAWATAN Fathia, Neng Annis; Wardaningsih, Shanti; Khoiriyati, Azizah
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 2, No 2 (2017): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM An Nuur Purwodadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.73 KB) | DOI: 10.35720/tscners.v2i2.7

Abstract

Latar Belakang; Autogenic training (AT) merupakan suatu latihan yang bertujuan untuk memberikan efek relaksasi, meringankan gangguan psikosomatik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh autogenic training dalam menurunkan respons stress mahasiswa keperawatan.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode Quasi Eksperimental Using a Pretest-Posttest Design. Sebanyak 30 orang mahasiswa ditahun pertama salah satu perguruan tinggi swasta terlibat dalam penelitian ini.Hasil; Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perubahan yang bermakna pada respons stres. Secara klinis menunjukkan perubahan respons stres baik sebelum dan sudah diberikan intervensi autogenic training.dengan p value 0.027. Autogenic training merupakan bentuk psikofisiologis yang dapat membantu seseorang untuk mengkondisikan dirinya sendiri dengan menggunakan konsentrasi pasif dan beberapa kombinasi stimulasi psikofisiologis yang disesuaikan dengan kebutuhan therapy.Kesimpulan; Autogenic training secara signifikan mampu menurunkan respons stress mahasiswa keperawatan. Kata kunci : Autogenic Training, Respons Stress, Mahasiswa Keperawatan
EFEKTIFITAS SKALA BRADEN DAN SKALA WATERLOW DALAM MENDETEKSI DINI RESIKO TERJADINYA PRESSURE ULCER DI RUANG PERAWATAN RUMAH SAKIT “X Sukurni, Sukurni; Rosa, Elsye Maria; Yuniarti, Falasifah Ani; Khoiriyati, Azizah
Jurnal Kesehatan Karya Husada Vol 6 No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Karya Husada
Publisher : LPPM Politeknik Kesehatan Karya Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.727 KB)

Abstract

Latar Belakang: Pressure ulcers merupakan masalah utama dalam pelayanan kesehatan yang bisadicegah. Pengkajian pressure ulcers dengan menggunakan skala Braden dan Waterlow sebagai saranapencegahan yang perlu diuji efektifitasnya. Tujuan penelitian ini menganalisis efektifitas skala Bradendan skala Waterlow dalam mendeteksi dini resiko terjadinya Pressure Ulcer di Ruang PerawatanRumah Sakit “X.”Metode: Penelitian ini merupakan cohort prospective. Pengambilan sampel menggunakan purposivesampling dengan jumlah 34 responden. Responden dilakukan pengkajian resiko pressure ulcersmenggunakan dua skala Braden dan Waterlow pada hari ke-1, 5 dan ke-10. Uji bivariat perbedaanpengkajian resiko pressure ulcers menggunakan independent t-test. Uji diagnostik sensitifitas,spesifitas, nilai duga positif dan nilai duga negatif dengan analisis tabel 2 x 2.Hasil: Pengkajian resiko pressure ulcers menggunakan kedua skala pada hari ke-1, ke-5 ke-10 masingmasing didapat nilai signifikansi p=0.001, p=0.040 dan p=0.021. Nilai sensitifitas skala Braden 91%dan Waterlow 60%. Nilai spesifitas Skala Braden 42% dan Waterlow 78%. Nilai Duga Positif skalaBraden 74% dan skala Waterlow 88%. Nilai Duga Negatif skala Braden 71% dan skala Waterlow41%.Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang bermakna pengukuran kedua skala pada pengkajian hari ke-1,ke-5 dan ke-10. Skala Braden lebih sensitif untuk mendeteksi resiko pressure ulcers.
EFEKTIFITAS KOMBINASI TERAPI MUSIK DAN TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAM TERHADAP PENURUNAN NYERI PASIEN POST KATETERISASI JANTUNG Khodriyati, Nanik Sri; Dewi, Arlina; Khoiriyati, Azizah
Jurnal Kesehatan Karya Husada Vol 6 No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Karya Husada
Publisher : LPPM Politeknik Kesehatan Karya Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.354 KB)

Abstract

Latar belakang : Tindakan kateterisasi jantung dapat menimbulkan ketidaknyamanan / nyeri, nyeri dapat diturunkanmenggunakan terapi musik dan teknik relaksasi nafas dalam. Terapi musik adalah Pemberian tindakan mandirikeperawatan menggunakan MP3 dan headphone dengan mendengarkan musik yang telah dipilih oleh responden sesuaistandar terapi musik selama 15 menit minimal satu kali dan teknik relaksasi nafas dalam adalah pemberian metodebernafas secara mendalam dengan frekuensi kurang dari 10 x/menit yang dilakukan sambil mendengarkan musikselama 15 menit dengan mengacu panduan kombinasi terapi musik dan relaksasi nafas dalam yang dibimbing olehpeneliti/asisten peneliti.Tujuan : Untuk menganalisis efektivitas kombinasi terapi musik dan teknik relaksasi nafas dalam terhadap penurunanintensitas nyeri pada pasien post kateterisasi jantung.Metode: Desain penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan pre - post test with control group design, denganpendekatan consecutive sampling. Jumlah sampel 38 responden. Penilaian nyeri menggunakan Numeric Rating Scale(NRS), analisa data menggunakan uji statistik wilcoxon, dan mann-whitney.Hasil: Hasil uji statistik wilcoxon menunjukkan p value &lt; 0.05 sehingga kombinasi terapi musik dan teknik relaksasinafas dalam secara signifikan dapat menurunkan intensitas nyeri pasien post kateterisasi jantung, kemudian dilakukananalisis perbedaan masing-masing variabel ditambah dengan protap rumah sakit sebagai kontrol dengan uji mannwhitney, hasil p value &lt; 0.05 dan dilanjutkan uji mann-whitney tes untuk melihat perbandingan penurunan dua variabeldengan masing-masing p value &lt; 0.05 dengan demikian secara statistik ada perbedaan antara kelompok intervensi dankelompok kontrol.Kesimpulan: Kombinasi terapi musik dan teknik relaksasi nafas dalam efektif dalam menurunkan nyeri pada pasienpost kateterisasi jantung.