Articles

Found 12 Documents
Search

AIR TAWAR DI PULAU KECIL TERUMBU KARANG DERAWAN: MASALAH DAN ADAPTASI TERHADAP KENAIKAN MUKA AIR LAUT Hantoro, Wahyoe S.; Hadiwisastra, Sapri; Arsadi, Edy M.; Masduki, A.; Airlangga, A.Y.; Suyatno, Suyatno; Kosasih, Engkos
JURNAL RISET GEOLOGI DAN PERTAMBANGAN Vol 19, No 2 (2009)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2393.288 KB) | DOI: 10.14203/risetgeotam2009.v19.28

Abstract

ABSTRAK Pulau Derawan merupakan bagian dari gugusan pulau terumbu karang yang tumbuh di tinggian atau substrat dari endapan pasir dan lempung di perairan lepas pantai estuari Sungai Berau. Sejumlah pemboran yang dibuat di jalur tengah di gosong pasir dan Pulau Derawan memperlihatkan suatu urutan pengendapan pulau terumbu karang yang mengalami perulangan perubahan muka laut serta dengan ciri pengendapan seiring kenaikan cepat muka laut sejak zaman es terakhir (14.000 th). Data tersebut, menempatkan gugusan pulau ini pada kemungkinan terjadinya penurunan tektonik. Hal ini juga dipertegas oleh data seismik pantul dangkal dari kawasan disekitarnya. Memperhatikan skenario kenaikan muka laut global 1 cm/tahun, Derawan dan gugusan pulau terumbu karang halang di perairan dan estuari Berau sesungguhnya saat ini berada pada ancaman serius dengan berbagai konsekuensinya. Ancaman tersebut salah satunya adalah akan sangat berkurangnya ketersediaan air tawar pulau yang hanya diperoleh dari air meteorik. Naiknya muka air laut akan menaikkan muka air asin yang di atas mana bertengger lensa air tawar yang akan segera menipis. Saat ini berdasar pengukuran, lapisan air tawar mempunyai tebal tidak merata sekitar 2-4 m. Langkah awal mengatasi masalah ini adalah melakukan upaya pengaturan pemakaian air tawar sehingga selalu seimbang neracanya serta mengusahakan memperhalus sedimen yang menjadi tempat air tawar terkumpul sehingga dapat menghalangi masuknya air asin dari formasi dibawahnya maupun langsung dari arah samping (pantai) ketika pasang naik paling tinggi. Upaya ini dapat dilakukan dengan penanaman jenis pohon tertentu yang sudah diuji kemampuan dan perilakunya namun juga terhindar dari dampak kelebihan evapotranspirasi. 
Characteristics of Vacuum Freeze Drying with Utilization of Internal Cooling and Condenser Waste Heat for Sublimation Alhamid, Muhammad; Yusuf, Nasruddin; Mahlia, Indra; Kosasih, Engkos; Yulianto, Muhamad; Ricardi, Rio
Makara Journal of Technology Vol 17, No 2 (2013)
Publisher : Directorate of Research and Community Services, Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1369.3 KB) | DOI: 10.7454/mjt.v17i2.262

Abstract

Vacuum freeze drying is an excellent drying method, but it is very energy-intensive because a relatively long drying time is required. This research investigates the utilization of condenser waste heat for sublimation as a way of accelerating the drying rate. In addition, it also investigates the effect of internal cooling combined with vacuum cooling in the pressure reduction process. Jelly fish tentacles were used as the specimen, with different configurations for condenser heat waste and internal cooling valve opening. The results show that heating with condenser heat waste can accelerate the drying rate up to 0.0035 kg/m2.s. In addition, pre-freezing by internal cooling prevents evaporation until the mass of the specimen is 0.47 g and promotes transition of the specimen into the solid phase.
Modification of Flow Structure Over a Van Model By Suction Flow Control to Reduce Aerodynamics Drag Harinaldi, Harinaldi; Budiarso, Budiarso; Warjito, Warjito; Kosasih, Engkos; Tarakka, Rustan; Simanungkalit, Sabar; Teryanto, I Gusti Made
Makara Journal of Technology Vol 16, No 1 (2012)
Publisher : Directorate of Research and Community Services, Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.767 KB) | DOI: 10.7454/mst.v16i1.226

Abstract

Automobile aerodynamic studies are typically undertaken to improve safety and increase fuel efficiency as well as to  find new innovation in automobile technology to deal with the problem of energy crisis and global warming. Some car companies have the objective to develop control solutions that enable to reduce the aerodynamic drag of vehicle and  significant modification progress is still possible by reducing the mass, rolling friction or aerodynamic drag. Some flow  control method provides the possibility to modify the flow separation to reduce the development of the swirling structures around the vehicle. In this study, a family van is modeled with a modified form of Ahmeds body by changing the orientation of the flow from its original form (modified/reversed Ahmed body). This model is equipped with a suction on the rear side to comprehensively examine the pressure field modifications that occur. The investigation combines computational and experimental work. Computational approach used  a commercial software with standard k-epsilon flow turbulence model, and the objectives was  to determine the characteristics of the flow field and aerodynamic drag reduction that occurred in the test model. Experimental approach used load cell in order to validate the aerodynamic drag reduction obtained by computational approach. The results show that the application of a suction in the rear part of the van model give the effect of reducing the wake and the vortex formation. Futhermore, aerodynamic drag reduction close to 13.86% for the computational approach and 16.32% for the experimental have been obtained.
SASTRA KLASIK SEBAGAI WAHANA EFEKTIF DALAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KARAKTER Kosasih, Engkos
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 13, No 2 (2013): Volume 13, Nomor 2, Oktober 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/bs_jpbsp.v13i2.294

Abstract

Abstrak   Sastra Klasik sebagai Wahana Efektif Pengembangan Pendidikan Karakter. Pelajaran sastra klasik merupakan wahana efektif bagi pengembangan karakter siswa. Dalam sastra klasik ada unsur budaya, sejarah, bahkan unsur ideologi di samping aspek  emosional, intelektual, sosial, dan moralitas. Unsur-unsur itu pula yang selama ini merupakan bidang kajian dalam pengembangan kepribadian. Oleh karena itu, pengembangan pendidikan kepribadian (baca: karakter) melalui pengajaran sastra klasik bukanlah upaya yang mengada-ada. Sastra klasik dapat membantu pembentukan karakter siswa, melalui jalinan cerita yang menyentuh, pilihan kata yang menggugah, ataupun kekuatan konflik yang menggetarkan temanya yang mencengangkan dan heroik. Justru dengan sastra klasik itulah  siswa dapat memperoleh kesadaran, tanpa merasa dipaksa dan digurui. Untuk itu, pembelajarannya tidak cukup apabila berkutat pada soal teori. Ada aspek lain yang yang lebih penting, yaitu apresiasi dan kreasi. Kedua aspek tersebut bisa memberikan pengalaman dan kepribadian bersastra, terutama di dalam pembentukan karakter-karakter tertentu pada diri siswa.Kata kunci: Sastra klasik, pendidikan karakter, potensi siswa, strategi pembelajaran Abstract   Classic literature as an effective way in improving education of character.A lesson of classic literature is an effective mode for improving student’s character. Some elements of classic literature include culture element, history, beside emotional aspect, intellectual, social, and morality. That element as long as now is an inspection surface in a personality improvement. Therefore, improvement of personality education (read: character) by means of classic literature is not fabricating efforts. A classic literature is able to help building student’s character, by means of touching story’s combination, shaking of words selection, or a power of conflict which was tremble his friend shock and heroism. Exactly, by a classic literature, a student is able get a conscious, without feeling to be forced and taught. So, learning of it is not enough if only concentrate to a theory. Another aspect is more important, that is an appreciation and creation. Both of that aspect is able to give an experience and literature personality, especially in certain characters building of student’s personal.Keywords: Classic literature, character education, students potential, learning’s strategy 
PENAFSIRAN SAYYID QUTHB TENTANG AYAT-AYAT ISHLĀH (STUDI TAFSIR FĪ ZHILĀL ALQURAN) Wulandari, Wulandari; Rostandi, Usep Dedi; Kosasih, Engkos
Al-Bayan: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Tafsir Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Qur?anic and Tafsir studies Programme at Ushuluddin Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-bayan.v2i1.1811

Abstract

Perdamaian (Islāh) memiliki dimensi personal atau internal sekaligus dimensi sosial. Individu dihimbau untuk menegakkan perdamaian dengan dirinya, hasratnya, aspirasinya dan nuraninya. Ia juga dihimbau untuk melakukan perdamaian dengan apa yang ada di sekelilingnya, dimulai dengan anggota keluarganya, tetangganya, komunitas sosial dan negaranya. Kebutuhan akan keamanan, kedamaian, dan ketentraman adalah kebutuhan manusia yang asasi, oleh karena itu pengupayaan kepada nilai tersebut merupakan kebajikan yang sangat dimuliakan. Maka dalam hal ini, agama berfungsi mendukung proses rekonsiliasi atau perdamaian dan memupuk kesatuan manusia dimana saja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penafsiran Sayyid Quthb terhadap ayat-ayat Islāh dalam tafsir Fī Zhilāl Alquran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian analisis deskriptif . Metode ini dilaksankan dengan menggunakan teknik Content Analisys (analisis isi) yaitu dengan cara menganalisis makna yang termuat dalam berbagai sumber baik primer maupun sekunder.  Hasil penilitian ini menyimpulkan bahwa Islāh menurut Sayyid Quthb dalam tafsir Fī Zhilāl Alquran adalah dapat mewujudkan kalimatullah sebagai kenyataan di muka bumi, antara lain; keadilan, kemerdekaan, dan keamanan bagi seluruh umat manusia baik individu ataupun masyarakat. Bukan hanya sekedar untuk mencegah terjadinya peperangan dengan segala resikonya, tetapi mencegah kelaliman serta kerusakan di muka bumi. Karena itu, Islam memulai upaya perdamaian atau perbaikan (Islāh)  pertama-tama ada di dalam perasaan setiap individu, kemudian meluas ke seluruh anggota keluarga lalu ke masyarakat.
Isotropic Potential Model of Hydrogen Physisorption on Exohedral of Single Walled Carbon Nanotubes with Various Diameter Nasruddin, Nasruddin; Kosasih, Engkos; Supriyadi, Supriyadi; Zulkarnain, Ihsan
Journal of Mechanical Engineering and Mechatronics Vol 1, No 01 (2016): Journal of Mechanical Engineering and Mechatronics
Publisher : Journal of Mechanical Engineering and Mechatronics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1500.269 KB)

Abstract

Abstract. This work presents step-by-step procedure of modeling accurate interaction potential energy between hydrogen and outer surface of zigzag Single Walled Carbon Nanotube (CNT) as a function of its diameter. First principles calculations at MP2 method level and def2-SVP basis-set were performed to predict the interaction potential energy of hydrogen gas molecule on outer surface of CNT cluster model. The result shows that the physisorption energy is ranging between 1.05 kcal/mol to 1.14 kcal/mol. Using force-matching method, Lennard-Jones potential parameters were approximated for interaction between united-atom model of hydrogen molecules and the CNT. Assuming constant σ = 3.2 Å, the result shows that the ε parameter can be defined as a function of CNT diameter.Keywords. Hydrogen, Carbon Nanotube, First principles, Ab initio, Binding Energy, Force-matching Method, Lennard-Jones Potential
PARTISIPATORY ACTION RESEARCH (PAR) IMPLEMENTASI KEBIJAKAN WAJIB BELAJAR PENDIDIKAN DASAR SEMBILAN TAHUN DI KABUPATEN SERANG Kosasih, Engkos
JIPAGS (Journal of Indonesian Public Administration and Governance Studies) Vol 2, No 2 (2018): JIPAGS Vol 2 No 2 Juli 2018
Publisher : http://jurnal.untirta.ac.id/index.php/JIPAGS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Education is the most important aspect in nation building. Quality human resources will only be realized from quality education. Education distribution strategy should get main priority because in reality there are still children in Serang District who dropped out of school or did not continue their education, especially in elementary education level. The government's step in dealing with the problem of dropping out of school in Serang Regency with the promulgation of the compulsory 9-year basic education should be continued. Because in the implementation there are still some inhibiting factors, such as, the state of the economy, the circumstances of social and cultural environment, facilities of education and community participation. This study aims to determine the constraints faced, how the socialization, and what kind of characteristics of school drop outs. This research uses qualitative approach and descriptive by using Partisipatory Action Reseach (PAR) method. The presence of researchers in this study as the main instrument in collecting data until the reporting stage of the results. Source of data used in this research is primary data source, FGD, interview and narrative. The Researcher becomes the key informant and supporting informant chosen purposively. The results of the research formulation of the problem shows that there are obstacles faced by the Government of Serang Regency in the success of wajardikdas program, such as: Demographic-Economy, Culture, Human Resources, Budget Limitations, Monitoring and Evaluation, Validity Data obtained and lack of socialization, Understanding of the characteristics of school drop outs.
Pengembangan Kompetensi Membaca Cepat Melalui Teknik Gaya ”SAVI” Dalam Pembelajaran Bahasa Inggris Di Kelas X SMA Negeri 3 Pandeglang Kosasih, Engkos
MENDIDIK: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pengajaran Vol 5 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.061 KB) | DOI: 10.30653/003.201951.64

Abstract

This research departs from the phenomenon that appears during initial reflection. The results of the competency tests conducted on class X.1 students of State High School 3 of Pandeglang - Banten, after participating in speed reading learning, showed that of the 22 students only 53.6% who were able to fulfill the demands of the basic competency indicators that were targeted for learning. Starting from these problems, it needs to be followed up by applying SAVI style techniques in speed reading learning. The research method used is descriptive method and research design using a classroom action research model designed in three cycles. The results of this study show that the development of speed reading competencies using SAVI style techniques could improve student’s learning activities and outcomes. Changes in the increase in student activity during the learning process from cycle 1 to cycle 2 averaged 1.86, while the average from cycle 2 to cycle is 3 1.64. Student learning outcomes from the average value of cycle 1 to cycle 2 is 7.41, while the average of cycle 2 to cycle 3 is 3.42.
PENGEMBANGAN BUKU PENGAYAAN BERBASIS PAPPASENG SUKU BUGIS DALAM PEMBELAJAN CERPEN DI SMA Ramadan, Syahru; Sumiyadi, Sumiyadi; Kosasih, Engkos
Kadera Bahasa Vol 11, No 2 (2019): KABA Vol 11 No. 2
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1469.651 KB) | DOI: 10.26499/kaba.v11i2.70

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan bahan ajar berupa buku pengayaan pengetahuan cerpen berbasis pappaseng suku Bugis. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian dan pengembangan (R D) dengan menggunakan adaptasi model Hannafin dan Peck. Model ini terdiri atas tiga tahap, yaitu analisis kebutuhan, desain produk, dan pengembangan serta implementasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru dan peserta didik membutuhkan bahan ajar tambahan berupa buku pengayaan untuk mendukung proses pembelajaran, khususnya pembelajaran cerpen. Bahan ajar tersebut memuat kearifan lokal suku Bugis, yaitu pappaseng. Setelah analisis kebutuhan, selanjutnya disusunlah buku pengayaan dan sekaligus dinilai kelayakannya oleh ahli dan praktisi. Berdasarkan hasil penilaian oleh ahli dan praktisi, diperoleh hasil bahwa aspek kelayakan komponen isi/ materi buku mendapatkan rata-rata skor 92,3% dengan kriteria sangat baik. Pada aspek kelayakan komponen kebahasaan diperoleh rata-rata skor 93,3% dengan kriteria sangat baik. Pada aspek kelayakan komponen penyajian diperoleh rata-rata skor 87,2% dengan kriteria baik. Pada aspek kelayakan komponen kegrafikaan diperoleh rata-rata skor 83,5% dengan kriteria baik. Pada aspek kelayakan komponen kebermanfaatan diperoleh rata-rata skor 88% dengan kriteria baik. Setelah penilaian ahli, dilakukan pula uji lapangan pada peserta didik dengan hasil sebagai berikut. (1) Pada aspek isi/materi diperoleh rata-rata skor 88,08% dengan kriteria baik. (2) Pada aspek kebahasaan diperoleh rata-rata skor 89,52% dengan kriteria baik. (3) Pada aspek penyajian materi diperoleh rata-rata skor 87,79% dengan kriteria baik. (4) Pada aspek kegrafikaan diperoleh rata-rata skor 86,92% dengan kriteria baik. (5) Pada aspek kebermanfaatan diperoleh rata-rata skor 91,23% dengan kriteria sangat baik. Berdasarkan hasil tersebut, buku pengayaan yang dikembangkan dikategorikan layak dan dapat digunakan dalam proses pembelajaran.      
LITERASI MEDIA SOSIAL DALAM PEMASYARAKATAN SIKAP MODERASI BERAGAMA kosasih, engkos
Jurnal Bimas Islam Vol 12 No 2 (2019): Jurnal Bimas Islam 2019
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.139 KB) | DOI: 10.37302/jbi.v12i2.118

Abstract

Media sosial saat ini berhasil membentuk kekuatan besar dalam membentuk perilaku manusia dalam kehidupan modern yang dinamis ini. Belakangan ini, media sosial merupakan fenomena baru yang sangat digandrungi masyarakat modern tanpa mengenal usia dan afiliasi sosial apapun. Alih-alih menggunakan untuk hiburan semata, tapi menjadi bumerang bagi diri sendiri. Masyarakat perlu mengetahui dibalik kebebasan media sebagai alat ekspresi diri dalam berpendapat, tetap ada berbagai ranah aturan serta etika yang harus dipenuhi. Dengan demikian pengguna medsos harus bersikap adil (tidak berlebihan) dalam menyikapi berbagai hal yang didapatkan, jangan sampai sikap keberpihakan terhadap sesuatu membuat kita terjebak dalam lubang kemadharatan dari medsos. Hadirnya tulisan ini diharapkan ada sikap yang berbeda dari para pengguna medsos, yaitu berfikir dan bersikap moderat terhadap hal-hal yang beredar di medsos, terutama moderat dalam hal beragama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yang mana data yang dibutuhkan hanya sebatas dokumen-dokumen yang dianalisis sesuai dengan kebutuhan penelitian. Hasil dari penelitian ini bahwa bagaimana caranya seseorang sebagai pengguna medsos harus bisa menerapkan sikap wasaty atau adil dalam mengambil segala yang ada di dalamnya. Masyarakat (user medsos) harus bisa memilah dan memilih apa yang seharusnya diterima dan apa yang seharusnya ditolak.  Hal ini terlebih terhadap hal-hal yang berbau dengan masalah agama, seperti berbagai doktrin jelek yang tersebar melalui medsos. Dengan demikian, masyarakat harus bisa menyaring berbagai informasi yang masuk dan harus bersikap moderat terlebih dahulu terhadap berbagai informasi tersebut, sebelum pada akhirnya memutuskan untuk mengambil sikap. Kata Kunci: Literasi, Moderasi, Media Sosial.   Abstract Social media is currently successfully forming a great force in shaping human behavior in this dynamic modern life. Lately, social media is a new phenomenon that is loved by modern society without knowing any age and social affiliation. Instead of using it for entertainment, but backfire for yourself. Society needs to know behind the freedom of the media as a means of self-expression in opinion, there are still various domains of rules and ethics that must be met. Thus the user of social media must be fair (not excessive) in responding to various things that are obtained, do not let the attitude of partiality towards something makes us trapped in the pit of harm from the social media. The presence of this article is expected to have a different attitude from the users of social media, which is to think and be moderate about things that are circulating in the social media, especially moderate in matters of religion. This study uses qualitative methods, where the data needed is only limited to the documents analyzed in accordance with research needs. The results of this study that how a person as a social media user must be able to apply a attitude of fairness or fairness in taking everything in it. Society (user social media) must be able to sort out and choose what should be accepted and what should be rejected. This is especially true of matters related to religious matters, such as various bad doctrines spread through social media. Thus, the community must be able to filter the various information that comes in and must be moderate to the various information before finally deciding to take a stand. Keywords: Literacy, Moderation, Social Media