Articles

Found 17 Documents
Search

Aplikasi QFD Untuk Pengembangan Produk Wafer (Studi Kasus: PT Indo Sari Abadi) Kosasih, Wilson; Soenandi, Iwan Aang; Celsia, Eilen
Teknik dan Ilmu Komputer vol. 2 no. 7 Juli-September 2013
Publisher : Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PERANAN PENDIDIKAN TECHNOPRENEURSHIP UNTUK PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN: STUDI KONSEPTUAL Kosasih, Wilson; Ahmad, Ahmad; S., Lithrone Laricha; Utama, Didi Widya
Jurnal Rekayasa Sistem Industri Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Rekayasa Sistem Industri
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.35 KB) | DOI: 10.26593/jrsi.v5i2.2215.79-88

Abstract

This paper describes a technological business incubation model, developing integrated curriculum with technopreneurship education, as well as the involvement of Industrial Engineering of Tarumanagara University to create technology startup ecosystem. University holds the important role for enhancing technopreneurs in Indonesia. Academics or researchers as technology transfer agents, are responsible to disseminate technology entrepreneurship education broadly. Eventually, technological business incubator will able to accelerate commercialization of innovations or inventions from university researchs.
Perancangan Eksperimen untuk Meningkatkan Kualitas Ketangguhan Material dengan Pendekatan Analisis General Factorial Design (Studi Kasus: Produk Solid Surface) Salomon, Lithrone Laricha; Kosasih, Wilson; Angkasa, Sauw Oscar
Jurnal Rekayasa Sistem Industri Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Rekayasa Sistem Industri
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (912.377 KB) | DOI: 10.26593/jrsi.v4i1.1386.20-26

Abstract

PT WLS is a company that produce solid surface product. The variance of shape and design that canbe produced is very high and can be customized to the demand. The problem that occur in this company isthat sometimes the product fractured during delivery and production. To cope this problem, an experimentdesign with General Factorial Design is used to determine the best material composition that can increase thetoughness of the material. Two factors are determined to be the main factors that determine the toughnessof the materials which is the amount of hardener and the type of material used. Charpy test was used todetermine the toughness of the samples with a 55 mm x 10 mm x 10 mm dimension. Based on the analysisdone, the amount of catalyst, the type of material used, and the interaction between those two factors have asignificant effect to the materials toughness value and to get the optimal result for a 100 mm x 100 mm x 9mm sample, it was advised to use 3 ml of hardener and Al(OH)3 with HWF specifications.
PERANAN PENDIDIKAN TECHNOPRENEURSHIP UNTUK PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN: STUDI KONSEPTUAL Kosasih, Wilson; Ahmad, Ahmad; S., Lithrone Laricha; Utama, Didi Widya
Jurnal Rekayasa Sistem Industri Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Rekayasa Sistem Industri
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.35 KB) | DOI: 10.26593/jrsi.v5i2.2215.79-88

Abstract

This paper describes a technological business incubation model, developing integrated curriculum with technopreneurship education, as well as the involvement of Industrial Engineering of Tarumanagara University to create technology startup ecosystem. University holds the important role for enhancing technopreneurs in Indonesia. Academics or researchers as technology transfer agents, are responsible to disseminate technology entrepreneurship education broadly. Eventually, technological business incubator will able to accelerate commercialization of innovations or inventions from university researchs.
Perancangan Eksperimen untuk Meningkatkan Kualitas Ketangguhan Material dengan Pendekatan Analisis General Factorial Design (Studi Kasus: Produk Solid Surface) Salomon, Lithrone Laricha; Kosasih, Wilson; Angkasa, Sauw Oscar
Jurnal Rekayasa Sistem Industri Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Rekayasa Sistem Industri
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (912.377 KB) | DOI: 10.26593/jrsi.v4i1.1386.20-26

Abstract

PT WLS is a company that produce solid surface product. The variance of shape and design that canbe produced is very high and can be customized to the demand. The problem that occur in this company isthat sometimes the product fractured during delivery and production. To cope this problem, an experimentdesign with General Factorial Design is used to determine the best material composition that can increase thetoughness of the material. Two factors are determined to be the main factors that determine the toughnessof the materials which is the amount of hardener and the type of material used. Charpy test was used todetermine the toughness of the samples with a 55 mm x 10 mm x 10 mm dimension. Based on the analysisdone, the amount of catalyst, the type of material used, and the interaction between those two factors have asignificant effect to the materials toughness value and to get the optimal result for a 100 mm x 100 mm x 9mm sample, it was advised to use 3 ml of hardener and Al(OH)3 with HWF specifications.
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK BUCKET TIPE ZX 200 GP DENGAN METODE STATISTICAL PROCESS CONTROL DAN FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (STUDI KASUS: PT. CDE) Kosasih, Wilson; ., Adianto; ., Erickson
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Ilmiah Teknik Industri (Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jitiuntar.v3i2.499

Abstract

Abstrak PT. CDE merupakan suatu perusahaan yang bergerak di bidang industri manufaktur alat berat. Salah satu produk yang dihasilkan oleh PT. CDE adalah bucket tipe ZX 200 GP. Berdasarkan data produksi yang diperoleh dari bulan Mei 2013 hingga September 2013, jenis kegagalan produk yang paling banyak ditemui adalah jenis cacat undercut. Dalam penelitian ini, pengendalian kualitas dilakukan dan dianalisis dengan menggunakan metode Statistical Process Control dan Failiure Mode and Effect Analysis (FMEA). Jenis FMEA yang digunakan adalah FMEA proses. Hasil analisis mengidentifikasi beberapa akar permasalahan utama yang menjadi penyebab munculnya kegagalan pada jenis cacat undercut yaitu: penyetelan mesin yang kurang tepat, kotornya ujung mata las, penggunaan mesin secara terus menerus, pemakaian kawat terlalu sedikit, kurang pemeriksaan kualitas, kemiringan elektroda yang kurang tepat, kecepatan pengelasan terlalu tinggi, kurang pengawasan kerja, dan pekerja yang kurang terampil. Maka daripada itu, dalam makalah ini diusulkan beberapa tindakan perbaikan kepada pihak manajemen untuk mengurangi kecacatan undercut yang terjadi, antara lain: mempekerjakan welder yang telah bersertifikasi, mengurangi kecepatan pengelasan sesuai dengan ketebalan material, melakukan pengarahan mengenai kemiringan elektroda yang sesuai dengan posisi pengelasan, mengatur besar arus dan tegangan pengelasan sesuai dengan tebal bahan dan diameter kawat elektroda, melakukan pemeriksaan kualitas secara rutin dan segera melakukan tindakan perbaikan bila terjadi kegagalan saat produksi. Kata kunci: Pengendalian Kualitas, Statistical Process Control, Failure Mode and Effect Analysis
PENGUKURAN DAN ANALISIS INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT DI KANTOR IMIGRASI JAKARTA S, Lithrone Laricha; Kosasih, Wilson
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Teknik Industri (Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jitiuntar.v6i1.3022

Abstract

Perusahaan dituntut untuk menghasilkan produk/jasa dengan kualitas yang sesuai dengan harapan masyarakat, termasuk instansi pemerintah seperti kantor imigrasi. Penelitian ini bertempat di kantor imigrasi salah satu wilayah di Jakarta yang memiliki tingkat kepuasan masyarakat (IKM) yang paling rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kepuasan masyarakat atas pelayanan staf kantor imigrasi wilayah Jakarta Barat bagian pembuatan paspor dengan harapan agar kualitas pelayanan di kantor imigrasi tersebut dapat ditingkatkan. Dengan menggunakan teori pelayanan kualitas dan analisis seperti, uji hipotesis, Analisis GAP, Importance-Performance Matrix (IPA), dan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) didapatkan hasil bahwa harapan masyarakat atas pelayanan staf kantor imigrasi Jakarta Barat cukup tinggi, sedangkan untuk tingkat kepuasan masyarakat atas pelayanan masyarakat di Kantor Imigrasi tersebut menunjukkan angka yang kurang memuaskan, yaitu sebesar 54,42 dalam skala IKM, yang berarti termasuk dalam tingkat kategori kurang. Hal ini menunjukkan pelayanan jasa yang didapatkan masyarakat tidak sebanding dengan tingkat harapan masyarakat. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan di kantor imigrasi Jakarta Barat dibuat House Of Quality (HOQ) untuk mengetahui strategi yang efektif.
ANALISIS SISTEM MANAJEMEN MUTU DENGAN MALCOLM BALDRIGE NATIONAL QUALITY AWARD DI PERUSAHAAN GLOBAL BERSTANDARISASI ISO 9001:2008 (STUDI KASUS : PT. ZEBRA ASABA INDUSTRIES) Kosasih, Wilson; Laricha, Lithrone; ., Hendrawan
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Ilmiah Teknik Industri (Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jitiuntar.v4i2.492

Abstract

PT Zebra Asaba Industries merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang produksi alat tulis kantor. PT Zebra Asaba Industries belum pernah melakukan pengukuran kinerja secara keseluruhan sebelumnya, pengukuran kinerja yang ada hanya dilakukan atas beberapa bidang saja. Berdasarkan penelitian ini, dilakukan penilaian terhadap kinerja di PT. Zebra Asaba Industries dari penerapan yang sudah dilakukan yakni ISO 9001 dan melakukan penilaian kesiapan dengan menggunakan referensi Malcolm Baldrige National Quality Award dan Analytical Hierarchy Process. Output yang diharapkan dari penelitian ini adalah kondisi kinerja perusahaan pada saat sekarang ini sehingga perusahaan dapat mengetahui posisinya sekarang ini dan dapat melakukan perbaikan–perbaikan untuk kemajuan perusahaan. Berdasarkan analisa dan penilaian, perusahaan telah mematuhi apa yang terdapat dalam ISO 9001, dan untuk pendekatan Malcolm Baldrige National Quality Award, perusahaan memperoleh nilai sebesar 698. PT. Zebra Asaba Industries ini berada pada kondisi “Industry Leader”, dan dapat dikatakan bahwa 80,68% perusahaan ini telah siap untuk menerapkan pendekatan Malcolm Baldrige National Quality Award. Dan dari metode Analytical Hierarchy Process, telah diketahui pembobotan berdasarkan ranking, dimana dari 7 kriteria, fokus pasar dan pelanggan memiliki bobot yang paling tinggi. Kata kunci: Penilaian Kinerja, Sistem Manajemen Mutu, Malcolm National Quality Award, ISO 9001, Analytical Hierarchy Process
PENENTUAN STRATEGI UNTUK MENINGKATKAN KAPASITAS PRODUKSI KOPI ORGANIK Kosasih, Wilson; Soenandi, Iwan A; Hazael, Eunike
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol 1, No 3 (2013): Jurnal Ilmiah Teknik Industri (Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jitiuntar.v1i3.474

Abstract

PT. Aries Kencana International (AKI) merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang perdagangan ekspor produk pertanian organik yaitu kopi.Untuk meningkatkan kapasitas produksi, pemilihan strategi merupakan hal penting, terutama dalam memilih strategi yang akan digunakan untuk jangka panjang. Meningkatnya permintaan akan kopi organik, mengharuskan PT. AKI meningkatkan kapasitas produksinya. Langkah yang dilakukakan yaitu memilih teknologi sebagai strategi yang akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi. Kajian ini bertujuan untuk mendapatkan strategi yang optimal.Untuk memilih strategi didasarkan dengan berbagai pertimbangan baik secara kualitatif maupun kuantitatif.Pertimbangan kualitatif digunakan metode ANP-BOCR.Output dari ANP-BOCR ini adalah bobot untuk setiap alternatif.Pertimbangan kuantitaif digunakan metode ZOGP dengantujuan mendapatkan strategi yang mengoptimalkan tujuan obyektif dengan mempertimbangkan batasan yang ada.Hasil dari metode ANP-BOCR kedua alternatif strategi memenuhi syarat untuk dipilih, namun bobot B/(C*R) tertinggi yaitu membeli mesin all in one (A1) dengan bobot 2,67978. Namun hasil dari metode ZOGP, alternatif yang paling baik untuk dipilih yaitu membeli mesin bagger (A2).Kata Kunci:Strategi, Kapasitas, ANP, BOCR, ZOGP
PENINGKATAN KUALITAS BENANG DTY SINGLE 150D/48F PADA MESIN CONE WENDER MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA DAN FACTORIAL DESIGN DI PT. GEMILANG TEXINDOTAMA Salomon, Lithrone Laricha; Kosasih, Wilson; Jap, Lilyana
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Ilmiah Teknik Industri (Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jitiuntar.v2i2.488

Abstract

macam ukuran dan jenis benang seperti benang single dan benang double (twist). Permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan adalah banyak terjadinya kesalahan penggulungan benang di mesin cone wender sehingga benang tidak sesuai dengan standar. Untuk mengatasi permasalahan ini, dilakukan perancangan eksperimen dengan metode Factorial Design untuk menentukan settingan optimum mesin dan hasil interaksi setiap faktor yang berpengaruh. Dengan analisa FMEA dilakukan penelitian faktor seperti sambungan weight bound, genangan pelumas saat proses, benang putus saat diangkat, traverse length kurang panjang, dan berat doffing yang bervariasi. Dengan tiga tipe sisi mesin cone wender (12, 16, dan 32 sisi) terdapat tiga faktor utama yang mempengaruhi nilai untuk settingan mesin yaitu kecepatan putaran mesin (speed), traverse length, dan bandul bawah (weight bound). Pengujian settingan mesin yang dilakukan terdapat dua level, yakni level dengan keadaan perusahaan saat ini dan level yang diajukan. Berdasarkan hasil pengolahan data disimpulkan beberapa hal, yaitu: jenis cacat benang yang paling banyak dihasilkan adalah benang lingkar dan benang kotor., kapabilitas pada proses awal proses masih sangat rendah dan perlu ditingkat, faktor yang berpengaruh dalam settingan optimum mesin cone wender adalah Speed (400 RPM) dan Weight bound (40 gr). Dari hasil analisa simulasi penerapan didapatkan Grade A mengalami peningkatan 95.45317 % menjadi 95.58280985 %. Berarti peningkatan naik sebesar 0.129 % (per minggu). Kata kunci: FMEA, Anova, Design factor, Optimasi