Dodin Koswanudin
Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian, Bogor

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH EKSTRAK DAUN AGALIA ODORATA TERHADAP PERKEMBANGAN HAMA PENGISAP POLONG KEDELAI NEZARA VIRIDULA DAN RIPTORTUS LINEARIS Koswanudin, Dodin
Prosiding Seminar Biologi Vol 8, No 1 (2011): Seminar Nasional VIII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.678 KB)

Abstract

Nezara viridula dan Riptortus linearis termasuk salah satu hama utama pada tanaman kedelai karena menimbulkan kerugian yang cukup tinggi. Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun Aglaia odorata terhadap perkembangan hama pengisap polong Nezara viridula dan Riptortus linearis. Percobaan dilakukan di rumah kaca Balitbang Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian, Bogor pada bulan Januari sampai Mei 2011. Percobaan menggunakan rancangan acak lengkap yang teridiri atas 5 (lima) perlakuan dan 5 (lima) ulangan, sebagai perlakuan adalah ekstrak A. odorata konsentrasi 1,0%, 0,75%, 0,5% dan 0,25% serta kontrol. Tanaman kedelai varietas Anjasmoro ditanam pada pot-pot plastik dipupuk sesuai anjuran. Setiap perlakuan terdiri atas satu pot tanaman kedelai. Tanaman kedelai yang sudah berpolong (polong muda) diaplikasi dengan perlakuan ekstrak A. odorata sesuai konsentrasi yang digunakan dengan volume semprot 7,5 ml/perlakuan, setelah kering-angin tanaman disungkup dengan kurungan kasa nilon kemudian diinfestasi serangga uji N. viridula dan R. linearis masing-masing 20 ekor nimfa/perlakuan, setiap serangga uji diinfestasikan pada tanaman yang berbeda. Mortalitas dan perkembangan N. viridula dan R. linearis diamati setiap hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak A. odorata berpengaruh terhadap mortalitas nimfa N. viridula dan R. linearis, konsentrasi 0,75 ? 1,0% menyebabkan mortalitas nimfa N. viridula 30,0 ? 70,0% dan R. linearis 20,0 ? 60,0%. Pada konsentrasi 0,75 ? 1,0% menghambat perkembangan nimfa, menurunkan jumlah telur dan keperidian. Kata kunci : ekstrak A. odorata, N. viridula, R. linearis, kedelai
Host preference fruit flies Bactrocera carambolae (Drew & Hancock) and Bactrocera dorsalis (Drew and Hancock) (Diptera: Tephritidae) Koswanudin, Dodin; Basukriadi, Adi; Samudra, I Made; Ubaidillah, Rosichon
Jurnal Entomologi Indonesia Vol 15, No 1 (2018): March
Publisher : Perhimpunan Entomologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.523 KB) | DOI: 10.5994/jei.15.1.40

Abstract

Lalat buah Bactrocera carambolae (Drew & Hancock) dan Bactrocera dorsalis (Drew & Hancock) dilaporkan dapat hidup dan berkembang pada berbagai jenis buah-buahan sehingga menimbulkan kerusakan pada buah yang sekaligus menimbulkan kerugian secara ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari preferensi dan perkembangan B. carambolae dan B. dorsalis pada beberapa jenis buah dan untuk mendapatkan informasi jenis buah yang paling disukai lalat buah. Penelitian dilakukan di Laboratorium Entomologi dan Laboratorium Koleksi Spesimen Serangga, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian Bogor, pada bulan Juni 2011 sampai Maret 2012. Perlakuan buah terdiri belimbing malaya (Averrhoa carambolae), mangga varietas manalagi (Mangifera indica), jambu biji getas merah (Psidium guajava), jambu air varietas citra (Eugenia aquae), jambu bol jamaika (Eugenia malaccenensis), dan pepaya california (Carica papaya). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lalat buah B. carambolae paling tertarik pada buah belimbing malaya dan manggga manalagi dan B. dorsalis pada buah pepaya california dan mangga manalagi.
Pengaruh biosin dan ekstrak cente terhadap perkembangan Aphis glycines (Homoptera : Aphididae) Harnoto, Harnoto; Koswanudin, Dodin; Ardiwinata, Asep Nugraha
Jurnal Entomologi Indonesia Vol 1, No 1 (2004): September
Publisher : Perhimpunan Entomologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (972.728 KB) | DOI: 10.5994/jei.1.1.27

Abstract

A study was conducted at Engineering of protein and Immunology. Division, Research Institute for Agricultural Biotechnology and Genetic Resources Bogor during 2000, to determine the effect of Biosin and Lantana camara seed extracts on development of Aphis glycines A. completely randomized design was used with four replications. Treatment consisted of three concentrations of Biosin and two concentrations of L camara seed extracts and untreated (control). Thirty days old soybean plant in plastic pots were applied according to its treatments. Biosin and L camara seed extracts were used as foliar spray. Volume of spray solution was 7.5 ml/pot. Half an hour after application, soybean plants were infested by 20 third instar A. glycines each pot. The result showed that Biosin and L. camara seed extracts decreased the development of A. glycines populations, especially Biosin and L camara seed extracts 0.4%.
SEBARAN POPULASI PREDATOR COCCINELLA SP., PAEDERUS FUSCIFES DAN LYCOSA PSEUDOANULATA PADA BEBERAPA VARIETAS TANAMAN PADI SAWAH Koswanudin, Dodin
Prosiding Seminar Biologi Vol 8, No 1 (2011): Seminar Nasional VIII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.002 KB)

Abstract

ABSTRAK   Musuh alami termasuk predator merupakan serangga berguna yang berperan dalam menekan laju populasi serangga hama. Pada pertanaman padi terdapat beberapa jenis predator yang biasa memangsa hama antara lain Coccinella sp., Paederus fuscifes dan Lycosa pseudoanulata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan dan tingkat populasi ketiga jenis predator tersebut pada pertanaman padi sawah. Penelitian dilakukan di Pusakanagara, Subang, Jawa Barat pada musim tanam 2009/2010. Rancangan  percobaan acak kelompok terdiri atas 5 perlakuan dan 5 ulangan, sebagai perlakuan adalah padi varietas IR-64, IR-42, Ciherang, Cisantana dan Cisadane. Luas petak percobaan 10 m x 10 m, tanaman padi dipupuk sesuai anjuran. Pengamatan populasi predator dilakuan pada waktu dua minggu setelah tanam dengan interval satu minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi predator Coccinella sp., Paederus fuscifes dan Lycosa pseudoanulata bervaiasi pada setiap varietas padi dan musim tanam. Pada musim tanam 2009 populasi predator tertinggi berturut-turut adalah Coccinella sp, P. fuscifes dan L. pseudoanulata, dengan urutan tertinggi masing-masing  pada varietas padi IR-64, Ciherang, Cisadane, IR-42 dan Cisantana. Pada musim tanam 2010 populasi peredator tertinggi adalah P. fuscifes, Coccinella sp. dan L. psuedoanulata pada tanaman padi IR-42, IR-64, Ciherang dan Cisantana. Hama yang dominan ditemukan selama  percobaan berlangsung meliputi Nilaparvata lugens dan Scipophaga incertulas..     Kata kunci : Sebaran, Coccinella sp, P. fuscifes, L. pseudoanulata, padi sawah