ADVENDI KRISTIYANDARU
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI BERORIENTASI TUGAS UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI INSTRINSIK DAN KEMAMPUAN MOTORIK SISWA PRIAMBODO, ANUNG; KRISTIYANDARU, ADVENDI; JANNAH, MIFTAKHUL
Ordik Vol 12, No 1 (2014): Vol. 12 No 1 Tahun 2014
Publisher : Ordik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan-perubahan perilaku seseorang selalu didasarkan pada motivasi tertentu. Motivasi bisa muncul dari dalam (instrinsik) dan juga dari luar (ekstrinsik). Motivasi dan disiplin diri merupakan faktor prediktif yang signifikan dalam keberhasilan prestasi (Waschull, S. B, 2005).  Motivasi instrinsik sangat dibutuhkan dalam pencapaian prestasi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa motivasi instrinsik bisa ditumbuhkan melalui pemberian tugas yang sesuai dengan kemampuan siswa dan dalam prosesnya, guru dan orang tua memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya terhadap individu tanpa membandingkan dengan orang lain. Secara umum ada dua iklim pembelajaran (motivational climate) yang diciptakan oleh guru yaitu yang berorientasi tugas (task involvement) dan yang berorientasi ego (ego involvement). Tujuan mata pelajaran pendidikan jasmani adalah meningkatkan potensi fisik dan membudayakan sportifitas dan kesadaran hidup sehat (Permendiknas 22, 23 tahun 2006). Selama ini, pembelajaran pendidikan jasmani banyak menggunakan pendekatan kompetisi dan komparasi antar siswa dalam menilai kompetensi siswa. Kondisi ini lebih dekat dengan iklim yang berorientasi ego.  Bagi siswa yang tidak memiliki kelebihan atau minat dalam aktivitas gerak (olahraga), kondisi tersebut memberi dampak negatif berupa kecemasan, turunnya percaya diri, minat berolahraga dsbnya. Pembelajaran yang berorientasi tugas (task involvement) mengandung unsur-unsur penghargaan kepada individu sesuai dengan kemampuannya, individu diberi pilihan dalam menguasai materi dan masing-masing memiliki target yang berbeda dalam pembelajaran. Tujuan dari kegiatan penelitian ini adalah melihat apakah pembelajaran yang berorientasi tugas (task involvement) akan mempengaruhi motivasi instrinsik dan hasil belajar motorik siswa  dalam pembelajaran pendidikan jasmani. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian pengembangan (development research). Dilaksanakan selama 2 tahun, pada tahun pertama melakukan analisis kebutuhan (need assessment) melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan para pakar tentang pentingnya inovasi pembelajaran pendidikan jasmani untuk meningkatkan motivasi instrinsik dan hasil belajar motorik. Berdasarkan hasil penelitian pada tahun pertama, melalui analisis Content Validity Ratio (CVR) diperoleh hasil bahwa buku panduan guru dan buku jurnal siswa bisa digunakan untuk menerapkan model pembelajaran pendidikan jasmani berorientasi tugas, namun perlu revisi untuk petunjuk dan contoh praktis dalam penggunaannya. Berdasarkan hasil ujicoba lapangan, diperoleh hasil bahwa model pembelajaran pendidikan jasmani berorientasi tugas ini dapat meningkatkan motivasi instrinsik siswa, siswa lebih puas dan senang. Pada aspek kemampuan motorik belum ada perbedaan yang signifikan dibanding dengan kelompok kontrol, sekalipun rata-rata kemampuan motorik kelompok eksperimen lebih tinggi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, ditetapkanlah sintaks model pembelajaran pendidikan jasmani berorientasi tugas, namun untuk penyempurnaan buku panduan guru, buku jurnal siswa perlu dilakukan uji coba lagi dengan skala yang lebih luas yang akan dilakukan pada tahun kedua penelitian.   Kata kunci: pendidikan jasmani, orientasi tugas, motivasi intrinsik, kemampuan motorik 
HUBUNGAN PEMAKAIAN GAWAI DENGAN AKTIVITAS OLAHRAGA (STUDI PADA SISWA SMA NEGERI 1 KOTA MOJOKERTO) YUSSRON ILYAS, MOHAMMAD; KRISTIYANDARU, ADVENDI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada kehidupan sehari-hari smartphone telah digunakan untuk menunjang berbagai aktivitas. Dalam pembelajaran di sekolah-sekolah terdapat pro dan kontra tentang pemakaian smartphone pada pembelajaran. Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK), guru tidak dianjurkan mengajar dengan monoton, dan smartphone digunakan sebagai media dalam pembelajaran. Apakah ada hubungannya antara pemakaian smartphone dengan aktivitas olahraga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dan seberapa besar hubungan pemakaian gawai (gadget) dengan aktivitas olahraga studi pada siswa SMA Negeri 1 Kota Mojokerto. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 1 Kota Mojokerto dengan menggunakan 31 sampel dengan metode claster random sampling. Instrumen yang digunakan adalah angket. Analisis yang digunakan adalah uji deskriptif, uji asumsi dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pemakaian gawai dengan aktivitas olahraga. Hal ini dibuktikan setelah data dikumpulkan dengan menggunakan angket gawai dan aktivitas olahraga kemudian diuji hipotesis menggunakan korelasi product moment dan mendapatkan nilai 0,055 yang lebih besar dari 0,05. Kata Kunci: smartphone, aktivitas olahraga Abstract In daily life, smartphones have been used to support various activities. In schools, there are pros and cons about the using of smartphones in learning. In physical education learning, teachers are not recommended to teach monotonously. Furthermore, there are some question about it such as how smartphones should be used in physical education learning, is there any connection between of the use of devices with study sports activities. This study aims to determine the relationship and how much the relationship of the use of devices in sports activities. This study uses quantitative research methods with correlational design. The samples of this study were 31 Senior High School 1 Mojokerto students with claster random sampling method. The research instrument was a questionnaire. The analysis used is descriptive test, assumption test and hypothesis test. The results showed that there was no relationship between the utilization of devices and sports activities. This is evidenced after the data is collected using a device questionnaire and sports activities and then tested the hypothesis using product moment correlation and get a value of 0.055 which is greater than 0.05. Keywords: smartphone, sports activities