Ika Kurniasari
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

KEMAMPUAN MENGEMBANGKAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ICT BAGI GURU-GURU MGMP SMP, SMA, DAN SMK DI KABUPATEN BANYUWANGI Budiarto, Mega Teguh; Wijayanti, Pradnyo; Kurniasari, Ika
Jurnal ABDI: Media Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ja.v1n2.p162-167

Abstract

Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan guru dalam penguasaan materi bidang studi dan pembelajarannya. Kegiatan ini merupakan implikasi dari hasil Penelitian Unggulan Perguruan Tinggi tentang pendekatan Rigorous Mathematical Thinking (RMT) dalam pembelajaran materi bidang studi geometri. Secara khusus, tujuan kegiatan ini adalah guru mampu mengembangkan media pembelajaran berbasis ICT. Untuk mencapai tujuan tersebut, langkah-langkah yang digunakan adalah: (1) mengembangkan media berbasis ICT atau menggunakan perangkat lunak untuk pembelajaran materi bidang studi berbasis kelas; (2) implementasi media pembelajaran berbasis ICT di dalam kelas; dan (3) diskusi hasil implementasi dan revisi. Sasaran dari kegiatan ini utamanya adalah guru MGMP SMA. Namun, atas permintaan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, diikutsertakan guru MGMP SMP dan guru MGMP SMK. Jenis kegiatan ini mencakup: (1) pemetaan atau klasifikasi kemampuan ICT dari peserta, (2) pemberian informasi tentang pembuatan animasi berbasis Flash, (3) diskusi, (4) workshop pembuatan media ICT berbasis Macromedia Flash, (5) presentasi hasil workshop dan pemberian masukan dari narasumber untuk bahan kerja mandiri, dan (6) praktek kerja nyata menggunakan media ICT yang telah dibuat. Hasil akhir yang dicapai dalam kegiatan ini berupa persentase media ICT berbasis Flash yang terkumpul dan diterapkannya dalam pembelajaran di kelas. Sebanyak 10 dari 150 media ICT yang telah dibuat oleh guru MGMP baik SMP, SMA, dan SMK telah layak diterapkan di pembelajaran kelas. Diinformasikan bahwa 10 media tersebut, 7 media ICT dihasilkan oleh guru MGMP SMA, 2 media ICT dari guru MGMP SMP, dan 1 media ICT dari guru MGMP SMK. Tampak bahwa hanya sekitar 11% guru MGMP SMA, 6% guru MGMP SMP, dan 1% guru MGMP SMK yang telah berhasil membuat/menyelesaikan pembuatan media berbasis ICT.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR NUMBER THEORY UNTUK MAHASISWA KELAS INTERNASIONAL SULAIMAN, RADEN; KURNIASARI, IKA
Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains Vol 19, No 1 (2012): Vol. 19, No. 1, Juni 2012
Publisher : Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Hasil pengamatan peneliti saat mengajar matakuliah Teori Bilangan diperoleh data bahwa banyak mahasiswa yang mengalami kesulitan  membuktikan suatu pernyataan, baik berupa teorema ataupun lemma. Salah satu faktor yang mengakibatkan mahasiswa mengalami kesulitan memahami materi dari matakuliah Teori Bilangan adalah kurangnya bahan ajar yang dapat dimanfaatkan mahasiswa serta bahan ajar yang tidak sesuai dengan deskripsi matakuliah pada buku pedoman mahasiswa, sehingga diperlukan bahan ajar yang sesuai dengan deskripsi yang ada pada buku pedoman mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar matakuliah Number Theory  untuk mahasiswa program studi Pendidikan Matematika kelas Internasional. Rancangan isi dari buku ajarnya  terdiri dari lima bab yang secara garis besar akan disusun sedemikian sehingga: Chapter 1: Divisibility, Chapter 2: Prime Numbers, Chapter 3: Greatest Common Divisor and Least Common Multiple, Chapter 4: Arithmetic Functions, Chapter 5: Congruences. Jenis penelitiannya adalah penelitian pengembangan. Hasil pengembangan bahan ajar matakuliah Number Theory telah selesai sampai draft 1. Draft 1 ini hanya menitikberatkan isi yang sesuai dengan buku pedoman yang dimiliki mahasiswa Kelas Internasional. Oleh karena itu masih perlu perbaikan dalam aspek struktur bahasa, materi dan kelengkapan buku ajar sebagai buku yang akan digunakan dalam perkuliahan oleh mahasiswa jurusan matematika. Sehingga bisa disimpulkan layak untuk digunakan, meskipun banyak revisi yang harus dilakukan. Kata Kunci: Pengembangan bahan ajar dan Number Theory Abstract. Observations the researcher while teaching number theory courses retrieved data that many students have difficulty proving a statement, either in the form of a theorem or lemma. One of the factors that resulted in the students have difficulty understanding the material from the number theory course is the lack of materials that can be utilized as well as student learning materials that do not conform to the description of courses in the student handbook, so that the necessary materials are in accordance with the description found in the student handbook. This research aims to develop learning materials Number Theory courses for students of Mathematics Education study program of international class. Content design of text book consists of five chapters that outline will be structured such that: Chapter 1: Divisibility, Chapter 2: Prime Numbers, Chapter 3: Greatest Common Divisor and Least Common Multiple, Chapter 4: Arithmetic Functions, Chapter 5: Congruences. This type of research is research development. Development of learning materials results Number Theory courses have been completed until the draft 1. This only concerns the 1st Draft of the contents according to the Handbook of student-owned international class. It is therefore still needs improvement in the aspect of the structure of language, content and completeness of the textbook as a handbook to be used in lectures by students majoring in mathematics. So it can be worth to use, though many revisions to be done. Key words: development teaching materials and number theory
PENGEMBANGAN PERMAINAN EDUKASI DALAM PEMBELAJARAN  MATEMATIKA PADA MATERI KESEBANGUNAN FAIZAH, NENY; KURNIASARI, IKA
Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains Vol 19, No 2 (2012): Vol. 19, No. 2, Desember 2012
Publisher : Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa siswa berfikir bahwa aktivitas belajar itu tidak menyenangkan. Hal ini dikarenakan aktivitas pembelajaran yang tidak atraktif, dan membosankan. Peraturan Pemerintah menyatakan bahwa belajar harus menjadi interaktif, menginspirasi, menyenangkan dan menyediakan ruang bagi siswa untuk menjadi kreatif sesuai dengan potensi mereka. Oleh karena itu, guru harus membuat desain aktivitas belajar yang menyenangkan. Salah satu kegiatan yang disukai oleh siswa adalah permainan atau game. Permainan dapat digunakan sebagai alat pengajaran karena permainan dapat menarik siswa untuk terlibat secara aktif dalam kegiatan belajar. Permainan ini tidak hanya ditujukan untuk membuat kelas menyenangkan, tetapi juga fokus dalam pembelajaran. Hal ini disebut permainan edukasi. Matematika adalah salah satu mata pelajaran yang tidak disukai oleh para siswa karena matematika sangat abstrak terutama untuk anak-anak. Objek pada suatu permainan jika dimanipulasi dapat digunakan pembelajaran matematika. Jika permainan dapat digunakan sebagai alat mengajar pada pembelajaran matematika. Berdasarkan penjelasan ini, peneliti tertarik untuk mengembangkan permainan edukasi untuk pembelajaran matematika pada materi kesebangunan. Pengembangan permainan edukasi ini diadopsi dari model pengembangan Ross dan Kemp yang terdiri dari tiga fase yaitu perencanaan, prototipe, dan finalisasi. Pengembangan permainan edukasi terdiri dari dua sesi. Tujuan dari sesi pertama untuk membangun konsep kesebangunan dan tujuan sesi dua adalah untuk meningkatkan hasil pemahaman siswa tentang konsep kesebangunan. Hasil dari pengembangan ini adalah petunjuk permainan. Kata kunci: Permainan edukasi, kesebangunan, pengembangan permainan. Many students think that learning activity is not fun. It is because it is because the learning activities not attractive, and boring. The government regulation state that learning should be interactive, inspiring, fun and providing space for student to be creative according to their potential. Therefore, teacher should design fun learning activity, so that can motivate students to be active in learning activity. One of favored activity of children is a game. Game can be used to be a teaching tool because game can attract students to engage actively in the learning activity. The game is not only aimed to bring fun in the classroom but also focus on the learning. It is called educational game. Mathematics is one of subjects that are not liked by the students because mathematics very abstract especially for children. The objects in game if manipulated properly, it can be used in the mathematics learning. So, game can be a teaching tool to teach mathematics. Based on these explanations, the aim of this research is developing educational game for mathematics learning on materials of similarity. This developmental educational game is adopted from Ross and Kemp’s development models. It is consisting of three phases there are plan, prototype, and finalize. The developed educational game consists of two sections. The aim of section I is to construct similarity concept and the aim of section II is to work out student’s understanding about similarity concept. The result of this developmental is a game guideline. Keywords: Educational games, similarity, game developmental  
PERMAINAN IPA SEDERHANA BAGI PENGAJAR ANAK JALANAN DAN MARGINAL Susantini, Endang; Rosdiana, Laily; Kurniasari, Ika
Jurnal ABDI: Media Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ja.v3n2.p93-101

Abstract

  Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan keterampilan pengajar anak jalanan dan marginal dalam membuat media permainan IPA yang sederhana. Pengajar anak jalanan dan marginal yang dimaksud adalah pengajar pada komunitas Save Street Child/SSC Surabaya dan pengajar anak terdampak penutupan lokalisasi Dolly Surabaya yaitu Gerakan Melukis Harapan/GMH. Jumlah pengajar yang terlibat 28 orang yang dibagi dalam 8 kelompok. Metode yang dipilih untuk mencapai tujuan di atas adalah pelatihan yang dilakukan secara bertahap. Tahap pertama, adalah mendemonstrasikan cara membuat media permainan IPA yang sederhana. Tahap kedua, mendemonstrasikan cara menulis aturan permainan dengan kalimat yang mudah diikuti atau operasional. Tahap ketiga, melakukan modeling cara mengajar dengan menggunakan media permainan IPA. Pada setiap langkah diikuti penugasan secara kelompok. Tahap keempat, setiap kelompok pengajar diminta mendemonstrasikan permainan IPA sederhana buatan sendiri. Hasil kegiatan menunjukkan dari 8 kelompok pengajar anak jalanan dan marginal berhasil membuat 7 permainan IPA sederhana dengan baik dan melakukan simulasi permainan buatan sendiri