Articles

PEMBANGUNAN EKONOMI, INDUSTRIALISASI, DAN DEGRADASI LINGKUNGAN HIDUP DI INDONESIA TAHUN 1967-2013: ENVIROMENTAL KUZNET CURVE MODEL Kurniawan, Andi
Jurnal Ekonomi Kuantitatif Terapan 2019: Vol. 12, No.1, Februari 2019 (pp. 1-107)
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JEKT.2019.v12.i01.p08

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dampak pembangunan ekonomi dan proses industrialisasi terhadap Degradasi lingkungan di Indonesia baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek. Untuk melihat pengaruh pembangunan ekonomi dan industrialisasi terhadap penurunan kualitas lingkungan di Indonesia, penelitian ini menggunakan model Enviromental Kuznet Curve (EKC) dan dengan model Error Correction Mechanism (ECM). Hasil penelitian menjelaskan bahwa dalam jangka panjang peningkatan pendapatan masyarakat dan industrilasasi berpengaruh positif  secara linier terhadap peningkatan emisi C02 dan pada tingkat pendapatan tertentu terjadi proses perbaikan lingkungan yang ditandai dengan penurunan emisi CO2. Namun dalam jangka pendek hanya industrialisasi yeng membrikan pengaruh pada peningkatan emisi CO2. Diharapkan adanya konsesus bersama antara pemerintah dan pelaku usaha (industri) dalam mengurangi dampak pencemaran serta adanya peningkatan kesadaran masyakat dalam membantu mengurangi kerusakan lingkungan hidup.   Abstract This study aims to identify the impact of economic development and industrialization to  the environmental degradation in Indonesia, both in the long term and short term. To see the effect of economic development and industrialization to the environmental degradation in Indonesia, this research was  used Environmental Kuznets Curve (EKC) model and the model of  Error Correction Mechanism (ECM). The results of the study explain that in the long term, improvement of people's income and industrialization have positive effect linearly with the increase in C02 emissions and at a certain income level there is a process improvement environment characterized by a decrease in CO2 emissions. But in the short term only industrialization which influence on the increase of CO2 emissions Expected that the consensus between the government and businesses (industri) in reducing the impact of pollution and the increased awareness of society in helping to reduce environmental damage.    
PERANCANGAN TRAINER PID ANALOG UNTUK MENGATUR KECEPATAN PUTARAN MOTOR DC Mauludin, M. Subchan; Kurniawan, Andi
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2013): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 4 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PID  (Proportional  Integral Derivative) merupakan kontroler untuk menentukan presisi  suatu sistem  instrumentasi dengan karakteristik adanya umpan balik pada sistem  tersebut. Didalam suatu  sistem  kontrol mengenal adanya beberapa macam aksi  kontrol, diantaranya yaitu aksi kontrol  proporsional,  aksi  kontrol  integral  dan  aksi  kontrol  derivative  . Masing-masing  aksi kontrol ini mempunyai keunggulan-keunggulan tertentu, aksi kontrol proporsional mempunyai keunggulan  risetime  yang  cepat,  aksi  kontrol  integral  mempunyai  keunggulan  untuk memperkecil  error  ,  dan  aksi  kontrol  derivative  mempunyai  keunggulan  untuk memperkecil derror atau meredam overshot/undershot. Untuk  itu agar dapat menghasilkan output dengan risetime  yang  tinggi  dan  error  yang  kecil  kita  dapat menggabungkan  ketiga  aksi  kontrol  ini menjadi  aksi  kontrol  PID.  Trainer  Kendali  PID  Analog  menggunakan  IC  741  sebagai perangkat op Amp. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan nilai Kp, Ki, dan Kd yang ideal sehingga dapat mengendalikan plant motor DC. Kata Kunci: Risetime, error, overshoot, PID Analog, IC 741, motor DC
STUDI KEKUATAN TARIK LAS DARI BAHAN PLAT DASAR ALUMINIUM – MAGNESIUM Kurniawan, Andi; Isranuri, Ikhwansyah
e-Dinamis Vol 10, No 2 (2014): jurnal e-dinamis (2014)
Publisher : e-Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKAluminium  merupakan  logam  putih  keperakan  yang  lemah  dan  lunak,  tetapi  bila  dipadukan dengan  sejumlah  unsur  logam  lain  seperti  (  Mg,  Cu,  Si)  dapat  meningkatkan  kekuatan  dari aluminium.  Karena  paduan  aluminium  mempunyai  sifat  mampu  las  yang  relatif  rendah  bila dilkukan penanganan las TIG terhadap aluminium paduan sehingga nantinya akan diperoleh hasil  pengelasan  yang  baik.  Penelitian  yang  dibuat  ini  adalah  dengan  menambahkan magnesium  kedalam  aluminium  sesuai  variasi  yang  dikerjakan  yaitu  2%,  4%  dan  6%  unsur magnesium saat pengecoran. Setalah itu dilakukan pengujian tarik dan foto mikro. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kekuatan tarik pada sambungan las TIG pada aluminium paduan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kekuatan tarik yang optimum adalah pada komposisi 94 % aluminium dan 6 % magnesium dengan karakteristik sebagai berikut: 199 N/mm2, elongasi 4.2 %.  Pada  hasil  mikrostruktur  berwarna  hitam  yang  menunjukkan  Magnesium  dan  warna  putih keperakan  merupakan  aluminium.  Semakin  meningkat  penambahan   unsur  magnesium terhadap aluminium, maka semakin meningkat juga kekuatan tariknya. Kata kunci : Las TIG, Aluminium, Magnesium, sifat mekanis, foto mikro.
PENGARUH SUBSTITUSI SILASE TEPUNG BULU DALAM PAKAN BUATAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN EFISIENSI PEMANFAATAN PAKAN BENIH IKAN LELE ( CLARIAS GARIEPINUS ) Kurniawan, Andi; Rachmawati, Diana; Samidjan, Istiyanto
Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pakan merupakan faktor penting dalam proses pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan. Faktor pakan menentukan 60 - 70% biaya produksi dalam usaha budidaya ikan. Besarnya biaya yang dikeluarkan untuk pakan menjadi kendala bagi pembudidaya. Tingginya harga pakan disebabkan oleh mahalnya bahan baku yang digunakan, terutama tepung ikan. Oleh karena itu, perlu dicari alternatif bahan pakan dengan harga relatif murah dan mengandung nutrisi yang baik untuk mengurangi penggunaan tepung ikan. Salah satu alternatif bahan sumber protein adalah bulu ayam. Bulu ayam mengandung keratin sehingga perlu dilakukan fermenfasi untuk memecah keratin agar lebih mudah dicerna. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung ikan dengan silase tepung bulu ayam terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan benih ikan lele serta mengetahui komposis yang terbaik dalam pakan buatan terhadap laju pertumbuhan dan efisiensi pemanfaatan pakan. Ikan uji yang digunakan adalah benih ikan lele (Clarias gariepinus) dengan bobot rata-rata 2,27 ± 0,34 g/ekor dan padat tebar 25 ekor/m3. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap 5 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini: presentase tepung ikan ; silase tepung bulu ayam 0%;100%, 25%;75%, 50%;50%, 75%;25%, dan 100%;0%. Data yang diamati meliputi pertumbuhan bobot mutlak, laju pertumbuhan  relatif (RGR), efisiensi pemanfaatan pakan (EPP), dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan B 25% silase tepung bulu ayam dalam pakan buatan memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap RGR, pertumbuhan mutlak, dan EPP benih ikan lele yaitu 72,26±2,53(W), 2,96±0,11 (RGR), 66,06±2,37 (EPP).The feed is a very important factor in supporting the growth and survival of fish. Feed factor determining the cost of production reaches 60-70% in the cultivation of fish. The high feed prices caused by the high cost of raw materials used, mainly fish meal which is also an obstacle. Therefore, it is necessary to find alternative feed ingredients with a relatively cheap price and deliver good nutrition to reduce the use of fish meal. One alternative protein source material is chicken feathers. Feather meal protein content is high enough, but the feather meal also contains keratin that is hard to digest, so it is necessary to advance the process of fermentation. The purpose of this study to determine the effect of different substitution artificial feed on fish meal with a chicken feather meal silage on growth and survival rate of catfish and know the best composition in artificial feed the growing rate of catfish in the effect of adding silage chicken feather meal. The fish samples used are the seeds of catfish (Clarias gariepinus) with an average weight of 2,27 ± 0,34 g / fish and stocking density 25 fish / m3. This research used experimental method completely randomized design with 5 treatments and 3 repetitions. The treatment in this study: treatment 0%;100%, 25%;75%, 50%;50%, 75%;25% and 100%;0%. Data observed the growth of absolute weight, relative growth rate (RGR), efficiency of feed utilization (EPP),) and water quality. The results showed that treatment B 25% chicken feather meal in artificial diet provides highly significant effect (P <0,01) to RGR, absolute growth, and the EPP catfish ie 72,26±2,53(W), 2,96±0,11 (RGR), 66,06±2,37 (EPP). 
ANALISIS PENCEMARAN CR(VI) DI SUNGAI BADEK, KOTA MALANG DENGAN MENGGUNAKAN BIOFILM Kurniawan, Andi; Salamah, Lutfi Ni'matus; Jayati, Putri Dwiyan
ECOTROPHIC : Jurnal Ilmu Lingkungan (Journal of Environmental Science) Vol 13 No 1 (2019)
Publisher : Master Program of Environmental Science, Postgraduate Program of Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/EJES.2019.v13.i01.p02

Abstract

One of the most severe environmental problems is heavy metal pollution such as Cr(VI) in aquatic ecosystems.&nbsp; Cr(VI) is toxic and carcinogenic heavy metals pollutants that persistent and easily accumulated through the food web. Accumulation of Cr(VI) concentration in the aquatic ecosystem gradually increases with the increases of industrial activity. Therefore, Cr(VI) concentration in aquatic ecosystems should be monitored continuously, and thus, suitable and accuracy monitoring technologies are necessary. This study analyzed the utilization of biofilm as a biomonitoring agent of Cr(VI) in the Badek River, Malang City. The concentration of Cr(VI) inside the biofilm and the surrounding water of biofilm were investigated. The results revealed that the concentrations of Cr(VI) inside the biofilms were hundred times higher than the surrounding water. The biofilm may accumulate Cr(VI) from the surrounding water resulting in the Cr(VI)-rich microenvironment inside the biofilm. The adsorbed Cr(VI) is retained mostly in the interstitial water of the biofilm matrices. The findings in this study suggested that the biofilm can be used as a potential biological agent to monitor of Cr(VI) pollutant in the river ecosystems.
PENGARUH GEOMETRI JALAN SEBELUM DAN SETELAH PERBAIKAN JALAN TERHADAP PRODUKTIVITAS DAN KONSUMSI BAHAN BAKAR SERTA RASIO BAHAN BAKAR kurniawan, Andi; amin, Muhamad; ., Bochori
Jurnal Pertambangan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.486 KB) | DOI: 10.36706/jp.v3i1.8430

Abstract

Sistem penambangan batubara yang digunakan pada penelitian ini yaitu sistem tambang terbuka dengan metode strip mine karena kedudukan endapan batubara yang relatif datar dan berbagai lapisan. Salah satu faktor yang mempengaruhi produktifitas alat adalah jalan produksi yang digunakan. Jalan produksi yang baik adalah jalan yang dapat memberikan tempat bergerak yang optimum bagi kendaraan yang beroperasi. Jalan produksi yang menghubungkan front utara ke disposal area utara berjarak ± 600 meter yang terdiri dari 6 segmen. Tujuan penelitian yaitu mengevaluasi geometri jalan yang sesuai dengan standar spesifikasi dump truckKomatsu HD 785-7, mengevaluasi produktivitas alat angkut (dump truck) secara actual dan teoritis dan mengevaluasi rasio bahan bakar dumpt truck Adanya evaluasi pada segmen tersebut ternyata dapat diketahui berbagai kondisi yang menyebabkan hambatan pada waktu alat angkut terutama pada lebar jalan yang masih belum standar, maka perlu adanya perbaikan geometri jalan produksi pada jalur lurus dengan lebar 24 meter, dan lebar pada jalan tikungan pada segmen dengan lebar 28 meter, selain itu dengan pembuatan cross slope sebesar 48 cm dan pembuatan superelevasi di jalan tikungan pada segmen sebesar 0,034 sehingga beda tinggi antara sisi dalam dan sisi luar harus di buat 0,95 meter, serta melakukan perkerasan jalan pada segmen tertentu berdasarkan hasil pengujian  dengan metode DCP yang berfungsi mengetahui daya dukung tanah sehingga setelah dilakukan perbaikan dan perkerasan jalan diperoleh peningkatan produktivitas yang mulanya sebesar 152,20 bcm/jam menjadi 157,68 bcm/jam.  Selain produktivitas, dengan adanya perbaikan jalan dapat mempengaruhi konsumsi bahan bakar serta rasio bahan bakar yang mulanya 71,961 liter/jam dan 0,473 liter/bcm menjadi 58,745 liter/jam dan 0,373 liter/bcm. Kata Kunci:   Geometri jalan, produktivitas,surface mining, konsumsi bahan bakar,rasio bahan bakar
STATUS HEMATOLOGI DAN RESPON IMUN IKAN KOI (CYPRINUS CARPIO) YANG TERINFEKSI MYXOBOLUS SP. DENGAN TREATMENT DIMILIN (HEMATOLOGICAL STATUS AND IMMUNE RESPONSE OF KOI FISH (CYPRINUS CARPIO) INFECTED BY MYXOBOLUS SP. WITH TREATMENT OF DIMILIN) Setiawan, feri; Yanuhar, Uun; Kurniawan, Andi
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 15, No 1 (2019): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.461 KB) | DOI: 10.14710/ijfst.15.1.80-85

Abstract

Koi merupakan ikan hias favorit di pasar nasional dan internasional. Proses budidaya untuk menghasilkan koi dengan kualitas terbaik masih menjadi kendala, salah satunya adanya infeksi parasit Myxobolus sp. yang dapat menyebabkan kematian massal dalam waktu singkat. Myxobolus yang menyerang jaringan ikan dapat menyebabkan kerusakan prah pada jaringan. Banyak cara dilakukan oleh pembudidaya Ikan Koi untuk menghindari infeksi Myxobolus, yaitu dengan pengobatan secara alami dan menggunakan bahan kimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek hematologi dan respon imun pada Ikan Koi yang terinfeksi parasit Myxobolus dengan pengobatan dimilin. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan perlakuan kontrol ikan sehat (A), Ikan koi yang terinfeksi oleh Myxobolus sp. tanpa perlakuan dimilin (B), ikan koi terinfeksi Myxobolus sp dengan perlakuan dimilin 0,02 mg (C), dan ikan yang terinfeksi Myxobolus sp dengan perlakuan dimilin 0,01 mg (D). Pengambilan darah ikan dilakukan dengan metode punksi pembuluh darah bagian caudal dan dilakukan pengamatan hematologi, serta dilakukan pengamatan imunohistokima dengan melihat persentase Diaminobenzidine (DAB) pada ikan. Hasil rata-rata pada perhitungan hematologi leukosit dan eritrosit tertinggi  ditemukan pada ikan yang terinfeksi Myxobolus sp tanpa perlakuan dimilin (B), dengan eritrosit 2.913.334 sel / mm3 dan leukosit 197.184 sel / mm3. Hasil respon imun berdasarkan pengamatan imunohistokimia didapatkan nilai DAB perlakuan A adalah 16%, nilai DAB perlakuan B 42,7%, nilai DAB perlakuan C 25,6%, dan nilai DAB perlakuan D 31,4%. Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian dimilin dapat mempengaruhi respon hematologi dan dapat mempengaruhi respon imun pada ikan yang dapat ditunjukkan dengan Interleukin-6 pada ikan dengan hasil DAB immunoratio. Koi is a favorite ornamental fish in the national and international markets. Cultivation process to produce koi with the best quality is still have problem, one of the problem is parasitic infection of Myxobolus sp. which can cause mass death in a short time. Myxobolus attacks fish tissue can cause severe damage to tissue. Many ways were used by koi fish farmers to avoid Myxobolus infection which  with natural treatment and using chemicals drug. This study aims to determine the hematological effects and immune respons in the koi fish infected with the Myxobolus and treated with dimilin. Experimental method was used in this research with control treatment of healthy fish (A), koi fish infected by Myxobolus sp. without treatment (B), koi fish infected by Myxobolus sp with dimilin treatment 0.02 mg (C), and koi fish infected by Myxobolus sp with dimilin treatment 0.01 mg (D). fish Blood samples were collected with puncture of caudal vessel method and then haematological observations to blood samples, and immunohistokima observations by looking percentage of Diaminobenzidine (DAB) in fish. Highest hematological Results of leukocytes and erythrocytes were found in treatment B, with erythrocytes result 2,913,334 cells / mm3 and leukocyte 197,184 cells / mm3. Immune response result based on immunohistochemical observations with DAB value of treatment A is 16%, treatment B is 42.7%, treatment C is 25.6%, and treatment D is 31.4%. Conclusion in this study that dimilin treatment can affect hematological response and immune response in fish which can be shown with Interleukin-6 in fish with DAB immunoratio results. 
Sistem Penjejak Posisi Obyek Berbasis Umpan Balik Citra Syahrul, Syahrul; Kurniawan, Andi
JSM (Jurnal SIFO Mikroskil) Vol 13, No 1 (2012): Volume 13 Nomor 1 Tahun 2012
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Mikroskil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2540.19 KB)

Abstract

Makalah ini memaparkan hasil penelitian tentang Perancangan dan Realisasi Sistem Penjejak (tracking) Posisi Obyek dengan Menggunakan Bantuan Pemrosesan Citra. Keberadaan benda dideteksi oleh sensor visual. Pengambilan citra benda dilakukan dengan mengkondisikan perubahan parameter tertentu terhadap benda yang diamati. Penelitian ini bertujuan untuk membangun sebuah sistem pendeteksian keberadaan benda dengan menggunakan kamera sebagai sensor visual. Metode yang digunakan adalah dengan memanfaatkan pemrosesan citra (image processing) untuk melakukan pendeteksian keberadaan benda yang akan disorot dan diikuti laser pointer yang dikendalikan oleh mikrokontroler. Kamera yang terhubung dengan komputer melalui kabel USB akan melakukan capture pada benda yang berada di sebuah plant. Citra hasil capture diproses oleh aplikasi image processing menggunakan pemrograman Delphi untuk menghasilkan data koordinat yang akan menentukan keberadaan benda pada plant. Data koordinat akan dikirimkan ke mikrokontroler untuk menggerakkan laser pointer dengan menggunakan motor stepper. Ketepatan posisi penjejakan laser pointer terhadap benda akan ditunjukkan oleh titik koordinat X dan Y yang diperoleh dari hasil pemrosesan citra. Kata kunci: Penjejakan, Pemrosesan Citra, Komputer, Mikrokontroler
PENGARUH BENTUK DAN OPTIMASI LUASAN PERMUKAAN PELAT PENYERAP TERHADAP EFISIENSI SOLAR WATER HEATER Fadhillah, Arief Rizki; Kurniawan, Andi; Kurniawan, Hendra; Ismail, Nova Risdiyanto
PROTON Vol 5, No 2: Oktober 2013
Publisher : PROTON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanas air merupakan salah satu peralatan yang banyak digunakan oleh manusia. Salah satunya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pada skala rumah tangga yaitu untuk mandi air hangat. Pemanas air yang banyak digunakan adalah pemanas air yang memanfaatkan energi surya. Peralatan pemanas air skala industri dan rumah tangga masih memiliki kelemahan-kelemahan. Pemanas air skala industri seperti contoh di atas memerlukan biaya investasi maupun biaya operasional yang relatif besar. Berdasarkan kelemahan-kelemahan peralatan di atas, farid dan ismail (2010) melakukan penelitian menggunakan pelat penyerap gelombang dan dengan penambahan reflektor dapat meningkatkan efisiensi solar water heater sederhana. Rico A., dkk (2012) memanfaatkan dinding sebagai pelat penyerap radiasi matahari dan  penambahan volume air pada solar heater. Permukaan pelat penyerap panas radiasi matahari merupakan bagian pokok untuk menerima sinar radiasi matahari, sehingga bentuk permukaan akan mempengaruhi penerimaan energi radiasi matahari. Selain itu luasan permukaan pelat penyerap juga akan mempengaruhi penerimaan energi radiasi matahari.Dengan kondisi demikian perlu dilakukan penelitian tentang Pengaruh bentuk dan optimasi luasan permukaan pelat penyerap terhadap efisiensi solar water heater sederhana. Pada penelitian ini menggunakan metode eksperimen, yang dimulai dari pengujian pertama yaitu variasi bentuk pelat penyerap (segitiga sama kaki, gelombang dan segitiga siku-siku) yang masing-masing tegak lurus terhadap sinar dating radiasi matahari. Pengujian kedua untuk mengoptimasi luasan pelat penyerap, sehingga peningkatan efisiensi penyerapan panas pada solar heater. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi bentuk dan luasan  pelat penyerap solar water heater terbaik adalah pelat penyerap berbentuk segitiga sama kaki dan memiliki luasan segitiga yang kecil, antara lain : pada pengujian variasi bentuk pelat penyerap solar water heater sederhana dengan pelat penyerap berbentuk segitiga sama kaki memiliki efisiensi yang terbaik dengan angka efisiensi 77,8%  yang memiliki temperature pelat sebesar 33,90C dan menghasilkan temperatur aliran out sebesar 28,0 0C. Pada pengujian variasi luasan maka yang terbaik adalah segitiga sama kaki kecil dengan luasan 0,37 m2 yang menghasilkan temperatur pelat 34,7 0C yang dapat menghasilkan temperatur aliran out sebesar 25,4  0C, dan memiliki efisiensi sebesar 88,6 %.   Kata kunci:  bentuk permukaan, optimasi luasan, pelat penyerap , solar  water heater. PENDAHULUAN Latar Belakang Pemanas air merupakan salah satu peralatan yang banyak digunakan oleh manusia. Salah satunya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pada skala rumah tangga yaitu untuk mandi air hangat. Pemanas air yang banyak digunakan adalah pemanas air yang memanfaatkan energi surya. Peralatan ini banyak berkembang dengan adanya permasalahan keterbatasan bahan bakar fosil. Peralatan pemanas air skala industri dan rumah tangga masih memiliki kelemahan-kelemahan. Pemanas air skala industri seperti contoh di atas memerlukan biaya investasi maupun biaya operasional yang relatif besar. Pemanas komersial skala rumah tangga memiliki harga jual relatif tinggi dan masih memerlukan penambahan energi listrik atau gas untuk operasionalnya. Berdasarkan kelemahan-kelemahan peralatan di atas, farid dan ismail (2010) melakukan penelitian menggunakan pelat penyerap gelombang dan dengan penambahan reflektor dapat menin
RANCANGAN ANTENA TELEVISI MICROSTRIP MENGGUNAKAN FIBERGLASS EPOXY Mauludin, M. Subchan; Kurniawan, Andi
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi mikrostrip adalah Antena susunan  berupa sisipan dua buah lapisan konduktif yang saling paralel yang dipisahkan oleh suatu substrat dielektrik. Konduktor bagian atas adalah potongan metal yang tipis (biasanya tembaga atau emas), aplikasi antena ini biasanya digunakan dalam sistem radar, GPS dan lainnya. Hal ini dikarenakan antena dengan basis teknologi ini memiliki ukuran yang relatif lebih kecil dengan kehandalan unjuk kerja yang baik. Dengan menggunakan teknologi berbasis mikrostrip diharapkan akan membuat suatu antena dengan lebih handal dan kecil yang bisa digunakan untuk menggantikan peran dari antena indoor maupun outdoor pada penerimaan sinyal televise. Penelitian ini menggunakan bahan pengganti dielektrik antena yakni berupa PCB. Bahan dielektrik antena dari bahan emas atau tembaga menjadi PCB epoxy double layer dapat lebih ekonomis . Untuk menambah unjuk kerja antenna, dengan menambahkan elemen array pada antenna menyesuaikan keadaan ataupun topologi daerah pemasangan antena. Keunggulan dari antena ini selain kecil bentuknya, harganya juga cukup terjangkau dan tidak perlu pemasangan diluar ruangan (outdoor). Kata-Kata Kunci : Antena,mikrostrip,PCB, epoxy double layer,elemen array.