Articles

Found 16 Documents
Search

PENGARUH UKURAN BUTIR TERHADAP RASIO MAGNETORESISTANCE PADA PADUAN LA0,67CA0,33MN0,93TI0,07O3 Jazuli, Ahmad; Kurniawan, Budhy
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jusami.2007.0.0.5114

Abstract

PENGARUH UKURAN BUTIR TERHADAP RASIO MAGNETORESISTANCE PADA PADUAN La0,67Ca0,33Mn0,93Ti0,07O3. Telah dilakukan sintesis dan karakterisasi Giant Magnetoresistance pada paduan La0,67Ca0,33Mn0,93Ti0,07O3. Sintesis bahan La0,67Ca0,33Mn0,93Ti0,07O3 menggunakan metode reaksi padatan (solid state method) dari oksida-oksida penyusun La2O3, CaCO3, MnO2, dan TiO2 dengan perbandingan stokiometri unsur La : Ca : Mn : Ti = 0,67 : 0,33 : 0,97 : 0,07. Campuran ini dimilling selama 12 jam dan dilakukan proses pemanasan pada suhu 1350 oC selama 6 jam. Bahan ini kemudian dimilling kembali dengan variasi milling 5 jam, 10 jam, 15 jam, 20 jam dan 25 jam dan dilakukan proses pemanasan ulang pada suhu 1100 oC selama 24 jam. Hasil pengukuran dengan difraksi sinar-X (XRD) menunjukkan bahwa sintesis bahan La0,67Ca0,33Mn0,93Ti0,07O3 memiliki fasa tunggal (single phase) dengan struktur kristal ortorombik, space group Pnma (I-62) dan parameter kisi a = 5,474(2) b = 7,727(3) dan c = 5,477(2). Hasil pengukuran menggunakan EDAX menunjukkan bahwa bahan inimemiliki kualitas yang cukup baik dengan komposisi unsur La : Ca : Mn : Ti : O = 15,13 % : 8,28 % : 18,18 % : 1,58 % : 56,33 %. Hasil foto dengan Scanning Electron Microscope (SEM) menunjukkan bahwa butir-butir kristal berbentuk bulat-bulat hampir homogen di seluruh permukaan sampel dengan ukuran butiran sekitar 1000 nm hingga 4000 nm, 250 nm hingga 2000 nm, 250 nm hingga 1000 nm, 250 nm hingga 500 nm, 100 nm hingga 250 nm berturut-turut untuk milling 5 jam, 10 jam, 15 jam, 20 jam, 25 jam. Pada sampel La0,67Ca0,33Mn0,93Ti0,07O3 ini memiliki rasio magnetoresistance cukup besar dengan rasio d?/? sebesar 14,7 %, 18,0 %,24,5 %, 30,8 % 35,2 % dan 44,6%. Telah diperoleh paduan giant magnetoresistance La0,67Ca0,33Mn0,93Ti0,07O3 dengan kualitas yang cukup baik dan ukuran butir sangat mempengaruhi besarnya rasio magnetoresistance hingga 3 kali lipat dari sebelumnya. Peningkatan rasio magnetoresistance pada paduan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan paduan ini untuk aplikasi selanjutnya terutama pada sifat sensitivitasnya.
PENENTUAN STRUKTUR MAGNETIK CAMNO3 DENGAN DIFRAKSI NEUTRON Suharno, Suharno; Purwanto, Agus; Fajar, Andika; Kurniawan, Budhy; Mugihardjo, Herry; Adi, Wisnu Ari
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jusami.2006.0.0.5169

Abstract

PENENTUAN STRUKTUR MAGNETIK CaMnO3 DENGAN DIFRAKSI NEUTRON. Informasi mengenai struktur magnetik tidak dapat diperoleh melalui difraksi sinar-X (XRD). Oleh karena itu dibutuhkan data yang berasal dari difraksi neutron. Struktur magnetik CaMnO3 dalam penelitian ini dijelaskan melalui difraksi neutron metode serbuk. Preparasi sampel CaMnO3 mula-mula mencampur bahan dasar melalui perhitungan kimia, setelah itu dilanjutkan melalui proses milling dengan variasi waktu dan variasi pemanasan. Dari hasil karakterisasi melalui difraksi sinar-X diperoleh bahwa, fasa baru CaMnO3 terbentuk pada milling selama 12 jam dan pemanasan 1000 ºC selama 9 jam. Sistem kristal berada pada sistem simetri orthorhombik dengan group ruang (Pnma -D162h) dan parameter kisi (di suhu 12 K), a = 5,2801 Å, b = 7,4432 Å, c = 5,2588 Å. CaMnO3 memiliki suhu Neel di 131 K[3], artinya bahan ini berubah sifat menjadi antiferomagnetik jika berada di bawah suhu Neel. Hasil difraksi neutron CaMnO3, sifat magnetik muncul pada atom Mn di suhu 12 K sudut 2?=24,486 bidang pantulan hkl (011) dengan struktur magnetik pada atom Mn di posisi simetri 4b(0,0,½) adalah nonkolinear antiferromagnetik dan momen magnetiknya m(Mn) = 1,73 ?B.
MICROWAVE ABSORBING PROPERTIES OF LAMN1-X NIXO3. Saptari, Sitti Ahmiatri; Manaf, Azwar; Kurniawan, Budhy
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 15, No 4: JULI 2014
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jsmi.2014.15.4.4335

Abstract

MICROWAVE ABSORBING PROPERTIES OF LaMn1-x NixO3. The doped lanthanum manganites have unusual magnetic and transport properties, which makes it possible for this material to be used for microwave absorbing. In this study, LaMn1-xNixO3 (x = 0, 0.02, 0.04, and 0.06) were prepared by solid state reaction method as microwave absorption material. The crystal structure and magnetic properties were characterized byX-Ray Diffractometer (XRD) and Vibrating SampleMagnetometer (VSM), respectively. Refinement results of X-Ray diffraction pattern using High Score Plus Software showed that the samples with various x = 0 to x = 0.04 had a single phase with monoclinic crystal structure, while the sample with x = 0.06 had two phases with monoclinic and hexagonal structures. Hysteresis loops showed that the LaMn1-xNixO3 (x = 0, 0.02, 0.04, and 0.06) samples are soft magnetic materials. Microwave absorption properties were investigated in the frequency range of 8-12 GHz using Vector Network Analyzer (VNA). An optimal reflection loss of -8.85 dB is reached at 11.58 GHz for x = 0.04 with sampel thickness of 2 mm.
PREDIKSI KUALITATIFMATURITAS MATERIALORGANIK DI DALAM SEDIMEN SUMUR MINYAK BUMI DENGAN RESONANSI SPIN ELEKTRON. Poertadji, Suhardjo; Hermanto, Lingga; Kurniawan, Budhy
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 6, No 2: FEBRUARI 2005
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jsmi.2005.6.2.4855

Abstract

PREDIKSI KUALITATIFMATURITAS MATERIALORGANIK DI DALAM SEDIMEN SUMUR MINYAK BUMI DENGAN RESONANSI SPIN ELEKTRON. Dengan metode Resonansi Spin Elektron (RSE) dapat dideteksi adanya kandungan bahan paramagnetik dan radikal bebas di dalam sedimen sumur minyak bumi. Pengukuran konsentrasi radikal bebas sebagai fungsi kedalaman sumur atau suhu dapat memberikan informasi tentang maturitas material organik di dalam sedimen. Hasil pengamatan RSE menunjukkan bahwa sedimen dari Tuban (kedalaman 1450 m) mengandung ion Mn+2, sedangkan sedimen dari Kalimantan Timur (1310 m) tidak mengandung ion paramagnet. Sampel memberikan signal radikal bebas kerogen dengan faktor Lande g = 2,002. Diprediksi bahwa sedimen dari Kalimantan Timur berasal dari kedalaman sumur yang belum mencapai kondisi maturitas maksimal.
MAGNETIC PROPERTIES OF THE TWO-LEG ZIG-ZAG LADDER IN QUANTUM SPIN SYSTEM NH4CUCL3 Raksa, Teguh Yoga; Kurniawan, Budhy
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jusami.2002.3.2.5252

Abstract

MAGNETIC PROPERTIES OF THE TWO-LEG ZIG-ZAG LADDER IN QUANTUM SPIN SYSTEM NH4CuCl3. Numerical analysis of the two-leg zig-zag ladder as a single chain with next-nearest neighbour interactions has been formulated by Cabra (1999) with the following Hamiltonian: Other formulation for two leg zig-zag ladder with dimmerized chains and coupling between the chains is as follow : From these formulations, we study the closing of the gap at zero magnetization by means of the fine?tuning mechanism and disappreance of the 1/2 plateau (gap) at ?nite by alternating dimerization of the chains along the rungs. We also described NH4CuCl3 under high magnetic ?elds in a two-leg system.
PEMBANGKIT PULSA ARUS SEBAGAI SUMBER ARUS DENGAN METODA ISI-BUANG MUATAN KAPASITOR UNTUK PEMBUATAN MAGNET Handoko, Djati; Fahad, Hasan; Kurniawan, Budhy; Manaf, Azwar
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jusami.2002.3.2.5256

Abstract

PEMBANGKIT PULSA ARUS SEBAGAI SUMBER ARUS DENGAN METODA ISI-BUANG MUATAN KAPASITOR UNTUK PEMBUATAN MAGNET. Telah dibuat dan dianalisis sebuah instrumen pembangkit arus yang besar dengan metoda pengisian dan pembuangan muatan pada kapasitor. Arus listrik yang dihasilkan berbentuk pulsa dengan besar 0,25 kA. Rangkaian yang dibuat seperti terlihat pada gambar menggunakan 2 buah kapasitor dengan kapasitansi 3300 mF/350V yang dihubungkan secara paralel. Proses pengisian dan pembuangan muatan dilakukan dengan membuka/menutup saklar (menggunakan SCR) yang dapat diatur waktunya menggunakan timer. Analisis dilakukan terhadap perubahan lama waktu pengisian terhadap besar tegangan kapsitor yang dihasilkan. Pada kasus ini timer dan SCR sangat memegang peranan. Ternyata waktu yang dibutuhkan untuk mencapai harga tegangan maksimum berada pada orde milidetik. Untuk membuktikan keberhasilan instrumen ini dilakukan pengujian terhadap bahan magnet yang berbasis Nd-Fe-B dan SmCo. Magnet yang diperoleh memiliki intensitas medan magnet yang lebih besar bila dibandingkan dengan yang menggunakan sistem elektromagnet biasa.
ANALISIS STRUKTUR KRISTAL PADA PADUAN LA0,1CA0,9MN1-XCUXO3 Gunanto, Y. E.; Kurniawan, Budhy; Purwanto, A.; Adi, Wisnu Ari
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jusami.2007.0.0.5109

Abstract

ANALISIS STRUKTUR KRISTAL PADA PADUAN La0,1Ca0,9Mn1-xCuxO3. Telah dilakukan sintesis dan karakterisasi paduan La0,1Ca0,9Mn1-xCuxO3 (0 ? x ? 0,20). Sintesis bahan menggunakan metode reaksi padatan (solid state method) dari oksida-oksida penyusun La2O3, CaCO3, MnO2, dan CuO. Campuran ini dimilling selama 10 jam dan dilakukan proses pemanasan pada suhu 1350 oC selama 6 jam. Bahan ini kemudian dimilling kembali selama 10 jam dan dilakukan proses pemanasan ulang pada suhu 1100 oC selama 24 jam. Hasil pengukuran dengan difraksi sinar-X (XRD) menunjukkan bahwa sintesis bahan La0,1Ca0,9Mn1-xCuxO3 memiliki fasa tunggal (single phase) dengan struktur kristal orthorombik, space group Pnma (I-62) dan parameter kisi berturut-turut untuk komposisi x = 0; 0,1; 0,15; dan 0,2 sebagai berikut : a = 5,298(1) Å, b = 7,496(2) Å dan c = 5,316(1) Å, a = 5,309(1) Å, b = 7,505(1) Å dan c = 5,306(2) Å, a = 5,327(8) Å, b = 7,534(8) Å, dan c = 5,326(4) Å, a = 5,334(1) Å, b = 7,535(1) Å dan c = 5,343(2) Å. Penambahan dopan Cu ke dalam atom Mn memberikan dampak peningkatan panjang ikatan antar atom Mn-Mn dan Mn-O.
STUDI RSE PADA ANISOTROPI INTERAKSI SPIN DALAM NH4CUCL3 Sugihartono, Iwan; Kurniawan, Budhy
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jusami.2002.3.2.5224

Abstract

STUDI RSE PADA ANISOTROPI INTERAKSI SPIN DALAM NH4CuCl3. Telah diamati sifat-sifat magnetik dari senyawa NH4CuCl3. NH4CuCl3 memiliki struktur kristal yang sama dengan KCuCl3 dan termasuk dalam model kristal monoklinik dengan space group P2I/c. Struktur utama dari kristal ini berupa rantai ganda yang memiliki susunan oktahedral CuCl6 pada bagian tepi sepanjang sumbu-a. Rantai ganda tersebut berada pada sudut dan pusat dari sel satuan dalam bidang bc dan dibatasi oleh ion-ion NH4+. Senyawa NH4CuCl3 memiliki tiga jenis interaksi antar tetangga terdekat J1, J2, dan J3. Sehingga pada temperatur ruang NH4CuCl3 dapat dimodelkan dalam sistem spin satu dimensi. Telah diukur pula harga Faktor Lande (g ) dalam senyawa rantai ganda NH4CuCl3. Nilai g telah diukur menggunakan spektrometer RSE pada temperatur ruang dengan pengaruh medan magnet hingga 1 T. Dalam pengukuran ini ditemukan indikasi fenomena anisotropi nilai g untuk pemutaran sumbu-a dan sumbu-b kristal. Secara teoritis anisotropi ini diprediksikan berasal dari interaksi pertukaran antisimetri pada model satu dimensi senyawa NH4CuCl3.
Microwave Absorber Properties \ce {La_{0.67}Sr_{0.33}Mn_{0.8}Ni_{0.2}O3} Using Sol Gel Synthesis Methods Laksanawati, Wahyu Dian; Kurniawan, Budhy
Omega: Jurnal Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 3 No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika UHAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31758/OmegaJPhysPhysEduc.v3i2.47

Abstract

This paper reports the process and the results are supplemented by material microwave absorber characterisation \ce {La_{0.67}Sr_{0.33}Mn_{0.8}Ni_{0.2}O3} which has been synthesised by sol gel method. Results refinement of the XRD data showed that the material \ce {La_{0.67}Sr_{0.33}Mn_{0.8}Ni_{0.2}O3} have formed a single phase. From the results of using the software refinement High Score obtained crystal size on sample of 21.18 nm. Number of spin concentration in the sample at ESR test results showed a decrease when doping Ni increased, the area under the curve of absorption decreases as 388.718. This is due to the substitution of \ce {Ni^{2+}} ions \ce {Mn^{3+}} ions thus inhibiting electron hopping of electrons $\mathrm{e_g}$ (\ce {Mn^{3+}} ion) to $\mathrm{t_{2g}}$ (\ce {Mn^{4+}} ion) in the mechanism of double exchange so that the spin of the electrons will $\mathrm{t_{2g}}$ antiparallel. Competition between ferromagnetic properties with antiferromagnetic spin make will change the direction so that the sample magnetisation will decrease and the magnetic moments become random. ESR results are used to confirm the results of the VNA. Microwave absorption ability is indicated by the value of reflection loss on the sample is $-66.67$ dB.
PENGARUH DOPING NI TERHADAP RESISTIVITAS SENYAWA LA0.67SR0.33MN1-XNIXO3 Widyaiswari, Utami; Kurniawan, Budhy; Imaduddin, Agung; Saptari, Sitti Ahmiatri
Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 1 No 2 (2016): SPEKTRA: Jurnal Fisika dan Aplikasinya, Volume 1 Nomor 2, Desember 2016
Publisher : Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/SPEKTRA.012.08

Abstract

Abstrak Penelitian terhdap sifat listrik material  lanthanum manganat telah dilakukan. Perubahan sifat listrik senyawa mixed valence manganites dipengaruhi oleh pemberian doping pada site La dan Mn. Dalam penelitian kali ini, senyawa La0,67Sr0,33Mn1-xNixO3 dibuat dengan metode sintesa sol gel. Senyawa yang dibuat kemudian dikarakterisasi dengan menggunakan X-Ray Diffractometer (XRD) untuk mengetahui struktur sampel, selanjutnya diuji dengan menggunakan cryogenic magnetometer untuk mengukur resistivitas sampel sebagai fungsi temperatur. Hasil karakterisasi XRD menunjukkan bahwa senyawa yang dibentuk memiliki struktur Rhombohedral dengan space group R-3c dan ukuran kristalit kurang dari 100 nm. Pemberian doping Ni tidak merubah struktur kristal namun berpengaruh terhadap penurunan parameter kisi kristal dan ukuran kristalit. Hasil pengukuran resistivitas menunjukkan bahwa senyawa yang diuji berperilaku sebagai isolator dan doping Ni meningkatkan resistivitas sampel. Kata-kata kunci: Resistivitas, mixed valence manganites, doping Ni, metode sol gel. Abstract Transport properties of lanthanum manganites have been studied. Mixed valence manganites material transport properties changed with doping at La and Mn site. In this study, La0,67Sr0,33Mn1-xNixO3 material was synthesized using sol gel method. These samples were characterized using X-Ray Diffractometer (XRD) to investigate the structure of samples. While the resistivity of samples as a function of temperature was measured using cryogenic magnetometer. XRD result showed that samples were having Rhombohedral structure with R-3c space group and crystallite size smaller than 100 nm. Ni doping have not changed crystal structure but decreased lattice parameter and size of the crystal. Resistivity measurement result showed insulator behavior of the samples and Ni doping enhanced the resistivity of samples. Keywords: Resistivity, mixed valence manganites, Ni doped, sol gel method.