Faidillah Kurniawan
FIK UNY

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS SECARA BIOMEKANIKA TERHADAP KEKERAPAN KESALAHAN PADA TEKNIK GERAK SERANG DALAM PERTANDINGAN ANGGAR (KAJIAN SPESIFIKASI SENJATA FLORET) Kurniawan, Faidillah
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 11, No 1 (2015): Januari
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jorpres.v11i1.10261

Abstract

Olahraga sudah merupakan kebutuhan yang skala dan intensitasnya global, secara cultural dihadapi dengan sikap kritis. Mutu kehidupan ilmiah, selayaknya menjadi faktor tumbuhnyakehidupan olahraga yang berkualitas. Sayang tidak semua pelaku dan pembina olahragamempunyai dasar ilmu pengetahuan mekanika dan dibekali pengetahuan biomekanika yangmemadai.Suatu gerakan serang sempurna akan meninggalkan lengan, tangan, pantat, bahu, pinggul dan tinggi paha kanan/kiri, sejajar dengan lantai. Kepala akan tegak lurus sejajar tulang belakang, yang sedikit condong dari badan vertikalnya sepanjang gerak itu. Lutut harus secara langsung sejajar di atas tumit sepatu, dengan kaki yang menunjuk ke arah depan Dalam posisi ini, pemain  anggar harus dengan sama mampu untuk mengimbangi pemain depan atau mundur kepada posisi bersiap/kuda - kuda. Batang tubuh dan bahu juga harus diperlonggar, member kesempatan penuh untuk melanjut berkelahi gerakan serang. Hukum - hukum Biomekanika yang dapat diterapkan dalam teknik gerak serang dalam anggar antara lain: (a) Titik Berat, (b) Keseimbangan, (c) Rantai Kinematis, (d) Gaya, (e) Momentum, (f) Gerak linear, dan (g) Stabilitas dan mobilitas.Pada teknik gerak serang anggar sendiri, pelatih terkadang hanya mengevaluasi hasil pelatihan atletnya hanya secara oral, sedangkan di luar sana sudah banyak sekali para pelatih yang sukses menangani atlet dalam mencapai performance terbaiknya. Dengan kemajuan teknologi yang sudah ada saat ini, para pelatih hendaknya dapat mengevaluasi hasil latihan atletnya tidak hanya secara visual, tapi juga dapat dengan secara visual, sehingga atletnya dapat melihat secara langsung dimana letak kesalahan yang harus diperbaiki nantinya. Kata kunci: Biomekanika, Teknik gerak serang anggar.
E-SPORT DALAM FENOMENA OLAHRAGA KEKINIAN Kurniawan, Faidillah
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 15, No 2 (2019)
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jorpres.v15i2.29509

Abstract

Fenomena eSport akhir-akhir ini mungkin bisa dibilang sedang naik daun. Ada yang menarik dalam ajang Asian Games 2018. Electronic sport (eSport) masuk sebagai salah satu cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan. E-Sport merupakan olahraga digital yang terorganisir dengan pelatihan khusus seperti halnya atlet profesional sepak bola, bulutangkis, ataupun basket. Pertama kali budaya eSport berkembang adalah dari sebuah kompetisi game. Menariknya, kompetisi game ini bahkan sudah ada sejak lama, tepatnya pada tahun 1972, pada masa yang mungkin ketika itu komputer masih amat jarang, tak ada internet, dan belum ada banyak judul video game. Indo Game kemudian menjadi pintu pertama bagi masuknya kompetisi game berskala internasional di Indonesia dengan menjadi event organizer (EO) kejuaraan World Cyber Games (WCG) pada Tahun 2002. Penetapan eSport sebagai cabor telah disepakati Lembaga Olahraga Olimpiade Asia (Olympic Council of Asia/OCA) sejak 17 April 2017. Cabang eSport kemudian mulai diperkenalkan pada perhelatan 5th Asian Indoor and Martial Art Games (5th AIMAG) yang berlangsung di Ashgabat, Turkmenistan, pada September 2017. Dalam dunia olahraga eSport bisa masuk dalam kategori olahraga yang melibatkan motorik halus, layaknya permainan catur dan bridge. Sementara olahraga pada umumnya merupakan aktivitas olahraga yang banyak melibatkan motorik kasar. E-Sport masih dapat digolongkan sebagai kategori olahraga. IeSPA perlu komunikasikan tingkat lanjut ke KEMENPORA, KOI maupun KONI terkait keberadaan dalam organisasi olahraga yang dinaungi. Kompetisi eSports di Indonesia lebih sering diadakan. E-Sport in the Current Sports Phenomenon AbstractThe eSport phenomenon lately might be said to be on the rise. There is something interesting in the 2018 Asian Games. Electronic sport (eSport) entered as one of the sports that are contested. E-Sport is an organized digital sport with special training such as professional soccer, badminton, or basketball athletes. The first time the eSport culture developed was from a game competition. Interestingly, this game competition even existed a long time ago, precisely in 1972, at a possible time when computers were still very rare, there was no internet, and there were not many video game titles. Indo Game then became the first door for the entry of international-scale gaming competition in Indonesia by becoming an event organizer (EO) of the World Cyber Games (WCG) championship in 2002. The establishment of eSport as a sport was agreed upon by the Asian Olympic Sports Institute (Olympic Council of Asia / OCA) since 17 April 2017. The eSport branch was then introduced at the 5th Asian Indoor and Martial Art Games (5th AIMAG) event which took place in Ashgabat, Turkmenistan, in September 2017. In the world of sports eSport can be included in the category of sports that involve fine motor skills, like chess and bridge games. While sports in general are sports activities that involve a lot of gross motor skills. E-Sport can still be classified as a sports categories. IeSPA needs advanced communication to KEMENPORA, KOI and KONI regarding the presence in shaded sports organizations. ESports competitions in Indonesia are more often held.