p-Index From 2015 - 2020
6.187
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Indonesian Journal on Computer and Cybernetics Systems Jurnal Ilmiah Dinamika Teknik JURNAL ILMU SOSIAL Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Proceedings of Annual International Conference Syiah Kuala University - Life Sciences & Engineering Chapter e-Journal Pustaka Kesehatan PROTON Jurnal JSIKA Paramita: Historical Studies Journal Medical Journal of Indonesia Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA) Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Mechanova Jurnal Infra Jurnal Informatika Jurnal Pendidikan Matematika Universitas Lampung Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Proceedings Konferensi Nasional Sistem dan Informatika (KNS&I) International conference on Information Technology and Business (ICITB) jurnal Teknologi Informasi Magister PROFISIENSI International Journal of Humanity Studies (IJHS) International Journal of Indonesian Education and Teaching (IJIET) SISFOTENIKA Syntax Literate ; Jurnal Ilmiah Indonesia Jurnal Sustainable: Jurnal Hasil Penelitian dan Industri Terapan JURNAL TEKNIK INFORMATIKA DAN SISTEM INFORMASI Jurnal Sistem Informasi dan Manajemen Basis Data (SIMADA) Prosiding Seminar Nasional Darmajaya JUSPI (Jurnal Sejarah Peradaban Islam) Petir Khazanah: Jurnal Pengembangan Kearsipan Jurnal Sinaps BUANA SAINS Jurnal Penelitian IPTEKS Jurnal Middle East and Islamic Studies (MEIS) Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) PERLINDUNGAN PADA KORBAN KEKERASAN TEHADAP PEREMPUAN DI INDONESIA
Articles

PENTINGNYA KOMUNIKASI DALAM PELAYANAN KESEHATAN PRIMER Menawati, Tita; Kurniawan, Hendra
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 15, No 2 (2015): Volume 15 Nomor 2 Agustus 2015
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.392 KB)

Abstract

Abstrak. Ilmu komunikasi dalam promosi kesehatan telah menjadi komponen utama. Tantangan utama dalam komunikasi kesehatan terutama dalam promosi kesehatan adalah bagaimana cara merangkul pelayanan primer dalam mensukseskan promosi kesehatan yang diberikan. Dalam profesi kedokteran komunikasi antara dokter dan pasien merupakan komponen paling penting. Permasalahan komunikasi dalam bidang kedokteran yang paling sering muncul ke permukaan disebabkan karena kurang dipahaminya komunikasi baik dokter maupun pasien.Abstract.Science communicationin health promotionhasbecome amajor component. The mainchallengein health communication, especially in the promotion ofhealthishow toembraceprimary carein the success ofhealth promotiongiven.In themedical professionof communicationbetweendoctor and patientis themostimportantcomponent. Problemsof communication inthe field of medicinemostoftencome to the surfacedue to the lackof communicationunderstoodboth doctors andpatients.
KAFEIN DALAM MINUMANPENAMBAH STAMINA Kurniawan, Hendra
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 9, No 1 (2009): Volume 9 Nomor 1 April 2009
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1582.439 KB)

Abstract

Abstrak.  Telah dilakukan penelitian analitik dengan metode quasi  eksperimental  tentang pengaruh kafein dalarn minuman  penambah  stamina  terhadap perubahan  hemodinamik   tubuh {tekanan   darah  dan nadi).  Adapun Jatar belakang  pcnelitian  ini adalah  tingginya   persentase  individu   yang menggunakan   minuman   penambah  energi dalam  kehidupan  seharl-harl.Penelitian    ini  dilakukan  terhadap  20  orang    rnahasiswa  yang  bersedia  diberikan   perlakuan,   tidak  memilikiriwayat penyakit sistemik (Hipertensi, Penyakit Jantung Koroner, Diabetes  Mellitus  ),  dan tidak  sedang hamil. Penelitian  ini bertujuan  untuk  mengetahui  ada tidaknya  pengaruh  kafein  dalam  minuman  penambah  stamina terhadap tekanan darah dan nadi.Hasil penelitian  menunjukkan  bahwa peningkatan  tekanan darah sistolik  pada  30 menit  I  dan  UI sekitar  40 50%, sedangkan pada 30 menit ll,IV,  V, dan VI  cenderung stabil.   Denyut nadi  meningkat pada 30 menit l, II,  JV, dan VI. 30 menit Ill dan IV rnenurun setelah pemberian minuman penambah  stamina yang mengandung  kafein sebanyak 50 mg. Berdasarkan regresi  linear, didapatkan tidak terdapat hubungan antara perubahan tekanan darah dan  nadi  pada kelompok  kontrol dan  intervensi,    narnun secara  keseluruhan  tekanan  darah  yang  rncnlngkat belum  memenuhi  criteria  hipertensi  berdaserkan  JNC  7.  Perubahan   denyut   nadi  yang  terjadi  juga  belum memenuhi  kategori takikardi maupun bradikardi.  (JKS2009; 1: 9-14)Kata Kunci : Kafein, hemodinamik Abstract.  The Analytic  research has been done with quasi experiment method  defined the influence of caffeine in energy drink and ifs hemodynamic effect(blood pressure andpulse).  The background of this research Is based on increased number of people who consume energy drink recently.The student,   being volunteer to be given an intervention,  there's  no history  In systemic  disease (Hypertension,Coronary Heart  Disease, Diabetes Mellitus), and not  in pregnancy.The goal of this research is to access whether there 're influence of caffeine  in energy  drink in order to blood pressure and pulse.                .The result showed that in t" and 3rd 30 minutes the Systolic pressure was increased  approximately 40 50%.stable in glance at 2"", 4fh (Ju,,  The pulse increased in /1',2"",4"',   (Jh_  3td  51h decrease after consumed energydrink which  containing  50mg  of Caffeine. Based  on linear regression,  there 's no connection  between  bloodpressure and pulse changing on control and intervention group    After all,  the increased of blood pressure  level           ~didn't  log on the criteria of hypertension based on JNC 7,  The pulse result also didn't log on to TachycardiaorBradycardia..   (JKS 2008; 1:9-14) Keywords : Kafein, hemodinamlk
PENGARUH BENTUK DAN OPTIMASI LUASAN PERMUKAAN PELAT PENYERAP TERHADAP EFISIENSI SOLAR WATER HEATER Fadhillah, Arief Rizki; Kurniawan, Andi; Kurniawan, Hendra; Ismail, Nova Risdiyanto
PROTON Vol 5, No 2: Oktober 2013
Publisher : PROTON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanas air merupakan salah satu peralatan yang banyak digunakan oleh manusia. Salah satunya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pada skala rumah tangga yaitu untuk mandi air hangat. Pemanas air yang banyak digunakan adalah pemanas air yang memanfaatkan energi surya. Peralatan pemanas air skala industri dan rumah tangga masih memiliki kelemahan-kelemahan. Pemanas air skala industri seperti contoh di atas memerlukan biaya investasi maupun biaya operasional yang relatif besar. Berdasarkan kelemahan-kelemahan peralatan di atas, farid dan ismail (2010) melakukan penelitian menggunakan pelat penyerap gelombang dan dengan penambahan reflektor dapat meningkatkan efisiensi solar water heater sederhana. Rico A., dkk (2012) memanfaatkan dinding sebagai pelat penyerap radiasi matahari dan  penambahan volume air pada solar heater. Permukaan pelat penyerap panas radiasi matahari merupakan bagian pokok untuk menerima sinar radiasi matahari, sehingga bentuk permukaan akan mempengaruhi penerimaan energi radiasi matahari. Selain itu luasan permukaan pelat penyerap juga akan mempengaruhi penerimaan energi radiasi matahari.Dengan kondisi demikian perlu dilakukan penelitian tentang Pengaruh bentuk dan optimasi luasan permukaan pelat penyerap terhadap efisiensi solar water heater sederhana. Pada penelitian ini menggunakan metode eksperimen, yang dimulai dari pengujian pertama yaitu variasi bentuk pelat penyerap (segitiga sama kaki, gelombang dan segitiga siku-siku) yang masing-masing tegak lurus terhadap sinar dating radiasi matahari. Pengujian kedua untuk mengoptimasi luasan pelat penyerap, sehingga peningkatan efisiensi penyerapan panas pada solar heater. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi bentuk dan luasan  pelat penyerap solar water heater terbaik adalah pelat penyerap berbentuk segitiga sama kaki dan memiliki luasan segitiga yang kecil, antara lain : pada pengujian variasi bentuk pelat penyerap solar water heater sederhana dengan pelat penyerap berbentuk segitiga sama kaki memiliki efisiensi yang terbaik dengan angka efisiensi 77,8%  yang memiliki temperature pelat sebesar 33,90C dan menghasilkan temperatur aliran out sebesar 28,0 0C. Pada pengujian variasi luasan maka yang terbaik adalah segitiga sama kaki kecil dengan luasan 0,37 m2 yang menghasilkan temperatur pelat 34,7 0C yang dapat menghasilkan temperatur aliran out sebesar 25,4  0C, dan memiliki efisiensi sebesar 88,6 %.   Kata kunci:  bentuk permukaan, optimasi luasan, pelat penyerap , solar  water heater. PENDAHULUAN Latar Belakang Pemanas air merupakan salah satu peralatan yang banyak digunakan oleh manusia. Salah satunya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pada skala rumah tangga yaitu untuk mandi air hangat. Pemanas air yang banyak digunakan adalah pemanas air yang memanfaatkan energi surya. Peralatan ini banyak berkembang dengan adanya permasalahan keterbatasan bahan bakar fosil. Peralatan pemanas air skala industri dan rumah tangga masih memiliki kelemahan-kelemahan. Pemanas air skala industri seperti contoh di atas memerlukan biaya investasi maupun biaya operasional yang relatif besar. Pemanas komersial skala rumah tangga memiliki harga jual relatif tinggi dan masih memerlukan penambahan energi listrik atau gas untuk operasionalnya. Berdasarkan kelemahan-kelemahan peralatan di atas, farid dan ismail (2010) melakukan penelitian menggunakan pelat penyerap gelombang dan dengan penambahan reflektor dapat menin
HUBUNGAN LAMANYA PERAWATAN PASIEN SKIZOFRENIA DENGAN STRES KELUARGA Mirza, Mirza; Raihan, Raihan; Kurniawan, Hendra
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 15, No 3 (2015): Volume 15 Nomor 3 Desember 2015
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.363 KB)

Abstract

Abstrak. Skizofrenia merupakan salah satu bentuk gangguan kejiwaan kronik. Perawatan yang lama terhadap pasien skizofrenia umumnya akan menimbulkan stres kepada keluarga terkait tingginya beban yang mereka tanggung. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara lamanya perawatan pasien skizofrenia dengan tingkat stres keluarga. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik dengan desain cross sectional survey. Pengambilan sampel dilakukan di Rumah Sakit Jiwa Aceh dengan menggunakan metode accidental sampling yang dilakukan pada 27 oktober ? 27 november 2014. Jumlah responden adalah 34 orang. Seluruh responden diminta untuk mengisi kuesioner yang berisi identitas dan melakukan wawancara terpimpin dengan menggunakan kuesioner DASS yang telah dimodifikasi. Data diuji dengan uji fisher dengan signifikan ? = 0,05 atau 95%. Dari 34 responden terdapat 29 responden yang tidak mengalami stres (85,3%) dan 5 responden mengalami stres ringan (14,7%). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keluarga pasien skizofrenia tidak mengalami stres/normal meskipun membutuhkan waktu yang lama untuk merawat merawat pasien (p.=0,591 0,05). Kata kunci: Keluarga pasien skizofrenia, skizofrenia, lamanya perawatan, stresAbstract. Schizophrenia is a chronic (long-term) mental illness. Long duration of caring for schizophrenic patients will cause stressful event occur to their family because the increase of burden. The aim of this study was to know the association between duration of caregiving schizophrenic patients with the level of stress  in their family. This study was an observational analytic study by using cross sectional survey design. Sampling was performed by accidental sampling method in Mental Health Hospital Aceh from the period October 27 till 27 November 2014. The amount of sample was 34 samples who were caregivers of schizophrenic patients. All samples were asked to fill the quesionnaire which contained identity and did interview using DASS modified  questionnaire. The  data  was  using  analysis fisher?s test with a significant level ? = 0,05 or 95%. Out of 34 samples obtained 29 (85,3%) of them did not stress and 5 (14,7%) respondens got mild stress. Results obtained fisher?s test with a significant level ? = 0,05 or 95%. This study showed that the family of schizophrenic patients did not stress although it takes long duration of caring patients (p = 0,591 0,05). Keywords: The family of schizophrenic patients, schizophrenia, duration of caregiving, level of stress
HIV-related stigma and discrimination: a study of health care workers in Banda Aceh, Indonesia Harapan, Harapan; Feramuhawan, Syarifah; Kurniawan, Hendra; Anwar, Samsul; Andalas, Mohd.; Hossain, Mohammad B.
Medical Journal of Indonesia Vol 22, No 1 (2013): February
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.257 KB) | DOI: 10.13181/mji.v22i1.518

Abstract

Background: The aim of this study was to identify the level of stigmatized and discriminatory attitudes towards people living with HIV (PLHIV) among health care workers (HCWs) and the factors that influenced these attitudes.Methods: This research was conducted at Dr. Zainoel Abidin General Hospital Banda Aceh, Indonesia. A cross-sectional study design was adopted for this research. Eighty nine HCWs were included in this study and they were selected purposively. Correlation analysis, analysis of variance and independent sample t test analysis was used according to the type of data. Finally, a multiple linear regression model was used to identify the predictor factor for stigmatized and discriminatory attitudes.Results: We found that the level of stigmatized and discriminatory attitudes was high. Bivariate analysis showed that type of HCW, education, marital status, knowledge on transmission and prevention of HIV and irrational fear of HIV transmission were significant related with stigmatized attitudes (p < 0.05). Type of HCW, marital status, age, knowledge on transmission and prevention of HIV and irrational fear of HIV transmission indicated significant (p < 0.05) differences in the levels of discriminatory attitudes. A multiple linear regression model identified type of HCW and irrational fear of HIV transmission correlated with stigmatized attitudes (R2 = 0.230) and knowledge on transmission and prevention of HIV correlated with discriminatory attitudes (R2 = 0.119).Conclusion: Irrational fear of HIV transmission and type of HCW are significant predictors to stigmatized attitudes; knowledge on transmission and prevention of HIV is a predictor to discriminatory attitudes towards PLHIV among HCWs. (Med J Indones. 2013;22:22-9)Keywords: Discrimination, discriminatory attitudes, HIV, PLHIV, stigmatized attitudes.
STRATEGI PENGEMBANGAN BANJIR KANAL BARAT SEBAGAI DAYA TARIK WISATA DI KOTA SEMARANG Kismartini, Kismartini; Kurniawan, Hendra; Dwika, Septi Anjani Putri
JURNAL ILMU SOSIAL Volume 17, Issue 1, Year 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (934.746 KB) | DOI: 10.14710/jis.17.1.2018.64-76

Abstract

The number of tourists visiting Semarang City is increasing significantly year by year. However, this increase is not accompanied by an improvement in the quantity and the quality of tourist destinations in Semarang. Banjir Kanal Barat area is one of the potential tourist destinations in Semarang, but so far the existing facilities in this area are very limited. In addition, there is no any tourism activities which can be done even. Moreover, this area tends to be very unattractive. This study aims to analyze the development strategy of Banjir Kanal Barat (BKB/western canal) as an interesting tourism destination by analyzing internal and external factors. The data were analyzed descriptively qualitative to determine BKB's development strategy through SWOT analysis (Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats). The results of this study formulated 10 (ten) alternative strategies for the development of Banjir Kanal Barat as a tourism destination area. The three best alternative choices are: (1) creating tourist facilities which can be enjoyed by the community, (2) developing special water attractions, (3) inviting investors and cooperating with various parties.
PROSES PRODUKSI BAGIAN LINE OTHER DI PT. BINA BUSANA INTERNUSA (BBI) SEMARANG Kurniawan, Hendra; Prihastono, Endro
Jurnal Ilmiah Dinamika Teknik DINAMIKA TEKNIK VOL. 10 NO. 2 2017 JULI 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Dinamika Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.358 KB)

Abstract

In Production Process, factory machinery and raw materials are an important part to facilitate the production process. One of the factors that affect the smoothness of the production process is the machine. Need care as a thing that should not be missed considering the machine is one of the important organ for the existence of the company. PT. Bina Busana Internusa (BBI) Semarang, is a company engaged in the garment industry that produces fashion and clothing sportswear. Required to improve the quality of products that are generally on the cause are human and machine factors, for human factors needed to increase training, Make the assessment system work, machine operators are more supervised performance in the work while the engine factor needs to be checked the readiness of the machine before and after use to standard operational and perform periodic maintenance of the machine.Key Words: Production, Line Order
FACTORS AFFECTING THE LEVEL OF HEALTH CARE WORKER’S STIGMATIZED AND DISCRIMINATORY ATTITUDE TOWARDS PEOPLE LIVING WITH HIV: A STUDY AT THE DR. ZAINOEL ABIDIN GENERAL HOSPITAL, BANDA ACEH, INDONESIA Harapan, H.; Feramuhawan, Syarifah; Kurniawan, Hendra; Andalas, Mohd.; Hossain, Mohammad Bellal
Proceedings of The Annual International Conference, Syiah Kuala University - Life Sciences & Engineering Chapter Vol 1, No 1 (2011): Life Sciences
Publisher : Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.404 KB)

Abstract

The aim of this study was to identify the level of health care worker`s (HCW) stigmatized and discriminatory (S D) attitude towards people living with HIV (PLHIV) and the factors that influenced this attitude. This research was conducted at the Dr. Zainoel Abidin General Hospital (RSUDZA) in Banda Aceh province of Indonesia. A cross-sectional study design was adopted for this research. Eighty nine HCWs were included in this study and they were selected purposively. Pearson correlation analysis, analysis of variance or independent sample t test analysis was used according to the type of data. We found that the level of S D attitude towards PLHIV in RSUDZA is high. Based on the Least Significant Difference Test, the average score of the answers between nurses and general practitioners and between nurses and medical students was significantly different(p=0.05). Pearson correlation analysis showed that the levels of S D attitude towards PLHIV was positively correlated with age (r=0.219, p=0.04) and irrational fear of HIV transmission (r=0.352, p=0.001) and negatively correlated with knowledge about HIV/AIDS (r=-0.336, p=0.001). Pearson correlation analysis also found that knowledge of HIV/AIDS negatively correlated with the irrational fear of HIV transmission (r=0.382, p=0.000). In addition, the level of S D attitude towards PLHIV was also associated with marital status of HCWs (p=0.020). Gender, education level, religion and the importance of religion in HCW lives wasn`t significantly affect to the level of S D attitude towards PLHIV in HCW. We concluded that the factors that influence the level of S D attitude towards PLHIV among the HCW are age, marital status, knowledge of HIV/AIDS, irrational fear of HIV transmission and HCWs occupations. To reduce S D attitude towards PLHIV among the HCWs, we recommend introducing some program to increase knowledge of HIV/AIDS
SINDROMA METABOLIK PADA LANSIA Kurniawan, Hendra
Jurnal Penelitian IPTEKS Vol 2, No 1 (2017): JURNAL PENELITIAN IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.494 KB) | DOI: 10.32528/ipteks.v2i1.560

Abstract

Sindroma Metabolik merupakan kelainan metabolik kompleks yang diakibatkan oleh peningkatan obesitas. Sindroma ini merupakan kumpulan dari faktor–faktor resiko   terjadinya   penyakit   kardiovaskular.   Prevalensi   kejadian   Sindroma metabolik meningkat setiap tahunnya. Data epidemiologi menyebutkan prevalensi Sindroma metabolik dunia adalah 20–25%. Penyebab dari Sindroma metabolik belum diketahui secara pasti namun berkaitan dengan resistensi insulin yang akan menyebabkan terjadinya stress oksidatif dan terjadinya disfungsi endotel. Kriteria diagnosis Sindroma metabolik saat ini mengacu pada kriteria diagnosis WHO, NCEP ATP III, dan IDF yang meliputi obesitas sentral, hipertrigliseridemia, hipertensi, hiperglikemia dan mikroalbuminuria. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain deskriptif eksploratif yang bertujuan mengidentifikasi prevalensi Sindroma Metabolik pada lansia di Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia di RT 4 / RW 10 Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember. Hasil penelitian ini adalah tiga kriteria sindroma metabolik yang diukur, hanya tekanan darah saja yang menunjukkan kelainan berupa hipertensi pada 9 dari 16 responden, sedangkan 2 kriteria lainnya seperti obesitas dan metabolime glukosa masih berada pada rentang normal. Berdasarkan hasil penelitian disarankan bagi lansia untuk menjaga pola hidup sehat seperti berolahraga, mengurangi atau menghentikan konsumsi rokok, dan menjaga pola diet sehat seperti diet rendah garam, rendah lemak, serta konsisten mengunjungi posyandu lansia.Kata kunci: sindroma metabolik, lansia.
Studi Pengembangan Prototype Knowledge Management Pada Pengecekan Judul Tugas Akhir atau Skripsi Fakultas Ilmu Komputer IBI Darmajaya Purwati, Neni; Kurniawan, Hendra
Proceedings Konferensi Nasional Sistem dan Informatika (KNS&I) 2015
Publisher : Proceedings Konferensi Nasional Sistem dan Informatika (KNS&I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.917 KB)

Abstract

Studi Pengembangan Prototype Knowledge Management Pada Pengecekan Judul Tugas Akhir atau Skripsi Fakultas Ilmu Komputer IBI Darmajaya bertujuan untuk melakukan proses pengecekan judul tugas akhir atau skripsi berdasarkan prosedur yang berlaku di Fakultas Ilmu Komputer IBI Darmajaya dan dapat menghasilkan judul yang sesuai dengan ketentuan pada Fakultas Ilmu Komputer IBI Darmajaya tanpa terjadi redudansi Judul antara mahasiswa yang satu dengan yang lainnya. Prosedur pada aplikasi terbagi menjadi 3 tahapan utama, yaitu Pengentrian Judul, Pengecekan Judul, Hasil pengecekan Judul Tugas Akhir atau Skripsi. Pengguna dari aplikasi dibagi menjadi 2 kategori yaitu Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) dan Jurusan. Hasil pengujian menunjukkan aplikasi yang dibuat telah berfungsi sesuai dengan harapan dan dapat melakukan proses cetak pada dokumen yang dapat dibuat dan dibutuhkan..