Articles

Found 20 Documents
Search

PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN RECIPROCAL TEACHING Kurniawan, Hery
EKUIVALEN - Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2014): EKUIVALEN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.923 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar matematika pada siswa kelas VII B SMP Negeri 23 Purworejo melalui model pembelajaran Reciprocal Teaching. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII B SMP Negeri 23 Purworejo. Objek dalam penelitian ini adalah proses pada penerapan model pembelajaran Reciprocal Teaching. Teknik pengumpulan data menggunakan metode angket serta metode tes, sedangkan instrumen penelitian menggunakan lembar angket motivasi dan lembar soal tes yang telah diuji dan telah memenuhi syarat validitas. Teknik analisis data menggunakan teknik persentase. Persentase rata-rata motivasi belajar siswa pada siklus 1 sebesar 69,41% meningkat menjadi 75,39% pada siklus 2. Sedangkan rata-rata hasil belajar siswa pada siklus 1 sebesar 63,75 meningkat menjadi 70,16 pada siklus 2 dengan persentase jumlah siswa yang mencapai kriteria ketuntasan minimalyaitu 59,37% pada siklus I dan meningkat menjadi 81,25% pada siklus II. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Reciprocal Teaching dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar matematika siswa kelas VII B SMP Negeri 23 Purworejo tahun pelajaran 2012/2013.   Kata kunci: motivasi, hasil belajar, reciprocal teaching
PERSAMAAN ALLOMETRIK BIOMASSA DAN KARBON UNTUK PENDUGAAN SIMPANAN KARBON DALAM MENDUKUNG UPAYA KONSERVASI SAVANA CORYPHA UTAN Yuniati, Dhany; Kurniawan, Hery
JURNAL PENELITIAN SOSIAL DAN EKONOMI KEHUTANAN Vol 10, No 2 (2013): Jurnal Penelitian Sosial Ekonomi Kehutanan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perubahan Iklim dan Kebijakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gewang ( ) merupakan jenis tanaman yang unik karena fungsinya sebagai sumber pangan, minuman, bahan bangunan (rumah, pagar, kandang) dan industri sederhana rumah tangga. Pemanfaatan oleh masyarakat dilakukan dengan penebangan pohon-pohon yang produktif sehingga mengancam kelestarian tanaman gewang. Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan daerah sebaran alami yang potensial bagi pohon gewang. Di sisi lain tegakan gewang juga memiliki fungsi sebagai penyerap dan penyimpan karbon, sehingga keberadaan tegakan dan proses permudaan perlu dijaga sejalan dengan upaya untuk meningkatkan simpanan karbon hutan savana di NTT. Informasi mengenai kandungan karbon dalam gewang menjadi penting karena dengan informasi tersebut dapat diketahui ukuran yang paling layak bagi gewang untuk ditebang dan dimanfaatkan. Sampai saat ini belum ada persamaan allometrik yang khusus dikembangkan untuk pendugaan potensi simpanan karbon pada savana gewang ( ). Penyediaan data dengan tingkat kerincian ( ) 3 memerlukan pendugaan cadangan karbon yang dimulai dari pendugaan biomassa dan karbon dengan menggunakan yang spesifik terhadap spesies dan tempat ( ). Tulisan ini mengemukakan model persamaan allometrik untuk pendugaan biomassa pada tanaman gewang ( ) dengan metode destruktif . Disamping itu dikemukakan pula model persamaan allometrik untuk pendugaan simpanan karbon pada tanaman gewang ( ) dengan pengukuran langsung menggunakan metode karbonasi atau pengarangan. Model persamaan allometrik untuk pendugaan biomasa batang tanaman gewang ( ) y = 19703x , pendugaan biomasa daun y = 8449x dan pendugaan biomasa pelepah y = 16855x . Hasil studi menghasilkan model persamaan allometrik untuk pendugaan karbon secara langsung pada daun tanaman gewang ( ) y = 10704x , pendugaan karbon secara langsung pada pelepah y = 15069x dan pendugaan karbon secara langsung pada batang y =27110x.
POTENSI SIMPANAN KARBON HUTAN TANAMAN JATI ( ) STUDI KASUS DI KABUPATEN KUPANG DAN BELU PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Tectona grandis Yuniati, Dhany; Kurniawan, Hery
JURNAL PENELITIAN SOSIAL DAN EKONOMI KEHUTANAN Vol 8, No 2 (2011): Jurnal Penelitian Sosial Ekonomi Kehutanan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perubahan Iklim dan Kebijakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan lahan menjadi suatu hutan tanaman merupakan salah satu kegiatan yang dapat meningkatkan simpanan/serapan karbon. Di Propinsi NTT banyak dijumpai hutan tanaman jenis jati (Tectona grandis allometrik), ampupu (Tectona grandis allometrik ), dan mahoni (Tectona grandis allometrik) dimana potensi stok karbonnya belum terdeteksi. Penelitian ini bertujuan menghasilkan data stok karbon untuk jenis Jati (Tectona grandis allometrik ) pada hutan tanaman tanah mineral pada daerah beriklim ekstrim kering melalui model untuk perbaikan faktor emisi/serapan GRK Kehutanan di 2 (dua) kabupaten di Prop. NTT. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa stok karbon tertinggi pada kawasan hutan jati (Tectona grandis ) di Kabupaten Kupang menurut Ketterings sebesar 148,48 ton/ha dan menurut Pérez, L.D. & Kanninen sebesar 145,32 ton/ha yang terletak pada kelas umur III. Stok karbon terendah pada kawasan hutan jati (Eucalyptus urophylla ) di Kabupaten Kupang menurut Ketterings sebesar 106,59 ton/ha dan menurut Pérez, L.D. & Kanninen sebesar 107,04 ton/ha yang terletak pada kelas umur V. Stok karbon tertinggi pada kawasan hutan jati (Swietenia macrophylla ) di Kabupaten Belu menurut Ketterings sebesar 205,41 ton/ha dan menurut Pérez, L.D. & Kanninen sebesar 203,43 ton/ha yang terletak pada kelas umur VIII. Stok karbon terendah pada kawasan hutan jati (Tectona grandis allometrik ) di Kabupaten Belu menurut Ketterings sebesar 63,65 ton/ha dan menurut Pérez, L.D. & Kanninen sebesar 69,29 ton/ha yang terletak pada kelas umur IV. Stok karbon menurut Kettering dan menurut Pérez, L.D. & Kanninen sebesar menunjukkan hasil yang hampir sama. simpanan karbon antar kelas umur pada kawasan hutan jati di Kab. Kupang menunjukan grafik yang mendatar atau hampir sama pada setiap kelas umur. simpanan karbon antar kelas umur pada kawasan hutan jati ( ) di Kab. Belu menunjukkan naik seiring naiknya kelas umur.
ANALISIS KEBIJAKAN DAN STRATEGI LITBANG KEHUTANAN DALAM PENGEMBANGAN CENDANA DI NUSA TENGGARA TIMUR Sumanto, Slamet Edi; Sutrisno, Edy; Kurniawan, Hery
ISSN 0216-0897
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perubahan Iklim dan Kebijakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Benang kusut persoalan pengelolaan cendana di Nusa Tenggara Timur selalu dilekatkan pada kekeliruan kebijakan pemerintah dan apatisme masyarakat untuk menanam kembali tanaman cendana. Padahal ada aktor lain yang berkepentingan dengan cendana yaitu pasar/pengusaha, mengingat cendana merupakan komoditas yang bernilai ekonomis. Oleh karena itu, pelibatan pasar/pengusaha dalam program pengelolaan cendana juga memegang peranan yang penting. Peran lembaga penelitian dalam pengembangan tanaman cendana dapat melalui penemuan paket-paket teknologi yang mudah dilaksanakan dan dapat diandalkan keberhasilannya di lapangan, penetapan prioritas penelitian dan penemuan serta terobosan baru yang dapat menambah nilai ekonomis cendana.
CARBON SINK POTENCY IN THREE TYPES OF SAVANNA IN NUSA TENGGARA TIMUR Kurniawan, Hery; Yuniati, Dhany
Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1201.168 KB) | DOI: 10.18330/jwallacea.2015.vol4iss1pp51-62

Abstract

Province of Nusa Tenggara Timur (NTT) is well known for its savanna existency, where 22% of the land are savanna. There are eight savanna types based on dominant tree species which exist on the savanna. This study was conducted to provide emition/sequestration factor data and to know the ability of emiting or sequestrating Green House Gasses by measuring carbon sink in savanna areas. This paper presents carbon sink potency of three savanna types, i.e.huek (Eucalyptus alba) savanna, lontar (Borassus flabellifer) savana, and gewang (Corypha utan) savanna. The estimation was conducted to fourcarbon pool, i.e. above ground, wood necromass, non wood necromass and soil. The study shows that the mean of carbon sink potency in huek savanna is 537.18 ton/ha, the mean of carbon sink potency in gewang savanna is 58.21 ton/ha, and in lontar savanna is 52.68 ton/ha.
EVALUASI PERTUMBUHAN TANAMAN UJI KETURUNAN JATI (Tect ona gra ndis L.f.) MENGGUNAKAN ANALISIS MULTIKRITERIA Kurniawan, Hery
Widyariset Vol 13, No 3 (2010): Widyariset
Publisher : LIPI-Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.395 KB)

Abstract

This research was aimed to determine the rank of tree family in the teak (Tectona grandis L.f.) progeny test based on multi criteria analyses. Research was conducted using deductive approach by collecting data on experiment site consisting of 10 blocks. The proposed criteria and indicators were based on literature study focusing on (1) simple measurement in the field, (2) principle of management objective, and (3) basic principle of silviculture. The selected criteria were stem quality, crown condition and tree growth, and each criteria was derived into indicators and verifiers. Based on the frequency of appearance in the top 25% on each block, the top ten superior families were seedlot number 90 with 8 times, followed by seedlot number 11 and 31 with 7 times, and then seedlot number 10, 106, 124, 15, 18, 4, and 46 with 6 times, respectively.
GROWTH CHARACTERISTIC OF CENDANA (Santalum album Linn.) FROM SUMBA ISLAND POPULATION Sumardi, Sumardi; Kurniawan, Hery; Misto, Misto
Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.895 KB) | DOI: 10.18330/jwallacea.2015.vol4iss2pp171-177

Abstract

Cendana (Santalum album Linn.) is a species that has a high economic value because of the essential oil content in the heartwood. The high economic value in the heartwood had pushed exploitation action to these species. Exploitation being offset by regeneration efforts has resulting in a decrease of its populations and genetic variation. The remaining genetic variation can be conserved through establishing Ex-Situ conservation stands which simultaneously fucntioned as basic populations for tree improvement purposes in the future. In 2013, Forestry Research Institute of Kupang has established an Ex-Situ conservation plot of cendana originally from Sumba island population. The research design was laid out in Incomplete Block Design (IBD) consisting of 57 families, single treeplot and 5 replication with a spacing of 4 x 4 m. This study was aimed to investigate the characteristics and the influence of genetic factors on the characteristics of cendana of Sumba Island population until the age of 6 months. The result of study showed that the average growth of height and diameter are 37.36 cm and 3.88 mm, respectively. The estimate family heritability (h2f) for height and diameter are 0,80 and 0.55, respectively.
Tegangan Sisa pada Bahan Model Fotoelastis Epoxi Resin karena Perlakuan Termal Yudoyono, Gatut; Kurniawan, Hery; W, Rinaldi
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 2, No 2 (2006)
Publisher : Jurnal Fisika dan Aplikasinya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.861 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v2i2.988

Abstract

Telah dilakukan karakterisasi termal terhadap bahan polimer epoxi resin sebagai bahan model fotoelastis. Hasil sintesa resin epoxi dan hardener dengan perbandingan volume 100:2 memberikan sifat elastis yang berbeda ketika masing-masing diberi perlakuan termal dengan melihat pola frinji fotoelastis terutama parameter tegangan sisa. Variasi pembebanan dan perlakuan termal pada sampel fotoelastis epoxi resin menunjukkan bahwa pada temperatur pemanasan 90C - 100C memberikan kualitas bahan fotoelastis yang paling optimal bila ditinjau dari ketiadaan tegangan sisa yang masih ada pada sampel setelah pembebanan dihilangkan.
PERSAMAAN ALLOMETRIK BIOMASSA DAN KARBON UNTUK PENDUGAAN SIMPANAN KARBON DALAM MENDUKUNG UPAYA KONSERVASI SAVANA CORYPHA UTAN Yuniati, Dhany; Kurniawan, Hery
Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 10, No 2 (2013): Jurnal Penelitian Sosial Ekonomi Kehutanan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gewang (Corypha utan) merupakan jenis tanaman yang unik karena fungsinya sebagai sumber pangan, minuman, bahan bangunan (rumah, pagar, kandang) dan industri sederhana rumah tangga. Pemanfaatan oleh masyarakat dilakukan dengan penebangan pohon-pohon yang produktif sehingga mengancam kelestarian tanaman gewang. Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan daerah sebaran alami yang potensial bagi pohon gewang. Di sisi lain tegakan gewang juga memiliki fungsi sebagai penyerap dan penyimpan karbon, sehingga keberadaan tegakan dan proses permudaan perlu dijaga sejalan dengan upaya untuk meningkatkan simpanan karbon hutan savana di NTT. Informasi mengenai kandungan karbon dalam gewang menjadi penting karena dengan informasi tersebut dapat diketahui ukuran yang paling layak bagi gewang untuk ditebang dan dimanfaatkan. Sampai saat ini belum ada persamaan allometrik yang khusus dikembangkan untuk pendugaan potensi simpanan karbon pada savana gewang (C. utan). Penyediaan data dengan tingkat kerincian (Tier) 3 memerlukan pendugaan cadangan karbon yang dimulai dari pendugaan biomassa dan karbon dengan menggunakan yang spesifik terhadap spesies dan tempat (site). Tulisan ini mengemukakan model persamaan allometrik untuk pendugaan biomassa pada tanaman gewang (C. utan) dengan metode destruktif. Disamping itu dikemukakan pula model persamaan allometrik untuk pendugaan simpanan karbon pada tanaman gewang (C. utan) dengan pengukuran langsung menggunakan metode karbonasi atau pengarangan. Model persamaan allometrik untuk pendugaan biomasa batang tanaman gewang (C. utan) y = 19703x , pendugaan biomasa daun y = 8449x dan pendugaan biomasa pelepah y = 16855x . Hasil studi menghasilkan model persamaan allometrik untuk pendugaan karbon secara langsung pada daun tanaman gewang (C. utan) y = 10704x , pendugaan karbon secara langsung pada pelepah y = 15069x dan pendugaan karbon secara langsung pada batang y =27110x.
KAJIAN BEBERAPA ASPEK EKOLOGI CENDANA (Santalum album Linn.) PADA LAHAN MASYARAKAT DI PULAU TIMOR Kurniawan, Hery; Soenarno, Soenarno; Prasetiyo, Nurhuda Adi
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 10, No 1 (2013): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2013.10.1.33-49

Abstract

Cendana (Santalum album Linn.) merupakan spesies endemik asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang bukan hanya bernilai ekonomi namun juga sebagai lambang pemersatu masyarakat dan kearifan lokal di Provinsi NTT. Pengelolaan cendana telah mengalami pasang-surut dalam periode panjang yang disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya adalah peraturan daerah yang tidak mendukung bagi upaya pengembangan tanaman cendana. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi tentang habitat, populasi, dan sebaran cendana di lahan masyarakat. Metode penelitian secara deskriptif kuantitatif berdasarkan pengamatan secara langsung di lapangan. Plot sampel ditempatkan secara purposive untuk mendapatkan Indeks Nilai Penting (INP) dan Indeks Kompetisi (IK). Data dikumpulkan melalui tiga cara, yakni wawancara dengan stakeholder, survei lapangan, dan penelusuran data sekunder. Hasil menunjukkan bahwa tingkat sapih (sapling) dan semai (seedling) mendominasi struktur tanaman cendana di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Timor Tengah Utara (TTU), dan Belu. Selanjutnya diikuti oleh tingkat tiang (poles) dan pohon (trees). INP pada setiap level pertumbuhan dan kabupaten adalah tinggi, namun IK rendah dengan nilai 0,18 untuk Kabupaten TTS; 0,07 untuk Kabupaten TTU; dan 0,1 untuk Kabupaten Belu.