Articles

Found 4 Documents
Search

KAJIAN BANJIR ROB DI KOTA SEMARANG (KASUS DADAPSARI) Kurniawan, Lilik
Jurnal ALAMI: Jurnal Air, Lahan, Lingkungan, dan Mitigasi Bencana Vol 8, No 2 (2003)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setidaknya 1.346 ha kawasan pesisir Kota Semarang merupakan daerah banjir rob sepanjang tahun. Areal tersebut hampir 95 % merupakan kawasan permukiman padat, sehingga kerugian yang diderita warga masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut diantaranya penyakit kulit ( gatal-gatal), kehilangan 5a-100 % komponen rumah, genangan yang mepengaruhi kesehatan lingkungan serta rusaknya berbagai sarana dan prasarana. Beberapa penyebab yang secara langsung maupun tidak langsung dapat memperparah terjadinya rob antara lain : penurunan tanah akibat groundwater pumping dan beban di atas muka tanah, bertambahnya tinggi permukaan air laut, tingginya sedimentasi dan sampah, sistem drainase yang tidak tepat, curah hujan dan fenomena alam lain. Beberapa alternatif penanganan masalah rob antara lain : adaptasi masyarakat, memaksimalkan fungsi drainase, pemakaian tandon air (parit yang sejajar pantai) dan pemompaan dengan tenaga angin dan, pembangunan dam lepas pantai. Kelurahan Dadapsari termasuk dalam daerah pesisir yang rawan terhadap banjir rob.• Di kelurahan ini terdapat setidaknya terdapat 7 RT yang rawan terhadap banjir rob yang berasal dari tanggul-tanggul yang kurung terawat pada Kali Semarang.
KAJIAN PENILAIAN BAHAYA TANAH LONGSOR PROVINSI SUMATERA UTARA kurniawan, lilik
Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia Vol 10, No 2 (2008)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jsti.v10i2.799

Abstract

Landslide assessment is the process by which decision-makers begin to bring order to the chaos that result from a disaster. Landslide hazard zonation helps in identifyingstrategic points and geographically critical areas prone to landslides. Landslide hazard zonation map was prepared by integrating the effect of various triggering factors. Conditions of geomorphology, hydrogeology, soil types and their distribution, and also current landuse are considered as supported data. Zonation mapin Sumatera Utara Province was divided into four zones of landslide : zone of very low susceptibility to landslide 16.164,76 km2, zone of low susceptibility to landslide 33.166,54 km2, zone of moderate susceptibility to landslide 20.120,47 km2, zone of high susceptibility to landslide 401,89 km2. Tapanuli Selatan region has widest zone of high susceptibility to landslide 8,3 km2.
KAJIAN BANJIR ROB DI KOTA SEMARANG (KASUS DADAPSARI) Kurniawan, Lilik
Jurnal ALAMI: Jurnal Air, Lahan, Lingkungan, dan Mitigasi Bencana Vol 8, No 2 (2003)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setidaknya 1.346 ha kawasan pesisir Kota Semarang merupakan daerah banjir rob sepanjang tahun. Areal tersebut hampir 95 % merupakan kawasan permukiman padat, sehingga kerugian yang diderita warga masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut diantaranya penyakit kulit ( gatal-gatal), kehilangan 5a-100 % komponen rumah, genangan yang mepengaruhi kesehatan lingkungan serta rusaknya berbagai sarana dan prasarana. Beberapa penyebab yang secara langsung maupun tidak langsung dapat memperparah terjadinya rob antara lain : penurunan tanah akibat groundwater pumping dan beban di atas muka tanah, bertambahnya tinggi permukaan air laut, tingginya sedimentasi dan sampah, sistem drainase yang tidak tepat, curah hujan dan fenomena alam lain. Beberapa alternatif penanganan masalah rob antara lain : adaptasi masyarakat, memaksimalkan fungsi drainase, pemakaian tandon air (parit yang sejajar pantai) dan pemompaan dengan tenaga angin dan, pembangunan dam lepas pantai. Kelurahan Dadapsari termasuk dalam daerah pesisir yang rawan terhadap banjir rob. Di kelurahan ini terdapat setidaknya terdapat 7 RT yang rawan terhadap banjir rob yang berasal dari tanggul-tanggul yang kurung terawat pada Kali Semarang.
SISTEM PEMELIHARAAN ASET BERBASIS ANDROID UNTUK BANGUNAN GEDUNG (STUDI KASUS EVALUASI GEDUNG IV FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA) Hartono, Widi; Sugiyarto, Sugiyarto; Kurniawan, Lilik
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengingat betapa pentingnya kegiatan pemantauan dan pemeliharaan aset bangunan gedung, sudah selayaknya kegiatan ini dikembangkan dengan bantuan teknologi informasi tentang berbagai metode untuk mengetahui tingkat kerusakan aset sebagai dasar dalam pekerjaan perbaikan dan pemeliharaan. Untuk merealisasikan keinginan tersebut tentunya pihak terkait membutuhkan aplikasi dan sistem penunjang yang efektif untuk memastikan proses pemantauan secara keseluruhan dapat dikelola dengan baik. Penelitian ini diajukan untuk membuat suatu aplikasi pemantauan aset yang terintegrasi dengan sistem, mudah dioperasikan, praktis, cepat, dan murah.Penelitian ini menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk membantu proses pengolahan data. Penelitian dilakukan terhadap obyek penelitian yang terdiri dari ruangan-ruangan yang ada di dalam bangunan Gedung IV Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta. Data yang digunakan untuk proses pengolahan lebih lanjut didapatkan dari hasil survey langsung ke lapangan dengan menggunakan alat ukur dan perangkat berupa smartphone yang telah terinstal aplikasi berbasis android serta terintegrasi dengan sistem untuk mengukur dan meng-input data kerusakan elemen bangunan gedung. Hasil kajian yang dilakukan menunjukkan bahwa dari beberapa ruangan di Gedung IV Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta yang telah disurvey memiliki nilai Indeks Kondisi Ruangan Rata-Rata sebesar 94,21.