Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Sosiohumaniora

PASAR BERAS SEBAGAI BASIS PENGEMBANGAN USAHA TANI MASYARAKAT PEDESAAN -, Suparmo; Kurniawan, Rudi; Achmad, Suryaningsih
Sosiohumaniora Vol 3, No 3 (2001): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2001
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v3i3.5204

Abstract

Sepuluh tahun belakangan Bandung tidak memiliki lagi pasar induk khusus beras, apakah masyarakat ibukota propinsi produsen beras terbesar telah menyukai model pasar beras yang dianggap pilihan terbaik pemerintah daerah. Bagaimana dengan nasib kesukaan mereka atas kehadiran pasar induk khusus makanan pokok ini seperti beberapa desa warsa lalu. Data riset dikumpulkan dari sekitar delapan pasar tradisional dengan cara random sampling untuk memilih 40 responden pedagang beras, interview dengan menggunakan kuesioner. Kota Bandung berlatar belakang Jawa Barat sebagai lumbung padi terbesar. Jawa Barat telah memasok 10 juta ton atau 20 persen dari total produksi padi nasional pada tahun 1999 ternyata 54 persen pedagang beras kota ini lebih menyukai kehadiran pasar induk khusus beras relatif dibandingkan pasar konvensional yang ada. Cukup layak bagi ibukota daerah berair banyak dilengkapi dengan pasar induk khusus beras yang jauh dari gangguan lingkungan pasar ikan, sayuran dan buahan yang kotor, lembab atau busuk yang dapat mengganggu cadangan dan timbunan beras para pedagangnya. Kesukaan atas pasar induk khusus beras dikaji dalam kaitan dengan volume perdagangan, prospek usaha, umur pedagang, pendidikan, pengalaman berdagang, modal lancar dan stok beras. Data disajikan setelah diproses dengan model sajian tabel-silang guna melihat posisi preferensi atas kehadiran pasar induk khusus beras terkait dengan pasar bebasnya. Dua pasar pertama berkaitan secara negatif dan pasar lainnya berpengaruh secara tidak jelas, positif atau negatif. Arti negatif, bilavolume penjualan dan prospek usaha kian berkembang membaik maka pedagang lebih menyukai model konvensional atau kurang menyukai model pasar induk khusus beras. Areal pasar khusus beras yang potensial dipilih adalah di sebelah timur kota Lokasi belah timur lebih sesuai dengan pengembangan kota yang mengarah ke timur tak begitu jauh dari lokasi dua pasar induk yang juga berada di belah timur. Pasar induk ini diharapkan bisa mengurangi jumlah truk yang beroperasi di tengah-tengah kota dalam mendistribusikan beras di banyak grosir di berbagai pasar. Daya tarik ini diharapkan ikut mengurangi kemacetan kota. Dalam jangka panjang daya tarik pasar khusus beras dapat menghasilkan retribusi daerah guna mendukung pemerintah daerah yang otonom. Kata kunci : Pasar induk, pasar beras, sajian tabel silang, retribusi, otonom.