Faik Kurohman
Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Jurusan Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro Jl. Prof. Soedarto,SH Tembalang, Semarang

Published : 41 Documents
Articles

ANALISIS PERBANDINGAN PENDAPATAN NELAYAN DENGAN POLA WAKTU PENANGKAPAN BERBEDA PADA ALAT TANGKAP ANCO (LIFT NET) DI PERAIRAN RAWA BULUNG, KABUPATEN KUDUS Sari, Rullyta Puspita; Wijayanto, Dian; Kurohman, Faik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 6, No 4 (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Bulung adalah desa yang warganya memiliki mata pencaharian sebagai nelayan dan petani. Alat tangkap yang paling banyak digunakan untuk menangkap ikan adalah Anco (Lift Net). Pemanfaatan sumberdaya ikan yang berlebihan menyebabkan produksi ikan mengalami penurunan yang cukup drastis. Upaya yang dapat dilakukan pemerintah daerah untuk tetap melestarikan sumberdaya ikan adalah dengan memberi kebijakan pembatasan waktu penangkapan ikan. Tujuan penelitian adalah mengetahui aspek teknis perikanan Anco; analisis aspek ekonomi yang terdiri dari produksi, biaya, penerimaan dan keuntungan nelayan Anco; dan mengestimasi pola waktu penangkapan berbeda terhadap produksi, biaya, penerimaan dan keuntungan nelayan Anco di Desa Bulung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif yang bersifat kualitatif dan kuantitatif.  Metode analisis yang digunakan adalah uji t (paired sample t test) dengan asumsi uji normalitas dan uji homogenitas. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai residual data produksi, biaya, penerimaan dan keuntungan memiliki varians yang sama dan berdistribusi normal. Pola waktu penangkapan yang digunakan dalam penelitian adalah 8 bulan (207 trip), 6 bulan (154 trip), 4 bulan (102 trip). Estimasi perhitungan terhadap produksi, biaya dan penerimaan nelayan anco di Desa Bulung diperoleh nilai tertinggi pada 8 bulan penangkapan, tetapi keuntungan total maksimum yang diperoleh terdapat pada 4 bulan penangkapan sebagai nelayan dan 8 bulan sebagai petani yaitu sebesar Rp 19.344.300. Sehingga sebaiknya nelayan anco melakukan penangkapan ikan pada bulan Desember hingga Maret (musim puncak) dan pada bulan April hingga November bekerja sebagai petani.
ANALISIS TINGKAT KESEJAHTERAAN KELUARGA NELAYAN MINI PURSE SEINE, DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) MORODEMAK, KABUPATEN DEMAK Sari, Arum Laela; Bambang, Azis Nur; Kurohman, Faik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 6, No 4 (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha perikanan mini purse seine di PPP Morodemak merupakan usaha penangkapan yang menguntungkan dan menjadi sumbangan terbesar produksi ikan hasil tangkapan di TPI Morodemak, hal ini mengindikasikan bahwa nelayan mini purse seine hidup dalam taraf yang sejahtera. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesejahteraan keluarga nelayan mini purse seine di PPP Morodemak berdasarkan indikator kesejahteraan BPS,UMR dan NTN, dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kesejahteraan keluarga nelayan mini purse seine di PPP Morodemak. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif yang bersifat studi kasus. Jumlah sampel yang diambil yaitu 39 orang juragan dan 61 orang ABK. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dan slovin. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara yang dilengkapi daftar kuisioner dan observasi langsung di lapangan. Teknik analisis data menggunakan Indikator Kesejahteraan BPS, UMR serta konsep Nilai Tukar Nelayan (NTN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesejahteraan nelayan juragan dengan indikator BPS di atas 33 atau sejahtera tinggi, sedangkan ABK yaitu 26-36 yang artinya sejahtera sedang dan sejahtera tinggi. Sedangkan hasil analisis tingkat kesejahteraan nelayan berdasarkan UMR Kabupaten Demak untuk nelayan juragan >1.900.000 termasuk dalam kriteria sejahtera tinggi/diatas UMR, dan untuk ABK yaitu 48 orang sudah berpenghasilan >1.900.000 yang artinya sejahtera tinggi/diatas UMR. Hasil analisis tingkat kesejahteraan nelayan berdasarkan konsep Nilai Tukar Nelayan (NTN) untuk nelayan juragan yaitu >1 yang menunjukkan bahwa juragan termasuk dalam kriteria sejahtera tinggi, sedangkan untuk ABK yaitu 48 orang=1 yang artinya sejahtera sedang. Hasil dari analisis faktor-faktor yang mempengaruhi kesejahteraan adalah Ho ditolak karena terdapat variabel-variabel yang mempengaruhi dengan nilai sig dibawah 0,05.
PENGEMBANGAN BERBASIS KOMODITAS UNGGULAN PERIKANAN TANGKAP DI KABUPATEN PEKALONGAN Mustofa, Nova Rodhiyana; Mudzakir, Abdul Kohar; Kurohman, Faik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 2 (2018): April 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komoditas unggulan merupakan komoditas yang mempunyai keunggulan komparatif dan kompetitif sehingga mampu bersaing di pasar dengan  komoditas pesaingnya karena mempunyai jumlah produksi tinggi. Penelitian  ini bertujuan untuk menentukan komoditas unggulan di Kabupaten Pekalongan dan merumuskan strategi pengembangan perikanan tangkap. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif dengan metode pengambilan sampel purposive sampling. Metode analisis data yang digunakan yaitu LQ (Location Quotient), analisis Shift share, analisis Spesialisasi, dan analisis SWOT untuk mengetahui strategi pengembangan. Kategori penentuan komoditas unggulan perikanan tangkap, diperoleh dari nilai LQ, Shift share, dan Spesialisasi yang menunjukkan nilai positif. Berdasarkan analisis LQ, Shift share, dan Spesialisasi, dari 23 jenis ikan yang ada di Kabupaten Pekalongan, komoditas unggulannya yaitu Simping (Amusium sp) dengan nilai LQ 17,40, Dj 10,41, dan Spesialisasi 4,20%. Strategi pengembangan yang dapat direkomendasikan yaitu perbaikan sarana kebersihan TPI dan akses transportasi menuju ke TPI; penambahan armada; pembuatan pabrik es, cold storage dan teknologi untuk menjaga mutu hasil tangkapan; dan bantuan alat tangkap ramah lingkungan.
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHA PERIKANAN TANGKAP GILLNET DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) SADENG, KABUPATEN GUNUNGKIDUL Ayu, Puspita; Wijayanto, Dian; Kurohman, Faik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 6, No 4 (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PPP Sadeng terletak pada koordinat geografis di 110º 47'53,1º' bujur timur dan 8º11?26,6? Lintangselatan. PPP Sadeng memiliki peran strategis dalam pengembangan perikanan KabupatenGunungkidul. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kelayakan finansial usaha perikanantangkap menggunakan alat tangkap Gillnet. Penelitian ini menggunakan studi kasus dengan 60responden nelayan Gillnet (quota-incidental sampling). NPV, IRR, Payback periods, dan B/Cdigunakan untuk menganalisis kelayakan finansial usaha penangkapan ikan menggunakan alattangkap Gillnet. Penelitian ini membuktikan jika usaha penangkapan ikan menghasilkan NPV padaGillnet Multifilament sebesar Rp. 492.829.233, - dan Gillnet Monofilament sebesar Rp.422.166.415.-.B / C rasio yang dihasilkan pada analisis kelayakan usaha dengan menggunakan Gillnet Multifilamentadalah sebesar 5.8 sedangkan pada Gillnet Monofilament B/C rasio yang dihasilkan sebesar 5.1.Payback periods yang didapat pada usaha penangkapan ikan menggunakan Gillnet Multifilamentadalah 0,85 tahun dan Payback periods yandg didapat pada usaha penangkapan ikan menggunakanGillnet Monofilament adalah sebesar 0,96 tahun. Oleh karena itu, usaha penangkapan ikan denganmenggunakan alat tangkap Gillnet ini, layak dilakukan.
PENGARUH LAMA WAKTU SETTING DAN PENARIKAN TALI KERUT (PURSE LINE) TERHADAP HASIL TANGKAPAN ALAT TANGKAP MINI PURSE SEINE DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA PEKALONGAN Maulana, Rafdi Agung; Sardiyatmo, Sardiyatmo; Kurohman, Faik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 6, No 4 (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu sentra kegiatan perikanan tangkap di Kota Pekalongan adalah Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pekalongan. Salah satu alat tangkap yang dominan digunakan nelayan PPN Pekalongan adalah mini purse seine. Penelitian ini dilakukan di Perairan Laut Jawa dan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pekalongan. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menganalisis pengaruh waktu setting dan Penarikan Tali Kerut (Purse Line)terhadap hasil tangkapan, 2) mengetahui komposisi ikan hasil tangkapan mini purse seine. Metode yang digunakan dalam Penelitian ini adalah metode deskriptif survey yang bersifat studi kasus, yaitu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengenai pengoperasian alat tangkap mini purse seine dengan pengaruh waktu setting dan hauling. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisisi Regresi Linear Berganda untuk mengetahui pengaruh variabel setting dan variabel hauling terhadap hasil tangkapan. Jenis ikan yang tertangkap adalah yaitu ikan Bawal (Parastromateus niger), ikan Layang (Decapterus ruselli), ikan Pepetek (Leiognathus dussumieri), ikan Tenggiri (Scomberromo commersoni), Cumi-cumi (Loligo sp.) dan ikan Tongkol (Euthynnus affinis). Hasil kajian analisis Regresi Linear Berganda menunjukan bahwa Hasil tangkapan yang dipengaruhi oleh lama setting sebesar 27,8% dan hasil tangkapan yang dipengaruhi oleh hauling sebesar 3.3%, sedangkan lama setting dan lama hauling berpengaruh terhadap hasil tangkapan alat tangkap mini purse seine sebesar 28,8%.
ANALISIS CELAH PELOLOSAN PADA BUBU KUBAH TERHADAP HASIL TANGKAPAN RAJUNGAN (PORTUNUS PELAGICUS) DI TPI DEMAAN KABUPATEN JEPARA Prakosa, Eka Firdaus; Fitri, Aristi Dian Purnama; Kurohman, Faik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 6, No 4 (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bubu Kubah merupakan salah satu alat tangkap inovatif bertujuan meningkatkan efektivitas penangkapanRajungan (Portunus pelagicus), namun hasil tangkapan yang diberikan masih belum sesuai denganPERMENKP/01/2015 yang mengatakan bahwa Rajungan yang boleh ditangkap memiliki lebar karapas minimal10 cm. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui lebar karapas hasil tangkapan bubu modifikasi denganpenambahan celah pelolosan. Penelitian ini dilaksanakan pada 27 Mei sampai dengan 21 Juni 2017 di perairanDemaan Kabupaten Jepara. Metode penelitian adalah experimental fishing sebanyak 20 bubu kubah modifikasidigunakan untuk penelitian. Berdasarkan pengolahan Uji T, diketahui bahwa hasil tangkapan berdasarkanpanjang tidak berpengaruh secara signifikan. Berdasarkan uji selektivitas dari rumus Spare and Venemadiketahui bahwa L50% dari Rajungan hasil tangkapan bubu kubah modifikasi adalah 6,63 cm yang artinya padaukuran 6,63 cm memiliki kemungkinan lolos dari alat tangkap 50%.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESEJAHTERAAN NELAYAN PANCING ULUR (HAND LINE) DI PULAU PRAMUKA, KEPULAUAN SERIBU, DKI JAKARTA Safa'ah, Kurniyati; Mudzakir, Abdul Kohar; Kurohman, Faik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 2 (2018): April 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha perikanan pancing ulurmendominasi produksi hasil tangkapan di Pulau Pramuka, sehingga nelayan pancing ulur hidup dalam taraf yang sejahtera. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesejahteraannelayan pancing ulur di Pulau Pramuka berdasarkan indikatorBadan Pusat Statistik (BPS) dan Nilai Tukar Nelayan (NTN), mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kesejahteraan nelayandan menganalisis faktor yang mempengaruhi kesejahteraan nelayan pancing ulur. Jumlah sampel yang diambil yaitu 62 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara dan observasi langsung. Teknik analisis data menggunakan indikator kesejahteraan BPS dan NTN. Metode analisis yang digunakan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kesejahteraan nelayan adalah metode analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan indikator BPS memiliki interval 35-42, dengan 58 responden termasuk kriteria kesejahteraan tinggi dan 4 responden termasuk kriteria kesejahteraan sedang. Berdasarkan perhitungan NTN memiliki skor dengan interval 102%-155% yang berarti seluruh responden memiliki skor NTN > 100%, sehingga dapat disimpulkan seluruh responden nelayan berada pada tingkat kesejahteraan yang relatif baik atau dengan kata lain indeks yang diterima lebih besar daripada indeks yang harus dibayarkan (surplus). Berdasarkan uji analisis jalur, H1 diterima, karena terdapat variabel-variabel yang mempengaruhi variabel pendapatan yaitu variabel hasil tangkapan dan variabel biaya operasional, sedangkan yang mempengaruhi variabel kesejahteraan nelayan adalah variabel pengeluaran rumah tangga dan variabel pendapatan.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANGMEMPENGARUHI HARGA IKAN KAKATUA (SCARUS SP) DI PULAU PANGGANG, KEPULAUAN SERIBU, DKI JAKARTA Lestari, Diana Puji; Bambang, Azis Nur; Kurohman, Faik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 6, No 4 (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi harga ikan Kakatua di perairan pulau Panggang dan mengetahui distribusi pemasaran ikan kakatua (Scarus Sp). Pengamatan dilakukan selama 14 hari. Hasil percobaan menunjukkan faktor-faktor yang mempengaruhi harga ikan kakatua adalah jumlah produksi. Karena saat produksi ikan Kakatua menurun maka harga akan naik, dan permintaan ikan akan turun. Saat produksi ikan meningkat maka harganya akan turun. Sedangkan, pada faktor kualitas tidak berpengaruh karena kualitas ikan kakaktua yang telah di daratkan memiliki kualitas yang baik dan masih segar. Sementara itu, jumlah bakul tidak berpengaruh terhadap harga ikan, karena harga produksi ikan ditentukan oleh tengkulak. Distribusi pemasaran ikan di Pulau Panggang merupakan distribusi pemasaran yang relatif panjang, karena proses pengiriman barang dari produsen ke konsumen mencakup beberapa pelaku pemasaran dari dalam pulau Panggang ke luar pulau Panggang.
PENGEMBANGAN FASILITAS PELABUHAN YANG BERWAWASAN LINGKUNGAN (ECOPORT) DI PELABUHAN NUSANTARA PEKALONGAN Wahyuni, Sri; Triarso, Imam; Kurohman, Faik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 2 (2018): April 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN)  Pekalongan mengalami permasalahan lingkungan hidup. Hal ini mengakibatkan rendahnya kebersihan, keindahan, kenyaman, dan sanitasi di PPN Pekalongan. Maka dari itu harus menerapkan konsep ecoport, supaya menjadi pelabuahan perikanan yang bersih, nyaman, dan tidak ada pencemaran lingkungan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi fasilitas di PPN Pekalongan, Menganalisis kesesuaian kondisi PPN Pekalongan sebagai pelabuhan ecoport  sesuai dengan standar ecoport, dan Merumuskan  strategi pengembangan PPN Pekalongan menuju pelabuhan ecoport. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan metode pengumpulan data secara purposive sampling  analisis data dengan analisis ecoport dan  road map.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Kondisi fasilitas yang ada di PPN Pekalongan memiliki tingkat kelengkapan fasilitas yang baik. Kondisi Fasilitas yang belum tersedia  berkaitan dengan standar ecoport adalah IPAL yang perlu dioptimalkan, Tempat Pembuangan Sampah (TPS), dan studi AMDAL terbaru. PPN Pekalongan belum termasuk kategori pelabuhan ecoport, karena hanya mendapatkan skor sebesar 1,79 yang memiliki arti perlu adanya peningkatan untuk menuju ecoport. Strategi pengelolaan pelabuhan perikanan menuju pelabuhan ecoport adalah dengan menyusun analisis peta jalan dengan pembangunan dalam dua periode, pada jangka pendek (1-5Tahun) dapat melakukan normalisasi fasilitas IPAL, Tempat Pembuangan Sampah (TPS), dan optimalisasi penggunaan TPI Higienis serta penambahan ruang terbuka hijau. Pada jangka menengah (5-10Tahun) perlu dilakukan pembuatan kolam penampungan sampah dan sedimen
PENGARUH KEDALAMAN DAN PENGGUNAAN TUTUPAN GONI TERHADAP HASIL TANGKAPAN BUBU BUTON DI PERAIRAN KARIMUNJAWA Sejati, Lucky Pratitis; Boesono, Herry; Kurohman, Faik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 6, No 4 (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potensi kawasan terumbu karang yang luas di Indonesia merupakan habitat yang baik bagi ikan-ikan karang, begitu juga di pulau karimunjawa. penduduk karimunjawa sebagian besar berprofesi sebagai nelayan bubu. Penelitian dilakukan di Perairan Karimunjawa, dengan  tujuan untuk mencari alternatif pengganti terumbu karang sebagai tutupan dalam pengoperasian alat tangkap bubu karang, yaitu menggunakan media tutupan bahan alami goni, serta mengetahui tingkat efektifitas kedalaman yang cocok untuk melakukan proses  penagkapan. Penelitian dilaksanakan pada bulan maret dengan Metode yang digunakan adalah experimental fishing, yaitu mengoperasikan bubu karang dengan jenis bahan tutupan goni dan perbedaan kedalaman. Penelitian dilakukan selama 8 trip penangkapan, dengan mengoperasikan 20 bubu, 10 bubu dengan tuutpan goni dan 10 bubu dengan  tutupan  rafia sebagai kontrol, pengoperasian bubu karang pada kedalaman 5 meter dan 15 meter. Hasil tangkapan uatama pada bubu rafia sebanyak 172 ekor dengan berat 11.310 g sedangkan hasil tangkapan bubu goni sebanyak 232 ekor dengan berat 15.930 g. Hasil tangkapan sampingan didominasi oleh famili Lutjanidae sebanyak 119 ekor dengan berat 7.800 g. Hasil tangkapan yang didapat oleh bubu goni tidak berbeda nyata dengan bubu rafia sebagai kontrol yang biasa digunakan  nelayan lokal karimunjawa, sehingga bisa diterapkan dalam pengoperasian bubu karang di Perairan Karimunjawa