Sigit Kusdaryono
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

PERBANDINGAN PEMBERIAN HEPARIN SUBKUTAN DAN INTRAVENA TERHADAP STUDI KOAGULASI DAN D-DIMER PASIEN DENGAN RISIKO TROMBOSIS VENA Kusdaryono, Sigit; Soesilowati, Danu; Sasongko, Himawan
JAI (Jurnal Anestesiologi Indonesia) Vol 4, No 3 (2012): Jurnal Anestesiologi Indonesia
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.922 KB) | DOI: 10.14710/jai.v4i3.6422

Abstract

Latar Belakang :Trombosis di Amerika Serikat adalah penyebab kematian terbanyak. Sekitar 2 juta orang meninggal setiap tahun karena trombosis arteri dan vena. Dengan 80-90% thrombosis diketahui penyebabnya. Trombosis juga menyebabkan morbiditas yang signifikan, salah satunya adalah trombosis vena dalam (Deep Vein Thrombosis, DVT) yang dapat berlanjut menjadi emboli paru. Tanpa tromboprofilaksis, kejadian DVT nosokomial adalah 10-40% dari keseluruhan pasien medis dan bedah dan 40-60% pada pasien pasca bedah ortopedi mayor.Tujuan: Untuk membandingkan efektivitas dosis profilaksis heparin subkutan dan intravena terhadap nilai D-Dimer, PPT dan aPTT pada pasien dengan risiko trombosis vena dalam.Metode: Penelitian ini menggunakan desain kelompok pre dan post test dan dilakukan pada 20 pasien dengan risiko trombosis vena dalam. Sampel darah diambil setelah 1 jam injeksi heparin, kemudian disimpan dalam botol yang mengandung EDTA. Sampel dikirim ke laboratorium untuk pemeriksaan. Subyek dibagi menjadi dua kelompok secara random sampling. Grup A menerima heparin intravena dan kelompok B menerima heparin subkutan. Analisis statistik dilakukan untuk menguji perbedaan antar kelompok dengan SPSS versi 15.Hasil: Hasil pemeriksaan aPTT dan PPT antara kelompok intravena dan subkutan tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan (p> 0,05). Hasil pengujian pada D-Dimer intravena dan subkutan juga tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan (p> 0,05).Kesimpulan: Tidak ada perbedaan yang signifikan antara pemberian heparin intravena dan subkutan dalam nilai aPTT, PPT dan D-Dimer sebagai pencegahan risiko thrombosis vena dalam.
Karakterisasi Hydroxyapatite Alami yang dibuat dari Tulang Sapi dan Cangkang Telur sebagai Bahan untuk Donor Tulang (Bone Graft ) Tau?k, Ahmad; Zuhan, Arif; Kusdaryono, Sigit; Rohadi, Rohadi
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Penanganan terhadap komplikasi trauma tulang seperti delayed union, nonunion, malunion dan keadaan hilangnya sebagian dari tulang (defek) masih menjadi masalah. Diperlukan donor tulang (bone graft) untuk mengisi defek atau kekosongan pada tulang yang hilang agar terjadi penyambungan.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakterisasi hydroxyapatite yang dibuat dari sumber alami yaitu dari tulang sapi dan cangkang telur sebagai bahan untuk cangkok tulang (bone graft) dalam tindakan kedokteran.Metode: Tulang panjang sapi Bali dan sapi Brahman dipotong 5x5x5 mm untuk selanjutnya dikalsinasi pada suhu 800oC dan 1000oC. Hydroxyapatite yang dihasilkan diukur kadar kalsium dan fosfornya dengan metode spektrofotometer, kemudian dibandingkan dengan kadar kalsium dan fosfor pada tulang manusia.Hasil Penelitian: Hydroxyapatite dihasilkan baik dari tulang sapi Bali atau sapi Brahman memiliki kadar kalsium rata-rata 28 ? 35%, kadar fosfor rata-rata 12- 15%. Kadar kalsium dan fosfor lebih tinggi pada tulang kortikal dibandingkan trabekular. Dibandingkan dengan kadar kalsium dan fosfor pada tulang manusia tidak berbeda bermakna (p<0,005). Kadar kalsium paling tinggi didapatkan pada cangkang telur (64%).Pembahasan: Kadar kalsium dan fosfor baik pada tulang sapi Bali atau sapi Brahman mempunyai kadar yang hampir sama dengan manusia. Ini karena setiap tulang mamalia mempunyai komposisi mineral dan air yang sama.Kesimpulan: Hydroxyapatite (HA) dari tulang sapi Bali, sapi Brahman dan cangkang telur mempunyai karakteristik yang hampir sama dengan tulang manusia dan bisa digunakan sebagai bahan untuk donor tulang.
Hubungan Tingkat Keparahan Cedera Otak dengan Petanda Inflamasi pada Pasien Cedera Otak Traumatik di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat FNU, Rohadi; Priyanto, Bambang; FNU, Januarman; Kusdaryono, Sigit
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Cedera otak masih merupakan masalah kesehatan utama dengan konsekuensi sosial ekonomi yang serius. Di negara berkembang seperti Indonesia, perkembangan ekonomi dan industri memberikan dampak insidensi cedera otak cenderung semakin meningkat. Respon inflamasi setelah cedera sistem saraf pusat sebagai dasar terjadinya implikasi secara klinis dan pada akhirnya berpengaruh pada outcome klinis pasien.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian belah lintang dengan mengambil sampel penelitian pasien cedera otak dan dilakukan uji tes dua sampel bebas untuk membuktikan hubungan tingkat keparahan cedera otak dengan petanda inflamasi.Hasil: Dari 45 subjek penelitian didapatkan data laki-laki 32 (71,1%) orang, perempuan 13 (28,9%) orang. Rata-rata umur pasien cedera otak 34 tahun dengan diagnosis Cedera Otak Ringan 31,1%, Cedera Otak Sedang 40%, dan Cedera Otak Berat 28,9%. Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat keparahan cedera otak dengan peningkatan C-reactive protein dan Laju Enap Darah, yaitu nilai p < 0,001 dalam uji non-parametrik Kruskall Wallis. Kasus meninggal dari seluruh subjek penelitian 4 orang.Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat keparahan cedera otak dengan peningkatan C-reactive protein dan Laju Enap Darah namun tidak bermakna dengan peningkatan lekosit.
Dukungan Psikologis dan Self Empowerment Paska Bencana Bagi Staf dan Keluarga Fakultas Teknik Universitas Mataram Arum L, Ima; Amalia, Emmy; Kusdaryono, Sigit
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 1, No 2 (2019): Periode Januari- Juli 2019
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.078 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v1i2.306

Abstract

Abstract: Gempa bumi yang melanda provinsi NTB sejak 29 Juli 2018 telah menelan banyak korban jiwa dan menimbulkan banyak kerusakan, sehingga tentu saja menimbulkan ketidakseimbangan kondisi psikologis masyarakat. Gangguan psikologis yang saat ini dialami sebagian besar warga adalah berupa kecemasan berlebih, sulit berkonsentrasi, dan tidak dapat berpikir jernih sehingga mempengaruhi performa mereka di tempat kerja. Demikian juga yang dialami para pegawai Universitas Mataram. Padahal sebagai pusat pendidikan, Universitas Mataram mempunyai kewajiban mendidik generasi bangsa tanpa henti dan dituntut memberikan sumbangsih lebih terutama pada saat krisis seperti gempa bumi saat ini. Perlu dilakukan intervensi pada pegawai institusi-institusi pendidikan di Universitas Mataram dengan mengadakan kegiatan dukungan psikologis dan self empowerment paska bencana. Salah satu fakultas yang memerlukan dukungan segera adalah Fakultas Teknik dimana saat ini kinerja dari Fakultas Teknik sangat dibutuhkan terkait rekonstruksi paska bencana. Dengan kegiatan ini, diharapkan staf dan keluarga Fakultas Teknik Universitas Mataram dapat melakukan self healing terhadap kondisi psikologis mereka sehingga segera dapat berfungsi kembali secara produktif di tempat kerja. Kata kunci: Dukungan Psikologis; Self Empowerment; Paska Bencana
Training of Trainer (TOT) Dukungan Psikologis dan Self Empowerment Paska Bencana Bagi Staf dan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Mataram Amalia, Emmy; Arum L, Ima; Kusdaryono, Sigit
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 1, No 2 (2019): Periode Januari- Juli 2019
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.487 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v1i2.305

Abstract

Abstract: Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau non-alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, serta dampak psikologis. Beberapa dampak psikologis yang sering muncul meliputi perubahan emosional akibat pengalaman traumatis, kekhawatiran akan kelangsungan hidup dan masa depan, dan kecemasan terkait keutuhan keluarga dan lingkungan sosial. Hingga bulan Agustus 2018, tercatat telah terjadi 395 kali gempa yang melanda Provinsi NTB, dengan beberapa gempa besar dengan pusat yang berbeda-beda. Gempa bumi yang melanda provinsi NTB sejak 29 Juli 2018 ini telah menelan banyak korban jiwa dan menimbulkan banyak kerusakan, sehingga tentu saja menimbulkan ketidakseimbangan kondisi psikologis masyarakat. Fakultas Kedokteran Universitas Mataram sebagai pusat pendidikan ingin berperan serta mengatasi dampak psikologis ini dengan mengadakan Training of Trainer (ToT) dukungan psikologis dan self empowerment paska gempa bagi staf dan mahasiswa kedokteran. Dengan konsep ToT, staf dan mahasiswa kedokteran tidak hanya diajarkan untuk mampu melakukan dukungan psikologis untuk dirinya sendiri, tetapi mampu mengajarkan ke orang lain di lingkungannya maupun kepada penyintas lain saat mereka ditugaskan di lokasi bencana. Kata kunci: Training of Trainer (TOT); Dukungan Psikologis; Self Empowerment
EDUKASI DAN PELAYANAN KESEHATAN JIWA DI RS PROF. MULYANTO UNIVERSITAS MATARAM Amalia, Emmy; Mahardika, Agustine; Kusdaryono, Sigit
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.804 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v2i1.360

Abstract

Abstract: Gangguan jiwa adalah salah satu penyakit medis yang banyak dijumpai pada masyarakat Indonesia, termasuk di Provinsi NTB. Namun pengetahuan masyarakat akan gangguan jiwa masih sangat rendah. Hal ini terkait stigma terhadap gangguan jiwa itu sendiri, dan kurangnya tenaga kesehatan jiwa di Indonesia. Dahulu, penanganan gangguan jiwa lebih dipusatkan pada Rumah Sakit Jiwa yang sarana dan prasarananya juga terbatas. Oleh sebab itu, penting untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat di bidang kesehatan jiwa dan melaksanakan pelayanan kesehatan jiwa di rumah sakit umum di Provinsi NTB. Provinsi NTB merupakan salah satu provinsi di Indonesia dengan angka gangguan jiwa terbanyak. Kasus pasung terhadap gangguan jiwa berat juga masih umum dijumpai. Pengetahuan masyarakat yang kurang terhadap gangguan jiwa, adanya stigma, mitos yang salah, dan kurangnya tenaga kesehatan jiwa, membuat banyak kasus gangguan jiwa di Provinsi NTB tidak tertangani dengan baik. Dengan dibukanya edukasi dan pelayanan kesehatan jiwa di RS Prof. Mulyanto Universitas Mataram, diharapkan dapat menambah penegtahuan masyarakat dan menambah cakupan layanan kesehatan jiwa di Provinsi NTB. Kegiatan ini terdiri atas dua aktivitas. Pertama pemberian materi tentang kesehatan jiwa pada pasien-pasien di instalasi rawat jalan RS Prof. Mulyanto Universitas Mataram. Kegiatan ini dilakukan secara berkala setiap minggu bergantian antar anggota tim PPM selama bulan Mei-Agustus 2019. Selanjutnya juga dibuka layanan rawat jalan kesehatan jiwa (psikiatri), dimana masyarakat yang ingin berobat terkait gangguan jiwa yang dialaminya atau masyarakat yang ingin mengetahui (skrining) apakah dirinya mengalami gangguan jiwa atau tidak, dapat berkonsultasi dan ditangani oleh dokter spesialis kedokteran jiwa (psikiater). Kata Kunci: Edukasi; Pelayanan; Kesehatan Jiwa.