Wahyudi Kushardjoko
Jurusan Teknik Sipil FT. UNDIP Jl. Prof. H. Soedarto SH., Tembalang, Semarang 50275

Published : 23 Documents
Articles

Found 23 Documents
Search

SIMULASI SISTEM BUKA TUTUP TOL KANCI – BREBES TIMUR SAAT ARUS MUDIK 2016 Putra, Yustika; Pratama, Valentino Hary; Riyanto, Bambang; Kushardjoko, Wahyudi
JURNAL KARYA TEKNIK SIPIL Volume 6 ,Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.332 KB)

Abstract

Kemacetan merupakan suatu permasalahan pada sektor transportasi yang sampai saat ini masih belum ditemukan solusinya. Bahkan, jalan tol yang merupakan suatu sarana untuk mengurangi kemacetan ternyata tidak luput dari kemacetan itu sendiri. Penelitian yang dilakukan difokuskan pada jalan tol Brebes Timur yang baru saja selesai dengan studi kasus arus mudik 2016. Pengumpulan data terkait kasus Brebes Timur, meliputi data lalu lintas pada ruas Kanci-Pejagan, serta lalu lintas pada tiap Gerbang yang diteliti, yaitu Gerbang Tol Pejagan, Brebes Barat, dan Brebes Timur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penyebab kemacetan serta memberikan salah satu solusi dari kemacetan melalui simulasi sistem buka tutup pintu gerbang yang ada pada ruas tol yang diteliti. Metode yang digunakan adalah simulasi dari sistem buka ? tutup dilakukan tanpa adanya survei data langsung, dikarenakan kasus yang diangkat sudah lama terjadi. Simulasi ini memanfaatkan data sekunder dari operator jalan tol yang bersangkutan. Analisis pada pembahasan meliputi kapasitas maksimal dari tiap gerbang, antrian yang terjadi, serta simulasi sistem buka tutup gerbang tol dengan alternatif penambahan gardu dan pembatasan antrian sebesar 3 km, 4 km, dan 5 km. Hasil dari analisis adalah simulasi dilakukan dengan menetapkan batas antrian pada tiap gerbang untuk menentukan kapan waktu sistem buka dan tutup itu dimulai. Kesimpulan dari studi ini yaitu faktor penyebab dari kemacetan yang ada adalah tingkat kedatangan yang sangat besar (2584 kend/jam pada Gerbang Tol Brebes Timur, 976 kend/jam pada Brebes Barat, 1742 kend/jam pada Pejagan) yang tidak sebanding dengan kapasitas pelayanan yang ada, dinyatakan dengan besaran . Jika  semakin mendekati 1 maka gerbang semakin jenuh, jika   maka gerbang tidak mampu melayani tingkat kedatangan yang ada (1,076 pada Gerbang Tol Brebes Timur, 0,813 pada Brebes Barat, 0,967 pada Pejagan). Simulasi yang paling efektif untuk dilakukan adalah simulasi dengan batas antrian sebesar 4 km dengan waktu pelayanan tiap gardu 12 detik dan tanpa adanya penambahan jumlah gardu. Sebagai tindak lanjut dari studi ini adalah perlu adanya data yang lebih lengkap agar perhitungan yang dilakukan lebih rinci dan mendalam, serta ketika simulasi dilakukan perlu adanya komunikasi yang baik antar gerbang tol terkait untuk menginformasikan arus dan panjang antrian yang terjadi untuk menentukan pembukaan dan penutupan gerbang yang dilakukan.
ANALISIS KAPASITAS AIR SIDE RENCANA PENGEMBANGAN BANDAR UDARA INTERNASIONAL AHMAD YANI SEMARANG Aidi, Muchammad Ulil; Anas, Yahya; Setiadji, Bagus Hario; Kushardjoko, Wahyudi
JURNAL KARYA TEKNIK SIPIL Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (933.525 KB)

Abstract

Ahmad Yani Airport in Semarang is one of the international airport in the Province of Central Java . International airport status is used because there is a flight plan to foreign country and Ahmad Yani Airport worthy to serve the airlines. However, the facilities and services that exist not suitable for international-class airport. Therefore, these airports continue to be developed in order to serve the demand for overseas flight, both domestic and international flights increased from year to year. It can be from Semarang and head to Semarang. The development includes the development of the infrastructure of the airport land and air sides which are divided into two phases. With the completion of the first phase of development, Ahmad Yani Airport will have a wider terminal in the North of  runway, ample parking space, covering an area of 61.344 m2 apron and two taxiways. Development of second phase will make Ahmad Yani Airport has an area of 78.313 m2 apron that can accommodate 12 Boeing 737-900 aircraft class and 8 pieces taxiways, 2 pieces exit taxiways and 1 piece parallel taxiway. This Final Thesis will analyze the air side of the Ahmad Yani airport that has runway formed, taxiway and apron at the existing condition, the development of the first phase and the second phase of development. This analysis will have predicted number of passengers in the plan of year which will then be converted into the number of aircraft at busy times. Results of the predicted number of aircraft will be on an analysis for the air side capacity of the Ahmad Yani Airport in the development plan that has been done by Ahmad Yani airport, so that it will be known the air side ability of the Ahmad Yani Airport to the demand in the plan year. This analysis refers to the rules that set up by FAA. Results of the analysis showed that when the condition of existing air side in the form of runway, taxiways are still able to serve the demand of flight but the capacity of the apron are not able to serve so for prediction of the next 5 years in the first phase of development there will be over capacity. However, with the development at the Ahmad Yani Airport, aircraft servicing predictions for the next 5 to 10 years can already be served by a taxiway and apron but rapid exit taxiway should be built for runway?s component, so that it can increase runway capacity at peak hours.
ANALISA PENINGGIAN DERMAGA TERMINAL PETIKEMAS SEMARANG KADE 0 – 345 Samosir, Ros Intan L; Aruan, Eloardo; Basuki, Kami Hari; kushardjoko, Wahyudi
JURNAL KARYA TEKNIK SIPIL Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pelabuhan Tanjung Emas memiliki peran penting yang terintegrasi antara simpul perekonomian dan pintu gerbang eksport-import di Jawa Tengah. Salah satu bukti pentingnya pelabuhan ini adalah keberadaan Terminal Peti Kemas Semarang yang menunjukkan grafik bongkar muat Peti Kemas yang selalu meningkat tiap tahunnya, dan mengakibatkan jumlah kunjungan kapal dengan dimensi dan kapasitas beban yang besar pun meningkat, selain itu penurunan muka tanah (land subsidence) yang terjadi mencapai 2 cm sampai dengan 17 cm per tahunnya. Dua faktor ini menjadi penyebab menurunnya elevasi dermaga, sehingga perlu adanya peninggian dermaga terminal petikemas semarang agar aktivitas bongkar muat tidak terganggu. Pada analisa peninggian dermaga digunakan data oseanografi, data tanah,  detail engineering design eksisting dermaga, dan data kapal. Perhitungan perencanaan struktur peninggian dan evaluasi kekuatan struktur dermaga eksisting menggunakan program komputer. Peninggian direncanakan dengan menambahkan balok dan pelat lantai yang ditumpu oleh kolom. Analisa peninggian yaitu dengan direncanakan struktur peninggian dermaga kemudian dievaluasi terhadap struktur dermaga eksisting. Dari analisa penelitian, struktur eksisting memerlukan perkuatan, dan sebaiknya dilakukan penanganan mengenai penggunaan air tanah sehingga dapat mengurangi penurunan tanah yang terjadi.
ANALISIS TARIKAN PASAR BABADAN UNGARAN KAB. SEMARANG DAN KINERJA LALU LINTAS JALAN SEKITAR Rochhanif, Putmadiat; Raymon, Raymon; Setiadji, Bagus Hario; Kushardjoko, Wahyudi
JURNAL KARYA TEKNIK SIPIL Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.885 KB)

Abstract

Market as an activity zone trips towing zones. Babadan Market located at Jalan Sudirman, where the market activity zone Babadan Ungaran generate visitor attraction and trip generation in the form of a private car and public transport resulting in congestion. This condition should be corrected in order to get the convenience of shopping at Babadan traditional market and smooth flow of traffic on Soedirman street. For that to know the amount of travel due to the existence of  Babadan traditional market. Therefore, we evaluated to determine the performance of Jend. Soedirman street and Raya Baya street with calculations based on the degree of saturation on traffic survey and evaluation of the resistance that occur on the road. Evaluation results show the degree of saturation at Jend. Soedirman street  ? 0.75 so that its necessary treatment. Whereas at Raya Baya street ? 0.75 it is still in a safe condition. Planning by reducing the resistance, optimizing pedestrian bridge, reviewing u - turn, and the control of bus bay.
EVALUASI KAPASITAS KEBUTUHAN RUANG PARKIR RUMAH SAKIT PANTI WILASA CITARUM SEMARANG Putri, R.Ananda; Ma'sum, Ali; Setiadji, Bagus Hario; Kushardjoko, Wahyudi
JURNAL KARYA TEKNIK SIPIL Volume 6 ,Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.109 KB)

Abstract

Rumah Sakit Panti Wilasa Citarum Semarang adalah salah satu Rumah Sakit umum kelas madya yang memiliki permasalahan terkait lahan parkir. Dimana lahan parkir yang ada tidak mampu menampung jumlah kendaraan yang masuk ke area parkir sehingga banyak kendaraan yang memilih parkir di badan jalan didepan Rumah Sakit. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan ruang parkir yang ada di Rumah Sakit Panti Wilasa Citarum Semarang sehingga dapat diketahui karakteristik parkir dan kebutuhan parkir Rumah Sakit Panti Wilasa Citarum Semarang untuk saat ini. Pada penelitian ini menggunakan data primer berupa survei lapangan dan data sekunder sebagai acuan dalam menganalisis kebutuhan ruang parkir Rumah Sakit Panti Wilasa Citarum. Adapun hasil penelitian yang didapat adalah sebagai berikut : Untuk hari Senin dengan jenis kendaraan mobil jumlah kendaraan masuk sebanyak 301 kendaraan dan kendaraan keluar sebanyak  295 kendaraan, untuk jenis kendaraan sepeda motor jumlah kendaraan masuk sebanyak 795 kendaraan dan kendaraan keluar sebanyak 775 kendaraan. Sedangkan untuk hari Rabu dengan jenis kendaraan mobil jumlah kendaraan masuk sebanyak 322 kendaraan, dan kendaraan keluar sebanyak 313 kendaraan, untuk jenis kendaraan sepeda motor jumlah kendaraan masuk sebanyak 979 kendaraan dan kendaraan keluar sebanyak 958 kendaraan. Akumulasi parkir terbesar untuk mobil terjadi pada hari Rabu sebanyak 99 kendaraan terjadi antara pukul 19.00 - 19.15, sedangkan untuk motor yaitu 369 kendaraan terjadi pada hari Senin pukul 11.15 - 11.30. Indeks parkir terbesar yaitu 165,0 % untuk kendaraan mobil terjadi pada hari Rabu dan 123,0 % untuk kendaraan motor terjadi pada hari Senin. Parkir Turn-Over terbesar 0,22 kend/SRP/jam untuk mobil dan 0,13 kend/SRP/jam untuk motor, angka tersebut menunjukkan pergantian parkir kendaraan untuk tiap satuan ruang parkir kecil, yang berarti kendaraan terparkir cukup lama untuk satu satuan ruang parkir. Kebutuhan parkir Rumah Sakit Panti Wilasa Citarum untuk saat ini adalah sebesar 115 SRP untuk jenis kendaraan mobil dan 380 untuk jenis kendaraan sepeda motor, sedangkan petak parkir yang tersedia yaitu 60 SRP untuk jenis kendaraan mobil dan 300 SRP untuk jenis kendaraan motor, sehingga perlu adanya penambahan area parkir baru untuk dapat mengakomodir kebutuhan parkir Rumah Sakit Panti Wilasa Citarum saat ini. 
ANALISIS DAMPAK LALU LINTAS AKIBAT PEMBANGUNAN BEST WESTERN STAR HOTEL DAN STAR APARTEMENT SEMARANG TERHADAP KINERJA JARINGAN JALAN SEKITAR Rahayu, Hayu; Wijaya, Misi H.; Setiadji, Bagus Hario; Kushardjoko, Wahyudi
JURNAL KARYA TEKNIK SIPIL Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.197 KB)

Abstract

Best Western Star Hotel and Star apartments located in the MT. Haryono are currently being built into the new residential alternative in Semarang. This triggers resurgence, resulting jam in the area will increasing. The situation of the MT. Haryono street before Best Western Star Hotel and Star Apartments are built was very crowded in the morning, afternoon and evening due to the shopping and offices centers. Because of these problems, it will be planned traffic management, road widening, and green design time. In this study will be discuss about traffic performance?s existing, traffic performance after the construction of the building, traffic performance in 2018, and traffic performance after the application of some solutions. The analysis method that will be used is the analysis method of MKJI 1997. The method is used to analyze the condition of roads and hotspot intersections. Vast amount of hotel rooms and apartment per unit is calculated to obtain the resurgence happened. The amount of Best Western Star Hotel and Star Apartment?s resurgence then charged on each road, after getting overburdened volume of traffic resurgence, do the analysis of road and hotspot intersections performances. From the amount list of vehicles in each years from 2007 through 2011 was found the growth rate. The growth rate is used to predict the traffic conditions for the coming 5 years, so it can be selected the solution that can solve the problems for the coming 5 years. Test result are as follows : 1). The Best Western Star Hotel and Star Apartment?s resurgence caused 844 pcu/hour. 2). The growth rate of the vehicle is 3,94% per year. 3). The traffic management deemed not able to overcome the jam?s problems that occured. 4). Need to do road widening at Sriwijaya street and transforming the Lampersari street to become 1-way street. 5). Need to do redesign the green time.
EVALUASI KINERJA BATIK SOLO TRANS (STUDI KASUS : KORIDOR I KARTASURA-PALUR, SURAKARTA) Sujatmiko, Purnomo Dwi; Puspita R., Nadhia; Ismiyati, Ismiyati; Kushardjoko, Wahyudi
JURNAL KARYA TEKNIK SIPIL Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.898 KB)

Abstract

The results of the performance evaluation BST corridor I obtained some indicators that meet the standards of the Department of Transportation and the World Bank that headway, speed, travel time on Saturday and Sunday, as well as most of the distance between the shelter, while the load factor is still below the standard which is still less than 70 %. Load factor due to non-fulfillment by the results of the questionnaires are reluctant to switch to using BST for several reasons including watu waiting periods, the route less BST, BST facilities are lacking, long travel times BST, is also proved from the results of the survey where the travel time for the day Monday more than 3 hours. Despite the low load factor based on the analysis of vehicle operating costs BST rate applicable experience keutungan that will be able to meet the operational costs of vehicles. With the results of the analysis did not meet the standard, it can be improved by adding corridors that intersect with the corridor so that the people I want to switch to using BST as it has many routes. Making other transport as feeder so that the corridor I just BST operate and can facilitate people to the shelter BST which will be raising load factor.Contra flow system on the road Slamet Riyadi tracking and bus priority at junctions can shorten travel times BST faster. With that expected performance can be optimized BST serve passengers and non-users can switch to using a BST as a mode of daily transportation.
ANALISIS OPTIMALISASI PENGEMBANGAN SARANA DAN PRASARANA TERMINAL PETI KEMAS SEMARANG Djambek, Nanda Putri; Ariska, Dea Gusta; Kushardjoko, Wahyudi; Basuki, Kami Hari
JURNAL KARYA TEKNIK SIPIL Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.15 KB)

Abstract

Tujuan studi penelitian ini untuk mengetahui kinerja dan kapasitas dermaga, kinerja dan kapasitas container yard, dan kapasitas alat yang berada di Terminal Peti Kemas Semarang, yaitu Container Crane (CC), Automatic Rubber Tyred Gantry (ARTG) dan Rubber Tyred Gantry (RTG). Metode yang digunakan untuk mengetahui kinerja dermaga adalah Berth Occupancy Ratio (BOR), yaitu perbandingan antara waktu penggunaan dermaga dengan waktu yang tersedia yang dinyatakan dalam presentase. Sedangkan kinerja dari container yard dapat dianalisis menggunakan metode Yard Occupancy Ratio (YOR), yaitu nilai yang  menunjukan persentase dari terminal yang dimanfaatkan untuk penumpukan peti kemas untuk periode tertentu. Kapasitas dermaga dan container yard dihitung menggunakan persamaan kapasitas dermaga terpasang (KDL) dan persamaan luasan container yard (At). Selain itu metode BTP (Berth Throughput) digunakan dalam studi penelitian ini untuk mengetahui tingkat pemakaian dermaga. Nilai BOR dengan persamaan beberapa tambatan pada tahun 2016 adalah 54,33% dan nilai BOR dengan persamaan tambatan umum 22,87%. Besarnya nilai BTP tahun 2016 adalah 3.696 TEUs/m/tahun dan nilai KDL adalah 1.995.640 TEUs. Jika nilai BTP terpasang dibandingkan dengan nilai BTP terpakai (1.139 TEUs/m/tahun) dan nilai KDL dibandingkan dengan jumlah peti kemas tahun 2016 (615.133 TEUs/tahun), maka disimpulkan pada tahun 2016 TPKS  masih mampu melayani kedatangan peti kemas. Luasan kebutuhan Container Yard (CY) dihitung menggunakan persamaan At didapatkan hasil sebesar 17,68 ha. Jika dibandingkan dengan luas terpasang container yard (18,5 ha), maka disimpulkan bahwa container yard TPKS masih mampu melayani penumpukkan peti kemas. Kinerja container  yard di TPKS ditunjukkan melalui nilai YOR pada tahun 2015 yaitu sebesar 62,95%, nilai tersebut dipengaruhi oleh dwelling time. Sebaiknya pada studi selanjutnya didasarkan pada kaidah ISPS Code (International Ship and Port Security) dan memperhitungkan tingkat pertumbuhan industri dan angkutan barang.
ANALISIS PERBANDINGAN ANTARA BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN (BOK) DI JALAN ARTERI PRIMER DENGAN RENCANA JALAN TOL RUAS : UNGARAN - SALATIGA Wirayoga, Rendy Augusta; Cipto Saputro, Danang Setiyo; Purwanto, Djoko; Kushardjoko, Wahyudi
JURNAL KARYA TEKNIK SIPIL Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.889 KB)

Abstract

Semarang is one of the big cities, where many centers of economic, political, socio-cultural and educational center. The existence attractive to residents outside of Semarang to travel to Semarang. Most Salatiga?s residents doing trip - roundtrip to the Semarang city. However, the operation conditions of public transportation that led to and leaving  Semarang still not up and there are a few obstacles along the way such as markets, factories and other activities that disrupt the trip. This transport problems will cause a variety of negative effects, such as lost time due to the long trip and the increase in Vehicle Operating Costs (VOC) to existing roads, so that the government develop a national road network in particular in areas of Java such as Trans Java Toll road construction Semarang - Solo segment. The purpose of this evaluation is to analyze the velocity space (space mean speed) and the Vehicle Operating Costs comparison between existing roads and toll roads segment Ungaran - Salatiga. Vehicle Operating Costs (VOC) using the Pacific Consultants International (PCI) formula. Data that obtained from the survey results for the velocity space (space mean speed) toward Ungaran - Salatiga for each vehicle and departure times both morning and afternoon, for the morning bus speeds faster 1.55 km / h of speed during the day is 31.14 km / h; 2 axle trucks during the day faster 4.67 km / h of speed in the morning is 30.76 km / h; as daytime tuk 3 faster 1.37 km / h from speed in the morning is 27.05 km / h; while the direction of Salatiga - Ungaran for the bus in the morning faster 1.21 km / h of speed during the day is 36.36 km / h; 2 axle trucks during the day more fast 3.77 km / h of speed in the morning is 34.29 km / hr; 3 axle truck in the morning faster 3.09 km / h of speed during the day is 26.81 km / h. The average speed for the Toll Road is taken based on a minimum speed of 60 km / h. The results of the comparison vehicle operating cost (VOC), it costs when crossing the Toll road is more economical when compared to the existing road. Where is the economic value of the vehicle in the morning for the bus is more efficient to IDR 37.132,38 (27.19%); 2 axle trucks more efficient IDR 32,802.99 (30.17%); and 3 axle trucks more efficient IDR 22,842.59 (13.58%). While in the afternoon, when crossing the Toll road for the bus will be more efficient IDR 39,564.97 (28.47%); for 2 axle trucks more efficient IDR 26,220.25 (25.67%); while for 3 axle trucks would be more efficient IDR 23,083.17 (13.70%).
ANALISIS FAKTOR PENURUNAN TANAH TERHADAP KINERJA AUTOMATED RUBBER TYRED GANTRY PADA TERMINAL PETI KEMAS SEMARANG Tetuko, Garin Ario; Rurita, Hana Sahayu; Riyanto, Bambang; Kushardjoko, Wahyudi
JURNAL KARYA TEKNIK SIPIL Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.292 KB)

Abstract

Penurunan tanah yang terjadi di Terminal Peti Kemas Semarang, khususnya pada Container Yard 05 tempat Automated Rubber Tyred Gantry beroperasi menyebabkan sistem operasi ARTG terganggu. Hal tersebut dikarenakan penurunan tanah menyebabkan kemiringan pada ARTG pad. Tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan tugas akhir ini adalah untuk memprediksi kapan kemiringan ARTG pad pada tiap blok melewati batas toleransi supaya segera dilakukan tindakan untuk mengatasi masalah tersebut. Berdasarkan perhitungan konsolidasi, penurunan tanah pada Container Yard 05 seharusnya berhenti pada 300 sampai 360 hari setelah pekerjaan reklamasi selesai. Namun saat dilakukan pengukuran lapangan di bulan Agustus 2016 dan Maret 2017 masih terdapat penurunan tanah. Berdasarkan data pengukuran lapangan yang ada, dilakukan pendekatan berupa persamaan linear untuk memprediksi kapan masing-masing blok pelayanan ARTG sistemnya terganggu. Diprediksi Blok C akan terganggu sistemnya paling awal, yaitu pada bulan Maret 2017. Blok D akan terganggu sistemnya pada September 2017, kemudian pada bulan Februari 2018, Blok F sistemnya terganggu. Sistem Blok G akan terganggu di bulan April 2018, sedangkan sistem pada blok E diprediksi akan terganggu paling akhir yaitu bulan Juni 2019. Saran yang dapat diberikan ialah saat proses reklamasi, sebelum area reklamasi diberikan perkerasan, derajat konsolidasinya sudah harus mencapai atau mendekati 90%. Dengan demikian tanah yang ditimbun akan lebih stabil saat mulai diberikan beban operasional. Untuk blok yang sistemnya akan terganggu, dapat dilakukan pekerjaan leveling.