B.M. Wara Kushartanti
Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Yogyakarta

Published : 8 Documents
Articles

Found 8 Documents
Search

PENGARUH KOMPRES ES DAN KOMPRES HANGAT TERHADAP PENYEMBUHAN CEDERA ANKLE PASCA MANIPULASI TOPURAK PADA PEMAIN FUTSAL Hakiki, Queen Syafaati; Kushartanti, B.M. Wara
MEDIKORA Vol 17, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.922 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v17i2.29185

Abstract

Cedera ankle merupakan cedera terbanyak dalam olahraga futsal (Junge & Drovak, 2010: 1091). Terapi manipulasi merupakan salah satu cara nonfarmakologi yang sering digunakan, meskipun terkadang memberi efek nyeri setelah terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kompres (es dan hangat) dalam mengurangi nyeri dan menambah ROM serta fungsi gerak sendi ankle setelah terapi manipulasi (teknik Topurak). Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Experimental Design dengan pretest-posttest control group design digunakan sebagai pendekatan dalam penelitian dengan 15 pemain yang mengalami cedera ankle kronis dan masuk dalam kriteria inklusi dari 30 pemain GPS Futsal Bantul. Subjek penelitian dibagi menjadi tiga kelompok dengan dua kelompok eksperimen dan satu kelompok kontrol. Sebelum dan sesudah pemberian kompres (es dan hangat) dilakukan pengukuran skala nyeri, range of motion (ROM), dan skala fungsi pada seluruh subjek. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif, dan uji t berpasangan untuk data ROM, serta uji Wilcoxon untuk data skala nyeri dan skala fungsi. Uji Anova juga digunakan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan dari ketiga variable independent. Hasil penelitian menunjukan bahwa kompres es dan kompres hangat pasca manipulasi Topurak dapat mengurangi nyeri tekan dan menambah ROM. Disamping itu kompres es dapat meningkatkan fungsi gerak (jinjit dan lompat) secara signifikan (p jinjit= 0,03 dan p lompat= 0,04). Perlakuan istirahat juga dapat menurunkan skala nyeri tekan dan menambah ROM kecuali pada inversi ankle (p= 0,06). Selain itu, istirahat juga dapat meningkatkan skala fungsi lari dan lompat. Tidak ada perbedaan signifikan pada ketiga perlakuan, sehingga dapat disimpulkan bahwa kompres dan istirahat sama-sama dapat menurunkan nyeri dan meningkatkan ROM serta fungsi gerak sendi ankle pasca manipulasi Topurak. EFFECT OF WARM COMPRESSES AND WARM COMPRESSES ON HEALING OF POST MANAKULASI ANKLE INJURIES IN FUTSAL PLAYERS AbstractAnkle injuries are the most injuries in futsal (Junge & Drovak, 2010: 1091). Manipulation therapy is one of the non-pharmacological methods that is often used, although sometimes it gives pain effects after therapy. This study aims to examine the effect of compresses (ice and warm) in reducing pain and increasing ROM and ankle joint function after manipulation therapy (Topurak technique). This research is a Quasi Experimental Design study with pretest-posttest control group design used as an approach in research with 15 players who suffered chronic ankle injuries and included in the inclusion criteria of 30 Bantul GPS Futsal players. The research subjects were divided into three groups with two experimental groups and one control group. Before and after applying compresses (ice and warm) the pain scale, range of motion (ROM), and function scale were measured on all subjects. The collected data were analyzed descriptively, and paired t tests for ROM data, and Wilcoxon tests for pain scale and function scale data. Anova test was also used to find out the significant differences of the three independent variables. The results showed that ice compresses and warm compresses after Topurak manipulation can reduce tenderness and increase ROM. Besides that, ice packs can improve the function of motion (tiptoes and jumps) significantly (paws = 0.03 and p jumps = 0.04). The resting treatment can also reduce tenderness scale and increase ROM except for ankle inversion (p = 0.06). In addition, rest can also increase the scale of the function of running and jumping. There were no significant differences in the three treatments, so it can be concluded that compressing and resting both can reduce pain and improve ROM and ankle joint function after Topurak manipulation.
EFEKTIVITAS TERAPI MASASE TERHADAP NYERI GERAK DAN FUNGSI GERAK SENDI ANKLE PASCA CEDERA ANKLE Jodi, Setiawan; Kushartanti, B.M. Wara
MEDIKORA Vol 18, No 2 (2019): Oktober
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.022 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v18i2.29202

Abstract

Salah satu ancaman cedera yang kerap kali membayangi seseorang dengan aktivitas fisik yang tinggi adalah cedera sendi ankle, cedera  sendi ankle umumya merupakan gangguan pada bagian ligamen sendi yang diakibatkan oleh tarikan berlebih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi masase terhadap nyeri gerak dan fungsi gerak sendi ankle pasca cedera ankle. Terapi masase yang digunakan dalam penelitian adalah soft tissue release dan deep tissue massage yang dilengkapi dengan reposisi gerak. Penelitian ini merupakan penelitian pre-experimental design dengan metode one-group pre-test ? post-test design. Populasi sample penelitian ini adalah pasien Lab/Klinik Terapi Latihan FIK UNY yang selama tiga bulan (Februari ? April 2019) diperkirakan sejumlah 100 orang. Teknik sampling data menggunakan insidental sampling dengan rumus Slovin (nilai kritis 20%) sehingga diperoleh subjek sebanyak 20 orang. Instrumen yang digunakan berupa catatan medis hasil dari anamnesa dan pemeriksaan yang dibuat dengan memodifikasi Lower Extremity Functional Scale (Binkley et al, 1999) yang telah di uji validitas menggunakan Pearson correlation dan reliabilitas dengan Cronbach?s Alpha. Nyeri gerak dan fungsi gerak sebelum dan sesudah perlakukan dianalisis dengan menggunakan uji beda dua kelompok berpasangan non- parametrik Wilcoxon Signed Ranks Test. Data pre dan post ini digunakan dalam uji efektivitas. Hasil penelitian menunjukan bahwa terapi masase yang meliputi pelemasan otot dengan soft tissue release dan deep tissue massage dan ditambah dengan reposisi gerak dapat mengurangi nyeri gerak dan meningkatkan fungsi gerak dari sendi ankle pasca cedera ankle (p < 0,05), dengan efektivitas penurunan nyeri gerak sebesar 70,31% dan peningkatan fungsi gerak sebesar 20,62%. Dapat disimpulkan bahwa perlakuan massage tersebut efektif dalam memperbaiki nyeri gerak dan fungsi ankle paska cedera. EFFECTIVENESS OF MASSAGE THERAPY ON MOTION PAIN AND FUNCTION OF ANKLE JOINTS AFTER ANKLE INJURYAbstractOne of the threat of injury that often overshadows someone with high physical activity is ankle joint injury, ankle joint injury is generally a disruption in the ligament of the joint caused by excessive traction. This study aims to determine the effectiveness of massage therapy for motion pain and ankle joint function after ankle injury. Massage therapy used in this research is soft tissue release and deep tissue massage which is equipped with motion repositioning. This research is a pre-experimental design research with one-group pre-test - post-test design method. The population of this study sample is the patients of the Lab / Clinical Training Clinic of FIK UNY which for an estimated three months (February - April 2019) amounted to 100 people. Data sampling technique used incidental sampling with the Slovin formula (critical value of 20%) to obtain as many as 20 subjects. The instrument used in the form of medical records from the history and examination made by modifying the Lower Extremity Functional Scale (Binkley et al, 1999) that has been tested for validity using Pearson correlation and reliability with Cronbach's Alpha. Motion pain and motion function before and after treatment were analyzed using a two-group non-parametric paired Wilcoxon Signed Ranks Test. This pre and post data is used in the effectiveness test. The results showed that massage therapy which includes muscle relaxation with soft tissue release and deep tissue massage and coupled with motion repositioning can reduce motion pain and improve motion function of the ankle joint after ankle injury (p <0.05), with the effectiveness of decreasing motion pain by 70.31% and an increase in motion function by 20.62%. It can be concluded that the massage treatment is effective in improving postoperative pain and ankle function.
MANIPULASI TOPURAK (TOTOK, PUKUL, GERAK) UNTUK PENYEMBUHAN NYERI DAN KETEGANGAN OTOT LEHER Yuliana, Ela; Kushartanti, B.M. Wara
MEDIKORA Vol 17, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.873 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v17i2.29182

Abstract

Nyeri dan ketegangan otot leher merupakan keluhan muskuloskeletal umum yang sering dirasakan setiap orang (prevalensi 30%-50%). Topurak (Totok, Pukul, Gerak) merupakan salah satu terapi manipulasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji efektivitas manipulasi Topurak untuk penyembuhan nyeri dan ketegangan otot leher pasien Klinik Olahraga Terapi dan Rehabilitasi FIK UNY. Rancangan Pre-experimental dengan One Group Pretest-Posttest Design. Teknik pengambilan sampel menggunakan quota sampling yang dihitung dengan rumus Slovin didapatkan quota sebesar 15 orang. Data yang dikumpulkan adalah ROM, skala nyeri, dan skala fungsi baik sebelum maupun sesudah perlakukan. Paired Samples t Test digunakan untuk menganalisis data ROM dan uji Wilcoxon untuk data skala nyeri maupun skala fungsi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan ROM pada gerakan fleksi, ekstensi, left lateral flexion, right lateral flexion, left rotation, dan right rotation. Didapatkan juga adanya penurunan skala nyeri serta peningkatan skala fungsi leher setelah manipulasi Topurak (p<0,05). Berdasarkan hasil tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa manipulasi Topurak efektif untuk penyembuhan nyeri dan ketegangan otot leher. TOPURAK MANIPULATION (TOUCH, PUNCH, MOTION) FOR HEALING OF PAIN AND NECK MUSCLE TENSIONAbstractNeck pain and muscle tension is a common musculoskeletal complaint that is often felt by everyone (prevalence of 30% -50%). Topurak (Touch, Pukul, Motion) is a manipulation therapy. and neck muscle tension of FIK UNY Sports and Therapy Sports and Rehabilitation Clinic patients. Pre-experimental design with One Group Pretest-Posttest Design. The sampling technique uses quota sampling which is calculated by Slovin formula obtained quota of 15 people. Data collected were ROM, pain scale, and function scale both before and after treatment. Paired Samples t Test is used to analyze ROM data and Wilcoxon test for pain scale and function scale data. The results showed an increase in ROM in flexion, extension, left lateral flexion, right lateral flexion, left rotation, and right rotation. There was also a decrease in pain scale and an increase in the scale of neck function after Topurak manipulation (p <0.05). Based on these results, it can be concluded that Topurak manipulation is effective for healing neck pain and muscle tension.
PENGARUH CORE STABILITY EXERCISE TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN TOGOK DAN KESEIMBANGAN DINAMIS ATLET Muladi, Agung; Kushartanti, B.M. Wara
MEDIKORA Vol 17, No 1 (2018): April
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1017.415 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v17i1.23490

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh core stability exercise terhadap peningkatan kekuatan togok dan keseimbangan dinamis atlet UKM Pencak Silat UNY.Penelitian ini merupakan penelitian pre-experimental dengan rancangan one group pretest-posttest design. Lokasi penelitian di GOR dan Hall Beladiri Universitas Negeri Yogyakarta. Populasi dalam penelitian ini adalah atlet UKM Pencak Silat Universitas Negeri Yogyakarta yang berjumlah 40 orang. Jumlah sampel dalam penelitian ini ditentukan menggunakan perhitungan rumus Slovin. Berdasarkan perhitungan ditentukan jumlah sampel sebanyak 20 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan random sampling yang diambil secara acak dari 22 orang yang masuk kriteria inklusi dan eksklusi. Latihan diberikan 3 kali per minggu selama 16 kali pertemuan. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kekuatan togok menggunakan back dynamometer dengan validitas 0,82 dan reliabilitas 0,93. Instrumen keseimbangan dinamis menggunakan modified bass test dengan validitas 0,46 dan reliabilitas 0,75. Teknik analisis data menggunakan uji-t.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan kekuatan togok dan keseimbangan dinamis setelah atlet mengikuti program latihan core stability exercise. Hal ini ditunjukkan dengan hasil paired sample t-test kekuatan togok dan keseimbangan dinamis nilai probabilitasnya adalah p = 0.025 dan p = 0.018, yang berarti < dari 0.05. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh perlakuan core stability exercise terhadap peningkatan kekuatan togok dan keseimbangan dinamis yang bermakna pada atlet UKM Pencak Silat UNY.
MODIFIKASI PERMAINAN SEPAKBOLA BAGI SISWA SMA PENDERITA ASMA Wibowo, Antonius Tri; Kushartanti, B.M. Wara
Jurnal Keolahragaan Vol 1, No 2: September 2013
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.782 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modifikasi permainan sepakbola bagi siswa SMA penderita asma. Modifikasi permainan sepakbola diharapkan dapat digunakan oleh guru olahraga dalam pembelajaran di sekolah-sekolah yang memiliki siswa berpenyakit asma dan menjadi alternatif bagi siswa SMA yang menderita penyakit asma yang tertarik untuk bermain sepakbola. Penelitian pengembangan ini dilakukan dengan mengadaptasi langkah-langkah penelitian pengembangan menurut Borg &amp; Gall (1983, p.775) sebagai berikut: (1) pengumpulan informasi di lapangan, (2) melakukan analisis terhadap informasi yang telah dikumpulkan, (3) mengembangkan produk awal (draf awal), (4) validasi ahli dan revisi, (5) uji coba lapangan skala kecil dan revisi, (6) uji coba lapangan skala besar dan revisi dan (7) pembuatan produk final. Uji coba skala kecil dilakukan terhadap siswa SMA Kolese De Britto kelas X dan kelas XI yang menderita sakit asma sebanyak 13 siswa. Uji coba skala besar dilakukan di tempat yang sama dengan jumlah siswa 13 siswa yang berbeda pada saat skala kecil yang menderita asma. Hasil penelitian yaitu berupa modifikasi permainan sepakbola bagi siswa SMA penderita asma dengan perubahan ukuran lapangan, jumlah gawang disertai bentuk gawang, ukuran bola, jumlah pemain dan aturan bermain. Dari hasil penilaian para ahli, dapat ditarik kesimpulan bahwa modifikasi permainan sepakbola bagi siswa SMA penderita asma sangat baik dan efektif sebagai sarana alternatif olahraga bagi penderita asma yang ingin bermain sepakbola dan sebagai terapi asma.  DEVELOPING VOLLEYBALL LEARNING MODELS FOR STUDENTS OF UPPER CLASS OF ELEMENTARY SCHOOLSAbstract The main aims of this study are to create a modified soccer games for Atsmatic  highschool  students. The modified game hopefully can be an alternative way for sport teacher to teach soccer for Asthmatic students and make the student interested in playing it. This study was research and development type by adapting Borg &amp; Gall’s (1983: 775) procedur of R&amp;D research as follows: (1) data collection, (2) data analysis, (3) first draft product development, (4) expert validation and revision, (5) small scale product testing and revision, (6) large scale product testing and revision, and (7) final product development. Small scale product testing was done in Kolese De Britto Highschool, with 13 asthmatic students, class X and XI. The results of the study is a modul of modified soccer for asthmatic Highschool Students. From the expert judgement, it can be seen that the modified soccer game is good and effective for atsmatic students who want to paly soccer and can be used as theraphy. The modified game can be an alternative way for sport teacher to teach soccer for asthmatic students and make the student interested in playing it. Keywords: soccer, asthma.
PENGARUH LATIHAN FARTLEK DENGAN TREADMILL DAN LARI DI LAPANGAN TERHADAP DAYA TAHAN KARDIORESPIRASI Kurnia, Maya; Kushartanti, B.M. Wara
Jurnal Keolahragaan Vol 1, No 1: April 2013
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.997 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengungkapkan pengaruh dari latihan fartlek dengan treadmill, latihan fartlek dengan lari di lapangan, dan kapasitas vital paru terhadap daya tahan kardiorespirasi. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen faktorial 2 x 2. Data dikumpulkan menggunakan tes daya tahan kardiorespirasi (tes Cooper 12 menit), dihitung jarak maksimal yang dapat ditempuh dalam waktu 12 menit tersebut. Hasil penelitian adalah sebagai berikut: (1) Ada perbedaan daya tahan kardiorespirasi antara kelompok latihan fartlek dengan treadmill dan kelompok latihan fartlek dengan lari di lapangan. Daya tahan kardiorespirasi kelompok latihan fartlek dengan lari di lapangan menunjuk-kan pengaruh lebih baik dibandingkan kelompok latihan fartlek dengan treadmill. (2) Ada perbedaan daya tahan kardiorespirasi kelompok kapasitas vital paru tinggi dan kapasitas vital paru rendah. Daya tahan kardiorespirasi kelompok kapasitas vital paru tinggi menunjukkan pengaruh lebih baik dibandingkan kelompok kapasitas vital paru rendah. (3) Tidak ada interaksi antara latihan fartlek dengan treadmill, latihan fartlek dengan lari di lapangan, dan kapasitas vital paru terhadap daya tahan kardio-respirasi. Kelompok yang berlatih fartlek dengan lari di lapangan dan mempunyai kapasitas vital paru rendah, kelompok yang berlatih fartlek dengan treadmill dan mempunyai kapasitas vital paru tinggi, dan kelompok yang berlatih fartlek dengan lari di lapangan dan mempunyai kapasitas vital paru tinggi tidak berbeda signifikan. THE EFFECT OF FARTLEK EXERCISE WITH TREADMILL AND RUNNING ON RESPIRATORY ENDURANCEAbstract The objective of this study is to reveal the effect of fartlek with treadmill, running, and vital lung capacity on respiratory endurance. The study used the experiment factorial 2x2 block design. The data were collected using the respiratory endurance test (using the twelve minutes by Cooper’s test) with maximal distance which can be taken within twelve minutes. The results of this study are as follows: (1) There is a difference in respiratory endurance between those who were involved in fartlek with treadmill with those who ran. The respiratory endurance is better for those who ran than those who used treadmill. (2) There is a difference in respiratory endurance between those who have low vital lung capacity with those who have high vital lung capacity. The respiratory endurance is better for those who have high vital lung capacity than those who have low vital lung capacity. (3) There is no interaction between those who were involved in fartlek with treadmill, running, and vital lung capacity in respiratory endurance. Members who were involved in fartlek with ran and have low vital lung capacity, who were involved in fartlek with treadmill and have high vital lung capacity, and who were involved in fartlek with ran and have high vital lung capacity is not different significance. Keywords: fartlek training, vital lung capacity, respiratory endurance.
PENGARUH DIAYOGAROBIK DAN KGD AWAL TERHADAP KAPASITAS FISIK DAN KIMIAWI DARAH PENDERITA DM TIPE 2 Imawati, Intan; Kushartanti, B.M. Wara
Jurnal Keolahragaan Vol 2, No 2: September 2014
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.426 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh latihan diayogarobik terhadap kapasitas fisik dan kimiawi darah, (2) perbedaan pengaruh latihan diayogarobik terhadap kapasitas fisik dan kimiawi darah antara penderita diabetes mellitus tipe 2 dengan kadar glukosa darah awal di bawah 250 mg/dl dan di atas 250 mg/dl. Metode penelitian ini adalah eksperimen. ata penelitian ini diperoleh melalui tes dan pengukuran terhadap fleksibilitas dengan menggunakan fleksometer, kekuatan otot lengan dengan Push &amp; Pool Dinamometer, kekuatan otot tungkai dengan Leg &amp; Back Dinamometer, serta kadar glukosa darah dan kadar kolesterol darah dengan Glukometer. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) diayogarobik terbukti dapat meningkatkan kapasitas fisik dan menurunkan kimiawi darah secara signifikan. (2) a. tidak ada perbedaan pengaruh peningkatan kapasitas fisik yang signifikan antara penderita diabetes mellitus tipe 2 dengan kadar glukosa darah &lt;250 mg/dl dan &gt;250 mg/dl, (2) b. ada perbedaan pengaruh penurunan kadar glukosa darah yang signifikan antara penderita diabetes mellitus tipe 2 dengan kadar glukosa darah &lt;250 mg/dl dan &gt; 250 mg/dl, dengan penurunan yang lebih tinggi yaitu kadar glukosa darah &gt;250 mg/dl, (2) c. tidak ada perbedaan pengaruh penurunan kadar kolesterol darah yang signifikan antara penderita diabetes mellitus tipe 2 dengan kadar glukosa darah &lt; 250 mg/dl dan &gt;250 mg/dl. Latihan diayogarobik memberikan pengaruh yang baik terhadap peningkatan kapasitas fisik dan penurunan kimiawi darah. Kata Kunci: Latihan diayogarobik, kadar glukosa darah, kapasitas fisik, kimiawi darah, diabetes mellitus tipe 2.
Efektivitas massage frirage dan kombinasi back massage-stretching untuk penyembuhan nyeri pinggang Utomo, Ardi; Kushartanti, B.M. Wara
Jurnal Keolahragaan Vol 7, No 1: April 2019
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (914.816 KB) | DOI: 10.21831/jk.v7i1.20549

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan: (1) pengaruh jenis perlakuan massage frirage dan kombinasi back massage-stretching untuk penyembuhan nyeri pinggang, (2) pengaruh kondisi cedera akut dan kronis terhadap penyembuhan nyeri pinggang, dan (3) interaksi jenis perlakuan dengan kondisi cedera terhadap penyembuhan nyeri pinggang yang ditunjukkan peningkatan ROM pinggang pada pasien Physical Therapy Clinic Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta (PTC FIK UNY). Penelitian ini adalah eksperimen dengan desain faktorial 2 x 2, dengan menggunakan tes awal dan tes akhir. Subjek penelitian ini adalah 40 orang pasien klinik PTC yang mengalami nyeri pinggang kronis maupun akut akibat aktivitas kerja yang berjenis kelamin laki-laki usia 25-50 tahun. Instrumen pengumpulan data pengukuran terhadap ROM menggunakan goniometer dan tingkat nyeri menggunakan skala nyeri rating scale. Analisis data menggunakan uji ANOVA dua jalur. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. (1) Terdapat pengaruh jenis perlakuan massage frirage dan kombinasi back massage-stretching untuk penyembuhan nyeri pinggang yang ditunjukkan peningkatan ROM pinggang pada pasien PTC FIK UNY. (2) Terdapat pengaruh kondisi cedera akut dan kronis terhadap penyembuhan nyeri pinggang yang ditunjukkan peningkatan ROM pinggang pada pasien PTC FIK UNY. (3) Terdapat interaksi jenis perlakuan dengan kondisi cedera terhadap penyembuhan nyeri pinggang yang ditunjukkan peningkatan ROM pinggang pada pasien PTC FIK UNY. Hasil analisis diketahui masase frirage lebih baik untuk menyembuhkan nyeri pinggang akut sedangkan kombinasi back massage-stretching lebih baik untuk menyembuhkan nyeri pinggang kronis. The effectiveness of frirage massage and back massage stretching in the healing pain AbstractThis study aims to reveal: (1) the effect of frirage massage treatment and combination of back massage-stretching on healing waist pain, (2) the effect of acute and chronic injury conditions on the healing of low back pain, and (3) the interaction of the type of treatment and injury condition to the healing of waist pain as shown by the improvement of ROM pain the patients of Physical Therapy Clinic (PTC) FIK UNY. This research was an experiment with the factorial design 2 x 2, by using preliminary test (pre-test) and final test (post-test). The subjects were 40 patients of PTC who experienced chronic and acute waist pain due to work activities, whose ages ranged from 25 to 50 years old. The data collection instrument was a measurement test. The data analysis used the two-way ANOVA Test. The results were as follows. (1) There was an effect of frirage massage treatment type and the combination of back massage-stretching on healing waist pain as shown by the improvement of ROM pain. (2) There an effect of acute and chronic injury condition on the healing of waist pain as shown by the increase of ROM pain. (3) There was an interaction between the type of treatment and the condition of injury on the healing of waist pain as shown by the increase of ROM pain.