p-Index From 2015 - 2020
7.847
P-Index
This Author published in this journals
All Journal MEDIA PETERNAKAN - Journal of Animal Science and Technology Cakrawala Pendidikan INERSIA LAW REFORM JURNAL SISTEM INFORMASI BISNIS Publika Budaya Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea Jurnal MIPA Jurnal S2 Pendidikan Sains Jurnal Teknologi Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Jurnal Manajemen Magister Darmajaya JPM17 Jurnal Ijtimaiyya Wardah: Jurnal Dakwah dan Kemasyarakatan Intizar ATAVISME JURNAL ILMIAH KAJIAN SASTRA Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi NOZZLE Istinbath SIPIL SAINS BERITA BIOLOGI Masyarakat, Kebudayaan dan Politik Business and Entrepreneurial Review (BER) ITEj : Information Technology Engineering Journals Prosiding 2nd Seminar Nasional IPTEK Terapan (SENIT) 2017 Kultivasi PSEJ (Pancasakti Science Education Journal) Turbo : Jurnal Program Studi Teknik Mesin INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Jurnal Teknologi Rekayasa Assimilation: Indonesian Journal of Biology Education Jurnal Elementaria Edukasia Jurnal BIOEDUIN : Program Studi Pendidikan Biologi JURNAL ILMIAH MAHASISWA AGROINFO GALUH Al-Qisthu: Jurnal Kajian Ilmu-ilmu Hukum Ulumul Syar'i INTEK - Jurnal Informatika dan Teknologi Informasi JIEMS (Journal of Industrial Engineering and Management Systems) JMIE (Journal of Madrasah Ibtidaiyah Education) Jurnal Edukasi Gemilang (JEG) BIOSFER : Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Jurnal Ilmiah Akuntansi Rahmaniyah PROGRESS Jurnal Pendidikan, Akuntansi dan Keuangan Jurnal Teknologi Bahan dan Barang Teknik Jurnal Media Teknik dan Sistem Industri JRAMM
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Ulumul Syar'i

Hadis Musykil Menurut Pandangan Ibnu Hajar al-Asqalani Kusnadi, Kusnadi
Ulumul Syari Vol 6 No 1 (2017): Ulumul Syari
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIS Hidayatullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ibnu Hajar termasuk ulama yang banyak menguasai hadis, baik riwayah maupun dirayah. Menurutnya hadis sama dengan al-Qur’an dari sisi kehujjahan dan dalilnya, bahwa hadis sebagai penjelas terhadap al-Qur’an. Hadis merupakan wahyu yang diturunkan kepada orang yang berbicara tidak berdasarkan hawa nafsunya. Dia mampu menguraikan secara detail hadis-hadis yang musykil. Hadis yang menimbulkan kemusykilan adalah Jawami’ al-Kalim  (ungkapan yang singkat namun padat makna). Menurut Ibnu  Hajar hadis yang  jawami’ al-kalim itu terdapat beberapa yang musykil. Di antaranya adalah “al-ain haqq”. Menurut dia, makna hadis tersebut, bahwa mata manusia pada orang-orang tertentu memiliki kekuatan supranatural.  Di antara hadis muskil adalah “: “sebagian dari keterangan adalah sihir”. Ibnu Hajar  mengartikan hadis tersebut secara majazi, yaitu kata-kata yang dapat mengagumkan orang bisa berkonotasi positif dan bisa berkonotasi negatif. Diantara hadis musykil adalah ungkapan dengan bahasa perumpamaan,  “Orang mukmin itu makan dalam satu usus, orang kafir makan dalam tujuh usus”. Ibnu  Hajar berpandangan bahwa yang dimaksud dengan tujuh usus pada orang kafir adalah pola hidup konsumerisme. Sementara orang mukmin dalam menyikapi gemerlapnya dunia ini hanya mengambilnya sebatas kebutuhan hidupnya. Di antara hadis musykil adalah Bahasa Perumpamaan, seperti hadis  â€œApabila hambaku mendekati aku sejengkal, maka Aku akan mendekatinya sehasta”. Menurut Ibnu  Hajar hadis itu kalau diartikan secara hakiki menunjukkan adanya jarak yang ditempuh secara fisik. Hal itu tidak mungkin bagi Allah. Karenanya hadis itu harus diartikan secara majazi, yaitu Allah meneguhkan ketaatan kepada hambanya dalam melaksanakan ibadah.
Kehujjahan Hadis Daif Dalam Permasalahan Hukum Menurut Pendapat Abu Hanifah Kusnadi, Kusnadi
Ulumul Syar'i Vol 7 No 2 (2018): Ulumul Syar'i
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIS Hidayatullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hadis secara otentisitas tidak sama dengan al-Qur’an.   Secara formal al-Qur’an telah ditulis pada masa Rasulullah saw setiap  wahyu turun, dengan demikian, otentisitas al-Quran dan validitasnya dapat terjamin. Sedangkan hadis baru dibukukan secara resmi pada masa pemerintahan Umar bin Abdul Aziz (61-101 H). Dengan demikian, untuk menjamin kebenaran dan kesahihan hadis membutuhkan penelitian dan analisis secara kritis. Mayoritas ulama hadis berpendapat bahwa hadis daif  tidak bisa dijadikan sebagai landasan hukum, terutama yang berkaitan dengan hukum halal dan haram. Akan tetapi Imam Abu Hanifah berpendapat, hadis daif boleh dijadikan sebagai landasan hukum. Menurut pandangan Abu Hanifah, hadis daif lebih baik dari pada qiyas dan ra’yu. Hadis Rasul yang dianggap daif oleh Abu Hanifah adalah hadis āhād jika bertentangan dengan al-Quran, hadis mutawatir dan hadis masyhur. Perawi hadis āhād, riwayatnya tidak boleh bertentangan dengan perbuatannya. Apabila hadis āhād tidak memenuhi kriteria tersebut, maka Abu Hanifah menganggap sebagai hadis daif atau hadis mardud. Oleh karena itu, dia mendahulukan mengamalkan hadis-hadis mursal  dari pada meng-amalkan kias. Hadis daif juga dapat dijadikan sumber Hukum.
Co-Authors A. Erna Rochiyati S., A. Erna Adhitama, Rizky Sandy Adila Prabasiwi, Adila Agus Mulyono Akmad Aniq Barlian, Akmad Aniq Aleksander Purba alfiah alfiah Anggraini, Fitria Anggy Rima Putri, Anggy Rima Ardyanto Darmanto Ariningrum, Hardini Aristha, Aristha azkya, Agi Bambang Supriatno Bayu Surarso Brimantara, Dimas Fadjri Chandra, Kristian Dalmasius Ganjar Subagio Dampang, Sarah Dene Herwanto, Dene Desiyanti, Ouw Dewi Sulistyorini, Dewi DWI SUSILANINGSIH Egie Triana Devi, Egie Triana Eka Yanti, Nandia Desi Fauzia, Iva Siti Gunarko Gunarko Gunawan Pakki Gunawan, Iba Hadining, Aulia Fashanah Hani Susanti, Hani Hariyanto Bambang Hendri Maja Saputra Heru Nurcahyo I Wayan Diana Iing Lukman Inur Tivani, Inur Irmansyah Irmansyah Islamiati, Fiqa J Juansah Lena Magdalena, Lena Lestari, Sintia Listiawati, Septi Mohammad Masykuri Mudrikah, Ritali Evi Mufti Amir Sultan, Mufti Amir Muhammad Kahfi, Muhammad Muhammad Luthfi Nani Purwati Ningsih, Eka Sari Nugraha, Asep Erik Nugraha, Asep Erik Nugraha, Prasetya Putra Nur Faizah Puspita, Indah Lia Rajani, Ahmad Ramdan, Heri Muhammad Ridwan Arief Subekti Safitri, Lina Ayu Sari Lestari Sari, Elfrida Iriana Sari, Kristin Candra Sariwulan Diana Soedarmo, Wahyoe Soetoro Soetoro, Soetoro Sofyan Akhmad Sri Mulyani Subaharianto Andang Suhara, Suhara Suherman, Robi Sunarlan Sunarlan, Sunarlan Susiyarti Susiyarti, Susiyarti Taryana Taryana, Taryana Tito Hardiyanto, Tito Topik Hidayat Wahyudin Wahyudin Wahyul Amien Syafei Wibisono Bambang Wijoyo, Eko Wilda Amananti Yahya Rian Hardiansyah, Yahya Rian Yanti Hamdiyati YAYAN SANJAYA Zubaidah Amir MZ Zulkarnain, Zulhilmi