Articles

Found 19 Documents
Search

Anti-Tuberculosis Activity of Extract Ethyl Acetate Kenikir Leaves (Cosmos caudatus H.B.K) and Sendok Leaves (Plantago Major L.) By In Vitro Test Irianti, Tatang; Pratiwi, Sylvia Utami Tanjung; Kuswandi, Kuswandi; Tresnaasih, Nanan; Cahya, Dharmastuti; Fatmarahmi, Fatmarahmi; Paramitha, Yulia
Majalah Obat Tradisional Vol 23, No 1 (2018)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.176 KB) | DOI: 10.22146/mot.35112

Abstract

The increasing therapy problem including multidrug-resistant tuberculosis (TB) has made it important to discover a new anti-TB drug candidate. The aim of this study was to acknowledge the activity of ethyl acetate extracts of kenikir (Cosmos caudatus H.B.K) and sendok (Plantago major L.) leaves against Mycobacterium tuberculosis (M. tuberculosis) H37Rv. This research used Middlebrook (MB) 7H9 media and observed the growth of M. tuberculosis using Lowenstein Jensen (LJ) media. The concentration of extracts were 0.25 mg/ml, 0.50 mg/ml, and 1.00 mg/ml. The result of this study showed that ethyl acetate extracts exhibited anti-TB activity in 1000 µg/ml of both extracts. The active compound group was detected by thin layer chromatography (TLC) and the separation of compounds was shown by retardation factor (Rf) and the color of the spots. Based on TLC chromatograms, it is known that there are types of compounds, such as ortho-dihydroxy compounds, phenolic compounds, and compound leads to terpenoids for both extracts.
TRANSFER TEKNOLOGI SAMBUNG MENGGUNAKAN ANAKAN (Root-sucker) SEBAGAI BATANG BAWAH UNTUK PROPAGASI TANAMAN KESEMEK DI BATU BAGIRIEK ALAHAN PANJANG Hayati, P.K. Dewi; Sutoyo, Sutoyo; Herawati, Netti; Suliansyah, Irfan; Marta, Nini; Kuswandi, Kuswandi
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 1 No 3a (2018): September 2018
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/hilirisasi.1.3.11-17.2018

Abstract

Persimmon, kesemek, buah kaki atau manggih hutan dalam bahasa minang adalah berbagai sebutan untuk buah yang dihasilkan oleh tanaman pohon  Diospyros kaki Thunb.  Buah kesemek mengandung berbagai nutrisi penting, anti toksik dan bahkan anti kanker. Kesemek merupakan tanaman sub tropika sehingga di Indonesia kesemek hanya beradaptasi pada ketinggian ± 1400 mdpl, seperti Alahan Panjang. Petani biasanya menggunakan anakan untuk perbanyakan, namun akibatnya tanaman membutuhkan waktu yang lama untuk berbuah, lebih dari 8 tahun. Kegiatan ini bertujuan untuk mentransfer teknologi sambung pucuk menggunakan anakan (root-sucker) sebagai batang bawah (root-stock) sebagai upaya untuk mendapatkan perbanyakan kesemek secara cepat dan tanaman cepat berbuah. Mitra kegiatan ini adalah kelompok tani Harapan Baru yang berada di Batu Bagiriek Alahan Panjang Kabupaten Solok, Sumatera Barat dari bulan Oktober hingga Desember 2016. Metode kegiatan meliputi penyuluhan, demonstrasi dan pelatihan grafting. Hasil kegiatan adalah petani meningkat pengetahuannya tentang manfaat buah kesemek, teknik budidaya dan pasca panen serta mampu melakukan grafting atau penyambungan pada kesemek menggunakan root-sucker (anakan) sebagai batang bawah. Berdasarkan hasil uji statistika menggunakan analisis Likert, kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan memiliki nilai indeks 92, menunjukkan bahwa kegiatan yang dilakukan bermanfaat atau berhasil mentransfer pengetahuan dan juga keterampilan kepada petani.
KOMPARASI PETA KURVA RESIDU SISTEM TERNER ASETON-N-BUTANOL-ETANOL DENGAN METANOL-ETANOL-PROPANOL Sari, N. K.; Kuswandi, Kuswandi; Soewarno, N.; Handogo, R.
Reaktor Volume 10, Nomor 2, Desember 2006
Publisher : Dept. of Chemical Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.195 KB) | DOI: 10.14710/reaktor.10.2.75-81

Abstract

Simulasi pemisahan sistem terner Metanol-Etanol-1-Propanol (MEP) pada tekanan atmosfer menggunakan distilasi batch sederhana telah diteliti. Peta kurva residu kemudian dibuat untuk dilihat apakah sistem tersebut mempunyai campuran azeotropik atau campuran zeotropik. Peta kurva residu dari sistem terner MEP tersebut dibandingkan pula dengan  peta kurva residu dari sistem terner Aseton-n-Butanol-Etanol. Untuk menghitung tekanan uap jenuh digunakan persamaan Antoine berdasarkan kondisi atmosferik. Koefisien aktivitas dihitung menggunakan persamaan UNIQUAC. Forward-finite-difference digunakan untuk menghitung komposisi dibagian bawah kolom pada waktu yang ditentukan dari komposisi awal MEP. Beberapa nilai-nilai awal komposisi MEP yang telah dipilih untuk melengkapi peta kurva residu dengan simulasi menggunakan bahasa MathLab versi 6.1. Hasil menunjukkan bahwa secara simulasi sistem terner MEP adalah campuran zeotropik, tanpa mempunyai campuran azeotropik biner dari masing-masing komponennya. Peta kurva residu sistem terner MEP kemudian dibandingkan dengan literatur dan divalidasi secara hubungan topologi antara jumlah noda tidak stabil, jumlah noda stabil dan jumlah sadel.
Evaluasi Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Pepaya Hibrida di Wilayah Pengembangan Bogor Sunyoto, Sunyoto; Oktariana, L; Fatria, D; Hendri, Hendri; Kuswandi, Kuswandi
Jurnal Hortikultura Vol 25, No 3 (2015): September 2015
Publisher : Indonesian Center for Horticulture Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jhort.v25n3.2015.p193-200

Abstract

Keragaan pertumbuhan dan perkembangan tanaman merupakan hasil interaksi antara potensi genetik tanaman dengan lingkungan tempat tumbuhnya. Untuk mengetahui tanggapan genotipe terhadap lingkungan perlu dilakukan evaluasi dengan menanam berbagai varietas tanaman di wilayah pengembangan. Tanaman yang mempunyai penampilan fenotipe unggul dan adaptif di wilayah pengembangan akan dipilih menjadi kandidat varietas unggul. Tujuan penelitian adalah mendapatkan pepaya hibrida yang mempunyai penampilan fenotipik terbaik. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Dramaga, Bogor (Jawa Barat) pada bulan Januari sampai Desember 2012. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan rancangan acak kelompok dengan sembilan perlakuan dan tiga ulangan. Setiap unit perlakuan terdiri atas lima tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hibrida P 24 mempunyai karakter unggul paling banyak (lima karakter), yaitu tinggi tanaman paling rendah, diameter batang lebih besar, jumlah buah lebih banyak, ukuran buah kecil, dan padatan total terlarut cukup tinggi. Hibrida P 21 dan P 31 mempunyai keunggulan jumlah buah cukup banyak, ukuran buah sedang, daging buah agak tebal dan keras. Beberapa dari hibrida F terpilih terbukti memiliki keunggulan karakter morfologi sehingga potensial dikembangkan sebagai komoditas unggul di tanah air.
Keragaman Genetik Plasma Nutfah Rambutan di Indonesia Berdasarkan Karakter Morfologi Kuswandi, Kuswandi; Sobir, Sobir; Suwarno, Willy Bayuardi
Jurnal Hortikultura Vol 24, No 4 (2014): Desember 2014
Publisher : Indonesian Center for Horticulture Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jhort.v24n4.2014.p289-298

Abstract

Rambutan merupakan tanaman menyerbuk silang sehingga secara alami memiliki keragaman tinggi. Penelitian bertujuan mempelajari kemiripan genetik dan pengelompokan aksesi plasma nutfah rambutan (Nephelium lappaceum) dan kapulasan (Nephelium ramboutan-ake) di Indonesia berdasarkan karakteristik morfologi. Penelitian dilakukan di (1) Kebun Percobaan (KP) Aripan Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika, (2) KP Subang Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika, (3) KP Cipaku Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Barat, dan (4) Kabupaten Limapuluh Kota (Sumatera Barat), pada bulan Juni 2013 sampai Februari 2014. Karakterisasi sifat morfologi dilakukan terhadap 29 aksesi rambutan dan empat aksesi kapulasan mengacu pada descriptor for rambutan yang diterbitkan IPGRI. Perhitungan koefisien ketidakmiripan antaraksesi dilakukan dengan metode Gower. Analisis nominal logistic biplot dilakukan untuk melihat sifat penciri dari suatu kumpulan aksesi. Analisis keragaman genetik dapat membedakan kelompok rambutan dan kapulasan dengan koefisien ketidakmiripan rerata sekitar 55%. Berdasarkan kerapatan tandan, rambutan dapat dikelompokkan menjadi lima kelompok, yaitu aksesi yang memiliki tandan sangat jarang, jarang, sedang, rapat, dan sangat rapat. Aksesi dengan tandan rapat sampai sangat rapat antara lain aksesi Gendut Kair, Tangkue, dan Aceh Gendut, sedangkan semua aksesi kapulasan memiliki tandan yang sangat jarang. Berdasarkan ketebalan kulit buah, semua aksesi rambutan memiliki ketebalan kulit sedang sampai tebal, sedangkan aksesi Sibabat diketahui memiliki kulit yang sangat tebal.
MODEL PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM UNTUK SEBESARBESARNYA KEMAKMURAN RAKYAT Kuswandi, Kuswandi
Jurnal Hukum Mimbar Justitia Vol 1, No 2 (2015): Published 30 Desember 2015
Publisher : Jurnal Hukum Mimbar Justitia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Legal political management of Indonesias natural resources is "the attitude and/or the attention of government/state of the management of natural resources in the form of policies as outlined in the Act and Regulation, where the rights of control by the state over natural resources as the primary basis and most fundamentally,its implementation by the state for the maximum kamakmuran people.Keywords: Economic Liberalization, Right to Control by the State, PublicWelfare.
PENGARUH HIDROLISIS ASAM-BASA TERHADAP AKTIVITAS PENANGKAPAN RADIKAL 2-2’ DIFENIL-1-PIKRIL HIDRAZIL (DPPH) FRAKSI AIR DARI EKSTRAK ETANOLIK BUAH TALOK (Muntingia calabura L.) Irianti, Tatang; Murti, Yosi Bayu; Kanistri, Damiana Nitya; Pratiwi, Desi Riza; Kuswandi, Kuswandi; Kusumaningtyas, Ratih Anggar
Majalah Obat Tradisional Vol 21, No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1025.07 KB) | DOI: 10.22146/tradmedj.10724

Abstract

Kandungan flavonoid dalam buah talok (Muntingia calabura L.) terbukti memiliki aktivitas antioksidan. Perlakuan hidrolisis mampu meningkatkan aktivitas antioksidan melalui pembebasan aglikon flavonoid dari bentuk glikosidanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hidrolisis asam dan basa serta waktu hidrolisis terhadap aktivitas antioksidan fraksi air ekstrak etanolik buah talok. Ekstrak kental etanolik buah talok difraksinasi menggunakan n-heksan, fraksi yang tak larut heksan diuapkan dan ditambah akuades kemudian dipartisi dengan etil asetat. Fase yang larut air diuapkan sehingga didapatkan fraksi air. Fraksi air ekstrak etanolik kemudian dihidrolisis menggunakan HCl dan NaOH 2N selama 1 jam dan 3 jam. Pengujian aktivitas antioksidan fraksi air dan fraksi air terhidrolisis menggunakan metode penangkapan radikal DPPH. Hasil ini selanjutnya dianalisis menggunakan uji paired-samples t-test pada SPSS for Windows 17.0. Untuk mengidentifikasi flavonoid yang memiliki aktivitas antioksidan, dilakukan analisis kualitatif kromatografi lapis tipis (KLT). Penampakan bercak dilakukan menggunakan uap amonia, pereaksi semprot anisaldehid asam sulfat, AlCl3, FeCl3 dan DPPH. Aktivitas antioksidan fraksi air terhidrolisis asam 1 jam dan 3 jam berturut-turut 9,5 dan 1,5 kali lebih poten dari fraksi air, sedangkan pada basa 1 jam dan 3 jam sebesar 2,5 dan 6,5 kali. Aglikon flavonoid terbebaskan pada hidrolisis asam dan basa memiliki aktivitas antioksidan yang berbeda. Nilai IC50 fraksi air terhidrolisis asam 1 jam dan 3 jam sebesar 20,55 dan 97,88 μg/mL, sedangkan pada basa 1 jam dan 3 jam sebesar 66,64 dan 25,53 μg/mL. Hidrolisis asam 1 jam memiliki aktivitas antioksidan lebih besar daripada yang dihidrolisis 3 jam sedangkan pada basa aktivitas antioksidan terbesar ditunjukkan pada 3 jam.
The Addition of N-Butanol in Ethanol-Isooctane Mixture to Reduce Vapor Pressure of Oxygenated-Gasoline Blend Anugraha, Rendra Panca; Picunang, Zul Akbar Andi; Wiguno, Annas; Tetrisyanda, Rizky; Kuswandi, Kuswandi; Wibawa, Gede
Indonesian Journal of Chemistry Vol 17, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.552 KB) | DOI: 10.22146/ijc.26613

Abstract

In this work, vapor pressure of binary systems for isooctane + ethanol, isooctane + n-butanol and ethanol + n-butanol and ternary system for isooctane + ethanol + n-butanol were measured in the temperature range from 313.15 to 318.15 K using the inclined ebulliometer. The experimental results showed that the existence of n-butanol in isooctane decreases the vapor pressure of mixture, while increasing n-butanol fraction in ternary isooctane-ethanol-n-butanol mixture decreased vapor pressure of mixture. Experimental data for binary systems studied were correlated with Wilson, NRTL and UNIQUAC models with average relative deviation (ARD) of 3.5%. The optimized binary parameter pairs obtained in this work were used to estimate the ternary system. The Wilson model gave the best performance for estimation of ternary system with ARD of 5.4%. All systems studied showed non-ideal solution with positive deviation from Raoult’s law.
Implementasi Keamanan pada Transaksi Data Menggunakan Sertifikat Digital X.509 Mardianto, Is; Kuswandi, Kuswandi
Ultimatics : Jurnal Teknik Informatika Vol 8 No 1 (2016): Ultimatics: Jurnal Ilmu Teknik Informatika
Publisher : Program Studi Teknik Informatika UMN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1828.12 KB) | DOI: 10.31937/ti.v8i1.496

Abstract

Security issues have become a major issue on the Internet. One of the security methods that are widely used today is to implement a digital certificate. Digital certificates have evolved over time, one of which is the X.509 digital certificate. Digital certificates have been widely used as authentication applications, web network authentication and other authentication systems that require digital certificates. This research is carried out by implementing an X.509 digital certificate technology as a mobile web service with its client. Secure Hash Algorithm (SHA), Diffie-Hellman, and Advanced Encryption Standard (AES) are used to secure the data exchange transaction between the web service and mobile phone. SHA algorithm will be used for user authentication, Diffie-Hellman algorithm will be used for public key exchange and AES algorithms will be used for symmetric cryptography data. The results of the application of digital certificates, the SHA algorithm, Diffie-Hellman, and AES in mobile phone applications, provide security application running on web service. Index Terms—Digital Certificate, X.509, SHA, Diffie Hellman, AES
PENGARUH MODEL ALIRAN TERHADAP RECOVERY CO2 PADA ABSORPSI GAS CO2 OLEH LARUTAN K2CO3 DIDALAM PACKED COLUMN DENGAN KONDISI NON-ISOTHERMAL Kusnarjo, Kusnarjo; Kuswandi, Kuswandi; Susianto, Susianto; Altway, Ali
Reaktor Volume 12, Nomor 3, Juni 2009
Publisher : Dept. of Chemical Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.996 KB) | DOI: 10.14710/reaktor.12.3.154 – 160

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh model aliran terhadap recovery gas pada absorpsi gas CO2 menggunakan larutan K2CO3 yang di kontakkan secara berlawanan arah (counter current) didalam packed column menggunakan packing jenis raschig ring. Penelitian dilakukan menggunakan kolom kaca berdiameter 10 cm dan tinggi 150 cm. Packing dibuat dari logam aluminium berdiameter 1,0 cm dan tinggi 2,0 cm yang mengisi bagian kolom setinggi 100 cm. Variabel penelitian ini adalah konsentrasi CO2  20% volume, dengan laju alir 10  sampai 35 l/menit dan konsentrasi  K2CO3,1M  dan 1,5M dengan laju alir 3 sampai 7,5 l/menit. Dari hasil penelitian absorpsi gas CO2 20% volume menggunakan larutan Benfield dengan model aliran non-ideal besar % recovery gas CO2 dengan larutan K2CO3 1,5M, jumlahnya lebih besar dibandingkan dengan larutan K2CO3 1M, sedangkan absorpsi CO2 dengan campuran udara 80% volume dengan model aliran non-ideal (D/uL=0,1), jumlah % recovery gas CO2 lebih kecil dibandingkan dengan aliran ideal (D/uL=0,2). Validasi antara simulasi dengan eksperimen dengan cara membandingkan kesalahan hasil penelitian menunjukkan bahwa besar % recovery CO2 secara ekperimen lebih rendah dibandingkan dengan cara simulasi. Hasil perhitungan % recovery gas CO2 menggunakan jenis aliran tidak ideal mendekati data eksperimen dengan error 6,52%.