Nuriyatul Lailiyah
Unknown Affiliation

Published : 27 Documents
Articles

Found 27 Documents
Search

STRATEGI MEDIA RELATIONS POLITISI UNTUK MERAIH POPULARITAS DI MEDIA MASSA Lailiyah, Nuriyatul
Politika: Jurnal Ilmu Politik Vol 6, No 1 (2015): Politika: Jurnal Ilmu Politik
Publisher : Program Magister Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.683 KB) | DOI: 10.14710/politika.6.1.2015.104-114

Abstract

A good relationship with the media is very important for anyone who wants to get positive publicity. Positive publicity is used to be considered  hard to achieve. But politicians in the beginning have the potential news value. Unfortunately, not all politicians aware and use it optimally. We could easily see that there just a few members of House of Representatife that can appear positively in the media. This study aimed to examine the media relations strategy applied by politicians to gain popularity in the media. Research was conducted by interviewing popular members of Central Java House of Representative and journalists who used to interview them. The method used in this research was mixed methods that combines quantitative and qualitative method. The data collection techniques used content analysis and in-depth interviews. The results showed there are two main strategies that applied by the informans to do media relations. First, speak in their capacity and competence and uses accountable. Second, do media relations personally and professionally. While media relations activities undertaken by board members are shared activities, press gatherings, press conferences, sending articles and press releases, and taking interviews. Keywords: media relations, politicians, publicities
HUBUNGAN ANTARA INTENSITAS MENONTON TELEVISI DAN TINGKAT PENGAWASAN ORANG TUA (PARENTAL MEDIATION) DENGAN PERILAKU KEKERASAN OLEH ANAK P, Austin Dian; Suprihatini, Taufik; Herieningsih, Sri Widowati; Lailiyah, Nuriyatul
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Televisi masih menjadi media pilihan khalayak untuk mendapatkan informasi dan hiburan di saat maraknya era website, karena kemampuannya mengatasi faktor jarak, ruang, dan waktu. Namun kini banyak tayangan televisi yang mengandung konten kekerasan dan pengaduan masyarakat mengenai acara televisi terus meningkat di KPI dari tahun ke tahun. Banyak program yang mendapat teguran dari KPI hingga beberapa program dicekal untuk tayang. Oleh karena itu perlu adanya pengawasan dari orang tua yang dianggap lebih memahami dan dapat membimbing ketika anak-anak sedang menonton televisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas menonton televisi dan tingkat pengawasan orang tua (parental mediation) dengan perilaku kekerasan oleh anak. Intensitas menonton televisi adalah tingkat keseringan (frekuensi), kualitas kedalaman menontonatau durasi dan daya konsentrasi dalam menonton televisi yang diukur dengan frekuensi, durasi,dan perhatian. Tingkat pengawasan orang tua diukur dengan aturan yang ditetapkan, pengawasanorang tua, dan menemani. Sedangkan perilaku kekerasan oleh anak diukur dengan dua dimensi,yaitu kekerasan secara fisik dan kekerasan secara verbal. Teori yang digunakan adalah teoriKultivasi dari George Gerbner dan teori Parental Mediation dari Nathanson. Penelitian inimerupakan penelitian eksplanatori dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian iniadalah siswa kelas 3, 4, 5, dan 6, SD Negeri Wonolopo 3 Semarang yang berjumlah 203 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik nonrandom sampling. Teknik ini menggunakan cara pengambilan purposive sampling, yang berjumlah 65 orang. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah dengan menggunakan analisis koefisien korelasi rank Kendall menggunakan perhitungan program SPSS.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara intensitas menonton televisi dengan perilaku kekerasan anak. Hal ini dibuktikan berdasarkan perhitungan melalui uji statistik dimana diperoleh probabilitas kesalahan (sig) sebesar 0,040 dengan koefisien korelasi sebesar 0,239. Oleh karena sig sebesar 0,040 < 0,05; maka kesimpu lan yang dapat diambil adalah bahwa menerima Hipotesis alternatif (Ha) dan menolak Hipotesis nol (Ho). Begitu pula untuk variabel tingkat pengawasan orang tua (parental mediation) dengan perilaku kekerasan anak menunjukkan bahwa terdapat hubungan Hal ini dibuktikan berdasarkan perhitungan melalui uji statistik dimana diperoleh probabilitas kesalahan (sig) sebesar 0,022 dengan koefisien korelasi sebesar ? 0,265. Oleh karena sig sebesar 0,022 < 0,05; maka kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa menerima Hipotesis alternatif (Ha) dan menolak Hipotesis nol (Ho). Saran yang diberikan sebagai implikasi hasil penelitian adalah stasiun televisi perlu menyeleksi kembali jam tayang untuk program yang berisi konten dewasa dan memberikan kode untuk setiap tayangan.Key words : Intensitas Menonton Televisi, Pengawasan Orang Tua, Perilaku Kekerasan Oleh Anak
ESENSI PENGALAMAN PARA PELAKU DUNIA FOTOGRAFI Wulandari, Putri; Lailiyah, Nuriyatul
Interaksi Online Vol 7, No 4: Oktober 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Photography appears to reach the goal of objectivity, because it is believed to be able to expose visual reality. One type of commercial photography that has a fairly high appeal is fashion photography or model photography. The experience gained from the world of photography is quite diverse, a lot of people are starting to take interest in becoming photographers and models because of their fondness of taking and to be taken picture of. However, being a model and photographer is also not always going well, there are many problems regarding bad experience and media coverage that vilify the model profession and photographer. This problem arises because there is no openness and closeness between the model and the photographer. The method used in this study is qualitative research with phenomenological approaches. The purpose of this study is to describe the essence of the party's experience in photography. The theory used in this study is Phenomenology and Self Disclosure. The finding in this study indicates that the main reason for the models in choosing their job is money. While the photographer?s reasons are pleasure or hobby and passion that is within the photographer. Then, the bad experience felt by the model was produced through the unpleasant treatment obtained from the photographer. And when the model got the unpleasant treatment, the thing that the model did was trying to be professional. This unpleasant treatment received from the photographer resulted in a traumatic experience to the model. Meanwhile, the unpleasant experiences felt by the photographer were when the model was often late to come to the location of the photo session and when faced with a model which had a bad attitude. Furthermore, when doing a model selection, the criteria that usually used by photographers are their physical appearance, models that have ideal posture and are pleasing to the eye. The closeness experienced by the model and photographer will form an impressive experience felt by the model. And the closeness that exists between the two will also determine the good and bad results of the photos. The conclusion in this study is that bad relationships will occur if there is no communication between the photographer and the model, because there is no openness generated from communication, then closeness will not occur and there will be no good experience created between the two, even the results of the photos will also be bad if there is no chemistry between the model and the photographer.
COMMUNICATION ACTIVITIES ON CREATING SHARED VALUE (CSV) BETWEEN NESTLE INDONESIA AND CONSUMERS Putri, Arfika Pertiwi; Lailiyah, Nuriyatul; Pradekso, Tandiyo; Ulfa, NS
Interaksi Online Vol 3, No 2: April 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nestle is a company which connects its business fields on its business chain through acts that help social issues which later was elaborated by Porter and Kreamer in 2006 into creating shared value (CSV). Michael Porter and Mark Kramer then formulate CSV as a business strategy concept to emphasize the importance of place social issues and needs intocompany strategy planning. It includes communication, interaction with consumers via manyways and channels. The purpose of the research is to recognize how communication activities on creating shared value Nestle Indonesia and consumers is carried out. The research used Berlo communication theory, Innovation Diffusion theory, marketing communication, involvement, one-way and two-way communication, and cause related marketing (CRM). The type of the research was qualitative descriptive using grounded research approach and case study as the research method. The result of the research shows that there is a communication strategy in the essence of CSV business strategy of Nestle Indonesia. CSV of Nestle Indonesia consists of agroup of programs where they are derived from marketing communications mix which delivers a consistent message that company?s values are intersected with global consumer?s values (create value). The communication process between consumers and Nestle is a dialog of co-learning and co-creation experience by diffusing innovation and knowledge to customers. Furthermore, there is a co-enrichment, co-production activities inthe CSV activity chain. Key element of the process are relevant contact point, virtual and non-virtual community role, and the role of opinion leaders and formers by sharing responses where customers interact with other customers (C2C). Mass media is also an essential factor to brace the existing values in the CSV programs so that they are more acknowledged by a larger audience. An interconnected network then is built between one element and another creating a communication network.
PUBLIC RELATIONS BRANDING CB31 ARTSPACE : “MORO SENENG” DIVISI PROJECT OFFICER, DIVISI COMMUNICATION DIRECTOR, DAN DIVISI BUSSINES DIRECTOR Alamanda, Stephany; Lailiyah, Nuriyatul; Naryoso, Agus; Widagdo, M Bayu
Interaksi Online Vol 3, No 1: Januari 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Iklim seni di Kota Semarang berkembang cukup pesat. Muncul banyak komunitas -komunitas yang bergerak di bidang seni rupa. Namun hal ini tidak ditunjang dengan keberadaan ruang pamer yang jumlahnya sangat minim di Kota Semarang. CB31Artspace sebagai ruang seni alternatif yang memberikan wadah untuk pameran dan berdiskusi berupaya untuk memberikan ruang berkarya dan mengembangkan kemampuan para seniman muda di Kota Semarang. Akan tetapi keberadaan CB31Artspace belum diketahui secara baik oleh masyarakat khususnya para anak muda yang memiliki ketertarikan di bidang seni. Berdasarkan teori, persuasi diperlukan untuk meyakinkan khalayak yang menjadi sasaran untuk mengadopsi sikap, opini atau perilaku tertentuKarya bidang ini dibuat dengan tujuan untuk mengkomunikasikan CB31Artspace sebagai media pamer karya bagi seniman lokal Semarang kepada masyarakat luas, khususnya mahasiswa di Kota Semarang yang tertarik dengan seni rupa sehingga mereka dapat mengembangkan diri dalam bidang seni rupa. Untuk mencapai tujuan tersebut, di buat kegiatan kampanye ?Moro Seneng? yang terdiri dari kegiatan pre-event yang mengajak mahasiswa untuk datang ke CB31artspace untuk diskusi dan brainstorming serta event pameran Moro Seneng untuk memberikan wadah pamer bagi para peserta. Pemilihan kegiatan ini di dasari atas pesan utama ?Serunya berkarya dan pamer karya bersama?. Oleh karena itu, berbagai program yang dilakukan diarahkan agar mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan mereka di bidang seni secara seru dan menyenangkan. Pesan ini di terapkan ke seluruh elemen program dan juga konsep produksi.Sebagai Project Officer, Communication Director, Bussnines Director, penulis bertanggung jawab pada kinerja tim, publisitas, promosi dan keuangan. Hasilnya, kegiatan Moro Seneng ini dapat berjalan dengan lancar, baik secara kinerja tim, maupun keuangan, disamping itu, berkat acara Moro Seneng, CB31 Artspace dapat dipahami oleh masyarakat sebagai ruang pamer karya bagi seniman lokal Semarang. Untuk kedepan, CB31Artspace perlu untuk membuat kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan engagement dengan target audiens, dan hal ini bisa dilakukan dengan pelaksanaan agenda secara kontinyu kegiatan Moro Seneng.Kata kunci : Seni, Pameran, Branding.
SIKAP FOLLOWERS TERKAIT NURHADI-ALDO DALAM MEDIA SOSIAL INSTAGRAM DAN TWITTER Ayuningtyas, Aulia; Lailiyah, Nuriyatul
Interaksi Online Vol 7, No 4: Oktober 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nurhadi-Aldo is one of the political humor accounts in Indonesia. Nurhadi-Aldo is known as a fictitious candidate to attract the attention of many people. This account is widely discussed because the content is quite entertaining and unique. The content produced by Nurhadi-Aldo is a persuasive message where he inserts an invitation to choose himself as a candidate. This triggers pros and cons in the community. This account comes amid the heat of the presidential election atmosphere which is divided into two camps namely Jokowi and Prabowo. The emergence of this phenomenal account then caused a stir in the community. There are those who take it seriously and some who take it easy. This has led to different attitudes and emerged during the presidential election. This research can be explained through the Elaboration likelihood model theory, which can predict attitudes from persuasive messages. Sampling in this study was carried out using incidental sampling techniques. This research is a case study type using qualitative descriptive analysis. The results of this study indicate the informants used the two channels of persuasion message processing in the @ Nurhadi-Aldo account, namely the central and peripheral paths. The peripheral processing channel appears marked by the interest of the informants towards funny pictures and memes about Nurhadi-Aldo, while the central channel arises when the informants involve their critical thinking to make many considerations before changing their attitudes. From both lanes, the informants in this study were dominant using the central lane. From the two uses of the persuasion message processing channel arises changes in attitude involving cognitive, affective and conative responses in each individual. The dominant attitude that appears tends to be negative because the results of information processing indicate that more informants do not support Nurhadi-Aldo.
PUBLIC RELATIONS BRANDING KOMUNITAS LOPEN SEMARANG ‘SEMARANG HISTORIE’ DIVISI PROJECT OFFICER” Adityo, Budi; Naryoso, Agus; Widagdo, M Bayu; Lailiyah, Nuriyatul; Setyabudi, Djoko
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persuasi adalah kunci untuk meyakinkan khalayak yang menjadi sasaran untuk mengadopsi sikap, opini atau perilaku tertentu untuk meningkatkan jumlah anggota, jumlah pelanggan, atau meningkatkan citra. Aristoteles mengemukakan tiga aspek dasar persuasi, yaitu ethos (source credibility), logos (logical appeals), dan pathos (emotional appeals). Ethos memfokuskan pada kredibilitas sumber dalam penyampaian sebuah pesan. Kredibilitas sumber secara langsung berpengaruh pada daya tarik. Lopen sendiri adalah sebuah komunitas yang memiliki kredibilitas dalam bidang sejarah yang sebenarnya mampu untuk mempersuasi masyarakat namun belum memiliki wadah untuk menyalurkannya.Tujuan dari Karya bidang ini adalah untuk menarik minat target audience untuk bergabung dengan Lopen supaya tujuan Lopen untuk dapat melestarikan bangunan sejarah yang ada di Semarang dapat tercapai. Namun stereotype bahwa melestarikan bangunan bersejarah itu harus dengan datang ke lokasi danmembersihkannya ataupun mengecat ataupun merenovasinya ini adalah tidak benar ada cara lain yang sebenarnya mudah untuk melestarikan bangunan maupun warisan sejarah tersebut, maka dari itu event ini dibuat membranding bahwa stereotype ini salah lalu mengubah stereotype itu dan Dimana dalam event ini Lopen akan mempersuasi para target audience dengan memanfaatkan kredibelitas nya dalam bidang sejarah secara langsung sehingga target audience percaya dan mau untuk bergabung dengan Lopen.Hasil dari Karya Bidang ini adalah masyarakat menjadi mengetahui se kredibel apa Lopen Semarang dalam bidang sejarah, sehingga masyarakat mau bergabung dengan Lopen dan masyarakat menjadi memiliki rasa ingin melestarikan bangunan bersejarah setelah mengetahui bahwa melestarikan bangunan sejarah tidak harus dengan cara yang sulit tapi hanya dengan mendokumentasikan nya baik dalam tulisan foto maupun semudah mengetahui ceritanya dan dapat menceritakan nya kembali maka bangunan itu akan tetap lestari Kata kunci : Pelestarian, Branding, komunitas
PENGARUH TERPAAN PERINGATAN PESAN PADA IKLAN ROKOK TERHADAP SIKAP UNTUK BERHENTI MEROKOK PADA REMAJA Fatmawati, Zainul Asngadah; Pradekso, Tandiyo; Setyabudi, Djoko; Lailiyah, Nuriyatul
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peringatan kesehatan berbentuk gambar dan tulisan terbukti memiliki pengaruh yang positif dalam menurunkan angka prevalensi merokok. Peringatan kesehatan berbentuk gambar ternyata diperhatikan daripada peringatan kesehatan yang hanya berbentuk tulisan atau teks saja. Studi di berbagai negara membuktikan bahwa peringatan kesehatan berbentuk gambar adalah efektif untuk meningkatkan kesadaran perokok dan bukan perokok akan bahaya merokok bagi kesehatan. Hal tersebut sekaligus memberikan pendidikan yang efektif mengenai dampak buruk yang diakibatkan karena merokok, serta meningkatkan niat untuk berhenti merokok. Berdasarkan PP No 28 tahun 2013, mulai awal Januari 2014 peraturan mengenai peringatan kesehatan berbentuk gambar dan tulisan telah diberlakukan pada media iklan, dan mulai tanggal 24 Juni 2014 peringatan berbentuk gambar tersebut mulai diberlakukan pada seluruh bungkus rokok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terpaan peringatan pesan kesehatan yang tercantum pada iklan rokok terhadap sikap untuk berhenti merokok pada kalangan remaja. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Protection Motivation Theory (PMT) dari Rogers dan Cognitive Response dari Greenwald. Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan desain static groupcomparison. Sedangkan teknik pengambilan sampelnya adalah non random samplingdengan total sampel 65 responden yang terdiri dari 30 responden sebagai kelompok treatment dan 35 responden sebagai kelompok kontrol. Alat yang digunakan untuk analisis data adalah uji statistik Mann Whitney U Test.Hasil penelitian pada pengujian hipotesis menunjukkan adanya pengaruh antara terpaan peringatan pesan pada iklan rokok terhadap sikap untuk berhenti merokok pada remaja. Hal ini ditunjukkan pada angka signifikansi hasil pengujian hipotesis sebesar 0,000. Selanjutnya hasil uji Mann Whitney U Test menunjukkan adanya perbedaan sikap berhenti merokok pada kelompok treatment dan kelompok kontrol. Nilai rata-rata (mean) sikap berhenti merokok pada kelompok treatment lebihtinggi dibandingkan nilai rata-rata (mean) pada kelompok kontrol. Hal tersebut menunjukkan bahwa terpaan peringatan pesan kesehatan berbentuk gambar dan tulisan yang ada pada iklan rokok berpengaruh terhadap sikap untuk berhenti merokok pada remaja. Oleh karena itu pemerintah, produsen rokok, dan masyarakat hendaknya ikut berperan aktif mensosialisasikan peringatan pesan berbentuk gambar dan tulisan agar seluruh masyarakat mengetahui informasi bahaya merokok, sehingga dapat memberikan pengetahuan yang pada akhirnya mendorong masyarakat untuk berpikir dan termotivasi untuk berhenti merokok. Kata Kunci: Terpaan Peringatan Pesan pada Iklan Rokok, Peringatan Kesehatan Berbentuk Gambar dan Tulisan, Sikap untuk Berhenti Merokok pada Remaja.
PUBLIC RELATIONS BRANDING KOMUNITAS LOPEN SEMARANG ‘SEMARANG HISTORIE’ DIVISI COMMUNICATION DIRECTOR DAN BUSINESS DIRECTOR Pratiwi, Indah; Naryoso, Agus; Widagdo, M Bayu; Lailiyah, Nuriyatul; Setyabudi, Djoko
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya bidang ini dilatarbelakangi dengan kurangnya aksi pelestarian warisan sejarah yang dilakukan masyarakat, khususnya kalangan muda karena anggapan bahwa melestarikan sejarah adalah hal yang sulit dan membosankan. Dengan berdasarkan pada teori persuasi dan two symetrical model, karya bidang ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai aksi pelestarian warisan sejarah dengan cara yang mudah dan menyenangkan sehingga target bisa mengadopsi sikap tersebut melalui Lopen Semarang. Selain itu karya bidang ini juga bertujuan untuk meningkatkan publisitas, dan kontribusi sponsor pada acara yang dibuat oleh Lopen Semarang.Dari total 427 responden yang merupakan peserta dari Semarang Historie, 87% diantaranya sudah melakukan aksi pelestarian sosial dengan mengetahui lokasi, rute, cerita sejarah serta mempromosikan warisan sejarah yang ada di Semarang. Dan total publisitas yang didapatkan berjumlah 27 publisitas serta total sponsor yang berkontribusi berjumlah 17 perusahaan/lembaga. Karya bidang ini menunjukkan bahwa Public Relations Branding Komunitas Lopen Semarang ?Semarang Historie? berhasil.Kata kunci  :  media, sponsor, sejarah
PUBLIC RELATIONS BRANDING CB31 ARTSPACE : “MORO SENENG” DIVISI PROGRAM DIRECTOR DAN DIVISI PRODUCTION DIRECTOR Panuntun, Bayu Bagus; Lailiyah, Nuriyatul; Naryoso, Agus; Widagdo, M Bayu
Interaksi Online Vol 3, No 1: Januari 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejak tahun 2000-an, iklim seni di Kota Semarang berkembang cukup pesat. Muncul banyak komunitas- komunitas yang bergerak di bidang seni rupa. Namun hal ini tidak ditunjang dengan keberadaan ruang pamer yang jumlahnya sangat minim di Kota Semarang. CB31Artspace sebagai ruang seni alternatif yang memberikan wadah untuk pameran dan berdiskusi berupaya untuk memberikan ruang berkarya dan mengembangkan kemampuan para seniman muda di Kota Semarang. Akan tetapi keberadaan CB31Artspace belum diketahui secara baik oleh masyarakat khususnya para anak muda yang memiliki ketertarikan di bidang seni. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu kegiatan yang bertujuan untuk mengkomunikasikan CB31Artspace sebagai media pamer karya bagi seniman lokal Semarang kepada masyarakat luas, khususnya mahasiswa di Kota Semarang yang tertarik dengan seni rupa sehingga mereka dapat mengembangkan diri dalam bidang seni rupa. Untuk mencapai tujuan tersebut, di buat kegiatan kampanye ?Moro Seneng? yang terdiri dari kegiatan pre-event yang mengajak mahasiswa untuk datang ke CB31artspace untuk diskusi dan brainstorming serta event pameran Moro Seneng untuk memberikan wadah pamer bagi para peserta. Sebagai Program Director dan Production Director, penulis bertanggung jawab pada penyusunan program dan pembuatan konsep produksi secara keseluruhan. Hasilnya, kegiatan Moro Seneng ini efektif untuk memberikan kesempatan mahasiswa untuk berkarya dan pamer karya. Se lain itu, publisitas yang didapatkan selama pelaksanaan acara Moro Seneng terbukti mampu membuat CB31Artspace menjadi lebih dikenal di publik. Untuk kedepan, CB31Artspace perlu untuk membuat kegiatan- kegiatan yang dapat meningkatkan engagement dengan target audiens, dan hal ini bisa dilakukan dengan pelaksanaan agenda secara kontinyu kegiatan Moro Seneng.Kata kunci : Seni, Pameran, Branding.