Budi Laksono
Central Java Health Department, Semarang, Indonesia

Published : 35 Documents
Articles

Found 35 Documents
Search

PERBANDINGAN DAYA TAHAN OTOT EKSTREMITAS ATAS ATLET USIA REMAJA CABANG OLAHRAGA TAEKWONDO NOMOR POOMSAE DAN KYORUGI Novem, Putri Lintang; Laksono, Budi; Kumaidah, Endang
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO ) Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.438 KB)

Abstract

Latar Belakang: Taekwondo saat ini menjadi salah satu cabang olahraga beladiri yang populer di masyarakat. Taekwondo terbukti dapat memberikan manfaat baik dari segi fisik maupun non fisik. Penelitian menunjukkan bahwa Taekwondo dapat meningkatkan daya tahan, kekuatan otot, fleksibilitas, waktu reaksi, atensi dan memori.Tujuan: Mengetahui perbedaan nilai daya tahan otot ekstremitas atas atlet Taekwondo nomor Poomsae dan Kyorugi pada usia remaja.Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Sampel adalah 19 atlet laki-laki usia 17-25 tahun cabang olahraga Taekwondo nomor Poomsae dan Kyorugi. Pengambilan data karakteristik berupa usia, tinggi badan, berat badan dan BMI. Nilai daya tahan otot ekstremitas atas diukur dengan metode push up selama satu menit. Uji statistik menggunakan uji t-tidak berpasangan.Hasil: Rerata nilai daya tahan otot ekstremitas atas atlet Taekwondo nomor Poomsae adalah 59,21 repetisi sedangkan pada nomor Kyorugi adalah 70,63 repetisi. Atlet nomor Kyorugi memiliki daya tahan otot ekstremitas atas lebih tinggi daripada nomor Poomsae. Data terdistribusi normal pada kedua kelompok. Berdasarkan uji hipotesis t-tidak berpasangan didapatkan nilai p=0,003 yang berarti terdapat perbedaan bermakna antara dua kelompok.Simpulan: Pada penelitian ini terdapat perbedaan bermakna nilai daya tahan otot ekstremitas atas antara atlet Tekwondo nomor Poomsae dan Kyorugi.
HUBUNGAN BERMAIN VIDEO GAME DEFENSE OF THE ANCIENTS-2 DENGAN WAKTU REAKSI Qomariyah, Fatin Insaani Budi Nur; Laksono, Budi; Adespin, Dea Amarilisa
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO ) Vol 7, No 1 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.1 KB)

Abstract

Latar belakang: salah satu video game ARTS yang banyak diminati adalah DotA-2 yang menempati urutan ke-11 paling diminati di dunia. Waktu reaksi seringkali dijadikan parameter fisiologis untuk mengetahui seberapa cepat respon motorik terjadi. Dye dkk menyatakan bahwa game aksi dapat dijadikan latihan yang efisien dalam menginduksi kecepatan waktu reaksi tanpa mengurangi akurasi.Tujuan: Mengetahui adanya hubungan bermain video game Defense of the Ancients-2 dengan durasi waktu reaksi.Metode: Penelitian menggunakan desain belah lintang. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan April sampai Juli 2017 di Wilayah Kampus FK Undip. Selanjutnya didapatkan 102 responden yang mengikuti penelitian. Skor waktu reaksi diukur menggunakan Diary-Liewald Reaction Time Task . Analisis statistik menggunakan uji Chi-square dan uji Kruskal Wallis.Hasil: dari 102 responden, 34 (33,3%) subjek pemain  DotA-2,  dikategorikan menjadi 28 (82,4%) waktu reaksi baik, 6 (17,6%) waktu reaksi kurang. 68 (66,7%) subjek yang bukan pemain DotA-2, dikategorikan menjadi 25 (36,8%) waktu reaksi baik, 43 (63.2%) waktu reaksi kurang. Terdapat hubungan bermakna antara status bermain video game DotA-2 dengan waktu reaksi (p=0,00). Rasio prevalensi main game dengan waktu reaksi baik dengan yang tidak bermain adalah 2,24. Tidak terdapat perbedaan bermakna rerata waktu reaksi antar durasi bermain DotA-2 (p= 0,272). Rerata dan simpang baku waktu reaksi tertinggi pada durasi bermain sering 334,22 ± 26,76, cukup sering 382,69 ± 38,70, dan jarang 398,59 ± 30,09.Kesimpulan: terdapat hubungan bermakna antara status bermain video game DotA-2 dengan waktu reaksi.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPEMILIKAN JAMBAN PADA DAERAH PESISIR KECAMATAN KOBA KABUPATEN BANGKA TENGAH PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG Rachmawati, Ari Liendy; Margawati, Ani; Laksono, Budi
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 35, No 5 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.226 KB) | DOI: 10.22146/bkm.46624

Abstract

Tujuan: Perilaku masyarakat daerah pesisir pantai yang kurang terbiasa buang air besar (BAB)  menggunakan jamban memiliki pengaruh terhadap kesehatan masyarakat secara keseluruhan apalagi pada penyakit yang berhubungan dengan kesehatan lingkungan.Masyarakat pada pesisir pantai sebagian besar merupakan masyarakat dengan pekerjaan sebagai nelayan memiliki karakteristik yang berbeda dengan masyarakat lain di sekitarnya. Permasalahan yang sering timbul di wilayah pesisir yakni rendahnya tingkat kesejahteraan masyarakat dan rendahnya kualitas lingkungan serta sanitasi sehingga berdampak pada kepemilikan jamban. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara variabel independen ( faktor predisposisi, faktor enabling dan faktor penguat) dengan variabel dependen (kepemilikan jamban sehat )  pada masyarakat desa pesisir  di  Kecamatan Koba Kabupaten Bangka Tengah. Metode: Penelitian yang dilaksanakan merupakan jenis penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh keluarga yang bertempat tinggal di  Desa Kurau dan Desa Kurau Barat Kecamatan Koba Kabupaten Bangka Tengah. Besar sampel dalam penelitian ini berjumlah 200 responden. Hasil: Hasil penelitian ini pada analisis bivariat  menunjukkan bahwa variabel yang terdapat hubungan adalah variabel pendidikan responden terhadap jamban sehat dengan nilai signifikansi (pvalue= 0,02), pengetahuan dengan kepemilikan jamban sehat dengan nilai signifikansi (pvalue = 0,03), ketersediaan air responden terhadap jamban sehat dengan nilai signifikansi (pvalue = 0,011), dukungan perangkat desa dengan nilai signifikansi (pvalue =0,35), Sedangkan variabel yang tidak berhubungan adalah variabel jenis kelamin (pvalue=0,93) pekerjaan (pvalue = 3,50), kebijakan (pvalue = 0,65),paparan promosi kesehatan (pvalue =1,27),  sikap ( Pvalue = 0,1) dan dukungan kader kesehatan (pvalue = 0,073). Hasil analisis multivariat variabel yang paling dominan berhubungan dengan kepemilikan jamban adalah variabel dukungan kader kesehatan dengan pvalue 0,006 OR 3,542 ( 95 % CI 1,444 ? 8,692 ). Responden di daerah pesisir menunjukkan bahwa ada dukungan kader kesehatan berpeluang 3,542 kali untuk meningkatkan kepemilikan jamban dibandingkan dengan tidak ada dukungan kader kesehatan. Simpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah penguatan dan peningkatan pengetahuan responden dalam hal ini adalah masyarakat   desa kurau dan desa kurau barat akan berdampak positif pada respon masyarakat memiliki jamban.Penguatan peran kader kesehatan menjadi penting dalam memaksimalkan akses penggunaan jamban serta menginisiasi masyarakat dalam kepemilikan jamban.
PERBANDINGAN NILAI FLEKSIBILITAS TUBUH IBU POST PARTUM YANG MELAKUKAN DAN TIDAK MELAKUKAN SENAM PILATES Prabandani, Dyah Ayu; Laksono, Budi
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO ) Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.875 KB)

Abstract

Latar Belakang : Mengukur nilai fleksibilitas tubuh adalah salah satu cara untuk mengetahui tingkat kelenturan tubuh seorang ibu, yang dapat berpengaruh terhadap ruang gerak sendi. Pada ibu post partum akan mengalami beberapa perubahan seperti pengendoran otot dan bertambahnya berat badan yang dapat berpengaruh terhadap ruang gerak sendi. Senam pilates merupakan jenis senam yang populer di Indonesia yang menonjolkan stretching sehingga melatih kelenturan tubuh.Tujuan Penelitian : Membuktikan perbandingan nilai fleksibilitas tubuh ibu post partum yang melakukan dan tidak melakukan senam pilates.Metode Penelitian : Jenis penelitian adalah cross sectional. Sampel penelitian adalah kelompok pesenam pilates dan non pilates(n=15 tiap kelompok) yang diukur fleksibilitasnya dengan Sit and Reach Test. Uji hipotesis menggunakan uji T ? tidak berpasangan.Hasil Penelitian : Rerata nilai fleksibilitas kelompok pesenam pilates adalah 39,47±5,18 dengan nilai terendah 31,5 cm dan nilai tertinggi 46,5 cm. Rerata nilai fleksibiltas kelompok non pilates adalah 32,5±3,5 dengan nilai terendah 26 cm dan nilai tertinggi 38 cm. Rerata nilai fleksiblitas kelompok pesenam pilates lebih besar dibanding rerata nilai fleksibilitas kelompok non pilates.Kesimpulan : Rerata nilai fleksibilitas tubuh ibu post partum yang rutin melakukan senam pilates lebih tinggi dibanding rerata nilai fleksibilitas tubuh ibu post partum yang tidak melakukan senam pilates.
PERBANDINGAN KEKUATAN OTOT TUNGKAI PADA ATLET USIA REMAJA CABANG OLAHRAGA TAEKWONDO NOMOR POOMSAE DAN KYORUGI DI KOTA SEMARANG Wasisto, Hasbi Bagas; Laksono, Budi; Kumaidah, Endang
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO ) Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.667 KB)

Abstract

Latar belakang : Melatih kekuatan otot mempunyai banyak manfaat bagi tubuh. Taekwondo mempunyai kemampuan untuk mengembangkan beberapa komponen biomotorik yang baik dalam tubuh manusia,salah satunya kekuatan otot. Taekwondo merupakan olahraga beladiri yang unik karena hanya mempunyai satu aliran dan terkenal dengan kekuatan tendangannya. Taekwondo dibagi menjadi nomor Poomsae dan nomor Kyorugi. Perbandingan kekuatan otot tungkai antara kedua nomor ini masih belum diketahui.Tujuan : Mengetahui perbandingan kekuatan otot tungkai atlet Taekwondo nomor Kyorugi dengan nomor Poomsae.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan belah lintang. Sampel penelitian adalah atlet Taekwondo laki-laki usia 17- 25 tahun (n=24) di Dojang UKM STIMART AMNI. Kekuatan otot tungkai diukur dengan Leg Dynamometer. Uji hipotesis yang digunakan adalah uji t tidak berpasangan.Hasil : Terdapat rerata kekuatan otot tungkai yang lebih tinggi pada atlet Taekwondo nomor Kyorugi dibandingkan dengan atlet Taekwondo nomor Poomsae. Rerata kekuatan otot tungkai atlet Taekwondo nomor Kyorugi sebesar 205,42±38,93 kg dengan nilai terendah 140 kg dan tertinggi 300 kg, sedangkan untuk atlet Taekwondo nomor Poomsae sebesar 147,08±33,40 kg dengan kekuatan otot tungkai terendah sebesar 110 kg dan tertinggi 205. Pada Uji t tidak berpasangan didapatkan perbedaan bermakna p=0,001 ( p<0,05).Kesimpulan : Terdapat perbandingan atau perbedaan rerata kekuatan otot tungkai yang bermakna antara atlet Taekwondo nomor Poomsae dengan atlet Taekwondo nomor Kyorugi.
STUDI EFFEKTIVITAS KEFIR BENING DAN MENIRAN (Philanthus niruri) TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA HEWAN TIKUS WISTAR HIPERGLIKEMIA DIINDUKSI STREPTOZOTOCIN ., Judiono; Hadisaputro, Soeharyo; Djokomoeljanto, RRJ; Laksono, Budi; W, Theophilus
GIZI INDONESIA Vol 33, No 2 (2010): September 2010
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

EFFECTIVITY STUDY OF PLAIN KEFIR AND MENIRAN (PHILANTUS NIRURI) ON BLOOD GLUCOSE LEVELS ON HYPERGLYCEMIA WISTAR RATS INDUCED STREPTOZOTOCINTraditional medicines and functional foods used for diabetes therapy increased in Indonesia. Bioactive components play an important role in decreasing blood glucose. The study aims to prove the effectiveness of plain kefir and Meniran (Philanthus niruri) to decrease blood glucose levels in wistar rats with streptozotocin-induced hyperglycemia. The study design was randomized pre – post test control group. A number of 60 male rats aged 2.5-3 months, 150-250 g were made hyperglycemia by induced streptozotocin (STZ) 40 mg / kg berat badan. The hyperglycemic rats were grouped into: (1) treated with 0.76 UI insulin /day, (2) treated with 3.6 mL plain kefir /day, (3) treated 2.7 mL meniran / day, (4) positive control group of hyperglycemic rats, and (5) negative control group (standard diet ad libitum). The ratswere given feed refers to the AIN 93. Fasting glucose levels before and after treatment were measured by Super (Glucocard II) enzimatic method. The results showed that body weight increased in all treatments, except meniran, however the increaments were not differ significantly. Changes in body weight of insulin group were 13.800 + 16.104 g, kefir treatment amounted to 13.812 + 21.294, and meniran increased about 18.394 + 16.225. Changes in blood glucose in the insulin group about -118.571+55.815 mg/dL, kefir treatment at -102.875+60.454, while meniran group -66,625+37,784. In contrast, the positive control group tended to increase glucose levels. Conclusion In vitro, plain kefir and meniran potentially lowered blood glucose levels. However, kefir showed lowered glucose level better than meniran. Futher research needs to study bio- molecular mechanisms of the decline in the future.Key words: diabetes mellitus, meniran, plain kefir, streptozotocin (STZ), hyperglycemic rat
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMANFAATAN JAMBAN KELUARGA DI KECAMATAN JATIBARANG KABUPATEN BREBES Apriyanti, Laeli; Widjanarko, Bagoes; Laksono, Budi
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 14, No. 1 Januari 2019
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.388 KB) | DOI: 10.14710/jpki.14.1.1-14

Abstract

Background: Based on Basic of Health Research in 2013, as many as 39-40 million people still defecated carelessly, including those who dumped their waste into the river. In Brebes Regency in 2017, the District Budget Fund has built 1298 latrines for poor families. But from the evaluation and preliminary studies reported that there are still many families that have not utilized the latrine to the fullest. This study aims to analyze the factors influence the utilization of family latrines in Jatibarang Subdistrict, Brebes Regency.Method: This study is an analytic observational design using a cross sectional approach to analyze the factors influence the use of family latrines. The sample of this study was selected purposively as many as 103 heads of households involved who met the inclusion criteria, namely families who received latrine program through the district budget funds from 3 villages in Jatibarang Subdistrict.Results: There is a significant relationship between knowledge, attitudes, defecation habits, and family support with the use of family latrines. There is no significant relationship between education level, family income, health worker support, community leaders support, availability of clean water, distance a place to defecate in addition to latrines on the use of family latrines. It is recommended that increasing knowledge and attitudes to respondents as well as supports from family were also needed in improving utilizing latrines. 
HUBUNGAN BERMAIN VIDEO GAME DEFENSE OF THE ANCIENTS-2 DENGAN TINGKAT KONSENTRASI Ulfa, Zahara Aulia; Laksono, Budi; Adespin, Dea Amarilisa
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO ) Vol 7, No 2 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.089 KB)

Abstract

Latar Belakang : Video game Defense of the Ancients-2 (DotA-2) adalah salah satu game berjenis MOBA (Multiplayer Online Battle Arena) yang sangat populer di kalangan mahasiswa. Game ini berguna untuk mengasah kecerdasan berpikir, karena permainan ini mengutamakan kerja tim dan penyusunan strategi yang baik untuk mencapai kemenangan. Salah satu parameter fungsi kognitif yang dapat dievaluasi adalah tingkat konsentrasi.Tujuan : Mengetahui hubungan antara bermain video game Defense of the Ancients-2 dengan tingkat konsentrasi.Metode :  Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian ini adalah 103 mahasiswa laki-laki yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi di program S1 Pendidikan Dokter FK Undip. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Pengukuran konsentrasi menggunakan digit symbol substitution test (DSST). Analisis data yang digunakan adalah uji Chi Square.Hasil : Dari 103 mahasiswa didapatkan 34 mahasiswa (33%) yang bermain video game DotA-2, sedangkan yang tidak bermain DotA-2 sebanyak 69 mahasiswa (67%). Hasil pemeriksaan tingkat konsentrasi menunjukkan bahwa 57 mahasiswa (55,34%) memiliki tingkat konsentrasi baik dan 46 mahasiswa (44,66%) memiliki tingkat konsentrasi kurang. Dengan uji Chi Square didapatkan nilai p=0,036 (p<0,05) maka secara statistik terdapat hubungan yang bermakna antara bermain video game DotA-2 dengan tingkat konsentrasi. Hasil perhitungan Rasio Prevalensi (RP) diperoleh nilai 1,48 yang berarti bahwa mahasiswa yang bermain video game DotA-2 mempunyai kemungkinan 1,48 kali lipat untuk memiliki tingkat konsentrasi baik dibanding mahasiswa yang tidak bermain video game  DotA-2 dengan tingkat kepercayaan 95%.Kesimpulan : Terdapat hubungan yang bermakna antara bermain video game DotA-2 dengan tingkat konsentrasi.
The Effect of Annona Muricata Leaves Towards Blood Levels of Cxcl9 and Lymphoblast (Study in Cerebral Malaria Phase of Swiss Mice) Gadalla, Mohamed M.Y.; Dharmana, Edi; Jamiatun, Kiss; Laksono, Budi
Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education Vol 7, No 2 (2015): September 2015
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Sciences, Semarang State University . Ro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/biosaintifika.v7i2.4078

Abstract

Cerebral malaria (CM) forms part of the spectrum of severe malaria, with a case fatality rate ranging from 15% in adults in southeast Asia to 8.5% in children in Africa. A.Muricata was used to cure Malaria in traditional medicine. The research will examine the effect of it in the chemokine (C-X-C motif) receptor 3 (CXCR3) binding chemokines, including chemokine (C-X-C motif) ligand 4 (CXCL4), CXCL9. The intervented mice group were infected then the its spleen were cultured , incubation 72 hours and then analyzed the result. The CXCL9 level of PbA-infected mice treated with A. muricata are lower than group of infected mice without treatment. Lymphoblast level of PbA-infected mice treated with A. Muricata are higher than group of infected mice without treatment. A. Muricata treatment cure in the CM in the mice and may be a potential treatment in human CM.Cerebral malaria (CM) adalah keadaan infeksi malaria yang berat dengan tingkat kefatalan dari 15% di Asia tenggara dan 8% di Afrika. A. Muricata secara tradisional dipakai mengobati CM. Riset ini meneliti pengaruh A. Muricata pada ikatan chemokine (C-X-C motif) reseptor 3 (CXCR3)termasuk chemokine (C-X-C motif) ligand 4 (CXCL4) dan CXCL9. Kelompok mice intervensi diinfeksi dan limfanya di culture dalam inkubator 72 jam untuk dianalisis. Kadar PbA CXCL9 pada mencit intervensi yang diberi A. Muricata lebih rendah dari pada kontrol. Kadar PbA limfoblast intervensi lebihtinggi dari pada kontrol. A. Muricata memperbaiki CM pada mencit dan berpotensi sebagai pengobat pada CM manusia.
HUBUNGAN LATIHAN TAEKWONDO TERHADAP ATENSI PADA USIA REMAJA YANG DIUKUR DENGAN ATTENTION NETWORK TEST Harmoni, Fauzi Hestu; Laksono, Budi; Kumaidah, Endang
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO ) Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.434 KB)

Abstract

Latar Belakang : WHO menyatakan bahwa kurangnya aktivitas fisik telah diidentifikasi sebagai faktor risiko keempat yang menyebabkan 3,2 juta kematian pertahun secara global. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak penelitian mengevaluasi beberapa aspek dari beladiri yang mengindikasikan dapat meningkatkan kebugaran. Taekwondo merupakan seni beladiri yang berasal dari Korea yang perkembangannya terhitung pesat baik di dunia termasuk di Indonesia. Penelitian sebelumnya menyebutkan bahwa berlatih Taekwondo dalam rentang waktu satu tahun dapat meningkatkan fungsi kognitif.Tujuan : Mengetahui pengaruh latihan Taekwondo terhadap atensi.Metode : Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan menggunakan rancangan belah lintang yang dilaksanakan di Kampus STIMART AMNI Semarang. Sampel penelitian adalah mahasiswa STIMART AMNI Semarang (n=48) yang terbagi atas kelompok yang mengikuti latihan Taekwondo dan kelompok yang tidak mengikuti latihan Taekwondo, kemudian diukur atensinya menggunakan software Attention Network Test. Aspek atensi alerting dan executive antara kelompok non olahraga aerob rutin dan kelompok olahraga aerob rutin dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney. Sedangkan aspek atensi orienting menggunakan uji t-tidak berpasangan.Hasil : Pada pemeriksaan atensi ditemukan rerata peningkatan atensi pada fungsi alerting, orienting, dan executive sampel penelitian yang mengikuti latihan Taekwondo. Uji Mann-Whitney diperoleh hasil bermakna yaitu alerting p= 0,041 dan executive p= 0,003. Namun uji t-tidak berpasangan diperoleh hasil tidak bermakna yaitu orienting p= 0,481.Kesimpulan : Terdapat perbedaan atensi pada fungsi alerting dan executive yang bermakna pada sampel yang mengikuti latihan Taekwondo dibandingkan sampel yang tidak mengikuti latihan Taekwondo.