Articles

Found 28 Documents
Search

HUBUNGAN PANJANG BERAT DAN FAKTOR KONDISI TERIPANG HITAM (HOLOTHURIA ATRA) DI KAWASAN TAMAN NASIONAL LAUT KARIMUNJAWA LENGTH-WEIGHT RELATIONSHIP AND CONDITION FACTOR OF BLACK SEA CUCUMBER (HOLOTHURIA ATRA) IN KARIMUNJAWA NATIONAL MARINE PARK AREA Panuluh, Citraningrum Mawa; Sulardiono, Bambang; Latifah, Nurul
Journal of Management of Aquatic Resources Vol 8, No 4 (2019): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.527 KB)

Abstract

Teripang Hitam (H. atra) merupakan jenis biota laut yang memiliki nilai ekologis dan ekonomis di perairan Taman Nasional Laut Karimunjawa. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan panjang berat, faktor kondisi dan analisis perbedaan antara Holothuria atra (teripang hitam) yang hidup di zona perairan budidaya dan wisata dengan yang hidup di zona rehabilitasi. Pengambilan sampel teripang dilakukan pada siang hari di 3 stasiun zona budidaya dan wisata yaitu Menjangan Kecil, Menjangan Besar dan perairan sekitar Wisma Apung serta 1 stasiun zona rehabilitasi yaitu di Perairan Alang-alang. Pengamatan sampel teripang dilakukan secara sensus. Total sampel yang diperoleh di Alang-alang sebanyak 30 individu dengan kisaran panjang 13-43 cm, berat 49-514 g, Sampel di Menjangan kecil sebanyak 17 individu dengan kisaran panjang 9-26 cm, berat 20-260 g, sampel Menjangan Besar sebanyak 5 individu kisaran panjang 16-23 cm berat 66-193 g dan sampel di perairan sekitar Wisma Apung sebanyak 17 sampel kisaran panjang 14-28 cm berat 23-260 g. Pertumbuhan teripang di masing-masing perairan menunjukkan pola pertumbuhan allometrik negatif yang artinya penambahan panjang lebih cepat daripada penambahan bobot. Nilai faktor kondisi Fulton teripang hitam di Alang-alang 1,34, Menjangan Kecil 1,91, Menjangan Besar 1,89, serta perairan sekitar Wisma Apung 1,37, menunjukkan teripang hitam di perairan yang banyak pengunjung lebih gemuk daripada teripang hitam di Alang-alang yang sepi pengunjung, serta faktor kondisi berat relatif alang-alang 104,27, Menjangan Kecil 104,25, Menjangan Besar 105,59 dan Wisma Apung 108,22 masing-masing perairan semua diatas 100 menunjukkan perairan tersebut menyediakan surplus makanan yang cukup.  Black Sea Cucumber (H. atra) is a type of marine biota that has ecological and economic value in the waters of the Karimunjawa Marine National Park. The purpose of this study was to analyze the relationship length-weight, condition factor and analysis of differences between Holothuria atra (black sea cucumbers) that live in cultivation and tourism zones and those that live in rehabilitation zones. Sea cucumber sampling is conducted at noon in 3 stations of the cultivation and tourism zones, namely Menjangan Kecil, Menjangan Besar and the waters around Wisma Apung and 1 rehabilitation zone station in Alang-alang. Observation of sea cucumber samples is done by census. Total samples obtained in Alang-alang were 30 individuals with a range of length 13-43 cm, weight 49-514 g, sampel in Menjangan Kecil were 17 individuals with a range of length 9-26 cm, weight 20-260 g, sampel in Menjangan Besar were 5 individuals with a range of length 16-23 cm, weight 66-193 g, and last sampel in waters around Wisma Apung were 17 individuals with a range of length 14-28 cm weight 23-260 g. The growth of sea cucumbers in each waters shows a negative allometric growth pattern which means that the addition of the length is faster than the addition of the weight. Fulton?s condition factor values of black sea cucumber in Alang-alang 1.34, Menjangan Kecil 1.91, Menjangan Besar 1.89, and waters around Wisma Apung 1.37, shows that black sea cucumbers in the waters that many visitors are fatter than black sea cucumbers in the Alang-alang which deserted visitors, and the relative weight condition factors of Alang-alang 104.27, Menjangan Kecil 104.25, Menjangan Besar 105.59 and Wisma Apung 108.22 each of the waters above 100 indicates that these waters provide sufficient food surplus.
LAJU PERTUMBUHAN TERUMBU KARANG ACROPORA FORMOSA DI PULAU MENJANGAN KECIL, TAMAN NASIONAL KARIMUNJAWA Rizqika, Choirun Nisa Akbar; Supriharyono, Supriharyono; Latifah, Nurul
Journal of Management of Aquatic Resources Vol 7, No 4 (2018): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.071 KB)

Abstract

Salah satu pulau di Taman Nasional Karimunjawa yang sering dikunjungi wisatawan adalah Pulau Menjangan Kecil. Wisatawan tertarik mengunjungi Pulau Menjangan Kecil dikarenakan keanekaragaman ekosistemnya, terutama ekosistem terumbu karang dan letaknya yang dekat dengan pulau utama. Namun, aktivitas pariwisata tersebut menyebabkan terjadinya degradasi ekosistem terumbu karang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi fisika kimia perairan, tutupan terumbu karang dan jenis karang yang hidup di titik pengamatan , laju pertumbuhan karang dan korelasi antara variabel fisika kimia perairan terhadap laju pertumbuhan terumbu karang. Metode penelitian menggunakan metode eksplanatif dan dianalisa menggunakan SPSS 23 dan Microsoft Excel 2013. Hasil yang diperoleh adalah kualitas perairan di lokasi tersebut mendukung pertumbuhan ekosistem terumbu karang dengan suhu yang berkisar 27-300C, kecerahan sampai dasar dan salinitas sebesar 35 ppm. Tutupan terumbu karang di titik pengamatan tergolong baik dengan persentase penutupan sebesar 61,92%. Jenis karang yang dominan adalah jenis Acropora formosa dan Acropora divaricata. Laju pertumbuhan karang yang diukur adalah jenis Acropora formosa dengan nilai sebesar 5,47 mm/bulan. Berdasarkan nilai R2 pada grafik rata-rata laju pertumbuhan terumbu karang, waktu pengukuran memiliki pengaruh sebesar 95,1 % terhadap laju pertumbuhan karang. Hasil uji Pearson menunjukkan variabel fisika kimia perairan yang memiliki hubungan terhadap laju pertumbuhan terumbu karang adalah arus dan pasang surut air laut dengan nilai Sig. 0,027<0,05 dan Sig. 0,046<0,05. Temperatur air laut tidak memiliki korelasi terhadap laju pertumbuhan terumbu karang dengan nilai Sig. 0,364>0,05.  One of the islands in Karimunjawa National Park that often visited by tourists is the Menjangan Kecil Island. Tourists are interested to visit Menjangan Kecil Island because the diversity, especially the coral reef ecosystem and its location that close to the main island. However, these tourism activities cause degradation of coral reef. The purpose of this study was to determine the physical chemistry of the waters, coral reef cover and the types of coral, the growth rate of coral and the correlation between the variables of physical chemistry of the waters on the growth rate of coral reefs. The research method used explanatory method and analyzed using SPSS 23 and Microsoft Excel 2013. The quality of water in these locations supported the growth of coral reef ecosystems with temperatures ranging from 27-300C, brightness to base and salinity of 35 ppm. Coral reef cover at the observation point is classified as good with a closing percentage of 61.92%. The dominant coral species are Acropora formosa and Acropora divaricata. The measured coral growth rate was Acropora formosa with a value of 5.47 mm / month. Based on the R2 value on the graph of the average growth rate of coral reefs, the measurement time has an influence on the growth rate of the coral. The results of Pearson's test showed that the physics of water chemistry variables that have a relationship to the growth rate of coral reefs are currents and tides with the value of Sig. 0.027 <0.05 and Sig. 0.046 <0.05. Sea water temperature does not have a correlation to the growth rate of coral reefs with the value of Sig. 0.364> 0.05. 
DISTRIBUSI SPASIAL FLUKS KARBON DIOKSIDA DI PERAIRAN KARIMUNJAWA, INDONESIA Latifah, Nurul; Endrawati, Hadi; Febrianto, Sigit
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 11 No. 2 (2019): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.508 KB) | DOI: 10.29244/jitkt.v11i2.23692

Abstract

Pemanasan global terjadi akibat komposisi gas rumah kaca diatmosfer berubah dimana komposisi terbesar didominasi oleh gas karbon dioksida antropogenik. Keadaaan tersebut menimbulkan perubahan iklim di bumi.&nbsp; Oleh karena itu diperlukan serapan gas karbon dioksida yang ada di atmosfer salah satunya melalui lautan yang disebut blue carbon. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi serapan blue carbon (Fluks CO2) di perairan Karimunjawa. Penelitian ini dilakukan di perairan sekeliling Pulau Karimunjawa pada bulan Mei 2018. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survei dengan pendekatan kuantitatif. Sampel diambil di 15 stasiun pengamatan perairan Pulau Karimunjawa menggunakan metode purposive sampling method. Variabel yang digunakan yaitu sistem karbonat terdiri dari alkalinitas total, pH, DIC (Dissolved Inorganic Carbon), tekanan parsial CO2 serta kualitas perairan terdiri dari salinitas dan suhu perairan.&nbsp; Analisis data sistem karbonat dengan metode titrimetri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perairan Karimunjawa sebagian besar (13 stasiun) berfungsi sebagai pelepas CO2 dengan kisaran nilai fluks CO2 antara 1,79 sampai 21,64 mmolCO2/m2/hari dimana aliran CO2 bergerak dari lautan ke atmosfer.&nbsp; Sedangkan 2 stasiun lainnya berfungsi sebagai penyerap CO2 dimana aliran CO2 bergerak dari atmosfer ke lautan dengan kisaran nilai fluks CO2 -3,69 sampai -4,41 mmolCO2/m2/hari.&nbsp; Pola fluks CO2 mengikuti pola perubahan ?pCO2, DIC, total alkalinitas, salinitas dan pH. Secara umum distribusi spasial potensi serapan blue carbon (fluks CO2) di perairan Karimunajwa sebagai pelepas CO2 dari lautan ke atmosfer dengan nilai fluks CO2 positif. &nbsp;
ANALISIS KERENTANAN PANTAI MENGGUNAKAN COASTAL VULNERABILITY INDEX (CVI) DI WILAYAH PESISIR TANJUNG PANDAN, KABUPATEN BELITUNG Rachmadianti, Anditya Devi; Purwanti, Frida; Latifah, Nurul
Journal of Management of Aquatic Resources Vol 7, No 4 (2018): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1463.55 KB)

Abstract

Wilayah pesisir Tanjung Pandan terdiri atas Kelurahan Air Saga, Tanjung Pendam dan Kampung Parit dan merupakan pusat ibukota Pulau Belitung. Tingginya kegiatan perikanan dan aktivitas manusia di wilayah ini menyebabkan perlunya kajian mengenai analisis kerentanan pantai guna melakukan upaya pencegahan kerusakan pantai dan pengelolaan wilayah pantai secara berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kerentanan dan lokasi kerentanan pantai yang paling tinggi serta variabel yang paling berpengaruh terhadap kerentanan pantai. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2018 dengan menganalisis variabel geomorfologi, erosi/akresi, kemiringan pantai, jarak tumbuhan dari pantai, pasang surut dan tinggi gelombang sesuai dengan indeks kerentanan pantai. Metode pengambilan data lapangan dilakukan melalui pengamatan secara langsung dengan pembagian sel pantai sebanyak 7 sel serta berdasarkan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai CVI sel pantai 1-5 dan 7 tergolong kategori kerentanan rendah dengan nilai CVI berkisar antara 14,43 ? 20,41, sedangkan sel pantai 6 tergolong kategori kerentanan menengah dengan nilai CVI 22,82. Lokasi kerentanan paling tinggi berada pada sel pantai 6 dengan kondisi geomorfologi pantai pasir serta paling dipengaruhi oleh variabel perubahan garis pantai akibat terjadinya peristiwa erosi. Tanjung Pandan Coastal Area consists of Air Saga, Pendam Cape and Kampung Parit region that are the centre of Belitung Island. The high activity of human and fisheries in the area cause the coastal vulnerability that need to be examined to prevent coastal damage and to manage the coastal area in a sustainable way. This study was conducted in May 2018 by analyzing geomorphology, shoreline erosion/accretion, coastal slope, plants distance from the coast, mean tide range and mean wave height based on coastal vulnerability index within direct observation at seven coastal cells and based on secondary data. The research showed that the CVI value on the 1st ? 5th cells and the 7th cell categorized at low level with a range between 14,43 ? 20,41, while the 6th cell categorized at medium level with the CVI value 22,82. The highest vulnerability located on the 6th cell with a sandy beach geomorphology and most affected by coastline changes variable due to the occurrence of erosion.  
POTENSI PADANG LAMUN SEBAGAI PENYERAP KARBON DI PERAIRAN PULAU KARIMUNJAWA, TAMAN NASIONAL KARIMUNJAWA (ABILITY OF SEAGRASS BEDS AS CARBON SINK IN THE WATERS OF KARIMUNJAWA ISLAND, KARIMUNJAWA NATIONAL PARK ) Ganefiani, Ajeng; Suryanti, Suryanti; Latifah, Nurul
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 14, No 2 (2019): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.459 KB) | DOI: 10.14710/ijfst.14.2.115-122

Abstract

Perubahan iklim disebabkan karena meningkatnya kandungan Gas Rumah Kaca seperti karbon dioksida (CO2), klorofluorokarbon (CFC), ozon (O3), dinitro oksida (N2O), metana (CH4), heksafluorida (SF6), hidrofluorokarbon (HFCS), perfluorokarbon (PFCS)). Diantara kedelapan gas tersebut, konsentrasi gas CO2 di atmosfer memiliki kontribusi terbesar yaitu lebih dari 55% dari total efek GRK yang ditimbulkan. Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan untuk menurunkan emisi GRK adalah dengan memanfaatkan lautan dan ekosistem pesisir sebagai penyerap CO2 alami (natural CO2 sink). Lamun merupakan tumbuhan laut yang berkontribusi terhadap penyerapan karbon melalui proses fotosintesis yang kemudian disimpan dalam bentuk biomassa pada bagian daun, rhizoma dan akar. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui jenis lamun, kerapatan dan tutupan lamun serta potensi penyerapan karbon dalam biomassa berupa jaringan atas substrat dan bawah substrat lamun yang dilakukan pada bulan Maret 2018 di Pulau Karimunjawa. Identifikasi jenis lamun dilakukan dengan melihat panduan buku seagrasswatch, kerapatan dan tutupan dilakukan dengan metode transek kuadran. Analisis kandungan karbon dilakukan dengan metode pengabuan. Hasil penelitian ditemukan 8 jenis lamun yaitu Enhalus acoroides, Cymodocea rotundata, Cymodocea serrulata, Thalassia hemprichii, Halophila minor, Halodule uninervis, Halophila ovalis dan Syringodium isoetifolium. Thalassia hemprichii dan Cymodocea rotundata memiliki nilai kerapatan tertinggi dengan kerapatan mencapai 450 ind/m2 dan 1204 ind/m2. Nilai biomassa dibagian bawah susbtrat berkisar 970,39 - 1.412.55 gbk/m2 yang lebih besar dibandingkan nilai biomassa lamun dibagian atas substrat berkisar 371, 88 - 546, 38 gbk/m2 diikuti nilai penyerapan karbon dibagian bawah substrat (akar dan rhizoma) berkisar antara 12,60 ? 93,62 gC/m2, sementara kandungan karbon dibagian atas substrat (daun) berkisar antara 4,19 ? 34,12 gC/m2. Total stok karbon di perairan Pulau Karimunjawa berkisar antara 1,28 ton karbon ? 2,49 ton karbon atau sebesar 0,50 ? 0,73 ton karbon/ha Climate change is caused by increasing greenhouse gases content such as carbon dioxide (CO2), chlorofluorocarbon (CFC), ozone (O3), dinitro oxide (N2O), methane (CH4), hexafluoride (SF6), hydrofluorocarbons (HFCS), perfluorocarbons (PFCS) )). Among the eight gases, the concentration of CO2 gas in the atmosphere has the largest contribution, which is more than 55% of the total GHG effects generated. One of the preventive measures that can be taken to reduce GHG emissions is to use the oceans and coastal ecosystems as natural CO2 sinks. Seagrass is a marine plant that contributes to carbon sequestration through photosynthesis which is then stored in the form of biomass in the leaves, rhizomes and roots. This research aims to know the types of seagrass, seagrass cover and potential density of biomass carbon of above the substrate (leaves) and below the substrate seagrass (roots and rhizomes) in March 2018 at Karimunjawa Island. The identification of seagrass types used guidance book of seagrasswatch and the identification of seagrass cover and density was carried out using transect quadrant method. Analysis carbon content used ashing method. The result of the present study found 8 species of seagrasses that Enhalus acoroides, Cymodocea rotundata, Cymodocea serrulata, Thalassia hemprichii, Halophila minor, Halodule uninervis, Halodule ovalis and Syringodium isoetifolium. Thalassia hemprichii and Cymodocea rotundata have the highest density value reached 450 ind/m2 and 1,204 ind/m2. Value biomass below substrate ranged from 970.39 to 1.412.55 gbk/m2  which is greater than the value biomass above the substrate ranged from 371, 88 - 546, 38 gbk/m2 followed by the value of the carbon adsorption in below the substrate (roots and rhizomes) ranged from 12.60 to 93.63 gC/m2, whilst the carbon content above the substrate (leaves) ranged from 4.19 to 34.12 gC/m2. Total carbon stock in the waters of Karimunjawa Island ranged from 1.28 ? 2.49 tons of carbon or of 0.50 to 0.73 tons of carbon/ha.
SEBARAN SPASIAL FISHING GROUND BERDASARKAN KESUBURAN PERAIRAN PADA MUSIM TIMUR DI PERAIRAN TELUK SEMARANG FISHING GROUND SPATIAL ANALYSIS BASED ON WATER PRODUCTIVITY AT EAST SEASON IN SEMARANG BAY WATERS Ain, Churun; Jayanto, Bogi Budi; Latifah, Nurul
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 11, No 1 (2015): JURNAL SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2318.258 KB) | DOI: 10.14710/ijfst.11.1.7-10

Abstract

ABSTRAK   Perairan Teluk Semarang merupakan salah satu perairan yang banyak mendapat tekanan lingkungan seiring berkembangnya industri dan pemukiman di sepanjang pesisir Teluk Semarang. Walaupun demikian, perairan Teluk Semarang masih menyimpan potensi sumberdaya ikan karena dukungan posisi geografis daerah tropis yang dapat menyumbang kesuburan perairan. Kesuburan perairan merupakan parameter kualitas perairan yang dapat dijadikan sebagai indikator fishing ground. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk 1) menganalisis parameter-parameter kesuburan perairan pada perairan Teluk Semarang secara spasial; 2) menganalisis dan menentukan daerah fishing ground berdasarkan indikator kesuburan perairan. Waktu penelitian dilakukan selama 2 bulan pada bulan Juni-Juli 2015. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dan teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling pada 6 stasiun yang merupakan daerah tangkapan ikan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter-parameter kesuburan perairan yaitu klorofil-a berkisar antara 1,123-3,090 mg/l, fitoplankton berkisar antara 580-792 ind/l, zooplankton berkisar antara 55-154 ind/l. Sebaran spasial fishing ground menunjukkan bahwa Sebaran spasial fishing ground yang sangat sesuai dan sesuai sepanjang perairan Teluk Semarang dari perbatasan genuk sampai perbatasan tugu sedangkan daerah yang kurang sesuai pada perairan lepas pantai daerah semarang utara sampai genuk dengan kisaran kedalaman 6 sampai 16 meter.   Kata kunci : Kesuburan Perairan, Fishing Ground, Penginderaan Jauh, Teluk Semarang   ABSTRACT   Semarang bay waters is one of waters received a lot of environmentalpressure as the industry and domestic waste of semarang along the coast. Nevertheless , the semarang bay are still have the potential resources of fish because support position geographical the tropics that can be contributed waters productivity. Water productivity are parameters of quality of waters which can be used as indicators fishing ground. The aim of this study was to 1) analyze the parameters of the waters productivity in the Semarang Bay with spatial; 2) analyze and determine the fishing ground area based on indicators of waters productivity.Research during 2 months, until June to July 2015. Research methodology is quantitive and sampling techniques using a purposive sampling method at 6 stations in the Semarang bay waters that catch area. The results showed that the waters productifity parameters that chlorophyll-a range between 1.123-3.090 mg/l, phytoplankton ranged between 580-792 ind/l, zooplankton ranged between 55-154 ind/l. The spatial distribution of fishing ground shows that the area of fishing ground which very suitable and suitable are in the nearshore border area Semarang Genuk until Semarang Tugu and the not suitable areas along the Semarang bay waters from the border area off shore North Semarang until Genuk with depth 6 ? 16 m.  Keywords : Waters productivity, Fishing ground, Remote sensing, Semarang bay waters 
PENGARUH COO DAN TIO2 TERHADAP WARNA GLASIR PORSELEN ZNO Putri, Vega Norma Rafika; Latifah, Nurul; Astuti, Yayuk
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 20, No 2 (2017): Volume 20 Issue 2 Year 2017
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.247 KB) | DOI: 10.14710/jksa.20.2.95-98

Abstract

Telah dilakukan kajian pengaruh penambahan kobalt dan titanium oksida terhadap warna glasir porselen ZnO yang bertujuan untuk menentukan pengaruh jenis dan konsentrasi oksida logam terhadap warna glasir keramik porselen dengan prinsip pergantian atom pada sisi kristal sehingga menghasilkan warna. Metode yang digunakan dalam percobaan ini adalah pembakaran dan spray. Sampel yang diuji adalah glasir kobalt oksida dan titanium dioksida. Berdasarkan percobaan diketahui bahwa oksida logam yang berbeda akan menghasilkan warna glasir yang berbeda pula. Semakin besar konsentrasi oksida logam yang ditambahkan maka warna glasir yang diperoleh juga semakin gelap atau jelas.
MAPPING OF SEAGRASS COVER ON CHLOROPHYLL-A, NITRATES AND PHOSPHATE IN THE TELUK AWUR, JEPARA Febrianto, Sigit; Latifah, Nurul; Endarwati, Hadi; Zainuri, Muhammad; Suryanti, Suryanti
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 15, No 2 (2019): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (873.589 KB) | DOI: 10.14710/ijfst.15.2.%p

Abstract

Teluk Awur Beach Jepara is one of the waters in Central Java that has a seagrass ecosystem. Seagrass role is the ability to support the life of another biota closely related to the fertility of the waters indicated by the content of chlorophyll-a, nitrate, and phosphate. The purpose of this study is to know the relationship between chlorophyll-a, nitrate, and phosphate to seagrass land cover as well as the variables which have major contributions. The method of study used is descriptive with four station sampling and  seagrass with a line transect of 50 m, and a 1x1 m² transect Quadrant divided into 16 sub plots measuring 25 x 25 cm² a spatial approach and multiple regression statistics. The results showed that there was a positive correlation between seagrass land cover to the concentration of chlorophyll-a and nitrate but less correlated phosphate. The highest chlorophyll-a concentrations of 0.381 mg/m3, seagrass land cover 40-60%, seagrass density 314 individual/m2, nitrate 1.141 mg/l and phosphate 0.54 mg/l. The lowest chlorophyll-a concentration ranges from 0.32-0.35 mg/m3, seagrass cover of 0-10%, seagrass density 3-12 individual/m2, nitrate 0.96 mg/l and phosphate 0, 21mg/L. This research shows that there is a strong link between seagrass land cover Concentrations of chlorophyll-a, nitrates and less influential to phosphates.
KAJIAN INTERAKSI OBAT PADA PASIEN KANKER LEHER RAHIM (Serviks Uteri) RAWAT INAP DI RSUP Dr. KARYADI SEMARANG TAHUN 2007 arifin, ibrahim; latifah, nurul; mustofa, mustofa
e-Publikasi Ilmiah Fakultas Farmasi Unwahas Semarang JURNAL ILMU FARMASI DAN FARMASI KLINIK VOL. 5 NO. 2 DESEMBER 2008
Publisher : e-Publikasi Ilmiah Fakultas Farmasi Unwahas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTCervical uterine cancer is a deadly tumor attacking the cervix uteri. In Indonesia, cervix uteri cancer constitutes the most aggresive and deadly cancer. Frequently, combinations of several different drugs are used for treating this disease. The purpose of this study was to find out the stastisticts and kind of drug interactions hospitalized in Dr. Kariadi Hospital Semarang for cervix uteri cancer in 2007. This study was a non-experimental research conducted retrospectively. The research was implemented to the medical records for cervix uteri cancer patients hospitalized in Dr. Kariadi Hospital Semarang. Data obtained were analysed with descriptive non-analytic method. The result of this study showed that 96 in-patients of cervix uteri cancer, 55 patients (57,29 %) had drug interactions, while 41 patients (42,7 %) had not drug interactions. From a total number of 149 cases, 134 cases (89,93 %) had drug interaction, while 15 cases (10,07 %) had not drug interaction. Based on the types of interactions, 6 patients (4,48%) had pharmakokinetic interactions and the other 128 patients (95,52 %) had unknown mechanism drug interactions. The most drugs producing interactions were midazolam and propofol. Key words : Drug Interactions, Cervix Uteri Cancer, Cer, Dr. Kariadi Hospital.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA BLOG UNTUK MATA PELAJARAN SAINS Latifah, Nurul; Vebrianto, Rian
Seminar Nasional Teknologi Informasi Komunikasi dan Industri 2017: SNTIKI 9
Publisher : UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.148 KB)

Abstract

Di zaman modern ini perkembangan dunia pendidikan sudah semakin pesat, hal ini ditandai dengan media pembelajaran yang sudah semakin canggih serta tidak sulit lagi untuk didapatkan. Salah satu media yang sudah lumrah dikalangan masyarakat ataupun siswa yaitu Media Blog, media Blog memungkinkan baik guru maupun siswa dapat berkolaborasi untuk mengeksplor berbagai sumber-sumber belajar dan membahas permasalahan baik teori sains atau hitungannya melalui forum diskusi baik online maupun offline yang tersedia demi tercapainya tujuan pembelajaran. Penelitian ini berisi kajian mengenai media pembelajaran sains berbasis Blog yang bersumber dari naskah-naskah kepustakaan relevan yang di angkat sebagai permasalahan dalam topik penelitian ini. Metode Penelitian yang dikembangkan adalah kualitatif dengan tehnik pengumpulan data dari berbagai sumber baik buku maupun, jurnal, artikel ilmiah ataupun literatur review. Hasil penelitian ini adalah didapatkannya media alternative pembelajaran sains untuk memberikan kedekatan antara teoritis dan praktis dalam pengembangan pembelajaran sains.