Articles

Found 9 Documents
Search

POTENSI INSEKTISIDA MELUR (BRUCEA JAVANICA L. MERR) DALAM MENGENDALIKAN HAMA KUBIS CROCIDOLOMIA PAVONANA (F.) (LEPIDOPTERA: CRAMBIDAE) DAN PLUTELLA XYLOSTELLA (L.) (LEPIDOPTERA: YPONOMEUTIDAE) Lina, Eka Candra; Arneti, Arneti; Prijono, Djoko; Dadang, Dadang
Jurnal Natur Indonesia Vol 12, No 2 (2010)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.412 KB) | DOI: 10.31258/jnat.12.2.109-116

Abstract

This study was conducted to evaluate the potency of Brucea javanica (melur) for controlling two species ofcrucifer pests, i.e. Crocidolomia pavonana and Plutella xylostella. Melur fruits, twigs, and leaves were extracteddirectly with methanol or sequentially with hexane, ethyl acetate, and methanol. The most active extract was thenfractionated by preparative layer chromatography using hexane, mixtures of ethyl acetate and methanol, andmethanol as eluents. The most active fraction was formulated as EC (emulsifiable concentrate) and WP (wettablepowder) formulations, and tested for their toxicity and antifeedant effect against C. pavonana and P. xylostellalarvae. The results showed that methanol extract of melur fruits was more active than that of twigs and leaves.Fractionation of methanol extract of melur fruits yielded an active fraction which was eluted with ethyl acetate-methanol 9:1. EC and WP formulations of melur fruits were active against C. pavonana larvae with LC50 of 0.39%and 0.21%, respectively. The same formulations were also active against P. xylostella larvae with LC50 of 0.31% and0.54%, respectively. In no-choice tests, the antifeedant effect of the EC formulation on C. pavonana larvae (feedinginhibition [FI]: 70.9%-97.5%) was higher than on P. xylostella larvae (FI: 52.2%-83.9%), but the antifeedant effect ofthe WP formulation on the two species was relatively the same. In a choice test, the EC formulation at LC 85completely inhibited feeding by C. pavonana larvae (FI: 100%).
TRIMA DIA PAS DIPANDANG:TRICHODERMA DENGAN MEDIA AMPAS TEBU DICAMPUR DENGAN PUPUK KANDANG SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI KENAGARIAN LAWANG, AGAM Lina, Eka Candra; Wahyuni, Amalina; Wandira, Trisna Ayu; Mirsal, Apdi Masela; Fernandes S, Ronauli
BULETIN ILMIAH NAGARI MEMBANGUN Vol 1 No 3: September 2018
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/bnm.1.03.56-61.2018

Abstract

Nagari Lawang merupakan sebuah nagari di daerah Kabupaten Agam, Sumatera Barat yang dikenal sebagai sentral tanaman tebu. Tanaman tebu yang telah diolah menjadi gula saka ataupun produk lainnya akan meghasilkan limbah berupa ampas tebu yang hanya digunakan untuk pembakaran serta dibuang begitu saja tanpa dimanfaatkan. Kegiatan bertujuan untuk transfer ilmu dan teknologi dari lingkungan perguruan tinggi kepada masyarakat terkait pemanfaatan limbah ampas tebu, mengurangi pencemaran lingkungan serta membuka peluang usaha bagi masyarakat setempat. Kegiatan ini dilaksanakan dengan empat tahapan umum, yaitu sosialisasi pengenalan program, implementasi dilapangan, monitoring program, dan evaluasi. Implikasi dari hasil kegiatan ini yaitu pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengembangbiakkan jamur Trichoderma dengan media ampas tebu dan pengaplikasian jamur Trichoderma dengan pupuk kandang pada tanaman pertanian.
Storage Temperature of Botanical Insecticide Mixture Formulations and Its Activity Againsts Crocidolomia pavonana (F.) (Lepidoptera: Crambidae) Lina, Eka Candra; Yulianti, Nia; Ernis, Gustria; Arneti, Arneti; Nelly, Novri
AGRIVITA, Journal of Agricultural Science Vol 40, No 3 (2018): OCTOBER
Publisher : Faculty of Agriculture University of Brawijaya in collaboration with PERAGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17503/agrivita.v40i3.1296

Abstract

The purpose of this research was to evaluate the safety of mixture formulations of Tephrosia vogelii and Piper aduncum at various storage temperatures and their insecticidal activity against C. pavonana larvae. Formulations were made from T. vogelii and P. aduncum (1:5) in emulsifiable concentrate (EC) and wettable powder (WP) form. Both formulations have strong insecticidal activity against C. pavonana. This research used a randomized completed design in different temperature treatments. Insecticidal activity of formulations after storage was tested against C. pavonana. The treatments were done using deep leaf method in 5 concentrations and 5 replications. The results showed that LC95 value of EC formulation after storage at condition: below 4°C, room temperature, and 40°C were 0.19%, 0.34% and 0.21% respectively. Based on LC95 value of EC formulation from each treatment, indicated that EC formulation after storage could hold insecticidal activity as good as insecticidal activity before storage due to LC95 value after storage relatively lower than LC95 value before storage (0.35%). In the contrary, WP formulation activity was significantly decreased in all treatments compared to WP formulation activity before storage based on LC95 value.
AKTIVITAS INSEKTISIDA EKSTRAK AIR CAMPURAN BUAH PIPER ADUNCUM DAN DAUN TEPHROSIA VOGELII TERHADAP CROCIDOLOMIA PAVONANA FABRICIUS (LEPIDOPTERA: CRAMBIDAE) Afriyanita, Afriyanita; Lina, Eka Candra; Darnetty, Darnetty
JPT : JURNAL PROTEKSI TANAMAN (JOURNAL OF PLANT PROTECTION) Vol 3 No 1 (2019): juni 2019
Publisher : Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Faperta Unand

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The botanical insecticide is alternative pest control that is feasible to be developed. The inflorescences extract of Piper aduncum and leaf extract of Tephrosia vogelii are known to have insecticidal activity. The study aimed to determine the effect of a mixture of water extract of P. aduncum inflorescences and T. vogelii leaves on C. pavonana. This test used a completely randomized design (CRD) consisting of 6 treatments (0.0, 2.5, 3.0, 3.5, 4.0 and 5.0%) and 5 replications. Observation parameters were larval mortality, antifeedant effect, larval development time, pupal development time, normal and abnormal pupae, and sex ratio. The mixture of water extract of P. aduncum inflorescences and T. vogelii leaves (2:1) at LC50 (3.19%) was antagonistic and at LC95 (6.07%) was additive. The mixture influenced larval mortality (81.0%), had antifeedant effect (84.5%) and prolonged larval development time 1.71 days on 2nd-3rd instars and 2.4 days on 2nd-4th instars compared to control, but there were no effect on pupal development time, number of abnormal pupae and sex ratio.
TEKNOLOGI TERAPAN PENGHALAU BURUNG OTOMATIS BAGI PETANI PADI DI SALINGKA KAMPUS UNIVERSITAS ANDALAS Lina, Eka Candra; Zaini, Zaini; Puspita, Yesi
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 1 No 3b (2018): September 2018
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/hilirisasi.1.3b.123-132.2018

Abstract

Sumatera Barat merupakan provinsi yang penduduknya rata-rata bekerja sebagai petani. Produksi padi di Sumatera Barat cukup tinggi, mencapai 55.532 ton per tahunnya. Namun, petani mengalami kesulitan dalam mengahadapi serangan hama, salah satunya yaitu hama burung. Hama burung menyebabkan kehilangan hasil mencapai 30% bahkan 100% pada tingkat serangan yang parah, dan pada tanaman serelia lainnya mampu memnyebabkan kehilangan hasil mencapai 67%. Akibat kehilangan hasil yang cukup tinggi, perlu dilakukannya pengendalian terhadap hama burung. Tetapi, pengendalian hama burung tidak sama dengan hama lain yang dapat dikendalikan secara praktis menggunakan pestisida karena hama burung yang bersifat mobile atau aktif bergerak. Saat ini petani masih menggunakan pengendalian secara mekanis yang di Sumatera disebut dengan istilah ‘Manggaro’. Dimana petani menunggui sawah dan ladangnya selama fase pengisian bulir hingga panen. Pengendalian seacara mekanis ini menghabiskan waktu petani untuk menghalau kedatangan hama burung. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka dibutuhkan suatu usaha dan teknologi yang mampu digunakan untuk menghalau burung tanpa perlu diawasi oleh petani, hemat waktu dan lebih efisien dalam pengendalian serta dapat digunakan dalam jangka panjang. Kegiatan penelitian yang diusulkan meliputi pemasangan alat penghalau burung otomatis dengan sistem deteksi panas tubuh dan motor pengayun sumber bunyi di lahan sawah yang berada disalingka kampus Unand Limau Manis. Pengamatan yang dilakukan adalah hasil produksi padi terhadap 3 perlakuan yang diberikan yaitu penggunaan alat penghalau otomatis hama burung, penggunaan jaring burung dan lahan tanpa menggunakan alat atau dsebut juga sebagai kontrol. Selanjutnya,data yang diperoleh akan dianalisis untuk melihat efektivitas alat penghalau hama burung otomatis. Manfaat alat ini dapat membantu petani dalam pengendalian hama burung. Dimana petani tidak harus berada dilahan persawahannya seharian penuh untuk menghalau hama burung yang menyerang lahan persawahan tersebut.
Aktivitas Insektisida Campuran Ekstrak Air Buah Piper aduncum L. (Piperaceae) dan Batang Cymbopogon ciratrus (Dc.) Stapf (Poaceae) Terhadap Larva Crocidolomia pavonana F. (Lepidoptera: Crambidae) Lina, Eka Candra; Supriadi, Adventus; Yunisman, Yunisman; Martinius, Martinius
JPT : JURNAL PROTEKSI TANAMAN (JOURNAL OF PLANT PROTECTION) Vol 1 No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Faperta Unand

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Crocidolomia pavonana is an important pest in Brassicaceae. Botanical insecticides is pest control alternative  which meet to eco-friendly manajement. This study aims to determine lethal concentration of single  and mixture of water extract of Piper aduncum (Piperaceae) fruit and Cymbopogon cirtatus (Poaceae) stem against Crocidolomia pavonana larvae. The study was conducted in laboratory experiment through preliminary test and advance test using a completely randomized design (CRD). Observations were included to larval mortality, antifeedant effect, and duration of larval development. Bioassay was done against second instar larvae of C. pavonana using leaves immersion method during 48 hours. The results show that LC50 and LC95 value of mixture extract are 2.83% and 5.79% respectively. Based on index combination analysis, P. aduncum and C. citratus mixture extract  were antagonistic at LC50  and additive  at LC95 . Water extract of   P. aduncum and C. citratus were relatively weak to influence feeding activity of C. pavonana larvae (41%). Mixture extract  also extend larval development from second instar to third instar  around 0.24 days and third instar to fourth instar around 0.97 days.
PEMBUATAN FORMULASI SEDERHANA INSEKTISIDA BOTANI BERBAHAN KACANG BABI (TEPHROSIA VOGELII) DAN SIRIH HUTAN (PIPER ADUNCUM) UNTUK MENCEGAH HAMA PADA TANAMAN SAYURAN Lina, Eka Candra; Arneti, Arneti; Nelly, Novri; Ferdiyansyah, Angga
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 2 No 4.a (2019): Desember 2019
Publisher : LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jhi.v2i4.a.318

Abstract

Petani sangat mengandalkan insektisida sintetik dalam upaya pengendalian hama. Penggunaan insektisida sintetik yang tidak bijaksana dapat menyebabkan kerusakan lingkungan yang ditandai dengan musnahnya mikro organisme tanah, matinya musuh alami, dan matinya organisme bukan sasaran lainnya. Selain itu dampak negatif residu pestisida pada produk pertanian dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada manusia yang mengkonsumsi produk yang terkontaminasi residu pestisida. Pengendalian hama alternatif yang ramah lingkungan sangat dibutuhkan dalam proses budidaya tanaman, diantaranya adalah insektisida botani. Upaya mengurangi ketergantungan petani terhadap insektisida sintetik dapat dilakukan dengan menjadikan petani sebagai produsen insektisida dan bukan hanya sebagai konsumen. Insektisida botani dari bahan tumbuhan yang ada di sekitar tempat bercocok tanam dapat digunakan sebagai tindakan pencegahan (preventif) dari serangan hama. Piper aduncum atau yang disebut sirih hutan dan Tephrosia vogelii atau disebut kacang babi banyak ditemukan di lahan pertanian produktif Alahan Panjang, Sumatera Barat. Campuran dua jenis bahan ini dengan perbandingan 2:1 diketahui dapat mengendalikan hama dari golongan Lepidoptera yang menyerang sayuran. Sosialisasi penggunaan di tingkat petani, latihan penyiapan bahan tanaman dan pembuatan larutan semprot dengan konsentrasi 5%, perlu dilakukan agar pengendalian hama efektif dan efisien. Manfaat kegiatan ini dapat membantu petani dalam mengendalikan serangan hama pada tanaman budidaya, mengurangi penggunaan insektisida sintetik, menghemat biaya produksi dan secara tidak langsung meningkatkan pendapatan petani. 
STRATEGI PEMASARAN UNTUK OPTIMALISASI PRODUKSI DAN KOMERSIALISASI KAKAO DI KABUPATEN PASAMAN Fithri, Prima; Lina, Eka Candra; Games, Donard; Refdi, Cesar Welya; Andre, Hanalde; Utami, Puti Afra Zenri; Asri, Yola Octaviani
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 2 No 3.a (2019): September 2019
Publisher : LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Pasaman merupakan daerah penghasil kakao (Theobroma cacao) terbesar di Sumatera Barat mulai dari tahun 2017. Produksi kakao di Sumatera Barat mencapai 66.917 ton dengan luas tanam 145.735 hektare. Berdasarkan hal tersebut, daerah Kabupaten Pasaman memimpin dengan jumlah produksi sebanyak 17.558 ton dari luas tanam 26.273 hektare. Hasil produksi kakao di Kabupaten Pasaman saat sekarang ini sedang mengalami ketidakstabilan dan kualitas uji kakao yang dihasilkan kurag baik. Penurunan kualitas biji kakao yang di produksi bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah rangkaian proses produksi yang dilalui untuk proses pemecahan masih manual. Selain permasalahan kualitas biji kakao, pemasaran juga membutuhkan perhatian khusus. Berdasarkan permasalahan yang terjadi, dibutuhkan suatu usaha dan teknologi yang mampu meningkatkan hasil produksi kakao, sehingga kondisi ekonomi masyarakat khususnya petani kakao dapat meningkat. Kegiatan yang diusulkan berupa pemberian bantuan alat pertanian serta, penyuluhan tentang pentingnya pemasaran untuk meningkatkan jumlah penjualan biji kakao. Proses pembinaan dilakukan bersama kelompok tani kakao Kabupaten Pasaman dan akan dilakukan pendataan serta pengontrolan. Data yang didapatkan akan digunakan oleh pihak pemerintahan Kabupaten Pasaman serta peneliti di Universitas Andalas dalam mengambil tindakan. Manfaat dari kegiatan ini adalah membantu pelaku usaha, khususnya petani kakao dalam meningkatkan kualitas produksi kakao yang dihasilkan dan meningkatkan jumlah penjualan biji kakao di Kabupaten Pasaman.
INKUBASI PRODUK UNGGULAN NAGARI SINURUIK KECAMATAN TALAMAU KABUPATEN PASAMAN BARAT Lina, Eka Candra; Games, Donard; Fithri, Prima; Leoni, Yulianita
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 2 No 3.a (2019): September 2019
Publisher : LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sinuruik merupakan Nagari yang terletak di kabupaten Pasaman Barat dan dikenal sebagai Lumbung Pasaman. Penduduknya cukup produktif, rata-rata bekerja sebagai petani, wira usaha, dan pengrajin. Produk unggulan Nagari Sinuruik diantaranya gula aren, kopi, serai wangi, dan beberapa kerajinan dari ijuk. Gula aren menjadi fokus pengembangan saat ini setelah Nagari Sinuruik mendapatkan bantuan dari Dinas perindustrian berupa mesin pengolah nira aren menjadi gula semut. Mesin kristalisator yang memiliki kapasitas 100 liter setiap kali proses ini menghasilkan gula semut dengan kualitas baik. Proses produksi gula semut tidak menemukan kendala setelah mendapatkan berbagai pelatihan dan binaan dari dinas terkait. Penguatan yang dibutuhkan Nagari Sinuruik terkait Industri Kecil Menengah (IKM) gula semut adalah Packaging, Branding, dan Pemasaran. Kemasan yang menarik sesuai dengan kebutuhan pasar dan strategi branding yaitu gula semut Nagari Sinuruik sebagai oleh-oleh khas Pasaman Barat khususnya dan Sumatera Barat umumnya. Pemasaran tidak saja dilakukan secara offline tetapi juga secara online dengan memanfaatkan fitur Google my Business (GMB), market place, dan sosial media lainnya. Hal yang telah disebutkan secara keseluruhan mempengaruhi daya saing produk dari Nagari Sinuruik di Pasar lokal, regional dan Nasional. Berdasarkan permasalahan tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat bekerja sama dengan Tim Inkubator Bisnis Teknologi, Science Techno Park Universitas Andalas mengadakan kegiatan untuk UMKM di Nagari Sinuruik dengan metode Penyuluhan dan Workshop. Penyuluhan yang dilakukan terkait manajemen bisnis dan memperkenalkan fitur GMB dan sosial media untuk pemasaran digital. Kegiatan workshop berupa pembuatan GMB dan Sosial media untuk pemasaran produk gula semut Nagari Sinuruik. Selain itu tim Pengabdian Kepada Masyarakat membantu desain packaging dan branding yang paling sesuai untuk gula semut ini, sehingga bisa menjadi oleh-oleh yang menarik dan unik. Luaran yang dihasilkan dalam pengabdian masyarakat ini adalah, produk gula semut Nagari Sinuruik yang memiliki kemasan dan merek, akun GMB dan pengelolaan sosial media, selain itu juga dihasilkan artikel di jurnal pengabdian dan artikel di media massa.