Articles

Found 12 Documents
Search

Effect of Biscuits Enriched with Bilih Fish (Mystacoleucus padangensis) on Growth of Experimental Rats Diana, Fivi Melva; Rimbawan, Rimbawan; Damayanthi, Evy; Dewi, Mira; Juniantito, Vetnizah; Lipoeto, Nur Indrawaty
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 15 No. 1 (2020)
Publisher : Food and Nutrition Society of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.198 KB) | DOI: 10.25182/jgp.2020.15.1.11-18

Abstract

The research aimed to produce biscuits formulated with Bilih fish and to analyse the effect of Bilih-fish-based biscuits on the growth of experimental rats. Six biscuit formulas were developed using three different amounts of Bilih fish flour (0 g, 20 g, and 30 g added to one formula dough) and two flavors (chocolate and vanilla). One biscuit formula was selected based on the best organoleptic test. Four treatments were applied to 24 male growing rats (21 day olds of the Spraque Dawley strain) for 28 days using a completely randomized design study. The treatments used were P1 (standard feed), P2 (standard feed + standard biscuits), P3 (standard feed + standard biscuits + pure omega-3 oil) and P4 (standard feed + the best formula biscuit). The parameters measured on rats were weight and tail length. The best formula biscuit based on the organoleptic test was the chocolate-flavor biscuits prepared with 20 g Bilih fish flour. The longest tail length was found in the P4 treatment (2,257±0.52 cm), which was significantly longer than the P2 (1.46±0.34 cm) and P1 (1.34±0.29 cm) treatments. No significant weight differences were found among the rats in all treatments. Hence, the chocolate-flavor biscuits formulated with the addition of 20 g Bilih fish flour increased the linear growth in experimental rats as shown by the significant difference in the tail lengths found in the treatment group.
Hubungan Tekanan Darah Ibu Hamil Aterm Dengan Berat Badan Lahir di RSUP Dr. M. Djamil Padang Andammori, Feby; Lipoeto, Nur Indrawaty; Yusrawati, Yusrawati
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v2i2.121

Abstract

AbstrakTinggi rendahnya tekanan darah sistolik dan diastolik dalam kehamilan mempunyai pengaruh terhadap berat badan lahir. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan tekanan darah ibu hamil aterm dengan berat badan lahir di RSUP dr M. Djamil Padang. Metode penelitian : Penelitian yang dilakukan merupakan survei analitik dengan menggunakan studi komparatif dengan design penelitian Cross Sectional Study. Penelitian menggunakan data sekunder yang diambil dari sub bagian Rekam Medik (Medical Record) RSUP dr. M. Djamil Padang bulan Januari 2010 – Desember 2012 dengan jumlah sampel 34 orang ibu hamil yang tidak hipertensi dan 34 orang ibu hamil yang mengalami hipertensi dalam kehamilannya. Hasil penelitian : Ditemukan rata-rata berat badan lahir bayi yang dilahirkan oleh kelompok ibu yang tidak mengalami hipertensi pada kehamilannya adalah 3.408 (SD 307) gram dan rata-rata berat badan lahir bayi yang dilahirkan oleh kelompok ibu yang mengalami hipertensi pada kehamilannya adalah 2.799 (SD 413) gram. Dari hasil uji analisis Independent Sample T-test diperoleh hasil ditemukan adanya hubungan tekanan darah ibu hamil dengan berat badan lahir di RSUP dr. M. Djamil Padang p = 0,00 (p < 0,05). Kesimpulan : Pemeriksaan kehamilan secara teratur penting untuk mengantisipasi adanya peningkatan tekanan darah ibu hamil yang dapat berpengaruh terhadap berat bayi lahir.Kata kunci: tekanan darah, berat badan lahir, ibu hamilAbstractHigh and low level of systolic and diastolic blood pressure in pregnancy has impact to birth weight. This research is purposed to identify the relation between aterm pregnant blood pressure and birth weight.Methods : This research is analytical survey which used comparative study with Cross Sectional Study design. This research used secondary data taken from Medical Record in RSUP dr. M. Djamil Padang since Januari 2010 until December 2012 with number of samples are 34 pregnant women who have not hypertension and 34 pregnant women who have hypertension in pregnancy.The results: Research found that average of birth weight from non-hypertension pregnant woman is about 3,408 (SD 307) gr and average of birth weight from hypertension pregnant woman is about 2,799 (SD 413) gr. The result from Independent sample T-test analysis found that there is a relation between blood pressure in pregnancy with birth weight at RSUP dr. M.Djamil Padang p = 0.00 (p<0.05).Conclusion: Regular antenatal care is important to anticipate an increase in maternal blood pressure can affect birth weight.Keywords: blood pressure, birth weight, pregnant women
Hubungan Pertambahan Berat Badan Ibu Hamil terhadap Berat Bayi Lahir di Kota Pariaman Shiddiq, Akbar; Lipoeto, Nur Indrawaty; Yusrawati, Yusrawati
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v4i2.276

Abstract

AbstrakPertumbuhan janin intrauterin sangat menentukan berat bayi lahir. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi berat bayi lahir, salah satunya adalah status gizi janin.Untuk mencapai status gizi yang diharapkan, ibu hamil harus mencapai penambahan berat badan yang ideal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pertambahan berat badan ibu hamil terhadap berat bayi lahir di kota Pariaman. Metode penelitian adalah analitik yang dilakukan di kota Pariaman dengan menggunakan data ibu melahirkan bulan Januari-Juni 2011. Ada 95 sampel yang digunakan dalam penelitian ini, didapatkan jumlah terbanyak pertambahan berat badan ibu pada range < 10 kg, yaitu sebanyak 39 orang dengan rerata 7,46 kg (± 1,274 SD) sedangkan berat badan yang >12,3 kg didapatkan 27 orang dengan rerata 17,39 kg (± 5,792 SD). Secara keseluruhan pertambahan berat badan ibu rerata dalam rentang normal, yaitu 11,29 kg (± 5,194 SD). Bayi dengan berat badan lahir rendah (≤ 2,5 kg) sebanyak 2 bayi (2,1%) dengan berat rerata 2,350 gram (± 0,2121 SD) sedangkan berat badan normal (>2,5 – 4 kg) adalah 92 bayi atau 96,8% dengan berat rerata 3,176 gram (± 0,3339 SD). Secara keseluruhan berat bayi lahir rratae yang didapatkan adalah 3,169 kg (± 0,3661 SD). Berdasarkan hasil uji korelasi, didapatkan r = 0,103 dan p = 0,323 (>0,05). Disimpulkan bahwa tidak ada hubungan signifikan antara pertambahan berat badan ibu hamil terhadap berat bayi lahirdi kota Pariaman.Kata kunci: pertambahan berat badan ibu hamil, berat bayi lahir, pertumbuhan janin intrauterin, status gizi janin AbstractThe intrauterine fetal growth is very affect the birth weight. Many factors that can affect birth weight is one of the nutritional status of the fetus. To achieve the expected nutritional status of pregnant, women have reached the ideal weight gain. The objective of this study was to determine the relationship of maternal weight gain on infant birth weight in Pariaman. The method of this study is analytical in Pariaman. Pregnant women’s data taken from January until June 2011.There were 95 samples used in this study.Obtained the highest number of maternal weight gain, we found that the average of birth weight, range < 10 kg, as many as 39 samples with an average 7.46 kg (± 1.274 SD), whereas sample with a weight gain of more than 12.53 kg as many as 27 samples with an average 17.39 kg (± 5.792 SD). Overall maternal weight gain in the average is normal, the average is 11.29 kg (± 5.194 SD). Obtained birth weight, infant with low birth weight (≤ 2.5 kg) as many as 2 samples (2.1%) with an average 2.350 kg (± 0.2121 SD) whereas sample withnormal birth weight (> 2.5 – 4 kg) as many as 92 samples,(96.8%)with weight in the average is normal, 3.176 gram (± 0.3339 SD). Overall birth weight int the average is normal, the average is 3.169 kg (± 0.3661 SD). Based on the test result showed that the correlation, r = 0.103 and p = 0.323 (> 0.05). It can be concluded that there is no significant relationship between maternal weight gain on infant birth weight in Pariaman.Keywords: maternal weight gain, birth weight, intrauterine fetal growth, nutritional status of the fetus
Gambaran Pemenuhan Hak Anak serta Faktor-Faktor yang Mendukung pada Klaster Kesehatan Dasar dan Kesejahteraan dalam Implementasi Kebijakan Kota Layak Anak Kota Bukittinggi tahun 2019 Darmayanti, Darmayanti; Lipoeto, Nur Indrawaty
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 4 (2019): Dipublikasi Desember 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i4.1107

Abstract

AbstrakSalah satu upaya pemerintah untuk mendukung pemenuhan dan perlindungan hak anak dengan mengembangkan Kabupaten/ Kota Layak Anak (KLA). Kota Bukittinggi sudah menginisiasi kebijakan KLA sejak tahun 2015, tetapi masih ada permasalahan anak yang harus di selesaikan dalam mewujudkan KLA. Tujuan: Melihat gambaran pemenuhan hak anak dan faktor-faktor yang mendukung pada klaster kesehatan dasar dan kesejahteraan dalam mewujudkan KLA. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 105 ibu yang mempunyai anak usia ≤18 tahun. Hasil: Ditemukan belum tercapainya target AKB dan AKABA penimbangan balita, ASI Ekslusif, dan imunisasi, serta masih ada anak yang merokok. Ketersedian sarana  dimana  ibu balita sudah memanfaatkan ruang menyusui namun fasilitas yang masih kurang. Pelayanan puskesmas sudah ramah anak, rumah tangga sudah mendapatkan akses air bersih, namun akses remaja untuk mendapatkan pelayanan reproduksi masih kurang. Tingkat pengetahuan dan partisipasi masyarakat cukup baik disertai dengan persepsi masyarakat yang sudah baik terhadap implementasi KLA. Simpulan: Kebijakan KLA di Kota Bukittinggi belum signifikan dalam mencapai target indikator KLA. Beberapa hal yang harus diperhatikan adalah perlu penguatan komitmen dari stakeholders, pelaksana dan masyarakat, perlu perencanaan yang terkoordinasi, pelaksanaan yang terintegrasi dan termonitoring dengan optimal. 
Hubungan Kadar Hemoglobin Ibu Hamil Trimester III Dengan Berat Bayi Lahir di Kota Pariaman Setiawan, Anggi; Lipoeto, Nur Indrawaty; Izzah, Amirah Zatil
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v2i1.64

Abstract

AbstrakPendahuluan: Kadar hemoglobin merupakan indikator biokimia untuk mengetahui status gizi ibu hamil. World Health Organization (WHO) merekomendasikan kadar hemoglobin ibu hamil ideal adalah ≥ 11 gr/dl dan tidak dibawah 10,5 gr/dl pada trimester II kehamilan. Tinggi rendahnya kadar hemoglobin selama kehamilan mempunyai pengaruh terhadap berat bayi lahir karena dapat mengakibatkan gangguan pertumbuhan janin di dalam kandungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar hemoglobin ibu hamil trimester III dengan berat bayi lahir di kota Pariaman. Metode penelitian: design penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study. Penelitian dilakukan di kota Pariaman dengan menggunakan data ibu melahirkan bulan Januari-Juni 2011 dan pengambilan sampel dengan cara consecutive sampling serta data dianalisis dengan uji korelasi Pearson dimana p < 0,05. Hasil penelitian: ditemukan rata-rata kadar hemoglobin ibu hamil trimester III adalah 11,16 (SD 0,82) gr/dl dan ditemukan ibu hamil yang mengalami anemia sebesar 31,25%. Rata-rata berat bayi lahir pada penelitian adalah 3.103 (SD 405) gram dan ditemukan bayi yang mempunyai berat lahir rendah sebesar 3,1%. Kesimpulan: penelitian ini tidak ditemukan adanya hubungan kadar hemoglobin ibu hamil trimester III dengan berat bayi lahir di kota Pariaman (p > 0,05)Kata kunci: Kadar hemoglobin, berat bayi lahir, ibu hamilAbstractIntroduction : Hemoglobin level is biochemical indicator to determine the nutrition status of pregnant women. World Health Organization (WHO) recommends that ideal level of hemoglobin for pregnant women is ≥ 11 g/dl and not below 10,5 g/dl on the second trimester of pregnancy. Increasing and decreasing of hemoglobin levels during pregnancy influences birth weight because it can cause intrauterine growth disruption. This research is purposed to identify the relation between pregnant woment hemoglobin level on the third trimester of pregnancy and birth weight in Pariaman city. Methods : This research uses analytic research which is using cross sectional design. This research is held on Pariaman city and used pregnant woment data taken from January until June 2011. The results: Research found that an average of pregnant woment hemoglobin level on the third trimester pregnancy is 11,16 (SD 0,82) g/dl and the percentage of pregnant women with anemia (Hb < 11 gr/dl) is 31,25%. The average of birth weight is 3.103 (SD 405) grams and 3,1% of total infant have low birth weight. The results of bivariate analysis by using Pearson correlation test is not found the relation between pregnant woment hemoglobin level on the third trimester of pregnancy and birth weight p = 0,856 (p > 0,05).Conclusion: The future research had better has more number of samples and other factors which affect birth weight can be eliminated.Keywords:Hemoglobin level, birth weight, pregnant woment
Hubungan Massa Lemak dengan Dismenore Primer pada Remaja Putri di Stikes Ceria Buana Bukittinggi Gustini, Lini; Lipoeto, Nur Indrawaty; Utama, Bobby Indra
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i1.640

Abstract

Nyeri haid (dismenore) dilaporkan sebagai keluhan ginekologis paling umum dan sering menyebabkan ketidakhadiran seorang remaja dari sekolah ataupun aktivitas lainnya. Penyebab dismenore primer ada banyak faktor salah satunya adalah massa lemak tubuh. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan massa lemak dengan dismenore primer. Penelitian observasional ini dilakukan pada remaja putri di Stikes Ceria Buana Bukittinggi dengan desain cross sectional study. Jumlah subjek dalam penelitian ini adalah 106 orang yang diambil secara simpel random sampling. Hasil penelitian ini diuji dengan menggunakan uji statistik t-test. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa tidak ada perbedaan yang bermakna (p>0,05) antara massa lemak remaja putri yang dismenore primer (30,79±5,99%) dengan massa lemak remaja yang tidak dismenore primer (31,50±6,42%). Simpulan penelitian ini  adalah  tidak terdapat hubungan yang bermakna antara massa lemak dengan dismenore primer pada remaja putri di Stikes Ceria Buana Bukittinggi.
Hubungan Kadar Superoksida Dismutase dengan Tingkat Intelegensi Anak Sindrom Down Agustia, Mila; Chundrayeti, Eva; Lipoeto, Nur Indrawaty
Sari Pediatri Vol 20, No 4 (2018)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.193 KB) | DOI: 10.14238/sp20.4.2018.202-6

Abstract

Latar belakang. Sindrom Down merupakan suatu keterbelakangan perkembangan fisik dan mental yang disebabkan oleh abnormalitas kromosom 21. Stres oksidatif diekspresikan berlebih pada anak SD karena gen yang mengodenya terletak pada kromosom 21. Kormobiditi yang terdapat pada SD ini disebabkan oleh stres oksidatif.Tujuan. Mengetahui kadar stres oksidatif melalui pemeriksaan superoksida dismutase (SOD) serta tingkat intelegensi dan mencari hubungan di antara keduanya pada anak SD di Sekolah Luar Biasa Kota Padang.Metode. Merupakan penelitian comparative cross sectional yang dilakukan di Sekolah Luar Biasa dan panti asuhan Kota Padang mulai September 2016 sampai Juli 2017. Hasil. Masing masing 40 sampel kontrol dan SD terdiri dari 25 orang (62,5%) dan perempuan 15 orang (37,5%). Tingkat intelegensi dibagi menjadi dua kelompok yaitu retardasi mental ringan 25(67,5%), dan retardasi sedang-berat 15(37,5%). Rerata kadar SOD pada kelompok kontrol adalah 4,84 (4,48-6,41) dan pada SD 5,26 (3,95-9,41), perbedaan ini bermakna secara statistik (p<0,05). Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kadar SOD dengan tingkat intelegensi anak SD pada penelitian ini (p>0,05).Kesimpulan. Tidak terdapat perbedaan bermakna antara kadar SOD dengan tingkat intelegensi pada anak SD di Sekolah Luar Biasa Kota Padang.
PENGARUH PEMBERIAN TERAPI TABLET BESI DAN ASAM FOLAT TERHADAP PERUBAHAN RED CELL DISTRIBUTION WIDTH PADA IBU HAMIL YANG ANEMIA Zaimy, Silvi; Amir, Arni; Lipoeto, Nur Indrawaty
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 9, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.903 KB) | DOI: 10.30633/jkms.v9i2.233

Abstract

Anemia merupakan masalah gizi yang sering terjadi pada ibu hamil. Anemia pada ibu hamil sangat terkait dengan mortalitas dan morbiditas pada ibu dan bayi. 40% kematian Ibu di negara berkembang berkaitan dengan anemia dalam kehamilan. Red Cell Distribution Width (RDW) merupakan salah satu parameter laboratorium yang digunakan untuk mendeteksi anemia defisiensi besi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh pemberian terapi tablet besi dan asam folat terhadap perubahan Red Cell Distribution Width (RDW) pada ibu hamil yang anemia. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan pendekatan pre test and post test control design yang dilaksanakan di Puskesmas Anak Air dan Puskesmas Alai. pada bulan Juni 2017-Juli 2018. Populasi adalah ibu hamil dengan anemia yang terdata mulai dari januari-april 2018. Sampel penelitian berjumlah 35 ibu hamil anemia dengan pemberian terapi tablet besi dan 35 ibu hamil anemia dengan pemberian terapi tablet besi dan asam folat Pengamnilan sampel menggunakan teknik puposive sampling. Pemeriksaan kadar hemoglobin dan RDW menggunakan Hematology Analizer. Uji normalitas data menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov (n>50). Analisis data komparatif menggunakan uji Paired sample t-Test dan Independence Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan rerata RDW setelah pemberian terapi pada kelompok terapi tablet besi (15,58%) lebih rendah dibandingkan sebelum pemberian  terapi (16,31 %) dengan nilai p= 0,00 (p<0,05). RerataRDW setelah pemberian terapi tablet besi dan asam folat  (15,19%) lebih rendah dibandingkan sebelum pemberian  terapi (16,20 %) dengan nilai p= 0,00 (p<0,05). Delta RDW pada kelompok pemberian terapi tablet besi dan asam folat lebih tinggi (1,03%) dibandingkan pada kelompok pemberian terapi tablet besi (0,77%). Terdapat perbedaan yang bermakna RDW sebelum dan setelah pemberian terapi tablet besi . Terdapat perbedaan bermakna RDW sebelum dan setelah pemberian terapi tablet besi dan asam folat. Tidak terdapat perbedaan yang bermakna perubahan RDW setelah pemberian terapi antara kelompok terapi tablet besi dengan terapi tablet besi dan asam folat.Kata kunci: Anemia, Red Cell Distribution Width, tablet besi, asam folat
Effect of Duration and Temperatur Breastmilk Storage and The way of Diluting Breastmilk on Protein and Fat Levels in Breastmilk Mayetti, Mayetti; Lipoeto, Nur Indrawaty
Journal of Midwifery Vol 3, No 1 (2018): Published on June 2018
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.771 KB) | DOI: 10.25077/jom.1.1.72-83.2018

Abstract

Exclusive breastfeeding is the best method of nutrition for infant to grow and develop. Changes in social often make women become to work increased from 50.77% (2016) to 50.89% (2017), so they think there is no time to give exclusive breastfeeding to her baby. But with the storage of breast milk, the baby will still get breast milk when the mother is at work. This study aims to determine the effect of duration and temperature of breastmilk as well as how to dilute frozen milk to protein and fat levels. The design of this study was one group pretest-posttest design with the pre experimental study. The data were analyzed by using T-dependent test. The sample of this study is breast milk obtained from 5 breastfeeding mothers in the work area of LubukBuaya Public Health and Laboratory Animal Biotechnology of Andalas University in July in 2017 to May in 2018.There was significant decrease mean of protein and fat content in breastmilk during 5 days storage at refrigerator that mean of protein content 0,50±0,44 g/dL and fat content 2,57±0,45 g/dL statistically (p<0,05). There  was no significant decrease in the mean of protein and fat content in breast milk, which was dissolved in refrigerator and warm water is average protein content 0.89±0.46 g/dL and mean fat content 3.21±0.19 g/dL, direct melted breastmilk with mean of protein content is 0.91±0.52 g/dL and mean of fat content is 3.05±0.25 g/ dL statistically (p>0.05). The conclusion, there is no effect of protein and fat content in breast milk storaged for 4 hours in the room temperature, 14 days in freezer (-15 C), 28 days in freezer (-18 C) and how to dilute frozen milk. But there is adecrease  on the levels of protein and fat in breast milk in 5-day storage in the refrigerator.
Hubungan Kadar Vitamin D pada Ibu Hamil dengan Berat Bayi Lahir di Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Solok Putri, Nidya Ikha; Lipoeto, Nur Indrawaty; Rita, Rauza Sukma; Aji, Arif Sabta
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 19, No 1 (2019): Februari
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.469 KB) | DOI: 10.33087/jiubj.v19i1.546

Abstract

The main cause of infant mortality is Low Birth Weight (LBW). Basd on data obtained from the West Sumatra Provincial Health Office in 2015,  from 1376 case of 92.444 babies weighed, and there were 2,066 (2.2%) LBW in 2014. Growth and development of the fetus need vitamin D for cell and bone growth.The design of this study is cross sectional and conducted in Tanah Datar District in the working area of Puskesmas Simabur, Puskesmas Lima Kaum I, and in Puskesmas Lima Kaum II and Solok District in the working area of Puskesmas Talang, Puskesmas Gaek Jua and Puskesmas Tanjung Bingkung from January 2017 to March 2018. The study population was third trimester pregnant women with a population of 60 respondents, by multistage random sampling. Examination of vitamin D levels by ELISA method. Data were analyzed by univariate and bivariate with normality test.The result of this study that level are the average vitamin D content of 25.44 ± 10.49 pg / ml and the median weight of the baby born is 3000 gram. There was a positive relationship between vitamin D levels in pregnant women with birth weight (r = 0,463), (p < 0,05).The conclusion of this research is that there is a significant association between vitamin D levels in pregnant women with infants born weight in West Sumatra.