Hotman Lubis
Pusat Pengembangan Radioisotop dan Radiofarmaka-BATAN.

Published : 15 Documents
Articles

Found 15 Documents
Search

PENGEMBANGAN PROSES PRODUKSI MOLIBDENUM-99 HASIL FISI DENGAN MENGGUNAKAN TARGET FOIL LOGAM URANIUM PENGKAYAAN RENDAH Mutalib, Abdul; Vandegrift, G. F.; Conner, C.; Gunawan, Adang Hardi; Lubis, Hotman; Sukmana, Ateng; Purwadi, Bambang; Wisnukaton, Khadarisman; Jatmiko, Diki Tri; Sriyono, Sriyono
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 3, No 1 (2000): JURNAL PRR 2000
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8009.772 KB)

Abstract

PENGEMBANGAN PROSES PRODUKSI MOLIBDENUM-99 HASIL FISI DENGAN MENGGUNAKAN TARGET FOIL LOGAM URANIUM PENGKAYAAN RENDAH. Badan Tenaga Nuklir Nasional dan Argonne National Laboratory dewasa ini sedang melaksanakan kerja sama penelitian dan pengembangan produksi molibdenum-99 dengan menggunakan foil logam uranium pengkayaan rendah. Pembahasan dalam makalah ini lebih difokuskan terhadap hasil kerja sama pengembangan dan penelitian tersebut yang telah dilaksanakan di Pusat Pengembangan Radioisotop dan Radiofarmaka. Dalam makalah dijelaskan (1) keberhasilan pemisahan dan pemurnian 99Mo dari target foil logam uranium pengkayaan rendah yang telah diiradiasi di reaktor RSG-GA Siwabesy, dan (2) keberhasilan memodifikasi proses Cintichem. Hasil pengembangan pendahuluan metoda kuantitatif elektrodeposisi cemaran uranium dan plutonium di dalam 99Mo juga akan dijelaskan. DEVELOPMENT OF PRODUCTION PROCESSES OF FISSION PRODUCT MOLYBDENUM-99 USING LEU METAL FOIL TARGETS. A collaboration is underway between Indonesian National Nuclear Energy Agency and Argonne National Laboratory to carry out R&D on the production of molybdenum-99 using LEU (Low Enriched Uranium)-metal foil targets. A review in this paper is focused mainly on the results of laboratory experiments conducted at the Center for Development of Radioisotopes and Radiopharmaceuticals, Serpong. It describes succeses in (1) performing separation and purification of 99Mo in the irradiated LEU-metal foil targets, and (2) modifying Cintichem procedure. A method for quantitatively electrodepositing uranium and plutonium contaminants in the 99Mo is also described.
OPTIMASI KONDISI SPEKTROMETER ALFA DENGAN DETEKTOR ION-IMPLATED SILIKON DI PUSAT PRODUKSI RADIOISOTOP Kadarisman, Kadarisman; Mutalib, Abdul; Gunawan, Adang Hardi; Lubis, Hotman; Lestari, Enny; Mujinah, Mujinah; Hafid, Dadang
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 1, No 1 (1998): Jurnal PRR 1998
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1935.418 KB)

Abstract

OPTIMASI KONDISI SPEKTROMETER ALFA DENGAN DETEKTOR ION­IMPLATED SILIKON DI PUSAT PRODUKSI RADIOISOTOP. Telah dilakukan penetapan kondisi optimum spektrometer alfa yang dibubungkan dengan detektor silikon yang diimplantasi ion dengan standar sumber radiasi alfa campuran 239Pu, 241Am dan 244Cm.Pengamatan meliputi penetapan jarak antara cuplikan dengan detektor, tingkat kevakuman, batas deteksi alat dan penetapan efisiensi pencacahan dari masing-masing radionuklida. Dari percobaan diperoleh hasil kondisi optimum yaitu, jarak antara detektor dengan standar 1- 2 cm, tekanan kevakuman -1050 mbar, batas deteksi 5,1 dpm dan efisiensi pencacahan masing-masing untuk 239Pu (5157 keV) 10.6%, 241Am(5486 keV) 10,3% dan 244Cm(5805 keV) 9,9%. OPTIMIZATION OF ALPHA SPECTROMETER COUPLED TO ION-IMPLANTED SILICON DETECTOR IN RADIOISOTOPE PRODUCTION CENTER. The optimization of alpha spectrometer coupled to an ion-implanted silicon detector was carried out using an alpha radiation mixed standard source containing radionuclides of 239Pu, 241Am and 244Cm. This experiment involved the determination of the optimum distance between a radiation source and the detector surface, the pressure of the vacuum chamber, and the detection limit and the efficiency of the detector. The results show that the optimum distance between the radiation source and the detector is 1-2 cm; the pressure is -1050 mbar; the detection limit is 5.1 dpm, and the efficiencies for 239Pu ( 5157 keV), 24lAm (5486 keV) and 244Cm(5805 keV) are 10.6%, 10.3% and 9.9%, respectively.
PERMANENT SEED IMPLANT DOSIMETRY (PSID)TM VERSI 4.5 SEBAGAI PROGRAM ISODOSIS DAN TREATMENT PLANNING SYSTEM (TPS) UNTUK BRAKITERAPI Subechi, Moch.; Pujianto, Anung; Lubis, Hotman; Setiawan, Herlan
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 17, No 1 (2014): Jurnal PTRR 2014
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (911.453 KB)

Abstract

Pengobatan kanker menggunakan radiasi terapi semakin berkembang. Salah satu metode radiasi terapi yang digunakan di bidang radioterapi adalah Brakiterapi. Brakiterapi merupakan metode radiasi terapi  dimana ditempatkan pada sel kanker secara langsung sumber radiasi sehingga dosis yang diterima sel kanker mendapatkan dosis maksimal dan daerah yang normal mendapatkan dosis minimal.  Seed I-125 telah berhasil dibuat untuk Brakiterapi di dalam negeri. Dalam rangka mendukung penanaman seed I-125 untuk Brakiterapi, diperlukan program komputer untuk perhitungan isodosis dan Treatment Planning System (TPS). Permanent Seed Implant Dosimetry (PSID) 4.5 merupakan salah satu program untuk perhitungan isodosis dan TPS yang dimiliki Pusat Radioisotop dan Radiofarmaka-BATAN. Dalam perhitungan isodosis, PSID 4.5 menggunakan formula 1D dan 2D berdasarkan AAPM-TG43 (Association of American Physicist in Medicine- Task Group No.43). Fungsi Anisotropi pada formula 1D hanya bergantung pada fungsi jarak sedangkan pada formula 2D bergantung pada fungsi jarak dan sudut sehingga formula 2D memiliki perhitungan isodosis yang lebih baik dibandingkan dengan menggunakan formula 1D. PSID 4.5 dapat menampilkan kontur isodosis dari sumber radiasi seed I-125 secara 2 dimensi (2D) dan 3 dimensi (3D). Program komputer isodosis dan TPS menggunakan PSID 4.5 diharapkan dapat membantu dalam proses perencanaan penanaman seed I-125 untuk Brakiterapi yang dilakukan oleh paramedis dan dapat mendukung pemakaian seed I-125 produksi dalam negeri. The medical treatment using radiation therapy for cancer diseases is increasingly developed. One of the method used in radiotherapy is brachyterapy. Brachytherapy is radiation therapy method in which a radiation source is implanted in  implanted in cancer cell directly so the dose accepted by cancer cell is the highest dose and the dose accepted by nonnal cell is the lowest dose. 1-125 Seed have been made successfully in domestic. To supp0l1the implant of 1-125 seed for brachytherapy needs computer programme for the isodose calculation andTreatment Planning System (TPS). Pennanent Seed Implant Dosimetry (PSID) 4.5 is one of the isodoE calculation and Treatment Planning System (TPS) programme that is owned by Center for Radioisotope and Radiophannaceutical - BA TAN. In  isodose  calculation, PSID  4.5 uses 10 fonnalism and  20  onnalism  basedon AAPM- TG43 (Association of American Physicist in Medicine- Task Group No.43). Anisotropic function on 10 fonnalism depend on distance function while on 20 fonnalism count on distance and angle function therefore 20 fonnalism has isodose calculation better than 10 fonnalism usage. PSID 4.5 can display the isodose contour of the seed 1-125 radiation source in 2 dimension (20) and 3 dimension (3D). The computer programme of isodose calculation and TPS uses PSID 4.5 is expected able to help planning for seed 1-125 implantation process for brachytherapy that used by paramedis and to support the usage of seed 1-125 as domestic product.Keywords: Brachytherapy, Seed, PSID 4.5, 1-125, Isodose
PENGARUH PENCUCIAN LARUTAN NAOCL DAN PENAMBAHAN KOLOM KEDUA ALUMINA TERHADAP YIELD DAN LOLOSAN MO-99 DARI GENERATOR MO-99/TC-99M BERBASIS PZC Gunawan, Adang Hardi; Mutalib, Abdul; Lubis, Hotman; Awaludin, Rohadi; Sulaeman, .
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 8 (2005): JURNAL PRR 2005
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.137 KB)

Abstract

PENGARUH PENCUCIAN LARUTAN NaOCl DAN PENAMBAHAN KOLOM KEDUA ALUMINA TERHADAP YIELDDAN LOLOSAN Mo-99 DARI GENERATOR Mo-99/Tc-99m BERBASIS PZC. Alumina merupakan salah satu bahan utama dalam generator Mo-99/Tc-99m yang berfungsi sebagai zat pengadsorpsi molibdenum. Keterbatasan daya serap alumina terhadap molibdenum menyebabkan senyawa ini tidak dapat digunakan sebagai pengisi kolom untuk generator Mo-99/Tc-99m yang menggunakan Mo-99 hasil aktivasi neutron. Dengan diketemukannya senyawa baru sebagai zat pengadsorpsi molibdenum yaitu PZC (poly zirconium compound), telah memberikan harapan baru untuk dapat dilakukannya pembuatan generator Mo-99/Tc-99m. Penelitian pembuatan generator Mo-99/Tc-99m dengan menggunakan senyawa PZC sebagai adsorbent merupakan bentuk kerjasama antara PRR-BATAN Serpong dengan JAERI dan Kaken Co. Jepang. Dalam penelitian ini telah dilakukan percobaan pembuatan generator Mo-99/Tc-99m dengan melihat pengaruh penambahan pencucian menggunakan larutan NaOCl terhadap Yield dan lolosan Mo-99(Mo-99 breakthrough) dalam larutan Tc-99m hasil elusi . Parameter lainnya yang digunakan untuk mengurangi lolosan Mo-99 dalam Tc-99m hasil elusi adalah penambahan kolom alumina yang ditempatkan setelah kolom Mo-99 PZC.Hasil penentuan kapasitas serap senyawa PZC terhadap molibdenum diperoleh dengan melihat aktivitas Mo-99 setelah pemanasan 3 jam campuran PZC dan molibdenum dan diperoleh hasil setiap gram PZC mampu menyerap 80-95 % mg dari 268 mg molibdenum yang direaksikan. Hasil penentuan yield elusi generator Mo-99/Tc-99m dengan larutan pencuci salin diperoleh < 50 % dan Yield meningkat menjadi > 80 % setelah pencucian dilakukan dengan menggunakan larutan NaOCl 0,5 % atau 1 % . Penggunaan larutan pencuci NaOCl 0,5 % dan penggunaan kolom alumina sebagai kolom kedua mampu menjaga kestabilan Yield hasil elusi dan meminimalkan lolosan Mo-99 pada Tc-99m hasil elusi. Kata kunci: alumina, generator PZC, Mo-99,Tc-99m, NaOCl Alumina is one of main material in Mo-99/Tc-99m generator as molybdenum adsorbent. Limitation of alumina adsorption capacity to molybdenum cause this material cannot be applied as column filler for generator Mo-99/Tc-99m using Mo-99 from neutron activation . The invention of new compound as molybdenum adsorbent , PZC ( poly zirconium compound), have shown that the materials is a promising adsorbent for generator Mo-99/Tc-99m from (n,?) irradiated molybdenum. The research of generator Mo-99/Tc-99m by using adsorbent PZC is form of cooperation between PRR-BATAN Serpong with JAERI and Kaken Co. Japan. In this research, the effects of addition of NaOCl solution to elution yield and Mo-99 breakthrough have been done. The other parameter used in this experiment to minimize Mo-99 breakthrough in Tc-99m is addition of second column alumina placed after Mo-99 PZC column. Adsorption capacity of PZC material to molybdenum determined by heating Mo-99 solution with PZC up to 3 hours and the result indicated 1 gram PZC adsorbed 80-95 % Mo-99 from the reacted 268 mg molybdenum. Yield percentage of the Mo-99/Tc-99m generator without rinsed by saline solution obtained < 50 % and the yield increased > 80 % after the column washing by using NaOCl 0,5 % or 1 % solutions. Usage of both NaOCl 0,5 % solution and alumina column as second column can give yield stability and minimize Mo-99 breakthrough at Tc-99m effluent. Key words: Alumina, PZC generator,Mo-99,Tc-99m, NaOCl
OPTIMASI PENYERAPAN MOLLBDENUM-99 PADA MATERIAL BERBASIS ZIRKONIUM (MBZ) Saptiama, Indra; Herlina, Herlina; Sarmini, Endang; Sriyono, Sriyono; Lubis, Hotman; Setiawan, Herlan; Marlina, Marlina; Muthalib, Abdul
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 18, No 1 (2015): JURNAL PTRR 2015
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2770.884 KB)

Abstract

Zirkonium merupakan unsur yang memiliki karakteristik yang khas dan sering digunakan dalam komponen material nuklir karena memiliki ketahanan terhadap korosi, keasaman serta memiliki tampang lintang absorpsi terhadap neutron termal yang rendah. Pada penelitian ini material berbasis zirkonium (MBZ) disintesis untuk penyerap molibdenum-99 (99Mo) pada generator radioisotop 99Mo/9mTc. MBZ disintesis melalui reaksi termal kondensasi antara ZrCl4 dan isopropyl alkohol. Variasi lama pemasanasan pada temperatur 150°C (waktu pemanasan selama 30 menit,MBZ-30; 60 menit,MBZ-60; 120 menit,MBZ-120 dan 240 menit, MBZ-240) setelah pelapisan MBZ dengan tetra etil orto silikat (TEOS) dilakukan untuk mendapatkan MBZ yang memiliki daya serap molibdenum-99 yang tinggi. Hasil uji MBZ-30, MBZ-60, MBZ-l20 dan MBZ-240 secara visual memperlihatkan bahwa penyerap ini memiliki warna yang kecoklatan dan tidak rapuh. Hasil uji luas permukaan spesifik penyerap MBZ-30, MBZ-60, MBZ-120 dan MBZ-240 dengan menggunakan  Brunauer, Emmett and Teller (BET) berturut-turut  adalah 22,45, 21,47, 19,5, 16,08 mm2/g. Hasil  BET ini memperlihatkan semakin lama waktu pemanasan maka semakin menurun luas permukaan spesifik penyerap MBZ. Karakterisasi penyerap MBZ-60 dengan fourier   transform  infra  red (FTIR)  menunjukkan  terdapat ikatan  Si-O-Si di 1080 ? 1099  cm-l pad  a  MBZ  setelah  dilapis TEOS.  Pada MBZ-60 setelah penyerapan Mo sementara itu terlihat adanya serepan pad a 950cm-l yang mengindikasikan adanya ikatan Mo-O. Hasil uji serap penyerap  MBZ  terhadap  molibdenum-99  menunjukkan  bahwa  MBZ-30 ,MBZ-60, MBZ-120   dan  MBZ-240  memiliki  yield  penyerapan   sebesar 47,1 ;86,3; 82,1 dan 52,4 % dan kapasitas serap sebesar 107,2 ; 196,3; 186,7 dan 119,2 mg/g MBZ.Berdasarkan hasil uji ini dapat dilihat bahwa MBZ-60 dan MBZ-120 merupakan penyerap MBZ yang memiliki kapasitas serap molibdenum-99 yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan MBZ lainnya dan dinilai cocok sebagai penyerap untuk generator 99Mo/9"'rc OPTIMATION ADSORPTION of 99Mo IN ZIRCONIUM-BASED MATERIAL (ZBM) . Zirconium is an element that has unique characteristic and often be used as component of nuclear material because it has the corrosion resistance, acidity and the absorption of cross-section has a low thermal neutron. In this study, zirconium-based materials (MBZ) was synthesized for adsorbent of molybdenum-99 on 99Mot9mTc radioisotope generator. MBZ was synthesized by termal condensation between ZrCI4and isopropyl alchohol. Variation of drying time at 150°C (30 minutes for MBZ-30; 60 minutes, MBZ-60; 120 minutes, MBZ-120; and 240 minutes, MBZ-240) after MBZ coated with tetra etil ortho silicate ( TEDS) was cunducted in order to obtain MBZ with high adsorption capacity towards Mo. The visual test results showed of MBZ-30, MBZ-60, MBZ-120, and MBZ-240 adsorbents had brownish color and not fragile. The spesific surface area test resulst of  MBZ-30, MBZ-60, MBZ-120, and MBZ-240 adsorbent by using Brunauer, Emmett and Teller (BET) were 22,45, 21,47, 19,5, 16,08 mm2/g, respectively. Based on the BET results, it can be seen that longer drying time resulted in lower the specific surface area of MBZ. The characterization of MBZ60 adsorbent using fourier transform infra red (FTIR) showed that there was Si-D-Si bond at 10801099 cm-l in MBZ after coated by TEDS. Mean while, MBZ-60 which had adsorbed Mo showed IR band at 950 cm-l that indicated the existence of Mo-Q bond. The Mo-99 adsorption test results 
EVALUASI PEMBUATAN IODIUM 125 MENGGUNAKAN SASARAN GAS XENON-124 DIPERKAYA 99,98% Lubis, Hotman; Agung S, Daya; Sriyono, Sriyono; Abidin, Abidin; P, Anung; Hambali, Hambali; Hadirahman, Hadirahman
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 5 No 2 November 2011
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2760.561 KB)

Abstract

Evaluasi pembuatan iodium 125 menggunakan sasaran gas xenon-124 diperkaya 99,98%. Salah satu radioisotop yang digunakan di kedokteran nuklir di Indonesia adalah radioisotop I-125. Radioisotop I-125 digunakan untuk pembuatan kit radioimmunoassay (RIA) dan untuk pembuatan seed brachytherapy kanker prostat. Pembuatan I-125 dapat dilakukan dengan cara mengiradiasi gas xenon-124, 125 Xe selajutnya akan terjadi peluruhan menjadi radioisotop I-125. Dalam kegiatan ini dipakai sasaran gas xenon-124 dengan pengkayaan sebesar 99,98%. Iradiasi dilakukan di posisi S1 di teras RSG GA Siwabessy selama 24 jam. Telah dilakukan tiga kali proses pembuatan I-125 dan diperoleh produk dengan radioaktivitas masing-masing sebesar 8,367 mC, 9,738 mCi dan 6,825 mCi dan pengotor radionuklida I-126 sebesar 0,11%, 0,63% dan 2,84% pada saat pelarutan (7 hari setelah iradiasi).
PEMISAHAN FRAKSI OSMIUM DAN IRIDIUM DALAM MATRIKS OSMIUM ALAM PASCA IRADIASI DENGAN TEKNIK EKSTRAKSI PELARUT Kadarisman, Kadarisman; Lubis, Hotman; Sriyono, Sriyono; Abidin, Abidin
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 10 (2007): JURNAL PRR 2007
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.162 KB)

Abstract

PEMISAHAN FRAKSI OSMIUM DAN IRIDIUM DALAM MATRIKS OSMIUM ALAM PASCA IRADIASI DENGAN TEKNIK EKSTRAKSI PELARUT. Generator Osmium ? Iridium ada dua macam, yaitu generator radioisotop 191Os ? 191mIr dan 194Os ? 194Ir. Radioisotop 191mIr dan 194Ir digunakan di bidang kesehatan, terutama untuk diagnosis fungsi ginjal dengan metoda Angiografi. Dalam penelitian ini dilakukan pemisahan 191Os dari 192Ir melalui tahapan tahapan penelitian; penyiapan target Osmium alam, iradiasi target, perlakuan target teriradiasi, yang meliputi pengangkutan target teriradiasi ke fasilitas hot cell, pembukaan tabung dan pelarutan, serta proses pemisahan Osmium teriradiasi dengan ekstraksi pelarut menggunakan CCl4. Analisis radionuklida 191Os dan 192Ir menggunakan spektrometer gama. Dari hasil percobaan ini diperoleh radionuklida 191Os dan 192Ir dalam Osmium alam teriradiasi masing-masing sebesar 87,88 µCi dan 20,01 µCi saat pemisahan. Radionuklida 191Os dapat dipisahkan dari pengotor radionuklida 192Ir dengan radioaktivitas total 14,83 µCi dengan efisiensi pemisahan sebesar 16,88% pada akhir pemisahan. Hal ini menunjukkan kemungkinan dapat dipreparasi radionuklida 191Os atau 194Os untuk bahan generator 191Os/191mIr dan 194Os/194Ir. Kata Kunci : Osmium-191, Iridium-192, Ekstraksi, Generator 191Os/191mIr atau 194Os/194Ir THE SEPARATION OF FRACTION OF OSMIUM AND IRIDIUM IN OSMIUM MATRIX IRRADIATED WITH THE EXTRACTION LIQUID TECHNIQUE. Generator Osmium - Iridium there is 2 kinds of, that is radioisotope generator 191Os/191mIr dan 194Os/194Ir. Radioisotope 191mIr and 194Ir used in health area, especially to be diagnosed to a kidney function with the Angiography method. In this development conducted separation 191Os from 192Ir through research step; experienced Osmium target preparation, target irradiation, treatment of target irradiated, covering the transportation of target irradiated to facility of hot cell, opening save and dissolution, and also separation process of Osmium irradiated by solvent extraction use the CCL4. Analysis the radionuclide of 191Os and 192Ir use the gamma spectrometer. From this attempt result is obtained 191Os and 192Ir in Osmium irradiated each of 87,88 µCi and 20,01 µCi of dissolution moment. Radionuclide 191Os is detachable from 192Ir radionuclide impurities with the total radioactivity 14,83 µCi with the dissolution efficiency of equal to 16,88% by the end of dissolution. This matter show the possibility earn the preparation radionuclide 191Os atau 194Os for the substance of generator 191Os/191mIr or 194Os/194Ir. Keywords : Osmium-191, Iridium-192, Extraction, 191Os/191mIr or 194Os/194Ir Generator.
ANALISIS PEMBENTUKAN PENGOTOR RADIONUKLIDA PADA UJI PRODUKSI IODIUM-125 Awaludin, Rohadi; Lubis, Hotman; Pujianto, Anung; Sarwono, Daya Agung; Suparman, Ibon
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 11 (2008): Jurnal PRR 2008
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3989.769 KB)

Abstract

ANALISIS PEMBENTUKAN PENGOTOR RADIONUKLIDA PADA UJI PRODUKSI IODIUM-125. Telah dilakukan evaluasi pembentukan radionuklida pada uji produksi Iodium-125 (125I) menggunakan target xenon diperkaya. Dari uji produksi yang telah dilakukan 9 kali diperoleh bahwa sampai dengan uji produksi ke-6 tidak ditemukan adanya pengotor radionuklida. Namun pada uji produksi ke 7, 8 dan 9 ditemukan adanya Iodium-126 (126I) dengan persentase 0,088%, 0,20% dan 0,28%. Radioisotop 126I dihasilkan dari penangkapan neutron oleh 125I yang telah terbentuk di dalam kamar iradiasi. Radioisotop ini ikut terbawa ke dalam botol peluruhan bersama sama dengan gas xenon hasil iradiasi pada saat pemindahan ke botol peluruhan. Diduga bahwa filter penyaring iodium yang telah dipasang di dalam fasilitas produksi 125I telah berkurang kinerjanya. Pengotor radionuklida lain yang memungkinkan terbentuk adalah 137Cs dari isotop 136Xe yang terkandung di dalam target xenon. Sampai dengan uji produksi ke-9 tidak ditemukan adanya pengotor 137Cs di dalam hasil uji produksi. Diduga bahwa 137Cs yang terbentuk tetap tertahan di kamar iradiasi. Kata kunci: Iodium-125, produksi radioisotop, pengotor radionuklida. ANALYSIS OF RADIONUCLIDE IMPURITY FORMATION IN IODINE-125 PRODUCTION TEST. Evaluation on formation of radionuclide impurity in iodine-125 (125I)production tests has been carried out. The production tests have been carried out 9 times and the radionuclide impurity was not found until the 6th test. However, The radionuclide impurity I was found in the 7th, 8th and 9th test with percentage of 0.088, 0.20 and 0.28%. Iodine-126 was produced by neutron capture of 125I in the irradiation chamber. The radioisotope moved to the decay pot together with the irradiated xenon gas. It is considered that the performance of the iodine filter has decreased. Other possibly produced radionuclide impurity is not detected in the product. It is considered that the produced chamber. Keywords: Iodine-125, radioisotope production, radionuclide impurity.
UJI PRODUKSI MO-99 HASIL FISI DENGAN BAHAN SASARAN FOIL LEU BUATAN P2TBDU-BATAN Lubis, Hotman; Muthalib, Abdul; Gunawan, Adang H.; Sriyono, Sriyono; Sucipto, Edi; Hambali, Hambali
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 8 (2005): JURNAL PRR 2005
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.986 KB)

Abstract

UJI PRODUKSI Mo-99 HASIL FISI DENGAN BAHAN SASARAN FOIL LEU BUATAN P2TBDU-BATAN. Selama ini telah dilaksanakan beberapa kali produksi Mo-99 dengan menggunakan bahan sasaran foil LEU buatan Argonne National Laboratory (ANL). Dalam produksi Mo-99 dengan proses Cintichem yang dimodifikasibahan sasaran foil LEU sangat menentukan. Telah dilakukan uji produksi Mo-99 hasil fisi dengan bahan sasaran foil LEU (LEU, < 20% U-235) buatan P2TBDU-BATAN dengan proses Cintichem yang dimodifikasi, meliputi pelarutan foil LEU menggunakan HNO3 9,5N, penarikan gas iodium, proses pemisahan dengan pengendapan ?-Benzoin Oxime dan pemurnian Mo-99 melalui kolom kromatografi. Foil LEU larut dengan sempurna selama 30 menit dan penarikan gas iodium dilakukan dengan pendinginan nitrogen cair. Setelah melalui tahap pemisahan (pengendapan) dan pemurnian kolom I dan kolom II radionuklida pengotor masih besar dan aktivitas pengotor pemancar ? melebihi persyaratan standard internasional yang ditetapkan yaitu sebesar 7.716E-7 µCi/mCi Mo-99. Kata kunci: produksi Mo-99 HF, Sasaran Foil LEU P2TBDU PRODUCTION TEST OF Mo-99 FISSION PRODUCT USING LEU TARGET FOIL MADE IN P2TBDU ? BATAN. Production of Mo-99 fission product using LEU target foil of Argonne National Laboratory (ANL) has been performed several times recently in BATAN. In the production of Mo-99 using modified Cinthichem method, the LEU target foil was very critical. This paper reported production test on Mo-99 fission product using LEU target foil ( LEU < 20% U-235) made by P2TBDU ? BATAN using modified Cintichem method. The process included dissolving of LEU foil with 9.5 N HNO3, suctioning of iodine gas, separation process using precipitation with ??benzoin oxime, and purification by column chromatography. The LEU foil was completely dissolved after 30 minutes and gas suction was performed by cooling with liquid nitrogen. After separation and two purification steps, the radionuclide impurities were remained high and activity of ?impurities exceeded international standard requirements, i.e. 7.716E-7 µCi/mCi Mo-99. Key words: Production of Mo-99 FP, Target foil LEU P2TBDU
UJI KUALITAS PRODUK I-131 HASIL BELAH U-235 Wisnukaton, Khadarisman; Suparman, Ibon; Gunawan, Adang Hardi; Lubis, Hotman; Ritonga, Togar Marsangap; Sukmana, Ateng; Tahyan, Yayan; Haffid, Dadang; Lestari, Enny; Sriyono, Sriyono; Herlina, Herlina
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 3, No 1 (2000): JURNAL PRR 2000
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3666.88 KB)

Abstract

UJI KUALITAS PRODUK 131I HASIL BELAH 235U. Telah dilakukan uji kualitas terhadap 10 buah cuplikan produk 131I hasil belah 235U. Pemeriksaan cuplikan meliputi penetapan konsentrasi radioaktivitas 131I, pH, kemurnian radiokimia, kontaminasi radionuklida pemancar gamma dan alfa. Semua produk 131I hasil belah dalam percobaan ini pH-nya memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan oleh Medi Physic Inc. Konsentrasi radioaktivitas 131I hasil belah 235U tidak ada yang memenuhi syarat. Sembilan cuplikan dari 10 cuplikan memenuhi persyaratan kemurnian radiokimia yang dianalisis dengan cara kromatografi kertas. Delapan cuplikan memenuhi syarat kontaminasi radionuklida pemancar alfa. Sebanyak 6 cuplikan produk 131I memenuhi syarat kontaminasi radionuklida pemancar gamma, dan ada 4 cuplikan yang tidak memenuhi syarat. Dengan demikian semua produk tidak ada yang memenuhi semua persyaratan sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan oleh Medi Physic Inc. QUALITY CONTROL TESTS OF FISSION PRODUCT 131I. Quality control tests were carried out for 10 samples of fission product 131I obtained from irradiated high enriched uranium target (UI25 = 93%) from 235U. The analysis of samples covered the determination of 131I radioactivity concentration, pH of solution, and radiochemical purity as well as gamma and alpha radionuclide impurities. Results were compared to the Medi Physics quality requirements. The fission produced 131I samples in this experiment met the required pH value but no one met the required radioactive concentration. The radiochemical purity determined by paper chromatography method shows the yield more than 95 %. It was found that eight samples showed alpha emitter contaminants under the permissible value, and two others were higher than the permissible value.