Rachmat Fajar Lubis
Pusat Penelitian Geoteknologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Published : 14 Documents
Articles

Found 14 Documents
Search

DOSIS RATA-RATA HARIAN DAN EFEKTIF TAHUNAN RADON AIRTANAH PADA DAERAH GUNUNG MASIGIT, KECAMATAN CIPATAT, KABUPATEN BANDUNG BARAT, INDONESIA Azhari, Azhari; Susilo, Ivhatry Rizky Octavia Putri; Bintarsih, Bintarsih; Lubis, Rachmat Fajar; Sitam, Suhardjo
JURNAL RISET GEOLOGI DAN PERTAMBANGAN Vol 29, No 2 (2019)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/risetgeotam2019.v29.1020

Abstract

Konsentrasi radon dapat mempengaruhi kondisi air yang biasa dikonsumsi masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari. Hal ini berpotensi terhadap resiko kesehatan termasuk resiko kanker. Pada penelitian ini sampel didapatkan dari sumber air di berbagai kampung di daerah Gunung Masigit, Cipatat, yang biasa digunakan oleh masyarakat sekitar untuk keperluan sehari-hari. Sampel di tes menggunakan RAD 7 Electronic Radon detector. Konsentrasi radon pada sampel bervariasi di setiap sumber air. Konsentrasi radon terukur yaitu  2030± 509 Bq/m3, yang berasal dari sumber mata air kampung Cisalada dan 1140±393 Bq/m3 yang berasal dari air sumur Kampung Giri Mulya dan 705±393 Bq/m3 pada mata air daerah Kampung Pamucatan. Konsentrasi ini digunakan untuk menghitung konsentrasi rerata harian pada penduduk sekitar yang terpapar radon. Dosis rerata harian individu yang terpapar akibat konsumsi air mengandung radon  adalah 5,0 × 10-3 kg/ug/hari dan dosis efektif tahunan lebih rendah dari 0,1 mSv/tahun. Penelitian ini direkomendasikan sebagai acuan komprehensif yang dapat ditarik untuk kajian radiobiologi kesehatan dan toksisitas yang berhubungan dengan penyakit dan kualitas hidup masyarakat.Radon concentration affects the water condition, which is consumed daily. Radon is potentially have an effect on health, including cancer risk. In this research, samples were obtained from variou water sources in villages in Gunung Masigit, Cipatat. The samples were tested using RAD 7 Electronic Radon detector. We found that radon concentrations in water vary in each water source. Radon concentration from spring in Cisalada is 2030±509 Bq/m3, from water wells in Giri Mulya is 1140±393 Bq/m3 and from spring in pamucatan is 705±393 Bq/m3. The radon concentrations are used to calculate the daily average dose in the population. The daily average dose of individuals exposed for consuming water containing radon is 5.0 × 10-3 kg/ug/day, and the annually effective dose is lower than 0.1 mSv/year. This research is recommended as a comprehensive reference for radiobiology studies of health and disease-related toxicity and the quality of life of communities.
BASEMENT CHARACTERISTICS OF JAKARTA GROUNDWATER BASIN BASED ON SATELLITE GRAVIMETRY DATA Nugraha, Gumilar Utamas; Handayani, Lina; Lubis, Rachmat Fajar; Wardhana, Dadan Dani; Gaol, Karit Lumban
Indonesian Journal of Geography Vol 52, No 1 (2020): Indonesian Journal of Geography
Publisher : Faculty of Geography, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.363 KB) | DOI: 10.22146/ijg.46672

Abstract

Jakarta groundwater basin is one of the most developed basins in Indonesia as Jakarta city is located within the basin, with an elevation ranging from 0 to 1000 m above sea level. The study of the basement characteristics of groundwater basins still needs further study in the Jakarta Groundwater Basin. The objective of this study is to examine the basement characteristics of Jakarta Groundwater Basin by satellite gravimetry. Gravity forward models were constructed using Oasis Montaj and 2-D GM-SYS software for two north-south sections, A and B, and west-east section C-D. Regional anomalies in the study area with a value range of 36.7 to 53.2 mGal, while the residual anomaly values in the study area were in the range of -7.0 - 10.0 mGal. There are four rock formations based on forwarding modeling. Holocene Beach Ridge Deposit formation has a density of 2.0 gr/cc. The thickness of this formation is estimated to be around 10-20 meters. Late Pleistocene Alluvial fan has a density of about 2.2 gr/cc. The depth of this layer ranges from 10-50 meters. Early Pleistocene Formation, has a density of 2.35 gr/cc. The thickness of this formation is at a depth of 50-200 meters in the cross-section. The Tertiary Marine Sediment Formation is a basement of the Jakarta Groundwater Basin. This formation has a rock density of 2.45 gr/cc. 
GROUNDWATER CHARACTERISTICS IN JAKARTA AREA, INDONESIA Kagabu, Makoto; Delinom, Robert M.; Lubis, Rachmat Fajar; Shimada, Jun; Taniguchi, Makoto
JURNAL RISET GEOLOGI DAN PERTAMBANGAN Vol 20, No 2 (2010)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1178.135 KB) | DOI: 10.14203/risetgeotam2010.v20.35

Abstract

ABSTRACT In the Jakarta area (Indonesia), excessive groundwater pumping due to the rapidly increasing population has caused groundwater-related problems such as brackish water contamination in coastal areas and land subsidence. In this study, we adopted multiple hydrogeochemical techniques to understand groundwater characteristic in the Jakarta area. Although almost all groundwater existing in the Jakarta basin is recharged at similar elevations, the water quality and apparent residence time demonstrates a clear difference between the shallow and deep aquifers. Due to the rapid decrease in the groundwater potential in urban areas, we found that the seawater intrusion in shallow aquifer and the shallow and deep groundwaters are mixing, a conclusion confirmed by major ions, Br−:Cl− ratios and chlorofluorocarbon (CFC)-12 analysis.
PENENTUAN LOKASI IMBUHAN AIRTANAH DENGAN PELACAK ISOTOP STABIL 18O DAN 2H DI CEKUNGAN AIRTANAH DATARAN RENDAH SEMARANG, JAWA TENGAH Sudaryanto, Sudaryanto; Lubis, Rachmat Fajar
JURNAL RISET GEOLOGI DAN PERTAMBANGAN Vol 21, No 2 (2011)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.392 KB) | DOI: 10.14203/risetgeotam2011.v21.51

Abstract

ABSTRAK Pengambilan airtanah di dataran rendah Semarang yang tidak terkendali menimbulkan dampak krisis airtanah yang ditandai dengan penurunan muka airtanah dari tahun ke tahun. Ketersediaan airtanah berkaitan erat dengan jumlah imbuhan (recharge) air ke dalam tanah dan jumlah yang diambil. Penentuan daerah imbuhan dilakukan dengan cara melakukan analisis isotop stabil 18O dan  2H dan membandingkannya dengan tipe air serta kondisi hidrologelogi. Untuk keperluan tersebut, telah dilakukan penelitian airtanah di 9 lokasi yang tersebar di wilayah Semarang, yang terdiri atas 7 conto airtanah tertekan dan 2 contoh airtanah tidak tertekan. Hasil yang didapat dari analisis tersebut adalah bahwa airtanah pada akifer yang berumur kuarter berasal dari air yang diresapkan ke dalam tanah di dalam cekungan tersebut, sementara air yang terdapat dalam akifer Formasi Damar berasal dari daerah di ketinggian di atas 400 m dpl yang terletak di selatan Semarang. Di samping itu sesar yang memisahkan sistem akuifer Formasi Damar dengan sistem akuifer kuarter berfungsi sebagai penghalang masuknya airtanah dari bagian selatan ke akuifer kuarter di dataran Semarang.
PERUBAHAN IKLIM DAN PEMANASAN GLOBAL DI INDONESIA; DAMPAKNYA TERHADAP KONDISI BAWAH PERMUKAAN Studi Kasus : DKI JAKARTA Lubis, Rachmat Fajar; Delinom, Robert
Widyariset Vol 13, No 3 (2010): Widyariset
Publisher : LIPI-Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.516 KB)

Abstract

Indonesia is exposed to climate change, especially with regard to the rising sea level, changes in precipitation and extreme events. This will particularly impact to many sectors in this country. In order to evaluate the impact on subsurface environment, groundwater temperatures in boreholes can be an important source of information on recent climatic changes. Subsurface temperatures in Jakarta city were analyzed to evaluate the effects. As a result the magnitude of surface warming was increase 1.4°C which agreed with the increase of air temperature meteorological data during the last 100 years. This is the preliminary results of significant increase in climate change during the last century in Jakarta. Still today, the information on vulnerability and adaptive measures is not sufficient in order to plan and design appropriate activities on the national level in Indonesia.
PEMANFAATAN BAND TERMAL CITRA LANDSAT UNTUK IDENTIFIKASI KELUARAN AIRTANAH LEPAS PANTAI (KALP) DI PANTAI UTARA LOMBOK Lestiana, Hilda; Sukristiyanti, Sukristiyanti; Bakti, Hendra; Lubis, Rachmat Fajar
JURNAL RISET GEOLOGI DAN PERTAMBANGAN Vol 27, No 1 (2017)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1111.485 KB) | DOI: 10.14203/risetgeotam2017.v27.422

Abstract

This paper examines the use of Landsat 7 and 8 thermal band as an indirect method of identifying submarine groundwater discharge (SGD) in the northern coast of Lombok Island. Image processing steps include atmospheric correction, the acquisition value of the effective temperature, effective temperature anomalies and effective standardised temperature anomalies, as well as image enhancement. Effective standardised temperature anomaly map has more varied pattern than the effective temperature map. But both of them have not been able to demonstrate the extreme temperatures that indicate the location of SGD. Parameter of effective standardised temperature anomaly could not be used as a single variable. SGD identification in tropical area needs more detailed spatial resolution. The acquisition time has also to be considered i.e. when low tidal and for low temperature SGD, when the water temperature is warmer. AbstrakMakalah ini mengkaji penggunaan band termal citra Landsat 7 dan 8 sebagai metode tidak langsung dalam mengidentifikasi kehadiran keluaran airtanah lepas pantai (KALP) di perairanutara Pulau Lombok. Langkah pengolahan citra meliputi koreksi atmosferik, pemerolehan nilai suhu efektif, anomali suhu efektif, dan anomali suhu efektif standar serta penajaman citra. Petaanomali suhu efektif standar memiliki pola yang lebih bervariatif dibandingkan peta suhu efektif. Namun keduanya belum dapat menunjukkan suhu ekstrim yang mengindikasikan lokasi KALP. Parameter anomali suhu efektif standar tidak dapat dipergunakan sebagai variabel tunggal. Identifikasi lokasi KALP di daerah tropis membutuhkan data citra dengan resolusi spasial yang lebih detail. Pemanfaatan data citra juga perlu memperhatikan waktu perekaman citra yaitu pada saat kondisi perairan hangat untuk kasus KALP bersuhu rendah dan pada saat air surut.
PENJEJAK KELUARAN AIRTANAH DI LEPAS PANTAI (KALP) DI PANTAI UTARA SEMARANG DAN SEKITARNYA DENGAN 222RADON Bakti, Hendra; Naily, Wilda; Lubis, Rachmat Fajar; Delinom, Robert M.; Sudaryanto, Sudaryanto
JURNAL RISET GEOLOGI DAN PERTAMBANGAN Vol 24, No 1 (2014)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.708 KB) | DOI: 10.14203/risetgeotam2014.v24.80

Abstract

ABSTRAK Pengambilan airtanah di kota Semarang di tahun 2009 mencapai 17,4 juta m3 setiap tahunnya dan terkonsentrasi di daerah Semarang Utara. Dampak yang timbul adalah  terjadinya krisis airtanah yang ditandai dengan penurunan muka airtanah sedalam hampir 20 meter pada daerah seluas 30 m2. Penurunan  muka airtanah tersebut mengakibatkan terkontaminasinya airtanah dalam (deep aquifer) termasuk intrusi air laut, penurunan permukaan tanah (land subsidence), dan banjir genangan (rob). Untuk mendeteksi kehadiran KALP yangberasosiasi dengan tidak adanya intrusi air laut, dilakukan penelitian dengan menggunakan isotop radon. Hasil penelitian menunjukkan tingginya level radon pada air laut di sebagian lokasi di lepas pantai, yang berasosiasi dengan aluvial pasir yang terendapkan di sekitar pantai. Kondisi ini mencerminkan adanya airtanah tawar secara lokal dalam jumlah terbatas ke laut
SUBMARINE GROUNDWATER DISCHARGE (SGD) IN INDONESIA Lubis, Rachmat Fajar; Bakti, Hendra; Suriadarma, Ade
JURNAL RISET GEOLOGI DAN PERTAMBANGAN Vol 21, No 1 (2011)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.46 KB) | DOI: 10.14203/risetgeotam2011.v21.46

Abstract

ABSTRAK Mengikuti kontrol gayaMengikuti kontrol gaya gravitasi, airtanah akan mengalir menuju titik terendah dan pada beberapa lokasi akan mengalami kontak dengan air laut pada akhir sistem luaran aliran. Pada penelitian terdahulu, bentuk kontak ini telah seringkali dibahas berdasarkan hukum Ghyben-Herzberg. Mengikuti hukum fisika, airtanah dapat keluar di tepi pantai, lepas pantai atau didasar laut. Keluaran inilah yang secara terminologi dapat disebut sebagai keluaran airtanah di lepas pantai (SGD). Dari analisis keluaran airtanah di lepas pantai ini, terlihat bahwa keluaran ini memiliki beberapa bentuk seperti rembesan dekat pantai, rembesan aliran airtanah dan mataair lepas pantai. Keluaran inipun merupakan jalur penghubung yang penting antara interaksi airtanah dan air laut. Pemahaman keluaran airtanah di lepas pantai ini akan sangat membantu untuk permasalahan potensi pencemaran pantai, sumber nutrisi untuk wilayah lepas pantai dan alternatif kebutuhan akan air bersih. Makalah ini membahas tentang bukti ilmiah keberadaan keluaran airtanah di lepas pantai Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses keluaran airtanah dilepas pantai tersebar di berbagai wilayah pesisir Indonesia. Penilaian karakteristik dan besarannya di masing-masing lokasi memerlukan berbagai teknik yang berbeda tergantung pada kondisi geologi dan hidrogeologi keluaran tersebut. Pengamatan secara detail telah dilakukan di 6 lokasi, dimana penelitian ini adalah pertama kalinya dilakukan di Indonesia.
PENENTUAN INDEKS KERENTANAN AIRTANAH PESISIR JAWA DI WILAYAH SELAT SUNDA DENGAN MENGGUNAKAN METODE GALDIT Lubis, Rachmat Fajar; Purwoarminta, Ananta; Bakti, Hendra; Kusumah, Gunardi W
JURNAL RISET GEOLOGI DAN PERTAMBANGAN Vol 28, No 1 (2018)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1298.261 KB) | DOI: 10.14203/risetgeotam2018.v28.554

Abstract

Kerentanan airtanah pesisir merupakan salah satu isu yang sangat penting dalam perkembangan pembangunan saat ini. Antisipasi dan upaya mengurangi dampak negatif kualitas airtanah wilayah pesisir akibat faktor antropogenik dan perubahan iklim, memerlukan upaya penentuan indikasi daerah yang memiliki kerentanan tinggi. Upaya pembobotan diperlukan berdasarkan faktor-faktor yang paling penting dalam memahami kerentanan airtanah wilayah pesisir. Metode GALDIT merupakan salahsatu sistem peringkat numerik untuk menilainya. Tiga komponen penting dari sistem ini adalah kriteria bobot, rentang data dan peringkatnya. Fokus dari penelitian ini adalah pada penerapan dan metode GALDIT untuk mengakses kerentanan airtanah pesisir di wilayah Pulau Jawa sepanjang Selat Sunda. Kesimpulannya, metode ini perlu diintegrasikan dengan faktor kerentanan lokal dan dibandingkan dengan metode lainnya agar dapat diaplikasikan dengan lebih akurat.Groundwater coastal vulnerability is one of the most important issues in the human development today. Anticipation to mitigate negative impacts of groundwater coastal quality due to climate change impacts and anthropogenic activities, required to indicate the zonation with high vulnerability index. The GALDIT method is a one of numerical rating system for assessing the susceptibility of groundwater coastal vulnerability. Three important parts of this system were weighting criteria, range of data and ratings. The focus of this research is to applied GALDIT method to access groundwater coastal vulnerability in Jawa Island along the Sunda Strait. In conclusion, this method needs to be integrated with local vulnerability factors and compared with other methods to be applied more accurately.
TRANSPORT AND TRANSFORMATION OF CHEMICAL COMPONENTS IN THE GROUNDWATER FLOW SYSTEM OF JAKARTA METROPOLITAN AREA Saito, Mitsuyo; Onodera, Shin-ichi; Umezawa, Yu; Hosono, Takahiro; Shimizu, Yuta; Delinom, Robert M.; Lubis, Rachmat Fajar; Taniguchi, Makoto
JURNAL RISET GEOLOGI DAN PERTAMBANGAN Vol 21, No 1 (2011)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (778.004 KB) | DOI: 10.14203/risetgeotam2011.v21.41

Abstract

ABSTRACT The aim of this study is to examine the transport and transformation of chemical components within the groundwater flow in Jakarta area, and to evaluate the effects of accelerated urbanization on it. The collected data showed that the current hydraulic potential in the Jakarta metropolitan area is below sea level because of prior excess abstraction of groundwater. The distribution of Cl- and Mn2- concentration in groundwater suggests that the decline in hydraulic potential has caused the intrusion of seawater to shallow groundwater and the movement of shallow groundwater into deep groundwater. It implies an accumulation of contaminants in deep aquifers. On the other hands, the presentation of NO3--N in groundwater is suggested to be attenuated by the processes of denitrification and dilution in the coastal area.