p-Index From 2015 - 2020
9.039
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Signifikan : Jurnal Ilmu Ekonomi Jurnal Unisia Katalogis TEKNIK METANA Indonesian Journal of Economics and Bussiness Jurnal Kedokteran Hewan JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Jurnal Konseling dan Pendidikan AL KAUNIYAH Legal Opinion Jurnal Simetris CHEMICA Jurnal Teknik Kimia PREDIKSI Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan EurekaMatika (Jurnal Online Matematika S1) Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan INFO-TEKNIK IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Literature Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan JURNAL ILMU BUDAYA JAKPP : Jurnal Analisis Kebijakan & Pelayanan Publik KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi (JustIN) Creative Information Technology Journal Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Taman Vokasi Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Turbo : Jurnal Program Studi Teknik Mesin ANIMAL PRODUCTION Risâlah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Faktor Exacta Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Jurnal PGSD: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Jurnal Riset Pendidikan Dasar JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Linguistics and Elt Journal JURNAL GEOGRAFI Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Jurnal Rekayasa Sipil Jurnal BISNIS & KEWIRAUSAHAAN Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Petir Jurnal POLIMESIN Jurnal Psikologi Sosial JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan ComTech: Computer, Mathematics and Engineering Applications Jurnal Teknologi Pertanian Andalas SAP (Susunan Artikel Pendidikan) Ekonis: Jurnal Ekonomi dan Bisnis CCIT (Creative Communication and Innovative Technology) Journal Jurnal Humaniora : Jurnal Ilmu Sosial, Ekonomi dan Hukum AJAR : Atma Jaya Accounting Research SIMAK : Jurnal Sistem Informasi, Manajemen, dan Akuntansi EL-AFKAR : Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tafsir Hadis Jurnal Ilmiah Betrik : Besemah Teknologi Informasi dan Komputer Jurnal Agrium Qiyas : Jurnal Hukum Islam dan Peradilan Jurnal Ilmiah Maju Respati Jurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi Ummat
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JAKPP : Jurnal Analisis Kebijakan

Red Tape Dan Perilaku Masyarakat Dalam Pelayanan Izin Usaha Perdagangan Di Kota Makassar Lukman, Lukman
JAKPP : Jurnal Analisis Kebijakan & Pelayanan Publik Volume 1 Number 1, July 2015
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Red tape sebagai patologi telah lama menjadi fokus kajian pakar birokrasi. Pada penelitian sebelumnya red tape diasumsikan sebagai bagian di tingkat personal sebagaimana teori klasik Merton (1940) mengenai perubahan tujuan. Lebih lanjut Waldo (1946) mengurai bahwa seseorang yang melakukan red tape akan menjadi sistem yang berlaku ke yang lain. Osborne dan Gaebler (1992) mengurainya sebagai orang-orang yang berkinerja baik namun terperangkap dalam sistem yang buruk. Bozeman dan Feneey (2011) red tape seringkali dipergunakan sebagai sinonim dari istilah prosedur, peraturan dan regulasi, manakala ketiganya berjalan menyimpang dan menjadi berlebih-lebihan, maka pada saat itulah red tape ada dan berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bentuk-bentuk red tape, menjelaskan perilaku masyarakat wirausaha menghindari red tape, dan merumuskan model untuk mengurangi red tape dalam proses pelayanan penerbitan SIUP. Lokasi penelitian adalah Kota Makassar. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif-eksplanatif, dengan metode case study. Informannya adalah masyarakat wirausaha yang telah memperoleh SIUP pada tahun 2011. Data diperoleh melalui wawancara mendalam. Teknik analisis yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan . Hasil penelitian  menunjukkan bahwa terdapat lima jenis bentuk red tape  yang dijumpai dalam penerbitan SIUP, meliputi: persyaratan yang banyak, kurang relevan dan ketat; struktur dan hierarki yang panjang, ketat dan berlebihan; prosedur atau tahapan yang rigid atau rinci, kompleks, panjang dan ketaatan secara berlebihan, serta berbelit-belit; waktu yang lebih lama dari ketentuan, biaya yang lebih tinggi dari standar yang telah ditetapkan; dan sikap dan perilaku petugas yang suka menunda dan acuh tak acuh, mendahulukan keluarga, sahabat dan kroni- kroninya, mengharapkan imbalan, kurang menghargai masyarakat yang dilayani. Adapun perilaku masyarakat wirausaha menghindari red tape adalah dengan cara menelikung (short cut behavior) dan menyuap (bribery behavior). Untuk itu penulis menawarkan pemutusan red tape dengan merampingkan struktur dan menyederhanakan prosedur. dengan melalui tiga hierarki atau prosedurKata kunci : Patologi Birokrasi, Red Tape Dalam Pelayanan PublikAbstract : Red tape as pathology has long been the focus of an expert study of bureaucracy. Early scholarly attempts conceptualized red tape at the individual level as in Mertons classic thesis (1940) about goal displacement. Waldo (1946) one mans red tape is another mans system. Kaufman (1977) one persons red tape may be anothers treasured safeguard. Osborne and Gaebler (1992) good people trapped in bad systems. Bozeman and Feneey (2011) red tape is often used as a synonym of the term procedures, rules and regulations, when third go wrong and becomes excessive, then thats when there is red tape and grow. This study aims to reveal the forms of red tape, to explain the behavior of the entrepreneur to avoid red tape, and formulate a model to reduce red tape in the process of publishing services SIUP. Study site is the city of Makassar. The approach used is qualitative-explanative, the case study method. Informant is a community of entrepreneurs who have obtained the business license in 2011. Data were obtained through in-depth interviews. Analytical techniques used are data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results showed that there are five kinds of red tape form found in the issuance of business license, include: the requirement that many, less relevant and tight hierarchical structure and a long, rigorous and redundant; procedures or steps that rigid or detailed, complex, long and obedience excessively, and convoluted; longer than the terms, the higher cost of established standards, and attitudes and behavior of officers who like to defer and indifferent, put the family, friends and cronies, expecting in return, lack of respect for the community it serves. The behavior of the entrepreneur to avoid red tape is cut short behavior and bribery behavior. To the authors offer a model of cutting red tape with agencies downsizing and simplifying procedures, with over three hierarchies or procedures.Key words : Pathology Of Bureaucracy, Red Tape In Public Service
Red Tape Dan Perilaku Masyarakat Dalam Pelayanan Izin Usaha Perdagangan Di Kota Makassar Lukman, Lukman
JAKPP (Jurnal Analisis Kebijakan & Pelayanan Publik) Volume 1 Number 1, July 2015
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Red tape sebagai patologi telah lama menjadi fokus kajian pakar birokrasi. Pada penelitian sebelumnya red tape diasumsikan sebagai bagian di tingkat personal sebagaimana teori klasik Merton (1940) mengenai perubahan tujuan. Lebih lanjut Waldo (1946) mengurai bahwa seseorang yang melakukan red tape akan menjadi sistem yang berlaku ke yang lain. Osborne dan Gaebler (1992) mengurainya sebagai orang-orang yang berkinerja baik namun terperangkap dalam sistem yang buruk. Bozeman dan Feneey (2011) red tape seringkali dipergunakan sebagai sinonim dari istilah prosedur, peraturan dan regulasi, manakala ketiganya berjalan menyimpang dan menjadi berlebih-lebihan, maka pada saat itulah red tape ada dan berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bentuk-bentuk red tape, menjelaskan perilaku masyarakat wirausaha menghindari red tape, dan merumuskan model untuk mengurangi red tape dalam proses pelayanan penerbitan SIUP. Lokasi penelitian adalah Kota Makassar. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif-eksplanatif, dengan metode case study. Informannya adalah masyarakat wirausaha yang telah memperoleh SIUP pada tahun 2011. Data diperoleh melalui wawancara mendalam. Teknik analisis yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan . Hasil penelitian  menunjukkan bahwa terdapat lima jenis bentuk red tape  yang dijumpai dalam penerbitan SIUP, meliputi: persyaratan yang banyak, kurang relevan dan ketat; struktur dan hierarki yang panjang, ketat dan berlebihan; prosedur atau tahapan yang rigid atau rinci, kompleks, panjang dan ketaatan secara berlebihan, serta berbelit-belit; waktu yang lebih lama dari ketentuan, biaya yang lebih tinggi dari standar yang telah ditetapkan; dan sikap dan perilaku petugas yang suka menunda dan acuh tak acuh, mendahulukan keluarga, sahabat dan kroni- kroninya, mengharapkan imbalan, kurang menghargai masyarakat yang dilayani. Adapun perilaku masyarakat wirausaha menghindari red tape adalah dengan cara menelikung (short cut behavior) dan menyuap (bribery behavior). Untuk itu penulis menawarkan pemutusan red tape dengan merampingkan struktur dan menyederhanakan prosedur. dengan melalui tiga hierarki atau prosedurKata kunci : Patologi Birokrasi, Red Tape Dalam Pelayanan PublikAbstract : Red tape as pathology has long been the focus of an expert study of bureaucracy. Early scholarly attempts conceptualized red tape at the individual level as in Merton's classic thesis (1940) about goal displacement. Waldo (1946) one man's red tape is another man's system. Kaufman (1977) one person's red tape may be another's treasured safeguard. Osborne and Gaebler (1992) good people trapped in bad systems. Bozeman and Feneey (2011) red tape is often used as a synonym of the term procedures, rules and regulations, when third go wrong and becomes excessive, then that's when there is red tape and grow. This study aims to reveal the forms of red tape, to explain the behavior of the entrepreneur to avoid red tape, and formulate a model to reduce red tape in the process of publishing services SIUP. Study site is the city of Makassar. The approach used is qualitative-explanative, the case study method. Informant is a community of entrepreneurs who have obtained the business license in 2011. Data were obtained through in-depth interviews. Analytical techniques used are data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results showed that there are five kinds of red tape form found in the issuance of business license, include: the requirement that many, less relevant and tight hierarchical structure and a long, rigorous and redundant; procedures or steps that rigid or detailed, complex, long and obedience excessively, and convoluted; longer than the terms, the higher cost of established standards, and attitudes and behavior of officers who like to defer and indifferent, put the family, friends and cronies, expecting in return, lack of respect for the community it serves. The behavior of the entrepreneur to avoid red tape is cut short behavior and bribery behavior. To the authors offer a model of cutting red tape with agencies downsizing and simplifying procedures, with over three hierarchies or procedures.Key words : Pathology Of Bureaucracy, Red Tape In Public Service
Co-Authors Achmad Haikal, Achmad Achmad Supriyanto Agus Dwi Anggono Amsal Amri Andi Alimuddin Unde, Andi Alimuddin Anto Tri Susilo, Andri Anzalena, Ria Aptensi, Fenny Ardian, Ani Ardian, Ani Ari Susandy Sanjaya, Ari Susandy Arskadius A, Mohd. Asbah, Asbah Aswin Fitriansyah, Aswin Burhanuddin Burhanuddin Candramustika, Eri Casanova, Gusti Chrismadha, T Dadi, Sri Deden Ibnu Aqil, Deden Ibnu Dila, Ratna Djuwita, Puspa Dwi Anggraini Fadma, Mike Wahyu Fakhrudin, Muhammad Fibriani, Fini Fitriani agustina Fransiskus Randa Gupron, Ahmad Hamidah Hamidah Hamsir Hamsir Harry Dhika, Harry Hartomo, Farid Hakim Tri Hartono Hartono Hasan Hasan Helfi Nasution Hidayati Hidayati Hijril, Hijril Hustarna Hustarna, Hustarna I Wayan Lanus Sumadiasa, I Wayan Lanus Ilham Ilham Imam Sunoto, Imam Indrawan, Donny Ishartiwi Ishartiwi Jatun, Muhammad Nugraha juarsa, osa Karjiyati, Victoria La'bi, Obertus Bilang Laba, Muhammad Sabir Lalu Ahmad Zaenuri, Lalu Ahmad Lily Surayya Eka Putri, Lily Surayya Eka M Azhar Irwansyah, M Azhar Maivira, Enjelia Maryami, Maryami Maulana, Khaidir Muchdar, Muchdar Muhammad Ichsan Munanjar, Azwar Mutia Dwi Haryanti, Mutia Dwi Mutiara, Rahma Nita Wijayanti, Ni Putu Nurdin Nurdin Nurdin, Muh. Nur Hidayat Nurul Fitroh, Nurul Oscar Yanuarianto, Oscar Ovra, Ovra Pambudi, Hushyain Pribadi, Muhammad Fachrul Risqi Putra, Arik Andrian Putra, Ganesh Rahman, M. Adi Rahmat Hidayat Ramlah Ramlah Resnani, Resnani Resnani, Resnani Rodiah Rodiah Saifuddin Saifuddin Samsul Hadi Sanjaya, Ari Susandy Saputra, Dian Noviardi Saputra, Evriyana Indra Saputro, Arif Marda Sarjito Sarjito Septian, Rio Silvia Silvia Slameto, Andika Agus Srivani, Musbatik Subekti, Mohammad Sudarso, J Susi Susanti Suwandi Ng Suwarto, Fardzanela Syauki, Moch Uddin, Faqih Burhan vierto, vierto Weriantoni, Weriantoni Wicaksono, Andi Satrio Wiratama, Richard Wuisan, Felicia Yanti, Marince Fitri Yuliantini, Nani Yusuf, Syahril Zainur, Zainur Zulfiar, Edy