Elsje Theodora Maasawet
Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Mulawarman Samarinda

Published : 12 Documents
Articles

Found 12 Documents
Search

MENINGKATKAN KEMAMPUAN KERJASAMA BELAJAR BIOLOGI MELALUI PENERAPAN STRATEGI INKUIRI TERBIMBING PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI VI KOTA SAMARINDA TAHUN PELAJARAN 2010/ 2011 Maasawet, Elsje Theodora
Bioedukasi Jurnal Pendidikan Biologi Vol 2, No 1 (2011): Mei 2011
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatkan kemampuan kerjasama dalam belajar biologi melalui penerapan strategi inkuiri terbimbing pada siswa kelas VII semester ganjil SMP Negeri 6 Kota Samarinda Tahun Pelajaran 2010/ 2011. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam tiga siklus, dalam tiap siklus terdiri dari tiga kali pertemuan, dalam tiap pertemuan peneliti dan observer mengamati kemampuan kerjasama siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah keseluruhan siswa kelas VII-6 SMP Negeri 6 Samarinda yang berjumlah 44 orang dari populasi seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 6 Samarinda yang berjumlah 343 orang. Hasil penelitian menunujukkan bahwa siklus I dari tiga kali pertemuan diperoleh rata-rata kemampuan kerjasama siswa sebesar 12,04%, siklus II dari tiga kali pertemuan diperoleh rata-rata kemampuan kerjasama siswa dalam belajar biologi sebesar 61,58% siswa yang mampu, dan pada siklus III dalam tiga kali pertemuan diperoleh rata-rata kemampuan kerjasama siswa sebesar 84,53% siswa yang mampu. Berdasarkan hasil anlisis data tersebut dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan kerjasama siswa dalam belajar biologi melalui penerapan strategi inkuiri terbimbing. Kata kunci:     inkuiri terbimbing, kemampuan kerjasama
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF SNOWBALLING PADA SEKOLAH MULTIETNIS TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SAINS BIOLOGI SISWA SMP SAMARINDA Maasawet, Elsje Theodora
Bioedukasi Jurnal Pendidikan Biologi Vol 1, No 1 (2010): Mei 2010
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The educational world has recently shown that there have been more and more educational observers and practisioners who care about education, particularly in trying to imporve the quality of education. Samarinda is among many other cities in Indonesia that has an ethnical variety. The number of ethnics found to have inhabited Samarinda are: Javanese, Banjarese,  Buginese,  Kutainese,  Dayaks,  Bataks,  Ambonese,  Manadonese,  Chinese,  Butonese, and Maduranese. The ethnical variety can inevitably trigger different problems confronted by the community, particularly the students’ ethincial background at schools. Survey showed that the VIII grade SMP students’ learning results in Samarinda was was still low, The learning strategy that can facilitate these multi-ethnical students will be very helpful in improving their learning results. The learning strategy that can be applied upon multi-ethnical students is the Snowballing cooperative learning strategy. This study aims to find out the influence of the Snowballing strategy upon critical thinking, cognitive learning results, and both of them play role in developing social attitude of multi-ethnic SMP students in Samarinda.  Activites in the study consist of two stages: 1) survey research 2) the experiment-quasy research. Results of the Ancova tests indicated that there was a significant result of the Snowballing learning strategy upon the critical thinking, cognitive learning result and students. There was a significan influence of multi-ethnic condition upon critical thinking, cognitive learning result students. Javanese-ethnic students have the highest critical thinking ability and cognitie learning results compared to the their ethnic groups such as Banjarnese, Bugisnese, Kutainese and Dayaks. The SMP biology science teachers of Samarinda are suggested that they implement both snowballing cooperative strategies, as they have been proven to have been able to improve students’ critical thinking ability and cognitive learning results. Kata Kunci: Snowballing, Multietnik, Berpikir Kritis.
ANALISIS PERMASALAHAN GURU DAN SISWA TERKAIT PERANGKAT PEMBELAJARAN BIOLOGI SMA BERBASIS INQUIRY DAN PEMECAHANNYA Nuraini, Nuraini; Tindangen, Makrina; Maasawet, Elsje Theodora
Journal of Biology Education Vol 5 No 3 (2016): 2016
Publisher : Journal of Biology Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh 1) gambaran pemahaman guru SMA terkait perangkat pembelajaran Biologi berbasis Inquiry, 2) rumusan solusi dalam mengatasi permasalahan guru terkait pengembangan perangkat pembelajaran Biologi di SMA, 3) gambaran kemampuan siswa memecahkan masalah Biologi berbasis Inquiry, 4) rumusan solusi dalam mengatasi kemampuan pemecahan masalah siswa terkait pembelajaran Biologi berbasis Inquiry. Gambaran pemahaman guru dan siswa ditentukan dengan wawancara dan angket dianalisis secara secara deskriftif kualitatif. Hasil penelitian diketahui bahwa: 1) pemahaman guru terkait perangkat pembelajaran biologi berbasis Inquiry masih kurang sehingga penggunaannya pada proses pembelajaran belum dilakukan secara optimal, 2) Guru mengalami kendala dalam pembuatan perangkat pembelajaran. memerlukan referensi acuan, kegiatan pendampingan dan sosialisasi dalam pengembangangan perangkat pembelajaran berbasis Inquiry, 3) Siswa masih sulit dalam memecahkan permasalahan pada proses pembelajaran di kelas, 4) rendahnya kemampuan siswa memecahan masalah perlu diatasi dengan bimbingan guru secara penuh. The aim of this study is to obtain 1) description of the understanding level of high school teachers related to inquiry-based biology learning kit, 2) the solutions formulation to overcome of teachers’ problems in developing Biology learning kit in high school, 3) description of the level of students’ problem-solving skills related to Inquiry-based biology learning, 4) the solutions formulation to solve the students problem solving skills related to Inquiry based biology learning. General overview of teachers’ and students’ understanding was explored by interview and questionnaire then by descriptively qualitative analyzed. It found that 1) teachers had low understanding level of inquiry based biology learning kit, so it was not optimally applied learning process 2) teachers had problems in making learning kit, need references, mentoring activities and socialization to conduct inquiry based learning model, 3) students were still hard to overcome problems appeared in learning process, 4) the low level of students’ problem-solving skills need to be addressed with teachers’ full guidance.
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI MELALUI KELAS RANGKAP UNTUK PENINGKATAN MOTIVASI DAN KEMAMPUAN PENGGUNAAN SOFTWARE PRESENTASI DI SMK NEGERI 1 SAMARINDA Maasawet, Elsje Theodora; Supanda, Anda
Jurnal Edubio Tropika Vol 3, No 1 (2015): Jurnal EduBio Tropika
Publisher : Jurnal Edubio Tropika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.03 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatkan motivasi dan kemampuan penggunaan software presentasi melalui model pembelajaran inkuiri mata pelajaran Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi (KKPI) bagi peserta didik SMK Negeri 1 Samarinda.melalui penelitian tindakan kelas (PTK), pengambilan data melalui observasi, dan tes. Hasil Penelitian menunjukkan adanya peningkatan motivasi peserta didik kelas XII UPW 1 (A) dengan kategori baik sebesar 17,64% dari 64,71% pada pra tindakan menjadi 82,35% pada siklus I, naik 11,77% dari 82,35% pada siklus I menjadi 94,12% pada siklus II dan adanya peningkatan motivasi kategori sangat baik sebesar 11,77% dari 5,88% pada siklus II menjadi 17,65% pada siklus III. Adapun untuk kelas XII UPW 1 (B) terjadi peningkatan juga untuk motivasi kategori baik sebesar 11,77% dari 76,47% pada pra tindakan menjadi 88,24% pada siklus I, naik sebesar 11,76% dari 88,24% pada siklus I menjadi 100% pada siklus II, sedangkan untuk kategori sangat baik yang pada siklus II tidak ada, terjadi peningkatan 5,88% pada siklus III.Selain motivasi, juga adanya peningkatan kemampuan belajar peserta didik. Hal ini terlihat pada persentase ketuntasan belajar peserta didik kelas XII UPW 1 (A) meningkat sebesar 35,29 % dari 17,65% saat pra tindakan menjadi 52,94% pada siklus I, naik sebesar 11,77% dari siklus I sebesar 52,94% menjadi 64,71% pada siklus II dan naik sebesar 35,29% dari siklus II sebesar 64,71% menjadi 100% pada siklus III. Peningkatan ketuntasan belajar pada kelas XII UPW 1 (B) sebesar 41,18% dari 11,76% saat pra tindakan menjadi 52,94% pada siklus I, naik sebesar 11,77% dari 52,94% pada siklus I menjadi 64,71% pada siklus II, dan naik sebesar 35,29% dari 64,71% pada siklus II menjadi tuntas 100% pada siklus III.
ANALISIS PERMASALAHAN GURU DAN SISWA TERKAIT PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA BIOLOGI BERBASIS INQUIRY DAN KETERAMPILAN PENULISAN LAPORAN ILMIAH Retnaningsih, Wahyu Sekti; Maasawet, Elsje Theodora; Boleng, Didimus Tanah
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 2, No 4: April, 2017
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.796 KB) | DOI: 10.17977/jptpp.v2i4.8822

Abstract

The purpose of this study is to obtain (1) an overview of junior high school teachers understanding of science based biology instructional tools and scientific report writing skills; (2) description of students ability to write scientific reports; (3) formulation and solution to solve teacher and student problems related to inquiry-based learning And writing skills of scientific reports. A description of teacher and student understanding is determined by interviews and questionnaires are analyzed descriptively qualitatively. The result of this research is known that (1) the understanding of biology science teachers related to inquiry based biology learning device is still in the less category so that the learning process is less fun and the result is less than maximal; (2) the biology science teachers still have difficulties in the development of learning tools so it needs training, refrensi and socialization; (3) students skills in writing scientific reports are still in the category of less; (4) the need for training and guidance to develop scientific report writing skills. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh (1) gambaran pemahaman guru SMP terkait perangkat pembelajaran IPA Biologi berbasis Inquiry dan keterampilan penulisan laporan ilmiah; (2) gambaran kemampuan siswa dalam menulis laporan ilmiah; (3) rumusan dan solusi dalam mengatasi permasalahan guru dan siswa terkait pembelajaran berbasis inquiry dan keterampilan menulis laporan ilmiah. Gambaran pemahaman guru dan siswa ditentukan dengan wawancara dan penyebaran angket dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini diketahui bahwa (1) pemahaman guru IPA Biologi terkait perangkat pembelajaran Biologi berbasis inquiry masih kategori kurang sehingga proses pembelajaran kurang menyenangkan dan hasilnya kurang maksimal; (2) guru IPA Biologi masih mengalami kesulitan dalam pengembangan perangkat pembelajaran sehingga memerlukan pelatihan, referensi dan sosialisasi; (3) keterampilan siswa dalam penulisan laporan ilmiah masih dalam kategori kurang; (4) perlu adanya pelatihan dan bimbingan untuk mengembangkan keterampilan penulisan laporan ilmiah.
ANALISIS PERMASALAHAN GURU TERKAIT PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS MODEL INQUIRY DAN PERMASALAHAN SISWA TERKAIT KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI DI SMA Nuraini, Nuraini; Tindangen, Makrina; Maasawet, Elsje Theodora
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.10, Oktober 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.412 KB) | DOI: 10.17977/jp.v1i10.7653

Abstract

The aim of this study is to obtain (1) description of the understanding level of high school teachers related biology learning tools through the Inquiry based learning model, (2) the solutions formulation to solve the problems of teachers solutions related to the development of Biology learning tools in high school, (3) description of the level of problem-solving skills of students related to learning biology-based Inquiry models, (4) the solutions formulation to solve the students problem solving skills related to Inquiry based biology learning model. The observation results of teachers and students problems were analyzed by descriptive qualitative showed that (1) the understanding level of teachers related inquiry based model of biology learning tools is still lacking, so its usage in the learning process has not done optimally, (2) Teachers have trouble in making learning tools. Therefore, teachers need a reference benchmark, mentoring activities and socialization in inquiry based learning model development, (3) Students are still difficult to solve problems in the learning process in the classroom, (4) lack of problem-solving skills students need to be addressed with the full guidance teacher to student related problem solving skills.Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh (1) gambaran pemahaman guru SMA terkait perangkat pembelajaran Biologi melalui model pembelajaran berbasis Inquiry, (2) rumusan solusi dalam mengatasi permasalahan guru terkait pengembangan perangkat pembelajarann Biologi di SMA, (3) gambaran tingkat kemampuan pemecahan masalah siswa terkait pembelajaran Biologi berbasis model Inquiry, dan (4) rumusan solusi dalam mengatasi kemampuan pemecahan masalah siswa terkait pembelajaran Biologi berbasis model Inquiry. Hasil observasi permasalahan guru dan siswa yang dianalisis secara deskriptif kualitatif menunjukkan bahwa (1) pemahaman guru terkait perangkat pembelajaran Biologi berbasis model inkuiri masih kurang sehingga penggunaannya pada proses pembelajaran belum dilakukan secara optimal, (2) guru mengalami kendala dalam pembuatan perangkat pembelajaran. Oleh karena itu, guru memerlukan referensi acuan, kegiatan pendampingan dan sosialisasi dalam pengembangangan perangkat pembelajaran berbasis model Inquiry, (3) Siswa masih sulit dalam memecahkan permasalahan pada proses pembelajaran di kelas, dan (4) rendahnya kemampuan pemecahan masalah siswa perlu diatasi dengan bimbingan penuh guru kepada siswa terkait kemampuan pemecahan masalah.
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF SNOWBALLING PADA SEKOLAH MULTIETNIS TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SAINS BIOLOGI SISWA SMP SAMARINDA Maasawet, Elsje Theodora
Bioedukasi Jurnal Pendidikan Biologi Vol 1, No 1 (2010): Mei 2010
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/bioedukasi.v1i1.181

Abstract

The educational world has recently shown that there have been more and more educational observers and practisioners who care about education, particularly in trying to imporve the quality of education. Samarinda is among many other cities in Indonesia that has an ethnical variety. The number of ethnics found to have inhabited Samarinda are: Javanese, Banjarese,  Buginese,  Kutainese,  Dayaks,  Bataks,  Ambonese,  Manadonese,  Chinese,  Butonese, and Maduranese. The ethnical variety can inevitably trigger different problems confronted by the community, particularly the students’ ethincial background at schools. Survey showed that the VIII grade SMP students’ learning results in Samarinda was was still low, The learning strategy that can facilitate these multi-ethnical students will be very helpful in improving their learning results. The learning strategy that can be applied upon multi-ethnical students is the Snowballing cooperative learning strategy. This study aims to find out the influence of the Snowballing strategy upon critical thinking, cognitive learning results, and both of them play role in developing social attitude of multi-ethnic SMP students in Samarinda.  Activites in the study consist of two stages: 1) survey research 2) the experiment-quasy research. Results of the Ancova tests indicated that there was a significant result of the Snowballing learning strategy upon the critical thinking, cognitive learning result and students. There was a significan influence of multi-ethnic condition upon critical thinking, cognitive learning result students. Javanese-ethnic students have the highest critical thinking ability and cognitie learning results compared to the their ethnic groups such as Banjarnese, Bugisnese, Kutainese and Dayaks. The SMP biology science teachers of Samarinda are suggested that they implement both snowballing cooperative strategies, as they have been proven to have been able to improve students’ critical thinking ability and cognitive learning results. Kata Kunci: Snowballing, Multietnik, Berpikir Kritis.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN KERJASAMA BELAJAR BIOLOGI MELALUI PENERAPAN STRATEGI INKUIRI TERBIMBING PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI VI KOTA SAMARINDA TAHUN PELAJARAN 2010/ 2011 Maasawet, Elsje Theodora
Bioedukasi Jurnal Pendidikan Biologi Vol 2, No 1 (2011): Mei 2011
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/bioedukasi.v2i1.197

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatkan kemampuan kerjasama dalam belajar biologi melalui penerapan strategi inkuiri terbimbing pada siswa kelas VII semester ganjil SMP Negeri 6 Kota Samarinda Tahun Pelajaran 2010/ 2011. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam tiga siklus, dalam tiap siklus terdiri dari tiga kali pertemuan, dalam tiap pertemuan peneliti dan observer mengamati kemampuan kerjasama siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah keseluruhan siswa kelas VII-6 SMP Negeri 6 Samarinda yang berjumlah 44 orang dari populasi seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 6 Samarinda yang berjumlah 343 orang. Hasil penelitian menunujukkan bahwa siklus I dari tiga kali pertemuan diperoleh rata-rata kemampuan kerjasama siswa sebesar 12,04%, siklus II dari tiga kali pertemuan diperoleh rata-rata kemampuan kerjasama siswa dalam belajar biologi sebesar 61,58% siswa yang mampu, dan pada siklus III dalam tiga kali pertemuan diperoleh rata-rata kemampuan kerjasama siswa sebesar 84,53% siswa yang mampu. Berdasarkan hasil anlisis data tersebut dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan kerjasama siswa dalam belajar biologi melalui penerapan strategi inkuiri terbimbing. Kata kunci:     inkuiri terbimbing, kemampuan kerjasama
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEAMS GAMES TOURNAMENTS (TGT) DENGAN MEDIA ULAR TANGGA TERHADAP SIKAP SOSIAL SISWA DI SMA NEGERI 10 SAMARINDA Juliani, Juliani; Maasawet, Elsje Theodora; Daniel, Daniel
DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Vol 1, No 2 (2017): DWIJACENDEKIA Jurnal Riset Pedagogik
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.051 KB) | DOI: 10.20961/jdc.v1i2.15792

Abstract

Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode penelitian eksperimen dengan desain Solomon Four Group Design, yang dilakukan terhadap siswa kelas 10 di SMA Negeri 10 Samarinda. Tujuan penelitian adalah Menganalisis pengaruh sikap sosial siswa pada penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe teams games tournaments (TGT) dengan media ular tangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh sikap sosial siswa pada kelompok yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe teams games tournaments (TGT) dengan media ular tangga yaitu lebih tinggi dibanding dengan kelompok lain yang tidak menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe teams games tournaments (TGT) dengan media ular tangga. Hasil uji independent sample t test  dengan nilai Sig atau ( = 0,05 ? Sig) nilai t hitung pada kelas eksperimen dengan kelas kontrol lebih besar nilainya. sehingga hipotesis awal (H0) ditolak dan hipotesis penelitian (Ha) diterima. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan sikap sosial siswa yang diberi perlakuan model pembelajaran kooperatif tipe teams games tournaments (TGT) dengan media ular tangga dengan yang tidak diberi perlakuan model pembelajaran kooperatif tipe teams games tournaments (TGT) dengan media ular tangga.
Model Pengelolaan Kelas Rangkap (PKR) untuk Sekolah Dasar yang Mengalami Kekurangan Guru di Daerah Perbatasan atau Terpencil di Provinsi Kalimantan Timur MAASAWET, ELSJE THEODORA
Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 8, No 1 (2015): BIOEDUKASI
Publisher : Department of Biology Education Faculty of Teacher Training and Education Sebelas Maret Un

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/bioedukasi-uns.v8i1.2944

Abstract

On the issue of distribution of teachers, for example, we have not been able to spread evenly elementary teachers in remote homeland. In fact, the number of primary school teachers as a whole are not including less. As a result, there was a shortage of teachers locally everywhere, especially in the small, difficult and remote. On the issue of disparity in quality, basil learn the average elementary school student in the big cities are generally much higher than their counterparts in remote areas. Perhaps a more appropriate blamed is because we have not found the proper techniques to perform Duplicate Classroom Management (PKR). Understanding the nature or essence of PKR, PKR is expected to no longer regard as a difficult problem to overcome. In contrast, the self will grow understanding that PKR is a definite challenge to overcome. The purpose of this study was to determine how the management class for Elementary School Teachers Experiencing Shortage of the Frontier or Remote province of East Kalimantan that occurred during this time, to find out what happened to the problem of learning patterns that have been implemented in elementary schools Experiencing Shortage Teachers in the Frontier or Remote East Kalimantan Province and develop a model to solve the problems that occurred in the study that had been conducted at the Primary School Teachers Experiencing Shortage of the Frontier or Remote Kalimantan Timur.Model development modeled after Dick & Carey with steps to identify learning objectives, learning analysis, analysis of student characteristics, formulate learning indicators, developing test items, develop learning strategies, developing and selecting materials, designing formative evaluation and revise teaching materials. Classroom management model appropriate to deal with problems in elementary Sebatik Island due to shortage of teachers is classroom management model in the sense that 221 teachers teach two classes, two subjects in the same room. This model is considered to be appropriate to the circumstances on the island of Sebatik who have never applied for duplicate classroom management model management model 221 is a model of the simplest of the three models in the management of dual class.