Articles

Found 15 Documents
Search

PENGARUH KEJUTAN SUHU TERHADAP MASA INKUBASI DAN DERAJAT PENETASAN TELUR ABALONE (Haliotis asinina) Nasution, Syafruddin; Machrizal, Rusdi
Berkala Perikanan Terubuk Vol 37, No 1 (2009): Februari 2009
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.279 KB) | DOI: 10.31258/terubuk.37.1.%p

Abstract

The aims of this study were to understand the effect of thermal shock onthe incubation duration and hatching rate of abalone eggs. Experimental designemployed was the complete randomize design (CRD) with three treatment factorswith three replications. These treatment factors were the thermal shock of thedifferent temperatures namely 20o C, 26oC and 40oC. The result showed thatshock treatment have significant different among treatments on the incubationduration and hatching rate of abalone eggs. The shortest incubation duration foundon the treatment of 40oC (4,9 hours). While the longest incubation duration foundon the treatment of 20oC (6,67 hours). The highest hatching rate of eggs found onthe treatment of (26 oC (98 %), and the lowest hatching rate was on the treatmentof 20oC (87 %).
Distribution and length-weight relationships of Hilsa shad Tenualosa ilisha in the Bilah River, Labuhanbatu Regency, North Sumatera Province, Indonesia Machrizal, Rusdi; Khairul, Khairul; Nasution, Juliana; Dimenta, Rivo H.; Harahap, Arman
Aceh Journal of Animal Science Vol 4, No 1: July 2019
Publisher : Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (12.993 KB) | DOI: 10.13170/ajas.4.1.13799

Abstract

Hilsa shad Tenualosa ilishais of the indigenous fish species and the icon of the Labuhanbatu Regency, Indonesia. Presently, a very limited study was done in this species. Hence, the purpose of this study was to analyse the distribution and growth patterns based on the length-weight relationship of Hilsa shad T. ilishaon Bilah River, Labuhanbatu District, Sumatera Utara Province, Indonesia. Sampling was carried out for 3 months starting in February-April 2019 with the exploration method. Determination of sampling locations based on information from local fishermen. Analysis of distribution data used the Morisita index and growth patterns used the Linear Allometric Model (LAM). The analysis results of Hilsa shad distribution indicated that these fish were distributed in groups/clustered with the Morisita index value of 2.211-2.314. The growth pattern of the fish was negative allometric with a value of b<3. Correlation analysis showed that DO was closely related to distribution (r2=0.661), meanwhile, light penetration was closely related to growth patterns (r2=0.914). It is concluded that the distribution of Hilsa shad fish in the Bilah River was in groups or clustered, with a negative allometric growth pattern. Keywords: Hilsa Shad, distribution, growth pattern, Tenualosa ilisha
Korelasi Faktor Fisika Kimia Perairan terhadap Densitas Belangkas di Pantai Timur Sumatera Utara Khairul, Khairul; Siregar, Zunaidy Abdullah; Machrizal, Rusdi
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.6 KB) | DOI: 10.25273/cheesa.v2i1.3850

Abstract

Belangkas merupakan  hewan yang dilindungi oleh Pemerintah Indonesia. Keberadaanya di alam sudah semakin jarang ditemukan.  Banyak faktor yang diduga menjadi penyebab menurunnya densitas belangkas di habitatnya. Salah satu penyebabnya karena menurunnya kualitas air yang diakibatkan pencemaran perairan. Kondisi fisika kimia perairan merupakan faktor pembatas bagi belangkas. Kualitas air tentunya mencakup faktor fisika kimia, dimana harus sesuai dengan baku mutu dipersyaratkan.  Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kondisi faktor fiisika kimia perairan dan korelasinya terhadap densitas belangkas di Pantai Timur Sumatera Utara. Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif, dimana penentuan titik stasiun pengamatan menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan korelasi faktor fisika kimia perairan terhadap densitas belangkas di Pantai Timur Sumatera Utara mempunyai hubungan yang positif (+). Nilai korelasi tertinggi diperoleh pada suhu (0,936), kecerahan (0,702), salinitas (0,603), Hg (0,578), Cd (0,545), Pb (0,508), pH (0.405), kecepatan arus (0,148), dan DO (0,045).
INFORMASI MORFOLOGI REPRODUKSI DAN NISBAH KELAMIN UDANG MANTIS Oratosquilla fabricii (HOLTHUIS, 1941) DI PERAIRAN EKOSISTEM MANGROVE BELAWAN Dimenta, Rivo Hasper; Machrizal, Rusdi; Khairul, Khairul
JURNAL PEMBELAJARAN DAN BIOLOGI NUKLEUS Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : JURNAL PEMBELAJARAN DAN BIOLOGI NUKLEUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.783 KB)

Abstract

Penelitian yang dilakukan untuk mengetahui morfologi alat reproduksi dan nisbah kelamin jantan-betina pada udang mantis Oratosquilla fabricii telah dilakukan selama 3 bulan, sejak bulan maret hingga mei 2019 pada perairan ekosistem mangrove Belawan. Pengambilan sampel udang mantis O. fabricii dilakukan menggunakan jaring ambai berbahan nilon polyfilament dengan peletakan posisi jaring melawan pergerakan arus air. Penentuan stasiun pengamatan ditetapkan dengan metode purposive random sampling sehingga diharapkan dapat memperoleh data yang mewakili lokasi. Data nisbah kelamin dianalisis menggunakan analisis chi-square (?2) (Sugiono, 2006) dan data sebaran frekuensi matang gonad udang dianalisa dengan rumus Walpole (1993). Hasil analisis nisbah kelamin menunjukkan nisbah kelamin jantan O. fabricii lebih sedikit dibandingkan betina dengan perolehan nilai chi-square hitung > chi-square tabel(0,05.10) (63,20 >18,30). Dari hasil analisa data sebaran frekuensi udang ditemukan O. fabricii kategori belum matang gonad (BMG) paling banyak ditemukan pada ekosistem mangrove Belawan dengan selang ukuran panjang tubuh 32 mm hingga 128,72 mm, dan udang mantis yang matang gonad (MG) ditemukan mulai pada selang kelas ukuran panjang tubuh 128,72 mm hingga 298,00 mm
DISTRIBUSI SPASIAL DAN KARAKTERISTIK HABITAT UDANG KELONG (Penaeus indicus) PADA PERAIRAN EKOSISTEM MANGROVE SICANANG-BELAWAN, SUMATERA UTARA Dimenta, Rivo Hasper; Machrizal, Rusdi; Khairul, Khairul
JURNAL PEMBELAJARAN DAN BIOLOGI NUKLEUS Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : JURNAL PEMBELAJARAN DAN BIOLOGI NUKLEUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (973.416 KB)

Abstract

Perairan ekosistem mangrove Sicanang-Belawan merupakan salah satu wilayah pasang-surut yang dipengaruhi oleh arus dari sungai Belawan dan arus laut pantai timur Sumatera yang mempengaruhi adanya perbedaan karakteristik habitat yang berdampak pada sebaran kelimpahan udang kelong (P. indicus). Penelitian bertujuan untuk mengetahui distribusi spasial dan karakteristik habitat udang kelong menerapkan metode deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan September - November 2017 di sekitar perairan ekosistem mangrove Sicanang-Belawan. Alat tangkap udang menggunakan jaring ambai berbahan nilon polyfilament. Stasiun pengamatan ditentukan menggunakan metode purposive random sampling. Analisa data menggunakan metode statitik multivariabel yang didasarkan pada Analisis Komponen Utama (Principal Component Analysis, PCA) dan Analisis Korelasi (Corresponden Analysis, CA). Hasil analisis PCA menunjukkan bahwa parameter lingkungan membentuk pengelompokkan yang mampu menggambarkan karakteristik habitat udang kelong (P. indicus). Habitat dikelompokan menjadi tiga kelompok karakter, yaitu kelompok habitat dekat daratan (asosiasi stasiun 1, 4 dan 5), kelompok habitat dekat estuaria (asosiasi stasiun 2), dan kelompok habitat dekat aliran sungai besar Belawan (asosiasi stasiun 3). Hasil analisis CA menunjukkan bahwa letak lokasi sampling terbukti mempengaruhi pengelompokkan dari distribusi populasi udang kelong (P.indicus) berdasarkan ukuran, jenis kelamin dan tingkat kematangan gonadnya
MORFOMETRIK DAN POLA PERTUMBUHAN KIJING (Glauconome virens, LINNAEUS, 1767) DI EKOSISTEM MANGROVE BELAWAN Machrizal, Rusdi
JURNAL PEMBELAJARAN DAN BIOLOGI NUKLEUS Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : JURNAL PEMBELAJARAN DAN BIOLOGI NUKLEUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dan menganalisis data morfologi dan pola pertumbuhan kijing (Glauconome virens). Penelitian berlangsung pada bulan Januari sampai Maret 2014 di ekosistem mangrove Belawan. Sampel dikumpulkan dengan membuat transek kuadrat berukuran 1 x 1 m2 sebanyak 45 buah dengan jarak 1 m. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan linier positif antara panjang dengan lebar, panjang dengan tebal, serta lebar dengan tebal. Hasil analisis panjang berat menunjukkan bahwa kijing memiliki pola pertumbuhan allometrik negatif
HUBUNGAN KEPADATAN KIJING (Glauconome virens) DENGAN FAKTOR FISIK KIMIA PERAIRAN DI EKOSISTEM MANGROVE BELAWAN Machrizal, Rusdi
JURNAL PEMBELAJARAN DAN BIOLOGI NUKLEUS Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : JURNAL PEMBELAJARAN DAN BIOLOGI NUKLEUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor fisik kimia perairan dengan kepadatan populasi kijing (Glauconome virens) di ekosistem mangrove Belawan pada Maret-Mei 2017. Pengambilan sampel kerang dilakukan pada 3 stasiun dengan metode transek garis dengan panjang 30 meter dan interval 10 m, setiap transek terdapat 15 plot berukuran 1 x 1 meter dengan pengulangan sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan kelimpahan kijing sebesar 2,77 (stasiun 1), 1,19 (stasiun 2), dan 2,96 individu/m2(stasiun 3). Hasil pengukuran terkait faktor fisika kimia perairan diperoleh suhu berkisar antara 27,8-28,5oC, salinitas 5-20
HUBUNGAN KUALITAS PERAIRAN DENGAN KEPADATAN POPULASI IKAN TERUBUK (Tenualosa ilisha) DI SUNGAI BILAH KABUPATEN LABUHANBATU Machrizal, Rusdi; Dimenta, Rivo Hasper; Khairul, Khairul
JURNAL PEMBELAJARAN DAN BIOLOGI NUKLEUS Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.323 KB) | DOI: 10.36987/jpbn.v5i2.1375

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan parameter kualitas air dengan kepadatan populasi ikan Terubuk (Tenualosa ilisha) di Sungai Bilah, Kabupaten Labuhanbatu. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Februari ? April 2019 dengan metode ekplorasi. Ikan terubuk ditangkap menggunakan jaring insang dengan 3 ukuran berbeda, 2, 3, dan 4 inchi. Titik sampling di bagi menjadi tiga lokasi berdasarkan informasi nelayan setempat. Parameter kualitas air yang diamati meliputi suhu, salinitas, pH, DO, BOD, COD, Nitrat dan Posfat. Analisis hubungan parameter kualitas air dengan kepadatan populasi ikan dilakukan dengan menggunakan bantuan perangkat lunak SPSS ver 22 for windows. Hasil penelitian menunjukkan kepadatan populasi ikan terubuk berada diantara 0,39-1,14 ekor/100 m2. Analisis korelasi memperlihatkan bahwa terdapat korelasi searah antara suhu dan salinitas terhadap kepadatan populasi ikan terubuk (T. ilisha) dengan nilai koefisien masing-masing 1,00 (suhu) dan 0,976 (salinitas). Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa suhu dan salinitas merupakan faktor yang mempengaruhi kepadatan populasi ikan terubuk (T. ilisha) di Sungai Bilah
FAKTOR KONDISI DAN POLA PERTUMBUHAN UDANG KELONG (PENAEUS INDICUS) PADA PERAIRAN EKOSISTEM MANGROVE BELAWAN, SUMATERA UTARA Dimenta, Rivo Hasper; Machrizal, Rusdi
JURNAL EDUSCIENCE Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : FKIP ULB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jes.v4i2.1447

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor kondisi (K) dan Pola Pertumbuhan udang kelong (P. indicus) telah dilakukan di sekitar perairan muara yang memiliki ekosistem mangrove Belawan selama 3 bulan, sejak bulan Juni - Agustus 2016. Metode penelitian yang digunakan yang dalam menentukan 4 titik stasiun sampling adalah purposive random sampling dengan 2 kategori zona yaitu zona alami dan zona pemanfaatan. Pengambilan sampel udang kelong (P. indicus) dilakukan dengan menggunakan jaring ambai berbentuk kerucut yang terbuat dari bahan nilon. Pada tiap stasiun ditentukan 3 unit jaring tangkap sebagai ulangan (total jaring 12 unit/bulan). Analisa data pola pertumbuhan udang menggunakan rumus persamaan hubungan panjang dan bobot Effendie (2002) dan analisa faktor kondisi relatif (K) menggunakan rumus Rypel dan Ritcher (2008). Hasil penelitian diperoleh bahwa Pola pertumbuhan udang (P. indicus) di perairan mangrove Belawan seluruhnya kategori allometrik negatif (b < 3) dimana nilai b tertinggi pada stasiun I sebesar 2.82, dan terendah berada pada stasiun III sebesar 1.26. Hal ini kemungkinan dipengaruhi oleh letak lokasi stasiun I yang hampir mendekati daratan, sehingga diduga kondisi substrat sesuai bagi kebutuhan perkembangan udang kelong. Nilai faktor kondisi (K) P. Indicus  tertinggi berada pada stasiun II sebesar 1,71 dan nilai yang terendah pada stasiun III sebesar 1,20. Sehingga dapat disimpulkan udang kelong (P. Indicus) pada seluruh stasiun tergolong dalam kondisi pipih atau tidak gemuk.
INFORMASI MORFOLOGI REPRODUKSI DAN NISBAH KELAMIN UDANG MANTIS CLORIDOPSIS SCORPIO (LATREILE, 1828) DI PERAIRAN EKOSISTEM MANGROVE BELAWAN Dimenta, Rivo Hasper; Machrizal, Rusdi; Khairul, Khairul
JURNAL PEMBELAJARAN DAN BIOLOGI NUKLEUS Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpbn.v5i2.1462

Abstract

Penelitian yang dilakukan untuk mengetahui morfologi alat reproduksi dan nisbah kelamin jantan-betina pada udang mantis Cloridopsis scorpio telah dilakukan selama 3 bulan, sejak bulan Maret hingga Mei 2019 pada perairan ekosistem mangrove Belawan. Pengambilan sampel udang mantis Cloridopsis scorpio dilakukan menggunakan jaring ambai berbahan nilon polyfilament dengan peletakan posisi jaring melawan pergerakan arus air. Penentuan stasiun pengamatan ditetapkan dengan metode purposive random sampling sehingga diharapkan dapat memperoleh data yang mewakili lokasi. Data nisbah kelamin dianalisis menggunakan analisis chi-square (?2) (Sugiono, 2006) dan data sebaran frekuensi matang gonad udang dianalisa dengan rumus Walpole (1993). Hasil analisis nisbah kelamin menunjukkan nisbah kelamin jantan C. scorpio lebih sedikit dibandingkan betina dengan perolehan nilai chi-square hitung > chi-square tabel(0,05.10) (63,20 >18,30). Dari hasil analisa data sebaran frekuensi udang ditemukan C. scorpio kategori belum matang gonad (BMG) paling banyak ditemukan pada ekosistem mangrove Belawan dengan selang ukuran panjang tubuh 32 mm hingga 128,72 mm, dan udang mantis yang matang gonad (MG) ditemukan mulai pada selang kelas ukuran panjang tubuh 128,72 mm hingga 298,00 mm Kata kunci: Belawan, Nisbah Kelamin, Cloridopsis scorpio, Reproduksi