Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan

PENGARUH CAHAYA TERHADAP TINGKAT KELANGSUNGAN HIDUP DAN PERTUMBUHAN KARANG LUNAK LOBOPHYTUM STRICTUM (OCTOCORALIA: ALCYONACEA) HASIL TRANSPLANTASI PADA SISTEM RESIRKULASI Subhan, Beginer; Soedharma, Dedi; Arafat, Dondy; Madduppa, Hawis; Rahmawati, Fadillah; Ervinia, Ayu; Bramandito, Aditya; Khaerudi, Denny; Ghozali, Ahmad Taufik
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 3 No 2 (2012): NOVEMBER 2012
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.925 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.3.35-42

Abstract

The current research was conducted to investigate the effect of light on growth of soft coral Lobophytum strictum. This species was transplanted and reared in two different ponds, uncovered pond (with light penetration) and covered pond (no light penetration. A total of 16 coral fragments was placed on each pond. Both, the survival rate and the growth rate were significantly different on the effect of light (P<0.05). The soft coral on the uncovered pond was survive up to 12 weeks (100%), followed with increased length (from 5,95 to 10,04 cm) and width (from 5,27 to 6,84 cm) of the transplanted coral fragments. Conversely, the soft coral in the covered ponds showed survival rate of 62,5% (up to 8th week), with decreased length (from 8,25 to 5,25 cm) and width (from 9,14 to 4,86 cm) of each fragments during the period of study.
ANALISIS KEPADATAN MAKROZOOBENTOS PADA FASE BULAN BERBEDA DI LAMUN, PULAU PANGGANG, KEPULAUAN SERIBU JAKARTA Wahab, Iswandi; Madduppa, Hawis; Kawaroe, Mujizat; Nurafni, Nurafni
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 10 No 1 (2019): MEI 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2606.847 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.10.93-107

Abstract

Ekosistem lamun dihuni oleh banyak jenis invertebrata bentik, organisme demersal serta pelagis yang menetap maupun yang tinggal sementara di ekosistem lamun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepadatan makrozoobentos dalam dua fase bulan yang berbeda dan mengetahui kontribusi setiap spesies makrozoobentos di setiap stasiun penelitian di padang lamun. Pengambilan sampel organisme makrozoobentos diambil di Pulau Panggang pada tiga stasiun pengamatan (barat, timur, dan selatan) dengan menggunakan transek quadrat 1 x 1 m dan corer sedimen dengan diameter 10 cm. Analisis data secara statistik, analisis data dilakukan dengan mencari tahu persentase kesamaan kontribusi spesies menggunakan uji SIMPER. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa macrozoobentos yang ditemukan untuk dua fase bulan bervariasi di setiap stasiun. Total makrozoobentos yang ditemukan selama dua fase bulan adalah 28 dan 11 spesies di stasiun barat, 24 dan 20 spesies di stasiun timur, dan 18 dan 24 spesies di stasiun selatan, masing-masing. Di ketiga stasiun, dua jenis spesies makrozoobentos tertinggi dan terendah selama dua fase bulan yaitu Cerithium salebrosum (283 ind/m2) dan Cerithium punctatum (169 ind/m2); dan Geotrochus multicarinatum (7 ind/m2). Selain itu, spesies makrozoobentos yang paling banyak di habitat lamun di seluruh stasiun adalah Cerithium salebrosum.