Articles

Found 33 Documents
Search

Fikih Melayu Nusantara era pra kolonial Mahdalena, Mahdalena
IJTIHAD Jurnal Wacana Hukum Islam dan Kemanusiaan Vol 12, No 1 (2012)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fiqh is often perceived as Islam itself. This is becouse the growth of fiqh involves the integration of followers from different backgrounds, languages, cultures and places where human live. Syeikh Abdurrauf Syah Kuala mentioned that language he used in his books was Jawi Pasai language. Aceh pronunciation and writing were conducted in two language, they were Acehnese language and Malay language, because besides Arabic, both languages are official languages in the kingdom of Aceh Darussalam. So, as the product of thought, fiqh does not admit boundaries of space and time. That’s why, the fiqh would be undergoing a process “to become” change according to needs.
KUALITAS HIDUP PASIEN KANKER YANG MENJALANI KEMOTERAPI Kewaina Kolin, Maria Yosefina; Warjiman, Warjiman; Mahdalena, Mahdalena
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 1 No 1 (2016): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasien kanker yang menjalani kemoterapi akan mengalami banyak perubahan di dalam kehidupan mereka. Perubahan karena penyakit kanker dan efek kemoterapi ini akan mempengaruhi aspek kehidupan manusia secara holistik dan juga akan mempengaruhi kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kualitas hidup pasien kanker yang menjalani kemoterapi dengan menggambarkan kondisi fisik, kondisi psikologis, hubungan sosial dan kondisi lingkungan. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi. Partisipan sebanyak 6 pasien kanker yang menjalani lebih dari 2 kali kemoterapi di RSUD Ulin Banjarmasin yang berdomisili di wilayah Kota Banjarmasin dan sekitarnya. Pengambilan partisipan dengan menggunakan teknik sample convenience. Analisis data secara kualitatif dengan content analysis. Dari hasil penelitian di dapatkan Pasien kanker yang menjalani kemoterapi tidak bergairah dalam kehidupannya selama efek kemoterapi masih dirasakan, merasa sudah tidak berguna lagi, menjadi sangat bergantung dalam hal finansial dengan pasangannya, menunda harapan serta cita-cita untuk berfokus pada pengobatan kanker serta merasa kondisinya menjadi lebih baik. Bagi para perawat untuk tetap mempertahankan pelayanan yang telah diberikan dan dapat menjadi perantara informasi bagi pasien kanker dan keluarga yang dapat memberi kenyamanan bagi mereka selama menerima pelayanan kesehatan.
MISKONSEPSI SISWA SEKOLAH DASAR PADA PEMBELAJARAN BILANGAN DESIMAL Johar, Rahmah; Mahmud, Fitriadi; Mahdalena, Mahdalena; Rusniati, Rusniati
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Tahun 25 Nomor 2 November 2016
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1055.121 KB) | DOI: 10.17977/um009v25i22016p160

Abstract

Abstract: The aim of this study is to describe students’ minsconception at decimal numbers learning. The research subjects are IV grade students SDN 67 and MIN Tungkob Aceh Besar. Qualitative research method using observation instrument and learning test on decimal numbers material were applied in this tudy. The results of this study is in the form students’ mistakes deccription in understanding the concept of deciding decimal numbers between two integers and change fractions into decimal numbers, and students’ mistakes in solving the addition operation of decimal numbers. It is indicated that the causes of the misconception are sample questions are less varied so that generalizations become wrong and the limited time in using props so students tend to use stackable summation like the summation of integers.Keyword: misconception, elementary school students, decimal numbersAbstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk miskonsepsi siswa pada pembelajaran bilangan desimal. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SDN 67, dan MIN Tungkob Aceh Besar. Data penelitian melalui observasi dan tes pembelajaran materi bilangan desimal. Analisis secara kualitatif. Hasil penelitian berupa siswa salah memahami konsep menentukan bilangan desimal diantara dua bilangan bulat, dan mengubah pecahan menjadi bilangan desimal, dan siswa salah melakukan operasi penjumlahan bilangan desimal. Penyebab miskonsepsi yaitu contoh soal kurang bervariasi sehingga generalisasi yang dilakukan menjadi keliru dan waktu yang diberikan menggunakan alat peraga terlalu singkat sehingga siswa cenderung menggunakan cara penjumlahan bersusun seperti menjumlahkan bilangan bulat.Kata kunci: miskonsepsi, siswa sekolah dasar, bilangan desimal.
Effectivity of Foot Care Education Program in Improving Knowledge, Self-Efficacy and Foot Care Behavior among Diabetes Mellitus Patients in Banjarbaru, Indonesia Mahdalena, Mahdalena; Ningsih, Endang Sri Purwanti
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Volume 11, Issue 2, November 2016
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.59 KB) | DOI: 10.21109/kesmas.v11i2.583

Abstract

Diabetic foot problem in Indonesia remains a big problem and still needs an optimum concern. Foot care education is one of efforts that must be performed to prevent foot problem among diabetes mellitus patients. This study aimed to analyze effectivity of foot care education program in improving knowledge, self-efficacy and foot care behavior of diabetes patients in Banjarbaru. This study was quasi experimental with prepost test as conducted at primary health care in Banjarbaru in 2013. Foot care education program was provided to intervention group. Samples were 48 patients (32 persons in intervension group and 16 persons in control group) using purposive sampling technique. Variables measured were knowledge, self-efficacy and foot care behavior of diabetes mellitus patients. Intervension provided on respondents was in form of health education concerning foot care for twice. Every variable was measured twice before and after intervension. Knowledge test was measured using Diabetic Foot Care Knowledge Questionnaire, self-efficacy was measured by using Foot Care Confident Scale Self-Efficacy and foot care behavior was assessed using Behavior Foot Care Questionnaire. Data analysis used Manova. Results showed significant differences on knowledge level (p value = 0.001), self-efficacy (p value = 0.000) and foot care behavior (p value = 0.000) before and after intervension. AbstrakMasalah kaki diabetik di Indonesia masih merupakan masalah besar dan masih memerlukan perhatian yang optimal. Edukasi perawatan kaki adalah salah satu upaya yang harus dilakukan dalam mencegah masalah kaki untuk pasien diabetes melitus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas program pendidikan perawatan kaki dalam meningkatkan pengetahuan, efikasi diri, dan perilaku perawatan kaki pasien diabetes di wilayah Banjarbaru. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi experimental dengan prepost test, dilakukan di puskesmas wilayah Banjarbaru tahun 2013. Kelompok intervensi diberikan program pendidikan perawatan kaki. Sampel berjumlah 48 pasien (32 orang kelompok intervensi dan 16 orang kelompok kontrol) menggunakan teknik purposive sampling. Variabel yang diukur adalah pengetahuan, efikasi diri, dan perilaku perawatan kaki pasien diabetes melitus. Perlakuan yang diberikan pada responden berupa pendidikan kesehatan tentang perawatan kaki sebanyak dua kali. Setiap variabel diukur dua kali sebelum dan setelah intervensi. Uji pengetahuan diukur menggunakan Diabetic Foot Care Knowledge Questionnaire, efikasi diri diukur menggunakan Foot Care Confident Scale Self-Efficacy, dan perilaku perawatan kaki dinilai menggunakan Behavior Foot Care Questionnaire. Analisis data menggunakan Manova. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang signifikan pada tingkat pengetahuan (nilai p = 0,001), efikasi diri (nilai p = 0,000) dan perilaku perawatan kaki (nilai p = 0,000) sebelum dan setelah intervensi.
MANAJEMEN PEMBELAJARAN MATEMATIKA Mahdalena, Mahdalena
Jurnal Itqan Vol 6 No 2 (2015): ITQAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training of State Islamic Institute of Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.374 KB)

Abstract

Pengelolaan pembelajaran matematika merupakan suatu kegiatan memenej yang akan menghasilkan pembelajaran yang baik. Dalam memenej pembelajaran matematika maka yang terjadi adalah perubahan-perubahan kebijakan yang harus disesuaikan dan dapat dilaksanakan dan bersifat dinamis. Dalam memilih kebijakan, pengajar harus memperhatikan  kemampuan siswa, ketersedian sumber, dan waktu persiapan bagi pengajar untuk mengoptimalkan pembelajaran matematika. Dan ini merupakan gambaran suatu keputusan terhadap suatu hal yang bersifat ketidakpastian. Keputusan adalah sesuatu yang mempengaruhi individu dalam memilih format mengajar seperti pembelajaran berpusat pada siswa, kapur dan ceramah, atau tutor berbasis komputer. Pelajar adalah seseorang yang sistem kognitifnya dibangun oleh informasi yang sudah ada pada dirinya sendiri dan oleh aktivitas proses pengetahuan. Untuk memaksimalkan pengembangan kognitif siswa, lingkungan intensif pengetahuan sangat penting untuk membantu pelajar menyelidiki suatu situasi, mengkonstruk konsep, dan menemukan aturan-aturan umum melalui aktivitas pemecahan masalah. Pengajar sebagai fasilitator, dalam hal ini mempunyai tugas yang komplit. Sebelum memutuskan skenario apa yang tepat untuk dilaksanakan di kelas, pengajar membutuhkan banyak isu, termasuk lingkungan yang cocok dan ketidakpastian meliputi kemampuan siswa dan sumber sekolah.
IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN TAHFIZH BAGI MURID BAIT QURANY SALEH RAHMANY (BQSR) BANDA ACEH Mahdalena, Mahdalena
Jurnal Ilmiah Didaktika Vol 18, No 1 (2017): Jurnal Ilmiah DIDAKTIKA Agustus 2017
Publisher : State Islamic University (UIN) of Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jid.v18i1.3084

Abstract

Many teenagers in Aceh have been found to be unable to properly recite the Quran, one of which is caused by their lack of habits to reciting the Quran during childhood. To respond to this issue, a learning institution called Bait QuranySalehRahmany (BQSR) Kindergarten/Preschool in Banda Aceh works to teach the children to recite and memorize the Quran in their early years. The subjects of the study were the principal, four teachers, and several students of BQSR Banda Aceh. This study employed a qualitative research design with an analytic descriptive method. Data were collected by observation, interview, and documentation. The data were then analyzed by data reduction, data display, and data verification. The findings showed that the Quran materials to be memorized included surah An-Naas and surah An-Naba’. In terms of the methods, the school implemented the methods of kinesthetic, andJarimatika(use of fingers). The implementation of these methods was as follow: first, in the Jarimatika method, the fingers were used as the tool in helping the students memorize the surah; and second, in the kinesthetic method, the memorization was done word-by-word (juzamma), and the body movements were used while memorizing the surah. The implications of using the Jarimatika method indicated that the students were easier to memorize, their memorization could last longer, their cognitive domain was also exercised, and the motoric sensor of their hands could be stimulated. As for the kinesthetic method, the implications elucidated that the students were also easier to memorize the surah, the passive attitude of the students could be overcome, the learning atmosphere was much better, the students’ achievements were also affected, the motoric sensor of the students could also be stimulated, and the tahfiz skill of the students could be enhanced as well.
GAMBARAN PERAN PERAWAT DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN SPIRITUAL PADA PASIEN STROKE DI RSUD ULIN BANJARMASIN Mahdalena, Mahdalena; Zulkipli Asy’ari, Muhammad Andi; Zaenab, Zaenab
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 3, No 1 (2015): JURNAL CITRA KEPERAWATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan spiritual sangat penting bagi pasien stroke karena mereka memerlukan dukungan moril agar kesembuhan mereka dapat lebih cepat dari pada selalu meminum obat.. Pada kenyataannya bahwa tidak semua pasien stroke seperti terjadi demikian dan hal ini kebanyakan mereka kurang mendekatkan diri kepada Tuhan pada akhirnya mereka merasa down dan tidak ada tenaga lagi. Maka berdasarkan penjelasan tersebut penelitian ini berhubungan dengan Gambaran peran perawat dalam pemenuhan kebutuhan spiritual pada pasien stroke di RSUD Ulin BanjarmasinPenelitian ini menggunakan metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat di ruangan Seruni RSUD Ulin Banjarmasin. Teknik sampel jenuh atau semua perawat dan sempel yaitu 14 orang perawat. Instrumen yang digunakan adalah observasi. Analisa data yang digunakan adalah data yang diperoleh dan disajikan secara deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa  Perawat menyediakan bahan baca tentang spiritual kepada pasien, perawat sangat kurang sekali dan malahan tidak ada yang melakukannya. Perawat memfasilitasi pemuka agama untuk pasien, tidak satupun perawat yang melaksanakannya kepada pasien stroke. Perawat memfasilitasi pasien dalam meditasi, berdo’a dan ritual keagamaan lainnya, hal ini ditemukan tidak ada seorangpun perawat yang melaksanakannya.Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disarankan bahwa pihak perawat hendaknya menyampaikan keluhan mereka teradap proses pelaksanaan dari cara memberikan pelayanan spiritual kepada pihak rumah sakit agar dapat terpenuhi kebutuhan spiritual pasien. Kata Kunci       : pemenuhan kebutuhan spiritual, pasien stroke.Kepustakaan    : 56 (1999 - 2011)
FAKTOR – FAKTOR RESIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KEJANG PADA BALITA DEMAM DI RUANG ANAK RSUD BANJARBARU TAHUN 2013 Mahdalena, Mahdalena; Mariana, Evi Risa; Maulani, Firman
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 2, No 2 (2014): JURNAL CITRA KEPERAWATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ada beberapa faktor resiko yang berhubungan dengan kejadian kejang demam. Diantaranya; umur, jenis kelamin, suhu saat kejang, riwayat kejang dalam keluarga, dan lamanya demam.Menuruthasilstudi pendahuluan yang dilakukandi RSUD Banjarbaru di dapat hasil dari tahun 2010 – 2012 sebanyak 378 balita demam yang dirawat, diketahui sebanyak 287 orang mengalami kejang dengan angka kematian sebesar 5 %, yakni 2 – 5 orang. Dalam kasus tersebut belum diketahui faktor resiko apa yang paling berhubungan dengan kejadian kejang pada balita demam di ruang anak RSUD Banjarbaru.Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi gambaran faktor – factor resiko apa saja yang berhubungan dengan kejadian kejang demam di ruang Anak RSUD Banjarbaru tahun 2013. Jenis penelitian menggunakan desain deskriptif analitik. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling sehingga di dapatkan jumlah sampel sebesar 38 orang.Cara pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan wawancara yang di jawab orang tua responden. Teknik analisa data dengan secara Chi Square Test kemudian ditarik kesimpulan.Dari hasil penelitian, pasien cenderung kejang 21 orang (55,3%), berumur < 2 tahun sebanyak 24 orang (63,2%), berjenis kelamin laki – laki sebanyak 26 orang (68,4%), bersuhu tubuh ≥ 39 oC sebanyak 22 orang (57,9%), tidak ada riwayat kejang keluarga sebanyak 32 orang (84,2%), dan lamanya demam > 1 jam sebanyak 34 orang (89,5%). Hasil analisa hubungan menggunakan Chi-Square, dari faktor umur, jenis kelamin, suhu tubuh, dan riwayat kejang keluarga memiliki hubungan dengan kejadian kejang (ρ<α), sedangkan faktor lamanya demam tidak ada hubungan dengan kejadian kejang (ρ>α).Kesimpulan dalam penelitian ini menyarankan agar perawat dapat memberikan penyuluhan kepada orang tua balita tentang penanganan kejang demam karena pada balita sangat rentan untuk terjadi kejang demam. Kata kunci      : Faktor Resiko, Kejang Demam
GAMBARAN PEMENUHAN KEBUTUHAN KEBERSIHAN DIRI DAN TENAGA PELAKSANA DI RUANG KUMALA RSUD DR. H. MOCH ANSYARI SALEH BANJARMASIN ramadhani, dini; mulyani, yeni; mahdalena, mahdalena
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.411 KB)

Abstract

Dalam dunia keperawatan kebersihan diri merupakan kebutuhan dasar manusia yang harus senantiasa terpenuhi. Dari hasil studi pendahuluan pada bulan Desember 2015 melalui wawancara pada 5 orang pasien imobilisasi di ruang Kumala RSUD Dr. H. Moch  Ansyari Saleh Banjarmasin didapatkan 4 diantaranya  selama dirawat 3-7 hari di rumah sakit tidak ada mandi dan 1 hanya di seka oleh keluarganya namun masih terlihat kotor. Pada 5 orang pasien imobilisasi di ruang Kumala RSUD Dr. H. Moch Ansyari Saleh Banjarmasin didapatkan 5 diantaranya  selama dirawat 3-7 hari di rumah sakit tidak ada gosok gigi maupun keramas rambut. Tujuan dari penepitian adalah untuk menggambarkan pemenuhan kebersihan diri dan tenaga pelaksana pada pasien imobilisasi di ruang Kumala RSUD Dr. H. Moch Ansyari Saleh Banjarmasin. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Populasi penelitian ini adalah pasien imobilisasi fisik yang dirawat di ruang Kumala berjumlah 35 orang yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Hasil didapatkan sebanyak 17,1% pemenuhan kebersihan dirinya baik, sebanyak  20,0% memliki kebersihan diri cukup, dan sebanyak 62,9% memiliki kebersihan diri kurang. Didapatkan juga pada penelitian ini tenaga pelaksana yang berperan dalan pemenuhan keberisahan diri pasien imobilisasi di ruang Kumala RSUD Dr. H.Moch Ansyari Saleh Banjarmasin sebanyak 100% dilakukan oleh keluarga. Pemeliharaan kebersihan diri diperlukan untuk kenyaman indivividu, keamanan, dan kesehatan. Seperti pada orang sehat mampu memnuhi kebutuhan kesehatannya sendiri, pada  orang sakit atau tantangan fisik memerlukan bantuan  perawat untuk melakukan praktik kesehatan yang rutin.
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN KONSUMSI MINUMAN BERALKOHOL PADA REMAJA DI KELURAHAN LANDASAN ULIN TIMUR ramadhan, m.hayy; syarniah, syarniah; mahdalena, mahdalena
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.556 KB)

Abstract

Stres bisa memicu remaja untuk melakukan tindakan-tindakan mengonsumsi minuman beralkohol. Saat stres tubuh  bereaksi terhadap stres dengan melepaskan hormon kortisol, karena alkohol merupakan depresan sistem saraf pusat, dengan meminum alkohol remaja dapat merasakan sedasi-eufopori dan menghilangkan stres secara sesaat yang dialami remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan konsumsi minuman beralkohol pada remaja. Desain penelitian ini kuantitatif, dengan jenis penelitian correlative study. Populasi penelitian ini adalah remaja laki-laki yang tinggal di Kelurahan Landasan Ulin. Teknik sampling menggunakan simple random sampling. Jumlah 92 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data  menggunakan uji Kendall’s tau. Hasil penelitian ditemukan tingkat stres pada remaja di Kelurahan Landasan Ulin Timur paling banyak adalah stres berat berjumlah 30 responden (32,6%) bahkan ada stres sangat berat berjumlah 6 responden (6,5%), dan konsumsi minuman beralkohol pada remaja yang paling banyak adalah konsumsi minuman beralkohol dengan kategori peminum sedang sebanyak 20 responden (21,7%) bahkan ada ditemukan konsumsi minuman beralkohol dengan kategori peminum berat sebanyak 13 responden (14,1%). Ada hubungan yang sangat kuat antara tingkat stres dengan konsumsi minuman beralkohol pada remaja di Kelurahan Landasan Ulin Timur. P= 0,000; α