p-Index From 2015 - 2020
9.607
P-Index
Articles

KEGUNAAN SIDIK JARI DALAM PROSES INVESTIGASI PERKARA KRIMINAL UNTUK MENGETAHUI IDENTITAS KORBAN DAN YANG MELAKUKAN PERBUATAN PIDANA Rifai, Muhammad; Ali, Dahlan; Mahfud, Mahfud
Syiah Kuala Law Journal Vol 3, No 3: Desember 2019
Publisher : Magister Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.799 KB) | DOI: 10.24815/sklj.v3i3.12550

Abstract

Guna melancarkan pelaksanaan investigasi, sistem fingerprint (sidik jari) memang telah dipakai sejak dahulu sebagai bagian dari hukum acara pidana di Indonesia. Namun demikian dalam pelaksanaannya, sidik jari bisa saja tidak memainkan fungsinya dengan baik untuk mengungkap suatu perkara yang salah satunya diakibatkan ketidakprofesionalan petugas penyidik dalam menjalankan tugasnya. Adapun tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah agar dapat diketahui kegunaan dari sidik jari untuk kemudahan pelaksanaan penyelidikan demi mengetahui identitas korban dan menemukan siapa pelaku tindak pidananya. Selain itu juga untuk menjelaskan tentang apa saja hal yang menghambat petugas penyidik kepolisian dalam menjalankan tugasnya. Mengenai jenis penelitian yang digunakan disini yaitu normatif, sedangkan perundang-undangan serta konseptual dijadikan sebagai pendekatannya. Menurut hasil penelitian ini, dapat diungkapkan bahwa melalui sidik jari akan sangat membantu proses pengungkapan suatu perkara pidana karena kegunaannya mendukung atau melengkapi dari sejumlah alat bukti yang lain. Meskipun demikian, sidik jari tersebut tidak bisa menjadi alat bukti tunggal, tetapi ia merupakan bagian dari keterangan yang diberikan oleh ahli yang ditunjuk ketika proses perjalanan sidang perkaranya di pengadilan. Adapun hal-hal penghalang penggunaan sidik jari pada proses penyidikan perkara kriminal untuk mengetahui data diri orang yang menjadi korban jiwa dan siapa yang menghabisi nyawa orang tersebut, antara lain adalah beberapa keadaan yang dijumpai di lokasi terjadinya peristiwa berupa kondisi alam yang tidak mendukung (seperti karena hujan dan sebagainya), datangnya binatang yang memakan korban yang sudah meninggal itu atau karena jasad korban sudah mulai membusuk dan bahkan ada yang tinggal kerangka saja. Kemudian karena datangnya masyarakat beramai-ramai yang kemudian tanpa sengaja mengubah keadaan di lokasi kejadian dan juga disebabkan kelalaian pihak yang melakukan penyidikan pada saat bertugas menginvestigasi di lapangan. Disarankan kepada yang berprofesi sebagai penegak hukum agar mampu mengakomodir dan peka terhadap berbagai hal yang berkembang di kehidupan masyarakat. Di antaranya yaitu munculnya inovasi yang berhubungan dengan ilmu forensik yakni sistem fingerprint atau sidik jari, buah dari keberhasilan di bidang bioteknologi.In order to facilitate the conduct of the investigation, the fingerprint system has been used since a long time as part of criminal procedure law in Indonesia. However, in its implementation, fingerprints may not play their functions properly to uncover a case, one of which is due to the unprofessionalism of investigating officers in carrying out their duties. The purpose of this research is to be able to know the usefulness of fingerprints for the ease of conducting investigations in order to find out the identity of the victim and find out who the perpetrator is. In addition, it also explains what are the things that prevent police investigators from carrying out their duties. Regarding the type of research used here which is normative, while legislation and conceptual are used as approaches. According to the results of this study, it can be revealed that through fingerprints it will greatly help the process of disclosing a criminal case because its use supports or complements a number of other evidence. Even so, the fingerprint cannot be a single evidence, but it is part of the information given by the appointed expert during the trial process in court. As for the obstacles to the use of fingerprints in the process of investigating criminal cases to find out the personal data of people who have been victimized and who killed the lives of people, among others are several conditions found in the location of events in the form of unsupportive conditions (such as rain and so on), the arrival of animals that have killed the victims or because the bodies of the victims have begun to rot and even some are left with a skeleton. Then because of the coming of the people who later unintentionally changed the situation at the scene and also due to negligence of the party who carried out the investigation while in charge of investigating in the field. It is recommended to those who work as law enforcers to be able to accommodate and be sensitive to various things that develop in people's lives. Among them are the emergence of innovations related to forensic science, namely the fingerprint or fingerprint system, the fruit of success in the field of biotechnology.
ANALISIS KINERJA LAYANAN PERGURUAN TINGGI MENGGUNAKAN CUSTOMER SATISFACTION INDEX (CSI) DAN IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS (IPA) Ghozi, Saiful; Rakim, Aditya Rakhman; Mahfud, Mahfud
Journal of Data Analysis Volume 2, Number 1, June 2019
Publisher : Department of Statistics, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.515 KB) | DOI: 10.24815/jda.v2i1.14287

Abstract

Penelitian ini mengukur kinerja kualitas pelayanan yang diberikan Politeknik Negeri Balikpapan melalui persepi kinerja yang dinilai mahasiswanya. Kuisioner berbasis HEdPERF dikembangkan dalam pengambilan data. Dari 369 kuisioner yang diisi responden, hanya 235  yang dinyatakan valid dan dianalisis. Analisis data dilakukan melalui dua analisis, yaitu (1) penghitungan Customer Satisfaction Index (CSI);  dan (2) Importance Performance Analysis (IPA). Nilai CSI yang diperoleh adalah 75, 42% yang masuk kategori puas. Sedangkan pada analisis IPA didapat bahwa 10 indikator berada diposisi kuadran I. Daerah dimana kelemahan terbesar dari kualitas pelayanan, dan membutuhkan perhatian manajerial yang mendesak untuk meningkatkan kinerja kualitas pelayanan.This study measures the performance of service quality provided by Balikpapan State Polytechnic through the perceived performance of students. The HEdPERF-based questionnaire was developed in the collection of data. Only 235 out of 369 completed questionnaires are valid. Data analysis was carried out through two analysis i.e., (1) measurement of Customer Satisfaction Index (CSI), and (2) Importance Performance Analysis (IPA). The CSI value obtained was 75.42% in the satisfied category. Whereas the result of IPA analysis showed that ten indicators were positioned in quadrant I. The indicators were the greatest weakness of service quality, and requiring urgent managerial attention to improve the quality of service performance.
Optimalisasi Pembelajaran IPS Pada Siswa Kelas VI Melalui Metode Contextual Teaching And Learning (CTL) Mahfud, Mahfud
PEDAGOGIA: Jurnal Pendidikan Vol 3, No 2 (2014): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/pedagogia.v3i2.63

Abstract

Peranan guru dalam pembelajaran IPS mempunyai hubungan erat dengan dengan cara mengaktifkan siswa dalam belajar, terutama dalam proses pengembangan kemampuan dan keterampilan.Untuk mengurangi sifat verbalisme siswa dan membantah pemahaman konsep yang terdapat dalam materi IPS yang terdapat di SD, guru diharapkan memiliki kemampuan untuk mengembangkan model interaktif dalam pembelajaran IPS serta mengidentifikasi sumber-sumber pelajaran. Salah satu model interaktif yang bisa diterapkan guru salah satunya adalah model pembelajaran kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL). Pembelajarn kontekstual merupakan suatu proses yang bertujuan untuk membantu siswa memahami materi pelajaran yang sedang mereka pelajari dengan menghubungkan pokok materi pelajaran dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.Dari hasil kegiatan penelitian tindakan kelas yang telah dilakukan dalam dua siklus terhadap siswa kelas VIA di SDN Pinggir Papas 1 Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep, dan berdasarkan seluruh pembahasan dari hasil analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwaOptimalisasi Pembelajaran IPS pada Siswa Kelas VIAmelalui Metode Contextual Teaching And Learning(CTL) dapat meningkatkan kemampuan siswa memahami materi pembelajaran IPS, sehingga berpengaruh terhadap peningkatan prestasi belajar siswa, serta siswa menjadi aktif dan tertarik mengikuti proses pembelajaranyang dilaksanakan oleh guru di kelas.
Production of Biodiesel from Coconut Oil Using Microwave: Effect of Some Parameters on Transesterification Reaction by NaOH Catalyst Suryanto, A.; Suprapto, Suprapto; Mahfud, Mahfud
Bulletin of Chemical Reaction Engineering & Catalysis 2015: BCREC Volume 10 Issue 2 Year 2015 (SCOPUS Indexed, August 2015)
Publisher : Department of Chemical Engineering - Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.01 KB) | DOI: 10.9767/bcrec.10.2.8080.162-168

Abstract

The purpose of this research was to study the effect of reaction time and NaOH catalyst in transesterification of coconut oil enhanced by microwave and to obtain a biodiesel. Reaction was conducted in batch reactor which equipped by microwave. Coconut oil contains saturated fatty acids about 70% with medium chain (C8-C14), especially lauric acid and myristic acid. The reaction was initiated by mixing oil and methanol with oil to methanol mole ratios of 1:3, 1:6, 1:9 and 1:12, catalyst concentration of 0.1, 0.15, 0.2, 0.25 and 0.3 wt.%, as well as setting electrical power at 100, 264 and 400 W. The reaction times were of  0.5, 1, 1.5, 2, 2.5, 3 and 3.5 min. The result showed that microwave could be employed as an energy source and was able to accelerate the transesterification process to produce biodiesel using NaOH catalyst. The biodiesel yields increase with increasing microwave power. The highest yield of biodiesel obtained  was of  97.37%  with reaction conditions set at 0.2 wt.% catalyst, a reaction time of 2 min, molar ratio of methanol to oil 1:9 and microwave power of 400 watt. © 2015 BCREC UNDIP. All rights reservedReceived: 15th January 2015; Revised: 10th March 2015; Accepted: 15th March 2015How to Cite: Suryanto, A., Suprapto, S., Mahfud, M. (2015). Production of Biodiesel from Coconut Oil Using Microwave: Effect of Reaction Time on Transesterification Reaction by NaOH Catalyst. Bulletin of Chemical Reaction Engineering & Catalysis, 10 (2): 162-168. (doi:10.9767/bcrec.10.2.8080.162-168) Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.9767/bcrec.10.2.8080.162-168 
Hydrocracking of Calophyllum inophyllum Oil With Non-sulfide CoMo Catalysts Rasyid, Rismawati; Prihartantyo, Adrianto; Mahfud, Mahfud; Roesyadi, Achmad
Bulletin of Chemical Reaction Engineering & Catalysis 2015: BCREC Volume 10 Issue 1 Year 2015 (SCOPUS Indexed, April 2015)
Publisher : Department of Chemical Engineering - Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.697 KB) | DOI: 10.9767/bcrec.10.1.6597.61-69

Abstract

This research was aimed to convert Calophyllum inophyllum kernel oil into liquid fuel through hydro-cracking process using non-sulfide CoMo catalysts. The experiment was carried out in a pressurized re-actor operated at temperature and pressure up to 350 oC and 30 bar, respectively. The CoMo catalysts used in the experiment were prepared by 10 wt.% loading of cobalt and molybdenum solutions over various supports, i.e. γ-Al2O3, SiO2, and γ-Al2O3-SiO2 through impregnation method. It is figured out from the experiment that non-sulfide CoMo based catalysts have functioned well in the hydrocracking conversion of Calophyllum inophyllum kernel oil into fuels, such as gasoline, kerosene, and gasoil. The CoMo/γ-Al2O3 catalyst resulted higher conversion than CoMo/SiO2 and CoMo/γ-Al2O3-SiO2. The fuel yields were 25.63% gasoline, 17.31% kerosene, and 38.59% gasoil. The fuels obtained in this research do not contain sulfur compounds so that they can be categorized as environmentally friendly fuels. © 2015 BCREC UNDIP. All rights reservedReceived: 24th March 2014; Revised: 25th November 2014; Accepted: 26th November 2014How to Cite: Rasyid, R., Prihartantyo, A., Mahfud, M., Roesyadi, A. (2015). Hydrocracking of Calophyllum inophyllum Oil With Non-sulfide CoMo Catalysts. Bulletin of Chemical Reaction Engineering & Catalysis, 10 (1): 61-69. (doi:10.9767/bcrec.10.1.6597.61-69)Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.9767/bcrec.10.1.6597.61-69
PENERAPAN KETENTUAN PIDANA UNDANG-UNDANG NOMOR 9 TAHUN 1961 TERHADAP TINDAK PIDANA PENGUTIPAN UANG TANPA IZIN DARI DINAS SOSIAL DI JALAN RAYA Addurunnafis, Siti Farahsyah; Mahfud, Mahfud
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bidang Hukum Pidana Vol 2, No 2: Mei 2018
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.996 KB)

Abstract

Penulisan ini bertujuan untuk menjelaskan faktor penyebab ketentuan pidana Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1961 tentang Pengutipan Uang dan Barang dijalan raya Kota Banda Aceh tidak berjalan sebagaimana ketentuan, faktor penghambat Dinas Sosial dalam menanganai pengutip uang dan Upaya Penanggulangannya. Data dalam penulisan artikel ini diperoleh secara yuridis empiris yaitu dengan cara meneliti bahan kepustakaan atau penelitian terhadap data sekunder dan meneliti dilapangan atau penelitian terhadap data primer. Penelitian Lapangan dilakukan dengan cara melalui wawancara responden dan informan, penelitian kepustakaan dilakukan dengan menelaah buku-buku dan peraturan perundang-undangan. Keseluruhan data kemudian dianalisis dan disajikan dalam bentuk deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alasan utama Undang-Undng Nomor 9 Tahun 1961 tentang Pengutipan Uang dan Barang tidak berjalan sebagaimana mestinya karena faktor kegiatan pengutipan uang tersebut sudah dianggap biasa oleh pelaku, lambatnya pejabat yang berwenang dalam melakukan pendataan dan dalam menangani pengutip uang, masih rendahnya pengetahuan masyarakat akan hukum, adanya rasa tidak ingin repot dari pelaku atau masyarakat dalam melakukan pengurusan surat izin, faktor datangnya pelaku penngutip uang dari luar Kota Banda Aceh serta faktor adanya pengutipan uang demi kepentingan pribadi.Disarankan kepada Dinas Sosial untuk lebih sering melakukan sosialisasi atas eksistensi Undang-Undang tersebut dan untuk segera memilih Pejabat Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) yang selama ini kosong dan terbatas jumlahnya.
PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KONSUMEN PENGGUNA TENAGA LISTRIK DALAM USAHA HOME INDUSTRI AKIBAT TIDAK STABILNYA ALIRAN LISTRIK PADA PLN SAMARINDA Mahfud, Mahfud
Journal of Law ( Jurnal Ilmu Hukum ) Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT        User complaints forms Power / consumers in terms of the occurrence or non kelalain and PT PLN (Persero) APJ Samarinda, namely: Fluctuations or increases in voltage (voltage) is quite high. The increase in voltage occurs suddenly and resulted in dozens of electronic appliances such as refrigerators, televisions, VCD player was broken and there were to catch fire; Electricity died suddenly and without peinberitauan advance; The increase in electricity tariff (TDL) every quarter. If it is associated with the right of consumers to obtain electricity at a reasonable price of article 34, paragraph 1 (c), the TDL a quarterly basis is not feasible, given the income levels do not go up every three months. In one year alone, revenue is not necessarily rise; Counting electricity bills are not in accordance with the usage. This can happen because of recording errors bill, the account used to swell due to the previous billing system "shoot". The cost of electricity tariff increase of more than 30% (thirty percent), the imposition of business rates for household customers, and so on; Not to mention the length of realization of the demand decline for example, from 1,300 to 900 Kwh Kwh of power or 900 kWh to 450 kWh. Of course Sangai violate consumer rights, namely the right to choose the goods or services; Power outages done unilaterally. In this case the customer is supposed to get the return Deposit subscriptions in accordance with Article 7, paragraph (5) SPJBTL.        To be able to claim their right to compensation, consumers either alone or jointly, or through their proxies, can make efforts to settle the lawsuit for compensation by way: Come, deliberate and resolve themselves directly with the PT PLN; Complaints through YLKI; Seeked litigation through the District Court, where a lawsuit can be filed on the basis of breach of contract or tort. Obstacles that arise in the business settlement of a lawsuit against PT PLN (Persero), among others: The existence of Minimum Service Standards (SPM) which is owned by PT PLN (partners) APJ Samarinda, making these enterprises is difficult to be sued in the occurrence of a power outage for about of 3x24 consecutive hours; Consumers passive and uncooperative during the lawsuit settlement with PT PLN in mediation. This resulted in the settlement process stalled for granted without any settlement; Consumers "do not dare" manju to resolve the complaint through the courts. Lack of consumer knowledge about their rights and obligations as well as the efforts of what they can do when suffering losses due to violations committed by PT PLN.
Perhitungan Unit Cost Akomodasi Rawat Inap Bangsal Kelas III Ruang Arofah dengan Metode Activity Based Costyng System pada RSU PKU Muhammadiyah Yogyakarta mahfud, Mahfud
208-7721
Publisher : Jurnal Bisnis Teori & Implementasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

abstract
Morfologi Hemipenis Biawak Air (Varanus salvator bivittatus) Mahfud, Mahfud; Winarto, Adi; Nisa, Chairun
Jurnal Sain Veteriner Vol 35, No 1 (2017): Juni
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1918.885 KB) | DOI: 10.22146/jsv.29298

Abstract

Varanus salvator bivittatus has a pair of hemipenes, which is macroscopic anatomically like the copulatory organ in other amniotes, cylindrical-shaped (truncus) with quite flexible, and it located on the base of the caudal tailof the cloaca. However, information about the microscopic anatomy of hemipenes of this animal is scientifically unpublicized. Therefore, the aim of this research is to study the microscopic anatomy of hemipenes of male Varanussalvator bivittatus. The animals were sacrificed by exsanguination under deep anesthetized and fixed in 4 % paraformaldehyde through perfusion then observed visceral site and morphometric. Histomorphological evaluationwas obtained by paraffin preparation with section thickness of 3-4 μm then stained in Hematoxylin-Eosin (HE) and Masson’s Trichrome (MT). The results showed that truncus of hemipenes was lined by stratified squamousepithelium and supported with thick of dense connective tissue and contain cavernous body and blood vessels are found, the muscles not found. The presence of connective tissue that supported in the down part sometimesmake hemipenes are rigid while prurient condition. In the caudal of truncus hemipenes there is retractor muscle of hemipenes which arranged by striated muscles. Hemipenes is flexible because contain with much of blood vesselthat found in truncus hemipenes.
PELANGGARAN TERHADAP QANUN NOMOR 8 TAHUN 2011 TENTANG PAJAK SARANG BURUNG WALET (SUATU PENELITIAN DI KABUPATEN ACEH BESAR) Maulidin, Maulidin; Mahfud, Mahfud
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bidang Hukum Pidana Vol 2, No 4: November 2018
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.1 KB)

Abstract

Sarang Burung Walet adalah hasil Burung Walet yang sebagian besar berasal dari air liur yang berfungsi sebagai tempat untuk bersarang, bertelur, menetaskan dan membesarkan anak Burung Walet baik yang berada dalam habitat alami maupun di habitat buatan/penangkaran yang potensinya cukup besar diwilayah Kabupaten Aceh Besar dan diharapkan dapat menjadi salah satu sumber pendapatan asli daerah. Tujuan penulisan artikel ini adalah menjelaskan pelanggaran terhadap Qanun Nomor 8 Tahun 2011 Tentang Pajak Sarang Burung Walet di Aceh Besar, faktor penghambat terhadap pelanggaran pemungutan pajak sarang burung walet dan serta upaya yang dilakukan dalam pelaksanaan pemungutan pajak sarang burung walet di Kabupaten Aceh Besar. Metode yang dilakukan menggunakan penelitian kepustakaan dan lapangan. Penelitian kepustakaan dilakukan dengan cara membaca buku-buku teks, peraturan perundang-undangan. Sedangkan penelitian lapangan dilakukan dengan cara mewawancarai responden dan informan. Berdasarkan hasil penelitian dari penulisan artikel ini diketahui bahwa penyelenggaraan pajak sarang burung walet dikabupaten Aceh Besar terdapat wajib pajak yang menunggak pembayaran pajak. Dimana setiap orang yang memeliki usaha sarang burung walet dalam Kabupaten Aceh Besar sudah semestinya membayar iuran pajak usaha sarang burung walet. Hal ini akan menambah manfaat bagi peningkatan perekonomian masyarakat yang berkelanjutan. Disarankan seharusnya dalalm proses penanganan pemungutan pajak sarang burung walet, Diperlukan partisipasi instansi-instansi terkait tidak hanya ada di dalam pelaksanaan penertiban. Hal inidapat membantu penertiban pajak sarang burung walet sesuaidengan tujuan yang ingin dicapai dan selaku instansi yang bertanggung jawab Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah membentuk tim lapangan untuk memberikan sosialisasi kepada pemilik usaha-usaha sarang burung walet di Kabupaten Aceh Besar, agar dapat membayar pajak serta menghimbau pemilik sarang burung walet akan denda yang dikenakan apabila tidak dapat membayar pajak dengan tepat waktu.
Co-Authors A. Suryanto A. Suryanto, A Suryanto Achmad Roesyadi Addurunnafis, Siti Farahsyah Adelina, Vania Adi Winarto Aditya A, Rizky Admiralia, Cininta Adrianto Prihartantyo Ainal Hadi Ali, M. Tawil Made Amelia, Prilia Dwi Arifah, Nurcahyanti As Shodiq, Ja'far Ashwie, Viqhi Bambang Jati Kusuma, Bambang Jati Bhuana, Donny Satria Chairun Nisa Dahlan Ali Dahlan Dahlan Darmawan Darmawan Dasa Ismaimuza Devita Dian.L, Devita Efendi Efendi Fadli, Maulana Arif Farsia, Lena Febriana, Ike Dayi Fikri Fikri Galan, Selfina Gilang Ramadhan Ginanjar, Mohamad Gozali, Gozali Hidayanti, Nur Huda, Masrul Husodo, F. Indayani Indayani, Indayani Indriyaswati, A. Intan Triana Chintiyatmi, Intan Triana Iwan Iwan Jazilah, Rahmawati Kuraeni, Nimas Kusuma, Heri Septya Kusuma, Heri Septya Kusuma, Heri Septya Kusuma, Heri Septya La Ifa Lailatul Qadariyah Latief, Juraid Abdul Machfoedz, Ircham Malik, Ibnu Mansari, Mansari Martunis Martunis Marziah, Ainon Maulidin, Maulidin Mersianty Mersianty, Mersianty Mintarto, A. Mirna Indriani Misnah Misnah Muammar, Khairul Muhammad Rifai Muharani, Sri Mujibussalim Mujibussalim Mukhlis Mukhlis Munjiat, Siti Maryam Nadia, Cut Sarah Nurbayiti, Ria Nurlela Nurlela Putra, Muhammad Gempa Awaljon Rahmaniah Malik Rakhmi, Ida Tutia Rakim, Aditya Rakhman Rani, Faisal A Rauzah, Siti Retno Hartati Reza, T. Surya Ricco Aditya S. W, Ricco Rismawati - Rasyid, Rismawati - Rismawati Rasyid Rizanizarli, Rizanizarli Saiful Ghozi, Saiful Sanusi Bintang Sarizal, Sarizal Selaksa, Raka Selfina Gala Soeparlan, Ali Arifin Sudrajat, Robby Ginanjar Margo Sumarno Sumarno Suprapto Suprapto Supriadi, Muh Susanto, David Febrilliant Susiana Susiana Susianto Susianto Syahbandir, Syahbandir Syamsul Bahri Tarmizi Tarmizi Ummu Kalsum Usyukur, Muhammad Walidin, Bahrul Wardah Wardah Widianingsih Widianingsih Yuyun Yuniati Zakiri, Zia Zulpahiyana, Zulpahiyana