Luthfi Djauhari Mahfudz
Fakultas Peternakan, Universitas Diponegoro

Published : 17 Documents
Articles

Found 17 Documents
Search

PENGARUH PENAMBAHAN ECENG GONDOK (EICHORNIA CRASSIPES) FERMENTASI DALAM RANSUM TERHADAP PRODUKSI TELUR ITIK TEGAL Nugraha, Deni; Atmomarsono, Umiyati; Mahfudz, Luthfi Djauhari
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.784 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan eceng gondok fermentasi dalam ransum terhadap produksi telur itik Tegal. Materi yang digunakan adalah 100 ekor itik betina umur 24 minggu dimasukkan dalam kandang sebanyak 20 masing-masing berisi 5 ekor itik. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap terdiri dari 5 perlakuan dengan 4 ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah adalah T1 (2,5% eceng gondok tanpa fermentasi), T2 (2,5% eceng gondok fermentasi), T3 (5% eceng gondok fermentasi), T4 (7,5% eceng gondok fermentasi), T5 (10% eceng gondok fermentasi). Parameter yang diamati meliputi konsumsi ransum, produksi telur, berat telur dan konversi ransum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan eceng gondok fermentasi dalam ransum berpengaruh terhadap konsumsi ransum, tetapi tidak berpengaruh terhadap produksi telur, berat telur dan konversi ransum. Konsumsi ransum untuk T1, T2, T3, T4 dan T5 berturut turut adalah 131,12; 132,68; 133,05; 138,01 dan 140,13 g. Produksi telur 6,70; 4,78; 6,63; 7,27 dan 9,06 %. Berat telur adalah 53,85; 51,87; 59,33; 55,99 dan 56,72 g. Konversi ransum 5,02; 9,51; 5,60; 5,18 dan 5,60. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tepung eceng gondok fermentasi dapat digunakan dalam ransum itik tegal sampai taraf 10%.Kata kunci : Eceng Gondok Fermentasi, Produksi Telur, Itik Tegal
PENGARUHKEPADATAN KANDANG DENGAN PENAMBAHAN JINTAN HITAM (NIGELLA SATIVA) DALAM RANSUM TERHADAP PRODUKSI KARKAS DAN LEMAK ABDOMINAL AYAM BROILER (THE EFFECT OF CAGE DENSITY AND ADDITIVE OF BLACK CUMIN THE DIET ON CARCASS AND ABDOMINAL FAT PRODUCTION OF BR Suwito, Tutur Adi; Mahfudz, Luthfi Djauhari; Sarengat, Warsono
Animal Agriculture Journal Vol 3, No 1 (2014): Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.629 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara langsung pengaruh kepadatan kandang dan penambahan jintan hitam  dalam ransum terhadap produksi karkas dan lemak abdominal ayam broiler. Manfaat penelitian ini yaitu untuk mengetahui secara langsung pengaruh kepadatan kandang dengan penambahan jintan hitam terhadap produksi karkas dan lemak abdominal ayam broiler. Penelitian dilaksanakan pada bulan Febuari-April 2013 di KandangLaboratorium Produksi Ternak Unggas, Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro, Semarang. Materi yang digunakan adalah ayam broiler unsex dengan merk dagang CP 707 umur 8 harisebanyak 270 ekor dengan bobot badan rata-rata 163,12 ± 8,10 g.Bahan pakan yang digunakan adalah Bekatul,jagung, tepung ikan, meat bone meal, bungkil kedelai, tepung tapioka dan top mix.Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap pola faktorial 3x3 dengan 3 ulangan. Sebagai faktor pertama adalah kepadatan (K) yaitu kepadatan rendah (K1) dengan jumlah ayam 8 ekor/m2, sedang (K2) 10 ekor/m2 dan tinggi (K3) 12 ekor/m2. Faktor kedua adalah jintan hitam (J) yaitu penambahan jintan hitam sebesar 1%/kg ransum (J1), 2%/kg (J2) dan 3%/kg (J3). Parameter yang diamati adalah bobot badan akhir, bobot karkas dan lemak abdominal. Data dianalisis ragam menggunakan uji F dan dilanjutkan uji Duncan jika ada pengaruh perlakuan dengan bantuan software SPSS 16.Kepadatan 12 ekor/m² dengan penambahan jintan hitam 1%/kg sudah cukup untuk mengatasi stres akibat kepadatan kandang dan memberikan bobot akhir, bobot karkas dan lemak abdominal yang tidak berbeda.Kata kunci: ayam broiler; jintan hitam; kepadatan; karkas; lemak abdominal  ABSTRACT   This research aimed to determine effect of cage density and addition of black cumin as materials of ration compile on broiler carcas and abdominal fat. Benefits of this research are obtained level density and the addition of black cumin which gives a good production carcas and abdominal fat in broiler. The experiment was conducted in February - April 2013 in Poultry Production Laboratory, Faculty of Animal Husbandry and Agriculture, University of Diponegoro, Semarang. The material used were a broiler unsex 8 days old as 270 birds with an average body weight of 163,12 ± 8,10 g. Feed ingredients used are rice bran, corn, fish meal, meat bone meal, soybean meal, tapioca flour and top mix. The experimental design used was factorial design with 3x3 factorial and 3 replications. As the first factor is the density ( K ) is a low density ( K1 ) with the density of  8 birds/m2, medium ( K2 ) 10 birds/m2 and high ( K3 ) 12 birds/m2. The second factor were addition black cumin ( J ) is 1% black cumin/kg ration ( J1 ), 2%/ kg ( J2 ) and 3%/ kg ( J3 ). Parameters measured were the last weight, carcass weight and abdominal fat. Data were analyzed using a variety of F test and Duncan continued if there is the effect of treatment with the help of software SPSS 16. The conclusion is the use of level 1 % black cumin/kg with density 12 ekor/m²anoughtto surmount a stress due to density of cage until providethe last weight, carcass weight and abdominal fat optimal.Key words: broiler; black cumin; density; carcas; abdominal fat
INTERVAL WAKTU PENAMBAHAN AMPAS MENGKUDU (MORINDA CITRIFOLIA L.) DALAM RANSUM TERHADAP PERFORMANS AYAM BROILER Primandini, Yuni; Mahfudz, Luthfi Djauhari; Sukamto, Bambang
Jurnal Agripet Vol 12, No 1 (2012): Volume 12, No. 1, April 2012
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.547 KB) | DOI: 10.17969/agripet.v12i1.264

Abstract

Time interval of supplementation of Morinda citrifolia L. by product on the performance broiler chicken ABSTRACT. The research using Completely Randomized Design with 3x2 factorial arrangement and 4 replicated. Dose of Morinda citrifolia by product (T) that is 0 g/kg ( T0); 0.50 g/kg ( T1); 0.75 g/kg ( T2) and 1.00 g/kg (T3) as first factor and time interval that is continue (A1) and 1 week interval (A2) as second factor. The performance parameters observed were : feed intake, body weight and small intestine measure. The result showed that no significant effect of time interval and interaction between time interval with Morinda citrifolia by product dose (p 0.05) on feed intake and small intestine measure. The addition dose of Morinda citrifolia by product increased (p 0.05) body weight, there was interaction (p 0.05) between time interval and Morinda citrifolia by product dose on body weight.
PENGARUH LAMA SCALDING DALAM LILIN PANAS TERHADAP KUALITAS KARKAS, KADAR LEMAK DAN SUSUT MASAK DAGING ITIK Nugroho, Agung; Abduh, Setya Budi M.; Mahfudz, Luthfi Djauhari
Animal Agriculture Journal Vol 2, No 4 (2013): Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.556 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas karkas, kadar lemak dan susut masak daging itik yang mengalami scalding dalam lilin panas (0 s, 30 s, 60 s, 90 s). Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Data kualitas daging dianalisis statistik menggunakan analisis  ragam pada taraf signifikasi 5% untuk mengetahui pengaruh perlakuan. Apabila perlakuan berpengaruh, uji dilanjutkan dengan uji wilayah ganda Duncan. Adapun data kualitas karkas dianalisis dengan Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa scalding dalam lilin pada pencabutan bulu itik tidak berpengaruh terhadap nilai susut masak dan sobek kulit namun berpengaruh terhadap kadar lemak dan kecerahan. Scalding selama 30 detik dapat menurunkan kadar lemak sedangkan scalding hingga 60 detik belum memberikan efek warna gelap pada karkas.
EFEK PENAMBAHAN ASAM SITRAT DALAM RANSUM TERHADAP PERTAMBAHAN BOBOT BADAN DAN KARKAS ITIK JANTAN LOKAL PERIODE GROWER Mulyani, Titik Dwi; Mahfudz, Luthfi Djauhari; Sukamto, Bambang
Animal Agriculture Journal Vol 2, No 4 (2013): Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.435 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan asam sitrat dalam ransum terhadap tingkat produksi dan karkas itik jantan lokal periode grower. Itik yang digunakan sebanyak 80 ekor umur 11 minggu diperoleh dari peternakan di Pengging Boyolali. Ransum basal tersusun dari jagung kuning, dedak halus, nasi aking, bungkil kedelai, tepung ikan dan mineral. Perlakuan yang diberikan adalah penambahan asam sitrat pada T0= 0% asam sitrat, T1= 0,67% asam sitrat/ekor/hari, T2= 1,33% asam sitrat/ekor/hari dan T3= 2,00% asam sitrat/ ekor/hari. Parameter yang diamati meliputi konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, bobot potong dan persentase karkas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap dan analisis data menggunakan sidik ragam pada taraf 5 %, jika ada pengaruh yang signifikan dilakukan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan pada taraf pemberian asam sitrat 1,33% berpengaruh signifikan terhadap bobot potong namun tidak mempengaruhi konsumsi, pertambahan bobot badan, dan persentase karkas pada itik jantan lokal periode grower. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan asam sitrat sebesar 1,33% meningkatkan bobot potong itik jantan lokal.
KONTRIBUSI FAKTOR KLIMAT DI LUAR KANDANG TERHADAP PERUBAHAN MIKROKLIMAT CLOSED HOUSE DENGAN PANJANG BERBEDA PADA PERIODE BROODER DI MUSIM KEMARAU Endraswati, Arliana; Mahfudz, Luthfi Djauhari; Sarjana, Teysar Adi
Jurnal Agripet Vol 19, No 1 (2019): Volume 19, No. 1, April 2019
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.05 KB) | DOI: 10.17969/agripet.v19i1.13918

Abstract

ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kontribusi faktor klimat di musim kemarau terhadap kondisi mikroklimat closed house periode brooder dengan panjang kandang berbeda. Unit kandang digunakan yaitu kandang ukuran panjang 60 m dan 120 m. Pengamatan dilakukan pagi hari (05.00 WIB), siang hari (13.00 WIB) dan malam hari (21.00 WIB). Parameter makroklimat yang diamati meliputi suhu, kelembaban udara, kecepatan angin dan radiasi matahari serta kondisi mikroklimat meliputi suhu, kelembaban udara, kecepatan angin dan THI. Besaran kontribusi diukur berdasarkan keeratan hubungan dengan analisis korelasi. Koefisien korelasi yang menunjukkan hubungan cukup kuat dengan nilai r 0,3, digunakan untuk membentuk persamaan regresi. Hasil penelitian menunjukkan besaran kontribusi komponen makroklimat pada pagi hari, siang hari maupun malam hari terhadap kondisi mikroklimat berupa suhu, kecepatan angin dan THI lebih besar di kandang panjang 60 m, sedangkan kontribusi makroklimat terhadap kelembaban udara mikroklimat lebih besar di kandang 120 m (p 0,05). Rentang nilai r pada korelasi yaitu cukup kuat hingga sangat kuat. Hasil persamaan regresi yang terbentuk memiliki nilai determinasi R2 sangat kuat, sehingga layak digunakan sebagai prediktor. Prediktor kelembaban udara di kandang 60 m berupa kecepatan angin, kelembaban udara dan radiasi matahari makroklimat, sementara prediktor kelembaban udara di kandang panjang 120 m berupa suhu, kelembaban udara dan radiasi matahari. Simpulan penelitian yaitu kontribusi faktor makroklimat terhadap variasi kondisi mikroklimat berupa suhu, kecepatan angin dan THI pada periode brooder lebih besar di kandang 60 m daripada 120 m, sedangkan kontribusi komponen makroklimat terhadap kelembaban udara di kandang 120 m lebih besar dari kandang 60 m. (Contribution of climatic factor outside the lengths to the change of microclimate closed house with different lengths in brooder period in the dry season) ABSTRACT. This study conducted to calculate macroclimate contribution during brooding period house to different closed house length in dry season. Two broiler closed house 60 m and 120 m length here used in this research. Observed data were daily at 05.00 a.m, 1.00 p.m. and 9.00 p.m to represented microclimate condition in the morning, afternoon and night. Macroclimate parameters observed included temperature, relative humidity, air velocity, sun radiation and microclimate parameters included temperature, relative humidity, air velocity, THI. Macroclimate contribution on the microclimate was calculates based on the strength of the relationship using correlation analysis. Subsequently, regression equation formed on parameters which has r value more than 0.3. Results showed that macroclimate contributes on variation of microclimate condition such as temperature, air velocity and THI which is larger in the 60 m length than 120 m length closed house(p 0.05). Macroclimate factors contributes on microclimate humidity which is larger in the 120 m than 60 m closed house length. The range of correlation r value are strong enough to very strong. Regression equations confirmed to having strong determination R value, thus can be used as a predictor of microclimate variation. Predictor parameter of microclimate humidity in 60 m closed house consist of air velocity, relative humidity and sun radiation, whereas microclimate humidity in 120 m closed house predictors consist of temperature, relative humidity and sun radiation. In conclusion macroclimate that contributes to the microclimate variation consist of temperature, air velocity and THI, which is larger in 60 m than 120 m closed house. Meanwhile, macroclimate that contributes to the microclimate humidity is larger in 120 m than 60 m closed house.
Inclution of Combination Double Step Down Feed And Citric Acid to Increased Efficiency in Broiler Livestock Saputra, Wirawan Yudha; Suthama, Nyoman; Mahfudz, Luthfi Djauhari
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aims of  research is to assess and evaluate the application of a combination double step-down ( DSD ) diet and citric acid ( CA ) in improving the efficiency of broiler business . Research arranged in a completely randomized design ( CRD ) . A total of 168 broilers strains MB 202, 7 days old with average body weight of 186.23 ± 0.68 g were divided into 7 treatments and 4 replication     ( @ 6 broiler ). Treatments were : T0 ( control diet without a step-down and the CA) , T1 ( DSD diet without the CA ) , T2 ( DSD diet + 0.8 % CA of lime) , T3 ( DSD diet + 0.4 % CA synthetic ) , T4 ( DSD diet + 0.8 % of CA synthetic ) , T5 ( DSD diet + 1.2 % of CA synthetic ) and T6 ( DSD diet + 1.6 % of CA synthetic ) . The parameters measured in the present research were carcass weight , feed costs and income over feed cost ( IOFC ). ). The data were subjected to analysis of variance by F test followed Duncan test ( P < 0.05 ) and orthogonal polynomials ( PO ) to determine the optimal level of the CA. The results showed that the carcass weight did not differ ( P > 0.05 ) due to treatment . The treatment combination of DSD and the CA synthetic diet from 0.4% to 1.2 % ( T3 - T5 ) significantly ( P < 0.05 ) reduced diet costs and increase IOFC compared to control ( T0 ) . Based on the calculation of PO , the CA determined the optimal level of 0.96 % . Research conclusion that the application of a combination of double step-down diet and 0.8-1.2 % citric acid can be used as an alternative to increased efficiency in broiler production .
PENGARUH PENGGUNAAN TEPUNG BUAH JAMBU BIJI MERAH (PSIDIUM GUAJAVA L.) DALAM RANSUM TERHADAP PERKEMBANGAN USUS HALUS DAN PERTUMBUHAN AYAM BROILER Cahyono, Landung Dwi; Mahfudz, Luthfi Djauhari; Suthama, Nyoman
Animal Agriculture Journal Vol 2, No 3 (2013): Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.686 KB)

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji pengaruh penggunaan tepung buah jambu  biji merah dalam ransum terhadap perkembangan usus halus dan pertumbuhan ayam broiler. Variabel yang diamati adalah ukuran panjang dan bobot usus halus (duodenum, jejunum dan ileum) serta bobot badan akhir. Ayam broiler umur 16 hari unsex strain MB 202 sebanyak 120 ekor dengan bobot badan rata ? rata 389,33 ± 7,9 g ditempatkan pada 20 petak kandang dengan masing-masing unit berisi 6 ekor ayam. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan : T0 (kontrol) : ransum tanpa penggunaan tepung buah jambu biji merah; T1 : ransum dengan penggunaan tepung buah jambu biji merah 1,7%; T2 : ransum dengan penggunaan tepung buah jambi biji merah  3,4% ; T3 : ransum dengan penggunaan tepung buah jambu biji merah 5,1%; T4 : ransum dengan vitamin C 500 ppm. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan prosedur analisis ragam (Analysis of Variance / ANOVA) derngan uji F pada taraf 5 % dan apabila hasil analisis menunjukkan pengaruh perlakuan yang nyata akan dilanjutkan dengan uji wilayah Ganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dengan penggunaan tepung buah jambu biji merah sebanyak 3,4% (T2) dosis yang paling baik bagi ayam broiler yang dipelihara dalam suhu tropis dilihat dari peningkatan panjang dan bobot usus halus serta bobot hidup menunjukkan perbedaan yang nyata terhadap ukuran panjang dan bobot usus halus serta bobot hidup.
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG JAHE MERAH (ZINGIBER OFFICINALE VAR. RUBRUM) DALAM RANSUM TERHADAP LAJU BOBOT BADAN DAN PRODUKSI TELUR AYAM KAMPUNG PERIODE LAYER Siahaan, Nicodemus Bonardo; Suprijatna, Edjeng; Mahfudz, Luthfi Djauhari
Animal Agriculture Journal Vol 2, No 1 (2013): Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.386 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian bertujuan untuk mengetahui taraf penambahan dari tepung jahe merah pada ayam kampung periode layer terhadap laju bobot badan dan produksi telur yang dipelihara selama 6 minggu. Sebanyak 100 ekor ayam kampung umur 24 minggu dengan bobot badan 1532,25 + 175,92 g ditempatkan dalam kandang battrey dibagi menjadi 20 unit percobaan dan diisi 5 ekor ayam broiler per unit. Bahan pakan yang digunakan dalam penelitian ini adalah jagung giling, bekatul, tepung ikan, tepung jahe merah, white pollard, bungkil kedelai dan premix. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 4 kelompok yaitu T0 (kontrol) = ransum perlakuan tanpa tepung jahe merah; T1 = ransum perlakuan dengan penggunaan 0,25% tepung jahe merah; T2 = ransum perlakuan dengan penggunaan 0,5% tepung jahe merah; T3 = ransum perlakuan dengan penggunaan 0,75% tepung jahe merah, T4 = ransum perlakuan dengan penggunaan 1% tepung jahe merah. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan prosedur analisis ragam dengan uji F pada taraf 5 %. Hasil penelitian nenunjukkan bahwa penggunaan tepung jahe merah tidak menunjukkan adanya perbedaan yang nyata (P>0,05) terhadap laju bobot badan dan produksi telur. KataKunci : Ayam Kampung, jahe merah, laju bobot badan, produksi telur.ABSTRACT This study was aimed to determined effect of red ginger meal in kampung chicken?s diet on body weight and egg production maintained 6 weeks. Around 100 of kampung chicken at 24 weeks old with average weight 1532,25 + 175,92 g was placed in battrey cage were divide into 20 units and each unit consist of five kampung chickens. Feedstuffs used in this study were corn, rice bran, fishmeal, red ginger, white pollard, soybean meal and premix. Experimantal design used randomized block design (RBD) withh 5 treatments and 4 group: T0 (control) = ration treatment without red ginger; T1 = ration treatment with red ginger 0,25%; T2 = ration treatment with red ginger 0,5%; T3 = ration treatment with red ginger 0,75%, T4 = ration treatment with red ginger 1%. The data obtained were analyzed using various analytical procedures F-test with level 5%. The result showed that treatment with red ginger in diet not significantly (P>0,05) againts weight rate and egg production.Key word: Kampung chickens, red ginger , body weight rate, egg production.
PENGARUH PEMBERIAN PAKAN BEBAS PILIH TERHADAP KECERNAAN PROTEIN BURUNG PUYUH Irawan, Isna; Sunarti, Dwi; Mahfudz, Luthfi Djauhari
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.884 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh free choice feeding dan keragaman sumber protein terhadap kecernaan protein pada burung puyuh jepang (Coturnix?coturnix japonica). Penelitian menggunakan burung puyuh betina usia 3 minggu sebanyak 216 ekor dengan bobot badan rata-rata 56,01 ± 1,61 g. Pemeliharaan puyuh dilakukan pada kandang baterai. Penelitian menggunakan bahan pakan berupa jagung, bekatul, bungkil kedelai, tepung ikan, bungkil kelapa, dan poultry meat meal (PMM). Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 9 ulangan. Setiap ulangan terdiri dari 8 ekor puyuh. T1 = 2 sumber energi (bekatul, jagung) dan 2 sumber protein (tepung ikan, bungkil kedelai); T2 = 2 sumber energi (bekatul, jagung) dan 3 sumber protein tepung ikan, bungkil kedelai, bungkil kelapa); T3 = 2 sumber energi (bekatul, jagung) dan 4 sumber protein (tepung ikan, bungkil kedelai, bungkil kelapa, PMM). Data yang diperoleh dianalisis ragam menggunakan uji F pada taraf 5%, dilanjutkan uji Duncan jika ada pengaruh perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa free choice feeding menyebabkan pengaruh yang tidak nyata (P>0,05) terhadap parameter konsumsi pakan, laju pakan dan kecernaan protein, sedangkan pada parameter konsumsi protein menunjukan pengaruh yang nyata (P<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah puyuh memiliki tingkat kesukaan berbeda terhadap bahan pakan dan free choice feeding dapat membuat puyuh memenuhi kebutuhan fisiologis sesuai kebutuhannya tanpa mempengaruhi laju konsumsi pakan serta kecernaan proteinnya.Kata kunci : bebas pilih, kecernaan protein, burung puyuh.ABSTRACT This experiment was conducted to study the effect of free choice feeding and variety of protein sources on protein digestibility of Japanese Quail (Coturnix - coturnix japonica). Experiment used 216 japanese quail females, 3 weeks of age with average body weight 56,01 ± 1,61 g. They were kept in battery cages. Feedstuffs used in this study are corn, rice bran, soybean meal, fish meal, coconut meal, Poultry Meat Meal (PMM). Experimental design used was completely randomized design (CRD) with 3 replications and 9 treatments. Each replication consists of 8 heads of quail. T1 = 2 energy sources (rice bran, corn) and 2 protein sources (fish meal, soybean meal), T2 = 2 energy sources (rice bran, corn) and 3 sources of protein fish meal, soybean meal, coconut cake), T3 = 2 energy sources (rice bran, corn) and 4 protein sources (fish meal, soybean meal, coconut cake, PMM). Data were analyzed using a variety of test F at the level of 5%, followed by Duncan test if there is significant effect of the treatment. Results showed that the treatment of free choice feeding do not influence significantly (P> 0,05) on feed intake, feed rate, and protein digestibility parameters, but on the protein intake parameter showed that the treatment influence significantly (P< 0,05). The conclusion of experiment is quail has a different level of preference on the variety of feed and free choice feeding can make the quail meet the physiological needs according to their needs without affecting the rate of feed intake and digestibility of the protein.Key words : free choice feeding ; protein digestibility; quail.