Mainizar Mainizar
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGGUNAAN KATA TANYA/ ISTIFHANIAH DALAM ALQUR’AN (SUATU KAJIAN TAFSIR TEMATIK DALAM TAFSIR AL MISHBAH PADA SURAT AL BAQARAH, ALI IMRAN, AN NISA’) Mainizar, Mainizar
Kutubkhanah Vol 14, No 2 (2011): Juli - Desember 2011
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Al-Qur’an sebagai mukjizat terbesar bagi nabi Muhammad SAW dalam bentuk mu’jizat ma’nawiyah yaitu suatu mukjizat yang dapat disaksikan oleh seluruh umat sepanjang zaman baik dari segi lafaz, makna dan isi kitab ini merupakan tantangan bagi orang-orang yang mengingkari kebenarannya baik orang-orang arab sendiri maupun bangsa lain. Al-Quran telah memberikan petunjuk yang jelas melalui uslub (gaya bahasa) dalam menyampaikan ayatnya yang dapat dilihat dari pembukaan/permulaan surat al- Qur’an. Keberadaan kata tanya dalam al-Quran pasti banyak mempunyai rahasia dan hikmahnya bagi manusia khususnya umat Islam KajianTafsir Tematik dalam Tafsir al-Misbah pada surat-surat al-Qur’an perlu kita dalami. Agar kaum muslimin dapat membaca dan memahami dengan baik serta merenungkan makna kata tanya yang ada dalam surat-surat ini dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah dan rasulnya agar al-Qur’an betul-betul menjadi petunjuk bagi mereka untuk kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat
Meningkatkan Kompetensi Komunikasi Bahasa Arab dalamPembelajaran NahwuMelalui Pendekatan Komunikatif pada Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah Keguruan UIN Suska Riau Mainizar, Mainizar
Sosial Budaya Vol 8, No 2 (2011): Juli - Desember 2011
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v8i2.361

Abstract

This research backgrounded by its low Arabic majors College Student ability class II. b deep get communications with Arabic good while is at in as well as outside class. Eventually their a large part indigenous pesantren's cabin. Learning winks Nahwu's college as bahagian (furu) of Arabic study must it gets to increase College Student ability in one's line learning which is gets communication word of mouth and also writing. To the effect research is subject to be see and figuring if Nahwu's learning with communicative approaching gets to increase College Student communication interest in Arabic? To reach to the effect upon was gathered data of semester College Student II. b, sitter lecturer, collaborator lecturer, meanwhile data collecting tech is done with essays oral, observation, questionnaire and discussion. Its result points out that Nahwu's learning with communicative approaching gets to increase College Student Arabic communication of point 67,66 as 70,76. Meanwhile Arabic communication interest Arabic majors College Student individually lies deep good category with appreciative range 70 onto, worked up of 42,31% as 73,15%. It means specified target as indicator of performance can be reached. Therefore Nahwu's learning with this approaching constitute strategy in point in increase College Student Arabic communication
PERANAN ORANG TUA DALAM PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN BAHASA PADA ANAK USIA 2-6 TAHUN Mainizar, Mainizar
Marwah: Jurnal Perempuan, Agama dan Jender Vol 12, No 1 (2013): Marwah
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/marwah.v12i1.516

Abstract

One aspect of child development that parents are to be developed is language skills. Because language skills are very important in human life, especially to convey wishes, ideas, and problems encountered in everyday life. Language is the ability to communicate with other, in which the thoughts and feelings expressed in the form of symbols or symbols to express the sense of something. Language is an essential factor that distinguishes man from animals. With human language can position itself as civilized creatures and develop its culture. Language skills in children will develop in accordance with the developmental age. However, the development and progress of language would be better if accompanied by coaching and guidance from parents.Many things can be done in the parent language development in early childhood as pioneered and laid the foundation on child language,motor exercises, habit, maintain and supervise the children and prevent child language disrespectful language, develop language skills through play, and communicate actively in family.
KONSELING PRANIKAH BERPERSPEKTIF GENDER PADA LEMBAGA (BP4) UNTUK MENURUNKAN TINGKAT PERCERAIAN Bakhtiar, Nurhasanah; Mainizar, Mainizar; Rahima MRA, Raja; Hasgimianti, Hasgimianti; Irawati, Irawati
Marwah: Jurnal Perempuan, Agama dan Jender Vol 17, No 2 (2018): Marwah
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/marwah.v17i2.6414

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi pelaksanaan konseling pranikah bagi calon pengantin oleh BP4 Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan partisipatory action research. Pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Objek sasaran terdiri dari 14 orang panitia penyelenggara konseling pranikah.Data-data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Temuan penelitian didapati bahwa pelaksanaan konseling pranikah bagi calon pengantin oleh BP4 Kota Pekanbaru terdiri dari dua program yaitu pertama program regular yang didanai oleh Kementrian Agama Kota Pekanbaru, kedua program mandiri yang biayanya ditanggung oleh peserta (calon pengantin). Pelaksanaan konseling pranikah bagi calon pengantin oleh BP4 kota Pekanbaru belum berwawasan gender. Materi-materi yang termuat dalam buku panduan bimbingan pranikah belum bermuatan gender baik sebagai satu pokok bahasan khusus, ataupun dalam penjelasan. Begitu juga dalam penyampaian materi oleh instruktur, tidak ada terlihat muatan-muatan gender secara eksplisit