Articles

Uji Efektivitas Beauvaria bassiana dengan Perbandingan Waktu dan Dosis Aplikasi Pada Penggerek Buah Kakao (Conopomorpha cramerella Snellen) di Perkebunan Kakao Herawati, Yusnita; ., Soeharto; Majid, Abdul
Agrovigor Vol 10, No 2 (2017): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v10i2.2956

Abstract

Produksi kakao yang menurun dapat disebabkan oleh adanya serangan hama penggerek buah kakao (Conopomorpha cramerella). Upaya pencegah yang dapat dilakukan selain menggunakan pestisida ialah dengan memanfaatkan agen hayati Beauvaria bassiana. Aplikasi menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari faktor konsentrasi: Kontrol/perlakuan kebun (K0), Beauvaria bassiana 2 gram/10 L (K1), Beauvaria bassiana 4 gram/10 L (K2), dan Beauvaria bassiana 6 gram/10 L (K3). Faktor interval waktu: Kontrol/Perlakuan Kebun (T0), Penyemprotan interval 5 hari (T1), Penyemprotan interval 10 hari (T2), Penyemprotan interval 15 hari (T3) kemudian diulang sebanyak 3 kali ulangan dan diambil 5 buah sampel tiap pohon sehingga diperlukan 48 pohon percobaan. Berdasarkan hasil penelitian kombinasi perlakuan konsentrasi agens hayati Beauvaria bassiana mampu menurunkan presentase buah terserang penggerek buah kakao, intensitas serangan penggerek buah kakao serta menurunkan penyusutan berat biji akibat serangan penggerek buah kakao. Konsentrasi Beauvaria bassiana terbaik ialah sebanyak 6 gram/10 L air (K3).Kata Kunci: Kakao, Conopomorpha cramerella , Beauvaria bassiana
Produksi Massal Agens Hayati Trichoderma harzianum Untuk mengendalikan Penyakit Layu Fusarium pada Pisang MAJID, Abdul
Jurnal Pengendalian Hayati Vol 1 No 2 (2008)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan T. harzianum sebagai agens hayati dalam skala luas belum banyak dilakukan, salah satukendalanya adalah terbatasnya agens hayati isolat lokal yang diproduksi secara massal. Oleh karenaitu diperlukan teknologi untuk produksi massal T. harzianum yang murah dan mudah dilakukan.penelitian ini dilakukan untuk membandingkan perbanyakan T. harzianum pada beberapa media cairekstrak kentang, ekstrak beras, ekstrak jagung muda dan air kelapa muda dengan menggunakan alatFermentor Sangat Sederhana (FSS) dengan media organik limbah pertanian yaitu sekam, bekatul danserbuk gergaji. isolat Ralstonia solanacearum hasil isolasi di daerah Malang mempunyai virulensiyang tinggi. Hasil ekplorasi agensia hayati bakteri Pseudomonad fluoresen diperoleh 130 isolat. Dari130 isolat tidak semua mampu menghambat bakteri Ralstonia solanacearum. Ada 37 isolat yangberpotensi sebagai agensia hayati terpilih dengan zona hambatan terbesar dengan mekanismeberagam yaitu bakteriostatik dan bakterisida
Pengendalian Penyakit Layu pada Pisang dengan Bakteri Antagonis Pseudomonas fluorescens dan Bacillus subtilis MIHARDJO, Paniman Ashna; MAJID, Abdul
Jurnal Pengendalian Hayati Vol 1 No 1 (2008)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.091 KB)

Abstract

Fusarium wilt on bananas caused by the fungus Fusarium oxysporum f.sp cubense wereimportant and were distributed most of the centre of bananas farm in Indonesia. Both Culturetechnicaly and chemically were unable to control this pathogen because they ability to formClamydospore and to infect alternative hosts. The use of antagonistic bacteria such as Pseudomonasfluorescens and Bacillus subtilis were able to control plant pathogens both in rhizosphere or inphyllosphere because their ability to produce secondary metabolites such as siderophore, antibiotics,volatile substances, Cyanide acid, extracellular enzymes and phytohormones. This research wasconducted in Laboratory of Plant Pathology and greenhouse of Pest and Plant Diseases Department.The steps of research included exploration of antagonistic bacteria using Schaad methods,identification using Schaad, Palleron, Lelliot and Stead Methods. Last steps were done by in vitro andin vivo tests.The result showed that combination of two bacterias were able to inhibit the pathogen invitro (70,2% - 88,1%), while in vivo test with three to four applications in frequency were able todecrease disease intensity up to 81, 6%.
Problematika Kewenangan Pejabat Pelaksana Tugas Bupati Dalam Memberhentikan Kepala Desa Munandar, Ervin; Majid, Abdul; Negara, Tunggul Anshari Setia
Jurnal Legalitas Vol 12, No 1 (2019): Volume 12 Nomor 1 Tahun 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Hukum Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (770.629 KB)

Abstract

Antara kewajiban yang diberikan undang-undang tentang desa untuk memberikan sanksi atas penyimpangan yang dilakukan kepala desa sesuai Pasal 115 dan batasan kewenangan dalam undang-undang tentang administrasi pemerintahan Pasal 14 ayat (7), bahwa seorang Pejabat Pelaksana Tugas tidak berwenang mengambil tindakan yang bersifat strategis yang berdampak pada perubahan status hukum pada aspek organiasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tindakan hukum Pejabat Pelaksana Tugas Bupati Kabupaten Buton Tengah yang telah memberhentikan kepala desa Tolandona Matanaeo berdasarkan SK Nomor 307 tertanggal 16 mei 2017. Penelitian ini yuridis normatif dengan pendekatan kepustakaan, perundang-undangan dan pendekatan kasus. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberhentian kepala desa tolandona matanaeo dapat dibenarkan, sebab tindakan hukum tersebut didasarkan pada fungsi dengan pemaknaan bahwa keadilan prosedural tidak mengabaikan keadilan substantif. Hal itu relevan dengan ketentuan Pasal 10 ayat (3) undang-undang pembentukan kabupaten buton tengah, bahwa pengangkatannya karena memiliki kemampuan dan pengalaman jabatan dalam bidang pemerintahan. Selain itu sanksi yang diberikan tidak cacat prosedur dalam undang-undang tentang desa.
HERMENEUTIKA HADIS GENDER (Studi Pemikiran Khaled M. Abou El Fadl dalam Buku Speaking in God’s Name; Islamic Law, Authority And Women) Majid, Abdul
Al-Ulum Vol 13, No 2 (2013): Al-Ulum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.146 KB)

Abstract

Tulisan ini menyajikan konstruksi hermeneutika Khaled M. Abou al-Fadl tentang hadis-hadis gender, menguji otentisitas dan pemaknaannya dengan studi kasus pada sejumlah hadis sandaran fatwa Council for Scientific Research and Legal Opinion, lembaga di Arab Saudi. Abou El- Fadl menawarkan sekaligus mengaplikasikan cara kerja hermeneutis, semisal perlunya negotiating process antara hadis sebagai teks, pengarang, Nabi dan seluruh rawinya, dan pembaca. Hal ini dilakukan dengan lima rambu,yaitu: kejujuran, kesungguhan, kemenyeluruhan, rasionalitas dan pengen-dalian diri. Temuannya adalah sebagai berikut: Pertama, kualifikasi hadis-hadis fatwa tersebut sangat tidak memadai, sejumlah hadis ditemukan tidak otentik dan ada pula yang tidak proporsional. Kedua,hadis merupakan akhir dari produk kepengarangan yang panjang sejak dari Nabi sebagai pengarang pertama hingga ke tingkat kolektor hadis seperti Imam Bukhari. Ketiga, subjektivitas setiap periwayat tertancap kuat dalam hadis yang diriwayatkannya sehinga perlu telaah historis.-------------------This paper is aimed to construct the Khaled M. Abou al-Fadl’s hermeneutics on hadiths gender, by examining its authentity and interpretation. This study brings a study case on a number of fatwas of Council for Scientific Research and Legal Opinion, the Saudi Arab-based Fatwa Institute. Abou El- Fadl applies a number of hermeneutic works; such as, negotiating process among texts, authors, the prophet’s traditions, and transmitters, as well as the readers. The hermeneutics work was throuruoghly counducted by bringing together the five principal rules: honesty, deligency, comprehensiveness, rationality, and self-restraint. A number of findings found is as follow: first, hadiths being bases of the fatwa are inadequate. Some of them are not authentic and yet proportionally. Second, hadith is the long final authorship product from the prophet as the first author to the level of hadith collector such as Imam Bukhori. Finally, each authors subjectivity can be tightly attached to the hadiths that he or she revealed which historically must be explored.
PENGARUH PERBEDAAN KONSENTRASI GARAM TERHADAP MUTU SENSORI DAN KANDUNGAN SENYAWA VOLATIL PADA TERASI IKAN TERI (Stolephorus sp) Majid, Abdul; Agustini, Tri Winarni; Rianingsih, Laras
Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.632 KB)

Abstract

Terasi ikan teri (Stolephorus sp) merupakan produk fermentasi ikan yang berbentuk semi basah yang dalam pembuatannya ditambahkan garam. Garam dalam pembuatan terasi mempunyai peranan sebagai pemberi rasa asin, sebagai pengawet, dan membantu dalam pembentukan flavour serta memperbaiki mutu sensori terasi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi garam terhadap mutu sensori dan kandungan senyawa volatil pada terasi ikan teri.Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah ikan teri segar dan garam. Parameter yang diuji adalah nilai organoleptik, kadar air, aw, pH, dan kandungan senyawa volatil. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental lapangan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan faktor perbedaan konsentrasi garam 2 % (TKA); 8,5% (TKB); dan 15% (TKC) yang difermentasikan selama 30 hari pemeraman. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analysis of Variance (ANOVA). Berdasarkan hasil penelitian didapatkan nilai organoleptik terasi TKA, TKB, dan TKC berturut-turut adalah7,64≤m≤7,90;  8,08≤m≤8,36;dan 7,74≤m≤7,96 sehingga layak untuk dikonsumsi. Analisa nilai pH antara 6,52 – 6,62; nilai kadar air antara 33,36 – 34,69%; nilai aw antara 0,73 – 0,79. Analisa nilai kandungan senyawa volatil dengan menggunakan Electronic Nose yaitu untuk nilai gugus alkohol berkisar antara 0.150 – 0.210 mV, hidrogen sulfida antara 0.139 – 0.208 mV, ammonia antara 0.123 – 0.176 mV dan aroma umum antara 0.076 – 0.156 mV. Hasil penelitian terbaik secara obyektif menurut parameter mutu sensori terdapat pada terasiTKBkarenamemilikikenampakan, bau, rasa, dan tekstur yang lebih disukai panelis.Parameter kandungan senyawa volatil yang memiliki aroma paling kuat terdapat pada terasi TKAberdasarkan deteksi Elektronic Nose. Perbedaankadargarammemberikanpengaruh yang berbedanyataterhadapmutu sensori, pH, aw dan kandungan senyawa volatil terasi ikan teri. Anchovy (Stolephorus sp) Fish Paste is one of fish fermented products in semi-moist form which is added salt during the procces. Salt added has a role as chemical agent giving salt taste, as preservative agent, and in flavor production for increase its sensory  quality. The aims of this research was to identify the influences of different salt concentrations on quality of sensory and volatile compound of anchovy (Stolephorus sp) fish paste.Materials used in this research were anchovy (Stolephorus sp) fish and salt. The parameters tested were sensory (organoleptic), water content, water activity (Aw), pH, and the content of volatile compound. The method used is field experimental using Completely Randomised Design with different salt concentrations 2% (TKA); 8,5% (TKC); snd 15% (TKC) which were fermented during 30 days. Analysis used in this research was Analysis of Varians (ANOVA).Based on the result, it was obtained that there is different organoleptic scores from different samples used, which are 7.64≤m≤7.90 for (TKA), 8.08≤m≤8.36 for (TKB), and 7.74≤m≤7.96 for (TKC). It showed that all the samples are acceptable to be consumed. Analyses of pH assesmentwas obtained range between 6.52-6.62; moisture content range between 33.36-34.69%. While the score of Aw was obtained range between 0.73-0.79. Analysis of volatile compunds used Electronic Nose was obtained 0.150-0.201 mV for the score of alcohol compound. And for general flavor range between 0.076-0.156 mV. Based on the result of sensory parameter, TKB  is the best sample, it was caused by appereance, smell, taste, and texture which was preffered by panelists.Volatile compound parameter showed that the sample TKAis the strongest flavor based detection of Electronic Nose. While based on The different of salt concentrations gave significant effect on the quality of sensory, pH, aw and the content of volatile compound of anchovy fish paste.
Simple Foot Elevator for Diabetic Ulcer Treatment (SIFOEDT) Majid, Abdul; Prayogi, Agus Sarwo; Surantono, Surantono; Hendarsih, Sri
Health Notions Vol 2 No 1 (2018): January, 2018
Publisher : Humanistic Network for Science and Technology (Address: Cemara street 25, Ds/Kec Sukorejo, Ponorogo, East Java, Indonesia 63453)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.739 KB)

Abstract

a
Karakteristik Pemikiran Islam Nuruddin Ar-Raniry Majid, Abdul
SUBSTANTIA Vol 17, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Ar-raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: In the 17th century, during the time of Sultan Iskandar Thani, Muslims in Aceh had known and had contact with Sufi ideology of Wahdatul Wujuh, the belief about God, nature, human and wujudiyyah as well as other philosophical ideologies. This perception attracts the Islamic scholars, including Muslim scholars, because it offers a new ideology as opposed to that embraced by Ar-Raniry. Ar-Raniry had a lot of expertise beside Sufi such as theologians, expert in Islamic jurisprudence, scholars of hadith, historians, experts in comparative religion, and politicians. Hamzah Fansuri's rational of this belief was considered as conflicting to the teachings of Islam (understood by Ar-Raniry) which eventually led to controversies among the Muslim communities. Despite the controversies continued to emerge, the understanding of the new ideology by ArRaniry was growing like mushrooms inthe rainy season. In opposing the wujudiyyah ideology by Hamzah Fansuri that had become the belief of the people at that time, there are four specification points of his thinking, namely; God, nature, people and wujudiyyah. These four points were used as the bases by Ar-Raniry in opposing Fansuri Hamzah and his followers.Abstrak: Pada abad 17, pada masa Sultan Iskandar Tsani, umat Islam saat itu mengenal dan bersinggungan dengan pemikiran sufi wahdatul wujuh keyakinan tentang Tuhan, alam, manusia, wujudiyyah dan pemahaman filsafat lainnya. Pemahaman ini menggiurkan para ulama, termasuk sarjana muslim, karena menawarkan aliran baru yang dianut oleh Ar-Raniry. Ar-Raniry memiliki banyak keahlian selain sebagai sufi, juga ahli teolog, ahli fikih, ahli hadis, sejarahwan, ahli perbandingan agama, dan politisi. Wacana rasional Hamzah Fansuri keyakinan ini dianggap bertentangan dengan ajaran Islam? (yang dipahami Ar-Raniry) yang akhirnya melahirkan kontroversi di kalangan masyarakat muslim. Meskipun kontroversi terus bermunculan, namun paham aliran baru Ar-Raniry ini terus berkembang bagaikan jamur di musim hujan. Dalam menentang paham wujudiyyah Hamzah Fansuri yang sudah menjadi keyakinan bagi masyarakat pada waktu itu, ada empat poin mengenai spesifikasi dari pemikirannya, yaitu; Tuhan, alam, manusia dan wujudiyyah. Empat landasan inilah yang dijadikan pijakan Ar-Raniry dalam menentang Hamzah Fansuri dan pengikutnya.
Terorisme di Lingkungan Kelompok Muslim Majid, Abdul
SUBSTANTIA Vol 16, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Ar-raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terrorism could be simply defined as an act that causes fear by doing? harassment to reach particular object. There are many factors contribute to the? emergence of terrorism such as religion, psychology, economic, politics, and social.? All of them could create any movement from nationalism-separatism, religious? fundamentalism, and new religion movement to Islamic radical-fundamentalism. But? none of them could indicate that Islam is identical to terrorism. Many think that terrorism is similar to jihad. As a religion that is bestowed to universe, it becomes? awkward when Islam is accused for being teaching and encouraging terrorism. Jihad? is not the other word of terrorism. Jihad is taken after passing a tight Islamic law? consideration. Differently to Jihad, terrorism is relatively without legal consideration.? Jihad respects human rights. In the order way around, terrorism disrespects human? rights. So that, Jihad is not the same to terrorism. What perceive them the same is? indeed narrow-minded or misconception toward ideal understanding about Islam.? Perhaps, there could be people using Islam for masking their faces in order to reach? their object.
STUDI TERHADAP PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA DALAM WILAYAH HUKUM KANTOR KEPOLISIAN RESORT POLEWALI MANDAR MAJID, ABDUL; ., MUSTARI
Jurnal Tomalebbi Volume II, Nomor 2, September 2015
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.489 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui dan menganalisis bentuk-bentuk penyalahgunaan narkotika di Polewali Mandar. (2) Mengetahui dan menganalisis penyebab terjadinya penyalahgunaan narkotika di Polewali Mandar. (3) Mengetahui upaya yang dilakukan oleh pihak kepolisian dalam menanggulangi penyalahgunaan narkotika di Polewali Mandar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dimana desainnya menjelaskan penanganan penyalahgunaan narkotika di dalam wilayah hukum pada kepolisian resort Polewali Mandar. Populasi dalam penelitian ini adalah 7 orang pelaku penyalahgunaan narkotika yang ada di Polewali Mandar. Untuk mendapatkan informasi yang berimbang maka dianggap perlu menambahkan informan sebanyak 7 orang dari 20 anggota Unit Reserse Narkotika Kepolisian Resort Polewali Mandar. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Bentuk-bentuk penyalahgunaan narkotika meliputi  pemakai, pengedar dan memberikan kepada orang lain untuk dikonsumsi serta penggunaan obat yang dilakukan secara terus menerus dan secara berlebihan yang dapat mengakibatkkan timbulnya rasa candu dan dapat merusak kesehatan. (2) Penyebab terjadinya penyalahgunaan narkotika yaitu berpengaruh pada beberapa faktor, diantaranya faktor ekonomi, faktor rasa ingin tahu/coba-coba dan faktor lingkungan. (3) Hal-hal yang telah dilakukan dari pemerintah Kabupaten Polewali Mandar dan aparat penegak hukum (Polres Polewali Mandar) untuk menanggulangi peredaran dan penyalahgunaan Narkotika yaitu Upaya preventif dan Upaya represif. Upaya preventif yaitu untuk mencegah penggunaan narkotika di masyarakat umum seperti penyuluhan, membangun kemitraan dengan masayarakat dan pemertaan jalur peredaran narkotika. Upaya refresif adalah upaya ini dimaksud sebagai tindakan bekerjanya sanksi pidana terhadap masyarakat berupa pelaksanaan penindakan terhadap para pelaku dan juga melakukan operasi penyergapan dan pemberantasan di tempat-tempat  kejadian perkara, penangkapan tersangka, proses penyelidikan, penyidikan selanjutnya melimpahkan berkas perkara ke kejaksaan dan diajukan ke pengadilan untuk penegakan hukum atau memperberat hukuman.KATA KUNCI: Penyalahgunaan Narkotika