Articles

Found 25 Documents
Search

CULTIVATION CONDITIONS FOR PROTEASE PRODUCTION BY A THERMO-HALOSTABLE BACTERIAL ISOLATE PLS A Iqbalsyah, Teuku M.; Malahayati, Malahayati; Atikah, Atikah; Febriani, Febriani
Jurnal Natural Volume 19, Number 1, February 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.586 KB) | DOI: 10.24815/jn.v19i1.11971

Abstract

Polyextremophiles have increasingly been utilised to produce thermostable enzymes with better stability in multiple extreme conditions. This study reports the screening results of four new bacterial isolates (PLS A, PLS 75, PLS 76 and PLS 80), isolated from an under water hot springs, in producing thermo-halostable protease enzyme. Optimum cultivation conditions for the protease production were also studied. Screening of protease-producing isolates was conducted using Thermus solid medium enriched with 3% skim milk and 0.5% casein. The growth of the isolates showing protease activity was monitored by measuring the cell dry weight and protease activity during 24 h cultivation period. The activity was also measured at various cultivation conditions, i.e. temperature, pH and salt concentrations. Amongst the four isolates, only PLS A showed the ability to produce protease. The optimum cultivation conditions for protease production were observed at 65°C, pH 7 for 18 h incubation. The activity increased with the addition of 1% NaCl concentration (0.085 Unit/mL). The ability of PLS A isolate to produce thermo-halostable protease was encouraging as they could potentially be used in industries requiring the enzyme with multiple extremes. 
Sifat Aljabar Banach Komutatif dan Elemen Identitas pada Kelas D(K) Malahayati, Malahayati
CAUCHY: Jurnal Matematika Murni dan Aplikasi Vol 3, No 1 (2013): CAUCHY
Publisher : Mathematics Department, Maulana Malik Ibrahim State Islamic University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (847.422 KB) | DOI: 10.18860/ca.v3i1.3112

Abstract

The first Baire class of bounded functions on separable metric spaces K denoted by B1(k). One of the most important subclass of B1(k) is D(K), by D(K) is denoted the class of all functions on K which are differences of bounded semicontinuous functions. In this paper we proved that D(K) is abelian Banach algebra and identity element
Teorema Titik Tetap Pada Ruang Quasi Metrik Terasing Tanpa Menggunakan Sifat Kekontinuan Fungsi Malahayati, Malahayati; Utami, Mutia
Jurnal Fourier Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Matematika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.727 KB) | DOI: 10.14421/fourier.2014.31.31-47

Abstract

Dislocated quasi metric spaces is spaces with distance function that only satisfies two conditions from four conditions of distance function in metric spaces. Every metric spaces is dislocated quasi metric spaces, but the convers not satifies, so the characters that satisfies in metric spaces may not satisfies in dislocated quasi metric spaces.  This paper is to recite fixed point theorems without continuity of any mapping in dislocated quasi metric spaces, also gives an example using the theorems that has recited
ANALISA KETUNGGALAN TITIK TETAP PADA PEMETAAN KONTRAKTIF DI RUANG METRIK LENGKAP DENGAN MEMANFAATKAN JARAK-W Malahayati, Malahayati
Jurnal Matematika "MANTIK" Vol. 1 No. 2 (2016): Mathematics and Applied Mathematics
Publisher : Mathematics Department, Faculty of Science and Technology, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.105 KB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang sifat titik tetap pada jarak-w diruang metrik lengkap. Di dalam penelitian ini diberikan pula suatu contoh penggunaan sifat titik tetap berdasarkan sifat yang telah dibahas
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INQUIRI BERBASIS PRAKTIKUM UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS X SMAN 2 MEUREUDU PADA MATERI RANGKAIAN LISTRIK Malahayati, Malahayati; Saminan, Saminan
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 4, No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : Program Pascasarjana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.77 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan penguasaan konsep dan keterampilan berpikir kritis pada materi rangkaian listrik setelah siswa belajar melalui model pembelajaran inquiri berbasis praktikum. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen melalui nonequivalent pretest-postest control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 2 Meureudu. Pengumpulan data dilakukan dengan tes pemahaman konsep dan keterampilan berpikir kritis, lembar kerja siswa, Lembar observasi dan angket. Hasil olah data yang digunakan dengan uji N-gain keterampilan berpikir kritis diperoleh persentase nilai rata-rata kelas eksperimen sebesar 76,7% termasuk kategori tinggi dan kelas kontrol sebesar 65,9% termasuk kategori sedang. Hasil penelitian di peroleh rata-rata N-gain penguasaan konsep kelas eksperimen sebesar 73% termasuk kategori tertinggi pada subkonsep rangkaian hambatan dan untuk kelas kontrol diperoleh sebesar 68% termasuk kategori sedang. Penggunaan model pembelajaran inquiri berbasis praktikum memberi tanggapan yang positif, karena sangat membantu siswa dalam berpikir kritis, sehingga siswa lebih cenderung bertanya, membuat kesimpulan dan membuat hipotesis. Model pembelajaran inquiri berbasis praktikum secara signifikan dapat meningkatkan penguasaan konsep dan keterampilan berpikir kritis siswa.
BENTUK PENYAJIAN TARI SAPU TANGAN DI SANGGAR MELATI LAE GENTUYUNG KABUPATEN ACEH SINGKIL Malahayati, Malahayati; Supadmi, Tri; Hartati, Tengku
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 2, No 3 (2017): AGUSTUS
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.518 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul “Bentuk Penyajian Tari Sapu Tangan di Sanggar Melati Lae Gentuyung Kabupaten Aceh Singkil” mengangkat masalah bagaimana bentuk penyajian tari Sapu Tangan di Sanggar Melati Lae Gentuyung Kabupaten Aceh Singkil. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penyajian tari Sapu Tangan di Sanggar Melati Lae Gentuyung Kabupaten Aceh Singkil. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah ketua pimpinan sanggar Melati Lae Gentuyung, pelatih sanggar Melati Lae Gentuyung, dan penari sanggar Melati Lae Gentuyung. Lokasi penelitian dilakukan di desa Kilangan Kecamatan Singkil. Teknik pengumpulan data digunakan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan mereduksi data, display data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwah tari Sapu Tangan diciptakan oleh Bundo Kandung yang berasal dari Sumatera Barat. Tari Sapu Tangan tergolong dalam tari kelompok. Tari Sapu Tangan ditarikan oleh empat penari lelaki yang menggunakan Sapu Tangan. Tari Sapu Tangan diiringi dengan alat musik tradisional seperti rapa-i. Tari Sapu Tangan mempunyai ciri khas tersendiri dimana tari ini ditarikan dengan menggunakan properti Sapu Tangan yang diletakkan di sela-sela jari penari. Bentuk Penyajian tari Sapu Tangan sangatlah sederhana. Tari ini menceritakan sekelompok dayang-dayang  yang  diperintahkan  oleh  seorang  raja  untuk  mencari  bunga  yang  dibalut dengan kain Sapu Tangan untuk diberikan kepada seorang putri yang cantik jelita. Kata kunci: bentuk penyajian, makna, tari Sapu Tangan
Penyelesaian Masalah Nilai Batas Persamaan Diferensial Mathieu–Hill Santosa, Santosa; Musthofa, Muhammad Wakhid; Malahayati, Malahayati
Jurnal Fourier Vol 2 No 2 (2013)
Publisher : Program Studi Matematika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.98 KB) | DOI: 10.14421/fourier.2013.22.91-103

Abstract

Berbagai masalah fisis dan geometri yang melibatkan dua fungsi atau lebih peubah bebas sangat berkaitan dengan persamaan diferensial. Salah satu analisis fisis tersebut dapat dinyatakan dalam bentuk persamaan diferensial. Ilmuwan matematika yang bernama George W. Hill dan Mathieu meneliti tentang getaran pada pendulum gantung yang bisa dimodelkan dalam bentuk persamaan diferensial Mathieu-Hill. Persamaan diferensial Mathieu-Hill adalah persamaan diferensial orde dua yang didalam fungsi tersebut terdapat fungsi periodik. Persamaan diferensial Mathieu-Hill dapat diselesaikan dengan menggunakan metode aljabar matriks. Pada tahun 2005 sudah diteliti tentang solusi dari persamaan diferensial Mathieu-Hill. Penelitian ini menjelaskan tentang penyelesaian masalah nilai batas pada persamaan diferensial Mathieu Hill yang akan manghasilkan suatu solusi dalam bentuk persamaan periodik. Untuk lebih memahami penyelesaian masalah nilai batas pada persamaan diferensial Mathieu-Hill diberikan salah satu contoh aplikasinya dalam menghitung getaran pada mesin lokomotif kereta yang dimodelkan dalam bentuk persamaan diferensial Hill-Meissner.
Beberapa Sifat Integral Henstock Sekuensial Malahayati, Malahayati
Jurnal Fourier Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Matematika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.89 KB) | DOI: 10.14421/fourier.2017.62.55-68

Abstract

Perkembangan teori integral khususnya integral Henstock yang terbaru berhasil dikemukakan oleh Laramie Paxton, yaitu integral Henstock Sekuensial. Pendefinisian Integral Henstock Sekuensial hampir sama seperti mendefinisikan integral Henstock, bedanya pada integral Henstock Sekuensial partisinya melibatkan barisan fungsi positif yang disebut partisi tag δn-fine. Laramie membuktikan bahwa fungsi yang terintegral Henstock juga terintegral Henstock Sekuensial begitupun sebaliknya, sehingga sifat-sifat yang berlaku pada integral Henstock juga belaku pada integral Henstock Sekuensial. Di dalam tulisan ini dibuktikan beberapa sifat integral Henstock Sekuenisial dan teorema-teorema dasar seperti yang berlaku pada integral Henstock.
Konsep Fungsi Semikontinu Malahayati, Malahayati
Jurnal Fourier Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Matematika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.354 KB) | DOI: 10.14421/fourier.2014.32.91-104

Abstract

This paper discusses the basic concepts and some of semicontinuous function, begins by introducing the concept of upper limit and lower limit.
ANALISIS BEBERAPA TEOREMA KETUNGGALAN TITIK TETAP DI RUANG METRIK MULTIPLIKATIF (MULTIPLICATIVE METRIC SPACES) Malahayati, Malahayati
Journal of Fundamental Mathematics and Applications (JFMA) Vol 1, No 1 (2018): Journal of Fundamental Mathematics and Applications
Publisher : Department of Mathematics, Faculty of Science and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1701.971 KB) | DOI: 10.14710/jfma.v1i1.5

Abstract

Abstract. This research was conducted to analyze several theorems about fixed point uniqueness on multiplicative metric space. Firstly, the proof of fixed point uniqueness theorem on complete multiplicative metric space is analyzed with involving multiplicative continuous functions. Then, several fixed point uniqueness theorems is analyzed without involving multiplicative continuous functions. The proof of fixed point uniqueness theorem on complete multiplicative metric space with involving multiplicative continuous functions can be done without requirement of contraction multiplicative mapping. If this mapping is satisfying a condition with involving multiplicative continuous functions then it was proven that it had the unique fixed point. Furthermore, the proof of fixed point uniqueness theorem on complete multiplicative metric space without involving multiplicative continuous functions can be done by requiring the mapping is contraction. Abstrak. Penelitian ini menganalisa beberapa teorema ketunggalan titik tetap di ruang metrik multiplikatif. Pembahasan diawali dengan menganalisa pembuktian teorema ketunggalan titik tetap di ruang metrik multiplikatif lengkap dengan melibatkan bantuan fungsi kontinu multiplikatif. Selanjutnya di analisa beberapa teorema ketunggalan titik tetap tanpa melibatkan fungsi kontinu multiplikatif. Pembuktian teorema ketunggalan titik tetap di ruang metrik multiplikatif lengkap dengan bantuan fungsi kontinu multiplikatif dapat dibuktikan tanpa mensyaratkan pemetaannya kontraksi multiplikatif. Apabila pemetaan tersebut memenuhi suatu kondisi dengan bantuan suatu fungsi kontinu multiplikatif maka terbukti mempunyai titik tetap tunggal. Sedangkan Pembuktian teorema ketunggalan titik tetap di ruang metrik multiplikatif lengkap tanpa bantuan fungsi kontinu multiplikatif dibuktikan dengan mensyaratkan pemetaannya kontraksi.